cover
Contact Name
Dhiah Agustina Qahar
Contact Email
Dearsip@unisda.ac.id
Phone
+6281228385188
Journal Mail Official
Dearsip@unisda.ac.id
Editorial Address
Jl. Airlangga No.03 Sukodadi (62253), Lamongan, Indonesia,
Location
Kab. lamongan,
Jawa timur
INDONESIA
DEARSIP: Journal of Architecture and Civil
ISSN : -     EISSN : 28080947     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Material and structural engineering Transportation Engineering Geotechnical Engineering Water resource engineering Construction and Project management Disaster management Urban and regional planning Interior design Landscape design Housing and human settlement
Articles 115 Documents
PENGARUH PEMANFAATAN LIMBAH TAMBANG BAUKSIT DAERAH SANGGAU SEBAGAI PENGGANTI AGREGRAT HALUS TERHADAP KUAT TEKAN BETON Maliq Abdul Aziz; Abdul Aziz Al Gani; Ignatius Sudarsono
DEARSIP : Journal of Architecture and Civil Vol 5 No 01 (2025): Desember 2024 - Mei 2025
Publisher : Faculty of Engineering, Universitas Islam Darul Ulum Lamongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52166/dearsip.v5i01.7936

Abstract

Concrete is an important component in the construction sector. Coarse and fine aggregates, water and cement are the materials needed to make concrete. To meet the need for fine aggregate in the Sanggau area, West Kalimantan, a substitute for sand is needed, namely bauxite mine waste (tailing bauxite). So it is important to consider whether tailing bauxite can be used and processed into construction materials. The aim of this research is to determine the optimum compressive strength of concrete produced by using tailing bauxite as fine aggregate in the concrete mixture within 7, 14 and 28 days. This research is a test carried out at the Concrete Laboratory, Center for Materials and Engineering Goods to collect the necessary data. By using quantitative calculation techniques, research results can be calculated to draw conclusions. From the results obtained, after 28 days of age, concrete using tailing bauxite as fine aggregate has a higher compressive strength, namely 32.20 Mpa, compared to normal concrete, namely 26.89 Mpa. Material testing, tailing bauxite have physical properties that meet specifications that can be used as a substitute for fine aggregate. The conclusion of this research is that the results of compressive strength testing show that the use of tailing bauxite as fine aggregate produces higher compressive strength values ​​compared to normal concrete. Apart from that, the use of tailing bauxite in concrete mixtures can produce more economical concrete and can reduce waste from existing bauxite mines.
KONSEP HEALING ENVIRONMENT DI RUMAH SAKIT DARMO SURABAYA Aldira Rossa; Afif Fajar Zakariya; Adelfa L. Punay-
DEARSIP : Journal of Architecture and Civil Vol 5 No 01 (2025): Desember 2024 - Mei 2025
Publisher : Faculty of Engineering, Universitas Islam Darul Ulum Lamongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52166/dearsip.v5i01.8104

Abstract

Lingkungan fisik di dalam rumah sakit memiliki peran yang sangat penting selama proses penyembuhan pasien. Faktor seperti sirkulasi udara yang buruk, pencahayaan yang tidak memadai, dan kurangnya elemen pendukung dapat membuat lingkungan rumah sakit menjadi tidak nyaman. Maka dari itu, lingkungan rumah sakit harus menciptakan suasana yang tenang dan nyaman, memberikan energi positif kepada pasien, serta meningkatkan interaksi antara individu dengan lingkungannya. Konsep Healing Environment telah mendapatkan perhatian besar di lingkungan pelayanan kesehatan, bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan pasien dan berkontribusi pada penyembuhan. Penelitian ini berfokus pada implementasi dan evaluasi konsep Healing Environment di Rumah Sakit Darmo Surabaya. Metode penelitian yang digunakan adalah adalah kualitatif dengan jenis studi kasus. Data dikumpulkan melalui studi literatur dan observasi lapangan yang dilakukan di rumah sakit tersebut. Temuan penelitian ini menunjukkan bahwa Rumah Sakit Darmo Surabaya telah berhasil menerapkan faktor-faktor Healing Environment yang mendukung proses kesembuhan pasien. Desain rumah sakit yang memperhatikan pencahayaan alami, sirkulasi udara yang baik, ruang hijau, serta penggunaan warna yang menenangkan, menciptakan lingkungan yang nyaman dan mendukung pemulihan fisik dan psikologis pasien. Selain itu, penataan ruang yang mengurangi kebisingan dan memberikan akses ke alam serta kegiatan di luar ruangan juga berkontribusi pada kenyamanan dan kesejahteraan pasien. Faktor-faktor ini secara keseluruhan menciptakan suasana yang mendukung proses penyembuhan yang lebih efektif.
ARSITEKTUR SEBAGAI TERAPI : EKSPLORASI KARAKTERISTIK ANDRA MARTIN DALAM MENINGKATKAN KESEJAHTERAAN PSIKOLOGIS ANAK TERLANTAR DI MEDAN Yunita Syafitri Rambe; Iqra Greyfit Tambunan
DEARSIP : Journal of Architecture and Civil Vol 5 No 01 (2025): Desember 2024 - Mei 2025
Publisher : Faculty of Engineering, Universitas Islam Darul Ulum Lamongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52166/dearsip.v5i01.8919

Abstract

Anak terlantar adalah anak yang tidak mendapatkan perawatan, perlindungan dan pengasuhan dari orang tua atau wali, sehingga anak-anak tersebut tidak memiliki kehidupan yang layak atau terabaikan. Hal ini dapat terjadi karena berbagai hal, seperti masalah ekonomi, kelalaian, kekerasan atau masalah keluarga lainnya. Data anak terlantar sendiri di kota Medan pada tahun 2020 sendiri sebanyak 127 orang, berdasarkan laporan dari Dinas Sosial Kota Medan banyak anak terlantar ditemukan di kawasan organisasi padat dan pinggiran kota. Namun, berdasarkan informasi yang tersedia dari instansi terkait seperti Dinas Sosial Kota Medan, jumlah anak terlantar dapat bervariasi setiap tahun, tergantung pada berbagai faktor seperti kondisi sosial-ekonomi, bencana alam, dan lain-lain. Anak terlantar tersebut membutuhkan perlindungan dan keamanan, pendidikan dan tempat tinggal yang aman dan terlindung dari bahaya dan penyembuhan secara psikologis. Panti asuhan merupakan salah satu solusi untuk dapat menampung anak terlantar. Namun, sebagian besar yang tinggal di panti asuhan mengalami depresi, kesedihan, susah untuk menyesuaikan diri. Hal ini dikarenakan kondisi lingkungan, terjadi eksploitasi dan fasilitas yang tidak memenuhi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif untuk mengeksplorasi kebutuhan sosial, fisik, dan psikologis anak-anak terlantar. Dengan demikian, desain Pusat Rehabilitasi Anak Terlantar yang mengadopsi pendekatan arsitektur Andra Matin diharapkan dapat menyediakan lingkungan yang memenuhi kebutuhan tersebut. Pendekatan ini diharapkan dapat memberikan solusi yang lebih humanis dan efektif dalam mendukung kesejahteraan anak-anak terlantar.
STUDI PERBANDINGAN BERBASIS APLIKASI STRUKTUR BANGUNAN GEDUNG KASUS PERENCANAAN STAFF DOMITORY Muhammad Noor Asnan; Achmad Fadliannoor; Ulwiyah Wahdah Mufassirin Liana; Vebrian Vebrian; Afin Ulul Azmi; muhammad Koderi Hendrik Waluyo
DEARSIP : Journal of Architecture and Civil Vol 5 No 01 (2025): Desember 2024 - Mei 2025
Publisher : Faculty of Engineering, Universitas Islam Darul Ulum Lamongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52166/dearsip.v5i01.9017

Abstract

Perkembangan teknologi saat ini dirasakan juga pada bidang teknik sipil, terlihat dari penyelesaian permasalahan pada rekayasa struktur dapat diselesaikan dengan efektif, efisien dan hasil yang aman. Teknologi ini berupa aplikasi-aplikasi perhitungan struktur yang dapat digunakan oleh engineer untuk membantu dalam melakukan pekerjaan. Pada rekayasa struktur, engineer dapat menggunakan aplikasi komputer (software) seperti aplikasi Struktural Analysis Program (SAP 2000) dan Extended Three Dimensional Analysis of Building System (ETABS). Kedua software ini banyak dipakai dalam menganalisis dan mendesain suatu struktur bangunan. Dalam studi perbandingan ini, dilakukan analisa perbandingan dari data perhitungan gaya reaksi perletakan dan rencana penulangan balok atau kolom hasil SAP 2000. Selanjutnya dilakukan analisis menggunakan ETABS. Analisis ini dihitung besaran gaya-gaya dalam pada bangunan gedung Staff domitory. Dalam melakukan perencanaan bangunan gedung, diperlukan data awal sebagai dasar perencanaan meliputi gambar denah, gambar tampak, gambar potongan, dan data mekanikal elektrikal plumbing. Dari hasil analisis didapatkan nilai reaksi perletakan kedua program selisih 21%. Penulangan balok dengan selisih luas penulangan tarik (As) perlu sebesar 26% dan As pasang 42%. Penulangan kolom diperoleh perbedaan As perlu 23% dan As pasang 0,04%. Dapat disimpulkan nilai selisih yang terjadi tidak begitu signifikan dan masih ditoleransi. Dalam perencanaan struktur harus berpedoman pada standar teknis yang terbaru dan mengikuti perkembangan persyaratan bangunan gedung terkini.
IDENTIFIKASI GAYA ARSITEKTUR BIZANTIUM PADA MASJID 99 KUBAH DI KOTA MAKASAR Afin Ulul Azmi; Muhil Frido Heriyanto; Ainur Rokhmah
DEARSIP : Journal of Architecture and Civil Vol 4 No 02 (2024): Juli - November 2024
Publisher : Faculty of Engineering, Universitas Islam Darul Ulum Lamongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52166/dearsip.v4i02.9099

Abstract

Architecture is a reflection of a society's culture and history. Mosques, as centers of worship for Muslims, not only serve as places of worship but also reflect cultural and historical richness. The 99 Dome Mosque in Makassar is an example that showcases the influence of Byzantine architecture in its design. This study aims to investigate the influence of Byzantine architecture on the design of the 99 Dome Mosque using qualitative research methods and descriptive analysis. The research identifies Byzantine architectural elements present in the mosque's design and analyzes the architectural characteristics and design elements that reflect this influence. The results show that the 99 Dome Mosque has significant Byzantine architectural influences, evident in its use of large domes and rich ornaments. This study also explores the connection between the mosque's design and historical architectural traditions during the Roman, Persian, and Turkish eras. The conclusion of this study indicates that mosque architecture in Indonesia can serve as an effective medium to reflect and honor cultural heritage and enrich the diversity of local and regional architecture
BIM UNTUK MASA DEPAN BANGUNAN BERSEJARAH : METODE DOKUMENTASI DAN PERMODELAN DI INDONESIA Stephanus Wirawan Dharmatanna
DEARSIP : Journal of Architecture and Civil Vol 5 No 01 (2025): Desember 2024 - Mei 2025
Publisher : Faculty of Engineering, Universitas Islam Darul Ulum Lamongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52166/dearsip.v5i01.9180

Abstract

Perkembangan kota yang pesat sering kali mengancam kelestarian bangunan bersejarah, terutama yang belum memiliki dokumentasi yang memadai. Tanpa dokumentasi arsitektur yang akurat, informasi tentang bentuk, struktur, dan elemen arsitektural dapat hilang, menghambat upaya konservasi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis metode dokumentasi dan pemodelan digital yang diterapkan pada bangunan bersejarah di Indonesia serta mengevaluasi kelebihan, keterbatasan, dan prospek teknologi tersebut. Metode penelitian yang digunakan adalah studi literatur dengan mengkaji berbagai sumber akademik terkait Building Information Modeling (BIM), fotogrametri, pemindaian laser (LiDAR), dan teknologi digital lainnya. Analisis dilakukan terhadap efektivitas, tantangan implementasi, serta potensi pengembangan ke depan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode digital seperti BIM dan LiDAR memberikan akurasi tinggi dalam dokumentasi dan pemodelan bangunan bersejarah. Namun, tantangan utama meliputi keterbatasan tenaga ahli, biaya investasi tinggi, serta kurangnya standar regulasi nasional dalam digitalisasi cagar budaya. Kesimpulannya, meskipun teknologi digital berpotensi meningkatkan efektivitas pelestarian bangunan bersejarah, diperlukan strategi holistik yang mencakup regulasi, edukasi, serta dukungan kebijakan pemerintah untuk memastikan keberlanjutan digitalisasi warisan budaya di Indonesia.
Meningkatkan Kualitas Hidup Lansia Melalui Arsitektur Terapeutik Studi Kasus Griya Usia Lanjut Santo Yosef Tia Aisyah Maharani; Sri Suryani Yuprapti Winasih
DEARSIP : Journal of Architecture and Civil Vol 5 No 01 (2025): Desember 2024 - Mei 2025
Publisher : Faculty of Engineering, Universitas Islam Darul Ulum Lamongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52166/dearsip.v5i01.9399

Abstract

Every human being needs a pace to shelter, engage in activities, spend time, and socialize in their daily lives, including those who have reached old age. Griya Usia Lanjut Santo Yosef is established for those in need of care and social support in their elderly lives. Typically, those who reside in these facilities who lack a partner or have healthy issues, thus requiring significant impact on their well-being. The quality of the environment within nursing homes is crucial considering that the elderly often face complex challenges such as declining mental health, dementia, loneliness, minmal social activity exacerbating their physical and mental conditions. Therapeutic architecture is an architectural approach focusing on users by creating built environments that foster physiological and psychological interaction. This research explores principes of therapeutic architecture such as open space, accessibility, natural lighting, spatial flexibility to support residents recovery and enhance the quality of life for the elderly.
Kajian Liponsos Keputih Surabaya Sebagai Sarana Pemberdayaan Masyarakat Melalui Pendekatan Arsitektur Perilaku ALFREDO TRIPUTRA ARDIANSYAH; Sri Suryani Yuprapti Winasih
DEARSIP : Journal of Architecture and Civil Vol 5 No 01 (2025): Desember 2024 - Mei 2025
Publisher : Faculty of Engineering, Universitas Islam Darul Ulum Lamongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52166/dearsip.v5i01.9429

Abstract

Pada kasus beberapa desainer arsitek terkadang melupakan beberapa komponen penting dalam perancangannya, salah satunya yaitu rasa memiliki baik dengan sengaja maupun tidak. Seperti contoh pada perancangan sebuah Liponsos sebagai salah satu program pemberdayaan masyarakat. Liponsos (Lingkungan Pondok Sosial) merupakan tempat penampungan bagi mereka Penyayang Masalah Kesejahteraan Sosial (PMKS) dan ODGJ yang terjaring razia. Kurangnya rasa memiliki dari perancang inilah yang kemudian memunculkan masalah seperti mantan pasien yang kembali ke jalanan dan lain sebagainya. Oleh karena itu pemunculan arsitektur perilaku melalui sudut pandang teori kebutuhan oleh Abraham Maslow dapat dilakukan dalam kasus UPTD Liponsos Keputih dalam penerapannya sebagai sarana pemberdayaan Masyarakat. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif melalui penggambaran langsung di lapangan. Pemaparan dan penggambaran dapat diambil melalui data primer dan sekunder. Data primer diambil melalui observasi fisik dan non fisik lapangan seperti penataan ruang dan fasilitas yang tersedia, sedangkan wawancara beberapa responden sebagai bahan data non fisik terkait memenuhi kebutuhan mereka. Pengumpulan literatur dari jurnal, buku dan prosiding yang berkaitan dengan arsitektur perilaku dan menyediakan kebutuhan oleh Abraham maslow dapat diolah sebagai data sekunder. Hasil dari penelitian ini nantinya dapat mengungkap pentingnya pemahaman bagaimana desain fisik dan lingkungan dapat mempengaruhi perilaku masyarakat dalam konteks pemberdayaan. Diharapkan hasil dari kajian ini dapat memberikan wawasan baru dalam upaya meningkatkan kualitas hidup masyarakat melalui pendekatan arsitektur perilaku.
KAJIAN PENATAAN ZONASI GEDUNG PARU DAN JANTUNG RSUD BANGIL DIMASA PANDEMI COVID-19 Joan Sekarkinanthi; Adibah Nurul Yunisya
DEARSIP : Journal of Architecture and Civil Vol 5 No 01 (2025): Desember 2024 - Mei 2025
Publisher : Faculty of Engineering, Universitas Islam Darul Ulum Lamongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52166/dearsip.v5i01.9432

Abstract

Abstrak Manusia memiliki organ pernapasan yang sangat penting dan rawan, yakni paru-paru. Banyak macam penyakit yang mudah menyerang organ ini. Penyakit paru dan pernapasan memiliki dua jenis penyakit yakni, penyakit menular dan tidak. Coronavirus Disease-2019 (Covid-19) merupakan penyakit yang disebabkan oleh coronavirus. Pada Maret 2020, Virus Covid-19 mulai memasuki Indonesia. Dengan adanya situasi pandemi Covid-19 ini membuat masalah kesehatan di Indonesia semakin besar. Penyakit paru dan pernapasan harus ditangani dengan intensif dan khusus, terutama untuk penyakit Covid-19 yang penularannya sangat cepat dan menyebabkan banyak jiwa yang meninggal. Gedung Paru dan Jantung Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Bangil digunakan untuk menangani penyakit khusus paru dan jantung. Dengan dijadikan sebagai ruang isolasi Covid-19 dan adanya peraturan baru dari Kementerian Kesehatan Republik Indonesia tentang perubahan konsep penataan zonasi rumah sakit dimasa pandemi Covid-19, membuat Gedung Paru dan Jantung mengalami beberapa perubahan. Maka penelitian ini bertujuan untuk menyajikan penataan zonasi ruang pada Gedung Paru dan Jantung Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Bangil, dengan cara studi literatur dan mengobservasi lapangan atau pengamatan langsung. Setelah melakukan olah data, terdapat beberapa temuan seperti, penambahan ruangan dan perubahan tatanan zonasi rumah sakit. Key Words: Covid-19, Ruang Isolasi, Rumah Sakit Paru-Paru, Tatanan Zonasi Abstract Humans have a very important and vulnerable respiratory organ, namely the lungs. Many kinds of diseases that easily attack this organ. Pulmonary and respiratory diseases have two types of diseases. Such as, infectious and non-communicable diseases. Coronavirus Disease-2019 (Covid-19) is a disease caused by a Coronavirus. In March 2020, the Covid-19 Virus began to enter Indonesia. With the Covid-19 pandemic situation, health problems in Indonesia are getting flare. Pulmonary and respiratory diseases must be handled intensively and specifically, especially for Covid-19 disease, which spreads very quickly and causes many people to die. The Lung and Heart Building of the Bangil Regional General Hospital (RSUD) is used to treat special lung and heart diseases. According to being used as a Covid-19 isolation room and the new regulation from the Ministry of Health of the Republic of Indonesia regarding changes to the concept of hospital zoning during the Covid-19 pandemic, The Lung and Heart Building underwent several changes. Therefore, this study aims to present the spatial zoning arrangement in the Lung and Heart Building of the Bangil Regional General Hospital (RSUD) by means of literature studies and field observations or direct observations. After processing the data, there were several findings, such as the addition of rooms and changes to the hospital zoning arrangement. Key Words: Covid-19, Isolation Room, Pulmonary Hospital, Zoning Order
INOVASI DESAIN FUTURISTIK DALAM RANCANGAN INTERIOR BIOSKOP Anggun Nur Apipah
DEARSIP : Journal of Architecture and Civil Vol 5 No 01 (2025): Desember 2024 - Mei 2025
Publisher : Faculty of Engineering, Universitas Islam Darul Ulum Lamongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52166/dearsip.v5i01.9434

Abstract

Bioskop merupakan fasilitas hiburan yang menampilkan pertunjukan film. Dalam merancangbangunan bioskop, dibutuhkan pendekatan desain yang tidak hanya memperhatikan aspekkenyamanan dan fungsi, tetapi juga mampu menjawab tuntutan perkembangan zaman. Di eramodern, transformasi teknologi dan perubahan gaya hidup masyarakat telah mendorong industriperfilman untuk terus berinovasi, termasuk dalam aspek infrastruktur dengan fungsi hiburan. Salahsatu pendekatan desain yang relevan dengan perkembangan tersebut adalah gaya arsitekturfuturistik.Gaya futuristik dipilih untuk menciptakan pengalaman baru yang lebih maju dan menarik bagipengunjung bioskop. Melalui penggunaan bentuk-bentuk yang dinamis, warna yang modern, danlainnya. Pendekatan ini tidak hanya memperkuat aspek estetika, tetapi juga mendukung efisiensidan keberlanjutan. Selain itu, desain futuristik mencerminkan adaptasi terhadap kebutuhangenerasi modern yang semakin akrab dengan teknologi maju. Perancangan bioskop dengan gayafuturistik diharapkan dapat menciptakan ruang hiburan yang lebih relevan, kompetitif, dan mampumemberikan nilai lebih dibandingkan dengan bioskop konvensional pada umumnya.

Page 10 of 12 | Total Record : 115