cover
Contact Name
Wahyu Wijaya Widiyanto
Contact Email
wahyuwijaya@poltekindonusa.ac.id
Phone
+6285717292915
Journal Mail Official
jhimi@poltekindonusa.ac.id
Editorial Address
Perumahan Griya Bhina Karya A40, Tlogorejo, Bulakan, Sukoharjo Politeknik Indonusa Surakarta
Location
Kota surakarta,
Jawa tengah
INDONESIA
Journal Health Information Management Indonesian
ISSN : -     EISSN : 28296435     DOI : https://doi.org/10.46808/jhimi.v1i1
Core Subject : Health,
The field of Health Information Management in question consists of the scope of nursing, public health, pharmacy, Medical Laboratory Technology, recorders and health information, midwifery, health analysts, nutrition, psychology, and other health sciences.
Articles 93 Documents
Analisis Aspek Keamanan Ruang Filing Terhadap Kerahasiaan Dokumen Rekam Medis di Rumah Sakit PKU Muhammadiyah Wonogiri Kota Prayoga, Dina Ayu; Novratilova, Sinta; Sukmaningsih, Wahyu Ratri
Journal Health Information Management Indonesian (JHIMI) Vol. 2 No. 2 (2023): Agustus (Journal Health Information Management Indonesian)
Publisher : Sekretariat Program Studi Sarjana Terapan Manajemen Informasi Kesehatan Politeknik Indonusa Surakarta.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46808/jhimi.v2i2.147

Abstract

Keamanan terhadap kerahasiaan merupakan bentuk pengelolaan rekam medis yang paling pentinguntuk penunjang standar terbaik untuk penyimpanan rekam medis di ruang filing, beberapa aspek meliputi aspekfisika, aspek biologi dan aspek kimiawi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis aspek-aspekkeamanan terhadap kerahasiaan dokumen rekam medis di Rumah Sakit PKU Muhammadiyah Wonogiri Kota.Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan analisis deskriptif. Pengumpulan data menggunakanwawancara, observasi, dokumentasi dan rekam suara. Penelitian dilaksanakan pada ruang penyimpanandokumen rekam medis (filing) di Rumah Sakit PKU Muhammadiyah Wonogiri Kota. Hasil penelitian yaitu,kurangnya pencahayaan glass block dan lampu, belum terdapat fasilitas AC (Air Conditioner), belum terdapatventilasi di dalam ruang, belum terdapat fingerprint, belum terdapat cairan pembasmi serangga, belum terdapatkamper untuk pengusir serangga, merosotnya kandungan kimia di map dokumen rekam medis, dan terdapat debudi dalam ruang filing. Sehingga keamanan untuk menjaga kerahasian diperlukannya ruang penyimpanan danfasilitas yang baik dan sesuai dengan standar SPO keamanan terhadap kerahasian.
Analisis Aspek Keamanan dan Kerahasiaan Rekam Medis di Ruang Filing Rumah Sakit Khusus Ibu Dan Anak (RSKIA) PKU Muhammadiyah Kotagede Yogyakarta Rahmawati, Anggita; Wulandari, Sri; Widiyanto, Wahyu Wijaya
Journal Health Information Management Indonesian (JHIMI) Vol. 2 No. 2 (2023): Agustus (Journal Health Information Management Indonesian)
Publisher : Sekretariat Program Studi Sarjana Terapan Manajemen Informasi Kesehatan Politeknik Indonusa Surakarta.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46808/jhimi.v2i2.148

Abstract

Keamanan dan kerahasiaan merupakan aspek yang sagat penting dalam pengelolaan rekam medis,sedangkan aspek tersebut meliputi aspek fisiki, biologi, kimia dan aspek kerahasiaan rekam medis.Tujuan daripenelitian ini adalah untuk mendeskripsikan aspek keamanan da kerahasiaan data pasien di Rumah Sakit KhususIbu dan Anak (RSKIA) PKU Muhammadiyah Kotagede Yogyakarta. Penelitian ini menggunakan metodemetode penelitian kualitatif dengan analisis deskriptif. Pengumpulan datanya menggunakan observasi,wawancara dokumentasi. Penelitian ini dilakukan di ruang penyimpanan (filing) Rumah Sakit Khusus Ibu danAnak (RSKIA) PKU Muhammadiyah Kotagde Yogyakarta. Hasil penelitian menunjukkan bahwa karakteristikpegawai tidak semua lulusan rekam medisdan kurangnya pelatihan dalam pengelolaan rekam medis, fasilitasruangan yang mempengaruhi keamanan yaitu belum adanya AC, kurangnya ventilasi atau jendela sehingga sinarmatahari atau udara tidak bisa masuk dan keluar ke ruang penyimpanan dokumen secara langsung, ditemukanyaatap yang bocor sehingga membuat sisi rak dan bagian bawah lantai basah/lembab. Kondisi ruangan yangmempengaruhi keamanan yaitu masih ada dokumen yang di letakan di kardus, ditemukanya petugas yangmakan/minum dan membawa makanan dan minuman, terdapat debu di rak, dan masih ditemukanya hewanseperti kecoa. Dari kerahasiaan yaitu pintu tidak pernah terkunci dan sering terbuka, terdapat petugas selainperekam medis yang masuk ke ruang rekam medis. Untuk itu menjaga keamanan dan kerahasiaan rekam medismemerlukan sarana dan prasarana, serta fasilitas yang aman dan cukup baik untuk menyimpan rekam medis.Perlu disosialisasikan lagi SOP keamanan dan kerahasiaan serta mengadakan pelatihan secara bertahapmengenai pengelolaan rekam medis kepada petugas rekam medis
Analisis Kelengkapan Pengisian Formulir Informed Consent Pasien Rawat Inap Kasus Bedah di Rumah Sakit Panti Waluyo Surakarta Tahun 2022 Kusumawati, Pingki Dwi; Widiyanto, Wahyu Wijaya; Sukmaningsih, Wahyu Ratri
Journal Health Information Management Indonesian (JHIMI) Vol. 2 No. 2 (2023): Agustus (Journal Health Information Management Indonesian)
Publisher : Sekretariat Program Studi Sarjana Terapan Manajemen Informasi Kesehatan Politeknik Indonusa Surakarta.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Mutu pelayanan kesehatan dapat dicapai dengan penilaian berbagai aspek, salah satunya kualitaskelengkapan pengisian dari formulir informed consent pada rekam medis pasien. Informed consent adalah suratpersetujuan tindakan kedokteran yang diberikan kepada pasien atau keluarganya setelah memperoleh informasiberupa penjelasan secara lengkap mengenai tindakan medis/kedokteran yang akan dilakukan pada pasien. Adanyaformulir informed consent bertujuan sebagai jaminan hukum jika tindakan yang dilakukan terjadi suatuketidaksesuaian. Tujuan penelitian adalah mengetahui angka kelengkapan pengisian formulir informed consentpasien rawat inap kasus bedah di Rumah Sakit Panti Waluyo Surakarta pada tahun 2022. Penelitian ini dilakukandengan metode kuantitatif. Sampel penelitian sejumlah 179 formulir informed consent pada dokumen rekam medispasien rawat inap kasus bedah. Analisis data dilakukan secara univariat yaitu menganalisis setiap variabel darihasil penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa angka kelengkapan pengisian informed consent sebanyak36 formulir lengkap (20%) dan sebanyak 143 formulir tidak lengkap (80%). Komponen review analisis kuantitatifdengan angka ketidaklengkapan terbanyak yaitu review autentifikasi (41%). Penyebab banyaknya formulirinformed consent tidak terisi atau kosong adalah kesibukan dari dokter penanggung jawab pasien mengakibatkanterburu-buru dalam mengisi data sehingga tidak melengkapi formulir informed consent.
Analisis Kelengkapan Formulir Resume Medis Pasien Rawat Inap Terhadap Kasus Gastroenteritis Triwulan III Di Rumah Sakit Asy Syifa Sambi Boyolali Tahun 2022 Santoso, Azis Aji; Widiyanto, Wahyu Wijaya; Habibi, Musta’inul
Journal Health Information Management Indonesian (JHIMI) Vol. 2 No. 2 (2023): Agustus (Journal Health Information Management Indonesian)
Publisher : Sekretariat Program Studi Sarjana Terapan Manajemen Informasi Kesehatan Politeknik Indonusa Surakarta.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pada fasilitas pelayanan kesehatan, kelengkapan pengisian rekam medis menjadi hal penting dalammempengaruhi pelayanan yang diberikan oleh tenaga kesehatan serta mempengaruhi mutu pelayanan suaturumah sakit. Berdasarkan hasil survey pendahuluan dan hasil penelitian yang dilakukan di Rumah Sakit UmumAsy Syifa Sambi Boyolali, ditemukan ketidaklengkapan pengisian formulir resume medis. Dari analisis pada 10formulir resume medis penyakit Gastroenteritis, dimana terdapat hasil yaitu 4 formulir yang lengkap (40%) dan6 formulir yang tidak lengkap (60%). Penelitian ini bertujuan mengetahui persentase hasil Analisis KelengkapanFormulir Resume Medis Pasien Rawat Inap Terhadap Kasus Gastroenteritis Triwulan III di Rumah Sakit UmumAsy Syifa Sambi Boyolali Tahun 2022 dan menganalisis faktor-faktor penyebab ketidaklengkapan pengisianResume Medis dengan menggunakan metode 5M (Man, Material, Method, Machine, dan Money). Jenispenelitian yang digunakan adalah jenis penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Sampel padapenelitian ini adalah 121 formulir resume medis. Intrumen penelitian yang digunakan yaitu Check-listkelengkapan dan pedoman wawancara. Pengumpulan data menggunakan cara observasi dan wawancara secaralangsung. Hasil Analisis Kelengkapan Pengisian Formulir Resume Medis Pasien Rawat Inap KasusGastroenteritis Triwulan III diperoleh presentase kelengkapan yaitu komponen Review identifikasi yaitu 100%lengkap (121 formulir), 0% tidak lengkap. komponen Review Laporan yang penting yaitu 66% lengkap (80formulir), 34% tidak lengkap (41 formulir). Komponen Review Autentifikasi yaitu 85% lengkap (103 formulir),15% tidak lengkap (18 formulir). Komponen Review Pencatatan yang baik yaitu 83% lengkap (100 formulir),17% tidak lengkap (21 formulir)
Analisis Perhitungan Kebutuhan Tenaga Rekam Medis Menggunakan Metode WISN dan ABK-Kes di RSKIA PKU Muhammadiyah Kotagede Yogyakarta Putri Wardhani, Arum Dewi; Wulandari, Sri; Habibi, Mustainul
Journal Health Information Management Indonesian (JHIMI) Vol. 2 No. 2 (2023): Agustus (Journal Health Information Management Indonesian)
Publisher : Sekretariat Program Studi Sarjana Terapan Manajemen Informasi Kesehatan Politeknik Indonusa Surakarta.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Metode WISN dan ABK-Kes dapat digunakan untuk menghitung beban kerja dan kebutuhan tenagadalam unit rekam medis. Petugas rekam medis seringkali merangkap beberaapa pekerjaan tanpa menghitungbeban kerja, sehingga mereka merasakan beban kerja yang tinggi. Tujuan dari penelitian ini adalah menganalisiskebutuhan tenaga medis dengan menggnakan metode WISN dan ABK-Kes. Penelitian ini menggunakan jenispenelitian kualitatif dengan desain penelitian deskriptif. Populasi pada penelitian ini adalah seluruh petugasrekam medis. Dengan delapan petugas rekam medis sebagai sampel. Hasil penelitian menunjukkan bahwaberdasarkan perhitungan menggunakan metode WISN dan ABK-Kes, dibutuhkan sepuluh petugas rekam medis.Maka solusi yang diusulkan adalah menambah petugas rekam medis ahli yang kompeten di bidangnya sesuaiperhitungan kebutuhan tenaga medis menuru metode ABK-Kes. Hal ini membuat unit rekam medis lebihtersandar dan ideal, karena telah sesuai dengan PMK No. 33 Tahun 2015 terkait penambahan SDMK.
Analisis Perancangan Nilai Standar Indikator Rawat Inap Di RSJD Dr. Arif Zainudin Surakarta Berdasarkan Rumus Depkes Nurhayati, Eko Ulan; Wulandari, Sri; Habibi, Musta’inul
Journal Health Information Management Indonesian (JHIMI) Vol. 2 No. 2 (2023): Agustus (Journal Health Information Management Indonesian)
Publisher : Sekretariat Program Studi Sarjana Terapan Manajemen Informasi Kesehatan Politeknik Indonusa Surakarta.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Standar indikator rawat inap rumah sakit di Indonesia telah ditetapkan oleh Depkes, namun standar ituditujukan untuk keseluruhan rumah sakit. Depkes tidak mengeluarkan standar yang di tujukan untuk rumah sakitkhusus seperti rumah sakit jiwa, dimana pelayanan dan perawatannya berbeda dengan rumah sakit umum. Hal itumenyebabkan indikator rawat inap rumah sakit jiwa tidak pernah ideal setiap perhitungannya. Perancangan nilaistandar indikator rawat inap khusus jiwa dilakukan untuk membuat regulasi baru untuk rumah sakit jiwa daerah.Tahapan yang digunakan yaitu dengan menghitung indikator rawat inap menggunakan empat parameter (BOR,AvLOS, TOI, BTO) menggunakan rumusan dari Depkes dengan standar BOR 60-85%, AvLOS 6-9 hari, TOI 1-3hari, dan BTO 40-50 kali, selanjutnya hasil perhitungan selama lima tahun tersebut direrata lalu hasilnya menjadinilai indikator rawat inap khusus rumah sakit jiwa. Perhitungan menunjukkan bahwa indikator rawat inap diRumah Sakit Jiwa Daerah dr. Arif Zainuddin Surakarta tidak ideal dengan hasil dari tahun 2018-2022 berturut-turut adalah BOR 64%, 67%, 53%, 42%, 52%. AvLOS 27 hari, 25 hari, 20 hari, 22 hari, 16 hari. TOI 18 hari, 12hari, 19 hari, 27 hari, 15 hari, dan BTO 9 kali, 10 kali, 9 kali, 8 kali, 12 kali. Setelah hasil perhitungan selama limatahun tersebut direrata memperoleh hasil BOR 56%, AvLOS 22 hari, TOI 18 hari, dan BTO 10 kali. Jadi selisihhasil rancangan dengan standar Depkes yaitu BOR sebesar 29%, AvLOS 13 hari, TOI 15 hari, dan BTO 40 kali
Analisis Uji Coba Desain Tracer Terhadap Kejadian Missfile di Rumah Sakit PKU Muhammadiyah Wonogiri Kota Kurniasari, Septiana Vivi; Novratilova, Sinta; Sukmaningsih, Wahyu Ratri
Journal Health Information Management Indonesian (JHIMI) Vol. 2 No. 2 (2023): Agustus (Journal Health Information Management Indonesian)
Publisher : Sekretariat Program Studi Sarjana Terapan Manajemen Informasi Kesehatan Politeknik Indonusa Surakarta.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penggunaan Tracer sebagai alat bantu adalah untuk membantu pengelolaan dokumen rekammedis yang salah tempat. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengevaluasi keefektifan tracer design dalammencegah kejadian missfile di RSUD PKU Muhammadiyah Kota Wonogiri. Penelitian ini dilakukan denganmenggunakan pendekatan kualitatif dengan metodologi deskriptif. Data dikumpulkan melalui berbagai teknik,antara lain observasi, wawancara, dan dokumentasi. Kepala rekam medis dan filing merupakan subjek utamapenelitian ini, sedangkan dokumen rekam medis merupakan objek penelitian utama. Analisis data dilakukanmelalui teknik analisis deskriptif. Bedasarkan hasil penelitian desain tracer yang dipilih terbuat dari bahanplastik polyester/polypropylene bentuk persegi panjang ukuran 35cm x 12cm dengan slip peminjaman dokumenrekam medis dan desain Standar Prosedur Operasional (SPO) pengggunaan tracer, uji coba desain tracer danSPO pengggunaan tracer dapat memberikan kemudahan dan membantu petugas dalam pengembalian dokumenrekam medis, angka kejadian missfile setelah uji coba penggunaan tracer mengalami penurunan drastis dari20% menjadi 0%. Sebaiknya mengadakan evaluasi pada unit rekam medis terhadap pengelolaan rekam medisbagian filing, penggunaan tracer dapat diterapkan secara terus menerus untuk menghindari kejadian missfile danmengadakan sosialisasi SPO pengggunaan tracer bagi petugas rekam medis
ANALISIS UI DAN UX APLIKASI TRANSMEDIC BERDASARKAN HEURISTIC EVALUATION DAN WEB USE DERDASARKAN ISO 13407 DI RSJD SURAKARTA Wicaksono, Aliansi; Widiyanto, Wahyu Wijaya; Novratilova, Sinta
Journal Health Information Management Indonesian (JHIMI) Vol. 2 No. 2 (2023): Agustus (Journal Health Information Management Indonesian)
Publisher : Sekretariat Program Studi Sarjana Terapan Manajemen Informasi Kesehatan Politeknik Indonusa Surakarta.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis User Interface (UI) dan User Experience (UX) padaaplikasi Transmedic di RSJD Dr. Arif Zainudin Surakarta menggunakan metode Heuristic Evaluation dan WebUse berdasarkan ISO 13407. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif denganmenggunakan kuisioner sebagai instrumen pengumpulan data. Responden dalam penelitian ini adalah petugasrekam medis RSJD Dr. Arif Zainudin Surakarta. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aplikasi Transmedicmemenuhi kriteria parameter Heuristic Evaluation dengan presentase 76,625% pada unsur Fleksibilitas danefisiensi penggunaan, 76,875% pada unsur estetika dan desain minimalis, serta 77,75% pada unsur bantupengguna mengenali, mendiagnosis, dan memulihkan dari kesalahan. Dengan demikian, dapat disimpulkanbahwa aplikasi Transmedic RSJD Dr. Arif Zainudin Surakarta sudah memenuhi kriteria Heuristic Evaluation.Selain itu, hasil analisis berdasarkan ISO 13407 juga menunjukkan hal yang menarik pada aplikasi TransmedicRSJD Dr. Arif Zainudin Surakarta. Pada kriteria Causuality, aplikasi Transmedic memperoleh nilai presentasesebesar 81,125%, menunjukkan bahwa aplikasi ini sangat menarik. Pada kriteria Visible Constraints, aplikasiTransmedic mendapatkan nilai presentase sebesar 79,375%, sehingga dapat dikatakan aplikasi ini menarik. Padakriteria Mapping, aplikasi Transmedic juga mendapatkan nilai presentase sebesar 79,375%, yang menunjukkankeunggulan aplikasi ini. Selanjutnya, pada kriteria Transfer Effects, aplikasi Transmedic dikategorikan sangatmenarik dengan presentase 82,5%. Dan pada kriteria terakhir, yaitu Population Stereotypes, aplikasi Transmedicdinilai menarik dengan presentase 75,625%. Kesimpulan dari penelitian ini adalah aplikasi Transmedic RSJDDr. Arif Zainudin Surakarta telah memenuhi kriteria Heuristic Evaluation dan mendapatkan hasil yang sangatmenarik berdasarkan analisis ISO 13407. Implikasi dari penelitian ini adalah perlu dipertahankan danditingkatkan kualitas UI dan UX aplikasi Transmedic guna memberikan pengalaman pengguna yang lebih baikdan memenuhi kebutuhan petugas rekam medis di RSJD Dr. Arif Zainudin Surakarta.
Hubungan Aspek Kualitas Pelayananidengan Kepuasan Pasien Rawat Jalan di Puskesmas Karanganyar Permatasari, Fauziah Kurnia; Sukmaningsih, Wahyu Ratri; Novratilova, Sinta
Journal Health Information Management Indonesian (JHIMI) Vol. 2 No. 2 (2023): Agustus (Journal Health Information Management Indonesian)
Publisher : Sekretariat Program Studi Sarjana Terapan Manajemen Informasi Kesehatan Politeknik Indonusa Surakarta.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Puskesmas dalam memberikan sebuah pelayanan kesehatan harus yang berkualitas atau bermutu,salah satunya dengan memberikan fasilitas yang lengkap agar meningkatkan kepuasan serta kualitas hiduppasien atau pengguna pelayanan kesehatan. Tujuan dari penelitian yaitu mengetahui hubungan kualitaspelayanan kesehatan dengan kepuasan pasien rawat jalan di Puskesmas Karanganyar. Jenis penelitian inikuantitatif menggunakan metode analitik observasional. Sampel yang digunakan yaitu 100 pasien rawat jalan.Intrumen penelitian menggunakan kuesioner. Data dianalisis menggunakan uji statistik Chi Square dengan p-value ≤ 0,05. Hasil dari penelitian menunjukkan ada hubungan dimensi kehandalan (p-value=0,003), dimensibukti fisik (p-value = 0,004), dimensi jaminan (p-value = 0,004), dimensi empati (p-value = 0,002) dan dimensidaya tanggap (p-value = 0,002) dengan kepuasan pasien di Puskesmas Karanganyar
Analisis Aspek Ergonomi Ruang Filing Berdasarkan Antropometri Petugas Di Rumah Sakit PKU Muhammadiyah Surakarta Rahmalia, Sekar Arum; Suparti, Sri
Journal Health Information Management Indonesian (JHIMI) Vol. 2 No. 2 (2023): Agustus (Journal Health Information Management Indonesian)
Publisher : Sekretariat Program Studi Sarjana Terapan Manajemen Informasi Kesehatan Politeknik Indonusa Surakarta.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penerapan ergonomi di lingkungan kerja sangat penting untuk menunjang sistem kerjapetugas rekam medis sehingga dapat bekerja dengan baik dan optimal. Setiap rumah sakit memilikipermasalahan terkait ruang filing. Rumah Sakit PKU Muhammadiyah Surakarta memiliki beberapapermasalahan pada kondisi ruang filing¸ yaitu ukuran rak filing¸ jarak antar rak, ukuran meja dan kursikerja yang tidak sesuai dengan antropometri petugas filing. Tujuan penelitian ini adalah untukmenganalisis aspek ergonomi ruang filing berdasarkan antropometri petugas di Rumah Sakit PKUMuhammadiyah Surakarta. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif.Teknik pengumpulan data dengan cara observasi dan wawancara. Hasil penelitian ini menunjukkanbahwa ukuran rak filing, jarak antar rak, ukuran meja dan kursi kerja petugas filing di Rumah SakitPKU Muhammadiyah Surakarta belum sesuai dengan antropometri petugas. Kesimpulan daripenelitian ini adalah ruang filing di Rumah Sakit PKU Muhammadiyah Surakarta belum ergonomis.Sebaiknya perlu memperhatikan tinggi, jarak antar rak, ukuran meja dan kursi kerja petugasdisesuaikan dengan antropometri petugas, supaya pergerakan petugas di ruang filing rekam medislebih efektif dan efisien. Selain itu juga mengurangi resiko kelelahan dan penyakit akibat kerja

Page 6 of 10 | Total Record : 93