cover
Contact Name
Wahyu Wijaya Widiyanto
Contact Email
wahyuwijaya@poltekindonusa.ac.id
Phone
+6285717292915
Journal Mail Official
jhimi@poltekindonusa.ac.id
Editorial Address
Perumahan Griya Bhina Karya A40, Tlogorejo, Bulakan, Sukoharjo Politeknik Indonusa Surakarta
Location
Kota surakarta,
Jawa tengah
INDONESIA
Journal Health Information Management Indonesian
ISSN : -     EISSN : 28296435     DOI : https://doi.org/10.46808/jhimi.v1i1
Core Subject : Health,
The field of Health Information Management in question consists of the scope of nursing, public health, pharmacy, Medical Laboratory Technology, recorders and health information, midwifery, health analysts, nutrition, psychology, and other health sciences.
Articles 93 Documents
Hubungan Aspek Kualitas Pelayanan dengan Kepuasan Pasien Rawat Jalan di Puskesmas Karanganyar Fauziah Kurnia Permatasari; Wahyu Ratri Sukmaningsih; Sinta Novratilova
Journal Health Information Management Indonesian (JHIMI) Vol. 3 No. 1 (2024): April (Journal Health Information Management Indonesian)
Publisher : Sekretariat Program Studi Sarjana Terapan Manajemen Informasi Kesehatan Politeknik Indonusa Surakarta.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46808/jhimi.v3i1.91

Abstract

 Abstrak — Puskesmas dalam memberikan sebuah pelayanan kesehatan harus yang berkualitas atau bermutu, salahsatunya dengan memberikan fasilitas yang lengkap agar meningkatkan kepuasan serta kualitas hidup pasien ataupengguna pelayanan kesehatan. Tujuan dari penelitian yaitu mengetahui hubungan kualitas pelayanan kesehatandengan kepuasan pasien rawat jalan di Puskesmas Karanganyar. Jenis penelitian ini kuantitatif menggunakanmetode analitik observasional. Sampel yang digunakan yaitu 100 pasien rawat jalan. Intrumen penelitianmenggunakan kuesioner. Data dianalisis menggunakan uji statistik Chi Square dengan p-value ≤ 0,05. Hasil daripenelitian menunjukkan ada hubungan dimensi kehandalan (p-value=0,003), dimensi bukti fisik (p-value = 0,004),dimensi jaminan (p-value = 0,004), dimensi empati (p-value = 0,002) dan dimensi daya tanggap (p-value = 0,002)dengan kepuasan pasien di Puskesmas Karanganyar.
Analisis Kelengkapan Pengisian Formulir Informed Consent Pasien Rawat Inap Kasus Bedah di Rumah Sakit Panti Waluyo Surakarta Tahun 2022 Pingki Dwi Kusumawati; Wahyu Wijaya Widiyanto, M.Kom; Wahyu Ratri Sukmaningsih, M.K.M
Journal Health Information Management Indonesian (JHIMI) Vol. 3 No. 1 (2024): April (Journal Health Information Management Indonesian)
Publisher : Sekretariat Program Studi Sarjana Terapan Manajemen Informasi Kesehatan Politeknik Indonusa Surakarta.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46808/jhimi.v3i1.103

Abstract

Abstrak — Mutu pelayanan kesehatan dapat dicapai dengan penilaian berbagai aspek, salah satunya kualitaskelengkapan pengisian dari formulir informed consent pada rekam medis pasien. Informed consent adalah suratpersetujuan tindakan kedokteran yang diberikan kepada pasien atau keluarganya setelah memperoleh informasiberupa penjelasan secara lengkap mengenai tindakan medis/kedokteran yang akan dilakukan pada pasien. Adanyaformulir informed consent bertujuan sebagai jaminan hukum jika tindakan yang dilakukan terjadi suatuketidaksesuaian. Tujuan penelitian adalah mengetahui angka kelengkapan pengisian formulir informed consentpasien rawat inap kasus bedah di Rumah Sakit Panti Waluyo Surakarta pada tahun 2022. Penelitian ini dilakukandengan metode kuantitatif. Sampel penelitian sejumlah 179 formulir informed consent pada dokumen rekam medispasien rawat inap kasus bedah. Analisis data dilakukan secara univariat yaitu menganalisis setiap variabel darihasil penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa angka kelengkapan pengisian informed consent sebanyak36 formulir lengkap (20%) dan sebanyak 143 formulir tidak lengkap (80%). Komponen review analisis kuantitatifdengan angka ketidaklengkapan terbanyak yaitu review autentifikasi (41%). Penyebab banyaknya formulirinformed consent tidak terisi atau kosong adalah kesibukan dari dokter penanggung jawab pasien mengakibatkanterburu-buru dalam mengisi data sehingga tidak melengkapi formulir informed consent.
Analisis Faktor Yang Mempengaruhi Ketidaklengkapan Resume Medis Rawat Inap Penyakit Gastroenteritis Di Rumah Sakit UNS Tahun 2022 -, Nabilla Nur Safitri; Sri Wulandari, S.Si, MM, M.Kom; Wahyu Wijaya Widiyanto, M.Kom
Journal Health Information Management Indonesian (JHIMI) Vol. 3 No. 1 (2024): April (Journal Health Information Management Indonesian)
Publisher : Sekretariat Program Studi Sarjana Terapan Manajemen Informasi Kesehatan Politeknik Indonusa Surakarta.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46808/jhimi.v3i1.104

Abstract

 Abstrak — Ketidaklengkapan formulir resume medis merupakan masalah signifikan yang berdampak pada prosespelayanan oleh petugas medis dan mempengaruhi kualitas mutu di Rumah Sakit. Tujuan penelitian ini untukmengetahui faktor yang mempengaruhi ketidaklengkapan resume medis rawat inap penyakit gastroenteritis diRumah Sakit UNS Tahun 2022. Jenis penelitian ini adalah kualitatif dengan pendekatan deskriptif danpengumpulan data dengan cara observasi atau checklist kelengkapan terhadap 175 formulir resume medis pasiengastroenteritis di Rumah Sakit UNS. Hasil presentase kelengkapan pengisian formulir resume medis penyakitgastroenteritis di Rumah Sakit UNS pengisian lengkap sebanyak 33% (57 formulir) dan tidak lengkap sebanyak67% (118 formulir). Faktor-faktor penyebab ketidaklengkapan yaitu faktor man dokter dan petugas assemblingbelum pernah mengkuti pelatihan/seminar tentang pentingnya pengisian kelengkapan rekam medis dan dokter lupa mengisi item-item di lembar resume medis karena banyaknya tumpukan DRM RI di bangsal, banyaknya fomulir rawat inap yang harus diisi, dan masih ada pelayanan di poli, faktor method kurangnya sosialisasi SOP pengisian kelengkapan dokumen rekam medis dan belum adanya punishment tidak mengisi dokumen rekam medis rawat inap secara lengkap, faktor machine kondisi komputer di instalasi rekam medis yang lemot.
Analysis of the Distribution of DHF Using Information System Studies Geographical District Karanganyar Raihan Dicky Ardiansyah; Sinta Novratilova; Wahyu Wijaya Widiyanto
Journal Health Information Management Indonesian (JHIMI) Vol. 3 No. 1 (2024): April (Journal Health Information Management Indonesian)
Publisher : Sekretariat Program Studi Sarjana Terapan Manajemen Informasi Kesehatan Politeknik Indonusa Surakarta.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46808/jhimi.v3i1.105

Abstract

 Abstract — Dengue Hemorrhagic Fever is still a major public health problem in Indonesia. DHF is closely relatedto geographical/spatial aspects because one of the sources of disease occurrence cannot be separated fromenvironmental factors so that these environmental factors can be mapped using GIS tools. GIS is a spatialdescription of the spread of DHF on the earth's surface that can be displayed in digital graphic form and can bevisualized in map form. This study uses a descriptive analytic survey search method with a spatial approach toanalyze the pattern of distribution of cases, which is then buffered to see the direction of mosquito travel, anddisplays an overlay map. Results The distribution of dengue fever cases in Karangayar sub-district, namely Gedongsub-district had 6 cases, Bejen sub-district 35 cases, Delingan sub-district 17 cases, Gayamdompo sub-district 4cases, Popongan sub-district 34 cases, Tegalgede sub-district 26 cases, Jantiharjo sub-district 27 cases, Bolongsub-district 9 cases, Karanganyar sub-district 13 cases, Cangakan sub-district 34 cases, Jungke sub-district 7 cases,Lalung sub-district 34 cases.
Analisis Hubungan Kelengkapan dan Ketepatan Pencatatan Dokumen Rekam Medis Terhadap Keakuratan Kodefikasi Kasus Obstetri di RS PKU Muhammadiyah Surakarta Nur Ainung; Sri Wulandari; Aries Widiyoko
Journal Health Information Management Indonesian (JHIMI) Vol. 2 No. 3 (2023): Desember (Journal Health Information Management Indonesian)
Publisher : Sekretariat Program Studi Sarjana Terapan Manajemen Informasi Kesehatan Politeknik Indonusa Surakarta.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46808/jhimi.v2i3.129

Abstract

Pengkodean diagnosis dilakukan dengan tujuan memudahkan pencatatan, pengumpulan serta pengambilan balik informasi, akurasi kode diagnosis sangat berdampak pada kualitas data pelaporan serta besaran biaya pelayanan rumah sakit. Adapun faktor penentu kualitas pengkodean diagnosis penyakit ditentukan oleh faktor kelengkapan, spesifikasi penulisan diagnosis serta keterbacaan tulisan dokter, dimana penulisan diagnosis harus bersifat informatif serta efektif untuk dipahami. Persentase kelengkapan dokumen rekam medis di RS PKU Muhammadiyah belum sesuai dengan standar pelayanan minimal yang berlaku, begitu pula dengan ketepatan pencatatan diagnosis yang digunakan belum sesuai menggunakan ketentuan terminologi medis di buku ICD-10. Adapun bertujuan asal penelitian ini yaitu untuk mengetahui hubungan kelengkapan dokumen rekam medis dan ketepatan pencatatan diagnosis terhadap keakuratan kodefikasi kasus obstetri di RS PKU Muhammadiyah Surakarta. Jenis penelitian ini ialah penelitian obsevasional menggunakan pendekatan kuantitatif. Sampel penelitian yaitu dokumen rekam medis rawat inap kasus obstetri berjumlah 300 dokumen. Analisis data untuk menguji hubungan antar variabel menggunakan uji regresi logistik. Hasil uji statistik menggunakan nilai signifikansi 5% menunjukkan kelengkapan dokumen rekam medis tidak berhubungan dengan keakuratan kodefikasi kasuus obstetri dengan p-value 0,998 atau > 0,05, sedangkan ketepatan pencatatan diagnosis memiliki hubungan yang signifikan terhadap keakuratan kodefikasi kasus obstetri dengan p-value= 0,16 atau > 0,05
Analisis Pengaruh Kualitas Pelayanan Terhadap Kepuasan Pasien Rawat Jalan Dengan Variabel Moderasi Jenis Pembayaran Di RS PKU Muhammadiyah Surakarta Isjati, Muhammad Yusuf Isjati; Sri Wulandari; Sinta Novratilova
Journal Health Information Management Indonesian (JHIMI) Vol. 2 No. 3 (2023): Desember (Journal Health Information Management Indonesian)
Publisher : Sekretariat Program Studi Sarjana Terapan Manajemen Informasi Kesehatan Politeknik Indonusa Surakarta.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46808/jhimi.v2i3.130

Abstract

Kualitas pelayanan adalah suatu derajat kelengkapan pelayanan kesehatan, yang diberikan sesuai dengan standar profesi dan prinsip etika, serta memuaskan pelanggan. Salah satu cara terpenting untuk membedakan layanan kesehatan, termasuk layanan rawat jalan, yaitu dengan memberikan kualitas layanan kesehatan secara konsisten yang lebih baik daripada pesaing. Tujuan penelitian ini adalah untuk analisis pengaruh kualitas pelayanan terhadap kepuasan pasien rawat jalan di RS PKU Muhammadiyah Surakarta, dengan menggunakan variabel moderasi jenis pembayaran. Populasi penelitian ini adalah seluruh pasien yang berobat jalan sebanyak 270 pasien yang dipilih secara acak dengan kriteria berobat jalan di RS PKU Muhammadiyah Surakarta. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa pengujian dengan hasil uji moderasi (MRA) menunjukkan bahwa variabel moderasi jenis pembayaran BPJS dan umum sama-sama memiliki signifikansi 0,000 < 0,05. Variabel jenis pembayaran umum Koefisien determinasi (R2) = 0,690 dan variabel jenis pembayaran BPJS Koefisien determinasi (R2) = 0,553. Artinya pasien dengan jenis pembayran umum mempunyai tingkat kepuasan yang lebih tinggi daripada pasien BPJS. Untuk lebih meningkatkan mutu di waktu yang akan datang, pihak manajemen rumah sakit harus bisa meningkatkan standar pelayanan ke taraf internasional dan melakukan kegiatan pemantauan dan evaluasi dalam jangka waktu tertentu.
Analisis Deskriptif Nilai Toi Dan Nilai Bto Bangsal Teratai Tahun 2015 - 2017 -, Ngesti; Nunik Maya Hastuti; Sri Mulyono
Journal Health Information Management Indonesian (JHIMI) Vol. 2 No. 3 (2023): Desember (Journal Health Information Management Indonesian)
Publisher : Sekretariat Program Studi Sarjana Terapan Manajemen Informasi Kesehatan Politeknik Indonusa Surakarta.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46808/jhimi.v2i3.137

Abstract

RSUD dr. Soediran Mangun Sumarso Wonogiri melaksanakan rekapitulasi pasien rawat inap bangsal Teratai untuk menghitung nilai TOI tahun 2014 yaitu 0,39 hari dan nilai BTO sebesar 78,46 kali. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui nilai TOI dan nilai BTO Bangsal Teratai di RSUD dr. Soediran Mangun Sumarso Wonogiri pada tahun 2015-2017. Jenis penelitian deskriptif, pendekatan time series. Subjek penelitian petugas Analising Reporting. Sedangkan Obyek penelitian rekapitulasi sensus harian rawat inap bangsal Teratai tahun 2015–2017. Cara pengumpulan data menggunakan observasi dan wawancara tidak terstruktur. Teknik pengolahan data menggunakan pengumpulan, edit, klasifikasi, penghitungan, tabulasi, dan menyajikan data menggunakan analisis deskriptif. Hasil penelitian pada tahun 2017 nilai TOI sebesar 0,59 hari dan BTO pada tahun 2015 sebesar 0,90 kali. Simpulan hasil penelitian bahwa nilai TOI rendah dan nilai BTO yang tinggi bangsal teratai di RSUD dr. Soediran Mangun Sumarso Wonogiri oleh karena itu upaya mengurangi nilai TOI yang rendah agar ada waktu jeda TT istirahat untuk mensterilkan dan membersihkan tempat tidur yang telah terpakai sebelumnya dan upaya mengurangi nilai BTO tinggi sebaiknya rumah sakit melakukan penambahan tempat tidur pada bangsal teratai, agar jumlah tempat tidur dapat memenuhi target sesuai kebutuhan dan pasien yang dirawat tidak melebihi kapasitas tempat tidur yang tersedia.
Analisis Sistem Penyimpanan Dokumen Rekam Medis Di Puskesmas Cepogo rahayu, nanik
Journal Health Information Management Indonesian (JHIMI) Vol. 2 No. 3 (2023): Desember (Journal Health Information Management Indonesian)
Publisher : Sekretariat Program Studi Sarjana Terapan Manajemen Informasi Kesehatan Politeknik Indonusa Surakarta.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46808/jhimi.v2i3.139

Abstract

Dalam institusi kesehatan, sistem penyimpanan rekam medis sangat penting karena dapat mempercepat penemuan dan pengembalian rekam medis jika disimpan di rak. Rekam medis Puskesmas Cepogo belum dikelola dengan baik. Ini berarti pengelolaan belum sesuai dengan prosedur dan organisasi layanan kesehatan. Kesalahan dalam pengambilan berkas rekam medis dapat disebabkan oleh tracer yang tidak digunakan, kesalahan manusia pada file yang salah, atau tata letak berkas rekam medis yang tidak sesuai dengan prosedur standar. Tujuan dari penelitian untuk melihat bagaimana sistem rekam medis di Puskesmas Cepogo disimpan. Penelitian kualitatif ini menggunakan pendekatan deskriptif. Setiap petugas rekam medis adalah subjek penelitian. Pada penelitian ini, total sampling digunakan. Instruksi observasi, instruksi observasi, dan alat perekam suara digunakan. Analisis data dengan mengumpulkan, mengurangi, menyajikan, dan mengambil kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sistem penyimpanan rekam medis di Puskesmas Cepogo sudah sesuai dengan Permenkes No. 24 Tahun 2022, tetapi latar belakang pendidikan perekam medis di Puskesmas Cepogo tidak sesuai dengan Permenkes RI No. 312 Tahun 2020. Selain itu, karena SOP tersedia, petugas rekam medis tidak menerapkannya. Puskesmas Cepogo harus mempekerjakan karyawan dengan pendidikan rekam medis atau mengadakan pelatihan dan sosialisasi tentang pengelolaan catatan medis
Analisa Trend Penyakit Hiv Pada Provinsi Ntb (Nusa Tenggara Barat) Tahun 2024 Nur Nashriyah
Journal Health Information Management Indonesian (JHIMI) Vol. 2 No. 3 (2023): Desember (Journal Health Information Management Indonesian)
Publisher : Sekretariat Program Studi Sarjana Terapan Manajemen Informasi Kesehatan Politeknik Indonusa Surakarta.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46808/jhimi.v2i3.143

Abstract

Abstrak — HIV atau Human Immunodeficiency Virus adalah virus yang menyerang sistem kekebalan tubuh manusia. Acquire Immunodeficiency Syndrom (AIDS)merupakan tahapan akhir dari infeksi virus HIV, yang terjadi kerusakan pada sistem kekebalan tubuh. HIV yang terjadi pada provinsi NTB (Nusa Tenggara Barat) diberi pelayanan kesehatan sesuai standar kepada setiap orang dengan risiko HIV seperti ibu hamil, pasien TBC, pasien infeksi menular seksual (IMS), penjaja seks, lelaki yang berhubungan seks dengan lelaki (LSL), transgender/waria, pengguna napza suntik (penasun), dan warga binaan pemasyarakatan.Untuk menampilkan dan membandingkan hasil trend (peramalan) jumlah kasus HIV antara laki-laki dan perempuan pada kategori usia 25-49 tahun dan untuk mengetahui peran penyakit HIV di provinsi Nusa tenggara barat tahun 2024. Jenis penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dan menggunakan populasi dalam penelitian yaitu seluruh orang yang terkena HIV dan juga sampel dalam penelitian yaitu pasien HIV dengan kategori usia 25 sampai 49 tahun dengan teknik sampling yaitu purpose sampling karena sampel yang digunakan memiliki kriteria yang diambil yaitu pada kategori usia tertentu pada usia 25 sampai 49 tahun. Kategori kasus HIV usia 25-49 tahun di provinsi Nusa tenggara barat setelah dilakukan analisa trend untuk laki-laki mendapatkan hasil 103,6 kasus dapat dibulatkan menjadi 104 kasus analisa tren tahun 2024 untuk perempuan mendapatkan hasil 65,8 kasus dapat dibulatkan menjadi 66 kasus, sehingga kasus HIV di tahun 2024 hanya sedikit penurunan kasus berjumlah kurang lebih 20 kasus dari tahun 2023. Abstract — HIV or Human Immunodeficiency Virus is a virus that attacks the human immune system. Acquire Immunodeficiency Syndrome (AIDS) is the final stage of HIV virus infection, which occurs damage to the immune system. HIV that occurs in the province of NTB (West Nusa Tenggara) provides health services according to standards to everyone at risk of HIV such as pregnant women, TB patients, sexually transmitted infection (STI) patients, sex workers, men who have sex with men (MSM), transgender/waria, injecting drug users (IDUs), and correctional inmates. To display and compare the trend results (forecasting) of the number of HIV cases between men and women in the 25-49 year age category and to determine the role of HIV disease in Nusa province West Southeast in 2024. This type of research uses quantitative methods and uses the population in the study, namely all people affected by HIV and also the sample in the study, namely HIV patients in the age category of 25 to 49 years with a sampling technique, namely purpose sampling because the sample used has certain criteria. taken, namely in a certain age category at the age of 25 to 49 years. The category of HIV cases aged 25-49 years in the province of West Nusa Tenggara, after carrying out trend analysis for men, resulted in 103.6 cases, which can be rounded up to 104 cases. Trend analysis in 2024 for women obtained results of 65.8 cases, which can be rounded up to 66 cases, so that HIV cases in 2024 will only be a slight decrease in cases amounting to approximately 20 cases from 2023.
A REDESAIN TRACER REKAM MEDIS DI PUSKESMAS BONTANG UTARA II KOTA BONTANG: REDESIGN TRACER MEDICAL RECORDS AT PUBLIC HEALTH CENTER BONTANG UTARA II BONTANG CITY) Husin, Husin; Ningsih, Eka Rahma; Syahrul, Syahrul; Bar, Abdul
Journal Health Information Management Indonesian (JHIMI) Vol. 2 No. 3 (2023): Desember (Journal Health Information Management Indonesian)
Publisher : Sekretariat Program Studi Sarjana Terapan Manajemen Informasi Kesehatan Politeknik Indonusa Surakarta.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46808/jhimi.v2i3.144

Abstract

Tracer is one of the important facilities in unit filling. A good tracer has strong materials, the size of the tracer is adjusted to the medical record map, the tracer has an attractive and practical shape when used and the tracer has a contrasting/striking color. The purpose of this study was to produce a new tracer design design at the North Bontang Health Center II Bontang City based on physical aspects, anatomical aspects and content aspects. Research used is Research and Development (R&D). This study has a single variable, namely the redesign of the new Medical Record tracer. The result of this study is the selection of alternative design I, the selection of alternative tracer designs based on feasibility, namely using the assessment rubric then the total respondent values are calculated using the median formula. Alternative tracer design material using PVC (poly vhynil chloride), size which is 29.7 cm long and 13.9 cm wide, combination of green and white colors, Tracer design has a complete anatomy, namely there is a title, logo and name of the institution/government, tracer content items include date, medical record number, patient name, destination poly and borrower.

Page 5 of 10 | Total Record : 93