cover
Contact Name
Pradytia Putri Pertiwi
Contact Email
jurnalpsikologi@ugm.ac.id
Phone
+6289527548628
Journal Mail Official
jurnalpsikologi@ugm.ac.id
Editorial Address
Faculty of Psychology - Universitas Gadjah Mada - Yogyakarta - Indonesia Building A 2nd Floor No.215. Jl. Sosio Humaniora No. 1, Bulaksumur Yogyakarta, 55781
Location
Kab. sleman,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Jurnal Psikologi Universitas Gadjah Mada
ISSN : 02158884     EISSN : 2460867X     DOI : https://doi.org/10.22146
Jurnal Psikologi (jpsi) is an open-access journal, dedicated to the wide dissemination of novel and innovative empirical research in various aspects of psychology, with a particular interest – the development of psychology and behavioral sciences in the world. Jurnal Psikologi invites manuscripts in the areas: Clinical Psychology Psychology of Education Social Relation Developmental Psychology Cognitive Psychology Neuro Psychology Jurnal Psikologi (jpsi) accepts empirical-research articles in any psychology-related subjects and any research methodology (i.e., experimental, observational, ethnographic, survey, interpretive) that meet the standard publication in this journal. The primary target audiences of this journal are academicians, graduate students, practitioners, and other professionals with interest in psychology.
Articles 442 Documents
Terapi Senam Otak untuk Menstimulasi Kemampuan Memori Jangka Pendek pada Anak Autis Dinie Ratri Desiningrum
Jurnal Psikologi Vol 43, No 1 (2016)
Publisher : Faculty of Psychology, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (449.896 KB) | DOI: 10.22146/jpsi.10643

Abstract

Penelitian dengan tujuan untuk menstimulasi kemampuan ingatan jangka pendek anak autis melalui terapi senam otak, dilakukan dengan menggunakan metode Case Quasi Experimental Study, terhadap 10 anak autis di SLB Negeri Semarang. Penelitian menggunakan modul lengkap senam otak secara audio-visual, dengan lembar evaluasi yaitu Digit Span Form dari Weschler (1997). Penelitian terdiri dari pre-test, program treatment senam otak sebanyak 10 kali dalam waktu 5 minggu, yang diberikan dengan metode IEP (Individualized Education Programme), dan terakhir adalah post-test. Analisis data menggunakan Wilcoxon Test untuk uji beda pre-test dan post-test dua sampel dependen. Hasilnya adalah meningkat secara signifikan, dengan skor Z = -2,023 dan taraf signifikansi 0,043 < 0,05. Hal ini berarti, senam otak yang dilakukan secara rutin oleh anak-anak autis memiliki pengaruh dalam meningkatkan kemampuan memori jangka pendek.
Peran Efikasi Diri, Pola Asuh Otoritatif, dan Motivasi Berprestasi terhadap Kematangan Karir Triantoro Safaria
Jurnal Psikologi Vol 43, No 2 (2016)
Publisher : Faculty of Psychology, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (435.787 KB) | DOI: 10.22146/jpsi.10657

Abstract

Abstract. Career maturity is an important aspect that should be achieved by the individual.  Underdeveloped of career maturity will result in hesitancy in deciding his career, which then would hinder the achievement of a career in the future. This study was aimed to test whether self-efficacy, achievement motivation, and authoritative parenting has contributed to the maturity of an individual's career. Additionally, this study also examined whether there is difference in career maturity between male with female students. A total of 214 psychology students were participated in this study. The results showed self-efficacy, achievement motivation, and authoritative parenting contribute to student career maturity. However, no significant difference was found on career maturity between male and female students. Other results found that achievement motivation has the greatest contribution to the career maturity. Keywords: Career maturity, self efficacy, need of achievement, authoritarian parenting, and students
Faktor Determinan Perilaku Konservasi Energi dalam Skala Rumah Tangga dan Sektor Transportasi pada Konsumen Produk Elektronik Ramah Lingkungan dan BBM Non - Subsidi Rizqy Amelia Zein; Ilham Nur Alfian
Jurnal Psikologi Vol 45, No 3 (2018)
Publisher : Faculty of Psychology, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (529.994 KB) | DOI: 10.22146/jpsi.10818

Abstract

Excessive energy consumption is the main cause of high emissions in our atmosphere, so that energy conservation remains a vital issue in combatting climate change. This research aimed to investigate determinant factors that supported the conservation behavior of green electronic products and non-subsidised petrol consumer. Energy conservation behavior can be explained by two dimensions; psychological dimension, which is pro-environmental values and attitudes; and positional dimension, which is socioeconomic status. The research was conducted using a social survey design by employing a combination of the paper-based an online questionnaire. Involving 143 respondents, this research came into conclusion that key determinant factor which influenced energy conservation behavior in household sector is external motivation or reducing household energy costs, so that it can be categorized as a rational decision. Meanwhile, in the transportation sector, intrinsic motivation and pro-environmental values were important determinant factors that enticing energy consumption behavior. Therefore, energy conservation behavior in the transportation sector is determined by internal factors, so that it is mentioned as an idealistic decision. Abstrak. Konsumsi energi yang berlebihan merupakan penyebab utama menumpuknya emisi karbon di atmosfir, sehingga isu mengenai konservasi energi menjadi isu yang penting untuk mengatasi perubahan iklim. Tujuan penelitian ini untuk mengidentifikasi faktor determinan yang berpengaruh pada perilaku konservasi energi pada pengguna produk elektronik ramah lingkungan dan bahan bakar non-subsidi. Perilaku konservasi energi dapat dijelaskan oleh dua dimensi; dimensi psikologis, yaitu nilai dan sikap pro-lingkungan; dan dimensi positional, yang mencakup status sosioekonomi. Penelitian ini menggunakan desain penelitian survei sosial dan menggunakan kombinasi kuesioner cetak dan daring yang diisi oleh 143 responden. Faktor determinan perilaku konservasi energi pada skala rumah tangga yang utama adalah motivasi eksternal, yaitu penghematan biaya belanja energi, sehingga dapat digolongkan sebagai keputusan rasional. Namun pada sektor transportasi, faktor determinan yang utama adalah motivasi intrinsik dan nilai pro-lingkungan. Artinya, perilaku konservasi dalam sektor transportasi ditimbulkan oleh faktor-faktor internal yang idealis, sehingga dapat dikategorikan sebagai keputusan idealis.
Pengukuran Konsep Amanah dalam Pendekatan Kualitatif dan Kuantitatif ivan muhammad agung; Desma Husni
Jurnal Psikologi Vol 43, No 3 (2016)
Publisher : Faculty of Psychology, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (512.049 KB) | DOI: 10.22146/jpsi.11233

Abstract

Amanah merupakan fondasi dasar dalam relasi social manusia. Penelitian ini  terdiri dari dua studi. Studi 1 bertujuan untuk menemukan konsep amanah menggunakan prototype metodologi dengan jumlah partisipan sebanyak 444 partisipan. dan pada studi 2 bertujuan untuk membuat alat ukur amanah berdasarkan hasil studi 1 dengan  jumlah patisipan sebanyak 201 partisipan. Hasil penelitian studi 1 menunjukkan bahwa orang amanah adalah orang dapat dipercaya, dan memiliki karakter positif. Sementara hasil studi 2 menunjukkan bahwa amanah memiliki reliabilitas yang baik dan merupakan konstrak yang bersifat unidimensional yang  terbentuk atas tiga faktor, yaitu integritas, melaksanakan tugas dan kebajikan. Implikasi penelitian dibahas dalam konteks pengukuran psikologi dan islam
Penurunan Depresi Pada Difabel Akibat Kecelakaan Melalui Pelatihan Ketrampilan Regulasi Emosi rini setyowati; Nisa Rachmah Nur Anganthi; Setia Asyanti
Jurnal Psikologi Vol 43, No 3 (2016)
Publisher : Faculty of Psychology, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (494.875 KB) | DOI: 10.22146/jpsi.11332

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh pelatihan ketrampilan regulasi emosi dalam menurunkan depresi pada difabel akibat kecelakaan. Peneliti menggunakan desain nonrandomized control group pretest-posttest dengan responden sebanyak 12 difabel dewasa awal akibat kecelakaan yang terbagi menjadi kelompok eksperimen dan kelompok kontrol. Beck Depression Inventory (BDI) digunakan untuk mengukur tingkat depresi sebelum, setelah perlakuan dan tindak lanjut. Berdasarkan hasil analisis kuantitatif dengan uji statistik nonparametrik Mann-Whitney U, diketahui terdapat perbedaan penurunan depresi pada kelompok eksperimen yang diberi pelatihan dibandingkan dengan kelompok kontrol, dan Wilcoxon T, diketahui terdapat perbedaan yang signifikan antara skor depresi sebelum dan setelah pelatihan pada kelompok eksperimen. Data kualitatif juga mendukung analisis kuantitatif, bahwa ketrampilan regulasi emosi pada subjek eksperimen meningkat setelah mengikuti pelatihan. Disimpulkan bahwa pelatihan ketrampilan regulasi emosi terbukti efektif dalam menurunkan depresi pada difabel akibat kecelakaan. Oleh karena itu, diperlukan wadah bagi difabel akibat kecelakaan untuk saling berbagi dan mengekspresikan emosi.
Penerapan Manajemen Stres Berkelompok dalam Menurunkan Stres pada Lanjut Usia Berpenyakit Kronis Lathifah Hanum; Dini P. Daengsari; Cut Nurul Kemala
Jurnal Psikologi Vol 43, No 1 (2016)
Publisher : Faculty of Psychology, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (399.004 KB) | DOI: 10.22146/jpsi.11501

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk melihat efekt dari penerapan manajemen stres secara berkelompok dalam menurunkan stres pada lansia penderita penyakit kronis. Untuk mencapai tujuan tersebut, penelitian in menggunakan desain quasi-experimental one-group pre-test post-test dengan within-group analysis. Populasi yang menjadi sasaran dalam penelitian ini adalah lansia berpenyakit kronis. Jumlah partisipan dalam penelitian ini adalah 64 orang yang dibagi ke dalam lima kelompok berdasarkan lokasi tempat tinggal mereka. Pre-test dan post-test pada seluruh kelompok dilakukan dengan menggunakan alat ukur Perceived Stress Questionnaire (PSQ) dan hasilnya dianalisis dengan metode Paired Sample T-Test. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa program manajemen stres berkelompok dapat menurunkan stres yang dialami oleh partisipan. Oleh karena itu, dapat disimpulkan bahwa program intervensi ini dapat menurunkan tingkat stres yang dimiliki oleh lansia berpenyakit kronis.
Harga Diri Seksual, Kompulsivitas Seksual, dan Perilaku Seks Berisiko pada Orang dengan HIV/AIDS Wahyu Rahardjo; Irfan Irwansyah Hutagalung
Jurnal Psikologi Vol 43, No 1 (2016)
Publisher : Faculty of Psychology, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (498.198 KB) | DOI: 10.22146/jpsi.11981

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengukur pengaruh harga diri seksual, baik yang sifatnya umum maupun yang spesifik mengenai kompetensi seksual, dan juga kompulsivitas seksual terhadap perilaku seks berisiko seperti hubungan seks usia dini, jumlah pasangan seks, dan seks dengan orang asing yang dilakukan oleh orang dengan HIV/AIDS. Partisipan penelitian ini berjumlah 84 orang pria dan wanita dengan HIV/AIDS. Penelitian ini merupakan riset kuantitaif dengan menggunakan analisis jalur. Hasil penelitian memperlihatkan bahwa model empiris yang didapatkan memiliki goodness of fit atau cocok dengan data. Artinya, harga diri seksual dan kompulsivitas seksual memiliki peran terhadap dilakukannya perilaku seks berisiko pada orang dengan HIV/AIDS. Temuan lainnya adalah bahwa harga diri seksual dalam hal kompetensi seksual memiliki peran lebih banyak dalam memengaruhi individu melakukan perilaku seks berisiko.
Pembentukan Identitas Remaja di Yogyakarta Darmawan Muttaqin; Endang Ekowarni
Jurnal Psikologi Vol 43, No 3 (2016)
Publisher : Faculty of Psychology, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (426.455 KB) | DOI: 10.22146/jpsi.12338

Abstract

Konteks telah diidentifikasi sebagai faktor yang penting dari pembentukan identitas remaja. Penelitian ini bertujuan untuk memahami komponen pembentukan identitas remaja pada konteks Indonesia khususnya di Yogyakarta, terutama terkait perbedaan gender dan kelompok usia serta keterkaitan antar komponen pembentukan identitas. Partisipan penelitian adalah 450 (225 laki-laki dan 225 perempuan) remaja Indonesia berusia 12-21 tahun yang terdiri dari remaja awal, tengah, dan akhir. Alat ukur Identity Style Inventory, Utrecht-Management of Identity Commitments Scale, dan Ego Identity Process Questionnaire digunakan untuk mengukur gaya identitas (informatif, normatif, dan menunda-menghindar), dimensi identitas (komitmen, eksplorasi mendalam, dan peninjauan kembali komitmen), dan status identitas (diffusion, foreclosure, moratorium, dan achievement). Hasil penelitian menunjukkan ada perbedaan gaya, dimensi, dan status identitas ditinjau dari gender dan kelompok usia. Keterkaitan antara gaya, dimensi, dan status identitas remaja juga ditemukan pada konteks Indonesia.
Peran Iklim Sekolah terhadap Perundungan Sri W Rahmawati
Jurnal Psikologi Vol 43, No 2 (2016)
Publisher : Faculty of Psychology, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (704.162 KB) | DOI: 10.22146/jpsi.12480

Abstract

Bullying merupakan fenomena gunung es. Meskipun lebih dari 79 % siswa dilaporkan pernah mengalami bullying, namun hanya 21 % kasus bullying yang terangkat ke permukaan. Dari jumlah tersebut, separuhnya mengaku tidak memiliki strategi tertentu untuk menghentikannya. Sebagai ibu kota negara, Jakarta merupakan model. Walaupun sejumlah intervensi telah dilakukan untuk mencegah terjadinya bullying, namun belum memberikan hasil yang signifikan. Bullying yang terjadi di sekolah tidak bisa dilepaskan dari iklim sekolah, yaitu faktor kontekstual yang memperngaruhi pembelajaran maupun perkembangan siswa di sekolah. Terdapat tiga hal utama dalam pencegahan bullying, yaitu: dukungan/perhatian guru, pembentukan nilai dan norma sekolah yang sehat, serta relasi antar teman sebaya. Penelitian ini melihat peran iklim sekolah terhadap bullying. Riset terhadap 723 siswa yang berasal dari lima wilayah provinsi DKI Jakarta, dilakukan dengan menggunakan teknik sampling kluster acak. Alat ukur school climate scale dan scale of bullying digunakan dalam penelitian ini setelah melalui proses adaptasi. Hasil riset menunjukkan bahwa komponen-komponen iklim sekolah memiliki korelasi signifikan dengan arah negatif terhadap bullying. Hasil penelitian ini menyarankan pentingnya peningkatan iklim sekolah dalam penanganan bullying.
Emosi Moral dan Empati pada Pelaku Perundungan-siber Neila Ramdhani
Jurnal Psikologi Vol 43, No 1 (2016)
Publisher : Faculty of Psychology, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (433.392 KB) | DOI: 10.22146/jpsi.12955

Abstract

Ragam dan frekuensi tindakan yang masuk dalam kategori perundungan-siber semakin meningkat akhir-akhir ini. Setiap pengguna Internet dapat dengan mudah mempublikasikan emosi dan pikirannya di Internet, termasuk di dalamnya emosi negatif yang ditujukan untuk menyakiti orang lain. Penelitian ini menguji pengaruh emosi moral di dalam hubungan empati dengan perilaku perundung-siber. Emosi moral yang diuji adalah malu, bersalah, bangga, dan besar-hati sedangkan empati meliputi kognitif dan afektif. Data yang dianalisis dalam penelitian ini berasal dari 382 orang, 174 siswa SLTA dan 208 mahasiswa, 103 perempuan sedangkan sisanya laki-laki. Semua responsden menjawab pertanyaan Skala Emosi Moral, Skala Empati, dan Skala Perundungan-siber. Setelah dilakukan analisis regresi diperoleh hasil bahwa semua dimensi empati dan emosi moral berkorelasi dengan perundungan-siber. Uji mediasi membuktikan bahwa malu, rasa berdosa, dan bangga hubristic merupakan pemediasi hubungan empati, baik kognitif maupun afektif, dengan perundungan-siber. Rasa bangga autentik hanya memediasi antara empati kognitif dengan perundungan-siber. Artikel ini juga membahas lebih lanjut peran keempat dimensi emosi moral dalam membedakan hubungan kecenderungan perundungan-siber.

Filter by Year

1976 2025