cover
Contact Name
Pradytia Putri Pertiwi
Contact Email
jurnalpsikologi@ugm.ac.id
Phone
+6289527548628
Journal Mail Official
jurnalpsikologi@ugm.ac.id
Editorial Address
Faculty of Psychology - Universitas Gadjah Mada - Yogyakarta - Indonesia Building A 2nd Floor No.215. Jl. Sosio Humaniora No. 1, Bulaksumur Yogyakarta, 55781
Location
Kab. sleman,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Jurnal Psikologi Universitas Gadjah Mada
ISSN : 02158884     EISSN : 2460867X     DOI : https://doi.org/10.22146
Jurnal Psikologi (jpsi) is an open-access journal, dedicated to the wide dissemination of novel and innovative empirical research in various aspects of psychology, with a particular interest – the development of psychology and behavioral sciences in the world. Jurnal Psikologi invites manuscripts in the areas: Clinical Psychology Psychology of Education Social Relation Developmental Psychology Cognitive Psychology Neuro Psychology Jurnal Psikologi (jpsi) accepts empirical-research articles in any psychology-related subjects and any research methodology (i.e., experimental, observational, ethnographic, survey, interpretive) that meet the standard publication in this journal. The primary target audiences of this journal are academicians, graduate students, practitioners, and other professionals with interest in psychology.
Articles 442 Documents
Perundungan Reaktif di Sekolah Dasar dan Intervensi Berbasis Nuansa Sekolah Arina Mufrihah
Jurnal Psikologi Vol 43, No 2 (2016)
Publisher : Faculty of Psychology, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (757.463 KB) | DOI: 10.22146/jpsi.15441

Abstract

Orang tua dan guru belum banyak menyadari bahwa “perilaku nakal” anak usia sekolah dasar sebenarnya juga merupakan perilaku perundungan. Melihat hal tersebut masih terjadi dan kurang mendapatkan perhatian atau penanganan serius terhadap perilaku kekerasan di sekolah dasar, maka penelitian ini dilakukan untuk mengidenti­fikasi pelaku, korban, dan bentuk kekerasan, menjelaskan perbedaan perilaku kekerasan antara siswa laki-laki dan siswa perempuan; antara siswa kelas rendah dan siswa kelas tinggi; menemukan faktor penyebabnya; dan bagaimana peran guru secara preventif dan kuratif terhadap perilaku kekerasan. Penelitian dilakukan dengan desain mixed-method berurutan (kuantitatif→kualitatif), jumlah sampel 142 siswa yang didapatkan dengan cluster sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebanyak 62.761% siswa pernah melakukan tindak kekerasan dan terdapat perbedaan perilaku kekerasan antara siswa kelas rendah dengan siswa kelas tinggi (P value 0.930 > 0.05), juga perbedaan antara siswa laki-laki dengan siswa perempuan (P value 0.930 > 0.05). Faktor penyebab perilaku kekerasan bukan hanya keluarga dan lingkungan sekolah, namun juga diri sendiri, di mana para guru sudah melakukan upaya preventif dan kuratif terhadap perundungan berbasis nuansa sekolah.
Bahaya Kecanduan Internet dan Kecemasan Komunikasi terhadap Karakter Kerja Sama pada Mahasiswa Noviana Dewi; Stefanus Khrismasagung Trikusumaadi
Jurnal Psikologi Vol 43, No 3 (2016)
Publisher : Faculty of Psychology, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (399.16 KB) | DOI: 10.22146/jpsi.16829

Abstract

Abstrak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan kecanduan internet dan kecemasan komunikasi dengan karakter kerjasama pada mahasiswa. Subjek dalam penelitian ini adalah 90. Data pada penelitian ini diperoleh dengan menggunakan Internet Addiction Test (IAT) dengan aspek-aspek meliputi perhatian terpusat pada internet, waktu berinternet semakin lama, kurang kontrol, gelisah saat offline, internet meningkatkan kepuasan, internet sebagai pelarian, compulsif, withdrawl, muncul resiko sosial, sering berbohong dengan validitas 0,309 sampai 0,819 dan reliabilitas 0,885. Skala kecemasan komunikasi dengan aspek-aspek meliputi tidak ingin berkomunikasi, menghindari partisipasi, kurang kontrol diri dengan validitas 0,274-0,806 dan reliabilitas  0,906. Skala karakter kerjasama dengan aspek-aspek meliputi bekerja bersama, memunculkan harapan positif, menghargai masukan, memberikan dorongan serta menumbuhkan semangat dengan validitas 0,201-0,799 dan reliabilitas 0,879. Data yang diperoleh kemudian dianalisis dengan menggunakan analisis regresi linier berganda hasilnya terdapat korelasi sebesar 0,943.  Ppresentase sumbangan pengaruh variabel bebas terhadap variabel tergantung sebesar 88,8 %. Sisanya 11,2 %  dipengaruhi atau dijelaskan oleh variabel lain yang tidak dimasukkan dalam model penelitian ini.
Peningkatan Kemampuan Literasi Awal Anak Prasekolah melalui Program Stimulasi Widyaning Hapsari; Lisnawati Ruhaena; Wiwien Dinar Pratisti
Jurnal Psikologi Vol 44, No 3 (2017)
Publisher : Faculty of Psychology, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (453.465 KB) | DOI: 10.22146/jpsi.16929

Abstract

Stimulation program is a treatment by providing literacy packages containing guidebooks literacy activities, media literacy in children and socialization for mothers. The purpose of this study was to test the effectiveness of the stimulation program to improve literacy skills in preschoolers. The proposed hypothesis that stimulation literacy program effective in improving early literacy skills in preschool children. This research method using a quasi-experimental design with the non-equivalent control group. Subjects were 30 children aged 3-5 years were divided into an experimental group and a control group. Based on the analysis by the non-parametric statistical test Mann-Whitney U, it was known that there were differences increase early literacy skills in the experimental group and control group. Qualitative analysis showed an increase in the literacy skills by observing changes in the measurement results. Results from this study are important as a new study in finding alternative methods of stimulating preschool children.Abstrak : Program stimulasi merupakan perlakuan dengan memberikan paket literasi berisi buku panduan aktivitas dan satu set media literasi pada anak serta sosialisasi untuk ibu. Tujuan penelitian untuk menguji efektivitas program stimulasi dalam meningkatkan kemampuan literasi pada anak prasekolah. Hipotesis yang diajukan yaituprogram stimulasi literasi efektif dalam meningkatkan kemampuan literasi awal pada anak prasekolah. Metode yang digunakan yaitu quasi experiment dengan desain non-equivalent control group. Subjek merupakan 30 anak usia 3-5 tahun yang terbagi menjadi kelompok eksperimen dan kontrol. Berdasarkan hasil analisis dengan uji statistik non-parametrik Mann-Whitney U, diketahui bahwa terdapat perbedaan peningkatan kemampuan literasi awal pada kelompok eksperimen dengan kelompok kontrol. Analisis kualitatif menunjukan peningkatan kemampuan literasi dengan mengamati perubahan hasil pengukuran. Hasil penelitian ini penting sebagai kajian baru dalam menemukan alternatif metode stimulasi anak prasekolah.
Mahasiswa dan Internet: Dua Sisi Mata Uang? Problematic Internet Use pada Mahasiswa Reynaldo Reynaldo; Yasinta Astin Sokang
Jurnal Psikologi Vol 43, No 2 (2016)
Publisher : Faculty of Psychology, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (539.867 KB) | DOI: 10.22146/jpsi.17276

Abstract

Problematic Internet Use (PIU) is one of the negative effects of the internet use, but we can rarely find publications on PIU of Indonesian’s college students, especially college students in Jakarta. The purpose of this research was to describe PIU among college students in Jakarta. The Generalized Problematic Internet Use Scale 2 was used to collect data of a total of 474 college students from three universities in Jakarta. The results showed that: a) For preference for online social interaction symptoms, participants preferred to do online social interaction rather than face to face interaction, especially when face to face interactions were not possible. b) For mood regulation symptoms, participants used internet to regulate their negative feelings. c) For cognitive preoccupation symptoms, participants tended to have obsessive thought patterns for their activity on internet. d) For compulsive internet use symptoms, participants found it difficult to restrict their internet use. e) For negative outcome symptoms, online activities of participants did not have negative influence on their daily routines. Furthermore, the results showed no significant differences of the PIU symptoms across gender and internet use duration. Taken together, the results indicated moderate level of problematic internet use in our sample
Meningkatkan Kematangan Karier Peserta Didik SMA dengan Pelatihan Reach Your Dreams dan Konseling Karier Ahmad Saifuddin; Lisnawati Ruhaena; Wiwien Dinar Pratisti
Jurnal Psikologi Vol 44, No 1 (2017)
Publisher : Faculty of Psychology, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1059.239 KB) | DOI: 10.22146/jpsi.17378

Abstract

Career maturity is a condition that needed to choice the program in higher level study. Henceforth, the low level of career maturity in senior high school student has to be solved with the comprehensive intervention as soon as possible. The purpose of this research is to know the effectivity of Reach Your Dreams Training and career counseling for improving career maturity in senior high school student. This research used Solomon Six Group Design. Subjects of this research are 42 senior high school students with average level of career maturity who are divided into two groups given Reach Your Dreams Training, two groups given career counseling, and two control groups. According to the result, the conclusion of this research is Reach Your Dreams Training and Counseling Career can improve career maturity level in senior high school students effectively. It is caused by the effect of Reach Your Dreams Training and career counseling, and not caused by the effect of pretest.
Aplikasi Model Rasch pada Pengembangan Skala Efikasi Diri dalam Pengambilan Keputusan Karir Siswa Difa Ardiyanti
Jurnal Psikologi Vol 43, No 3 (2016)
Publisher : Faculty of Psychology, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (533.8 KB) | DOI: 10.22146/jpsi.17801

Abstract

Efikasi diri dalam pengambilan keputusan karir berperan penting dalam pembentukan perilaku pengambilan keputusan karir siswa. Untuk mendapatkan gambaran akurat tentang efikasi diri dalam pengambilan keputusan karir siswa diperlukan alat ukur yang berkualitas. Sayangnya, baru ada satu instrumen efikasi diri dalam pengambilan keputusan karir dan belum pengembangan terkininya. Instrumen itu pun dikembangkan menggunakan pendekatan teori tes klasik, suatu pendekatan yang telah dikritik, terutama dalam memperlakukan data. Penelitian ini berfokus pada pengembangan instrumen efikasi diri dalam pengambilan keputusan karir siswa menggunakan model Rasch, suatu pendekatan yang diyakini memiliki keunggulan dibandingkan teori tes klasik. Subjek penelitian adalah 144 siswa kelas XI SMA di Yogyakarta. Berdasarkan hasil analisis menggunakan software Winsteps, diketahui ada 20 aitem yang fit (dari 36 aitem) dengan koefisien reliabilitas Alpha 0,91. Secara keseluruhan, dapat disimpulkan bahwa skala efikasi diri dalam pengambilan keputusan karir ini terbukti memiliki properti psikometris yang baik sehingga dapat digunakan untuk asesmen maupun penelitian.
Peningkatan Dukungan Sosial Orang Tua dengan Anak Skizofrenia melalui Solution Focused Therapy Sheilla Varadhila Peristianto; Sri Lestari
Jurnal Psikologi Vol 45, No 1 (2018)
Publisher : Faculty of Psychology, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (453.099 KB) | DOI: 10.22146/jpsi.18114

Abstract

Intrusive parental behavior towards children with schizophrenia did not support an effort to prevent recurrence and achieve a good quality of life. This research was aimed to improve parental social support through Solution Focused Therapy in order to recover the quality of life for children with schizophrenia. Six parents who had a child with schizophrenia participated in this quasi-experimental research using a pretest-posttest control group design. The Social Support Scale which adapted from the Interpersonal Support Evaluation List was used to measure parental support. The participants were divided into an experimental and control group. The result of this research showed a difference in social support between the experimental and control group. Giving Solution Focus Therapy to parents can improve parental social support for children with schizophrenia. The improvement of parental social support was expected to preserve better quality life of children with schizophrenia in order to relapse prevention.
Feeling Full or Empty Inside? Peran Perbedaan Individual dalam Struktur Pengalaman Afektif Cleoputri Al Yusainy
Jurnal Psikologi Vol 44, No 1 (2017)
Publisher : Faculty of Psychology, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (667.42 KB) | DOI: 10.22146/jpsi.18377

Abstract

Trait alexithymia dan rumination umumnya diteliti secara terpisah, namun dampak buruknya terhadap pengalaman afektif secara potensial dapat dihambat oleh trait self-control. Penelitian ini bertujuan memetakan struktur pengalaman afektif berdasarkan perbedaan individual dalam trait alexithymia, rumination, dan self-control. Pengalaman afektif partisipan (N = 85) dibangkitkan melalui teknik induksi visual International Affective Picture System (IAPS: Lang, Bradley, & Cuthbert, 2008) yang mencakup 60 foto dari kombinasi dua dimensi afektif, yaitu valence (positif vs. netral vs. negatif) dan arousal (tinggi vs. rendah). Rating valence dan arousal diberikan dalam bentuk label non-verbal Self-Assessment Manikin (SAM: Lang, 2008). Hasil penelitian menunjukkan (1) terdapat interkorelasi antara trait alexithymia, rumination, dan self-control, (2) dimensi-dimensi pada trait alexythimia dan rumination memiliki asosiasi dengan hipersensitivitas terhadap stimulus afektif, dan (3) afek negatif dibutuhkan sebagai sinyal untuk mengaktivasi trait self-control. Temuan ini menggarisbawahi bahwa peran ketiga trait tersebut dalam struktur pengalaman afektif tidak muncul secara global namun bersifat kontekstual dari perspektif kombinasi valence dan arousal.Abstrak : Trait alexithymia dan rumination umumnya diteliti secara terpisah, namun dampak buruknya terhadap pengalaman afektif secara potensial dapat dihambat oleh trait self-control. Penelitian ini bertujuan memetakan struktur pengalaman afektif berdasarkan perbedaan individual dalam trait alexithymia, rumination, dan self-control. Pengalaman afektif partisipan (N = 85) dibangkitkan melalui teknik induksi visual International Affective Picture System (IAPS,2008) yang mencakup 60 foto dari kombinasi dua dimensi afektif, yaitu valence (positif vs. netral vs. negatif) dan arousal (tinggi vs. rendah). Rating valence dan arousal diberikan dalam bentuk label non-verbal Self-Assessment Manikin. Hasil penelitian menunjukkan (1) terdapat interkorelasi antara trait alexithymia, rumination, dan self-control, (2) dimensi-dimensi pada trait alexythimia dan rumination memiliki asosiasi dengan hipersen­sitivitas terhadap stimulus afektif, dan (3) afek negatif dibutuhkan sebagai sinyal untuk mengaktivasi trait self-control. Temuan ini menggarisbawahi bahwa peran ketiga trait tersebut dalam struktur pengalaman afektif tidak muncul secara global namun bersifat kontekstual dari perspektif kombinasi valence dan arousal.
Peningkatan Kapasitas Working Memory melalui Permainan Congklak pada Siswa Sekolah Dasar Andy Surya Putra; Sri Tiatri; Naomi Sutikno
Jurnal Psikologi Vol 44, No 1 (2017)
Publisher : Faculty of Psychology, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (401.58 KB) | DOI: 10.22146/jpsi.21984

Abstract

Aktivitas belajar membutuhkan kemampuan kognitif kompleks yang berkaitan dengan kapasitas working memory. Kapasitas working memory adalah kapasitas terbatas dalam menyimpan sementara dan memanipulasi informasi untuk belajar, berpikir, memberi perhatian, berhitung, mengingat, memaknai bacaan dan memecahkan masalah. Permainan tradisional congklak melibatkan kemampuan kognitif kompleks, berhitung, memberi perhatian, bernalar dan berstrategi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menguji adanya pengaruh permainan congklak terhadap kapasitas working memory pada siswa. Metode penelitian adalah desain eksperimen dua kelompok dengan matched randomized controlled trial dari 12 siswa kelas V SD. Analisis data dengan independent sample T-test menunjukkan digit span (p < .05), square span reverse (p < .05), square span forward (p > .05) dan nilai rerata pelajaran kelas (p > .05). Hasil penelitian menunjukkan permainan congklak dapat meningkatkan kapasitas working memory dalam informasi gambar-visual dan verbal.Abstrak : Kapasitas working memory adalah sebuah kemampuan kognitif kompleks terbatas dalam menyimpan sementara dan memanipulasi informasi untuk belajar, berpikir, memberi perhatian, berhitung, mengingat, memaknai bacaan, dan memecahkan masalah. Permainan tradisional congklak melibatkan kemampuan kognitif kompleks, berhitung, memberi perhatian, bernalar, dan berstrategi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menguji adanya pengaruh permainan congklak terhadap kapasitas working memory pada siswa. Subjek penelitian adalah 12 siswa kelas V Sekolah Dasar yang dibagi menjadi dua kelompok dengan metode eksperimen. Analisis data dengan independent sample T-test antara kelompok kontrol dan kelompok perlakuan menunjukkan digit span (p0,05) dan nilai rerata pelajaran kelas (p>0,05). Hasil penelitian menunjukkan permainan congklak dapat meningkatkan kapasitas working memory dalam informasi gambar-visual dan verbal.
Keterampilan Sosial Menjaga Kesejahteraan Psikologis Pengguna Internet Indah Nugraini; Neila Ramdhani
Jurnal Psikologi Vol 43, No 3 (2016)
Publisher : Faculty of Psychology, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (507.436 KB) | DOI: 10.22146/jpsi.22139

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menguji peran keterampilan sosial dalam memediasi hubungan antara penggunaan internet berlebihan dengan kesejahteraan psikologis remaja. Partisipan penelitian ini adalah 206 remaja berusia 16-24 tahun (87 laki-laki, 119 perempuan). Skala Adiksi Internet, Skala Keterampilan Sosial, dan Skala Kesejahteraan Psikologis digunakan untuk mengukur ketiga variabel penelitian sudah memenuhi standar psikometri. Dengan prosedur pengujian variabel mediator, analisis regresi menunjukkan bahwa penggunaan internet berlebihan merupakan prediktor bagi kesejahteraan psikologis (b = -0,1774; p < 0,05) maupun keterampilan sosial (b = -0,314; p < 0,01). Peran penggunaan internet berlebihan ini menurun bahkan mendekati nol ketika regresi kesejahteraan psikologis dilakukan dengan mengikutsertakan keterampilan sosial. Penggunaan internet berlebihan memrediksi rendahnya kesejahteraan psikologis pada individu yang kurang terampil sosial. Dengan demikian disimpulkan bahwa keterampilan sosial merupakan variabel mediator dari hubungan penggunaan internet berlebihan dengan kesejahteraan psikologis.

Filter by Year

1976 2025