cover
Contact Name
Randhi Saily
Contact Email
sainstek.sttp@gmail.com
Phone
+628117070692
Journal Mail Official
jurnalsainstek@sttp-yds.ac.id
Editorial Address
Jl. Dirgantara No.4, Kecamatan Marpoyan Damai, Kota Pekanbaru, Provinsi Riau
Location
Kota pekanbaru,
Riau
INDONESIA
SAINSTEK
ISSN : 23376910     EISSN : 24601039     DOI : https://doi.org/10.35583/js
Sainstek e-Journal memiliki bidang keahlian yang terdiri dari : Teknik Sipil seperti teknik Struktur, Manajemen Konstruksi, Geoteknik, Sumber Daya Air, dan Transportasi. Teknik Elektro dan Teknik Mesin seperti Material Teknik Elektro, Pembangkitan Tenaga Listrik, Transmisi dan Distribusi, Elektronika Tenaga, Kualitas Daya, Ekonomi Daya, Energi Terbarukan, Kompatibilitas Elektromagnetik, Teknologi Isolasi Tegangan Tinggi, Perangkat Tegangan Tinggi, Pendeteksi Petir dan Proteksi, Analisis Sistem Tenaga, SCADA, Pengukuran Kelistrikan.
Articles 256 Documents
RANCANG BANGUN AVR (AUTO VOLTAGE REGULATOR ) MENGGUNAKAN CHOPPER TIPE BOOST CONVERTER PADA GENERATOR SATU FASA 3 KVA Herianto AS Purba; Antonius Rajagukguk; Feranita
Sainstek (e-Journal) Vol. 1 No. 1 (2013)
Publisher : Sekolah Tinggi Teknologi Pekanbaru

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pada suatu pembangkitan listrik sangat penting untuk mempertahankan keluaran generator agar tetap stabil pada kondisi standar, dengan memperhitungkan rpm penggerak mula. Salah satu cara yang dapat dilakukan adalah menggunakan AVR (Auto Voltage Regulator) yang bekerja untuk mengatur besar arus dan tegangan eksitasi pada eksiter (penguat medan) generator dengan memanfaatkan suatu chopper tipe boost converter yang berfungsi sebagai penaik tegangan untuk mengatur arus eksitasi pada penguatan generator. Boost converter initer dir idar iinduktor, diode cepat (fast recovery) dan kapasior sebagai filternya. Untuk mendapatkan eksitasi yang dibutuhkan maka dibutuhkan sensor tegangan sebagai pembacaan output generator, hasil pembacaan ini akan diterjemahkan oleh ADC melalui mikro kontroler Atmega 8. Keluaran ini akan dikonversi menjadi PWM (Pulse-Width-Modulation) yang akan digunakan sebagai pengatur tegangan pada fungsi boost converter. Penyulutan pwm ini membutuhkan penyaklaran untuk menaikkan tegangan.Penyaklaran menggunakan mosfet, PWM 5 volt dari mikro kontroler akan dinaikkan menjadi 12 volt. Untuk itu dibutuhkan rangkaian buffer volt dengan rangkaian optocopler dan totempol sebagai input switching mosfet. Besaran duty cycle dirancaang sebesar 45% untuk drop tegangan pada generator 3 KVA untuk mendapatkan tegangan output 220 volt (stabil). Perhitungan rata-rata regulasi tegangan yang semula tanpa AVR sebesar 9.27% sedangkan setelah menggunakan AVR rerata regulasi tegangan menjadi 0,12%
ANALISA KEANDALAN SISTEM JARINGAN DISTRIBUSI TEGANGAN MENENGAH 20KV BERDASARKAN JUMLAH GANGGUAN DAN LAMANYA PEMADAMAN Benriwati Maharmi
Sainstek (e-Journal) Vol. 1 No. 1 (2013)
Publisher : Sekolah Tinggi Teknologi Pekanbaru

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Saat ini PT. PLN (Persero) merupakan pemegang kendali dalam pemenuhan kebutuhan masyarakat terhadap energi listrik. Dalam penyaluran energi listrik terhadap pelanggan melalui jaringan yang panjang akan mengalami banyak gangguan, untuk meningkatkan pelayanan kebutuhan energi listrik kepada pelanggan perlu diketahui tingkat keandalan dari saluran yaitu kualitas dari sistem distribusi tersebut sehingga dapat dilakukan perbaikan untuk meningkatkan keandalan sistem. Tingkat keandalan jaringan distribusi pada umumnya diukur dengan dua parameter, yaitu: SAIDI (System Average Interruption Duration Index) dan SAIFI (System Average Interruption Frequency Index). Semakin tinggi angka SAIDI dan SAIFI akan menunjukkan semakin berkurangnya tingkat keandalan dan tingkat pelayanan ke pelanggan. Analisis dilakukan pada sistem jaringan distribusi 20 KV penyulang Arengka dan Penyulang Pantai Cermin, didapat SAIFI dari Penyulang Arengka dalam satu tahun adalah 1,20299 pemadaman/pelanggan/tahun dan penyulang Pantai Cermin adalah 10,3195 pemadaman/pelanggan/tahun. Sedangkan SAIDI nya adalah 1,723693 jam/pelanggan/tahun untuk penyulang Arengka dan penyulang Pantai Cermin didapat SAIDI nya adalah 24,17436 jam/pelanggan/tahun. Dari hasil analisa dinyatakan bahwa jaringan distribusi penyulang Arengka lebih handal dibandingkan penyulang Pantai Cermin, ini berdasarkan SPLN 59:1985. Keandalan Pada Sistem Distribusi 20 kV DAN 6 kV. Dengan Index rata-rata untuk SAIDI 12,842 jam/pelanggan/tahun dan SAIFI 2,415 pemadaman/pelanggan/tahun
ANALISIS LINK BUDGET UNTUK KONEKSI RADIO WIRELESS LOCAL AREA NETWORK ANTARA UNIVERSITAS RIAU PANAM DAN UNIVERSITAS RIAU GOBAH Rama Fadilah; Febrizal; Anhar
Sainstek (e-Journal) Vol. 1 No. 1 (2013)
Publisher : Sekolah Tinggi Teknologi Pekanbaru

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Saat ini, koneksi antara Universitas Riau Panam dan Universitas Riau Gobah hanya menggunakan fiber optic (FO) dalam komunikasi data. Perlu adanya komunikasi lain yang berfungsi sebagai koneksi cadangan apabila suatu saat komunikasi fiber optic(FO) tidak dapat di operasikan. Analisis Link Budget ini diharapkan dapat menjadi referensi sebagai langkah awal dalam perencanaan pembangunan perangkat radio WLAN antara universitas Riau Panam dan Universitas Riau Gobah. Pada penelitian ini, akan membandingkan hasil perhitungan Link Budget untuk koneksi radio WLAN 2,4 GHz antara metode perhitungan menggunakan software Radio Mobile version 9.5.0 dengan metode perhitungan secara teoritis. Analisis Link Budget yang diperoleh ditunjukkan oleh System Operating Margin (SOM) yang bernilai 26,6 dBm. Hasil ini telah melebihi batas minimal nilai SOM yang baik dalam suatu perancangan komunikasi radio yaitu 15 dBm.
PENJEJAKAN POSISI SUMBER BUNYI MENGGUNAKAN INTERAURAL TIME DIFFERENCE DAN CROSS CORRELATION Rahyul Amri
Sainstek (e-Journal) Vol. 1 No. 1 (2013)
Publisher : Sekolah Tinggi Teknologi Pekanbaru

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Interaural Time Difference ( ITD ) digunakan pada sistem pendengaran manusia untuk menentukan posisi sumber bunyi pada bidang horizontal. Implementasi ITD pada sistem robotik diharapkan akan membuat robot tsb mampu mendeteksi posisi dan menjejak sumber bunyi mendekati kemampuan manusia. Pada percobaan robot disimulasikan dengan sebuah sistem penjejak yang mempunyai sistem pendeteksi dan sistem penggerak. Sistem pendeteksi mendeteksi posisi sumber bunyi dan nilai posisi diberikan ke sistem penggerak, selanjutnya sistem penggerak akan bergerak sesuai dengan besar nilai yang diberikan. Dari hasil percobaan yang dilakukan kemampuan sistem untuk mendeteksi posisi mempunyai akurasi rata-rata 91.4 % dan waktu reaksi mengikuti / menjejak sumber bunyi adalah 1 - 2 dtk.
ANALISIS PENGARUH PEMASANGAN LEMBARAN GEOTEKSTIL NON WOVEN (LG/B )TERHADAP KUAT DUKUNG TIMBUNAN TANAH PASIR PADA PONDASI MENERUS Ulfa Jusi
Sainstek (e-Journal) Vol. 1 No. 1 (2013)
Publisher : Sekolah Tinggi Teknologi Pekanbaru

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Memperbaiki kondisi tanah adalah merupakan salah satu penyelesaian masalah dan sudah banyak dilakukan dengan menggunakan berbagai metode, perbaikan tanah dapat dilakukan dengan memasang bahan sintetis seperti geotekstil. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan model pondasi menerus yang diletakkan diatas kotak transparan yang diisi pasir dengan kondisi kepadatan relatif (Dr ) 20% - 40% yang diberi perkuatan geotekstil jenis non woven dan diberi beban tegak lurus menggunakan dongkrak hidrolik. Penelitian dilakukan dengan pemasangan lembaran geotektil (LG/B )terhadap dasar pondasi menunjukkan bahwa kontribusi penambahan kuat dukung terbesar diperoleh pada penempatan LG/B = 3 (B = lebar pondasi )
Perbandingan Analisa Kelayakan Penggunaan Concrete Sheet Pile dan Struktur Beton pada Dinding Partisi Saluran Irigasi Hari Abrianto; Endah Kurniyaningrum; Saihul Anwar
SAINSTEK Vol. 10 No. 2 (2022)
Publisher : Sekolah Tinggi Teknologi Pekanbaru

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35583/js.v10i2.148

Abstract

Tujuan Penelitian adalah sebagai berikut Menganalisis kelayakan penggunaan Corrugated Concrete Sheet Pile dan Struktur Beton dari aspek biaya dan waktu pekerjaan partition wall pada Proyek Modernisasi Irigasi Rentang. Jenis penelitian ini deskriptif dengan metode kuantitatif dan survey lapangan, kemudian untuk menganalisa kelayakan penggunaan metode Concrete Sheet Pile untuk dinding partisi saluran dari aspek biaya dan anggaran biaya pelaksanaan pekerjaan dengan metode Concrerete Sheet Pile dan metode struktur beton. Data yang digunakan pada penelitian ini terdiri atas 2 (dua) data utama, Data Primer yang didapatkan langsung dari pengamatan dan wawancara dilapangan, dan data sekunder yang didapatkan penulis dari dokumen tertulis yang dikumpulkan di lokasi studi kasus. Dari pengolahan dan analisa data yang dilakukan didapatkan hasil sebagai berikut. Penggunanaan Concrete Sheet Pile dalam pekerjaan dinding partisi saluran Irigasi Rentang sepanjang 3,30 km membutuhkan biaya sebesar Rp. 52.874.130.225,- dibandingkan dengan penggunanaan Struktur Beton sebesar Rp. 55.371.834.873,-. Sehingga penggunaan Concrete Sheet Pile 4% lebih hemat dibanding dengan penggunaan Struktur Beton. Waktu Pekerjaan yang dibutuhkan untuk menyelesaikan dinding partisi saluran sepanjang 3,30 km dengan menggunakan metode Concrete Sheet Pile adalah selama 17 bulan, sedangkan dengan menggunakan metode Struktur Beton membutuhkan waktu pekerjaan sekitar 20 bulan. Atau penggunaan Concrete Sheet Pile 15% lebih cepat dibanding dengan penggunaan Struktur Beton.
Pengaruh Penambahan Fly Ash Cangkang Sawit dan Kapur Dolomit Sebagai Bahan Substitusi Sebagian Semen Terhadap Kuat Tekan Mortar Eko Bayu Rahman; Ermiyati Tanjung; Azhari Azhari; Andre Novan; Yenita Morena
SAINSTEK Vol. 10 No. 2 (2022)
Publisher : Sekolah Tinggi Teknologi Pekanbaru

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35583/js.v10i2.149

Abstract

Penggunaan mortar di Indonesia dalam pembangunan kontruksi cukup tinggi, seperti plesteran dinding, pengisi kolom komposit dan lain sebagainya, namun mutu dari mortar itu sendiri tidak diperhatikan. Tujuan dari penelitian ini yaitu diharapkan dapat menghasilkan mortar alternatif berbasis limbah dengan mutu kuat tekan yang lebih tinggi dari mortar normal, dan untuk mengetahui pengaruh penambahan fly ash cangkang sawit dan kapur dolomit terhadap kuat tekan mortar yang dihasilkan dengan variasi 0%, 5%, 10%, 15% dan 20%. Pembuatan sampel benda uji mortar menggunakan cetakan yang berbentuk kubus dengan ukuran 5x5x5 cm dan kemudian dilakukan pengujian pada umur sampel mortar 28 hari. Hasil penelitian menunjukkan bahwa semakin bertambahnya komposisi fly ash cangkang sawit dan kapur dolomit maka kuat tekan mortar semakin menurun tetapi kuat tekan mortar akan meningkat bila kedua bahan dicampurkan, yang mana kuat tekan mortar normal yaitu 28 MPa, setelah penambahan fly ash cangkang sawit, hasil tertinggi yaitu pada campuran 5% dengan hasil 20,8 MPa dan terendah yaitu pada campuran 20% dengan hasil 12,13 MPa. Sedangkan kuat tekan mortar pada subtitusi kapur dolomit tertinggi (meningkat) pada campuran 5% dengan hasil 35,47 MPa, dan terendah pada campuran 20% dengan hasil 21,20 MPa. Namun pada mortar yang menggunakan bahan subtitusi campuran fly ash cangkang sawit dan kapur dolomit 10% didapatkan kuat tekannya meningkat lebih tinggi yaitu sebesar 31,33 MPa. Dengan demikian penambahan kapur dolomit sangat berpengaruh terhadap kuat tekan mortar ini.
Analisis Biaya Operasional Kendaraan Angkutan Sekolah Di Kota Pekanbaru Roma Dearni; Ari Sandhyavitri; Lita Darmayanti
SAINSTEK Vol. 10 No. 2 (2022)
Publisher : Sekolah Tinggi Teknologi Pekanbaru

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35583/js.v10i2.150

Abstract

Pertambahan penduduk di Kota Pekanbaru yang semakin meningkat menimbulkan banyak kemacetan dibeberapa titik daerah. Salah satu titik rawan kemacetan berada pada daerah kawasan pendidikan. Kemacetan terjadi dikarenakan adanya proses antar jemput anak sekolah. Pemerintah sudah mengatasi kemacetan dengan menyediakan alat tranportasi umum yaitu bus trans metro Pekanbaru, namun hal ini belum sepenuhnya dapat mengatasi kemacetan khususnya dalam kasus antar jemput anak sekolah. Butuh rute khusus dan ketersediaan fasilitas yang sesuai dengan kenyaman, keselamatan serta ketepatan waktu bagi pelajar. Maka perlu dilakukan analisis perhitungan biaya operasional kendaraan angkutan sekolah untuk mengetahui kelayakan secara ekonomi dalam perencanaan angkutan sekolah. Hasil penelitian pada perhitungan biaya operasional kendaraan dapat menentukan tarif pada setiap rute. Besar tarif berdasarkan perhitungan BOK pada setiap rute adalah pada rute 1 sebesar Rp.7.000, rute 2 sebesar Rp.7.100, rute 3 sebesar Rp. 5.600, rute 4 sebesar Rp. 9.800, rute 5 sebesar Rp. 7.100 dan rute 6 sebesar Rp. 9.400. Nilai tarif berdasarkan BOK yang didapat menjadi bahan pertimbangan pemerintah untuk memberi subsidi penuh atau setengah dalam perencanaan angkutan sekolah di Kota Pekanbaru.
Strategi Kesinambungan Operasional Bus Transmetro Pekanbaru Ditinjau Dari Aspek Komersil Ginda Burnama; Ari Sandhyavitri; Harnedi Maizir
SAINSTEK Vol. 10 No. 2 (2022)
Publisher : Sekolah Tinggi Teknologi Pekanbaru

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35583/js.v10i2.151

Abstract

Trans Metro Pekanbaru (TMP) telah beroperasi sejak Juni 2009 sampai dengan saat ini. Pada tahun 2018 sampai 2019 pendapatan dari tiket rata-rata ± Rp. 13 miliar. Beban operasional kendaraan (BOK) ± Rp. 29 miliar, sehingga keuangan pengelolaan Bus Trans Metro Pekanbaru mengalami defisit sebesar ± Rp. 16 miliar. Pemerintah saat ini memberikan subsidi sekitar 55% untuk pengoperasian Trans Metro Pekanbaru. Upaya untuk menyeimbangkan pendapatan dengan pengeluaran dalam menjamin kesinambungan operasional Bus Trans Metro Pekanbaru dari aspek komersil perlu dilakukan, seiring dengan pembentukan badan usaha milik daerah PT. Transportasi Pekanbaru Madani (Perseroda) yang mengatur pengelolaan Bus Trans Metro Pekanbaru beserta instrumennya. Metode analisis yang digunakan adalah analisis deskriptif dengan penyebaran kuesioner serta pengolahan data uji validitas dan reliabilitas menggunakan program SPSS. Strategi operasional yang berkelanjutan untuk meningkatkan pendapatan adalah dengan memberikan skenario kenaikan tarif menjadi Rp. 6.000,-/ trip berdasarkan identifikasi ATP dan WTP, serta penyediaan ruang iklan pada armada bus, halte transit dan halte pemberhentian. Analisis finansial dengan metode NPV, BCR dan IRR memiliki nilai NPV (Rp. 234.783.300,-) > 0, BCR (1.10) > 1 dan IRR (6.14%) > 6% (MARR), sehingga investasi pengelolaan Bus Trans Metro Pekanbaru menjadi layak.
Variasi penambahan serbuk cangkang telur sebagai alternatif bahan stabilisasi terhadap nilai California Bearing Ratio (CBR) Soehardi, Fitridawati; Dinata, Marta
SAINSTEK Vol. 10 No. 2 (2022)
Publisher : Sekolah Tinggi Teknologi Pekanbaru

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35583/js.v10i2.152

Abstract

Tanah merupakan elemen penting dalam pelaksanaan kontruksi bangunan karena tanah harus mempunyai daya dukung yang baik dalam menahan beban kontruksi diatasnya. Namun dilapangan masih ditemukan tanah yang mempunyai kuat dukung tanah yang rendah sehingga perlu dilakukan perbaikan tanah salah satunya menggunakan stabilisasi tanah. Pemanfaat serbuk cangkang telur sebagai alternatif bahan stabilisasi dapat dilakukan karena serbuk cangkang telur mengandung kalsium Oksida (CaO). Tujuan Penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh variasi penambahan serbuk cangkang telur 5%, 10%, dan 15 % pada tanah lempung terhadap nilai CBR. Metode penelitian ini dilakukan dengan pengujian laboratorium mengacu pada pengujian California Bearing Ratio (CBR) menggunakan SNI 03-1744-2008. Berdasarkan hasil pengujian Tanah asli dalam penelitian ini termasuk dalam klasifikasi tanah CL, yakni Lempung Tak organik dengan plastisitas rendah sampai sedang. Nilai kadar air optimum cendrung mengalami penurunan seiring dengan penambahan Serbuk Cangkang Telur (SCT) pada tanah asli yaitu pada variasi Serbuk Cangkang Telur (SCT) 15% Yaitu 20 % dan nilai berat jenis mengalami peningkatan yaitu 1,6 gg/cc .Peningkatan nilai CBR terjadi pada penambahan Serbuk Cangkang Telur (SCT) 15% yaitu sebesar 8,07%.