cover
Contact Name
Randhi Saily
Contact Email
sainstek.sttp@gmail.com
Phone
+628117070692
Journal Mail Official
jurnalsainstek@sttp-yds.ac.id
Editorial Address
Jl. Dirgantara No.4, Kecamatan Marpoyan Damai, Kota Pekanbaru, Provinsi Riau
Location
Kota pekanbaru,
Riau
INDONESIA
SAINSTEK
ISSN : 23376910     EISSN : 24601039     DOI : https://doi.org/10.35583/js
Sainstek e-Journal memiliki bidang keahlian yang terdiri dari : Teknik Sipil seperti teknik Struktur, Manajemen Konstruksi, Geoteknik, Sumber Daya Air, dan Transportasi. Teknik Elektro dan Teknik Mesin seperti Material Teknik Elektro, Pembangkitan Tenaga Listrik, Transmisi dan Distribusi, Elektronika Tenaga, Kualitas Daya, Ekonomi Daya, Energi Terbarukan, Kompatibilitas Elektromagnetik, Teknologi Isolasi Tegangan Tinggi, Perangkat Tegangan Tinggi, Pendeteksi Petir dan Proteksi, Analisis Sistem Tenaga, SCADA, Pengukuran Kelistrikan.
Articles 256 Documents
Pengaruh Kombinasi Pembebanan Terhadap Pemilihan Pondasi Borepile Pada Bangunan Gedung Ahmad Hamidi; Ulfa Jusi; Beny Setiawan
SAINSTEK Vol. 10 No. 2 (2022)
Publisher : Sekolah Tinggi Teknologi Pekanbaru

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35583/js.v10i2.153

Abstract

Indonesia juga menjadi salah satu negara yang berada pada pertemuan 3 lempeng tektonik utama dunia yaitu Lempeng Australia, Lempeng Eurasia dan Lempeng Pasifik. Peristiwa gempa yang terjadi memberikan pengaruh terhadap kondisi bangunan baik saat terjadi gempa maupun pasca terjadinya gempa. Gempa merupakan peristiwa bergetarnya bumi akibat pelepasan energi dalam bumi secara tiba-tiba dan sering kali merusak bangunan-bangunan yang berada disekitar lokasi pusat gempa. Berdasarkan SNI 1726-2012 Indonesia memiliki beberapa kondisi tanah yang terdiri dari batuan, tanah keras, tanah sedang dan tanah lunak. Bangunan yang menjadi tinjauan dalam penelitian adalah bangunan 2 lantai yang difungsikan sebagai hunian. Dalam perencanaan struktur menggunakan pondasi borepile diameter 30 cm dengan membandingkan kombinasi pembebanan berdasarkan SNI 03-1726-2002 dengan hanya menggunakan kombinasi beban mati dan hidup saja menggunakan software elemen hingga. Berdasarkan perhitungan maka dapat disimpulkan bahwa dengan menggunakan kombinasi pembebanan sesuai SNI maka pembebanan massa menjadi lebih besar pada bagian tumpuan (pondasi) dibandingkan dengan hanya menggunakan kombinasi pembebenan berupa beban hidup dan mati hingga mencapai 43,62%. Dengan besarnya pembebanan pada tumpuan maka jumlah titik borepile yang dibutuhkan juga berbeda. Berdasarkan perhitungan bangunan yang menjadi tinjauan, untuk kombinasi pembebanan sesuai SNI dengan hasil daya dukung satuan pondasi (Qu) sebesar 31,27 ton maka diperlukan 12 titik borepile dan untuk kombinasi pembebanan dengan beban mati dan hidup dibutuhkan 7 titik borepile atau lebih kecil sebesar 41,67%.
Sistem Deteksi Sinyal Handphone Di Dalam Kabin Pesawat Berbasis Mikrokontroller Atmega328 Benriwati Maharmi; Rendy Eka Hartandy; Anwar Karnaidi; Nurhasnah Nurhasnah; Silfia Rini
SAINSTEK Vol. 10 No. 2 (2022)
Publisher : Sekolah Tinggi Teknologi Pekanbaru

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35583/js.v10i2.154

Abstract

Teknologi komunikasi seluler beberapa tahun terakhir ini berkembang sangat pesat dengan generasi komunikasi nirkabel masa depan yang lebih cerdas dan tidak tergantikan dalam kehidupan sehari-hari. Dilihat dari ketergantungan pengguna pada smartphone/handphone di berbagai domain seperti komunikasi, e-bisnis, m-learning, dan m-gamming, m-healthcare dan sistem informasi manajemen seluler yang digunakan di segala tempat, tidak terkecuali di dalam pesawat terbang. Berdasarkan peraturan nasional yang diawali dengan UU No. 36 Tahun 1999, UU No. 11 tahun 2008 dan UU No.1 tahun 2009 tentang pelarangan penggunaan telphone genggam (handphone/ smartphone) yang didukung oleh teknologi GSM (Global System for Mobile Communication) dengan frekuensi 900MHz – 2300 MHz akan mengganggu komunikasi penerbangan dengan frekuensi 960 –1215 MHz yang dapat menyebabkan kecelakaan pesawat. Penelitian ini bertujuan merancang dan membuat sistem deteksi sinyal handphone/ smartphone di dalam kabin pesawat berbasis Mikrokontroller Atmega328. Untuk mendeteksi penggunaan frekuensi atau sinyal handphone menggunakan RF detektor terdiri dari rangkaian LC, dan dua Op-Amp pada IC LM358N. LCD 1602 akan menampilkan notifikasi lokasi penggunaan sinyal handphone dan mengaktifkan Piezoelectric Buzzer, untuk memberikan informasi kepada cabin crew bahwa terdeteksi penggunaan sinyal handphone di dalam kabin pesawat. Dari hasil pengujian, sistem yang dibuat dapat mendeteksi penggunaan sinyal handphone (900 MHz-2300 MHz) pada jarak maksimal 20 cm – 24 cm dengan waktu respon rata-rata 1,62 detik – 2,63 detik.
Analisis Nilai Karakteristik Asphalt Concrete-Wearing Course Terhadap Variasi Lama Rendaman Pada Air Gambut Sjelly Haniza; Ulfa Jusi; Riski Majid
SAINSTEK Vol. 10 No. 2 (2022)
Publisher : Sekolah Tinggi Teknologi Pekanbaru

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35583/js.v10i2.158

Abstract

Perkerasan lentur (fleksibel pavement) merupakan jenis lapis perkerasan yang banyak digunakan karena dianggap memiliki banyak kelebihan dibandingkan dengan jenis perkerasan lainnya. Jenis lapis perkerasan yang terletak pada bagian atas permukaan dikenal dengan asphalt concrete wearing course. Kerusakan pada jalan fleksibel pavement selain terjadi akibat beban berlebih dapat juga terjadi akibat tidak berfungsinya drinase, sehingga terjadi genangan dibadan jalan yang cukup lama. Genangan ini bukan saja berasal dari air hujan tetapi dapat pula akibat naiknya muka air tanah. Provinsi Riau merupakan daerah yang memiliki lahan gambut yang cukup luas, sehingga adakalanya struktur perkerasan berada diatas lahan tersebut. Tidak berfungsinya darinase pada jalan yang berada diatas lahan gambut akan menyebabkan genangan dan dikuatirkan akan mempegaruhi kinerja perkerasan aspal, karena air gambut bersifat asam dan memiliki pH 3,7-5,3. Untuk mengetahui sampai sejauh mana pengaruh dari terendamnya struktur perkerasan jalan tersebut maka dilakukan penelitian menggunakan air gambut dengan pH 4,12. Penelitian dilakukan skala laboratorium menggunakan benda uji dari desain Asphalt Concrete Wearing Course (AC-WC) dengan variasi waktu perendaman 30 menit, 720 menit dan 1440 menit. Aspal yang digunakan jenis pen 60/70. Nilai Kadar Aspal Optimum (KAO) yang diperoleh dari penelitian ini 6,2%. Nilai karakteristik setelah direndam dalam air gambut berturut–turut untuk perendaman 30 menit, 720 menit dan 1440 menit terhadap stabilitas 1107 kg, 863 kg dan 696 kg, terhadap flow yaitu 3,22 mm, 4,03 mm dan 4,78 mm, sedangkan untuk VMA,VIM dan VFB nilai yang diperoleh semua memenuhi kriteria yang ditetapkan pada spesifikasi bina marga 2018. Berdasarkan data yang diperoleh dapat dikatakan bahwa Lapis permukaan AC-WC yang tergenang air gambut dengan ph 4,12 harus bebas dari genangan maksimum 12 jam.
Penilaian Tingkat Kerusakan Pesisir Pulau Singkep Sebagai Upaya Mitigasi Kerusakan Pantai Erza Ismi Lariza; Manyuk Fauzi; Muhammad Yusa
SAINSTEK Vol. 10 No. 2 (2022)
Publisher : Sekolah Tinggi Teknologi Pekanbaru

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35583/js.v10i2.159

Abstract

Pulau Singkep merupakan daerah Pulau yang di kelilingi oleh pantai yang menunjukkan pulau singkep termasuk dalam kategori wilayah pesisir pantai. Luas Pulau Singkep 3.615,56 km2 terdiri dari 384,15 km2 daratan dan 3.231,40 km2 lautan . Kawasan pesisir menghadapai berbagai tekanan dan pengembangan dan perubahan. Oleh karena itu pantai selalu mengalami perubahan, diantaranya perubahan lingkungan yang dapat disebabkan akibat aktivitas manusia. Perubahan tersebut berdampak pada perubahan garis pantai. Mengingat kondisi daerah permukiman dan akses transportasi seperti jalan yang ada di pesisir pantai hal ini dianggap cukup penting untuk di lakukan analisa. Salah satu cara yang dapat di lakukan dalam pencegahan timbulnya bencana di kawasan pesisir pantai ialah dengan melakukan penilaian tingkat kerusakan pantai. Salah satu cara yang dapat di lakukan dalam upaya mitigasi bencana di kawasan pesisir pantai ialah dengan melakukan penilaian tingkat kerusakan pantai. Penelitian ini menggunakan Surat Edaran Mentri Pekerjaan Umum No.08/SE/M/2010 tentang Pemberlakuan pedoman penilaian kerusakan pantai dan prioritas penangananya sebagai penilain pembobotan kerusakan pantai di Pulau Singkep. Hasil dari penilaian tingkat kerusakan pantai di Pulau Singkep ialah terdapat 2 buah nilai skala prioritas yaitu B dan D. Kategori prioritas utama terletak di Desa Lanjut, Desa Berindat, Desa Dabo Lama dan Desa Batu Berdaun dengan skala B yang memiliki nilai bobot kerusakan 226- 300.
Identifikasi Risiko Keterlambatan Pada Proyek Pembersihan Lahan Terkontaminasi Limbah Edwar AR; Ari Sandhyavitri; Manyuk Fauzi
SAINSTEK Vol. 10 No. 2 (2022)
Publisher : Sekolah Tinggi Teknologi Pekanbaru

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35583/js.v10i2.160

Abstract

Waktu merupakan salah satu faktor terpenting dalam menjalankan siklus manajemen proyek, salah satu faktor berhasilnya pelaksanaan dalam suatu proyek konstruksi dapat dilihat dari waktu pelakasanaan pekerjaan proyek tersebut. Keterlambatan waktu pelaksanaan pekerjaan dapat berdampak pada pembiayaan yang telah direncanakan, tidak hanya pengeluaran tetapi juga dapat menyebabkan pembengkaan biaya. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi, dan menentukan peringkat faktor risiko dari keterlambatan proyek pembersihan lahan terkontaminasi limbah atau Crude Oil Contaminated Soil (COCS), keterlambatan yang terjadi pada pekerjaan lokasi 5D-47 adalah 156 hari dengan rencana awal 118 hari namun aktual di lapangan 274 hari. Hasil identikasi risiko ini dapat memberikan gambaran kepada tim proyek untuk nantinya dilakukan mitigasi bila terjadi risiko dikemudian hari diproyek yang sama. Untuk mencapai tujuan penelitian ini, peneliti mengundang para pakar dan tim proyek yang terlibat dalam proyek tersebut, dan responden yang mewakili sampel dari penelitian yaitu 3 perusahaan yang terlihabat dalam proyek ini. Hasil identifikasi ada 19 faktor dan risiko yang mempengaruhi waktu pelaksanaan proyek pembersihan lahan terkontaminasi limbah, dan dianalisa dengan metode Relative Importance Index (RII) dapat diketahui tiga pengaruh yang dominan pada peringkat teratas hasil analisis ini adalah ketidakpastian kondisi tanah, jenis, dan kedalaman COCS (RII sebesar 0.89), ketersediaan peralatan konstruksi yang kurang memadai (RII sebesar 0.88), rendahnya produktivitas pekerjaan (RII sebesar 0.85).
Estimasi Perbandingan Pekerjaan Dinding Panel GRC Dan Bata Ringan Untuk Partisi Ruangan Fahmy Hermawan; Wahyu Sejati; Muhammad Zaki; Ardilla Jefri Karista
SAINSTEK Vol. 10 No. 2 (2022)
Publisher : Sekolah Tinggi Teknologi Pekanbaru

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35583/js.v10i2.161

Abstract

Bangunan sederhana memiliki kinerja struktur yang optimal jika terjadi gempa apabila berat bangunan yang ringan, dirancang dengan memenuhi kriteria desain seismic yang tepat dan tingkat kinerja bangunan yang optimal. Untuk mengurangi berat bangunan dapat dilakukan dengan memilih material konstruksi ringan namun memiliki usia pakai yang panjang serta mudah perawatan. Berat bangunan terdiri dari berat struktur dan berat material finsihing. Berat struktur diperoleh melalui analisa struktur yang efektif sedangkan berat material finishing diperoleh dengan memilih material yang ringan. Berat material finishing yang terbesar salah satunya berasal dari dinding. Mengganti dinding bata menjadi dinding partisi adalah salah satu solusi untuk mengurangi berat bangunan, manfaat lainnya adalah pengurangan biaya finsihing dan mempercepat waktu pelaksanaan serta meningkatkan kinerja bangunan karena daktilitas lebih tinggi. Estimasi pekerjaan dinding panel GRC (Glass Reinforced Concrete) akan menunjukan biaya yang lebih murah jika dibandingkan dengan estimasi pekerjaan dinding bata ringan pada partisi ruang yang implikasinya akan memberikan banyak manfaat dan keuntungan bagi pemilik rumah di daerah rawan gempa.
Analisa Kebutuhan Air Bersih Berdasarkan Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Kota Pekanbaru Tahun 2038 Aswal Fitra Yadi; Imam Suprayogi; Manyuk Fauzi; Bochari Bochari
SAINSTEK Vol. 10 No. 2 (2022)
Publisher : Sekolah Tinggi Teknologi Pekanbaru

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35583/js.v10i2.162

Abstract

Air bersih yang tidak mengandung unsur kimia yang membahayakan dan mengganggu fungsi tubuh manusia sangat diperlukan. Seiring dengan bertambahnya penduduk, kebutuhan air bertambah, ini berarti bertambah pula masyarakat yang membutuhkan air bersih untuk keperluan sehari-hari. Merujuk kepada Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) kota Pekanbaru tahun 2038 maka perlu memproyeksikan kebutuhan air bersih untuk penduduk kota Pekanbaru. Kebutuhan air domestik adalah kebutuhan air yang digunakan untuk keperluan rumah tangga yaitu untuk keperluan minum, masak, mandi, mencuci pakaian serta keperluan lainnya. Adapun kebutuhan air domestik meliputi kebutuhan air untuk penduduk, pertanian,peternakan,dan perikanan. Sedangkan kebutuhan air Non domestik adalah kebutuhan air rata-rata untuk sarana dan prasarana. Kebutuhan Total Untuk Air Bersih Kebutuhan air total adalah total kebutuhan air baik domestik, non domestik ditambah kehilangan air. Dari analisis tiga metode proyeksi penduduk didapat proyeksi penduduk pada tahun 2038 dengan rata-rata ketiga metode tersebet sebanyak 1.510.235 Jiwa. Kebutuhan air domestik sebesar 2.293,37 L/dt, Kebutuhan air Non Domestik 3.835,32 L/dt, Kehilangan air 1.225,74 L/dt. Total Kebutuhan Air untuk Kota Pekanbaru pada tahun 2038 adalah 7.354,43 L/dt.
Analisis Daya Dukung Fondasi Sumuran Dengan Variasi Bentuk Dan Kedalaman Pada Tanah Lunak Epi Mili Yanti; Ferry Fatnanta; Muhammad Yusa
SAINSTEK Vol. 10 No. 2 (2022)
Publisher : Sekolah Tinggi Teknologi Pekanbaru

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35583/js.v10i2.163

Abstract

Tanah lunak pada umumnya mempunyai kekuatan geser lebih rendah dari tanah berbutir kasar. Apabila tanah lunak digunakan sebagai pendukung fondasi dan bangunan sangat tidak menguntungkan, karena akan banyak kerugian yang ditimbulkan. Meskipun kerusakan yang diakibatkan tidak bersifat mendadak dan langsung namun kerugian secara materi yang diakibatkan akan cukup besar, oleh karena itu perlu di rencanakan fondasi apa yang sesuai dengan kondisi tanah lunak yang ada di Riau. Fondasi sumuran adalah salah satu alternatif yang layak dicoba digunakan pada tanah lunak. Perilaku daya dukung fondasi sumuran dengan variasi bentuk dan kedalaman fondasi memiliki kesamaan perilaku yaitu pada akhir kurva masih menunjukkan bahwa pada akhir penurunan masih terjadi peningkatan beban. Perbedaan daya dukung ini dikarenakan perbedaan bentuk fondasi, sekalipun dengan panjang dan diameter yang sama fondasi memiliki daya dukung yang berbeda. Adanya perbedaan bentuk pada fondasi sumuran tersebut membuat adanya perbedaan daya dukung antara fondasi bentuk lingkaran dan fondasi bujur sangkar. Untuk ukuran fondasi panjang 30 cm perbedaannya 4,55%, untuk ukuran fondasi panjang 45 cm perbedaanya 13,43%, untuk ukuran fondasi panjang 60 cm perbedaanya 34,41%. Fondasi sumuran bentuk lingkaran dengan panjang 60 cm memiliki daya dukung terbesar yaitu 45,7 N, dan yang terkecil fondasi sumuran bentuk bujur sangkar yaitu 33 N. Panjang fondasi menjadi penyebab kemampuan fondasi sumuran menahan beban lebih besar daripada fondasi yang lebih pendek lainnya. Berdasarkan hitungan secara teoritis dengan metode Cooke dan Whitaker (1966) memiliki hasil lebih besar dari pada hasil pengujian di laboratorium menggunakan metode Terzaghi & Peck (1967) . Hal ini dikarenakan data-data parameter tanah seperti kohesi, sudut geser, dan berat volume dilapangan tidak homogen sedangkan dalam perhitungan teoritis data-data tersebut diasumsikan homogen untuk rentang luas dan kedalaman tertentu. Adapun persentase selisih kapasitas daya dukung fondasi antara lain ,untuk ukuran fondasi lingkaran panjang 30 cm perbedaannya 56,52%, untuk ukuran fondasi panjang 45 cm perbedaanya 64,87%, untuk ukuran fondasi panjang 60 cm perbedaanya 67,16%. untuk ukuran fondasi bujur sangkar panjang 30 cm perbedaannya 68,30%, untuk ukuran fondasi panjang 45 cm perbedaanya 76,44%, untuk ukuran fondasi panjang 60 cm perbedaanya 81,15%.
Evaluasi Strategi Pemilihan Prioritas Proyek Konstruksi Dalam Era Pandemic Covid-19 Dengan Metode Topsis Pada Kabupaten Padang Lawas Irvan A; Ari Sandhyavitri; Muhammad Ikhsan
SAINSTEK Vol. 10 No. 2 (2022)
Publisher : Sekolah Tinggi Teknologi Pekanbaru

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35583/js.v10i2.165

Abstract

Pada akhir tahun 2019 Pemerintah Kabupaten Padang Lawas telah menyusun rencana pembangunan khususnya dibidang konstruksi yang akan dilaksanakan pada tahun 2020, tapi pada bulan Februari tahun 2020 Indonesia pada umumnya terkena dampak pandemic Covid-19 dan pemerintah melalui kebijakannya melakukan pemangkasan keuangan sebesar 50%, hal itu berdampak pada Kabupaten Padang Lawas khususnya dibidang Konstruksi. Oleh karena itu diperlukan suatu metode sistem pengambilan keputusan dalam permasalahan ini dengan tujuan pembangunan di daerah tetap berlangsung, salah satu metode yang digunakan ialah TOPSIS. Metode ini digunakan dengan cara merangking kegiatan konstruksi yang akan dilaksanakan. Pada penelitian ini didapat 4 kriteria dengan masing-masing bobot yaitu Faktor Teknis 38%, Faktor Ekonomi 21%, Faktor Lingkungan 9% dan Faktor Budaya 32% selain itu terdapat 17 alternatif pekerjaan konstruksi.
Perbandingan Kalibrasi Model 1D HEC-RAS Kali Kumpa dengan Data Pengukuran Ikhsantoro T Rusmaldi; Dina P.A Hidayat
SAINSTEK Vol. 10 No. 2 (2022)
Publisher : Sekolah Tinggi Teknologi Pekanbaru

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35583/js.v10i2.166

Abstract

Kali Kumpa adalah aliran sungai yang melintasi antara daerah Pakansari dengan Kawasan pemerintahan daerah (Pemda) Kabupaten Bogor, Kecamatan Cibinong. Kali Kumpa merupakan anak sungai dari Ciliwung. Sub DAS Cikumpa. Pada penelitian ini, Kali Kumpa menjadi salah satu penelitian yang dimana pengambilan data dengan metode survey lapangan atau pengukuran langsung dilapangan. Pada saat survey lapangan didapat panjang aliran Kali Kumpa sepanjang 5 km yang akan dibagi menjadi 25 titik per 200 m untuk mendapatkan data penampang yang dibutuhkan guna penelitian lebih lanjut. Penelitian ini dilakukan untuk membandingkan antara hasil survey lapangan dengan model HEC-RAS debit kalibrasi. Pada perhitungan debit kalibrasi didapat hasil debit Qkalibrasi sebesar 0,65 m3/s. Hasil survey lapangan didapat rata-rata tinggi muka air sebesar 0,51 m dan rata-rata kecepatan aliran 1,1 m/detik. Adapun hasil dari pemodelan debit kalibrasi menggunakan program HEC-RAS didapat rata-rata tinggi muka air sebesar 0,59 m, dari hasil 2 penelitian tersebut dapat disimpulkan rata-rata tinggi muka air perbedaannya sebesar 0,11 m serta dapat disimpulkan bahwa pemodelan model HEC-RAS debit kalibrasi dengan hasil survey lapangan mendekati persamaan antara kedua penelitian tersebut.