cover
Contact Name
Randhi Saily
Contact Email
sainstek.sttp@gmail.com
Phone
+628117070692
Journal Mail Official
jurnalsainstek@sttp-yds.ac.id
Editorial Address
Jl. Dirgantara No.4, Kecamatan Marpoyan Damai, Kota Pekanbaru, Provinsi Riau
Location
Kota pekanbaru,
Riau
INDONESIA
SAINSTEK
ISSN : 23376910     EISSN : 24601039     DOI : https://doi.org/10.35583/js
Sainstek e-Journal memiliki bidang keahlian yang terdiri dari : Teknik Sipil seperti teknik Struktur, Manajemen Konstruksi, Geoteknik, Sumber Daya Air, dan Transportasi. Teknik Elektro dan Teknik Mesin seperti Material Teknik Elektro, Pembangkitan Tenaga Listrik, Transmisi dan Distribusi, Elektronika Tenaga, Kualitas Daya, Ekonomi Daya, Energi Terbarukan, Kompatibilitas Elektromagnetik, Teknologi Isolasi Tegangan Tinggi, Perangkat Tegangan Tinggi, Pendeteksi Petir dan Proteksi, Analisis Sistem Tenaga, SCADA, Pengukuran Kelistrikan.
Articles 256 Documents
Tingkat Keaktifan Belajar Siswa Menggunakan Metode Multi Attribute Utility Theory (MAUT) Ilham Chairuddin
SAINSTEK Vol. 10 No. 2 (2022)
Publisher : Sekolah Tinggi Teknologi Pekanbaru

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35583/js.v10i2.168

Abstract

Untuk menentukan tingkat keaktifan belajar siswa sangat dibutuhkan dalam meningkatkan kualitas pendidikan. Tingkat keaktifan belajar siswa dipengaruhi oleh mendengarkan, berdiskusi, kesiapan belajar, tanya jawab, keberanian mengemukakan pendapat dan menyelessaikan tugas dengan baik. Metoda yang digunakan untuk menentukan tingkat keaktifan siswa dalam penelitian ini adalah Multi attribute Utility Theory. Hasil yang didapatkan adalah dapat mengcluster siswa dalam melakukan akademik dengan baik. Sehingga metoda ini sangat membantu dalam menentukan tingkat keaktifan belajar.
Studi Eksperimental Recycled Concrete Aggregate pada Self Compacting Concrete Shanti Wahyuni Megasari; Gusneli Yanti; Zainuri Zainuri
SAINSTEK Vol. 11 No. 1 (2023)
Publisher : Sekolah Tinggi Teknologi Pekanbaru

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35583/js.v11i1.167

Abstract

Self compacting concrete (SCC) merupakan beton dengan fluiditas yang tinggi, memiliki kemampuan unuk mengalir serta mengisi celah-celah di dalam cetakan sehingga tidak perlu dilakukan proses pemadatan. Recycled concrete aggregate merupakan agregat kasar yang diperoleh dengan memanfaatkan limbah beton yang dipecahkan untuk dijadikan sebagai pengganti material agregat kasar. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui nilai kuat tekan pada self compacting concrete dengan memvariasikan nilai faktor air semen (fas) yakni 0,40; 0,45; 0,50; 0,55 dan 0,60. Metode pelaksanaan adalah studi eksperimental di laboratorium dengan menggunakan perbandingan antara recycled concrete aggregate (RCA) dengan normal concrete aggregate (NCA) sebesar 50% : 50% terhadap berat agregat kasar. Bahan tambah berupa MasterGlenium ACE 8595 sebanyak 1,2% dari berat semen. Benda uji berbentuk silinder dengan tinggi 300 mm dan diameter 150 mm. Dari hasil pengujian didapat nilai kuat tekan rata-rata tertinggi pada fas 0,40 dengan slump-flow 650 mm yaitu sebesar 33,272 MPa dan nilai kuat tekan rata – rata terendah pada fas 0,60 dengan slump-flow 760 mm yaitu sebesar 24,130 MPa. Dari hasil analisis hubungan (r) antara fas dengan slump-flow diperoleh sebesar +0,9779, antara fas dengan slump-flow time T-50 atau viscocity diperoleh sebesar -0,9967 dan antara fas dengan kuat tekan SCC diperoleh sebesar -0,9817. Hasil menunjukkan bahwa terjadinya hubungan berbanding lurus yang sangat kuat antara variasi fas dengan slump-flow SCC serta terjadi hubungan berbanding terbalik yang sangat kuat antara variasi fas dengan kuat tekan dan slump-flow time T-50 SCC. Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa variasi fas sangat berpengaruh terhadap nilai kuat tekan, slump-flow dan slump-flow time T-50 pada self compacting concrete.
Pemanfaatan Limbah Abu Cangkang Kelapa Sawit Terhadap Campuran Mortar Busa 800 Kpa Ade Putra; Sri Agustin; Lisa Trisnawati
SAINSTEK Vol. 11 No. 1 (2023)
Publisher : Sekolah Tinggi Teknologi Pekanbaru

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35583/js.v11i1.176

Abstract

Mortar busa merupakan optimalisasi penggunaan busa (foam) dengan mortar (pasir, semen dan air) yang dikembangkan oleh Pusjatan, pengaruh cangkang sawit sebagai bahan tambahan dalam campuran mortar busa yang mempengaruhi kuat tekan dan berat jenis mortar .Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh penambahan cangkang sawit sebagai pengganti sebagian semen terhadap kuat tekan mortar busa dengan campuran 5%, 10%, dan 15%. Penelitian ini dilakukan dengan metode eksperimen menggunakan alat Uji Kuat Tekan Bebas (UCS), yaitu penelitian yang bertujuan untuk membandingkan kuat tekan dan volume mortar busa dengan hasil job mix dengan mortar busa tambahan abu cangkang kelapa sawit sebagai pengganti sebagian semen, untuk mengetahui campuran yang tepat dan untuk mendapatkan kuat tekan optimum. Berdasarkan hasil penelitian penggunaan variasi abu cangkang kelapa sawit menghasilkan mortar busa dengan karakteristik yang berbeda terhadap berat isi adukan mortar busa, kuat tekan dan pemeriksaan flow Penggunaan berbagai variasi abu cangkang sawit sebagai pengganti sebagian semen memberikan pengaruh kuat tekan tertinggi mortar busa yaitu pada persentase 15% dengan umur 21 hari sebesar 8,6 kg/cm2. Semakin tinggi variasi persentase abu cangkang sawit ditambahkan maka semakin tinggi pula berat isi adukan mortar busa. Variasi persentase abu cangkang sawit juga berpengaruh terhadap daya alir dan kuat tekan mortar busa.
Pembangkitan Data Debit Daerah Aliran Sungai Batang Arau Menggunakan Metode Thomas Fiering (Studi Kasus : Pos Duga Air Batang Arau) Bunga Rabby Zalfi; Bambang Sujatmoko; Manyuk Fauzi
SAINSTEK Vol. 11 No. 1 (2023)
Publisher : Sekolah Tinggi Teknologi Pekanbaru

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35583/js.v11i1.180

Abstract

Ketersediaan data debit sungai yang panjang diatas 10 tahun masih merupakan masalah yang sulit dan kompleks bagi negara seperti Indonesia. Data debit aliran sungai merupakan informasi yang penting bagi perencanaan, pengelolaan dan pengembangan sumber daya air. Data debit air sungai memerlukan deret yang panjang untuk keperluan perencanaan dan pengelolaan sumber daya air. Salah satu metode yang digunakan dalam pembangkitan data adalah metode Thomas-Fiering. Metode Thomas-Fiering adalah metode yang digunakan untuk mengetahui atau meramalkan ketersediaan air pada tahun-tahun mendatang. Output dari pehitungan dengan metode ini ialah menghasilkan debit sintetis. Hasil perhitungan dari uji korelasi terhadap skema I-VI data observasi dengan data bangkitan menunjukkan bahwa hasil korelasinya sedang, untuk skema VII hasil korelasinya kuat. Hasil dari uji koefisien Nash untuk semua skema masih kurang memuaskan. Hasil perhitungan untuk nilai t hitung menunjukkan nilai yang lebih kecil dari nilai t tabel. Hal ini membuktikan bahwa H0 dapat diterima, yaitu tidak cukup bukti untuk menyatakan adanya perbedaan antara data observasi dengan data bangkitan. Secara statistik tidak ada perbedaan antara data observasi (asli) dengan data bangkitan oleh karena itu metode Thomas Fiering untuk data debit DAS Batang Arau ini dapat digunakan.
Analisis Neraca Air Wilayah Sungai Siak Verawati; Manyuk Fauzi; Imam Suprayogi
SAINSTEK Vol. 11 No. 1 (2023)
Publisher : Sekolah Tinggi Teknologi Pekanbaru

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35583/js.v11i1.181

Abstract

Wilayah Sungai Siak merupakan salah satu wilayah strategis nasional yang memiliki potensi ketersediaan air yang besar sekaligus dimanfaatkan untuk pemenuhan air kebutuhan pokok dan kebutuhan air lainnya. Pemanfaatan air di Wilayah Sungai Siak ini dibutuhkan untuk irigasi rawa, air minum, industri dan perkebunan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kondisi kesetimbangan air (water balance) di Wilayah Sungai Siak dari berbagai kebutuhan pengguna air sesuai dengan karakter dan prioritas masing-masing pengguna serta untuk mengetahui potensi air baik yang belum dan telah dimanfaatkan agar dapat dikelola dengan tepat dan berkelanjutan. Jenis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data sekunder yang meliputi data curah hujan, ketinggian muka air sungai, data rekomendasi teknik pengguna air dari BWSS III serta luas catchment area daerah tangkapan sungai yang diperoleh dari aplikasi ArcGIS. Metode yang digunakan dalam penelitian ini metode kuantitatif serta deskriptif analitis dengan analisa alokasi air berdasarkan neraca air dan penentuan urutan prioritas kebutuhan pemanfaat air. Hasil dari analisis neraca air pada penelitian ini diperoleh bahwa berdasarkan nilai Q80 terdapat 3 dari 69 Node yang terbagi atas 4 pengguna manfaat air yang mengalami defisit air pada saat tahun kering.
Pengaruh Kadar Air Terhadap Modulus Elastisitas Beton Menggunakan Uji Ultrasonik Neri Puspita Sari; Desi Yasri
SAINSTEK Vol. 11 No. 1 (2023)
Publisher : Sekolah Tinggi Teknologi Pekanbaru

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35583/js.v11i1.183

Abstract

The study was conducted to determine the effect of increasing the water content of 2.5%, 5%, 7.5% and 10% of the effect of adding water-cement ratio to the modulus of elasticity of concrete with the Ultrasonic Pulse Velocity/ UPV test. This research was carried out using fine aggregate type 1 sand from Cimalaka, maximum diameter of coarse aggregate 20 mm from Cimahi and Portland cement Type 1. Each test uses two samples. The results of the analysis show that the addition of water will reduce the value of the modulus of elasticity.
Analisis Jaringan Distribusi Air Bersih Menggunakan Software Epanet 2.0 Muhammad Rivai; M. Gasali; Jusatria Jusatria
SAINSTEK Vol. 11 No. 1 (2023)
Publisher : Sekolah Tinggi Teknologi Pekanbaru

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35583/js.v11i1.184

Abstract

Air bersih merupakan salah satu kebutuhan wajib dan sangat penting bagi kehidupan semua makhluk hidup terutama manusia, manusia menggunakan air untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari seperti mencuci, mandi serta untuk kebutuhan lainya, sehingga ketersedian air bersih sangat mempengaruhi bagi kehidupan manusia. Tujuan dari penelitian tugas akhir ini adalah untuk mengetahui kebutuhan air bersih harian di Desa Simpang Tiga tahun 2022-2031, serta menganalisis sistem jaringan pipa yang ada dengan menggunakan software epanet 2.0. Hasil dari penelitian tugas akhir ini adalah jaringan pipa distribusi air eksisting di Desa Simpang Tiga dikatakan belum optimal dikarenakan faktor tekanan dan kecepatan air didalam pipa yang rendah, serta kebutuhan debit air yang lebih besar dibandingkan suplai yang tersedia, dari hasil penelitian, diketahui total kebutuhan air 3,135 l/detik, kebutuhan harian maksimum 1,90 l/detik, kebutahan domestik 1,30, kebutuhan air non domestik 0,0802 l/detik serta kehilangan air 0,275 l/detik di Desa Simpang Tiga Kecamatan Enok. Hasil dari output epanet 2.0 sebanyak 18 pipa yang nilai kecepatan aliran aiar pada pipa tidak memenuhi standard sebesar 0,3-4,5 m/detik, serta untuk tekanan air dalam pipa sebanyak 8 pipa tekanan airnya tidak sesuai kriteria 1-8 atm.
Analisis Stabilitas Pada Teknologi Mortar Busa Dalam Perencanaan Flyover Sp.SKA Kota Pekanbaru Ropiska Alfareza; Syawal Satibi; Muhamad Yusa
SAINSTEK Vol. 11 No. 1 (2023)
Publisher : Sekolah Tinggi Teknologi Pekanbaru

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35583/js.v11i1.186

Abstract

Hoarding on soft soil has been done in several ways so that a structure can be built properly, one of which is using light material as a pile on soft soil. Stability analysis will be carried out on the embankment using foam mortar at Flyover SP.SKA. Modeling is done using the finite element method in the plaxis 16 program, this study uses Mohr – Coulomb for selected embankments, while the Linier Elastic model is for light embankments. In the analysis in the oprit Flyover SP.SKA model of foam mortar heap, the Safety Faktor value (SF) is 7,795 for a 30 day waiting time , while in conventional heaps the Safety Faktor value (SF) is 3,910 a 30 day waiting time.
Analisis Tingkat Kerentanan Wilayah Pesisir Di Pulau Mendol T. Riana Maharlika; Muhammad Yusa
SAINSTEK Vol. 11 No. 1 (2023)
Publisher : Sekolah Tinggi Teknologi Pekanbaru

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35583/js.v11i1.188

Abstract

Pesisir Pulau Mendol merupakan wilayah yang dinamis karena langsung berhadapan dengan selat malaka. Kondisi dinamis tersebut dapat mempengaruhi kerentanan pesisir. Kerentanan Pulau Mendol terhadap perubahan kenaikan muka air laut disebabkan karena beberapa faktor fisik di laut dan di darat. Upaya mencegah dampak yang ditimbulkan akibat bencana di kawasan pesisir dapat dilakukan dengan melakukan analisis kerentanan wilayah pesisir. Analisis penentuan kerentanan wilayah pesisir dapat dilakukan dengan penilaian terhadap kondisi fisik daerah pesisir. Penilaian tingkat kerentanan pesisir pada penelitian ini menggunakan metode CVI (Coastal Vulnerability Index). CVI adalah metode ranking relatif berbasis skala indeks dari parameter fisik seperti: perubahan garis pantai, lebar sabuk hijau, penggunaan lahan, panjang kerusakan dan lebar pantai, jarak pasang surut, kenaikan muka air laut, dan tinggi gelombang. Hasil yang diperoleh dari metode CVI menunjukkan bahwa tingkat kerentanan Pulau Mendol tergolong pada kategori kerentanan sedang. Daerah yang berada pada kategori ini berada di Segmen 1 dengan nilai CVI yang berada di kisaran 25-50. Sedangkan pada Segmen 2, Segmen 3, Segmen 4 memiliki nilai CVI 0-25. Nilai tersebut menunjukkan bahwa Segmen 2, Segmen 3, Segmen 4 memiliki tingkat kerentanan pada kategori rentan. Sedangkan pada Segmen 5 memiliki nilai CVI 50-75. Kenaikan muka air laut tertinggi yaitu di Segmen 3, Segmen 4, Segmen 5 sebesar 0,19 m dan kenaikan muka air laut terendah yaitu di Segmen 2 sebesar 0,17 m. Nilai tersebut menunjukkan bahwa Segmen 3, Segmen 4, Segmen 5 memiliki tingkat kerentanan pada kategori yang tinggi. Perolehan nilai CVI tersebut menunjukkan bahwa hampir keseluruhan wilayah Pulau Mendol memiliki nilai CVI yang berbeda-beda sehingga berada pada tingkat kerentanan kategori rentan terhadap perubahan kenaikan muka air laut di wilayah pesisir.
Analisa Kapasitas Aliran Dan Tekanan Pompa Sentrifugal Rangkaian Paralel Dengan Suction Head Positif Nazaruddin; Mahmud Akhyar; Siswo Pranoto
SAINSTEK Vol. 11 No. 1 (2023)
Publisher : Sekolah Tinggi Teknologi Pekanbaru

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35583/js.v11i1.189

Abstract

Karakteristik dan prestasi pompa sangat diperlukan dalam memindahkan fluida cair dengan debit, head dan tekanan tertentu. Proses tersebut tercapai dengan cara menaikkan energi pada fluida sehingga fluida dapat mengatasi hambatan hidrolis dan ketinggian. Dalam hal perpompaan, apabila hanya tersedia beberapa pompa dengan kapasitas kecil padahal fluida yang akan dipindahkan jumlahnya banyak maka diperlukan sebuah konfigurasi dari pompa – pompa kecil tersebut untuk dapat memenuhi kebutuhan yang diminta. Untuk menghasilkan kapasitas yang lebih besar, pompa dapat dirangkai sesuai kebutuhan.diperlukan sebuah rangkaian pompa paralel. Pengujian pompa harus pada kondisi yang mendekati kondisi sebenarnya dilapangan untuk memperoleh hasil yang maksimal. Rangkaian pompa akan diuji pada suatu instalasi sederhana untuk menganalisa kapasitas aliran dan tekanan dua buah pompa sentrifugal yang dirangkai secara paralel dengan sisi isap positif. Pompa diuji secara individual kemudian dilanjutkan dengan menguji kedua pompa secara paralel. Untuk variasi tekanan dan kapasitas, dilakukan throttling pada discharge header. Selanjutnya hasil yang didapatkan akan dianalisa dan dibuat grafik untuk masing – masing pengujian. Pada hasil pengujian rangkaian paralel, kapasitas total yang didapat bukan merupakan hasil penjumlahan kapasitas 2 pompa tetapi lebih kecil. Demikian juga untuk tekanan total yang didapat tidak sama dengan pompa tunggal, melainkan lebih besar. Salah satu kemungkinan penyebabnya adalah tingginya head gesekan dari sistem pemipaan. Hal ini berdasarkan dari teori bahwa semakin tinggi head gesekan maka tekanan akan semakin besar dan kapasitas akan berkurang Kata Kunci : Kapasitas, Tekanan,Pompa,Rangkaian paralel.