cover
Contact Name
Surnayanti
Contact Email
surnayanti@fp.unila.ac.id
Phone
+6281377586346
Journal Mail Official
repong.damar@fp.unila.ac.id
Editorial Address
Jl. Prof. Dr. Ir. Sumantri Brojonegoro No.1, Gedong Meneng, Kec. Rajabasa, Kota Bandar Lampung, Lampung 35141
Location
Kota bandar lampung,
Lampung
INDONESIA
Repong Damar: Jurnal Pengabdian Kehutanan dan Lingkungan
Published by Universitas Lampung
ISSN : 2830585X     EISSN : 28304349     DOI : http://dx.doi.org/10.23960/rdj.v1i1
Core Subject : Agriculture, Social,
RDJ particularly focuses on the community services that cover all aspects of forestry and environmental sciences
Articles 8 Documents
Search results for , issue "Vol 3, No 1 (2024): June" : 8 Documents clear
Bimbingan Teknis Penyadapan Nira Nipah (Nyfa fruticans Wurmb) Sebagai Sumber Pemanis Baru Masyarakat Desa Tabunganen Kecil Rosidah Radam; Rina Kanti
Repong Damar: Jurnal Pengabdian Kehutanan dan Lingkungan Vol 3, No 1 (2024): June
Publisher : Magister of Forestry,Department of Forestry, Faculty of Agriculture, University of Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/rdj.v3i1.8942

Abstract

Tumbuhan nipah yang tumbuh disekitar rumah masyarakat sama sekali belum dimanfaatkan secara maksimal, selama ini masyarakat hanya memanfaatkan buah nipah yang muda untuk sayur dan lidi daun nipah untuk sapu. Hal ini disebabkan karena kurangnya pengetahuan dan keterampilan masyarakat sebagai usaha keluarga. Tujuan dari kegiatan Pengabdian ini adalah menumbuhkembangkan   semangat masyarakat yang terampil dalam memanfaatkan tumbuhan nipah secara maksimal untuk menambah penghasilan keluarga. Kegiatan Pengabdian dilakukan dengan penyuluhan dan bimbingan teknis. Penyuluhan dilakukan dengan penyampaian materi tentang manfaat tumbuhan nipah sebagai sumber pangan, dan bimbingan teknis penyadapan nira nipah agar menghasilkan produksi nira yang maksimal. pembimbingan penyadapan nira langsung di areal tumbuhan nipah yang meliputi teknik penggoyangan tandan buah pada prasadap, sudut pemotongan tandan  dan perlakuan terhadap hasil produksi nira yang diperoleh. Kegiatan tersebut dihadiri oleh sebanyak 35 orang masyarakat,  bapak ketua RT 03  dan  beberapa tokoh masyarakat  lainnya. Masyarakat sangat antusias sekali dengan kegiatan penyuluhan dan pembimbingan tersebut. Pada saat pemantauan yang dilakukan, ada beberapa masyarakat yang sudah berhasil menyadap nira nipah dan bahkan sudah mengolahnya dalam bentuk gula cair dan gula padat. Tim berharap setelah penyuluhan ini, masyarakat  desa Tabunganen Kecil dapat memanfaatkan tumbuhan nipah  semaksimal mungkin sebagai sumber pemanis untuk memenuhi kebutuhan sumber pemanis dan sekaligus dapat menambah penghasilan keluarga.
Pemetaan Profil Desa Dengan Pendekatan Partisipatif Masyarakat di Kabupaten Aceh Barat Ali Muhammad Muslih; Ashabul Anhar; Akhmad Baihaqi; Anna Farida; Ulfa Hansri Ar Rasyid; lola adres yanti; Astri Winda Siregar; Maryam Jamilah; Durrah Hayati; Ida Rosita
Repong Damar: Jurnal Pengabdian Kehutanan dan Lingkungan Vol 3, No 1 (2024): June
Publisher : Magister of Forestry,Department of Forestry, Faculty of Agriculture, University of Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/rdj.v3i1.9040

Abstract

Pemetaan desa merupakan langkah sistematis dan terstruktur dalam mengumpulkan, mengolah, dan menyajikan informasi suatu wilayah desa. Pendekatan pemetaan desa yang melibatkan partisipasi masyarakat setempat merupakan sebuah metode pengumpulan data dan informasi. Keterlibatan aktif dari warga desa dalam proses pemetaan maka data dan informasi yang diperoleh menjadi lebih akurat dan sesuai dengan kondisi sebenarnya di lapangan. Pelaksanaan kegiatan pemetaan desa dilakukan di Desa Keub, Kecamatan Arongan Lambalek, Kabupaten Aceh Barat, Provinsi Aceh dengan melibatkan aparat dan perwakilan masyarakat desa. Peta yang dihasilkan berupa peta desa yang memiliki batas acuan yang valid bersumber dari Lembaga Badan Informasi Geospasial (BIG). Status Desa Keub dikategorikan menjadi desa definitif dengan luas area desa adalah 654,11 Ha. Adapun sarana prasarana yang digambarkan antara lain adalah gapura desa, kantor balai desa, koperasi, lapangan bola, masjid, musholla, pasar, pemakaman, puskesmas, sekolah dasar, sekolah menengah pertama, taman kanak-kanak dan tower signal. Peta profil desa diserahkan kepada pihak desa untuk diletakkan di kantor balai desa sebagai salah satu unsur pendukung desa dalam perencanaan pembangunan desa.
Pengolahan Kreatif Nanas Pasca Panen Sebagai Upaya Peningkatan Ekonomi Masyarakat di Desa Jelapat 2 Kabupaten Barito Kuala Asysyifa Asysyifa; Hafizianor Hafizianor; Farida Isnaeni; Adnan Agetaduari Amin
Repong Damar: Jurnal Pengabdian Kehutanan dan Lingkungan Vol 3, No 1 (2024): June
Publisher : Magister of Forestry,Department of Forestry, Faculty of Agriculture, University of Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/rdj.v3i1.7923

Abstract

Budidaya nanas di daerah Kecamatan Mekarsari, khususnya Desa Jelapat 2 sudah terkenal cukup berhasil dan sukses. Nanas yang dibudidayak adalah jenis nanas Tamban yang memang menjadi salah satu jenis  hortikultura unggulan Kabupaten Barito Kuala. Selain dijual dalam bentuk nanas utuh, masyarakat juga mnejual beberapa jenis olahan nanas seperti yang dilakukan oleh Kelompok Wanita Tani (KWT) Karya Bunda Bersama. Namun kurangnya pengetahuan dan keterampilan ibu-ibu dalam membuat olahan nanas yang sederhana, cepat saji dan bernilai ekonimis, serta kurangnya pengetahuan tentang penggunaan media sosial untuk memasarkan produk menjadi sebuah persoalan. Oleh karena itu, pada kesempatan kali ini, KWT Karya Bunda ditawarkan solusi dengan mengadakan penyuluhan dan membagikan informasi tentang strategi pemasaran produk olahan merekan dengan memanfaatkan media sosial. Anggota KWT sangat antusias mengikuti kegiatan ini dari awal sampai akhir. Mereka juga mendapatkan pengetahuan dan mampu mempraktikan membuat olahan yang didemonstrasikan seperti bolu dan setup nanas. KWT Karya Bunda Bersama juga diberikan beberapa akun media sosial seperti facebook, instagram dan shopee untuk mereka kelola dengan harapan mampu membantu memperluas jangkauan pemasaran dan produk olahan mereka dapat dikenal oleh banyak orang.
Pelatihan Pengembangan Interpretasi Ekowisata di Suoh Lampung Barat Rahmat Safe'i; Gunardi Djoko Winarno; Irwan Sukri Banuwa; Hari Kaskoyo; Samsul Bakri; Indra Gumay Febryano; Elza Wahyuni; Yudi Safril Ariza
Repong Damar: Jurnal Pengabdian Kehutanan dan Lingkungan Vol 3, No 1 (2024): June
Publisher : Magister of Forestry,Department of Forestry, Faculty of Agriculture, University of Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/rdj.v3i1.8998

Abstract

Pentingnya smart ekowisata ini adalah penunjang kegiatan interpreter (pemandu)  ekowisata dalam mendeskripsikan obyek wisata sebagai obyek wisata utama kepada wisatawan di Ekowisata Suoh.  Permasalahannya adalah belum tersedianya pemandu wisata yang cukup ketika wisatawan membutuhkannya. Selama ini informasi disajikan dalam bentuk papan informasi.  Tujuan pengabdian ini adalah memberikan edukasi kepada wisatawan dan membantu kegiatan interpretasi obyek wisata sehingga pengunjung akan mendapatkan ilmu pengetahuan, kepuasan dan kesenangan sehingga mereka diharapkan akan datang kembali ke Ekowisata Suoh.  Inovasi ini akan menjadi teladan bagi seluruh kegiatan ekowisata di Indonesia yang tentunya membutuhkan kegiatan interpretasi sebagai sarana pendidikan kepada pengunjung melalui kegiatan pelatihan kepada kelompok sadar wisata Suoh.  Hasil pengabdian menunjukkan bahwa pada awalnya masyarakat masih belum mengenal interpretasi ekowisata dan kegiatannya.  Mereka masih belum menyadari adanya peran perguruan tinggi yang dapat membantu mengembangkan kegiatan interpretasi melalui penyuluhan ini.  Setelah dilakukan penyuluhan mereka semakin mengerti pentingnya interpretasi dan menyadari pentingnya peran perguruan tinggi dalam membantu meningkatkan kepuasan wisatawan melalui informasi yang eduktif demi menjaga kelestarian sumberdaya ekowisata sekaligus pemanfaatannya untuk memberikan kontribusi yang baik bagi kehidupan mereka.
Pengembangan Desa Wisata Berbasis Masyarakat Lokal Di Kabupaten Raja Ampat, Papua Pitojo Budiono; Fadela Yunika Sari; Christine Wulandari; Novelina Tampubolon
Repong Damar: Jurnal Pengabdian Kehutanan dan Lingkungan Vol 3, No 1 (2024): June
Publisher : Magister of Forestry,Department of Forestry, Faculty of Agriculture, University of Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/rdj.v3i1.8777

Abstract

Desa wisata dinyatakan sebagai desa yang memiliki potensi untuk menampilkan keunikan daya tarik wisata yang khas. Berbagai upaya dalam mendorong terwujudnya sektor pariwisata berkelanjutan yang memperhatikan potensi yang dimiliki desa. Salah satu pendekatan yang dapat dilakukan adalah pengembangan desa wisata berbasis masyarakat lokal. Pengembangan desa tersebut bisa dilakukan melalui pembinaan generasi mudanya, missal melalui mahasiswa. Tujuan dari pengabdian kepada masyarakat (PKM) yang dilaksanakan pada tangga 2-7 November 2023 ini adalah untuk meningkatkan pemahaman mahasiswa Program Studi Ekowisata, Universitas Papua mengenai peran serta kontribusi masyarakat lokal dalam pengembangan desa wisata. Metode yang digunakan yaitu ceramah dan Focus Group Discussion (FGD). Peserta PKM sebanyak 22 orang adalah Mahasiswa Program Studi Ekowisata, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Papua. Hasil PKM menunjukkan bahwa pengetahuan peserta terkait pengembangan desa wisata berbasis masyarakat lokal masih rendah. Pengetahuan dan pemahaman peserta tentang pengembangan desa wisata berbasis masyarakat lokal meningkat setelah diberikan materi oleh tim dosen Ilmu Pemerintahan dan Kehutanan. Dengan nilai persentase pre-test sebesar 42,27% dan post-test sebesar 93,64%, dapat diketahui bahwa kegiatan PKM berhasil meningkatkan pemahaman masyarakat secara substansial. Nilai persentase perubahan peningkatan menegaskan dampak positif yang diberikan oleh kegiatan ini, karena skor yang tertinggi adalah adanya pemahaman masyarakat terhadap potensi pasar wisata.
Bimbingan Teknis Budidaya Lebah Madu Kelulut Di Desa Kiram Kabupaten Banjar Damaris Payung; Normela Rachmawati; Susilawati Susilawati; Yazid Busthami; Mufidah Asyari; Eny Dwi Pujawati; Hafizianor Hafizianor; Arfa Agustina Rezekiah; Abdi Fithria; Trisnu Satriadi; Muhammad Hasbi
Repong Damar: Jurnal Pengabdian Kehutanan dan Lingkungan Vol 3, No 1 (2024): June
Publisher : Magister of Forestry,Department of Forestry, Faculty of Agriculture, University of Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/rdj.v3i1.7936

Abstract

Kelompok Tani Harapan Maju Desa Kiram membudidayakan lebah madu kelulut sejak tahun 2020, namun dalam perjalanannya banyak menemui kendala antara lain (1) Toping banyak berjamur, kurang terjaga kebersihannya,sehingga lebah madu kelulut kurang produktif, lebah enggan membuat bejana atau kantong madu dalam toping (2) koloni lebah melarikan diri dari stup.  Terkait hal tersebut maka tim pengabdi ULM melaksanakan kegiatan pengabdian berupa (1) bimbingan teknis budidaya lebah madu kelulut terutama tentang pemeliharaan stup lebah madu kelulut, hama penyakit yang menyerang sarang lebah madu kelulut (2) bimbingan teknis pembuatan demplot tanaman pakan lebah madu kelulut. Kegiatan pengabdian yang dilakukan meliputi kegiatan sosialisasi atau penyuluhan, pelatihan dan pendampingan. Selama pelatihan, tim pengabdi diterima dengan baik oleh aparat desa dan mitra serta mereka sangat antusias untuk mengikuti kegiatan pengabdian ini. Kegiatan sosialisasi dilakukan tim pengabdi bersama mahasiswa fakultas Kehutanan ULM dan berjalan dengan baik. Pelatihan yang diberikan kepada mitra meliputi budidaya lebah madu kelulut yaitu manajemen budidaya lebah madu kelulut. Dari hasil kegiatan pengabdian terdapat masalah yaitu koloni lebah, lebah yang tidak berkembang karena terserang jamur, jarak stup kelulut yang terlalu rapat sehingga antar koloni terjadi persaingan, jarak stup dari tanah yang terlalu tinggi sehingga menyulitkan pemanenen madu. Untuk mengatasi masalah ini, tim pengabdi melakukan sosialisasi dan pelatihan mengenai pemecahan koloni lebah kelulut serta perawatan agar koloni berkembang dengan baik dan cara penanaman tanaman pakan. Selain itu, tim juga memberikan motivasi agar semangat dalam membudidayakan lebah madu kelulut.
Workshop Pemanfaatan Media Sosial Facebook dan Instagram untuk Pemasaran Madu Klanceng di Desa Banding Kecamatan Rajabasa Kabupaten Lampung Selatan Erlina Rufaidah; Derra Adisetya Pratama; Surnayanti Surnayanti; Refi Arioen; Kris Ari Suryandari
Repong Damar: Jurnal Pengabdian Kehutanan dan Lingkungan Vol 3, No 1 (2024): June
Publisher : Magister of Forestry,Department of Forestry, Faculty of Agriculture, University of Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/rdj.v3i1.8987

Abstract

Keanekaragaman jenis tanaman di indonesia menjadikan indonesia cocok dibudidaya lebah madu. Hampir setiap kabupaten di provinsi Lampung memiliki peternakan madu, salah satu jenis lebah madu yang budidayakan adalah madu klanceng (Trigona sp). Desa Banding terletak di Kecamatan Rajabasa, Kabupaten Lampung Selatan merupakan salah satu desa yang sebagian besar masyarakatnya budidaya madu klanceng, tetapi dalam peternakan madu klanceng ada beberapa masalah namun masalah utama adalah kurangnya promosi produk yang dihasilkan. Masyarakat Desa Banding masih melakukan pemasaran madu klanceng langsung ke konsumen sehingga tujuan dari kegiatan PKM ini adalah untuk mempromosikan madu klanceng melalui penggunaan media sosial facebook dan instagram. Jumlah peserta pelatih adalah tiga puluh orang, masing-masing dari peternak madu klanceng.  Pada kegiatan PKM ini di awali dengan evaluasi awal, berdasarkan hasil evaluasi awal terdapat 55% responden sudah menggunakan media facebook dan 30%  responden sudah menggunakan media instagram. Setelah dilakukan kegiatan evalusai awal selanjutnya kegiatan workshop pemanfaatan media sosial. Sebelum kegiatan penutup dilakukan evaluasi akhir dengan tujuan untuk mengetahui keberhasin kegiatan PKM. Berdasarkan evaluasi akhir kegiatan, penggunaan facebook meningkat 80% dan instagram meningkat 70%.
Edukasi dan Pengenalan Kehutanan dalam lingkungan Taman Nasional Gunung Leuser Pada SMAN Blangjerango Kabupaten Gayo Lues andi fauzan r pohan; misdi misdi; zamzami zamzami; Usman Efendi; sulaiman sulaiman
Repong Damar: Jurnal Pengabdian Kehutanan dan Lingkungan Vol 3, No 1 (2024): June
Publisher : Magister of Forestry,Department of Forestry, Faculty of Agriculture, University of Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/rdj.v3i1.9267

Abstract

Hutan sebagai salah satu ekosistem yang sangat penting dalam kehidupan manusia karena tanpa hutan akan terjadi banyak kerusakan dalam siklus kehidupan di permukaan bumi. Perbaikan peningkatan kapasitas pengetahuan dan tatakelola informasi kepada generasi muda khususnya para siswa sma dan juga memberi edukasi dan pengenalan ekosistem kehutanan khususnya ekosistem taman nasional leuse akan berimplikasi sangat besar terhadap upaya pelestarian hutan kawasan taman nasional. Metode dalam pelaksanaan kegiatan yaitu tatap muka dan dialog langsung dengan siswa terkait sejarah keberadaan dan edukasi tentang ekosistem leuser, perlindungan keanekaragaman hayati seperti flora dan fauna dan satwa yang dilindungi yang ada di kawasan taman nasional leuser. Peserta juga diberikan edukasi terkait upaya menjaga ekosistem ekosistem leuser itu sendiri. Kegiatan ini didampingi dewan guru setempat, dan unsur sekolah terkait untuk ikut memberikan edukasi terkait. siswa yang sangat antusias dengan rasa keingintahuan mereka yang tercermin saat pertemuan berlangsung sehingga terbangun suasana  edukasi demi keberlangsungan ekosistem taman leuser bagi generasi muda yang akan menjadi generasi penerus yang akan menjadi penjaga informasi tentang taman nasional leuser.

Page 1 of 1 | Total Record : 8