cover
Contact Name
Muhammad Ridha Kasim
Contact Email
ridha.kasim@umi.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
jurnal.flyover@umi.ac.id
Editorial Address
Lantai 4 Gedung Pascasarjana UMI, Jalan Urip Sumoharjo Km 4, Kota Makassar
Location
Kota makassar,
Sulawesi selatan
INDONESIA
Jurnal Flyover
ISSN : -     EISSN : 28295684     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Journal Flyover (JFO) adalah jurnal peer-review yang diterbitkan oleh Magister Teknik Sipil Program Pascasarjana Universitas Muslim Indonesia, yang diterbitkan 2 (Dua) kali setahun pada bulan Juni & Desember. Diterbitkan dalam Bahasa Indonesia Jurnal Flyover mencakup kelimuan teknik sipil, yaitu: 1. Struktur 2. Mekanika Tanah 3. Geoteknik 4. Keairan 5. Jalan dan Transportasi 6. Manajemen Proyek dan K3
Articles 17 Documents
Search results for , issue "Vol. 4 No. 2 (2024): Agustus - Januari" : 17 Documents clear
Kajian Pola Hujan Akibat Pemanasan Global pada DAS Konaweha Provinsi Sulawesi Tenggara Fernanda, Farel; Ashad, Hanafi; SAR, Mas'ud
Jurnal Flyover Vol. 4 No. 2 (2024): Agustus - Januari
Publisher : Magister Teknik Sipil PPs UMI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52103/jfo.v4i2.2177

Abstract

Perubahan iklim global telah menjadi isu penting dalam beberapa dekade terakhir, salah satu dampak utamanya adalah pergeseran pola curah hujan di berbagai wilayah. Daerah Aliran Sungai (DAS) Konaweha di Provinsi Sulawesi Tenggara merupakan salah satu wilayah yang terdampak, dengan penurunan curah hujan tahunan sebesar 15% dalam tiga dekade terakhir. Perubahan ini berpotensi menimbulkan dampak serius terhadap ketersediaan air, erosi tanah, banjir, kekeringan, serta ketahanan pangan, di mana penurunan produksi pangan hingga 20% telah dilaporkan dalam satu dekade terakhir. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi pola curah hujan akibat pemanasan global dan menganalisis pengaruh variabel iklim (suhu, kelembaban, dan kecepatan angin) terhadap curah hujan di DAS Konaweha menggunakan model regresi linier. Hasil analisis menunjukkan bahwa pola hujan di DAS Konaweha cenderung mengikuti pola ekuatorial dengan dua puncak hujan per tahun. Uji korelasi menunjukkan kecepatan angin sebagai variabel paling berpengaruh terhadap curah hujan dengan nilai korelasi kecepatan angin (W) tertinggi sebesar 0,85. Korelasi dua variabel tertinggi diperoleh dari kombinasi kecepatan angin dan kelembaban (W-RH) sebesar 0,79, sementara korelasi tiga variabel iklim (T-W-RH) menghasilkan nilai sebesar 0,77. Temuan ini dapat menjadi dasar pengembangan strategi adaptasi perubahan iklim di wilayah DAS Konaweha.
Studi Eksperimental Simulasi Aliran Terhadap Kehilangan Energi dengan Menggunakan Ambang Lebar dan Ambang Tajam Syamsuddin, Khusnulnisa Firda; Musa, Ratna; Subhan, Andi Muhammad
Jurnal Flyover Vol. 4 No. 2 (2024): Agustus - Januari
Publisher : Magister Teknik Sipil PPs UMI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52103/jfo.v4i2.2178

Abstract

Kehilangan energi dalam aliran saluran terbuka merupakan parameter penting dalam perencanaan dan desain bangunan air. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pola aliran dan kehilangan energi pada dua jenis ambang, yaitu ambang lebar dan ambang tajam, melalui pendekatan eksperimental di laboratorium. Penelitian dilakukan dengan memvariasikan debit aliran dan konfigurasi sekat untuk mengamati respons hidraulik masing-masing jenis ambang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada ambang lebar, pola aliran mengalami transisi dari kondisi subkritis menuju kritis, kemudian superkritis, dan kembali ke subkritis, menunjukkan adanya kontrol geometri yang stabil terhadap aliran. Sebaliknya, pada ambang tajam, transisi aliran terjadi dari subkritis ke superkritis dan kembali ke subkritis tanpa melewati kondisi kritis yang jelas. Nilai kehilangan energi pada ambang lebar berkisar antara 0,0461 m hingga 0,0868 m, sedangkan pada ambang tajam berkisar antara 0,0449 m hingga 0,0937 m. Berdasarkan perbandingan tersebut, ambang lebar cenderung lebih efisien secara hidraulik karena memberikan transisi aliran yang lebih stabil dan mengurangi turbulensi. Temuan ini memberikan kontribusi terhadap pengambilan keputusan dalam pemilihan tipe ambang berdasarkan efisiensi energi aliran.
Evaluasi Kinerja Sistem Irigasi pada Daerah Irigasi Posso Kabupaten Gorontalo Utara Katili, Nining Puteri R; Musa, Ratna; SAR, Mas'ud
Jurnal Flyover Vol. 4 No. 2 (2024): Agustus - Januari
Publisher : Magister Teknik Sipil PPs UMI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52103/jfo.v4i2.2180

Abstract

Sistem irigasi memegang peran krusial dalam menunjang ketahanan pangan, namun penurunan kinerja seringkali menghambat produktivitas pertanian, seperti yang terjadi di Kabupaten Gorontalo Utara. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi kinerja sistem irigasi Daerah Irigasi (DI) Posso, khususnya aspek prasarana fisik berdasarkan Peraturan Menteri PUPR No. 12/PRT/M/2015, serta menganalisis skala prioritas penanganan pemeliharaan/perbaikan. Menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif dan metode Analytical Hierarchy Process (AHP), data dikumpulkan melalui observasi lapangan, survei kondisi, dan kuesioner dari responden yang kompeten. Hasil evaluasi kinerja prasarana fisik DI Posso menunjukkan nilai 23.15%, yang dikategorikan 'jelek dan perlu perhatian', mengindikasikan perlunya perbaikan berat atau penggantian segera. Analisis AHP mengidentifikasi Saluran Sekunder 14 sebagai prioritas utama penanganan, diikuti oleh Saluran Sekunder 13, Saluran Sekunder 9, dan Saluran Sekunder 7. Studi ini memberikan rekomendasi strategis untuk alokasi sumber daya yang efektif guna meningkatkan efisiensi distribusi air dan produktivitas pertanian di DI Posso.
Evaluasi Kapasitas Saluran Drainase Jongaya dengan Menggunakan Software HEC-RAS Riduan; Musa, Ratna; Latif, Andi Amin
Jurnal Flyover Vol. 4 No. 2 (2024): Agustus - Januari
Publisher : Magister Teknik Sipil PPs UMI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52103/jfo.v4i2.2181

Abstract

Pertumbuhan penduduk yang pesat di Kota Makassar tidak diimbangi dengan pengembangan infrastruktur, yang menyebabkan berkurangnya daerah resapan air hujan dan meningkatnya limpasan permukaan. Salah satu daerah yang sering mengalami genangan adalah Kanal Jongaya, Kecamatan Tamalate, Kota Makassar Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi sistem jaringan dan kapasitas saluran drainase pada kanal tersebut dengan menggunakan perangkat lunak HEC-RAS. Analisis dilakukan dengan pendekatan hidrologi dan hidraulika, termasuk perhitungan curah hujan rancangan menggunakan metode distribusi Log Pearson Type III dan penghitungan debit limpasan dengan metode rasional. Selanjutnya, kapasitas kanal dianalisis melalui simulasi HEC-RAS untuk mengetahui kemampuan saluran dalam menampung debit air hujan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kapasitas kanal saat ini tidak mampu menampung debit limpasan maksimum pada beberapa titik, yang menyebabkan terjadinya luapan dan genangan. Oleh karena itu, diperlukan evaluasi dan perencanaan ulang saluran drainase untuk meningkatkan kapasitas tampung air serta mengurangi risiko banjir di kawasan tersebut.
Kajian Peran P3A Sipakainga 1 terhadap Kinerja Jaringan Irigasi Saddang UPTD Langnga Kabupaten Pinrang Nirmalawaty, Dzun; Musa, Ratna; Latif, Andi Amin
Jurnal Flyover Vol. 4 No. 2 (2024): Agustus - Januari
Publisher : Magister Teknik Sipil PPs UMI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52103/jfo.v4i2.2192

Abstract

Kabupaten Pinrang adalah satu daerah yang memiliki sistem irigasi yang luas dan merupakan salah satu lumbung padi utama di Sulawesi Selatan, namun permasalahan dalam pengelolaan jaringan irigasi menjadi kendala dalam tercapainya efisiensi penggunaan air yang optimal bagi petani. Dengan dibentuknya P3A yang merupakan kelembagaan pengelolaan irigasi yang menjadi solusi terhadap persalan-persoalan air irigasi yang muncul ditingkat usaha tani, termasuk dalam permasalahan penurunan hasil pertanian sebesar 60% di kecamatan Watang Sawitto Kelurahan Sipatokkong Kabupaten Pinrang.Penelitian ini bertujuan untuk mengukur dan mengetahui indeks kinerja jaringan irigasi di daerah irigasi Saddang UPTD Langnga serta mengetahui dan menganalisis peran P3A Sipakainga 1 terhadap kinerja jaringan irigasi. Metode yang digunakan yaitu pengumpulan data, analisis kuantitatif dan analisis kualitatif dan bersumber dari beberapa survey dari instansi terkait dan dilokasi penelitian. Hasil penelitian ini menujukkan bahwa kinerja irigasi di daerah irigasi Saddang UPTD langnga tergolong baik dengan nilai index 75,88 sedangkan peran P3A Sipakainga 1 terhadap kinerja jaringan irigasi di daerah irigasi Saddang UPTD Langnga Kecamatan Watang Sawitto tergolong berkembang dengan nilai rata-rata indeks 71,47.
Kajian Model Debit Banjir Hidrograf Daerah Aliran Sungai Maros Putri, Adellina Sahnaz Susanto; Ashad, Hanafi; SAR, Mas'ud
Jurnal Flyover Vol. 4 No. 2 (2024): Agustus - Januari
Publisher : Magister Teknik Sipil PPs UMI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52103/jfo.v4i2.2193

Abstract

Sungai Maros, yang terletak di Provinsi Sulawesi Selatan, merupakan salah satu sungai utama yang memiliki fungsi strategis dalam mendukung keberlanjutan sistem tata air wilayah. Namun, dalam beberapa tahun terakhir, kawasan ini menghadapi peningkatan risiko banjir akibat intensifikasi curah hujan, perubahan penggunaan lahan, serta kompleksitas topografi Daerah Aliran Sungai (DAS). Penelitian ini bertujuan untuk menentukan bentuk pola dan model persamaan debit banjir Sungai Maros melalui pendekatan metode HSS Nakayasu dan HSS Snyder, serta untuk mengidentifikasi besarnya debit puncak banjir yang terjadi pada berbagai kala ulang. Hasil perhitungan menunjukkan bahwa model persamaan debit pada HSS Nakayasu dan Snyder condong ke bentuk polinomial orde enam, dengan R² masing-masing sebesar 0,9638 dan 0,977, mengindikasikan bahwa kedua metode tersebut mampu merepresentasikan karakteristik debit banjir dengan lebih rinci dan akurat. Dari segi debit puncak, Metode HSS Nakayasu menunjukkan nilai Q200 sebesar 1139,807 m³/dtk yang terjadi pada jam ke-8, sedangkan metode HSS Snyder memberikan debit maksimum tertinggi, yaitu Q200 sebesar 1205,8443 m³/dtk yang terjadi pada jam ke-13.
Kajian Tebal Lapis Permukaan dengan Metode Manual Desain Perkerasan Jalan dan Metode AASTHO: Perkerasan Preservasi Jalan Ruas Maros Pangkep S, Supriadi; Said, Lambang Basri; Alifuddin, Andi
Jurnal Flyover Vol. 4 No. 2 (2024): Agustus - Januari
Publisher : Magister Teknik Sipil PPs UMI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52103/jfo.v4i2.2194

Abstract

Jalan poros Maros - Pangkep yang merupakan salah satu jalan nasional yang menghubungkan antara kabupaten maros dan kabupaten Pangkep dan bagian dari jalan yang sangat vital untuk mendukung mobilisasi barang dan orang antara wilayah di Sulawesi Selatan, selain sebagai penghubung antara kota dan kabupaten jalan juga ini sangat penting bagi sector ekonomi lokal, terutama dalam distribusi barang hasil pertanian, industrI, dan komoditas lainnya dari kawasan maros dan pangkep keberbagai daerah lainnya.Peningkatan volume pada ruas ini mengakibatkan kerusakan pada lapis permukaan perkerasan sehingga menurunkan tingkat pelayanannya.Tujuan dari penelitian ini adalah menganalisis perencanaan dan komparasi tebal lapis permukaan perkerasan lentur dengan metode manual desain perkerasan jalan mdp 2024 dengan metode AASTHO 1993 mulai dari km 35+500 hingga km 37+500 pada preservasi jalan ruas Maros-Pangkap dengan panjang segmen 2.0 km. Dalam menentukan ketebalan lapis permukaan perkerasan lentur terdapat beberapa metode yang digunakan,termaksud pada penelitian ini menggunakan metode Manual desain perkerasan jalan 2024 dan American Assocation of state Highway And Trasportation Officials (AASTHO 1993).Hasil penelitian didapatkan perencanaan tebal lapis permukaan dengan metode manual desain perkerasan jalan mdp 2024 diperoleh ketebalan AC WC 50 mm sedangkan dengan metode AASTHO 1993 diperoleh ketebalan Aspal 100 mm. Kmparasi dari kedua metode sangat signifikan perbedaan ketebalan yang diperoleh dan adanya perbedaan perameter yang digunakan dalam penetuan tebal lapis perkerasan permukaaan jalan.
Kajian Prioritas Penanganan Jalan Menggunakan Aplikasi PKRMS Kombinasi dengan Metode AHP: Studi Kasus Ruas Jalan di Kabupaten Buton Selatan Kota Bau-Bau Raharja, Farid; Said, Lambang Basri; Alifuddin, Andi
Jurnal Flyover Vol. 4 No. 2 (2024): Agustus - Januari
Publisher : Magister Teknik Sipil PPs UMI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52103/jfo.v4i2.2195

Abstract

Prasarana transportasi darat berupa infrastruktur jalan dan jembatan merupakan faktor utama yang mendukung perkembangan ekonomi, sosial, dan budaya suatu wilayah. Mengingat keterbatasan anggaran dalam penanganan jalan di Provinsi Sulawesi Tenggara, penentuan urutan prioritas menjadi sangat penting agar penanganan jalan lebih tepat sasaran, efisien, dan efektif.Penelitian ini bertujuan menentukan bobot kriteria urutan prioritas penanganan jalan di Provinsi Sulawesi Tenggara dengan menggunakan aplikasi Provincial/Kabupaten Road Management System (PKRMS) versi 1.4.5, yang dikombinasikan dengan metode Analytical Hierarchy Process (AHP). Penelitian dilakukan terhadap lima ruas jalan di Kabupaten Buton Selatan, Kota Bau-Bau. Penentuan prioritas didasarkan pada enam kriteria utama: kondisi jalan, volume lalu lintas, konektivitas jalan, pengembangan kawasan, penghubung kawasan ekonomi dan pertanian, serta penghubung sarana pelayanan umum.Hasil penelitian menunjukkan urutan bobot kriteria sebagai berikut: penghubung sarana pelayanan umum (25%), penghubung kawasan ekonomi dan pertanian (19.5%), kondisi jalan (13%), konektivitas jalan (21%), pengembangan kawasan (19.5%), dan volume lalu lintas (10%). Urutan prioritas penanganan ruas jalan ditentukan dengan tiga alternatif analisis: menggunakan aplikasi PKRMS, metode AHP, dan kombinasi keduanya, sehingga memberikan rekomendasi prioritas yang mempertimbangkan aspek teknis maupun non-teknis. Pendekatan gabungan ini mendukung pemerintah dalam pengambilan keputusan prioritas penanganan jalan secara lebih optimal dan berkelanjutan
Aplikasi Teknologi Kecerdasan Buatan (Artificial Intelligence) dalam Perencanaan Durasi Pelaksanaan: Studi Kasus Proyek Paket Pekerjaan Longsoran Ruas Tarengge-Kayulangi Kabupaten Luwu Timur, Sulawesi Selatan Yulianti, Fitria Devi; Ashad, Hanafi; Bachmid, Sofyan
Jurnal Flyover Vol. 4 No. 2 (2024): Agustus - Januari
Publisher : Magister Teknik Sipil PPs UMI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52103/jfo.v4i2.2196

Abstract

Perkembangan teknologi di era Revolusi Industri 4.0 telah mendorong berbagai sektor untuk mengadopsi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI). Dalam manajemen proyek, AI menawarkan pendekatan berbasis data dalam memperkirakan durasi pelaksanaan pekerjaan secara lebih objektif. Penelitian ini bertujuan menganalisis penerapan teknologi AI dalam menyusun estimasi durasi pelaksanaan proyek serta memvalidasi hasilnya menggunakan Microsoft Project Manager. Studi kasus dilakukan pada proyek penanganan longsoran di ruas jalan Tarengge–Kayulangi, Kabupaten Luwu Timur, Sulawesi Selatan. Penelitian menggunakan metode deskriptif kuantitatif dengan pendekatan verifikatif. Analisis dilakukan pada empat segmen proyek dengan membandingkan hasil estimasi AI dan Microsoft Project terhadap durasi aktual di lapangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa AI menghasilkan estimasi durasi antara 25 hingga 37 hari dengan deviasi rata-rata sebesar –16,90% dari durasi aktual. Sementara itu, estimasi menggunakan Microsoft Project berada pada rentang 32 hingga 56 hari, dengan deviasi rata-rata +13,52%. Perbandingan langsung antara hasil estimasi Tingkat kesesuaian hasil AI terhadap Microsoft Project tergolong rendah hingga sedang, karena terdapat deviasi rata-rata sebesar –25,54 %. Artinya, hasil AI belum sepenuhnya mewakili pendekatan teknis yang dilakukan oleh Microsoft Project. Dengan demikian, AI berpotensi digunakan sebagai alat bantu dalam estimasi awal durasi proyek, namun tetap diperlukan validasi lebih lanjut menggunakan perangkat lunak manajemen proyek konvensional untuk meningkatkan akurasi dan keandalannya.
Kajian Geometrik dan Kapasitas Penampang Sungai Klagison Kota Sorong Menggunakan Metode HEC-RAS Priyanto, Rahayu Eka; Musa, Ratna; SAR, Mas'ud
Jurnal Flyover Vol. 4 No. 2 (2024): Agustus - Januari
Publisher : Magister Teknik Sipil PPs UMI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52103/jfo.v4i2.2197

Abstract

Sungai Klagison adalah sungai yang membelah kota Sorong, bermuara di selat Dampier dan melewati 3 Kecamatan yaitu Sorong Kota, Sorong Manoi dan Sorng Utara. Sungai Klagison memiliki panjang sungai utama 7.81 km dengan luas DAS 21.33 km2. Kejadian banjir di Kota Sorong, khususnya 3 Kecamatan Sorong Kota, Sorong Manoi dan Sorong Utara hampir setiap tahun terjadi disebabkan karena tingginya intensitas curah hujan, ditambah dengan penyempitan beberapa penampang sungai, pendangkalan akibat sedimentasi dari hulu, beberapa belokan disepanjang sungai sehingga volume air di Sungai Klagison meluap ke pemukiman dan perkantoran, menyebabkan kerugian Masyarakat. Untuk mengkaji permasalahan banjir tersebut, penulis melakukan Kajian Geometrik dan Kapasitas Penampang Sungai Klagison Kota Sorong menggunakan metode Hec-Ras. Tujuan penelitian adalah 1) Mengetahui kemampuan geometrik Sungai Klagison dalam menampung banjir, 2) Mengetahui besar debit banjir pada kondisi geometrik Sungai Klagison dan 3) Mengetahui debit banjir berapa menyebabkan muka air melebihi kapasitas penampang Sungai Klagison. Metode yang digunakan adalah 1) Analisa hidrologi mencakup analisa frekuensi curah hujan dengan metode distribusi Gumbel, Normal, Log Normal dan Log-Pearson type III. Analisa banjir rancangan menggunakan metode HSS Nakayasu. 2) Analisa Hidrolika menggunakan Aplikasi HEC-RAS. Hasil analisis hidrologi dan hidrolika diperoleh kesimpulan : 1. Geometrik Sungai Klagison tidak mampu menampung banjir dengan debit kala ulang Q25 = 198,48 m3/dtk, 2. Besarnya debit banjir kala ulang dengan metode HSS Nakayasu masing-masing Q2 = 94.58 me/dtk, Q5 = 138.04 m3/dtk, Q10 = 165.79 m3/dtk dan Q25 = 198.48 m3/dtk, 3. Saat banjir kala ulang Q2 = 94.58 m3/dt terjadi, muka air di penampang Sungai Klagison sudah meluap melebihi kapasitas tampungan dengan total panjang terdampak 2,4 km.

Page 1 of 2 | Total Record : 17