cover
Contact Name
Yasir Sidiq
Contact Email
lppi@ums.ac.id
Phone
+6282134901660
Journal Mail Official
lppi@ums.ac.id
Editorial Address
Program Studi Teknik Sipil, Universitas Muhammadiyah Surakarta Gedung H Kampus 2 - UMS Jl. Ahmad Yani, Pabelan, Kartasura, Sukoharjo 57169, Jawa Tengah, Indonesia
Location
Kota surakarta,
Jawa tengah
INDONESIA
Prosiding Seminar Nasional Teknik Sipil UMS
ISSN : 24599727     EISSN : 25808834     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Seminar Nasional Teknik Sipil UMS merupakan agenda tahunan yang diselenggarakan oleh Prodi Teknik Sipil Universitas Muhammadiyah Surakarta
Articles 379 Documents
Analisis Modulus Reaksi Tanah Lapisan Sub Ballast pada Proyek Pembangunan Jalur Ganda KA Elevated Antara Solo Balapan-Kadipiro Misbahul Huda; Alfia Magfirona
Prosiding Seminar Nasional Teknik Sipil UMS 2026: Prosiding Seminar Nasional Teknik Sipil UMS
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Proyek pembangunan jalur ganda kereta api elevated antara Solo Balapan sampai Kadipiro merupakan bagian strategis dalam pengembangan jaringan kereta api yang bertujuan meningkatkan kapasitas dan efisiensi transportasi kereta api di wilayah Surakarta. Lapisan sub ballast berfungsi menyalurkan beban dari rel ke tanah dasar dan harus mampu menahan beban dinamis yang tinggi akibat frekuensi perjalanan kereta yang padat. Dengan pengujian plate bearing yang bertujuan mengukur modulus reaksi tanah (K) lapisan sub ballast secara langsung demi memastikan kestabilan jalur rel selama operasional serta meminimalkan risiko penurunan atau deformasi jalur. Hasil pengujian diperoleh nilai K sebesar 232,1 MN/m3 hingga 240,8 MN/m3, hasil tersebut melampaui spesifikasi teknis minimum sebesar 110 MN/m3, menunjukkan lapisan sub ballast kuat dan mendukung beban kereta api secara optimal. Proyek jalur ganda ini penting untuk meningkatkan kapasitas, efisiensi, keselamatan, dan estetika transportasi di wilayah strategis Surakarta serta memastikan ketahanan dan keberlanjutan infrastrukturnya.
Perbandingan Biaya Konstruksi Bore Pile dan Tiang Pancang pada Proyek Pembangunan Museum Budaya Sains dan Teknologi Surakarta Danendra Adiyatma; Anto Budi Listyawan
Prosiding Seminar Nasional Teknik Sipil UMS 2026: Prosiding Seminar Nasional Teknik Sipil UMS
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pemilihan jenis pondasi dalam proyek konstruksi sangat mempengaruhi aspek teknis dan biaya. Penelitian ini bertujuan membandingkan daya dukung dan biaya konstruksi antara pondasi bore pile dan tiang pancang pada Proyek Pembangunan Museum Budaya Sains dan Teknologi Surakarta. Metode penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan data primer berupa hasil uji N-SPT dan data sekunder berupa harga satuan material dan upah tenaga kerja berdasarkan AHSP Surakarta 2024. Perhitungan daya dukung menggunakan metode Reese & Wright (1977) untuk bore pile dan metode US Army Corps untuk tiang pancang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kedua jenis pondasi dengan diameter 600 mm dan kedalaman 11 m memiliki daya dukung izin (Qa) yang sama, yaitu 1702,966 kN per tiang. Namun, dari segi biaya, pondasi tiang pancang lebih ekonomis dengan total biaya Rp40.375.496 dibandingkan bore pile Rp48.303.664, sehingga terjadi selisih biaya sebesar Rp7.928.168 atau 19,64%. Meskipun lebih mahal, bore pile memiliki keunggulan dalam hal minim getaran, kebisingan rendah, dan fleksibilitas pelaksanaan pada kondisi tanah keras.
Analisis Stabilitas Timbunan pada Konstruksi Badan Jalan dengan Perkuatan Geotekstil Elang Lintang Permadi; Anto Budi Listyawan
Prosiding Seminar Nasional Teknik Sipil UMS 2026: Prosiding Seminar Nasional Teknik Sipil UMS
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Transportasi memiliki peran yang sangat penting dalam menunjang pertumbuhan ekonomi masyarakat dan merupakan urat nadi dalam pembangunan ekonomi suatu negara. Pertumbuhan ekonomi yang signifikan dengan adanya jalan tol.Pada pembangunan jalan tol sering kali dilakukan dengan memperbaiki struktur tanah asli,salah satu caranya dengan melakukan timbunan untuk mendapatkan spesifikasi tanah yang diinginkan.Tentunya dalam proses penimbunan perlu dilakukan penambahan perkuatan pada timbunan agar mencapai spesifikasi dan konstruksi bisa berjalan sesuai standar. Kajian ini bertujuan untuk mengetahui angka aman dalam timbunan badan jalan tol dengan melakukan penambahan perkuatan geotekstil dengan melakukan beberapa variasi dengan menggunakan aplikasi GeoSlope, yaitu variasi panjang geotekstil dan variasi jarak pemasangan vertikal geotekstil ,sehingga didapatkan angka aman yang sesuai dengan spesifikasi yang telah ditetapkan.
Bayesian Updating untuk Prediksi Settlement Konsolidasi menggunakan Indeks Kompresi dan Rasio Pori Probabilistik Ivindra Pane; Rusandi Noor; Ulwiyah Wahdah M. Liana
Prosiding Seminar Nasional Teknik Sipil UMS 2026: Prosiding Seminar Nasional Teknik Sipil UMS
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Prediksi settlement konsolidasi menggunakan persamaan Terzaghi secara konvensional dilakukan secara deterministik, padahal parameter utama indeks kompresi Cc dan rasio pori awal e0 mengandung ketidakpastian signifikan ketika diperoleh melalui korelasi empiris. Makalah ini menyajikan kerangka probabilistik berbasis pembaruan Bayesian untuk prediksi settlement konsolidasi. Distribusi prior kedua parameter diturunkan dari korelasi Skempton (1944) dengan memperlakukan batas cair (LL) sebagai variabel acak berdistribusi normal. Propagasi ketidakpastian dilakukan dengan metode first-order second-moment (FOSM) yang mempertimbangkan kovarians antar-parameter. Distribusi posterior diperoleh secara analitis menggunakan sifat konjugat Gaussian. Permasalahan dibatasi pada lempung terkonsolidasi normal (NC). Dua studi kasus pada lempung lunak di Jakarta dan Surabaya menunjukkan reduksi standar deviasi prediksi settlement sebesar 52-56% hanya dengan tiga hingga empat sampel oedometer, menegaskan nilai kuantitatif investigasi tanah dalam mengurangi risiko desain pondasi.
Pengolahan Data Curah Hujan memakai Metode Dekomposisi BEAST dan STL Ginanjar Dwi Prasetyo; I Istiarto; Vempi Satriya Adi Hendrawan
Prosiding Seminar Nasional Teknik Sipil UMS 2026: Prosiding Seminar Nasional Teknik Sipil UMS
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Curah hujan merupakan komponen penting dalam sistem hidrologi. Curah hujan dicatat dalam berbagai interval waktu. Data tersebut umumnya memiliki variasi yang tinggi. Hal tersebut mengakibatkan kecenderungan perubahan jangka panjang sulit diamati secara langsung. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi kecenderungan perubahan curah hujan memakai metode dekomposisi runtut waktu. Data yang digunakan berupa data runtut waktu hujan harian di Stasiun Tawangmangu tahun 1980-2025 yang diubah menjadi data hujan bulanan. Metode yang digunakan adalah Bayesian Estimator of Abrupt Change, Seasonality, and Trend (BEAST) dan Seasonal Trend Decomposition using Loess (STL). Metode dekomposisi tersebut dapat memisahkan komponen trend, musiman, dan residu dari data runtut waktu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kedua metode mampu mendeteksi trend curah hujan. Metode BEAST memperlihatkan trend hujan bulanan meningkat dengan titik perubahan hujan bulanan pada 2016. Metode STL menghasilkan trend yang berfluktuasi, sehingga kecenderungan jangka panjang tidak terlihat jelas. Kedua metode menunjukkan pola musiman tahunan yang konsisten dengan residu acak. Berdasarkan hasil tersebut, metode BEAST lebih sesuai digunakan untuk mengidentifikasi trend curah hujan bulanan di Stasiun Tawangmangu tahun 1980-2025.
Komparasi Simulasi Arus melalui Underwater Sill menggunakan Metode Karakteristik dan Dualsphysics dalam Rangka Memperkirakan Sedimentasi di Pelabuhan Zihad Al Fattah; Radianta Triatmadja; B Benazir
Prosiding Seminar Nasional Teknik Sipil UMS 2026: Prosiding Seminar Nasional Teknik Sipil UMS
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sedimentasi merupakan tantangan besar bagi kolam pelabuhan, terutama pelabuhan yang terletak di muara sungai. Oleh karena itu perlu adanya sebuah solusi untuk menyelesaikan masalah sedimentasi. Salah satu yang efektif untuk mengurangi sedimentasi adalah underwater sill (UWS). Namun, untuk pengaplikasian UWS diperlukan kajian dan pemodelan terlebih dahulu. Salah satu model yang cukup efektif untuk memodelkan aliran di UWS adalah metode karakteristik multi-layer (MKML). Untuk mengetahui keabsahan dari MKML, maka perlu verifikasi dari software DualSPHysics yang terbukti andal dalam pemodelan hidrodinamika. Verifikasi dilaksanakan tanpa UWS dan dengan UWS di tengah flume. Untuk pemodelan layout UWS hanya dilaksanakan di model MKML. Pola sedimentasi akan dianalisis berdasarkan pola arus di layout UWS. Dari hasil verifikasi model, dapat disimpulkan bahwa MKML terbukti andal dalam memodelkan hidrodinamika, baik kondisi tanpa maupun dengan UWS. Dari hasil analisis arus di pemodelan layout UWS, material sedimen dengan fall velocity tinggi akan tertahan di sisi luar UWS. Sisi terlindung UWS masih dimungkinkan mengalami sedimentasi, tetapi hanya material dengan fall velocity rendah saja. Apabila kecepatan jatuh (fall velocity) sedimen sangat rendah, kemungkinan akan keluar dari sistem UWS dan tidak terjadi sedimentasi di kolam pelabuhan.
Kajian Refleksi Gelombang pada Breakwater dengan Unit Lapis Lindung UH-Pod R Rusmawati; Muhammad Arsyad Thaha; Riswal Karamma
Prosiding Seminar Nasional Teknik Sipil UMS 2026: Prosiding Seminar Nasional Teknik Sipil UMS
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pemecah gelombang (breakwater) merupakan struktur pantai yang berfungsi untuk mereduksi energi gelombang sehingga dapat melindungi kawasan pelabuhan dan wilayah pesisir dari kerusakan akibat gelombang laut. Salah satu parameter penting dalam evaluasi kinerja pemecah gelombang adalah koefisien refleksi gelombang yang menunjukkan besarnya energi gelombang yang dipantulkan kembali oleh struktur. Perkembangan teknologi struktur pantai mendorong penggunaan unit beton pracetak dengan bentuk khusus sebagai lapis lindung (armor layer), salah satunya adalah unit UH-Pod yang dirancang untuk meningkatkan stabilitas dan kemampuan disipasi energi gelombang melalui mekanisme interlocking antar unit. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji karakteristik refleksi gelombang pada pemecah gelombang yang menggunakan lapis lindung UH-Pod. Pada penelitian ini menggunakan pendekatan eksperimental di laboratorium. Hasil penelitian menunjukan bahwa penggunaan unit beton UH-Pod sebagai lapis lindung pemecah gelombang memberikan pengaruh terhadap karakteristik refleksi gelombang. Nilai koefisien refleksi yang diperoleh antara 0,07 hingga 0,50 sebesar 83% dari simulasi yang dilakukan, hal ini menunjukkan bahwa struktur pemecah gelombang dengan lapis lindung UH-Pod mampu mereduksi energi gelombang melalui mekanisme disipasi energi pada permukaan struktur. Bentuk geometri unit UH-Pod yang memiliki rongga dan sistem interlocking antar unit mampu meningkatkan disipasi energi gelombang. Sehingga dapat disimpulkan bahwa lapis lindung UH-Pod cukup efektif dalam mereduksi energi gelombang karena cukup kecil bagian yang direfleksikan.
Pemodelan Pengukuran Kepadatan Endapan Pasir pada Perairan Dangkal K Kasmawati; Muhammad Arsyad Thaha; Mukhsan Putra Hatta
Prosiding Seminar Nasional Teknik Sipil UMS 2026: Prosiding Seminar Nasional Teknik Sipil UMS
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini menyusun model empiris untuk pengukuran kepadatan endapan pasir pada perairan dangkal menggunakan alat jatuh-bebas yang dirancang peneliti. Pengujian dilakukan pada tiga sampel pasir yang dikelompokkan berdasarkan ukuran D16, D50, dan D100. Setiap sampel diuji dengan beban 100 g dan tinggi jatuh tetap 40 cm, sedangkan respons yang diamati adalah kedalaman penetrasi batang uji pada kedalaman tertanam 0, 10, dan 15 cm pada posisi penetrasi tegak pada bidang miring. Pengujian awal dilakukan pada kondisi kering dengan 0, 10, dan 20 pukulan. Pengujian selanjutnya dilakukan pada media dalam kondisi jenuh air/terendam pada perairan dangkal selama 0-3 hari perendaman. Kepadatan dihitung dari massa sedimen dan volume model, lalu dikorelasikan dengan penetrasi rata-rata. Hasil menunjukkan bahwa perendaman menaikkan kepadatan dan menurunkan penetrasi. Kepadatan pasir ukuran 100 meningkat dari 1209,37kg/m3 menjadi 1317,26 kg/m3, ukuran D50 relatif stabil pada kisaran 1267,16-1272,31 kg/m3, dan ukuran D16 meningkat dari 1107,88 Kg/m3 menjadi 1148,00 kg/m3. Pendekatan empiric nilai kepadatan yang diperoleh adalah ρ = 1154,08 + 1,66S - 18,12δ dengan R² = 0,689. Model ini dapat digunakan sebagai kalibrasi awal pengukuran/pendekatan dalam menetukan kepadatan pasir pada perairan dangkal dengan alat sederhana dan tinggi jatuh konstan.
Analisis Kondisi Hidro-Oseanografi di Pantai Galesong Kabupaten Takalar Novi Julianti; K Kasmawati; Andi Makbul Syamsuri
Prosiding Seminar Nasional Teknik Sipil UMS 2026: Prosiding Seminar Nasional Teknik Sipil UMS
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Wilayah pesisir merupakan kawasan dinamis yang dipengaruhi oleh berbagai parameter hidro-oseanografi seperti gelombang dan pasang surut. Pantai Galesong di Kabupaten Takalar memiliki peranan penting sebagai kawasan ekonomi dan wisata, sehingga perlu dilakukan kajian terhadap kondisi hidro-oseanografi di wilayah tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis karakteristik gelombang serta pola pasang surut di Pantai Galesong. Metode yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif deskriptif dengan memanfaatkan data sekunder berupa data angin dan pasang surut dari BMKG. Analisis gelombang dilakukan melalui perhitungan fetch dan peramalan gelombang, sedangkan analisis pasang surut menggunakan metode Admiralty untuk menentukan konstanta harmonik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa karakteristik gelombang dipengaruhi oleh arah dan kecepatan angin dominan, sedangkan tipe pasang surut di lokasi penelitian termasuk dalam kategori campuran. Kajian ini diharapkan dapat menjadi dasar dalam pengelolaan wilayah pesisir secara berkelanjutan.
Evaluasi Bangunan Pengolahan Air Asam Tambang Water Monitoring Point Site Kaltim Jaya Bara PT Harmoni Panca Utama Ari Ifan Prasetyo
Prosiding Seminar Nasional Teknik Sipil UMS 2026: Prosiding Seminar Nasional Teknik Sipil UMS
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sistem pengolahan Air Asam Tambang (AAT) di Water Monitoring Point (WMP) Site Kaltim Jaya Bara (KJB), yang dikelola oleh PT Harmoni Panca Utama (HPU), bertujuan untuk menurunkan tingkat keasaman dan kandungan logam berat dalam air tambang sebelum dilepaskan ke lingkungan. AAT terbentuk akibat reaksi antara mineral sulfida dengan air dan oksigen dalam kegiatan penambangan terbuka, menghasilkan air dengan pH rendah dan kandungan logam terlarut tinggi. Tujuan evaluasi ini mencakup analisis kinerja sistem pengolahan AAT, efektivitas penyehatan lingkungan tambang, kesesuaian terhadap standar lingkungan, serta inovasi dan perbaikan teknis. Metode yang digunakan meliputi observasi lapangan, wawancara, studi pustaka, dan dokumentasi. Proses pengolahan mencakup penampungan air, netralisasi menggunakan kapur, pengendapan logam berat, serta pemantauan rutin kualitas air. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa sistem mampu meningkatkan pH dari 3,5 menjadi 6,2-6,5 dan menurunkan kadar TSS secara signifikan, memenuhi baku mutu sesuai Peraturan Menteri LHK No. P.68 / MENLHK / Setjen / Kum.1/8/2016. Sistem terbukti efektif namun tetap memerlukan pemeliharaan dan adaptasi terhadap kondisi lapangan yang dinamis.