cover
Contact Name
Eliyana Lulianthy
Contact Email
eliyana.lulianthy@polita.ac.id
Phone
+6289692544118
Journal Mail Official
jakiyah@polita.ac.id
Editorial Address
Jalan Ampera, Kelurahan Sungai Jawi, Kecamatan Pontianak Kota, Kalimantan Barat 78114
Location
Kota pontianak,
Kalimantan barat
INDONESIA
Jakiyah : Jurnal Ilmiah Umum dan Kesehatan Aisyiyah
ISSN : 25276352     EISSN : 26139049     DOI : https://doi.org/10.35721/jakiyah.v7i1
Core Subject : Health, Science,
The journal contains relevant health studies analyzed from an integrated perspective including individual and population levels, experimental and clinical approaches, epidemiology, public health, disease prevention, and health promotion, diagnosis, treatment, prognosis and palliative care sourced from health disciplines. and other scientific disciplines. The focus and scope of the journal includes: Midwifery Maintenance Radiology Physiotherapy Analyst Health Nutrition Health Management Health-Accounting Health Communication Public Administration In The Health Sector Health Psychology Health Biotechnology Health Architecture Health Information Technology Anesthesiology Other.
Articles 75 Documents
Aplikasi Peran Variasi Aromaterapi dalam Penurunan Nyeri dan Tingkat Kecemasan Pada Ibu Bersalin Dwi Nur Octaviani Katili; Masmuni Wahda Aisya
Jakiyah: Jurnal Ilmiah Umum dan Kesehatan Aisyiyah Vol. 4 No. 2 (2019)
Publisher : Program Studi Kebidanan Politeknik Aisyiyah Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35721/jakiyah.v4i2.37

Abstract

Latar Belakang: Tingkat nyeri persalinan digambarkan dengan intensitas nyeri yang dipresepsikan oleh ibu saat proses persalinan. Sedangkan Kecemasan adalah gangguan alam atau perasaan yang ditandai dengan ketakutan atau kekhawatiran yang mendalam dan berkelanjutan. Depresi dan kecemasan perinatal sering terjadi pada ibu bersalin. Salah satu upaya yang dilakukan untuk mengatasi nyeri persalinan dan menurunkan tingkat kecemasan adalah metode non farmakologis dalam hal ini adalah pemberian aroma terapi lavender (lavandula angustifiola) dan pepper mint (mentha piperita).Tujuan: Untuk mengetahui perbedaan pemberian aromaterapi lavender (lavandula angustifiola) dan pepper mint (mentha piperita) terhadap penurunan nyeri persalinan dan tingkat kecemasan pada ibu bersalin di Ruangan Vk Rsia Sitti Khadijah Kota Gorontalo.Metode: Penelitian ini menggunakan desain quasi eksperiment tipe Non equivalent control group design dengan pre dan post test. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh ibu bersalin yang ada di RSIA Siti Kahadijah berdasarkan kriteria inklusi dan ekslusi. Tehnik pengambilan sampel menggunakan tehnik nonprobability sampling.Hasil: Berdasarkan uji paired simple t-test untuk nyeri persalinan, didapatkan nilai t.hitung 2.042 dengan p-value sebesar 0.05 pada kelompok aromaterapi Lavender. Pada kelompok aromaterapi pappermint didapatkan nilai t.hitung 000 dengan p-value sebesar 0.1000, terlihat bahwa p-value > α 0.05. sedangkan untuk tingkat kecemasan ibu bersalin, diperoleh nilai t.hitung 6.056 dengan p-value sebesar 0.000 pada kelompok aromaterapi lavender dan didapatkan nilai t.hitung 14.4738 dengan p-value sebesar 0.000 pada kelompol aromaterapi pappermint, terlihat bahwa p-value 0.000 < α 0.05.Kesimpulan: Tidak terdapat pengaruh aromaterapi lavender dan pappermint terhadap nyeri persalinan. Akan tetapi untuk tingkat kecemasan, didapatkan hasil bahwa aromaterapi lavender dan pappermint dapat menurunkan tingkat kecemasan ibu selama proses persalinan
Benchmarking Penggunaan Media Audio Visual pada Ibu Hamil Terhadap Keberhasilan Pemberian Kolostrum Pada Bayi Masmuni Wahda Aisya; Fatmah Zakaria
Jakiyah: Jurnal Ilmiah Umum dan Kesehatan Aisyiyah Vol. 4 No. 2 (2019)
Publisher : Program Studi Kebidanan Politeknik Aisyiyah Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35721/jakiyah.v4i2.38

Abstract

Latar Belakang: Di Indonesia kurang lebih 20 bayi meninggal per jam pada bayi kurang dari satu tahun dan hampir 50% kematian bayi ini terjadi pada masa kurang dari satu bulan, bayi baru lahir sangat rentan terhadap kesakitan dan kematian, terutama penyakit infeksi yang disebabkan rendahnya daya tahan tubuh. Kolostrum merupakan cairan yang pertama kali disekresi oleh kelenjar mammae (payudara) berwarna kekuningan mengandung zat kekebalan terutama IgA untuk melindungi bayi dari berbagai penyakit infeksi dan tak akan tergantikan oleh susu formula bergharga mahal sekalipun.Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh media audio visual dengan keberhasilan ibu nifas dalam pemberian kolostrum pada bayi.Metode: Penelitian ini dilakukan di Wilayah Kerja Puskesmas Gorontalo. Jenis penelitian ini menggunakan quasi eksperiment Non equivalent dengan pendekatan kuantitatif dan rancangan yang digunakan adalah pretest-posttest control group design. Tehnik pengambilan sampel menggunakan tehnik non probability sampling sedangkan jenis yang digunakan adalah accidental sampling. Populasi dalam penelitian ini adalah ibu hamil trimester ke tiga hingga bersalin di wilayah kerja puskesmas Telaga Biru. Jumlah sampel pada kelompok kontrol sebanyak 19 orang dan pada kelompok intervensi sebanyak 19 orang.Hasil penelitian: Hasil uji analisis statistic Chy-square diperoleh p.value 0.024 ≤ a = <0,05 artinya ada hubungan pemanfaatan media audio visual pada ibu hamil terhadap pemberian kolostrum pada bayi.Simpulan: Ada hubungan pemanfaatan media audiovisual terhadap pemberian kolostrum pada bayi
Analisis Determinan Kejadian Depresi Pada Ibu Hamil di Wilayah Kerja Puskesmas Sajad Desa Tengguli Kecamatan Sajad Kabupaten Sambas Eka Riana; Permatatiwi Indria
Jakiyah: Jurnal Ilmiah Umum dan Kesehatan Aisyiyah Vol. 4 No. 2 (2019)
Publisher : Program Studi Kebidanan Politeknik Aisyiyah Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35721/jakiyah.v4i2.39

Abstract

Latar Belakang: Depresi adalah suatu keadaan perasaan atau emosi dengan komponen psikologis seperti rasa sedih, susah, merasa tidak berguna, gagal, putus asa dan penyesalan. Depresi yang tidak ditangani pada ibu hamil dan setelah melahirkan memberikan resiko untuk mengalami efek samping terhadap kesehatan ibu dan anaknya.Tujuan Penelitian: Mengetahui bagaimana analisis determinan resiko depresi pada ibu hamil di wilayah kerja Puskesmas Sajad, Desa Tengguli, Kecamatan Sajad, Kabupaten Sambas pada tahun 2019.Rancangan Penelitian : Penelitian ini merupakan penelitian survei analitik dengan rancangan penelitian cross-sectional dengan jumlah sampel sebanyak 30 responden.Pengambilan sampel dilakukan dengan metode quota sampling yaitu pengambilan sampel yang dilakukan dengan cara menetapkan sejumlah target dari populasi. Analisis data menggunakan uji regresi logistik dengan tingkat kemaknaan P-value (0,05).Hasil analisis: Penelitian yang dilakukan di Desa Tengguli, Kecamatan Sajad, Kabupaten Sambas dari 30 responden ibu hamil yang diteliti, terdapat 14 ibu hamil (46,7%) yang memiliki resiko depresi. Berdasarkan hasil analisis multivariat, ibu hamil yang memiliki resiko depresi berasal dari status ekonomi yang rendah dengan (OR 1,43) dan (P-value 0,03) artinya ibu hamil dengan status ekonomi rendah 1,43 kali lebih beresiko mengalami depresi saat kehamilan dibanding ibu dengan status ekonomi tinggi.Kesimpulan: 30 ibu hamil di Desa Tengguli, Kecamatan Sajad, Kabupaten Sambas terdapat 46,7% ibu hamil beresiko depresi, adapun faktor yang signifikan terjadinya depresi pada ibu hamil tersebut ialah ibu hamil dengan status ekonomi yang rendah.
Telegram sebagai Media Pendidikan Kesehatan Untuk Peningkatan Pengetahuan Ibu tentang Pemberian Makan Bayi dan Anak (PMBA) Rini Sulistiawati; Dini Fitri Damayanti
Jakiyah: Jurnal Ilmiah Umum dan Kesehatan Aisyiyah Vol. 5 No. 2 (2020)
Publisher : Program Studi Kebidanan Politeknik Aisyiyah Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35721/jakiyah.v5i2.40

Abstract

Latar Belakang : Stunting atau anak balita pendek merupakan salah satu masalah gizi yang menjadi fokus perhatian dunia, termasuk Indonesia. Prevalensi balita stunting di Kalimantan Barat berdasarkan data Riset Kesehatan Dasar tahun 2018, yaitu yang mengalami pendek sebesar 21,9% dan sangat pendek sebesar 11,4%. Berdasarkan angka tersebut, prevalensi balita pendek di Kalimantan Barat menjadi masalah kesehatan masyarakat, yaitu menurut WHO prevalensi lebih dari 20%. Stunting dapat berakibat fatal bagi kemampuan belajar di sekolah, dan bagi produktivitas mereka di masa dewasa, serta memiliki daya tahan tubuh yang rendah. Pencegahan stunting dilakukan dengan pemberian gizi yang baik sejak janin dalam kandungan, pemberian ASI eksklusif sampai usia 6 bulan, dan pemberian MP-ASI yang tepat mulai usia 6 bulan hingga 2 tahun. Upaya peningkatan status gizi masyarakat perlu dibarengi dengan peningkatan pengetahuan khususnya ibu yang memiliki bayi risiko stunting. Salah satu upaya untuk meningkatkan pengetahuan ibu, yaitu pendidikan kesehatan tentang Pemberian Makan Bayi dan Anak (PMBA). Telegram merupakan salah satu media komunikasi yang dapat digunakan dalam pendidikan kesehatan Tujuan: menganalisis peningkatan pengetahuan ibu dengan anak risiko stunting tentang pemberian makan bayi dan anak (PMBA) menggunakan media Telegram di RSUD Dr. Soedarso Pontianak tahun 2019. Metode penelitian: merupakan eksperimen semu (Quasy Experiment) rancangan Non Equivalent Group dengan pre-post test with control group design. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh ibu yang meimiliki bayi dengan risiko stunting di RSUD Dr. Soedarso Pontianak dengan jumlah sampel kelompok perlakuan (diberikan informasi melalui media aplikasi Telegram) dan kelompok kontrol (diberikan informasi melalui media booklet), masing-masing sebanyak 15 orang. Teknik non probalility sampling secara consecutive sampling. Uji yang digunakan berupa uji t berpasangan dan uji t tidak berpasangan dengan tingkat kepercayaan 95%. Hasil: Terdapat perbedaan rerata skor pengetahuan yang bermakna tentang PMBA pada ibu dengan anak risiko stunting sebelum dan sesudah pendidikan kesehatan melalui media Telegram maupun melalui media booklet. Terdapat perbedaan rerata skor pengetahuan yang bermakna tentang PMBA antara ibu dengan anak risiko stunting yang diberikan pendidikan kesehatan melalui media Telegram dengan ibu dengan anak risiko stunting yang diberikan pendidikan kesehatan melalui media booklet
Cakupan Keluarga Sehat Wilayah Perbatasan Indonesia-Malaysia Berdasarkan Indikator PIS-PK Maretalinia; Kiki Lusrizanuri; Hadi Susilo Wijaya
Jakiyah: Jurnal Ilmiah Umum dan Kesehatan Aisyiyah Vol. 5 No. 2 (2020)
Publisher : Program Studi Kebidanan Politeknik Aisyiyah Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35721/jakiyah.v5i2.41

Abstract

Latar Belakang: Indonesia sebagai negara yang berbatasan langsung dengan negara tetangga, Malaysia menghadapi berbagai masalah kesehatan akibat terbatasnya akses. PIS-PK (Program Indonesia Sehat-Pendekatan Keluarga) merupakan program dengan 12 indikator keluarga sehat yang didata pada setiap keluarga. Tujuan: Studi ini bertujuan untuk mengetahui cakupan keluarga sehat di wilayah kerja Puskesmas Data Dian. Metode: Studi ini menggunakan data PIS-PK Puskesmas Data Dian, Kabupaten Malinau, Provinsi Kalimantan Utara (3 desa: Data Dian, Long Metun, dan Sai Anai) dengan melibatkan semua keluarga yang berjumlah 173 KK. Data diperoleh dengan menggunakan wawancara yang berpedoman pada kuesioner. Hasil: Hasil survei menunjukkan bahwa persentase keluarga sehat 64% dan pra-sehat 36%. Secara rinci dari ke-12 indikator keluarga sehat, terdapat beberapa indikator yang belum mencapai target 100% yaitu cakupan KB, ASI Eksklusif, pengobatan hipertensi, anggota keluarga masih ada yang merokok, penggunaan jamban, dan kepesertaan JKN. Kesimpulan: Perlu ada kerja sama dengan pemangku kepentingan serta komitmen bersama untuk mencapai target keluarga sehat 100%.
Tingkat Pengetahuan Masyarakat Halmahera Utara tentang Penyebab Gangguan Jiwa Olivia Asih Blandina; Kadek Intan Dwi Anggari
Jakiyah: Jurnal Ilmiah Umum dan Kesehatan Aisyiyah Vol. 5 No. 2 (2020)
Publisher : Program Studi Kebidanan Politeknik Aisyiyah Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35721/jakiyah.v5i2.42

Abstract

Latar Belakang: Masyarakat berasumsi bahwa gangguan jiwa adalah hasil dari kutukan arwah nenek moyang, sedangka gangguan jiwa sebenarnya disebabkan oleh banyak faktor yang saling berkaitan. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran tingkat pengetahuan masyarakat Halmahera Utara tentang penyebab gangguan jiwa. Metode: yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuantitatif dengan desain descriptive. Populasi yang digunakan dalam penelitian ini adalah masyarakat Halmahera Utara yang berjumlah 400 orang yang dipilih berdasarkan kriteria inklusi. Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini adalah purposive sampling. Instrument yang digunakan dalam penelitian ini yaitu kuesioner yang dimodifikasi oleh peneliti dan dianalisa secara statistik univariat. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden (75%) berada pada kategori tingkat pengetahuan cukup. Berdasarkan hasil tersebut diharapkan tenaga kesehatan secara rutin memberikan pendidikan kesehatan terkait peningkatan pengetahuan atau informasi tentang penyebab gangguan jiwa dan peran masyarakat, mengingat pentingnya peran masyarakat dalam membangun dukungan lingkungan yang baik untuk mendukung proses penyembuhan oramg dengan gangguan jiwa.
Komunikasi Interpersonal Tenaga Kesehatan Dengan Tingkat Kepuasan Pasien Abdul Malik Iskandar; Hairuddin; Harifuddin Halim
Jakiyah: Jurnal Ilmiah Umum dan Kesehatan Aisyiyah Vol. 5 No. 2 (2020)
Publisher : Program Studi Kebidanan Politeknik Aisyiyah Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35721/jakiyah.v5i2.44

Abstract

ABSTRAK Latar Belakang: Pelayanan kesehatan yang baik, bermutu, profesional, dan diterima pasien merupakan tujuan utama pelayanan rumah sakit. Namun hal ini tidak mudah dilakukan dewasa ini. Meskipun rumah sakit telah dilengkapi dengan tenaga medis, perawat, dan sarana penunjang lengkap, masih sering terdengar ketidakpuasan pasien akan pelayanan kesehatan yang mereka terima. Kurangnya komunikasi antara staf rumah sakit dengan pasien merupakan salah satu alasan keluhan umum pasien di rumah sakit. Pasien sering tidak puas dengan kualitas dan jumlah informasi yang diterima dari tenaga keperawatan. Tujuan: mengetahui bagaimana hubungan komunikasi interpersonal tenaga keperawatan dengan tingkat kepuasan pasien rawat Inap di Ruang Nifas Puskesmas Batua Makassar Tahun 2012. Metode: Jenis penelitian ini adalah survey analitik yang menggunakan data primer, sampel dari pasien yang dirawat inap 40 orang, teknik pengambilan sampel adalah purposive sampling,dan uji statistik adalah Chi Square. Hasil penelitian: dari 29 responden yang mengatakan komunikasi interpersonal tenaga keperawatan baik ada 23 (57,5%) responden yang mengatakan puas, dan 6 (15%) mengatakan kurang puas, sedangkan dari 11 responden yang mengatakan komunikasi interpersonal cukup ada 4 (10%) responden yang mengatakan puas, dan 7 (17,5%) mengatakan kurang puas. Berdasarkan uji statistik regresi logistic diperoleh p = 0,02 < α = 0.05 yang artinya ada hubungan yang signifikan (H0 ditolak). Simpulan: komunikasi interpersonal merupakan faktor yang menentukan kepuasan pasien dengan tenaga keperawatan. Bahkan komunikasi yang baik dapat berpengaruh terhadap motivasi kesembuhan pasien. Oleh karena itu diharapkan tenaga keperawatan agar selalu memperhatikan cara berkomunikasinya dengan pasien agar tidak menimbulkan kesalahpahaman.
Efektivitas Metode Video Tutorial Dengan Demonstrasi Pembelajaran Mata Kuliah Kegawatdaruratan Maternal Neonatal Dalam Melakukan Pertolongan Persalinan Sungsang Di Masa Pandemic Covid 19 Elsa Noftalina
Jakiyah: Jurnal Ilmiah Umum dan Kesehatan Aisyiyah Vol. 5 No. 2 (2020)
Publisher : Program Studi Kebidanan Politeknik Aisyiyah Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35721/jakiyah.v5i2.47

Abstract

Latar Belakang: Saat ini Indonesia bahkan dunia sedang mengalami pandemi suatu virus yaitu Coronavirus Diseases 2019 (COVID19), segala kegiatan didalam dan diluar ruangan di semua sektor sementara waktu ditunda demi mengurangi penyebaran corona terutama pada bidang pendidikan. Metode pembelajaran tatap muka diganti dengan virtual atau menggunakan video tutorial. Tujuan Penelitian: Mengetahui perbedaan efektivitas metode video tutorial dengan demonstrasi pada pembelajaran mata kuliah kegawatdaruratan maternal neonatal dalam melakukan pertolongan persalinan sungsang di masa pandemi Covid 19 di kampus Politeknik ‘Aisyiyah Pontianak Tahun 2020. Rancangan Penelitian: Penelitian ini menggunakan true eksperimen dengan pendekatan post test. Sampel penelitian ini adalah mahasiswa tingkat 2 semester IV yaitu sebanyak 60 mahasiswa dengan pembagian 30 mahasiswa yang mendapat perlakuan (metode video tutorial) dan 30 mahasiswa sebagai kontrol (metode demonstrasi). Teknik pengambilan sampel yaitu dengan menggunakaan total sampling. Analisis data dengan uji T independent kemaknaan P-value (0,05). Hasil analisis : Terdapat perbedaan hasil belajar (nilai/post test) yang signifikan antara metode video tutorial dengan metode demonstrasi pada pembelajaran mata kuliah kegawatdaruratan maternal neonatal dalam melakukan pertolongan persalinan sungsang. Nilai rata-rata post test responden dengan metode demonstrasi sebesar 84,45 dan nilai rata-rata post test responden dengan metode video tutorial sebesar 51,09.Kesimpulan: Terdapat perbedaan efektivitas yang signifikan antara metode video tutorial dengan metode demonstrasi pada pembelajaran asuhan kegawatdaruratan maternal neonatal pada pertolongan persalinan sungsang di masa pandemi covid 19.
Faktor Risiko Kejadian Anemia Pada Ibu Hamil Di Daerah Urban Di Wilayah Kerja Puskesmas Sialang Buah Tahun 2020 Edy Marjuang Purba
Jakiyah: Jurnal Ilmiah Umum dan Kesehatan Aisyiyah Vol. 6 No. 1 (2021): JAKIYAH VOL 6 NO. 1 Juni 2021
Publisher : Program Studi Kebidanan Politeknik Aisyiyah Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35721/jakiyah.v6i1.48

Abstract

Latar Belakang: Prevalensi anemia pada ibu hamil di Puskesmas Sialang Buah cukup tinggi pada tahun 2019 (41,9%), tahun 2018 yaitu (40,7%), tahun 2017 (40,5%) dan tahun 2016 (32,3%). Prevalensi anemia pada ibu hamil di daerah urban masih cukup tinggi (35,4%). Urgensi penelitian ini adalah perlunya diketahui faktor risiko anemia ibu hamil sehingga dapat dikendalikan dan diatasi yang selanjutnya berdampak pada menurunnya angka anemia pada ibu hamil. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor risiko kejadian anemia pada ibu hamil di daerah urban Wilayah Kerja Puskesmas Sialang Buah tahun 2020. Metode: Jenis penelitian ini adalah observational analitik yang dilakukan untuk mengetahui determinan prevalensi anemia pada ibu hamil di daerah urban Wilayah Kerja Puskesmas Sialang Buah tahun 2020. Sampel penelitian adalah semua ibu hamil dari daerah urban (58 orang). Kadar Hb darah diperiksa menggunakan Stik/Hb Meter di Puskesmas Sialang Buah. Ibu hamil dinyatakan anemia apabila kadar Hb darah < 11gr/dl. Data yang dikumpulkan kemudian dilakukan analisis univariat dan bivariat. Hasil penelitian: Hasil analilisis bivariat menunjukkan ada hubungan antara pengetahuan konsumsi tablet Fe dengan anemia pada ibu hamil di daeral urban di Wilayah kerja Puskesmas Sialang Buah Tahun 2020. Tidak ada hubungan antara kehamilan remaja, pendidikan, status ekonomi dan kunjungan ANC dengan Fe dengan anemia pada ibu hamil di daeral urban di Wilayah kerja Puskesmas Sialang Buah Tahun 2020. Simpulan: Bagi Pihak Puskesmas, perlu melakukan penanganan dan tindak lanjut segera bagi ibu hamil yang terjaring anemia sehingga kejadian anemia tidak semakin parah. Bagi pihak Puskesmas juga diharapkan untuk tetap melaksanakan penyuluhan berkala untuk meningkatkan pengetahuan ibu hamil tentang pencegahan anemia dan monitoring konsumsi tablet Fe. Kata kunci: Anemia, Pengetahuan, Konsumsi tablet Fe, Urban
Pengaruh Anemia Terhadap Inersia Uteri di RSUD Prof. Dr. H. Aloei Saboe Kota Gorontalo Novita Ibrahim; Siti Surya Indah Nurdin; Sugianto
Jakiyah: Jurnal Ilmiah Umum dan Kesehatan Aisyiyah Vol. 5 No. 2 (2020)
Publisher : Program Studi Kebidanan Politeknik Aisyiyah Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35721/jakiyah.v5i2.49

Abstract

Latar Belakang: Anemia merupakan kurangnya dari kuantitas maupun kualitas sel darah merah, sehingga dapat menyebabkan turunnya kapasitas darah untuk membawa oksigen. Inersia Uteri merupakan kondisi dimana kontraksi rahim yang lemah dan singkat. Penelitian ini dilakukan di Rumah Sakit Umum Daerah Prof. Dr. Aloei Saboe Kota Gorontalo. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh anemia terhadap inersia uteri. Metode: Jenis penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan menggunakan desain case control dengan pendekatan retrospektif. Teknik pengambilan sampel yaitu consecutive sampling dan didapatkan 45 responden. Hasil: Berdasarkan hasil penelitian didapatkan p value sebesar 0,000 < α 0,05, dan nilai OR = 5,250 yang bermakna bahwa anemia dapat mempengaruhi terjadinya inersia uteri dengan parameter kekuatan pengaruh nilai RR (Relative Risk) 2,149 yang artinya pasien dengan anemia mempunyai kemungkinan 2 kali mengalami inersia uteri. Simpulan: Ini menunjukan terdapat pengaruh yang signifikan antara anemia terhadap inersia uteri.