cover
Contact Name
Putu Mega Putra
Contact Email
megabizland@gmail.com
Phone
+6285227679500
Journal Mail Official
info@paris.ipb-intl.ac.id
Editorial Address
Institut Pariwisata dan Bisnis Internasional Jalan Kecak, No. 12, Gatot Subroto Timur Denpasar - Bali
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis
ISSN : -     EISSN : 28283325     DOI : https://doi.org/10.22334/paris
Core Subject : Economy, Social,
Paris memuat publikasi ilmiah di bidang pendidikan, pariwisata, bisnis dan kewirausahaan. dengan cakupan bidang sebagai berikut tetapi tidak hanya terbatas pada: 1. Pendidikan pariwisata, 2. Pengembangan kepariwisataan, 3. Pariwisata Berkelanjutan, 4. Pengentasan kemiskinan berbasis sumber daya lokal, 5. Pengelolaan wilayah pedesaan dan pesisir berkearifan lokal, 6. Pengembangan Ekonomi, Bisnis digital, Kewirausahaan, Koperasi, Industri Kreatif, dan UMKM, 7. Seni, sastra, dan budaya, serta integrasi nasional dan harmoni sosial dalam bidang pariwisata.
Articles 1,502 Documents
Kualitas Spongecake Berbahan Campuran Tepung Umbi Talas Narasena , Komang Adiantika; Sudiarta , I Nyoman
Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Vol. 2 No. 11 (2023): Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis
Publisher : Institut Pariwisata dan Bisnis Internasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22334/paris.v2i11.620

Abstract

Talas adalah salah satu jenis umbi umbian yang cukup banyak ditanam di Indonesia yang menjadi hasil bumi yang memiliki nilai ekonomis pangan yang belakangan dan mulai diangkat eksistensinya umbi talas mampu diolah hingga menghasilkan tepung talas yang memiliki nilai mutu gizi dan serat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kualitas Tepung talas sehingga dapat menjadi bahan campuran tepung terigu dalam proses pembuatan Spongecake dilihat dari segi tekstur, aroma, rasa dan warna, serta untuk mengetahui kualitas perbandingan tepung talas manakah yang paling tepat dalam pembuatan spongecake. Pada penelitian ini menggunakan jenis penelitian eksperimen dengan mixed method. Data kualitatif dalam penelitian didapat dari kuisioner serta observasi. Sedangkan untuk data kuantitatif didapatkan melalui hasil dari uji organoleptik dengan SPSS dengan analisis data menggunakan uji Kruskal Wallis. Pengumpulan data dengan cara membagikan lembar kuisoner kepada 30 panelis yang terdiri 10 dari kalangan industry culinary dan 20 orang dari masyarakat luas berdasarkan hasil uji organeleptik melalui uji Kruskal wallis menunjukan hasil adanya perbedaan yang nyata dari segi warna aroma dan tekstur dari ketiga sampel Produk. Dari segi rasa menunjukan tidak adanya perbedaan yang nyata. Berdasarkan hasil uji rangking yang dilakukan, diperoleh hasil Spongecake dengan perbandingan tepung talas 25% menepati urutan pertama (paling disukai panelis) oleh karena itu, dapat disimpulkan bahwa perbandingan yang cocok digunakan dalam pembuatan spongecake adalalah spongecake berbahan campuran 25 % tepung talas dan untuk Dari hasil analisisi biaya Untuk memproduksi satu Loyang berukuran (20x 30) atau kurang lebih 400 gram memerlukan biaya: Rp 10,765,7 dengan harga jual mengunakan cost percentage 35 % sejumlah Rp 30.757. Taro is one type of tuber that is quite widely grown in Indonesia which becomes a produce that has an economic value in food that has recently and began to be estimated t eksisthe tension of taro tubers can be processed to produce taro flour which has nutritional quality value and fiber. This study aims to knowthe quality of taro flour so that it can be an ingredient in the wheat flour mixture in the process of making Spongecake in terms of texture, aroma, taste and color, as well as to know thequality of which taro flour comparison is the most appropriate in making spongecake. Pthere is this study using jenis experimental research with mixed method. Qualitativein the study was obtained from questionnaires and observations. Meanwhile, quantitative data were obtained through the results of organoleptic tests with SPSS with data analysis usingthe Kruskal Wallis test. Data collection by distributing questionnaire sheets to 30 panelists consisting of 10 from the culinary industry and 20 people from the wider community based on the results of organeleptic tests through the Kruskal wallis test showed that there were noticeable differences in terms of aroma color and texture of the three product samples. In terms of taste, it shows that there is no real difference. Based on the results of the ranking test conducted, the results of Spongecake with a ratio of 25% taro flour kept the first order (most preferred by the panelists) therefore, it can be concluded that the comparison that is suitable for use in the manufacture of spongecake is a spongecake made from a mixture of 25% taro flour and for from the results of cost analysis To produce one pan measuring (20x 30) or approximately 400 grams requires a fee: Rp 10,765.7 with a selling price using a 35% cost percentage of Rp 30,757.
Kualitas Cookies Berbahan Campuran Tepung Biji Nangka Puspitasari, Made Yanti; Koeswiryono , Dika Pranadwipa
Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Vol. 2 No. 11 (2023): Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis
Publisher : Institut Pariwisata dan Bisnis Internasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22334/paris.v2i11.621

Abstract

Eksperimen ini dibuat menggunakan campuran tepung biji nangka. Penelitian ini bertujuan agar masyarakat bisa memanfaatkan biji nangka agar bisa dikreasikan dan dikembangkan lebih baik lagi oleh masyarakat, penelitian bertujuan untuk menginformasikan kepada masyarakat bahwa biji nangka bisa di olah menjadi tepung dan bisa dijadikan bahan pangan alternatif yang dinilai dar segi rasa, aroma, warna, tesktur, daya tahan atau masa kadaluarsa, biaya produksi dan hasil minat konsumen pada cookies berbahan campuran tepung biji nangka ini. Pada penelitian ini menggunakan metode eksperimental, dimana melakukan proses percobaan atau trial terlebih dahulu agar meghasilkan sebuah produk yang layak di konsumsi oleh masyarakat. Dalam penelitian ini mengambil data dengan cara menyebarkan pertanyaan-pertanyaan yang tertulis pada topik dalam bentuk kuisioner lalu membagikan nya kepada 15 responden yang terdiri dari staff kitchen di double-six luxury hotel, mahasiswa/i Ipb Internasional dan masyarakat sekitar. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa cookies berbahan campuran tepung biji nangka memiliki rasa yang sangat enak, aroma yang sangat harum, tekstur yang renyah dan warna yang sangat menarik. Daya tahan dari cookies berbahan campuran tepung biji nangka ini dapat bertahan selama 1 bulan bila ditempatkan pada tempat yang kedap udara. Biaya produksi pada pembuatan cookies berbahan campuran tepung biji nangka ini menghabiskan biaya yaitu Rp. 34.404 yang sudah mendapatkan 1 resep atau 25 biji cookies. Dari hasil survey yang diperoleh menunjukan bahwa 10 dari 15 responden berminat untukmembeli cookies berbahan campuran tepung biji nangka jika dijual dipasaran. This experiment was made using a mixture of jackfruit seed flour. This study aims to make the community use jackfruit seeds so that they can be made better by the community, and aims to inform the public that jackfruit seeds can be processed into flour and can be used as alternative food ingredients which are assessed in terms of taste, aroma, color, texture, durability or expiration, production costs and results of consumer interest in cookies made from a mixture of jackfruit seed flour. In this study using an experimental method, which conducts an experimental process or trial first in order to produce a product that is suitable for consumption by the public. In this study, data were collected by distributing questions written on the topic in the form of a questionnaire and then distributing them to 15 respondents consisting of kitchen staff at double-six luxury hotels, International IPB students and the surrounding community. The results of this study indicate that cookies made from a mixture of jackfruit seed flour have a very good taste, very fragrant aroma, crunchy texture and very attractive color. The durability of cookies made from a mixture of jackfruit seed flour can last for 1 month when placed in an airtight place. The production cost of making cookies made from a mixture of jackfruit seed flour costs Rp. 34,404 who already get 1 recipe or 25 cookies. From the survey results obtained, it shows that 10 out of 15 respondents are interested in buying cookies made from a mixture of jackfruit seed flour if sold in the market.
Inovasi Pembuatan Kerupuk Kulit Pisang Pratiwi , Ni Komang Maharani Arya; Purnaya , I Gusti Ketut
Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Vol. 2 No. 11 (2023): Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis
Publisher : Institut Pariwisata dan Bisnis Internasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22334/paris.v2i11.622

Abstract

Kulit Pisang belum dapat diolah secara efisien oleh masyarakat bahkan sebagian besar dibuang begitu saja. Limbah pisang yaitu kulit pisang dapat digunakan secara optimal menjadi sebuah produk yang bermanfaat saat ini di tegah pandemic covid sembilan belas ini sebuah produk kerupuk yang jarang dimanfaatkan oleh masyarakat sebagai bahan alami yang aman untuk dikonsumsi serta banyak memiliki manfaat bagi kesehatan. Penelitian memiliki tujuan untuk melihat kualitas kerupuk kulit pisang dan menciptakan sebuah inovasi baru dalam pembuatan kerupuk. Tempat penelitian di Denpasar, waktu penelitian bulan Februari – Juli 2022. Jenis penelitian yang digunakan adalah eksperimen menggunakan 3 perlakuan yaitu P0 ( 15% kulit pisang), P1 ( 25% kulit pisang) dan P2 (35% kulit pisang) dengan menggunakan 30 orang panelis. Hasil dari penelitian dari minat masyarakat terhadap hasil jadi kerupuk kulit pisang dinilai dari 30 panelis mendapatkan total skor ditinjau dari segi rasa dengan total skor 142, aroma 135, tekstur 144, warna 142 dan daya minat 563 skor. Lalu untuk kualitas kerupuk dengan bahan dasar kulit pisang persentase penambahan kulit pisang ditinjau dari segi rasa dengan total skor 131, aroma 136, tekstur 135, warna 134 dan daya minat 536 skor. Sedangkan kerupuk kulit pisang dengan penambahan persentase memperoleh skor lebih tinggi yaitu dari segi rasa 144, aroma 143, tekstur 144, warna 138 dan daya minat 569 skor. Daya tahan kerupuk kulit pisang memiliki daya tahan selama 1 bulan apabila kerupuk tersebut belum mengalami proses pengorengan dengan kualitas masih baik dan dapat bertahan selama 2 minggu di suhu ruang apa bila sudah mengalami proses penggorengan dan ditempatkan di wadah yang kedap udara seperti toples di suhu berkisar antara 18oC – 23oC. Banana peels cannot be processed efficiently by the community, even most of them are thrown away. Banana waste, namely banana peels, can be used optimally into a useful product in the midst of this nineteen covid pandemic is currently a cracker product that is rarely used by the public as a natural ingredient that is safe for consumption and has many health benefits. This study aims to determine the quality of banana peel crackers and create a new innovation in the manufacture of crackers. The research location is in Denpasar, the research time is February-July 2022. The type of research used is an experiment using 3 treatments, namely P0 (15% banana peel), P1 (25% banana peel) and P2 (35% banana peel) using 30 panelist. The results of the research on public interest in the results of banana peel crackers were assessed from 30 panelists getting a total score in terms of taste with a total score of 142, scent 135, texture 144, color 142 and interest 563 scores. Then for the quality of crackers with banana peel as the basic ingredient, the percentage of addition of banana peel in terms of taste with a total score of 131, scent 136, texture 135, color 134 and interest 536 scores. While the banana peel crackers with the addition of the percentage obtained a higher score, namely in terms of teste 144, scent 143, texture 144, color 138 and interest 569 scores. Durability of banana peel crackers has a shelf life of 1 month if the crackers have not undergone a frying process with good quality and can last for 2 weeks at room temperature if they have undergone a frying process and are placed in an airtight container such as a jar at a temperature ranging from 18oC-23oC.
Kualitas Cookies Dengan Bahan Dasar Tepung Biji Nangka Widiari, Ni Luh Putu Febri; Purnaya , I Gusti Ketut
Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Vol. 2 No. 11 (2023): Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis
Publisher : Institut Pariwisata dan Bisnis Internasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22334/paris.v2i11.623

Abstract

Cookies adalah kue yang terbuat dari bahan dasar tepung terigu namun tingginya penggunaan terigu membuat banyak alternatif untuk mengurangi pemakaian terigu, salah satu yang dapat dilakukan adalah melakukan substitusi atau penggantian tepung terigu. Sementara biji nangka masih belum dimanfaatkan dengan baik, maka dapat dilakukan substitusi tepung terigu menggunakan tepung biji nangka. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kualitas cookies dari segi rasa, warna, tekstur, dan aroma, untuk mengetahui daya tahan atau masa kadaluarsa serta menganalisis biaya yang diperlukan dalam pembuatan cookies. Pendekatan penelitian yang digunakan adalah penelitian eksperimen yang kemudian diuji oleh 30 panelis dengan tes organoleptik, observasi dan analisis biaya produksi. Hasil penelitian menunjukkan kualitas cookies dengan bahan dasar tepung biji nangka masuk dalam kriteria enak dari segi rasa, tekstur yang renyah, beraroma harum serta warna yang menarik. Dari hasil uji daya tahan mampu bertahan selama 2 minggu. Dari hasil analisis biaya produksi membutuhkan biaya Rp 91.600,-. Cookies are cakes made from wheat flour, but the high use of flour makes many alternatives to reduce the use of flour, one of which can be done is to substitute or replace wheat flour. While jackfruit seeds are still not used properly, it can be substituted for wheat flour using jackfruit seed flour. This study aims to determine the quality of cookies in terms of taste, color, texture, and aroma, to determine durability or expiration and analyze the costs required in making cookies. The research approach used is experimental research which is then tested by 30 panelists with organoleptic tests, observation and analysis of production costs. The results showed that the quality of cookies with the basic ingredient of jackfruit seed flour was included in the delicious criteria in terms of taste, crunchy texture, fragrant aroma and attractive color. From the results of the endurance test, it can last for 2 weeks. From the results of the analysis of the cost of production costs Rp 91,600, -.
Pemanfaatan Tepung Mocaf Sebagai Bahan Penggatepung Terigu dalam Pembuatan Churros Padra , Ni Putu Yollistya Kayika Purnama; Purnaya , I Gusti Ketut
Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Vol. 2 No. 11 (2023): Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis
Publisher : Institut Pariwisata dan Bisnis Internasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22334/paris.v2i11.625

Abstract

Singkong merupakan umbi akar yang memiliki Panjang 50-80 cm tergantung kutivar. Tepung mocaf adalah tepung yang terbuat dari singkong yang termodifikasi . churros merupakan camilan yang terbuat dari campuran tepung , butter, gula yang diaduk lalu digoreng dan memiliki tekstur renyah dan lembut. Pada umumnya kuliner ini terbuat dari tepung terigu tetapi dalam tugas akhir ini peneliti melakukan penelitian dengan menggunakan bahan subtitusi antara tepung mocaf karena tepung mocaf memiliki potensi yang sangat menarik jika dikembangkan menjadi olahan camilan . penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan bentuk,rasa,aroma,tekstur,warna churros yang berbahan pengganti tepung mocaf , serta menganalisis biaya yang diperlukan dalam pembuatan churros dengan berbahan pengganti tepung mocaf . manfaat penelitian ini untuk mengenalkan jenis inovasi baru terhadap produk camilan berbahan berbahan pengganti yang lebih sehat dan bisa dikonsumsi oleh segala kalangan. Penelitian ini menggunakan data kualitatif karena bersangkutan dengan penelitian dari kualitas churros dengan bahan pengganti tepung mocaf dan kuantitatif karena data yang dihasilkan berupa nilai yang diperoleh dari para panelis . hasil dari penelitian ini menunjukkan kualitas churros dengan bahan pengganti tepung mocaf diujikan kepada 20 panelis dilihat dari segi rasa mendapat skor 80,warna dengan skor 96, tekstur denganskor 97,aroma dengan skor 97 . minat calon konsumen dalam 20 panelis ini menunjukkan 17 panelis tertarik untuk membeli churros . uji daya tahan churris selama 7 hari menunjukkan churros mampu bertahan selama 5 hari dan menunjukkan perubahan pada hari ke 5 dari bagian aroma, rasa dan tekstur . penelitian ini menggunakan biaya produksi sebesar Rp. 55.775,- dari segi harga ditotalkan Rp . 3000,- /bungkus. Cassava is a rootuber that has a leght of 50-80 cm depending on the cultivar. Mocaf flour is flour made from modified cassava. Churros are a snack made from mixture of flour, butter,sugar which is stirred and the fried and has a crunchy and soft texture. In general, this culinary is made from wheat flour , but in this final project the researcher conducted a study using substitute ingrediens between mocaf flour because mocaf flour has very interesting potential if it is developmed into processed snacks. This study aims to determine the differences in the shape, aroma ,texture, color of churros made from subtitutes for mocaf flour , as well as to analyze the costs involved in making churros with subtitutes for mocaf flour . the benefit of this research is to introduce new types of innovation to substitute -based products that are healthier and can be consumed by all groups. This study uses qualitative data because it is related to research on the quality of churros with mocaf flour subtitutes and quantitative because the data produced is in the form of values obtained from the panelists. The results of this study showed that the quality of the mocaf flour substituted 20 panelists in terms of taste scored 80, color scored 96, texture scored 97, aroma scored 97. The interest of potential consumers in these 20 panelists shows that 17 panelists are interested in buying churros . churros durability test for 7 days showed churros last for 5 days and showed changes on day 5 in terms of aroma, taste and texture. This study uses a production cost of Rp. 55.775,- in terms of price a total of Rp. 3000,- /pack.
Pemanfaatan Tepung Sukun Sebagai Pengganti Tepung Terigu dalam Pembuatan Farfalle Yaji , Taka Toshi; Sudiarta , I Nyoman
Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Vol. 2 No. 11 (2023): Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis
Publisher : Institut Pariwisata dan Bisnis Internasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22334/paris.v2i11.626

Abstract

Farfalle adalah jenis pasta yang umumnya dikenal sebagai pasta kupu-kupu. Nama ini berasal dari kata italia farfalle (kupu-kupu). Di kota italia Modena, farfalle dikenal sebagai berbagai strichetti. Pasta Farfalle ini terbuat dari campuran telur dan tepung terigu. Dan saat ini permintaan tepung untuk kebutuhan sehari-hari semakin meningkat, maka dari itu diupayakan untuk mengganti tepung terigu dengan tepung sukun dengan alasan tepung sukun memiliki kandungan gizi yang tidak kalah baik dengan tepung terigu. Hasil penelitian menunjukkan kualitas farfalle dengan menggunakan tepung sukun 100% yang diujikan kepada 20 orang panelis dilihat dari segi warna, rasa, tekstur, dan aroma. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen, dengan jenis data kualitatif dan kuantitatif. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah kuisioner. Biaya yang diperlukan adalah sebesar Rp. 22,936,- sedangkan biaya perbungkus dengan berat 50 gram sebesar Rp. 5,000,-. Farfalle is a type of pasta commonly known as butterfly paste. The name comes from the Italian word farfalle (butterfly). In the Italian city of Modena, farfalle is known as the strichetti variety. Farfalle pasta is made from a mixture of eggs and wheat flour. And currently the demand for flour for daily needs is increasing, therefore efforts are made to replace wheat flour with breadfruit flour on the grounds that breadfruit flour has a nutritional content that is not inferior to wheat flour. The results showed the quality of farfalle using 100% breadfruit flour which was tested on 20 panelists in terms of color, taste, texture, and aroma. This study uses an experimental method, with qualitative and quantitative data types. The data collection technique used is a questionnaire. The cost required is Rp. 22,936, - while cost per pack weighing 50 grams is Rp. 5,000,-.
Analisis Potensi Daya Tarik Wisata Vihara Dewi Welas Asih sebagai Wisata Religius Piter , Amelia; Widiastiti , A.A Istri Putera; Aprinica , Ni Putu Isha
Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Vol. 2 No. 12 (2023): Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis
Publisher : Institut Pariwisata dan Bisnis Internasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22334/paris.v2i12.628

Abstract

Atraksi wisata minat khusus adalah daya tarik wisatawan yang mencari sesuatu yang istimewa dan berbeda untuk menciptakan pengalaman wisata yang berkualitas dan berkesan. Biasanya, pariwisata khusus sesuai dengan kondisi alam, budaya, tradisional dan sejarah dan karena itu memiliki fenomena yang valid dan dapat diamati. Tempat wisata khusus menyediakan kegiatan wisata yang biasanya tidak dilakukan oleh wisatawan biasa. Memakai kata lain dapat dikatakan bahwa wisata minat khusus merupakan kegiatan wisata yang memiliki tendensi keahlian khusus atau ketertarikan khusus, di antaranya berburu, mendaki gunung, wisata gua, wisata agro, wisata ekologi, tempat perbelanjaan, tempat ziarah dan tidak terkecuali kegiatan wisata religi. Melihat dari bangunan atau arsitektur heritage yang dimiliki oleh Vihara Dewi Welas Asih serta ornamen-ornamen yang masih asli dari abad 16 maka keunikan tersebut dapat dijadikan potensi daya tarik wisata. Metode penelitian yang digunakan yaitu SWOT analisis guna mengtahui dan dapat mengukur faktor internal maupun eksternal yang dimiliki oleh Vihara Dewi Welas Asih. Social Media Instagram is one of the media that is very widely used to promote a business or business in order to get high sales. One marketing technique that can be done in an effort to increase the number of purchases is by advertising on Instagram social media. The purpose of this study was to determine how much influence the frequency of ad serving on Instagram @explorenusapenida on purchasing tour packages to Nusa Penida in the new normal era.This study uses quantitative research methods. This research was conducted by processing data on purchasing packages resulting from advertising on Instagram social media in 2020-2021 which were obtained directly at the travel agent @explorenusapenida. The data analysis technique in this research is quantitative descriptive analysis.The results showed that the promotion carried out by the owner of the Instagram account @explorenusapenida regarding the tourist area of the island of Nusa Penida showed a positive influence from the regression results which can be said that the level of purchasing decisions has an effect of 30% while the remaining 70% is influenced by other factors outside of this study.
Persepsi Wisatawan Terhadap Pengelolaan Destinasi Wisata Broken Beach Sebagai Daya Tarik Wisata Syahputra , Aldi Reza; Widiastiti , A.A Istri Putera; Muliadiasa , I Ketut
Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Vol. 2 No. 12 (2023): Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis
Publisher : Institut Pariwisata dan Bisnis Internasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22334/paris.v2i12.629

Abstract

Produk wisata merupakan salah satu hal yang sering dipertimbangkan wisatawan untuk mengunjungi suatu destinasi sehingga perkembangan produk wisata perlu dilakukan, hal ini agar dapat menarik minat wisatawan untuk berkunjung. Dalam proses pengembangan langkah-langkah strategi yang diambil perlu banyak pertimbangan dan berdasarkan kebutuhan wisatawan atau persepsi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui persepsi wisatawan terhadap destinasi wisata Broken Beach, Nusa Penida. Pada penelitian ini, peneliti menggunakan metode penelitian deskriptif dengan menggunakan pendekatan kuantitatif. Sumber data yang digunakan berupa sumber data primer dan sekunder. Data primer didapatkan melalu hasil wawancara langsung dan pengisian berupa kuesioner yang disebarkan kepada 50 orang responden yang merupakan wisatawan yang sudah pernah berkunjung ke Broken Beach, Nusa Penida. Terdapat 2 teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu kuesioner yang disebarkan kepada 50 orang responden yang merupakan wisatawan dan teknik pengumpulan data terakhir berupa observasi. Analisis data pada penelitian ini menggunakan uji validitas dan reabilitas untuk mengetahui data yang didapat dari penelitian valid atau tidak. Selanjutnya hasil penelitian ini dapat menunjukkan bagaimana persepsi persepsi wisatawan terhadap destinasi wisata Broken Beach, Nusa Penida. Tourism products are one of the things that are often considered by tourists to visit a destination so that tourism product development needs to be done, this is so that it can attract tourists to visit. In the process of developing the strategic steps taken, many considerations need to be made and are based on tourist needs or perceptions. This study aims to determine tourist perceptions of the tourist destination Broken Beach, Nusa Penida. In this study, researchers used descriptive research methods using a quantitative approach. The data sources used are primary and secondary data sources. Primary data was obtained through interviews in the form of questionnaires which were distributed to 50 respondents who were tourists who had visited Broken Beach, Nusa Penida. There are 2 data collection techniques used in this study, namely questionnaires distributed to 50 respondents who are tourists and the final data collection technique in the form of observation. Data analysis in this study used validity and reliability tests to determine whether the data obtained from the research was valid or not. Furthermore, the results of this study can show how tourists perceive the tourist destination of Broken Beach, Nusa Penida.
Pengaruh Kualitas Pelayanan Pramusaji dan Fasilitas Terhadap Kepuasan Pelanggan Restoran Dewi, Sang Ayu Made Sintya; Amir , Firlie Lanovia; Suarmana , I Wayan Restu; Paramitha, Made Widya
Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Vol. 2 No. 12 (2023): Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis
Publisher : Institut Pariwisata dan Bisnis Internasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22334/paris.v2i12.632

Abstract

Adiwana Arya Villa di Ubud memiliki Wayang Restoran. Departemen layanan F&B selalu melakukan briefing sebelum melakukan jobdesk masing-masing untuk menjaga kualitas layanan dan keberadaan restoran. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menentukan tingkat kepuasan pelanggan di Wayang Restaurant di Adiwana Arya Villa dipengaruhi oleh kualitas pelayanan pramusaji dan fasilitas yang tersedia. Studi ini dilakukan menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif yang menggunakan statistik. Data dikumpulkan melalui pengisian kuesioner dari 99 orang yang makan di Wayang Restoran Adiwana Arya Villa. Analisis data menggunakan regresi linier berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor kualitas layanan pramusaji sangat memengaruhi kepuasan pelanggan. Nilai t-tabel sebesar 1,985 kurang dari nilai t-hitung sebesar 2,134, menunjukkan hal ini. Karena itu, hipotesis kedua (H2) tidak valid. Secara keseluruhan, dapat disimpulkan bahwa dalam model penelitian ini, kualitas pelayanan pramusaji dan fasilitas secara bersama-sama memiliki efek positif dan signifikan terhadap kepuasan pelanggan. Kualitas pelayanan pramusaji (X1) dan fasilitas (X2) dapat bertanggung jawab atas sekitar 56,2% variasi dalam kepuasan pelanggan, menurut koefisien persegi adjustable R (adj. R2) sebesar 0,562. Komponen tambahan yang tidak dimasukkan dalam model penelitian ini menyumbang 43,8% dari total variasi. Ubud's Adiwana Arya Villa features a Wayang Restaurant. To ensure service quality and the restaurant's existence, the F&B service section always performs briefings before carrying out their separate work responsibilities. The goal of this study is to determine if the quality of waiter service and the amenities offered impact the degree of customer satisfaction at Wayang Restaurant in Adiwana Arya Villa. This study was carried out utilizing a quantitative descriptive approach using statistics. Data was gathered by having 99 individuals who ate at Wayang Restaurant Adiwana Arya Villa fill out questionnaires. Multiple linear regression is used to analyze data. According to the study's findings, the waitress's service quality has a significant impact on client satisfaction. This is demonstrated by the t-count value of 2.134, which is bigger than the t-table value of 1.985. As a result, the second hypothesis (H2) is invalid. Overall, it is possible to infer that in this study model, waiter service quality and facility quality have a favorable and substantial influence on customer satisfaction. According to the adjustable square coefficient R (adj. R2) of 0.562, waiter service quality (X1) and amenities (X2) may account for approximately 56.2% of the variance in customer satisfaction. Other variables not included in this study accounted for 43.8% of the overall variance.
Sistem Operasional Housekeeping Departement di Hotel Paradita , Ni Putu Dena; Koerniawaty, Francisca Titing
Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Vol. 2 No. 12 (2023): Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis
Publisher : Institut Pariwisata dan Bisnis Internasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22334/paris.v2i12.634

Abstract

Sistem Operasional merupakan cara melakukan suatu pekerjaan yang dibuat secara terurut untuk memastikan kegiatan operasional berjalan dengan baik dan sesuai dengan yang berlaku. Tujuan pembuatan SOP adalah untuk menjelaskan perincian atau standar yang tetap mengenai aktivitas pekerjaan yang berulang-ulang yang diselenggarakan dalam suatu organisasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana sistem operasional Housekeeping Departement di Grand Serela Yogyakarta dan kendala-kendala yang dihadapi housekeeping dalam menjalankan sistem operasional. Penelitian yang digunakan dalam penelitian ini kualitatif dengan observasi dan wawancarai kepada beberapa informan yaitu dua staf dan 2 trainee di departemen housekeeping. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sistem operasional di Hotel Grand Serela Yogyakarta dalam meningkatkan pelayanan sudah diterapkan sesuai dengan SOP yang ada dihotel, meskipun masih ada beberapa yang belum sesuai dengan SOP. Kendala-kendala yang dialami dalam sistem operasional ditambah kembali seperti alat-alat cleaning yang digunakan agar bisa lebih efisien dalam pengerjaan kamar dan pengawasan untuk staf/trainee dalam menerapkan SOP hotel. Operational System is a way of doing work that is made in an orderly manner to ensure operational activities run well and in accordance with applicable regulations. The purpose of making SOP is to explain fixed details or standards regarding repetitive work activities organized in an organization. This study aims to find out how the operational system of the Housekeeping Department in Grand Serela Yogyakarta and the obstacles faced by housekeeping in running the operational system. The research used in this study was qualitative by observing and interviewing several informants, namely two staff and 2 trainees in the housekeeping department. The results showed that the operational system at the Grand Serela Hotel Yogyakarta in improving services has been implemented in accordance with the SOP in the hotel, although there are still some that are not in accordance with the SOP. Obstacles experienced in the operational system are added again such as cleaning tools used to be more efficient in room work and supervision for staff / trainees in implementing hotel SOP.

Filter by Year

2022 2025


Filter By Issues
All Issue Vol. 4 No. 8 (2025): Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Agustus 2025 Vol. 4 No. 7 (2025): Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Juni 2025 Vol. 4 No. 6 (2025): Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Juni 2025 Vol. 4 No. 5 (2025): Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Mei 2025 Vol. 4 No. 4 (2025): Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis April 2025 Vol. 4 No. 3 (2025): Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Maret 2025 Vol. 4 No. 2 (2025): Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Februari 2025 Vol. 4 No. 1 (2025): Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Januari 2025 Vol. 4 No. 12 (2025): Jurnal Pariwisata dan Bisnis Internasional Vol. 4 No. 11 (2025): Jurnal Pariwisata dan Bisnis Internasional Vol. 4 No. 10 (2025): Jurnal Pariwisata dan Bisnis Internasional Vol. 4 No. 9 (2025): Jurnal Pariwisata dan Bisnis Internasional Vol. 3 No. 12 (2024): Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Desember 2024 Vol. 3 No. 11 (2024): Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis November 2024 Vol. 3 No. 10 (2024): Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Oktober 2024 Vol. 3 No. 9 (2024): Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis September 2024 Vol. 3 No. 8 (2024): Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Agustus 2024 Vol. 3 No. 7 (2024): Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Juli 2024 Vol. 3 No. 6 (2024): Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Juni 2024 Vol. 3 No. 5 (2024): Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Mei 2024 Vol. 3 No. 4 (2024): Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis April 2024 Vol. 3 No. 3 (2024): Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Maret 2024 Vol. 3 No. 2 (2024): Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Februari 2024 Vol. 3 No. 1 (2024): Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Januari 2024 Vol. 2 No. 12 (2023): Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Vol. 2 No. 11 (2023): Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Vol. 2 No. 10 (2023): Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Vol. 2 No. 9 (2023): Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Vol. 2 No. 8 (2023): Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Vol. 2 No. 7 (2023): Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Vol. 2 No. 6 (2023): Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Vol. 2 No. 5 (2023): Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Vol. 2 No. 4 (2023): Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Vol. 2 No. 3 (2023): Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Vol. 2 No. 2 (2023): Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Vol. 2 No. 1 (2023): Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Vol. 1 No. 12 (2022): Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Vol. 1 No. 11 (2022): Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Vol. 1 No. 10 (2022): Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Vol. 1 No. 9 (2022): Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Vol. 1 No. 8 (2022): Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Vol. 1 No. 7 (2022): Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Vol. 1 No. 6 (2022): Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Vol. 1 No. 5 (2022): Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Vol. 1 No. 4 (2022): Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Vol. 1 No. 3 (2022): Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Vol. 1 No. 2 (2022): Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Vol. 1 No. 1 (2022): Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis More Issue