cover
Contact Name
Putu Mega Putra
Contact Email
megabizland@gmail.com
Phone
+6285227679500
Journal Mail Official
info@paris.ipb-intl.ac.id
Editorial Address
Institut Pariwisata dan Bisnis Internasional Jalan Kecak, No. 12, Gatot Subroto Timur Denpasar - Bali
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis
ISSN : -     EISSN : 28283325     DOI : https://doi.org/10.22334/paris
Core Subject : Economy, Social,
Paris memuat publikasi ilmiah di bidang pendidikan, pariwisata, bisnis dan kewirausahaan. dengan cakupan bidang sebagai berikut tetapi tidak hanya terbatas pada: 1. Pendidikan pariwisata, 2. Pengembangan kepariwisataan, 3. Pariwisata Berkelanjutan, 4. Pengentasan kemiskinan berbasis sumber daya lokal, 5. Pengelolaan wilayah pedesaan dan pesisir berkearifan lokal, 6. Pengembangan Ekonomi, Bisnis digital, Kewirausahaan, Koperasi, Industri Kreatif, dan UMKM, 7. Seni, sastra, dan budaya, serta integrasi nasional dan harmoni sosial dalam bidang pariwisata.
Articles 1,502 Documents
Analisis Kualitas Dodol dengan Bahan Campuran Tepung Kulit Manggis Devi, Ayu Ade Risma; Koeswiryono , Dika Pranadwipa
Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Vol. 2 No. 11 (2023): Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis
Publisher : Institut Pariwisata dan Bisnis Internasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22334/paris.v2i11.608

Abstract

Dodol merupakan salah satu makanan atau bisa disebut jajanan khas Indonesia, berasal dari daerah Jawa Barat dengan bahan dasar pembuatannya adalah tepung beras ketan, santan dan gula. Tujuan dari penelitian Dodol dengan Bahan Campuran Tepung Kulit Manggis ini adalah untuk mengetahui kualitas Dodol yang berbahan campuran tepung kulit manggis dari segi rasa, aroma, tekstur dan warna, kemudian untuk mengetahui daya tahan serta menganalisis seberapa besar biaya yang diperlukan dalam pembuatan dodol berbahan campuran tepung kulit manggis. Waktu penelitian Januari 2022-Juli 2022. Pendekatan penelitian yang digunakan adalah penelitian eksperimen, penelitian eksperimen ini dilakukan dengan membuat dodol berbahan campuran tepung kulit manggis, kemudian diuji oleh 15 panelis dengan tes organoleptik, observasi, dan analisis biaya. Jenis penelitian ini menggunakan 3 perlakuan yaitu, perlakuan 0 (P0) Dodol tanpa bahan campuran tepung kulit manggis, perlakuan 1 (P1) Dodol dengan campuran tepung kulit manggis sebanyak 15%, perlakuan 2 (P2) Dodol dengan campuran tepung kulit manggis sebanyak 30%. Hasil akhir yang didapat adalah dodol berbahan campuran tepung kulit manggis memiliki rasa, aroma dan warna yang memuaskan, dan juga memiliki tekstur yang kenyal. Memiliki daya tahan selama 30 hari pada suhu ruangan dan masyarakat menyukai dodol dengan perlakuan (P2) sebanyak 30% campuran tepung kulit manggis. Dodol is one of the typical Indonesian foods, originating from the West Java area with the basic ingredients of making it glutinous rice flour, coconut milk and sugar. The purpose of this research is to determine the quality of Dodol which is made from a mixture of mangosteen rind flour in terms of taste, aroma, texture and color, then to determine the durability and analyze how much cost is required in making dodol made from a mixture of flour. mangosteen skin. The research time is January 2022-July 2022. The research approach used is experimental research, this experimental research was carried out by making dodol made from a mixture of mangosteen rind flour, then tested by 15 panelists with organoleptic tests, observations, and cost analysis. This type of research uses 3 treatments, namely, treatment 0 (P0) Dodol without a mixture of mangosteen rind flour, treatment 1 (P1) Dodol with a mixture of 15% mangosteen rind flour, treatment 2 (P2) Dodol with a mixture of 30% mangosteen rind flour . The final result obtained is that dodol made from a mixture of mangosteen rind flour has a satisfying taste, aroma and color, and also has a chewy texture. It has a shelf life of 30 days at room temperature and people like lunkhead with treatment (P2) as much as 30% of the mangosteen peel flour mixture.
Modifikasi Produk Churros dengan Menggunakan Tepung Almond dan Tepung Gandum Utuh Kurniawan , Dea; Tunjungsari , Komang Ratih
Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Vol. 2 No. 11 (2023): Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis
Publisher : Institut Pariwisata dan Bisnis Internasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22334/paris.v2i11.609

Abstract

Kuliner secara umum adalah kegiatan yang berhubungan dengan memasak atau aktivitas memasak. Pada umumnya Churros terbuat dari tepung terigu, dan beberapa orang ada yang memiliki alergi terhadap gluten dan adapun yang ingin memulai gaya hidup yang lebih sehat dengan mengurangi gluten. Dalam hal ini penulis ingin mengurangi kertergantungan tepung terigu dengan memberdayakan produk alternatif yang lebih sehat yaitu Tepung Gandum Utuh dan Tepung Almond guna mendukung tren gaya hidup yang lebih sehat yaitu diet gluten. Tujuan yang di capai adalah untuk mengetahui bagaimana kualitas rasa, aroma tekstur, warna, daya tahan dan minat calon konsumen. Eksperimen ini dilakukan dengan metode penelitian dan pengumpulan data. Hasil yang ditemukan pada penelitian ini adalah Churros dengan berbahan campuran 75% tepung almond dan 25% tepung gandum utuh unggul dalam seluruh aspek penelitian dibandingkan dengan churros berbahan dasar 100% tepung almond dan 50% tepung almond ditambah 50% tepung gandum utuh. Culinary in general is an activity related to cooking or cooking activities. Churros are generally made from wheat flour, and there are some people who have an allergy to gluten and others who want to start a healthier lifestyle by reducing gluten. In this case the author wants to reduce dependence on wheat flour by empowering healthier alternative products, namely Whole Wheat Flour and Almond Flour to support the trend of a healthier lifestyle, namely the gluten diet. The goal is to find out how the quality of taste, aroma, texture, color, durability and interest of potential consumers. This experiment was conducted using research methods and data collection. The results found in this study were Churros made from a mixture of 75% almond flour and 25% whole wheat flour were superior in all aspects of the study compared to churros made from 100% almond flour and 50% almond flour plus 50% whole wheat flour.
Substitusi Tepung Beras pada Pembuatan Cookies Kacang Imanuella , Deatrik Tamaro; Yani , Ni Wayan Mega Sari Apri
Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Vol. 2 No. 11 (2023): Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis
Publisher : Institut Pariwisata dan Bisnis Internasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22334/paris.v2i11.610

Abstract

Tujuan penggunaan tepung beras dalam pembuatan cookies kacang tanah adalah untuk mengetahui kualitas rasa, warna, aroma dan tekstur cookies kacang tanah menggunakan tepung beras. Pendekatan penelitian ini menggunakan teknik eksperimen. Penelitian eksperimental ini dilakukan dengan cara mengganti tepung beras sebagai bahan dasar cookies kacang dan pengujian oleh 20 panelis menggunakan uji sensoris dan observasi untuk mengetahui umur simpan cookies kacang tanah tersubstitusi tepung beras. Hasil dari penelitian ini adalah penggunaan tepung beras dalam pembuatan cookies kacang tanah menggunakan tiga perlakuan yaitu 50%, 75% dan 100%. Indeks rasa kedua cookies manis dan harum dengan 50% tepung beras dan 50% tepung terigu, dan cookies kacang tanah, 75% tepung beras, 25% tepung, dan 100% tepung beras sama-sama manis, dan aromanya cukup harum. Warna dan tekstur sangat renyah untuk kue 75% dan 100%, tetapi kurang renyah untuk tepung beras 50%. Hasil uji umur simpan menunjukkan bahwa cookies kacang tanah yang disubstitusi dengan tepung beras dapat mempertahankan warna, tekstur, rasa dan aroma yang sama selama 6 hari, namun terjadi perubahan tekstur dan rasa pada hari ke-7. The purpose of using rice flour in making peanut cake is to determine the quality of taste, colour, aroma and texture of peanut cake using rice flour. This research approach uses experimental techniques. This experimental research was conducted by replacing rice flour as the basic ingredient of peanut cake and testing by 20 panellists using sensory and observation tests to determine the shelf life of peanut cake substituted with rice flour. The result of this research is the use of rice flour in making peanut cake using three treatments, namely 50%, 75% and 100%. The taste index of the two Cookies is sweet and fragrant with 50% rice flour and 50% wheat flour, and peanut Cookies, 75% rice flour, 25% flour, and 100% rice flour are both sweet, and the aroma is quite fragrant. The colour and texture are very crispy for 75% and 100% cakes, but less crunchy for 50% rice flour. The shelf-life test results showed that peanut cake substituted with rice flour could maintain the same colour, texture, taste and aroma for 6 days, but there was a change in texture and taste on the 7th day.
Kualitas Wingko dengan Bahan Tepung Mocaf Satmika , Gede; Pambudi , Bondan
Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Vol. 2 No. 11 (2023): Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis
Publisher : Institut Pariwisata dan Bisnis Internasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22334/paris.v2i11.611

Abstract

Wingko adalah makanan yang terbuat dari kelpa, tepung beras ketan, gula, garam, dan air yang memiliki citas rasa manis dan gurih. Tujuan penilitian ini untuk mengetahui kualitas wingko berbahan tepung mocaf. Tepung mocaf adalah tepung yang terbuat dari singkong utuh yang difermentasi. Penulis membuat wingko dengan 4 spesimen yaitu P0 ( 100% tepung beras ketan ) sebagai kontrol, P1 (75% tepung beras ketan & 25 % tepung mocaf ), P2 (50% tepung beras ketan & 50 % tepung mocaf ), dan (100 % tepung mocaf ) mebuat Lalu akan di uji organoleptik dari segi rasa, warna, aroma dan tekstur metode yang digunakan untuk mengumpulkan data ini dengan kuesioner yang akan diuji oleh 20 panelis teridiri dari ahli dari bidang tata boga, mahasiswa, dan masyarakat. Dari hasil penilitian wingko P1 (75% tepung beras ketan dan 25% tepung mocaf ) mendapatkan hasil nilai tertinggi dalam indikator rasa dan aroma. Sedangakn wingko P3 (100% tepung mocaf) mendapatkan nilai tertinggi dalam indikator warna dan tekstur. Selanjutnya akan diuji daya tahan, dari uji daya tahan wingko dapat bertahan selama 2 hari di suhu ruanagn dan dapat bertahan 7 hari bila disimpan pada lemari pendingin dengan suhu 2 derajat celcius. Terakhir akan menghitung biaya produksi.Lokasi yang dijadikan tempat penelitian berlokasi di Jl keboiwa selatan Gg mangga kav 5. Untuk lebih lanjutnya, perlu dilakukan penelitian lebih lanjut untuk mengetahui gizi dari wingko berbahan tepung mocaf. Wingko is a food made from coconut, glutinous rice flour, sugar, salt, and water that has a sweet and savory taste. The purpose of this study was to determine the quality of wingko made from mocaf flour. Mocaf flour is flour made from fermented whole cassava. The author made wingko with 4 specimens, that is P0 (100% glutinous rice flour) as control, P1 (75% glutinous rice flour & 25% mocaf flour), P2 (50% glutinous rice flour & 50% mocaf flour), and (100% mocaf flour) then will be tested organoleptically in terms of taste, color, aroma and texture the method used to collect this data with a questionnaire that will be tested by 20 panelists consisting of experts from culinary , students, and the society. From the results of the research, Wingko P1 (75% glutinous rice flour and 25% mocaf flour) obtained the highest value in taste and aroma indicators. Meanwhile, Wingko P3 (100% mocaf flour) got the highest score in color and texture indicators. Furthermore, it will be tested for durability, from the durability test, wingko can endure for 2 days at room temperature and can endure 7 days when stored in a refrigerator with a temperature in 2 degrees Celsius. Finally, we will calculate the cost of production. The research location is located on Jl Keboiwa Selatan Gg Mango Kav 5. For further research, it is necessary to conduct further research to determine the nutrition of wingko made from mocaf flour.
Brownies Panggang Berbahan Campuran Tepung Biji Labu Ananda , Gusti Ayu Made Githa; Koeswiryono, Dika Pranadwipa
Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Vol. 2 No. 11 (2023): Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis
Publisher : Institut Pariwisata dan Bisnis Internasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22334/paris.v2i11.612

Abstract

Eksperimen ini dibuat menggunakan campuran tepung biji labu, Penelitian ini bertujuan agar masyarakat dapat memanfaatkan biji labu agar bisa di kreasikan dan di buat sebagai inovasi terbaru oleh masyarakat, penelitian ini bertujuan untuk menginformasikan kepada masyarakat bahwa biji labu bisa diolah menjadi tepung dan bisa dijadikan sebuah produk inovasi terbaru yang dinilai dari segi rasa, aroma, tekstur, tampilan, daya tahan atau masa kadaluarsa, biaya produksi dan hasil minat konsumen pada brownies berbahan campuran tepung biji labu ini. Pada penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif, dimana melakukan proses percobaan atau trial terlebih dahulu agar menghasilkan sebuah produk yang layak di konsumsi oleh masyarakat. Dalam penelitian ini mengambil data dengan cara menyebarkan pertanyaan-pertanyaan yang tertulis pada topik dalam bentuk kuisioner lalu membagikannya kepada 15 orang panelis yang terdiri dari staff kitchen di Radisson Blu Bali Uluwatu, mahasiswa/I IPB Internasional dan masyarakat sekitar. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa brownies panggang berbahan campuran tepung biji labu memiliki rasa yang sangat enak, aroma yang sangat sedap, tekstur yang lembut, dan tampilan yang menarik. Daya tahan dari brownies panggang berbahan campuran tepung biji labu ini dapat bertahan selama 6 hari di suhu ruangan. Biaya produksi dalam pembuatan brownies panggang berbahan campuran tepung biji labu ini menghabiskan biaya yaitu Rp. 36.327,- Dari hasil kuisioner minat konsumen menunjukan bahwa 13 dari 15 partisipan berminat untuk membeli brownies panggang berbahan campuran tepung biji labu jika dijual dipasaran. This experiment was made using a mixture of pumpkin seed flour. This study aims to make people use pumpkin seeds so that they can be created and made as new innovations by the community. This study aims to inform the public that pumpkin seeds can be processed into flour and can be used as a new innovations product that is judged in terms of taste, aroma, texture, appearance, durability or expiration date, production cost and results of consumer interest in brownies made from a mixture of pumpkin seed flour. This study uses a qualitative descriptive method, which conducts an experimental process first in order to produce a product that is suitable for consumption by the community. In this study, data were collected by distributing questions written on the topic in the from questionnaire and then distributing them to 15 panelists consisting of kitchen staff at Radisson Blu Bali Uluwatu, IPB International students and the surrounding community. The results of this study indicate that baked brownies made from a mixture of pumpkin seed flour have a very good taste, very delicious aroma, soft texture, and attractive appearance. The durability of these baked brownies made from a mixture of pumpkin seed flour can last for 6 days at room temperature. The production cost in making baked brownies made form a mixture of pumpkin seed flour cost Rp. 36.327,-. The result of the consumer interest questionnaire show that 13 out of 15 participants are interested in buying baked brownies made form a mixture of pumpkin seed flour if sold in the market.
Analisis Penyimpanan Bahan Makanan di Resort Paramartha , I Dewa Gede Nata; Ekasani , Kadek Ayu
Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Vol. 2 No. 11 (2023): Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis
Publisher : Institut Pariwisata dan Bisnis Internasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22334/paris.v2i11.613

Abstract

Restoran adalah salah satu sarana memenuhi kebutuhan tamu akan pangan. Dalam menyediakan kebutuhan makanan butuh prosedur yang baik dalam penyimpanan bahan makanan untuk hasil yang berkualitas dan harga jual tinggi. Adapun tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui bagaimana prosedur dalam penyimpanan bahan makanan di St Regis Bali Resort. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif kualitatif. Berkaitan dengan hal itu cara menyimpan dengan prosedur yang benar akan membuat bahan makanan lebih awet dan dapat bertahan dari proses kerusakan. Aspek-aspek yang dibahas dalam penelitian meliputi suhu, wadah penyimpanan, rak, kebersihan, dan metode penyimpanan. Berdasarkan penelitian tersebut, dapat disimpulkan bahwa proses penyimpanan bahan makanan belum terlaksanan dengan baik. Serta perlunya penambahan fasilitas penyimpanan bahan makanan dan evaluasi terhadap penyimpanan bahan makanan. The restaurant is one of the means to meet the needs of guest for food. In providing food needs, good procedures in food storage are needed to obtaon result and high selling prices. The purpose of this study is to find out how the procedures for storing foodstuffs at St Regis Bali Resort are. The method used in this study is a qualitative descriptive method. In this regard, how to store with the correct procedure will make food ingredients last longer and can survive the process of damage. The aspects discussed in the study include temperature, storage container, shelves, cleanliness, and storage methods. Base on this research it can be concluded that the food storage process has not been implemented properly. As well as the need for additional food storage facilities and evaluation of food storage.
Pemanfaatan Tepung Mocaf Sebagai Pengganti Tepung Terigu dalam Pembuatan Fettuccine Parasutha , I Gede; Sudiarta, I Nyoman
Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Vol. 2 No. 11 (2023): Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis
Publisher : Institut Pariwisata dan Bisnis Internasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22334/paris.v2i11.614

Abstract

Singkong adalah umbi akar yang memiliki panjang 50-80 cm tergantung kutivar. Tepung mocaf adalah tepungg berbahan dasar dari singkong. Fettuccine adalah sejenis pasta yang popular dalam masakan Romana dan masakan Toskana dalam seni kuliner Italy. Maka dari itu diupayakan untuk mengganti tepung terigu dengan tepung mocaf, pada umumnya kuliner ini terbuat dari tepung terigu tetapi dalaam penelitian ini menggunakan bahan substitusi antara tepung mocaf karena tepung mocaf memiliki potensi yang sangat menarik jika dikembangkan menjadi olahan pastaa. Penelitiann ini bertujuaan untuk mengetahui perbedaan rasa, warna, aroma dan tekstur. Manfaat penelitian ini untuk mengenalkan inovasi baru terhadap produk fettuccine berbahan pengganti yang lebih sehat dan bisa dikonsumsi oleh segala kalangan, penelitian ini menggunakan data kualitatif karena bersangkutan dengan penelitian dari kualitas fettuccine dengan bahan pengganti tepung mocaf dan kuantitatif karena data yang dihasilkan berupa nilai yang diperoleh dari para panelis. Hasil dari penelitian ini menunjukkan kualitas fettuccine dengan bahan pengganti tepung mocaf diujikan kepada 20 panelis dilihat dari segi rasa mendapatkan skor 85, warna dengan skor 87, tektur dengan skor 82, aroma dengan skor 85. Uji daya tahan menunjukkan fettuccine mampu bertahan selama 14 hari. Biaya yang diperlukan adalah sebesar Rp. 12.786,- sedangkan dengan per bungkus berat 50 gram sebesar Rp. 3.000,- Cassava is a root tuber that has a length of 50-80 cm depending on the kutivar. Mocaf flour is a flour based on cassava. Fettuccine is a type of pasta that is popular in Romana cuisine and Tuscan cuisine in Italian culinary arts. Therefore, it is sought to replace wheat flour with mocaf flour, in general this culinary is made from wheat flour but in this study it used substitution ingredients between mocaf flour because mocaf flour has a very interesting potential if it is developed into processed pastaa. This research aims to find out the differences in taste, color, aroma and texture. The benefit of this research is to introduce new innovations to fettuccine products made from substitutes that are healthier and can be consumed by all groups, This research uses qualitative data because it is related to research on the quality of fettuccine with substitutes for mocaf flour and quantitative because the data produced is in the form of values obtained from the panelists. The results of this study showed that the quality of fettuccine with mocaf flour substitutes was tested on 20 panelists in terms of taste, getting a score of 85, color with a score of 87, texture with a score of 82, aroma with a score of 85. Endurance tests showed fettuccine was able to last for 14 days. The cost required is Rp. 12.786,- while with per pack weighing 50 grams of Rp. 3.000,-
Keripik Berbahan Batang Pohon Pisang Dijaya , I Gusti Ngurah Ari; Ekasani , Kadek Ayu
Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Vol. 2 No. 11 (2023): Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis
Publisher : Institut Pariwisata dan Bisnis Internasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22334/paris.v2i11.616

Abstract

Perkembangan camilan olahan banyak digemari oleh masyarakat dan berbagai bahan makanan pun diolah menjadi sebuah makanan ringan untuk penunda lapar, banyaknya permintaan akan makanan ringan yang praktis dan memiliki daya tahan yang cukup lama sekarang menarik perhatian masyarakat untuk membuat sebuah olahan baru yang tidak jauh dari minat masyarakat luas yaitu makanan ringan yang praktis di bawa kemana mana.Dalam penelitian ini peneliti ingin membahas sebuah makanan ringan berupan ‘’Keripik Berbahan Batang Pohon Pisang’’.Tujuan dilakukannya penelitian ini untuk mengetahui beberapa aspek yang diteliti dari segi rasa, warna, tekstur, biaya produksi dan daya tahan dari keripik.Untuk pengujian daya tahan dan penghitungan biaya produksi dilakukan langsung oleh peneliti. Penelitian ini menggunakan 30 orang responden untuk menguji dari segi rasa, warna, tekstur dan dilakukan dengan metode uji organoleptik, ditemukan skor total dari hasil kuesioner uji organoleptik sebanyak 343 skor, mulai dari segi rasa mendapatkan skor 116, warna 108, tekstur 119.Berdasarkan dari hasil uji daya tahan bahwa produk masih bisa dikonsumsi sebelum hari ke-6 dan untuk hasil dari penghitungan biaya untuk memproduksi satu unit keripik membutuhkan biaya sebesar Rp.1.700 The development of processed snacks is very popular with the public and various food ingredients are also processed into snacks for hunger delays, the large number of requests for snacks that are practical and have a long shelf life are now attracting people's attention to make a new preparation that is not far from the public's interest. In this study, the researcher wants to discuss a snack in the form of "Banana Tree Trunk Chips". The purpose of this research is to determine several aspects studied in terms of taste, color, texture, cost production and durability of chips. For durability testing and calculation of production costs are carried out directly by researchers. This study used 30 respondents to test in terms of taste, color, texture and carried out by the organoleptic test method, found the total score from the results of the organoleptic test questionnaire as many as 343 scores, starting from the taste aspect it got a score of 116, color 108, texture 119. the results of the durability test that the product can still be consumed before the 6th day and for the results of calculating the cost to produce one unit of chips requires a cost of Rp. 1,700.
Kualitas Jajanan Laklak Menggunakan Tepung Ubi Unggu Prasetia , I Putu Ery; Tunjungsari , Komang Ratih
Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Vol. 2 No. 11 (2023): Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis
Publisher : Institut Pariwisata dan Bisnis Internasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22334/paris.v2i11.617

Abstract

Jaje Laklak merupakan kue yang memiliki ukuran kecil dan berbentuk lingkaran, berdiameter 3 cm dan memiliki rasa yang legit. Jaje Laklak biasanya disajikan sebagai camilan pendamping sambil minum kopi. Jaje Laklak biasanya dijual di pasar tradisional di daerah Bali. Penelitian ini akan menggunakan pendekatan penelitian kuantitatif melalui pengembangan AADIE (Analysis, Design, Development, Implementation, and Education). Dalam penelitian ini menggunakan uji organoleptik atau disebut juga dengan uji indra adalah suatu cara pengujian dengan indera yang dimiliki manusia sebagai alat utama sebagai penerimaan produk. Berdasarkan uji ketahanan, Jaje Laklak berbahan dasar ubi ungu tidak bisa bertahan lama, yakni hanya bertahan hingga 7 jam setelah Jaje Laklak berbahan dasar ubi ungu diproduksi. Hasil Analisis Biaya Biaya yang dibutuhkan untuk membuat 1 resep (17 Pcs) Jaje Laklak berbahan dasar tepung ubi jalar ungu adalah Rp. 24.475 dan untuk 1 Pcs harganya Rp. 1900. Jaje Laklak is a cake that has a small size and is circular in shape, 3 cm in diameter and has a legit taste. Jaje Laklak is usually served as a side snack while drinking coffee. Jaje Laklak is usually sold in traditional markets in the Bali area. This research will use a quantitative research approach through the development of AADIE (Analysis, Design, Development, Implementation, and Education). In this study using organoleptic test or also known as sensory test is a way of testing with human senses as the main tool for product acceptance. Based on the endurance test, Jaje Laklak made from purple sweet potato cannot last long, which only lasts up to 7 hours after Jaje Laklak made from purple sweet potato is produced. Results of Cost Analysis The cost needed to make 1 recipe (17 Pcs) of Jaje Laklak made from purple sweet potato flour is Rp. 24,475 and for 1 Pcs the price is Rp. 1900.
Analisis Minat Konsumen dan Kualitas Bakso Tempe Sebagai Substitusi Daging Pusparini , Ida Ayu Gede Mirah; Wardana, Miko Andi
Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Vol. 2 No. 11 (2023): Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis
Publisher : Institut Pariwisata dan Bisnis Internasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22334/paris.v2i11.619

Abstract

Penelitian eksperimen ini dirancang sebagai sebuah eksperimen inovasi produk pilihan untuk masyarakat yang menerapkan pola hidup vegetarian dan bagi masyarakat pecinta bakso yang masih memperhatikan kesehatan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kualitas dari bakso berbahan dasar tempe dari segi rasa, tekstur, aroma, dan warna, daya tahan atau masa kadaluarsa bakso berbahan dasar tempe di suhu ruangan, dan minat calon konsumen terhadap bakso berbahan dasar tempe sebagai substitusi bakso berbahan dasar daging. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah melakukan studi pustaka dengan membaca dan mempelajari berbagai buku referensi (artikel, jurnal, dan lainnya), observasi mengamati berapa lama daya tahan bakso berbahan dasar tempe, dan dokumentasi semua proses penelitian dari persiapan bahan, proses pembuatan bakso berbahan dasar tempe, dan penyebaran kuesioner uji organoleptik kepada 10 panelis terlatih yang terdiri dari staff kitchen hotel Sheraton Bali Kuta Resort dan instruktur tata boga atau dosen dari kampus IPBI, untuk uji minat konsumen diberikan kepada 10 panelis agak terlatih yang terdiri dari masyarakat disekitar area pelaksanaan penelitian. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kualitas bakso berbahan dasar tempe dari segi rasa adalah cukup enak, segi tekstur kenyal, segi aroma sedap, dan dari segi warna adalah menarik. Daya tahan bakso dapat bertahan selama 1 hari diletakkan pada suhu ruangan 20ºC - 25ºC, dan hasil data yang diperoleh bahwa 90% minat calon konsumen atau 9 orang panelis berminat untuk membeli produk bakso berbahan dasar tempe jika diproduksi. Sedangkan 10% minat calon konsumen atau 1 orang yang tidak berminat untuk membeli produk bakso berbahan dasar tempe jika diproduksi. This experimental research was designed as a product innovation experiment for people who apply a vegetarian diet and for people who love meatballs who still think about health. The purpose of this study was to determine the quality of tempeh-based meatballs in terms of taste, texture, aroma, and color durability or expiration of tempe-based meatballs at room temperature, and the interest of potential consumers in tempe-based meatballs as a substitute for meat-based meatballs. The method used in this research is to conduct a literature study, read and study various reference books (articles, journals, and others), observe by observing the durability of tempeh-based meatballs, and documentation of all research processes from the preparation of materials, the process of making tempeh-based meatballs, and distributing organoleptic test questionnaires to trained panelists consisting of kitchen staff at the Sheraton Bali Kuta Resort and culinary instructors or lecturers from the IPBI campus, to test consumer interest given to moderately trained panelists consisting of communities around the research implementation area. The results of this study indicate that the quality of tempe-based meatballs in terms of taste is quite good, in terms of chewy texture, in terms of delicious aroma, and in terms of color is attractive. The durability of the meatballs can last for 1 day placed at room temperature 20ºC - 25ºC, and the results of the data obtained that 90% of potential consumers or 9 panelists are interested in buying tempeh-based meatball products if they are produced. Meanwhile, 10% are interested in potential consumers or 1 person who is not interested in buying tempe-based meatball products if they are produced.

Filter by Year

2022 2025


Filter By Issues
All Issue Vol. 4 No. 8 (2025): Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Agustus 2025 Vol. 4 No. 7 (2025): Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Juni 2025 Vol. 4 No. 6 (2025): Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Juni 2025 Vol. 4 No. 5 (2025): Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Mei 2025 Vol. 4 No. 4 (2025): Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis April 2025 Vol. 4 No. 3 (2025): Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Maret 2025 Vol. 4 No. 2 (2025): Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Februari 2025 Vol. 4 No. 1 (2025): Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Januari 2025 Vol. 4 No. 12 (2025): Jurnal Pariwisata dan Bisnis Internasional Vol. 4 No. 11 (2025): Jurnal Pariwisata dan Bisnis Internasional Vol. 4 No. 10 (2025): Jurnal Pariwisata dan Bisnis Internasional Vol. 4 No. 9 (2025): Jurnal Pariwisata dan Bisnis Internasional Vol. 3 No. 12 (2024): Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Desember 2024 Vol. 3 No. 11 (2024): Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis November 2024 Vol. 3 No. 10 (2024): Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Oktober 2024 Vol. 3 No. 9 (2024): Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis September 2024 Vol. 3 No. 8 (2024): Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Agustus 2024 Vol. 3 No. 7 (2024): Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Juli 2024 Vol. 3 No. 6 (2024): Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Juni 2024 Vol. 3 No. 5 (2024): Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Mei 2024 Vol. 3 No. 4 (2024): Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis April 2024 Vol. 3 No. 3 (2024): Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Maret 2024 Vol. 3 No. 2 (2024): Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Februari 2024 Vol. 3 No. 1 (2024): Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Januari 2024 Vol. 2 No. 12 (2023): Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Vol. 2 No. 11 (2023): Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Vol. 2 No. 10 (2023): Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Vol. 2 No. 9 (2023): Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Vol. 2 No. 8 (2023): Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Vol. 2 No. 7 (2023): Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Vol. 2 No. 6 (2023): Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Vol. 2 No. 5 (2023): Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Vol. 2 No. 4 (2023): Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Vol. 2 No. 3 (2023): Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Vol. 2 No. 2 (2023): Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Vol. 2 No. 1 (2023): Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Vol. 1 No. 12 (2022): Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Vol. 1 No. 11 (2022): Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Vol. 1 No. 10 (2022): Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Vol. 1 No. 9 (2022): Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Vol. 1 No. 8 (2022): Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Vol. 1 No. 7 (2022): Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Vol. 1 No. 6 (2022): Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Vol. 1 No. 5 (2022): Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Vol. 1 No. 4 (2022): Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Vol. 1 No. 3 (2022): Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Vol. 1 No. 2 (2022): Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Vol. 1 No. 1 (2022): Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis More Issue