cover
Contact Name
Putu Mega Putra
Contact Email
megabizland@gmail.com
Phone
+6285227679500
Journal Mail Official
info@paris.ipb-intl.ac.id
Editorial Address
Institut Pariwisata dan Bisnis Internasional Jalan Kecak, No. 12, Gatot Subroto Timur Denpasar - Bali
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis
ISSN : -     EISSN : 28283325     DOI : https://doi.org/10.22334/paris
Core Subject : Economy, Social,
Paris memuat publikasi ilmiah di bidang pendidikan, pariwisata, bisnis dan kewirausahaan. dengan cakupan bidang sebagai berikut tetapi tidak hanya terbatas pada: 1. Pendidikan pariwisata, 2. Pengembangan kepariwisataan, 3. Pariwisata Berkelanjutan, 4. Pengentasan kemiskinan berbasis sumber daya lokal, 5. Pengelolaan wilayah pedesaan dan pesisir berkearifan lokal, 6. Pengembangan Ekonomi, Bisnis digital, Kewirausahaan, Koperasi, Industri Kreatif, dan UMKM, 7. Seni, sastra, dan budaya, serta integrasi nasional dan harmoni sosial dalam bidang pariwisata.
Articles 1,502 Documents
Kualitas Puding dengan Campuran Daun Kelor Prianata , I Kadek Sugama; Aprinica , Ni Putu Isha
Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Vol. 2 No. 12 (2023): Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis
Publisher : Institut Pariwisata dan Bisnis Internasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22334/paris.v2i12.661

Abstract

Tujuan dari penelitian pembuatan puding dengan campuran daun kelor dalah untuk mengetahui kualitas rasa, aroma, tekstur, warna, dan minat konsumen puding dengan campuran daun kelor, kemudian untuk mengetahui biaya produksi pembuatan puding dengan campuran daun kelor serta untuk mengetahui minat konsumen terhadap puding dengan campuran daun kelor. Pendekatan penelitian yang digunakan adalah penelitian eksperimen, penelitian eksperimen ini dilakukan dengan membuat puding dengan campuran daun kelor, kemudian diuji oleh 35 panelis dengan tes organoleptik, observasi, analisis biaya serta mengetahui minat konsumen. Hasil penelitian ini berupa kualitas pembuatan puding dengan campuran daun kelor adalah sangat enak dari segi rasa, beraroma sangat harum, tekstur yang kenyal,serta memiliki penampilan yang sangat menarik. Dari hasil uji P1 biaya yang diperlukan dalam pembuatan pudding dengan campuran daun kelor membutuhkan biaya Rp. 2.550,- untuk 1 cup pudingnya. The purpose of the research on making pudding with a mixture of Moringa leaves is to find out the quality of taste, aroma, texture, color, and interest of pudding consumers with Moringa leaf mixture, then to find out the production cost of making pudding with Moringa leaf mixture and to find out consumer interest in pudding with Moringa leaf mixture. The research approach used is experimental research, this experimental research was carried out by making pudding with a mixture of Moringa leaves, then tested by 35 panelists with organoleptic tests, observation, cost analysis and knowing consumer interest. The results of this study in the form of the quality of making pudding with a mixture of Moringa leaves are very tasty in terms of taste, very fragrant aroma, chewy texture, and have a very attractive appearance. From the results of the P1 test, the cost required in making pudding with a mixture of Moringa leaves requires a cost of Rp. 2,550, - for 1 cup of pudding.
Peranan Housekeeping dalam Peningkatan Kualitas Pelayanan Tamu di Hotel Kusuma, I Ketut Bayu Jaya; Semara , I Made Trisna
Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Vol. 2 No. 12 (2023): Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis
Publisher : Institut Pariwisata dan Bisnis Internasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22334/paris.v2i12.662

Abstract

Tujuan penelitian ini untuk mengetahui bagaimana peranan housekeeping dalam peningkatan kualitas pelayanan terhadap tamu di Hotel W Bali Seminyak, apa saja faktor-faktor penyebab peranan hosekeeping kurang optimal dan cara meningkatkan kualitas pelayanan housekeeping di Hotel W Bali Seminyak. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan data dikumpulkan menggunakan teknik wawancara, observasi dan dokumentasi. Analisis data melalui tahapan pengumpulan data, reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peranan yang housekeeping dalam meningkatkan kualitas pelayanan di Hotel W Seminyak Bali dikatakan sudah cukup bagus. Terdapat beberapa kekurangan yang terjadi dengan intensitas yang jarang, disebabkan karena ketidaktelitian, tidak adanya pengecekan ulang terhadap hasil kerja housekeeper, kerja yang sulit dilakukan karena banyak tamu yang berlalu lalang, penggunaan alat yang tidak efisien dan tidak terpenuhinya pelayanan bukti fisik berupa penampilan housekeeping. Hal yang dapat dilakukan oleh pihak hotel agar kualitas pelayanan dapat meningkat dengan melakukan pengecekan selepas penyelesaian tugas oleh staf housekeeping, pembersihan yang dilakukan secara berkala dan konsisten, mengganti alat dengan yang lebih efisien dan lebih memperhatikan dan memenuhi seluruh indikator dari kualitas pelayanan. The purpose of this study was to find out how the role of housekeeping in improving the quality of service to guests at Hotel W Bali Seminyak, what are the factors that cause the role of hosekeeping to be less than optimal and how to improve the quality of housekeeping services at Hotel W Bali Seminyak. The research method used is descriptive qualitative with data collected using interview, observation and documentation techniques. Data analysis through the stages of data collection, data reduction, data presentation and drawing conclusions. The results of the study show that the role of housekeeping in improving service quality at Hotel W Seminyak Bali is said to be quite good. There are several deficiencies that occur with infrequent intensity, caused by inaccuracy, no double-checking of the housekeeper’s work, work that is difficult to do because many guests are passing by, inefficient use of tools and non-fulfillment of physical evidence services in the form of housekeeping appearances. Things that can be done by the hotel so that the quality of service can increase by checking after the completion of tasks by housekeeping staff, cleaning is carried out regularly and consistently, replacing tools with more efficient and more attentive and fulfilling all indicators of service quality.
Kualitas Mie Berbahan Campuran Tepung Beras Merah dan Mocaf Wulandari, Luh Gede Amanda; Muliadiasa , I Ketut
Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Vol. 2 No. 12 (2023): Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis
Publisher : Institut Pariwisata dan Bisnis Internasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22334/paris.v2i12.663

Abstract

Olahan merupakan beras merah dan mocaf menjadi mie, adapun tujuan yang dibahas penelitian beras merah dan mocaf sebagai mie adalah untuk mengetahui kualitas mie yang berbahan dasar campuran tepung merah dan mocaf, dari segi rasa, warana, aroma, tekstur, kemudian untuk mengetahui daya tahan serta menganalisi biaya yang diperlukan dalam pembuatan mie beras merah dan mocaf. Pendekatan penelitian yang digunakan adalah penelitian eksperimen, penelitian eksperimen ini dilakukan dengan membuat mie beras merah dan mocaf, kemudian diuji 10 jam dengan tes orgnoleptik, observasi dan analisis biaya. Hasil penelitian ini berupa kualitas mie berbahan campur tepung beras merah dan mocaf adalah enka dari segi rasa, beraroma yang sedap, dan tekstur yang lembut serta memiliki penampilan yang menarik. Dari hasil uji daya tahan mie berbahan campur beras merah dan mocaf, mampu bertahan selama 60 jam m dengan kualitas masih baik di dalam lemari pendingin (kulkas) dan dapat bertahan di suhu 20o-25o selama 2 minggu dengan kualitas masih baik.Harga jual produk Rp.17.719. Processed is brown rice and mocaf into noodles, while the objectives discussed in the research of brown rice and mocaf as noodles are to determine the quality of noodles made from a mixture of red flour and mocaf, in terms of taste, color, aroma, texture, then to determine the durability and analyze the costs required in the manufacture of brown rice noodles and mocaf. The research approach used is experimental research, this experimental research was conducted by making brown rice noodles and mocaf, then tested for 10 hours with orgnoleptic tests, observation and cost analysis. The result of this research is that the quality of noodles made from a mixture of brown rice flour and mocaf is enka in terms of taste, delicious aroma, and soft texture and has an attractive appearance. From the results of the durability test of noodles made from a mixture of brown rice and mocaf, it can last for 60 hours with good quality in the refrigerator and can survive at a temperature of 20o-25o for 2 weeks with good quality. The selling price of the product is Rp.17,719.
Kualitas Kue Putri Ayu Berbahan Dasar Tepung Sukun Wiguna, Made Aditya Putra; Sudarmawan , I Wayan Eka
Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Vol. 2 No. 12 (2023): Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis
Publisher : Institut Pariwisata dan Bisnis Internasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22334/paris.v2i12.670

Abstract

Tujuan penelitian ini dilakukan untuk mengetahui kualitas Kue Putri Ayu berbahan dasar tepung sukun. Penelitian ini bersifat kuantitatif karena hasil yang didapatkan berbentuk angka dan data yang didapatkan langsung dari sumbernya, dicatat, diamati kemudian diolah untuk menjawab permasalahan. Data dalam penelitian ini menggunakan instrument test penelitian. Hasil dari penelitian pembuatan Kue Putri Ayu berbahan dasar tepung sukun P1 = 50% tepung sukundan 50% Tepung Terigu dari recipe Putri Ayu pada umumnya indikator rasa dengan kriteria sangat enak, indikator tekstur dengan kriteria lembut, indikator aroma dengan kriteria sangat sedap, indikator warna dengan kriteria menarik. Dan P2 = 100% tepung sukun dari recipe Putri Ayu pada umumnya indikator rasa dengan kriteria sangat enak, indikator tekstur dengan kriteria lembut, indikator aroma dengan kriteria sangat sedap, indikator warna dengan kriteria menarik. P3 = 100% Tepung Terigu dari recipe Putri Ayu pada umumnya indikator rasa dengan kriteria sangat enak, indikator tekstur dengan kriteria lembut, indikator aroma dengan kriteria sangat sedap, indikator warna dengan kriteria menarik. Simpulan dari penelitian ini adalah, produk P2 = 100% dengan bahan dasar tepung sukun memiliki kualitas, rasa, aroma, dan kemasan yang yang lebih enak, menarik dan lebih banyak diminati oleh konsumen meskipun Kue Putri Ayu berbahan dasar tepung sukun pertama kali mereka temui dan mencoba rasanya. The purpose of this study was to determine the quality of Putri Ayu Cake made from breadfruit flour. This research is quantitative because the results obtained are in the form of numbers and data obtained directly from the source, recorded, observed and then processed to answer problems. The data in this study used a research test instrument. The results of the research on making Putri Ayu Cake made from breadfruit flour P1 = 50% breadfruit flour 50% Wheat Flour from Putri Ayu's recipe generally taste indicators with very good criteria, texture indicators with soft criteria, aroma indicators with very tasty criteria, color indicators with criteria interesting criteria. And P2 = 100% breadfruit flour from Putri Ayu's recipe in general, a taste indicator with very good criteria, texture indicator with soft criteria, aroma indicator with very tasty criteria, color indicator with attractive criteria. P3 = 100% Wheat Flour from Putri Ayu's recipe in general, a taste indicator with very good criteria, texture indicator with soft criteria, aroma indicator with very tasty criteria, color indicator with attractive criteria. The conclusion of this research is that the product P2 = 100% with breadfruit flour has better quality, taste, aroma, and packaging which is more attractive to consumers, even though Putri Ayu Cake is made from breadfruit flour for the first time they met and try the taste
Strategi Pramusaji dalam Meningkatkan Kualitas Pelayanan di Restoran Yanti , Ni Kadek Dian Dharma; Koerniawaty , Francisca Titing
Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Vol. 2 No. 12 (2023): Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis
Publisher : Institut Pariwisata dan Bisnis Internasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22334/paris.v2i12.671

Abstract

Kualitas pelayanan salah satu bagian terpenting dari keterlibatannya dalam kelancaran operasional hotel dalam departemen food and beverage service. Karyawan food and beverage service memiliki kewajiban dan tugas dalam menghidangkan makanan dan minuman kepada tamu baik di dalam maupun di luar hotel. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui strategi dan kendala pramusaji dalam meningkatkan kualitas pelayanan di Restoran Wild Ginger Hotel Nandini Jungle Resort and Spa. Pendekatan dalam penelitian yang digunakan yaitu kualitatif dengan wawancara terhadap beberapa informan yaitu 2 tamu, seorang assistant supervisor dan seorang pramusaji departemen f&b service mengenai strategi pramusaji dalam meningkatkan kualitas pelayanan di Restoran Wild Ginger. Menampilkan hasil penelitian bahwa strategi pramusaji dalam meningkatkan kualitas pelayanan selain menguasai product knowledge, juga perlu memiliki soft skill seperti penampilan, attitude, ketepatan, ketelitian dan cekatan dalam menghidangkan makanan dan minuman kepada tamu, namun masih ada strategi yang belum dilakukan sesuai SOP. Beberapa kendala dalam meningkatkan kualitas pelayanan menjadi penghambat kelancaran dalam pekerjaan seperti pada sistem VHP yang sering mengalami error dan minimnya jumlah pramusaji di Restoran Wild Ginger. Service quality is a very large part of its participation in the smooth operation of hotels in the food and Beverage Service Department. Food and Beverage service employees have obligations and duties in serving food and drinks to guests both inside and outside the hotel. The purpose of this survey is to the strategy and obstacles faced by waiters in improving service quality at the Wild Ginger Restaurant Hotel Nandini Jungle Resort and Spa. The research approach used was qualitative with interviews with several informants, namely 2 guests, an assistant supervisor, and a waitress from the f&b service department regarding the waiter's strategy for improving service quality at Wild Ginger Restaurant. The research results are the strategy for waiters to improve service quality in addition to mastering product knowledge, also requires soft skills such as appearance, attitude, accuracy, thoroughness, and dexterity in serving food and drinks to guests, but there are still strategies not implemented according to SOP. Some of the obstacles faced in improving service quality are obstacles to smooth work, such as the VHP system which often experiences errors, and the minimum number of waiters at Wild Ginger Restaurant.
Kualitas Pudding Berbahan Campuran Daun Katuk (Sauropus Androgynus) Adnyani , Ni Putu Yuni Widi; Praminatih , Gusti Ayu
Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Vol. 2 No. 12 (2023): Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis
Publisher : Institut Pariwisata dan Bisnis Internasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22334/paris.v2i12.672

Abstract

Penelitian ini membahas kualitas Pudding dengan bahan dasar daun katuk. Daun katuk merupakan jenis tanaman sayuran yang banyak terdapat di Asia tenggara. Tumbuhan ini dalam beberapa bahasa dikenali sebagai mani cai (bahasa Cina), dan raungot (bahasa Vietnam), di Indonesia masyarakat Minangkabau menyebut katuk dengan nama simani dan di Bali biasa disebut kayu manis. Pudding merupakan salah satu jenis dessert yang terbuat dari agar-agar yang berkarbohidrat dan mengandung serat alami dari bahan utamanya, karena itu penulis mencoba inovasi baru dengan menggunakan olahan dari daun katuk agar pudding daun katuk bisa dinikmati dengan berbagai manfaat yang baik bagi kesehatan tubuh. Metodelogi yang digunakan dalam penelitian ini adalah eksperimen dengan teknik pengumpulan data berupa pencatatan data, observasi, uji panelis dan kuisioner (Tes Organoleptik). Jenis data yang digunakan dalam pembuatan pudding berbahan dasar daun katuk meliputi data kualitatif ditinjau dari masa kadaluarsanya, dan data kuantitatif meliputi kualitas dari segi rasa, aroma, tekstur, dan warna. Teknik analisis yang digunakan adalah analisis data deskriptif kualitatif dengan melakukan observasi untuk mengetahui daya tahannya dan analisis kuantitatif, dimana penelitian ini dinilai oleh 15 panelis dan menganalisis biaya yang dibutuhkan dari pembuatan pudding berbahan campuran daun katuk. Hasil dari penelitian ini mendapatkan respon dari segi warna yang memperoleh rata-rata 4,2 dengan kriteria sangat menarik, dari segi aroma memperoleh rata-rata 4 dengan kriteria sedap, dari segi rasa memperoleh rata-rata 4,1 dengan kriteria enak, dan dari segi tekstur memperoleh rata-rata 4,06 dengan kriteria cukup lembut. Hasil dari penelitian ini dapat dijadikan referensi dalam cita rasa baru dan menjadi hidangan penutup yang berkhasiat. This study discusses the quality of pudding with the basic ingredients of katuk leaves. Katuk leaves are a type of vegetable crop that is widely found in Southeast Asia. This plant in some languages is known as mani cai (Chinese), and raungot (Vietnamese), in Indonesia the Minangkabau people call katuk by the name of simani and in Bali it is commonly called cinnamon. Pudding is a type of dessert made of agar that is carbohydrate and contains natural fibers from its main ingredients, therefore the author tried a new innovation by using processed katuk leaves so that katuk leaf pudding can be enjoyed with various benefits that are good for the health of the body. The method used in this study is an experiment with data collection techniques in the form of data recording, observation, panelist tests and questionnaires (Organoleptic Tests). The type of data used in making pudding based on katuk leaves includes qualitative data in terms of expiration, and quantitative data includes quality in terms of taste, aroma, texture, and color. The analysis technique used is qualitative descriptive data analysis by making observations to determine its durability and quantitative analysis, where this study was assessed by 15 panelists and analyzed the costs needed from making pudding made from a mixture of katuk leaves. The results of this study received a response in terms of color which obtained an average of 4.2 with very attractive criteria, in terms of aroma obtained an average of 4 with pleasant criteria, in terms of taste obtained an average of 4.1 with the criteria of tasty, and in terms of texture obtained an average of 4.06 with the criterion of being quite soft. The results of this study can be used as a reference in new flavors and become an efficacious dessert.
Komodifikasi Kerajinan Anyaman Ata Sebagai Cenderamata: Co-modification of Anyaman Ata as Souvenir Ariningsih, Ni Putu
Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Vol. 3 No. 1 (2024): Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Januari 2024
Publisher : Institut Pariwisata dan Bisnis Internasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22334/paris.v3i1.674

Abstract

Kerajinan Anyaman ata merupakan oleh-oleh khas Desa Seraya Kabupaten Karangasem sebagai salah satu komponen budaya yang dapat dikunjungi wisatawan di Seraya. Kerajinan Anyaman ata yang diproduksi di Desa Seraya dijadikan oleh-oleh khas destinasi wisata di Kabupaten Karangasem. Anyaman ata awalnya digunakan untuk kebutuhan sehari-hari masyarakat pedesaan dan keperluan upacara keagamaan. Perkembangan pariwisata menyebabkan kerajinan anyaman ata di Desa Seraya bervariasi dan mengubah pola konsumsi tergantung permintaan konsumen. Komodifikasi mengubah aspek kehidupan bermasyarakat. Perubahan tersebut pada akhirnya memunculkan kreativitas untuk menciptakan kerajinan Anyaman ata yang sesuai dengan selera pasar dan permintaan konsumen dengan tujuan memperoleh keuntungan sebesar-besarnya. Ko-modifikasi mempengaruhi seni kriya dalam industri ata di Desa Seraya. Berdasarkan perkembangan tersebut permasalahan pokok yang dibahas adalah bagaimana proses komodifikasi oleh-oleh anyaman ata di Desa Seraya Kabupaten Karangasem. Teori-teori yang digunakan untuk membahas permasalahan tersebut adalah teori ko-modifikasi, teori perubahan sosial budaya konsumen. Dalam pemilihan informan digunakan metode “purposive sampling dan snowball”. Teknik analisis yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan sifat induktif. Anyaman ata craft is a typical souvenir of Seraya Village in Karangasem Regency as one of the cultural components that tourists can visit in Seraya. The woven ata craft produced in Seraya Village is made into a typical souvenir destination in Karangasem Regency. Initially used for the daily needs of rural communities and religious ceremonies, the ata weaving has evolved due to tourism development, varying based on consumer demand. The commodification has transformed societal aspects, leading to creativity in creating woven ata crafts that cater to market preferences and consumer demands to maximize profits. Commodification influences the craft industry in Seraya Village. The main issue discussed is the commodification process of ata woven souvenirs in Seraya Village, Karangasem Regency, using theories such as commodification theory and consumer socio-cultural change theory. The informant selection method includes purposive sampling and snowball technique, with a qualitative descriptive analysis approach of an inductive nature.
Implementasi Community Based-Tourism dalam Mendukung Pariwisata Berkelanjutan Anarini , Dilla Taxsia Pratitah; Parwati , Komang Shanty Muni; Hendrajana , I Gusti Made Riko; Amir, Firlie Lanovia
Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Vol. 3 No. 6 (2024): Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Juni 2024
Publisher : Institut Pariwisata dan Bisnis Internasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22334/paris.v3i6.675

Abstract

Desa Wisata Blimbingsari memiliki potensi serta sumber daya yang dapat dikembangkan serta dikelola dengan adanya keterikatan partisipasi masyarakat. Potensi wisata dimiliki dikolaborasikan dengan partisipasi masyarakat secara maksimal agar dapat mencapai dimensi dari implementasi Community Based Tourism sehingga mampu mendukung mewujudkan pariwisata berkelanjutan. Tujuan dari penelitian ini untuk 1). Mengetahui potensi wisata alam dan budaya di Desa Wisata Blimbingsari, 2). Mengetahui bentuk keterlibatan partisipasi masyarakat, dan 3). Mengetahui keberhasilan CBT dalam pengelolaan desa wisata mewujudkan pariwisata secara keberlanjutan. Metode penelitian yang digunakan menggunakan pendekatan kualitatif. Pengumpulan data dilakukan dengan teknik observasi, wawancara dan dokumentasi. Narasumber penelitian ini merupakan pihak- pihak yang terlibat dalam pengelolaan desa wisata yaitu Perbekel, BUMDES, KomitePariwisata dan Masyarakat Desa. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pengembangan desa wisata sudah melaksanakan dari indikator CBT yaitu dimensi ekonomi, lingkungan, budaya, sosial dan politik. Namun, dalam dimensi politik terdapat kelemahan pada tingkat keberhasilan indikator dikarenakan belum timbulnya peran secara optimal dari kaula muda berpatisipasi dalam kegiatan wisata. Blimbingsari Tourism Village has potential and resources that can be developed and managed with the attachment of community participation. Tourism potential is collaborated with maximum community participation can achieve the dimensions of the implementation of Community Based Tourism so that it can support the realisation of sustainable tourism. The purpose of this research is to 1). Know the natural and cultural tourism potential of Blimbingsari Tourism Village, 2). Knowing the form of community participation involvement, and 3). Knowing the success of CBT in managing tourist villages to realise sustainable tourism. The research method used used a qualitative approach. Data were collected using observation, interview and documentation techniques. The sources of this research are the parties involved in the management of tourist villages, namely Perbekel, BUMDES, Tourism Committee and Village Community. The results of this study indicate that the development of tourist villages has implemented the CBT indicators, namely the economic, environmental, cultural, social and political dimensions. However, in the political dimension there is a lack of success rate indicators because young people have not optimally participated in tourism activities.
Pengaruh Kualitas Pelayanan dan Makanan Terhadap Kepuasan Tamu Marchelline , Rhea Irene; Koeswiryono , Dika Pranadwipa; Suadnyana , I Wayan; Susanta, I Wayan
Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Vol. 3 No. 4 (2024): Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis April 2024
Publisher : Institut Pariwisata dan Bisnis Internasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22334/paris.v3i4.676

Abstract

Pada era globalisasi, terutama pada dunia bisnis banyak sekali persaingan yang begitu ketat, salah satunya pada bidang penyedia makanan yaitu restoran. Dalam situasi persaingan yang ketat ini, salah satu cara agar tetap dapat bersaing adalah dengan menawarkan pilihan makanan serta pelayanan yang sesuai dengan harapan atau keinginan tamu. Dengan harapan tamu akan puas dan dapat terciptanya loyalitas dari tamu sehingga dapat menguntungkan restoran. Pihak restoran telah memberikan pelayanan dan produksi makanan yang sesuai dengan standar operasional restoran, namun hal ini masih dinilai kurang oleh beberapa tamu yang telah berkunjung ke Restoran Bintang Borneo.Tujuan penelitian ini adalah untuk mencari dampak dari kualitas pelayanan dan makanan terhadap kepuasan tamu di Restoran Bintang Borneo. Penelitian kuantitatif ini melibatkan 40 responden. Populasi yang digunakan dalam penelitian ini adalah tamu yang telah berkunjung ke Restoran Bintang Borneo. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah purposive sampling. Penelitian ini menggunakan penelitian kuantitatif dengan teknik pengumpulan data berupa penyebaran kuesioner. Hasil penelitian menunjukkan kualitas pelayanan dan makanan berpengaruh positif signifikan terhadap kepuasan tamu di Restoran Bintang Borneo. Oleh sebab itu, pihak restoran perlu lebih memperhatikan kinerja karyawan agar dapat meningkatkan kualitas pelayanan dan makanan sehingga kepuasan tamu meningkat. In this era of globalization, particularly in the business world, there’s an intense competition especially in the food service industry such as restaurants. In this highly competitive environment, there is one way to remain competitive is by offering food options and also services that can meet the guest’s expectation. The goal is to ensure guest satisfaction and achieve the guest loyalty, thereby can be benefit for the restaurant. The restaurant has provided services and food production in accordance with the restaurant’s operational standard. However, this is still inadequate by several guest who have visited Bintang Borneo Restaurant. The purpose of this research is to determine the effect of service and food quality on guest satisfaction at Bintang Borneo Restaurant. This quantitative research involves 40 respondents. The sampling technique used in this research was purposive sampling. This research is a quantitative research with data analysis techniques is distribution of questionnaires. The result showed that service and food quality had a significant positive effect on guest satisfaction. Therefore, the restaurant need to pay more attention in order to improve the quality of service and food to increasing the guest satisfaction.
Upaya Peningkatan Popularitas dan Profitabilitas Menu Makanan Dengan Metode Menu Engineering Wahyudi, Kadek Andi; Sinaga , Firman; Amir , Firlie Lanovia; Parwati , Komang Shanty Muni
Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Vol. 3 No. 6 (2024): Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Juni 2024
Publisher : Institut Pariwisata dan Bisnis Internasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22334/paris.v3i6.677

Abstract

Koin Café Canggu memiliki berbagai ragam makanan dan minuman. Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh data mengehai popularitas, profitabilitas dan klasifikasi Menu Engineering item menu makanan pada Koin Café Canggu. Menu Engineering merupakan metode yang digunakan untuk menganalisis dan mengklasifikasikan item menu. Hasil penelitian pada analisis keseluruhan menu makanan di Koin Café Canggu dari 100% memperlihatkan klasifikasi Star sebesar 28%, Puzzle 26%, Plowhorse 22% dan Dog 23%. Menu makanan yangmana mempunyai popularitas lebih tinggi daripada item menu lainnya adalah Curved Chicken Salad yaitu terjual sebanyak 128 dan kemungkinan keuntungan tertinggi dari seluruh menu makanan adalah Salmon Bagel yaitu sebesar Rp. 4.533.750. Yang mana jenis menu makanan di Koin Café Canggu dengan popularitas dan profitabilitas terendah yaitu Seafood pizza yang tidak memperoleh penjualan dengan margin kontribusi Rp. 0. Koin Café Canggu has a wide variety of food and drinks. This study aims to obtain data on the popularity, profitability and classification of Menu Engineering food menu items in Koin Café Canggu. Menu Engineering is a method used to analyze and classify menu items. The results of the research on the analysis of the overall food menu at Koin Café Canggu from 100% showed a Star classification of 28%, Puzzle 26%, Plowhorse 22% and Dog 23%. The food menu which has a higher popularity than other menu items is the Curved Chicken Salad which sold as many as 128 and the highest possible profit of the entire food menu is Salmon Bagel which is Rp. 4,533,750. Which type of food menu at Koin Café Canggu with the lowest popularity and profitability is Seafood pizza which does not get sales with a contribution margin of Rp. 0.

Filter by Year

2022 2025


Filter By Issues
All Issue Vol. 4 No. 8 (2025): Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Agustus 2025 Vol. 4 No. 7 (2025): Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Juni 2025 Vol. 4 No. 6 (2025): Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Juni 2025 Vol. 4 No. 5 (2025): Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Mei 2025 Vol. 4 No. 4 (2025): Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis April 2025 Vol. 4 No. 3 (2025): Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Maret 2025 Vol. 4 No. 2 (2025): Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Februari 2025 Vol. 4 No. 1 (2025): Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Januari 2025 Vol. 4 No. 12 (2025): Jurnal Pariwisata dan Bisnis Internasional Vol. 4 No. 11 (2025): Jurnal Pariwisata dan Bisnis Internasional Vol. 4 No. 10 (2025): Jurnal Pariwisata dan Bisnis Internasional Vol. 4 No. 9 (2025): Jurnal Pariwisata dan Bisnis Internasional Vol. 3 No. 12 (2024): Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Desember 2024 Vol. 3 No. 11 (2024): Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis November 2024 Vol. 3 No. 10 (2024): Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Oktober 2024 Vol. 3 No. 9 (2024): Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis September 2024 Vol. 3 No. 8 (2024): Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Agustus 2024 Vol. 3 No. 7 (2024): Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Juli 2024 Vol. 3 No. 6 (2024): Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Juni 2024 Vol. 3 No. 5 (2024): Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Mei 2024 Vol. 3 No. 4 (2024): Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis April 2024 Vol. 3 No. 3 (2024): Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Maret 2024 Vol. 3 No. 2 (2024): Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Februari 2024 Vol. 3 No. 1 (2024): Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Januari 2024 Vol. 2 No. 12 (2023): Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Vol. 2 No. 11 (2023): Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Vol. 2 No. 10 (2023): Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Vol. 2 No. 9 (2023): Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Vol. 2 No. 8 (2023): Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Vol. 2 No. 7 (2023): Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Vol. 2 No. 6 (2023): Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Vol. 2 No. 5 (2023): Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Vol. 2 No. 4 (2023): Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Vol. 2 No. 3 (2023): Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Vol. 2 No. 2 (2023): Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Vol. 2 No. 1 (2023): Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Vol. 1 No. 12 (2022): Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Vol. 1 No. 11 (2022): Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Vol. 1 No. 10 (2022): Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Vol. 1 No. 9 (2022): Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Vol. 1 No. 8 (2022): Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Vol. 1 No. 7 (2022): Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Vol. 1 No. 6 (2022): Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Vol. 1 No. 5 (2022): Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Vol. 1 No. 4 (2022): Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Vol. 1 No. 3 (2022): Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Vol. 1 No. 2 (2022): Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Vol. 1 No. 1 (2022): Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis More Issue