cover
Contact Name
Putu Mega Putra
Contact Email
megabizland@gmail.com
Phone
+6285227679500
Journal Mail Official
info@paris.ipb-intl.ac.id
Editorial Address
Institut Pariwisata dan Bisnis Internasional Jalan Kecak, No. 12, Gatot Subroto Timur Denpasar - Bali
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis
ISSN : -     EISSN : 28283325     DOI : https://doi.org/10.22334/paris
Core Subject : Economy, Social,
Paris memuat publikasi ilmiah di bidang pendidikan, pariwisata, bisnis dan kewirausahaan. dengan cakupan bidang sebagai berikut tetapi tidak hanya terbatas pada: 1. Pendidikan pariwisata, 2. Pengembangan kepariwisataan, 3. Pariwisata Berkelanjutan, 4. Pengentasan kemiskinan berbasis sumber daya lokal, 5. Pengelolaan wilayah pedesaan dan pesisir berkearifan lokal, 6. Pengembangan Ekonomi, Bisnis digital, Kewirausahaan, Koperasi, Industri Kreatif, dan UMKM, 7. Seni, sastra, dan budaya, serta integrasi nasional dan harmoni sosial dalam bidang pariwisata.
Articles 1,502 Documents
Kualitas Mie Dengan Bahan Campuran Ubi Jalar Kuning Sulastra , I Komang; Tunjungsari, Komang Ratih
Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Vol. 2 No. 10 (2023): Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis
Publisher : Institut Pariwisata dan Bisnis Internasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22334/paris.v2i10.594

Abstract

Mie merupakan makanan yang terbuat dari tepung terigu, telur, garam, dan air. Mie memiliki tekstur yang kenyal dan berbentuk seperti tali. Ubi jalar kuning adalah bahan makanan yang mengandung banyak manfaat. Menurut hasil penelitian, ubi jalar kuning mengandung karbohidrat, protein, lemak, kalsium, antioksidan seperti vitamin C, dan masih banyak lainnya. Mie yang dibuat dalam penelitian ini berbeda dari mie pada umumnya, yaitu dengan mencampurkannya dengan ubi jalar kuning. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui kualitas rasa, aroma, tekstur, warna, dan daya tahan. Eksperimen ini dilakukan dengan metode penelitian dan pengumpulan data. Dari penelitian ini didapatkan hasil yang paling maksimal adalah mie dengan bahan campuran 50% ubi jalar kuning (P2) yang mendapatkan total skor tertinggi yaitu 291. Dan total biaya yang dikeluarkan dalam pembuatan mie sebesar Rp. 15.313,00. Noodles are foods made from wheat flour, eggs, salt, and water. Noodles have a chewy texture and are shaped like ropes. Yellow sweet potato is a food ingredient that contains many benefits. According to research result, yellow sweet potatoes contain carbohydrates, protein, fat, calcium, antioxidants such as vitamin C, and many others. The noodles made in this studi were different from other noodles in general, namely by mixing them with yellow sweet potato. The purpose of this study was to determine the quality of taste, aroma, texture, colour, and durability. This experiment was conducted using research methods and data collection. From this study, the maximum result were noodles with a mixture of 50% yellow sweet potato (P2) which got the highest total score of 291. And the total cost incurred in making noodles was Rp. 15.313,00.
Kualitas Oatmeal Sebagai Pengganti Tepung dalam Pembuatan Churros Putra, I Kompyang Ery Mahardika; Tunjungsari , Komang Ratih
Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Vol. 2 No. 10 (2023): Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis
Publisher : Institut Pariwisata dan Bisnis Internasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22334/paris.v2i10.595

Abstract

Penelitian eksperimen ini dirancang sebagai sebuah eksperimen inovasi produk pilihan untuk masyarakat yang menerapkan pola hidup sehat dan bagi masyarakat luas agar lebih mengenal churros. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kualitas dari churros berbahan dasar tepung oatmeal dari segi rasa, tekstur, tampilan, dan warna, daya tahan atau masa kadaluarsa churros berbahan dasar tepung oatmeal di suhu ruangan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah observasi mengamati berapa lama daya tahan churros berbahan dasar tepung oatmeal, dan dokumentasi semua proses penelitian dari persiapan bahan serta proses pembuatannya dan penyebaran kuesioner uji organoleptik kepada 10 panelis terlatih yang terdiri dari staff kitchen St.Regis. Dan dari pendapat 10 responden mendapatkan hasil bahwa dari segi rasa, warna, tekstur dan tampilan P2 (Churros yang menggunakan tepung oatmeal) lebih unggul dan lebih disukai dibandingkan dengan P1 (Churros yang menggunakan tepung terigu) karena P2 memiliki rasa yang lebih unik, warna dan tampilan yang menarik serta memiliki tekstur yang pas. This experimental research was designed as an experimental product innovation of choice for people who apply a healthy lifestyle and for the wider community to be more familiar with churros. This study aims to determine the quality of churros made from oatmeal flour in terms of taste, texture, appearance, and color, durability or expiration date of churros made from oatmeal flour at room temperature. The method used in this study was to observe how long the durability of churros made from oatmeal flour, and documentation of all research processes from the preparation of materials and the manufacturing process and the distribution of organoleptic test questionnaires to 10 trained panelists consisting of St. Regis kitchen staff. And from the opinion of 10 respondents got the results that in terms of taste, color, texture and appearance P2 (Churros using oatmeal flour) is superior and preferable to P1 (Churros using wheat flour) because P2 has a more unique taste, color and texture. attractive appearance and has the right texture.
Penerapan Prosedur Pelayanan Pramusaji Saat Pandemi di Restaurant Setiawan , Kadek Agus; Pratiwi , Komang Trisna Arcana
Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Vol. 2 No. 10 (2023): Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis
Publisher : Institut Pariwisata dan Bisnis Internasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22334/paris.v2i10.596

Abstract

Dalam dunia perhotelan khususnya hal yang paling utama dan yang paling dilirik oleh wisatawan atau pelancong adalah restaurant. Selain kualitas makanan, kualitas pramusaji sangat dibutuhkan, serta langkah-langkah dalam melayani tamu. SOP atau Standar Operasional Prosedur adalah aturan tertulis mengenai apa yang harus dilakukan. Definisi pramusaji adalah sebagai seseorang yang melayani makan minum tamu di dalam suatu Restaurant. Dalam kondisi pandemi seperti ini serta dengan sumber daya manusia yang terbatas maka standar operasional prosedur yang baik dan tepat akan sangat amat membantu kelancaran operasional Restaurant. Ambar Restaurant adalah salah satu Restaurant yang memiliki konsep Bar and Lighbite, konsep dari penelitian ini adalah Pelaksanaan SOP pelayanan pramusaji pada masa pandemi. SOP yang dilaksanakan di Ambar Restaurant Mandapa a Ritz-Carlton Reserve memiliki 10 tahapan yang harus diikuti dan dijalankan oleh semua karyawan guna memaksimalkan kinerja dan kelancaran operasional.prosedur saat pelayanan makanan dan minuman di masa pandemi di Ambar Restaurant Mandapa a Ritz-Carlton Reserve. Sesuai dengan Standar Operasional Prosedur di Ambar Restaurant, ada 10 SOP yang ditetapkan di Ambar Restaurant. Dari 10 SOP yang di tetapkan terdapat 50% (5 SOP) sudah dijalankan dengan baik. Penerapan Standar Operasional Prosedur dilakukan dengan baik, tetapi masih ada beberapa kendala sehingga ada 5 prosedur yang tidak maksimal, ada beberapa faktor penyebab diantaranya karena banyaknya tamu yang datang ke Restaurant secara bersamaan. Untuk memaksimalkan penerapan SOP, pihak manajemen diharapkan: pramusaji harus menggunakan masker, Pramusaji harus memperhatikan tamu, manajemen memberikan pelatihan, memberikan training kepada seluruh staff dan daily worker. In world of hospitality, especially the most important and most ogled by tourists or restaurants is. In addition to the quality of the food, the quality of the waiters is very much needed, as well as the steps in serving guests. SOPs or Standard Operating Procedures are written rules about what to do. The definition of a waiter is someone who serves food and drink to guests in a restaurant. In this pandemic condition and with limited human resources, good and appropriate standard operating procedures will greatly help run restaurant operations. Ambar Restaurant is one of the restaurants that has a Bar and Lightbite concept, this service concept is the implementation of waiter SOPs during the pandemic. The SOP carried out at Ambar Restaurant Mandapa a Ritz-Carlton Reserve has 10 stages that are followed and carried out by all employees to maximize performance and run operations. procedures for food and beverage service during the pandemic at Ambar Restaurant Mandapa a Ritz-Carlton Reserve. In accordance with the Standard Operating Procedures at Ambar Restaurant, there are 10 SOPs set at Ambar Restaurant. Of the 10 SOPs that have been set, 50% (5 SOPs) have been carried out properly. The implementation of Standard Operating Procedures is carried out well, but there are still some obstacles so that there are 5 procedures that are not optimal, there are several factors that cause them because of the large number of guests who come to the restaurant at the same time. To maximize the implementation of the SOP, the management is expected: waiters must wear masks, waiters must pay attention to guests, management provide training, provide training to all staff and daily workers.
Pembuatan Nugget Berbahan Dasar Ikan Tongkol Gorintha, Moses; Pratiwi , Komang Trisna Arcana
Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Vol. 2 No. 10 (2023): Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis
Publisher : Institut Pariwisata dan Bisnis Internasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22334/paris.v2i10.598

Abstract

Kebutuhan akan makanan yang praktis serta tahan lama akhir akhir ini semakin meningkat terutama di daerah perkotaan, dimana salah satu produk yang semakin digemari saat ini adalah nugget. Dalam penelitian ini peneliti membahas mengenai “Pembuatan Nugget Berbahan Dasar Ikan Tongkol”. Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana kualitas rasa, aroma, tekstur, warna, daya tahan dan biya aproduksi dari nugget berbahan dasar ikan tongkol. Penelitian ini menggunakan 30 orang responden untuk uji organoleptik, sementara pengamatan uji daya tahan dan penghitungan biaya produksi dilakukan oleh penulis sendiri. Data yang telah didapat akan diolah kemudian dibuat pembahasan dengan menggunakan teknik analisis deskriptif. Berdasarkan hasil penelitian, ditemukan bahwa total skor dari uji organoleptik pada produk adalah 500 dimana pada kategori rasa nugget ini mendapat total skor 130 sehingga termasuk ke dalam kategori sangat enak, sementara pada kategori warna nugget ini mendapatkan skor 124 sehingga termasuk ke dalam kategori menarik, sementara pada kategori tektur dan aroma masing masing mendapatkan total skor 125 dan 121 dimana untuk kategori tekstur termasuk ke dalam kategori empuk dan kategori aroma termasuk ke dalam kategori harum. Berdasarkan uji daya tahan produk yang dilakukan dikethaui bahwa produk dapat dikonsumsi sebelum hari ke-7, sementara hasil penghitungan biaya produksi per unit didapatkan bahwa biaya untuk memproduksi produk adalah Rp. 3.200/pcs The need for practical and durable food has recently been increasing, especially in urban areas, where one of the products that are increasingly popular today is nuggets. In this study, the researchers discussed "Making Nugget Based on Tuna Fish". The purpose of this study was to determine the quality of taste, aroma, texture, color, durability, and production costs of nuggets made from tuna. This study used 30 respondents for organoleptic tests, while observations of endurance tests and calculation of production costs were carried out by the authors themselves. The data that has been obtained will be processed and then made a discussion using descriptive analysis techniques. Based on the results of the study, it was found that the total score from the organoleptic test on the product was 500 whereas the taste category of this nugget got a total score of 130 so it was included in the very good category, while in the color category this nugget got a score of 124 so it was included in the interesting category, while in the texture and aroma categories, each got a total score of 125 and 121 where the texture category was included in the soft category and the aroma category was included in the fragrant category. Based on the product durability test, it is known that the product can be consumed before the 7th day, while the result of calculating the production cost per unit is found that the cost to produce the product is Rp. 3.200/pcs
Kualitas Cookies Kastengel dengan Substitusi Tepung Kacang Hijau Nuryanti , Ni Luh Gede; Lestari , Denok
Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Vol. 2 No. 10 (2023): Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis
Publisher : Institut Pariwisata dan Bisnis Internasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22334/paris.v2i10.599

Abstract

Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen yang bertujuan untuk mengetahui kualitas cookies kastengel dengan substitusi tepung kacang hijau. Penelitian ini menggunakan metode penelitian eksperimen dengan menggunakan 3 formulasi tepung kacang hijau yaitu P1 (10%), P2 (25%) dan P3 (50%). Teknik analisis data menggunakan analisis deskriptif kualitatif dan deskriptif kuantitatif. Teknik pengumpulan data yaitu observasi pengamatan dan kuisioner uji organoleptik. Penelis yang digunakan sebanyak 20 orang yang terdiri dari panelis ahli, mahasiswa dan masyarakat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa formulasi cookies P2 (25% tepung kacang hijau, 75% tepung terigu) mendapatkan skor uji organoleptik tertinggi dengan 361 skor. Dari segi rasa mendapatkan kriteria sangat enak, warna terang, aroma sangat harum dan tekstur sangat renyah. Hasil uji daya tahan menunjukkan bahwa cookies kastengel dengan substitusi tepung kacang hijau dapat bertahan selama 7 hari kedepan di dalam wadah kedap udara pada suhu ruang. Hasil analisis biaya produksi sebesar Rp 54.337-, dengan harga satuan cookies sebesar Rp 2.000-, dengan berat 15 gram/pcs. This research is an experimental study that aims to determine the quality of kastengel cookies with mung bean flour substitution. This study used an experimental research method using 3 formulations of mung bean flour, such as P1 (10%), P2 (25%) and P3 (50%). The data analysis technique used descriptive qualitative and quantitative descriptive analysis. The collection of data techniques are observation and organoleptic test questionnaires. The researchers used were 20 people consisting of expert panelists, students and the community. The results showed that the P2 cookies formulation (25% mung bean flour, 75% wheat flour) got the highest organoleptic test with 361 scores. In terms of taste the criteria very good, bright color, very fragrant smell and very crunchy texture. The power test results showed that kastengel cookies with mung bean flour substitution could last for the next 7 days in an airtight container at room temperature. The results of the analysis of production costs are Rp 54.337-, with a unit price of cookies Rp 2.000-, with a weight 15 grams/pcs.
Kajian Penerapan Prosedur Pelayanan di Restoran Ubud Masih, Ni Luh Nukari; Pratiwi , Komang Trisna
Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Vol. 2 No. 10 (2023): Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis
Publisher : Institut Pariwisata dan Bisnis Internasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22334/paris.v2i10.600

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Standar Prosedur pelayanan di Mr.Wayan Restoran Wapa di Ume Ubud dan untuk mengetahui standart prosedur yang sudah diterapakan di restoran tersebut. Alat ukur yang digunakan untuk mengetahui tujuan dari penelitian ini adalah prosedur pelayanan yang berlaku di Mr.Wayan Restoran Wapa di Uma Ubud. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan cara wawancara, observasi, dokumentasi. Selanjutnya data yang didapatkan diolah dengan menguraikan permasalahan yang ada di lapangan untuk kemudian dibandingkan dengan prosedur pelayanan yang berlaku. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa ada beberapa standar operasional yang tidak diterapkan oleh karyawan. Evaluasi serta pelatihan perlu dilakukan lagi agar dapat membuat penerapan menjadi lebih baik dari sebelumnya. This study aims to determine the standard of service procedures at Mr. Wayan Wapa Restaurant in Ume Ubud and to find out the standard procedures that have been applied in the restaurant. The measuring instrument used to determine the purpose of this research is the service procedure that applies at Mr. Wayan Wapa Restaurant in Uma Ubud. The data analysis technique used in this research is descriptive qualitative. Data collection techniques were carried out by means of interviews, observations, and documentation. Furthermore, the data obtained is processed by describing the problems that exist in the field and then compared with the applicable service procedures. The results of this study indicate that there are several operational standards that are not applied by employees. Evaluation and practice need to be done again in order to make the implementation better than before.
Penerapan Standar Operasional Prosedur Pelayanan Kamar Occupied oleh Room Attendant Titiksa , Putu Dandin Karya; Wirawan , Putu Eka
Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Vol. 2 No. 10 (2023): Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis
Publisher : Institut Pariwisata dan Bisnis Internasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22334/paris.v2i10.601

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Standar Prosedur pelayanan di Mr.Wayan Restoran Wapa di Ume Ubud dan untuk mengetahui standart prosedur yang sudah diterapakan di restoran tersebut. Alat ukur yang digunakan untuk mengetahui tujuan dari penelitian ini adalah prosedur pelayanan yang berlaku di Mr.Wayan Restoran Wapa di Uma Ubud. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan cara wawancara, observasi, dokumentasi. Selanjutnya data yang didapatkan diolah dengan menguraikan permasalahan yang ada di lapangan untuk kemudian dibandingkan dengan prosedur pelayanan yang berlaku. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa ada beberapa standar operasional yang tidak diterapkan oleh karyawan. Evaluasi serta pelatihan perlu dilakukan lagi agar dapat membuat penerapan menjadi lebih baik dari sebelumnya. This study aims to determine the standard of service procedures at Mr. Wayan Wapa Restaurant in Ume Ubud and to find out the standard procedures that have been applied in the restaurant. The measuring instrument used to determine the purpose of this research is the service procedure that applies at Mr. Wayan Wapa Restaurant in Uma Ubud. The data analysis technique used in this research is descriptive qualitative. Data collection techniques were carried out by means of interviews, observations, and documentation. Furthermore, the data obtained is processed by describing the problems that exist in the field and then compared with the applicable service procedures. The results of this study indicate that there are several operational standards that are not applied by employees. Evaluation and practice need to be done again in order to make the implementation better than before.
Dampak Perkembangan Pariwisata Terhadap Ekonomi Masyarakat Desa Dapang , Irene Velani Nirmala; Widiastiti, Anak Agung Istri Putera; Febianti , Febianti
Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Vol. 2 No. 10 (2023): Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis
Publisher : Institut Pariwisata dan Bisnis Internasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22334/paris.v2i10.603

Abstract

Penelitian mengenai dampak perkembangan pariwisata terhadap ekonomi masyarakat Desa Todo merupakan jenis penelitian deskriptif kualitatif. Penelitian ini dilakukan di Desa Todo, Kecamatan Satar Mese Utara, Kabupaten Manggarai, Nusa Tenggara Timur. Daya tarik wisata di Desa Todo adalah Kampung adat yang bernama Kampung Adat Todo. Hasil penelitian menjelaskan bahwa Desa Todo dinilai cukup baik dalam proses perkembangan pariwisatanya. Dasar yang peneliti lihat sebagai acuan indikator ekonomi yang digunakan adalah tingkat kunjungan yang meningkat dari tahun ke tahun. Kesiapan masyarakat setempat juga dapat dilihat dari tingkat pengetahuan dan keterlibatannya dalam pengembangan pariwisata Desa Todo yang menunjukkan bahwa masyarakat cukup siap menghadapi berbagai potensi dan dampak yang muncul. Penelitian ini juga menunjukkan temuan bahwa perkembangan pariwisata berdampak positif terhadap pertumbuhan ekonomi masyarakat di Desa Todo, antara lain: peningkatan pendapatan masyarakat, munculnya lapangan kerja dan peluang usaha, peningkatan kepemilikan dan penguasaan masyarakat lokal, dan peningkatan pendapatan pemerintahan. Sementara itu, belum ditemukan indikasi dampak negatif terhadap perekonomian masyarakat berupa kenaikan harga barang. Research on the impact of tourism development on the economy of the Todo Village community is a type of qualitative descriptive research. This research was conducted in Todo Village, Satar Mese Utara District, Manggarai Regency, East Nusa Tenggara. The tourist attraction in Todo Village is a traditional village called Todo Traditional Village. The results of the study explain that Todo Village is considered quite good in the process of tourism development. The basis that the researcher sees as a reference for the economic indicators used is the level of visits that increases from year to year. The readiness of the local community can also be seen from the level of knowledge and involvement in the tourism development of Todo Village which shows that the community is quite ready to face various potentials and impacts that arise. This study also shows the findings that tourism development has a positive impact on the economic growth of the community in Todo Village, including increasing community income, creating employment and business opportunities, increasing ownership and control of local communities, and increasing government income. Meanwhile, there has been no indication of a negative impact on the community's economy in the form of an increase in the price of goods.
The Effect of CHSE Implementation on Visitor Satisfaction in Tourism Attraction Pratiwi, Ni Nyoman Wiladi; Arianty, Anak Agung Ayu Arun Suwi; Dewi, I Gusti Ayu Melistyari
Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Vol. 2 No. 10 (2023): Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis
Publisher : Institut Pariwisata dan Bisnis Internasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22334/paris.v2i10.605

Abstract

The tourism industry has been substantially affected by COVID-19. The risk posed by the COVID-19 epidemic discourages people from visiting a tourist destination. Cleanliness, Health, Safety, and Environment Sustainability (CHSE) is a strategy created by the Ministry of Tourism and Creative Economy for the tourism sector in Indonesia with the goal of providing security and comfort and restoring traveler confidence following the COVID-19 outbreak. This research's objective is to determine the effect of CHSE application on visitor satisfaction at the Tanah Lot tourist destination. In order to collect data for this study's quantitative methodology, the researcher created a questionnaire with a number of predetermined criteria. The sample used in this study was 100 respondents. The study's data processing employed IBM SPSS version 26 to produce the study's findings. The researcher employed multiple linear regression analysis, descriptive statistical analysis, and hypothesis testing to analyze the data. The results of this study reveal that CHSE has a moderately substantial affect on visitor satisfaction at the Tanah Lot tourist attraction, which is 67.7%. CHSE also has a strong influence on visitor satisfaction at the Tanah Lot tourist attraction. The remaining 32.3% is affected by variables outside the scope of this study. The CHSE variable with the greatest impact on visitor satisfaction at the Tanah Lot tourist site is Environment Sustainability with value Standardized Coefficient Beta in the amount of 0,440. Industri pariwisata sangat terdampak oleh COVID-19. Risiko yang ditimbulkan oleh epidemi COVID-19 membuat masyarakat enggan mengunjungi suatu destinasi wisata. Cleanliness, Health, Safety, and Environment Sustainability (CHSE) merupakan strategi yang dibuat Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif untuk sektor pariwisata di Indonesia dengan tujuan memberikan keamanan dan kenyamanan serta memulihkan kepercayaan wisatawan pasca wabah COVID-19. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh penerapan CHSE terhadap kepuasan pengunjung destinasi wisata Tanah Lot. Guna mengumpulkan data untuk metodologi penelitian kuantitatif ini, peneliti membuat kuesioner dengan sejumlah kriteria yang telah ditentukan. Sampel yang digunakan dalam penelitian ini sebanyak 100 responden. Pengolahan data penelitian ini menggunakan IBM SPSS versi 26 untuk menghasilkan temuan penelitian. Peneliti menggunakan analisis regresi linier berganda, analisis statistik deskriptif, dan uji hipotesis untuk menganalisis data. Hasil penelitian ini mengungkapkan bahwa CHSE mempunyai pengaruh yang cukup besar terhadap kepuasan pengunjung objek wisata Tanah Lot yaitu sebesar 67,7%. CHSE juga mempunyai pengaruh yang kuat terhadap kepuasan pengunjung di objek wisata Tanah Lot. Sisanya sebesar 32,3% dipengaruhi oleh variabel diluar cakupan penelitian ini. Variabel CHSE yang mempunyai pengaruh paling besar terhadap kepuasan pengunjung di lokasi wisata Tanah Lot adalah Kelestarian Lingkungan dengan nilai Standardized Coefisien Beta sebesar 0,440.
Kualitas Donat Berbahan Dasar Tepung Terigu dengan Tambahan Tepung Wortel Putra , Agus Erik Sanjaya; Sudiarta , I Nyoman
Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Vol. 2 No. 11 (2023): Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis
Publisher : Institut Pariwisata dan Bisnis Internasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22334/paris.v2i11.606

Abstract

Donat berbahan dasar tepung terigu dengan tambahan tepung wortel yang dinilai dari kualitas rasa,aroma,tekstur,dan tampilan sehingga masyarakat dapat memanfaatkan wortel agar bisa dijadikan inovasi terbaru yang dinilai dari segi rasa,aroma,tekstur,warna,daya tahan,biaya produksi dan hasil minat konsumen pada donat berbahan dasar tepung terigu dengan tambahan tepung wortel. Penelitian ini menggunakan teknik analisis data deskriptif berbasis organoleptic dimana melakukan proses percobaan atau trial terlebih dahulu agar menghasilkan sebuah produk yang layak dikonsumsi masyarakat, lalu membagikan kuisioner yang dibagikan kepada 30 orang panelis yang terdiri dari masyarakat umum, mahasiswa/I IPB Internasional. Hasil penelitian menunjukan donat berbahan dasar tepung terigu dengan tambahan tepung wortel memiliki rasa yang cukup enak,aroma cukup sedap,tekstur yang cukup lembut dan memiliki tampilan warna yang cukup menarik. Lalu uji daya tahan dapat disimpulkan bahwa donat berbahan dasar tepung terigu dengan tambahan tepung wortel dapat bertahan selama 2 sampai 3 hari di suhu ruangan. Biaya produksi dalam pembuatan donat berbahan dasar tepung terigu dengan tambahan tepung wortel menghabiskan biaya sebesar Rp. 87.600,- dan dari hasil kosionerminat konsumen bahwa 25 dari 30 partisipan berminat untuk membeli donat berbahan dasar tepung terigu dengan tambahan tepung wortel jika dijual dipasaran. Donuts made from wheat flour with the addition of carrot flour assessed from the quality of taste,aroma, texture, and appearance so that people can use carrots so that they can be used as the latest innovations judged in terms of taste, aroma, texture, color, durability, production costs and yield. consumer interest in donuts made from wheat flour with the addition of carrot flour. This study uses an organoleptic-based descriptive data analysis technique which conducts an experimental or trial process first in order to produce a product that is suitable for public consumption, then distributes questionnaires which are distributed to 30 panelists consisting of the general public, IPB International student. The results showed that donuts made from wheat flour with the addition of carrot flour had a fairly good taste, quite delicious aroma, a fairly soft texture and a fairly attractive color appearance. Then the endurance test can be concluded that donuts made from wheat flour with the addition of carrot flour can last for 2 to 3 days at room temperature. The production cost in making donuts made from wheat flour with the addition of carrot flour costs Rp. 87,600,- and from the results of the consumer interest cosioner, that 25 out of 30 participants are interested in buying donuts made from wheat flour with the addition of carrot flour if sold in the market.

Filter by Year

2022 2025


Filter By Issues
All Issue Vol. 4 No. 8 (2025): Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Agustus 2025 Vol. 4 No. 7 (2025): Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Juni 2025 Vol. 4 No. 6 (2025): Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Juni 2025 Vol. 4 No. 5 (2025): Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Mei 2025 Vol. 4 No. 4 (2025): Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis April 2025 Vol. 4 No. 3 (2025): Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Maret 2025 Vol. 4 No. 2 (2025): Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Februari 2025 Vol. 4 No. 1 (2025): Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Januari 2025 Vol. 4 No. 12 (2025): Jurnal Pariwisata dan Bisnis Internasional Vol. 4 No. 11 (2025): Jurnal Pariwisata dan Bisnis Internasional Vol. 4 No. 10 (2025): Jurnal Pariwisata dan Bisnis Internasional Vol. 4 No. 9 (2025): Jurnal Pariwisata dan Bisnis Internasional Vol. 3 No. 12 (2024): Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Desember 2024 Vol. 3 No. 11 (2024): Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis November 2024 Vol. 3 No. 10 (2024): Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Oktober 2024 Vol. 3 No. 9 (2024): Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis September 2024 Vol. 3 No. 8 (2024): Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Agustus 2024 Vol. 3 No. 7 (2024): Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Juli 2024 Vol. 3 No. 6 (2024): Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Juni 2024 Vol. 3 No. 5 (2024): Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Mei 2024 Vol. 3 No. 4 (2024): Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis April 2024 Vol. 3 No. 3 (2024): Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Maret 2024 Vol. 3 No. 2 (2024): Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Februari 2024 Vol. 3 No. 1 (2024): Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Januari 2024 Vol. 2 No. 12 (2023): Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Vol. 2 No. 11 (2023): Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Vol. 2 No. 10 (2023): Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Vol. 2 No. 9 (2023): Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Vol. 2 No. 8 (2023): Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Vol. 2 No. 7 (2023): Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Vol. 2 No. 6 (2023): Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Vol. 2 No. 5 (2023): Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Vol. 2 No. 4 (2023): Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Vol. 2 No. 3 (2023): Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Vol. 2 No. 2 (2023): Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Vol. 2 No. 1 (2023): Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Vol. 1 No. 12 (2022): Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Vol. 1 No. 11 (2022): Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Vol. 1 No. 10 (2022): Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Vol. 1 No. 9 (2022): Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Vol. 1 No. 8 (2022): Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Vol. 1 No. 7 (2022): Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Vol. 1 No. 6 (2022): Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Vol. 1 No. 5 (2022): Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Vol. 1 No. 4 (2022): Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Vol. 1 No. 3 (2022): Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Vol. 1 No. 2 (2022): Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Vol. 1 No. 1 (2022): Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis More Issue