cover
Contact Name
Putu Mega Putra
Contact Email
megabizland@gmail.com
Phone
+6285227679500
Journal Mail Official
info@paris.ipb-intl.ac.id
Editorial Address
Institut Pariwisata dan Bisnis Internasional Jalan Kecak, No. 12, Gatot Subroto Timur Denpasar - Bali
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis
ISSN : -     EISSN : 28283325     DOI : https://doi.org/10.22334/paris
Core Subject : Economy, Social,
Paris memuat publikasi ilmiah di bidang pendidikan, pariwisata, bisnis dan kewirausahaan. dengan cakupan bidang sebagai berikut tetapi tidak hanya terbatas pada: 1. Pendidikan pariwisata, 2. Pengembangan kepariwisataan, 3. Pariwisata Berkelanjutan, 4. Pengentasan kemiskinan berbasis sumber daya lokal, 5. Pengelolaan wilayah pedesaan dan pesisir berkearifan lokal, 6. Pengembangan Ekonomi, Bisnis digital, Kewirausahaan, Koperasi, Industri Kreatif, dan UMKM, 7. Seni, sastra, dan budaya, serta integrasi nasional dan harmoni sosial dalam bidang pariwisata.
Articles 1,502 Documents
Penerapan Standar Operasional Prosedur (Sop) Beach Attendant Dalam Melayani Tamu Wirayoga, Kadek Agus; Juniarta, Pande Putu
Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Vol. 3 No. 6 (2024): Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Juni 2024
Publisher : Institut Pariwisata dan Bisnis Internasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22334/paris.v3i6.813

Abstract

Secara umum, Prosedur Standar adalah pedoman yang berisi prosedur prosedur oprasional standar yang ada di dalam satu organisasi yang bertujuan mendapatkan ke efesiensian dan efektifitas dalam bekerja, Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui system penerapan SOP beach attendant kepada tamu di hotel four seasons at the surf club. Dalam penelitian ini menggunakan system wawancara dan observasi dalam mengambil data. Dan penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif. Data diolah dari jawaban 6 responden yang merupakan karyawan beach attendant di Four Seasons At The Surf Club. Hasil penelitian menunjukan penerapan SOP dijalankan dengan baik sehingga para tamu merasakan kepuasan dalam menginap atau meluangkan waktu mereka di pantai. Saran yang bisa disampaikan adalah sebaiknya di perlukan pelatihan dan pengembangan karyawan khususnya beach attendant agar beach attendant tidak melakukan kesalahan dalam melayani tamu di hotel Fourseasons At The Surf Club. In general, Standard Procedures are guidelines that contain standard operating procedures within an organization that aim to achieve efficiency and effectiveness in work. This study aims to determine the system of implementing SOP beach attendants for guests at the four seasons hotel at the surf club. In this research, an interview and observation system was used to collect data. And this research uses qualitative research methods. Data was processed from the answers of 6 respondents who were beach attendant employees at the Four Seasons At The Surf Club. The results of the study show that the implementation of SOPs is carried out properly so that guests feel satisfied in staying or spending their time on the beach. The advice that can be conveyed is that it is better to need employee training and development, especially beach attendants so that beach attendants do not make mistakes in serving guests at the Fourseasons At The Surf Club hotel.
Kualitas Tepung Gayam sebagai Bahan Dasar Pembuatan Muffin Andika, Komang Berlan Cahya; Arianty, A.A Ayu Arun Suwi
Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Vol. 3 No. 6 (2024): Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Juni 2024
Publisher : Institut Pariwisata dan Bisnis Internasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22334/paris.v3i6.814

Abstract

Dalam penelitian ini, penulis membahas tentang kualitas buah gayam sebagai bahan dasar pembuatan muffin. Tujuan penelitian ini yaitu untuk meningkatkan nilai ekonomis dari buah gayam serta untuk mengatahui kualitas muffin berbahan dasar tepung gayam dari segi rasa, warna, aroma, dan tekstur dengan melakukan perbandingan penggunaan tepung gayam 25%(P1), 50%(P2), dan 75%(P3). Dari hasil uji organoleptic yang sudah dilakukan peneliti yang diuji kepada 15 orang panelis serta uji daya tahan yang telah dilakukan, peneliti mendapatkan hasil bahwa penggunaan tepung gayam 25% (P1) mendapat jumlah nilai sebanyak 205. Muffin dengan penggunaan tepung gayam 50% (P2) mendapatkan jumlah nilai sebanyak 207. Muffin dengan penggunaan tepung gayam 75% (P1) mendapatkan nilai yaitu 215. Dari ketiga perbandingan tersebut muffin dengan penggunaan tepung gayam 75% (P3) memiliki nilai tertinggi yaitu 215. Pada uji daya tahan muffin berbahan dasar tepung gayam yang telah dilakukan selama 3 hari pada suhu ruang 25 – 30 derajat celcius. Pada uji daya tahan yang telah dilakukan, perbandingan P1, P2, dan P3 maksimal untuk mengonsumsinya adalah hari ke-2 dan sebaiknya dikonsumsi pada watku masih panas. Untuk biaya pembuatan muffin berbahan dasar tepung gayam cenderung agak murah. Dalam penelitian ini penulis menghabiskan sekitar 3 kg buah gayam yang menghasilkan 1 kg tepung gayam. Untuk pembuatan muffin berbahan tepung gayam yang mengabiskan 800 gram tepung gayam yang menghasilkan sekitar 50 pcs kue muffin dengan harga per satu pieces muffin Rp 4.500. In this study, the author discusses the quality of gayam as a basic ingredient for making muffins. The purpose of this study is to increase the economic value of gayam and to find out the quality of gayam flour-based muffins in terms of taste, color, aroma, and texture by comparing the use of gayam flour 25% (P1), 50% (P2), and 75% (P3). From the results of organoleptic tests that have been carried out by researchers who tested 15 panelists and endurance tests that have been carried out, researchers found that the use of 25% gayam flour (P1) got a total value of 205. Muffins with the use of 50% gayam flour (P2) get a total value of 207. Muffins with the use of 75% gayam flour (P1) get a value of 215. Of the three comparisons, muffins with the use of 75% gaam flour (P3) have the highest value of 215. In the durability test of gayam flour-based muffins that have been carried out for 3 days at room temperature of 25-30 degrees Celsius. In the endurance test that has been done, the maximum ratio of P1, P2, and P3 to consume it is day 2 and should be consumed on the watku is still hot. For the cost of making muffins made from gayam flour tends to be rather cheap. In this study the author spent about 3 kg of gayam fruit which produced 1 kg of gayam flour. For making muffins made from gayam flour which uses 800 grams of gayam flour which produces about 50 pcs of muffin cakes at a price per one muffin piece of IDR 4,500.
Analisis Bauran Pemasaran The Café Jayanti, Made Savitri Dwi; Febianti
Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Vol. 3 No. 6 (2024): Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Juni 2024
Publisher : Institut Pariwisata dan Bisnis Internasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22334/paris.v3i6.815

Abstract

Bali merupakan daerah tujuan wisata yang sudah tersohor ke mancanegara. Setiap tahunnya ada banyak wisatawan yang selalu mengunjungi Bali, baik dari dalam negeri (domestik) maupun yang datang dari luar negeri (internasional). Virus covid -19 sangat berpengaruh terhadap kunjungan wiatawan. Banyaknya peraturan yang ada menyebabkan berkurangnya mobilitas wisatawan, hal ini menyebabkan wisatawan tidak bisa berpergian sesuka hati. Dengan banyaknya peraturan yang ada, salah satu restoran yang terletak di Nusa Dua yaitu The Café The Mulia Bali mampu menjaga ekistensinya. Marketing Mix atau bauran pemasaran adalah seperangkat alat pemasaran taktis-produk, harga, promosi, dan distribusi yang dipadukan untuk menghasilkan respon pasar yang diinginkan pasar sasaran. Adapun tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui penerapan bauran pemasaran di The Café The Mulia Bali secara umum sudah diterapkan secara baik. Adapun beberapa poin yang perlu ditingkatkan guna memaksimalkan hasil penjualan. Beberapa poin itu yaitu pada price yang beberapa menu dirasa harga yang terlalu tinggi sehingga tidak sesuai dengan produk yang disajikan dan waktu tunggu pesanan tamu terlalu lama. Bali is a tourist destination that has been famous to foreign countries. Every year there are many tourists who always visit Bali, both from within the country (domestic) and those who come from abroad (international). The COVID-19 virus is very influential on tourist visits. The number of existing regulations causes reduced mobility of tourists, this causes tourists to not be able to travel at will. With many existing regulations, one of the restaurants located in Nusa Dua, The Café The Mulia Bali, is able to maintain its extension. Marketing mix is a set of tactical marketing tools—product, price, promotion, and distribution—that come together to generate the desired market response. The purpose of this study is to find out the application of the marketing mix at The Café The Mulia Bali in general has been implemented well. There are several points that need to be improved in order to maximize sales results. Some of those points are at prices that some menus are considered too high prices so that they do not match the products served and the waiting time for guest orders is too long.
Kualitas Puding Berbahan Campuran Extrak Bunga Rosella dan Susu Almond Yanti, Ni Kadek Ari Novi; Koeswiryono, Dika Pranadwipa
Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Vol. 3 No. 6 (2024): Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Juni 2024
Publisher : Institut Pariwisata dan Bisnis Internasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22334/paris.v3i6.816

Abstract

Penelitian ini membahas tentang kualitas puding berbahan dasar bunga rosella dan susu almond untuk mengetahui kualitas pudding yang dari segi rasa, aroma, tekstur, dan warna, dan mengetahui ketahanan puding dalam suhu ruang dan suhu pendingin serta menganalisis seberapa besar pengeluaran yang dikeluarkan dalam pembuatan pudding bunga rosella. Manfaat dari penelitian ini untuk mengetahui pengembangan produk pudding sebagai inovasi baru sebagai cemilan sehat yang penuh serat dalam penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan analisis uji organoleptik kepada responden sebanyak 15 panelis dan melakukan observasi selama tujuh hari dengan masa penyimpanan pudding di suhu lemari pendingin serta lima hari deangan masa penyimpanan pudding di suhu ruang dengan uji organoleptik ( rasa, warna, tekstur, dan aroma ) didapatkan hasil bahwa pudding berbahan dasar bunga rosella diminati oleh masyarakat dan hasil penelitian menunjukan bahwa pudding bunga rosella mendapatkan point sebesar 75 poin dari segi rasa, tekstur, aroma dan warna hasil penelitian menunjukan bahwa pudding bunga roselladapat bertahan disuhu ruang selama 1 hari dan 3 hari di suhu pendingin biaya produk yang di hasilkan dalam pembuatan pudding bunga rosella ini adalah Rp 34.200 dan menghasilkan 15 buah produk dengan harga jual yaitu 2.500 per produk dengan demikian produk bunga rosella dapat dimanfaatkan dan diterima sebagai alternatif cara mengonsumsi extrak bunga rosella. This research investigates the quality of pudding made from rosella flowers and almond milk. Its objectives include assessing the pudding's quality in terms of taste, aroma, texture, and color, as well as determining its shelf life at room temperature and under refrigeration. Additionally, the study analyzes the production cost of rosella flower pudding. The primary benefit of this research is to promote pudding products as a novel and healthy innovation, rich in fiber. Quantitative methods were employed, involving organoleptic tests conducted by 15 panelists and a seven-day observation period, with the pudding stored under refrigeration for five days. Findings indicate that the public showed demand for pudding made from rosella flowers, with the research results awarding it a score of 75 points for taste, texture, aroma, and color. The research also suggests that rosella flower pudding can last for one day at room temperature and three days when refrigerated. The production cost for making rosella flower pudding is IDR 34,200, resulting in 15 products priced at IDR 2,500 each. Consequently, rosella flower products can be a viable and accepted alternative for consuming rosella flower extract.
Penerapan Hygiene dan Sanitasi Meiani, Ni Made Sri Puspa; Semara, I Made Trisna
Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Vol. 3 No. 6 (2024): Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Juni 2024
Publisher : Institut Pariwisata dan Bisnis Internasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22334/paris.v3i6.817

Abstract

Hotel atau penginapan adalah jenis usaha teregulasi yang menggunakan sebagian bangunannya untuk penginapan dan menyediakan makanan, minuman, dan layanan lainnya untuk masyarakat umum. Jika hygiene dan sanitasi ini dapat diterapkan akan memberikan keuntungan bagi karyawan khususnya tamu hotel yang sedang menikmati hidangan hotel. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penerapan hygiene dan sanitasi di cold kitchen The Westin Resort Nusa Dua Bali. Dalam penelitian ini data diperoleh melalui observasi yang dilakukan secara langsung di cold kitchen. Wawancara dilakukan langsung bersama tamu untuk menghasilkan beberapa data yang akurat. Data diolah menggunakan analisis deskriptif kualitatif. Hasil dari penjelasan berdasarkan penelitian ini menggambarkan dan mendeskripsikan bagaimana prosedur penerapan hygiene personal, sanitasi dan hygiene dalam menjaga kebersihan lingkungan kitchen. Selain itu penelitian ini besertakan dengan solusi terhadap kendala dalam Penerapan Hygiene dan Sanitasi pada Cold Kitchen di The Westin Resort Nusa Dua Bali. Dapat ditarik sebuah kesimpulan bahwa dari penelitian ini, standar hygiene dan sanitasi kitchen menjadi tugas yang harus selalu diterapkan para juru masak dengan konsisten. Namun ada beberapa kendala pada penerapan hygiene dan sanitasi pada cold kitchen seperti saluran pembuangan yang kadang-kadang sudah dibersihkan tetapi masih terdapat kotoran karena lantai tidak mendapat perhatian yang cukup selama proses pembersihan. Salah satu cara mengatasi kendala ini adalah dengan adanya general cleaning yang dilakukan setiap bulan untuk menjaga kebersihan cold kitchen dan ketegasan para pemimpin untuk saling mengingatkan sesama karyawan agar selalu konsisten dalam mempertahankan hygiene dan sanitasi dan dalam bekerja di cold kitchen. A hotel or lodging facility is a regulated business that uses part of its building for accommodations and provides food, beverages, and other services to the general public. Effective implementation of hygiene and sanitation can benefit employees, particularly guests enjoying the hotel’s meals. This study aims to assess the application of hygiene and sanitation in the cold kitchen at The Westin Resort Nusa Dua Bali. Data for this study were collected through direct observation in the cold kitchen and interviews with guests to ensure accurate information. The data were analyzed using qualitative descriptive analysis. The findings from this study describe and illustrate the procedures for personal hygiene, sanitation, and overall cleanliness maintenance in the kitchen environment. Additionally, the study includes solutions to the challenges faced in implementing hygiene and sanitation in the cold kitchen at The Westin Resort Nusa Dua Bali. It can be concluded that maintaining hygiene and sanitation standards in the kitchen is a responsibility that chefs must consistently uphold. However, some challenges persist, such as drainage issues where, despite regular cleaning, residual dirt remains due to inadequate floor cleaning. One solution to this problem is to implement general cleaning on a monthly basis to maintain the cleanliness of the cold kitchen and to ensure that leaders enforce reminders among employees to consistently adhere to hygiene and sanitation practices while working in the cold kitchen.
Implementasi Standard Operating Procedure Resepsionis Dalam Melakukan Check-In dan Check-Out Sintyawati, Ni Wayan; Suwintari, I Gusti Ayu Eka
Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Vol. 3 No. 6 (2024): Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Juni 2024
Publisher : Institut Pariwisata dan Bisnis Internasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22334/paris.v3i6.818

Abstract

Penelitian ini dilakukan pada bagian Front Office Department. Studi ini dilakukukan untuk mengetahui bagaimana implementasi standard operating procedure resepsionis dalam melakukan check-in dan check-out di Amandari Resort Ubud. Penelitian ini dilatar belakangi karena masih didapati tamu yang kebingungan dengan informasi mengenai hotel yang seharusnya sudah mereka ketahui setelah melakukan proses check-in. Dan juga sering didapati barang tamu yang ketinggalan pada saat melakukan proses check-out. Alat ukur yang digunakan untuk mengetahui bagaimana implementasi standard operating procedure resepsionis dalam melakukan check-in dan check-out adalah dengan melakukan observasi dan wawancara. Wawancara ini dilakukan langsung dengan Ibu Agung Asrami selaku Front Office Supervisor di Amandari Resort Ubud. Data yang digunakan pada penelitian ini adalah data kualitatif, data yang tidak berupa angka tetapi data yang berupa keterangan. Hasil dari penelitian ini menyatakan bahwa implementasi standard operating procedure sudah diterapkan dengan cukup baik, namun terdapat beberapa prosedur yang jarang diterapkan dikarenakan keterbatas waktu dan juga selalu menyesuaikan dengan kedaan dan juga kondisi dilapangan. This research was conducted in the Front Office Department. This study was conducted to determine how the implementation of receptionist standard operating procedures in checking in and check-out at Amandari Resort Ubud. This research is motivated because there are still guests who are confused with information about the hotel that they should have known after the check-in process. And also often found guest items that are missed during the check-out process. The measuring tool used to determine how the implementation of the receptionist's standard operating procedure in checking in and check-out is by observing and interviewing. This interview was conducted directly with Ibu Agung Asrami as Front Office Supervisor at Amandari Resort Ubud. The data used in this study is qualitative data, data that is not in the form of numbers but data in the form of information. The results of this study show that the implementation of standard operating procedures has been implemented quite well, but there are some procedures that are rarely applied due to time constraints and also adjust to the situation and also conditions in the field.
Pemanfaatan Teknik Smoke dan Sous Vide dalam Pengolahan Bebek Betutu Wong, Nicholas; Efendi, Moch Nur
Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Vol. 3 No. 6 (2024): Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Juni 2024
Publisher : Institut Pariwisata dan Bisnis Internasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22334/paris.v3i6.819

Abstract

Dalam penelitian ini peneliti akan berinovasi membuat kuliner khas Bali yaitu betutu dengan teknik smoke dan sous vide. Betutu sendiri berasal dari kata, be artinya daging. Sedangkan kata tutu dari kata tunu, yang artinya dibakar atau dipanggang. Teknik pembuatan betutu adalah langsung ditunu atau dibakar di atas atau dipendam dalam api sekam dan ada pula dibeberapa tempat di Bali terlebih dahulu dimasak dengan air yang dilengkapi dengan bumbu jangkep, kemudian ditunu atau dibakar di atas bara api. Daging yang dipakai bahan yaitu daging ayam, baik ayam kampung maupun ayam petelur dan boiler serta bebek. Tujuan dilakukan penelitian ini yaitu untuk mengetahui storytelling dari bebek betutu, karakteristik serta minat beli dari bebek betutu dengan penggunaan teknik smoke dan teknik sous vide. Penelitian ini dilakukan dengan pendekatan kualitatif. Teknik pengumpulan data yang digunakan berupa wawancara, observasi, dan dokumentasi. Hasil dari pemanfaatan teknik smoke dan sous vide dalam pengolahan bebek betutu menghasilkan bebek betutu yang memiliki nilai lebih pada aspek tekstur, dimana bebek betutu lebih empuk dan juicy dibandingkan dengan bebek betutu tradisional. Efisiensi dan efektivitas meningkat jika menggunakan teknik smoke dan sous vide baik dari segi biaya produksi, waktu, dan hasil yang didapatkan. Potensi minat beli yang tinggi dikarenakan harga yang ditawarkan lebih murah dibandingan produk bebek betutu komersial lain. Nilai lebih tekstur bebek betutu yang dihasilkan juga meningkatkan minat beli terhadap produk penelitian. In this research, researchers will innovate to create a typical Balinese culinary dish, namely betutu, using ¬smoke and sous vide. Betutu itself comes from the word, be, meaning meat. Meanwhile, the word tutu comes from the word tunu, which means burnt or roasted. The technique for making betutu is to directly cook it or burn it on or put it in a husk fire and in several places in Bali, it is first cooked in water with jangkep spices, then it is cooked or grilled over hot coals. The meat used is chicken meat, both free-range chickens and laying hens and boilers and ducks. The aim of this research is to find out the storytelling of the betutu duck, the characteristics and buying interest of the betutu duck using the smoke technique and sous vide technique. This research was conducted using a qualitative approach. Data collection techniques used were interviews, observation and documentation. The results of using smoke and sous vide techniques in processing betutu duck produce betutu duck which has more value in the texture aspect, where betutu duck is more tender and juicy compared to traditional betutu duck. Efficiency and effectiveness increase when using smoke and sous vide techniques both in terms of production costs, time and results obtained. The potential for high buying interest is because the price offered is cheaper than other commercial betutu duck products. The added value of the betutu duck texture produced also increases purchasing interest in research products.
Analisis Kualitas Fasilitas Daya Tarik Wisata Monkey Forest Ubud Bali Setiawan, I Kadek Doni; Semara, I Made Trisna; Suwintari, I Gusti Ayu Eka
Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Vol. 3 No. 7 (2024): Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Juli 2024
Publisher : Institut Pariwisata dan Bisnis Internasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22334/paris.v3i7.820

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk melakukan analisis kualitas fasilitas Daya Tarik Wisata Monkey Forest berdasarkan Peraturan Menteri Pariwisata No. 3 Tahun 2018. Terdapat permasalahan pada fasilitas viewdeck dan ditoilet. Belum tersedia viewdeck di area Monkey Forest dan fasilitas dalam toilet disabilitas. Dari hal tersebut terdapat kesenjangan antara fasilitas yang ada di monkey forest dengan fasilitas yang seharusnya yang ada di Peraturan Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif No.3 Tahun 2018. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Fasilitas yang ada di Monkey Forest telah memenuhi sebagian besar persyaratan yang ditetapkan dalam Peraturan Menteri Pariwisata No. 3 Tahun 2018. Fasilitas di Monkey Forest memberikan kenyamanan dalam berwisata dengan fasilitas yang lengkap. Fasilitas pendukung di Monkey Forest, seperti area parkir, toko suvenir, dan area istirahat, juga memadai dan sesuai dengan persyaratan Peraturan Menteri Pariwisata. Fasilitas toilet dan tempat makan juga tersedia, yang meningkatkan kenyamanan pengunjung. Dalam hal kebersihan, pengelola Monkey Forest secara rutin menjaga kebersihan area wisata dengan melakukan pembersihan dan pengawasan secara teratur. Secara keseluruhan, kualitas fasilitas yang ada di Monkey Forest sudah baik dan sudah memenuhi persyaratan Peraturan Menteri Pariwisata No. 3 Tahun 2018. This study aims to analyze the quality of Monkey Forest Tourist Attraction facilities based on the Minister of Tourism Regulation no. 3 of 2018. There are problems with the viewdeck and toilet facilities. There is no viewdeck in the Monkey Forest area and facilities in disabled toilets. From this there is a gap between the facilities in the monkey forest and the facilities that should be in the Regulation of the Minister of Tourism and Creative Economy No.3 of 2018. The results of the study show that the facilities in the Monkey Forest have fulfilled most of the requirements set out in the Regulation Minister of Tourism No. 3 of 2018. Facilities at the Monkey Forest provide comfort in traveling with complete facilities. Supporting facilities at the Monkey Forest, such as parking areas, souvenir shops, and resting areas, are also adequate and in accordance with the requirements of the Minister of Tourism RegulationsOverall, the quality of the existing facilities at the Monkey Forest is good and meets the requirements of the Minister of Tourism Regulation no. 3 of 2018.
Strategi Bauran Promosi Setelah Pandemi COVID-19 pada Perusahaan Jasa Event Krisna, Made; Wiyasha, Ida Bagus Made; Astuti, Ni Luh Gde Sari Dewi
Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Vol. 3 No. 7 (2024): Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Juli 2024
Publisher : Institut Pariwisata dan Bisnis Internasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22334/paris.v3i7.822

Abstract

Industri jasa penyelenggaraan Event Organizer di Indonesia merupakan salah satu industri dengan tingkat pertumbuhan yang tinggi, sehingga usaha event organizer terus berkembang tiap tahun. Namun, pada masa pandemi COVID-19 usaha event organizer mengalami kerugian besar dengan pembatalan sejumlah project di seluruh Indonesia. Hal ini berpengaruh pada citra perusahaan yang mulai meredup, sehingga perlu dilakukan kegiatan promosi yang baik untuk meningkatkan citra perusahaan pasca pandemi COVID-19. CV.Stingray merupakan salah satu event organizer yang ada di Bali yang terkena dampak pandemi COVID-19 dan berhasil bertahan hingga saat ini. Tujuan penelitian ini dilakukan untuk mengetahui strategi promosi yang sudah dikembangkan CV.Stingray serta memberikan rekomendasi strategi alternatif bauran promosi yang dapat diimplementasikan oleh CV.Stingray. Penelitian kualitatif ini menggunakan metode pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi serta teknik analisis interaktif Miles & Huberman, untuk mengetahui strategi promosi yang dikembangkan CV.Stingray. Hasil dari penelitian ini berupa bauran promosi yang dilakukan oleh CV.Stingray yang memiliki kekurangan dibagian promosi offline. The event planning industry in Indonesia is one of those with a strong growth rate, thus the event planning industry is expanding every year. However, due to the cancellation of numerous projects across Indonesia during the COVID-19 pandemic, the event planning industry faced significant losses. Since the company's reputation has already started to tarnish as a result of this, effective promotional efforts are required to restore it following the COVID-19 epidemic. One of the event planners in Bali who was impacted by the COVID-19 outbreak and has persevered to this day is CV Stingray. The aim of this study was to identify the marketing approach implemented by CV Stingray and to provide recommendations for different promotional mix strategies that CV. Stingray could use. To learn more about CV Stingray's promotion approach, this qualitative study employs interactive analysis techniques created by Miles and Huberman together with data gathering procedures like interviews, observation, and documentation. The study's findings are presented in the form of a promotional mix created by CV Stingray, which has shortcomings in the area of offline promotion.
Strategi Pengembangan Daya Tarik Wisata Bahari Tumundo, Maria Angelita; Sanjaya, I Wayan Kiki; Amir, Firlie Lanovia
Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Vol. 3 No. 7 (2024): Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Juli 2024
Publisher : Institut Pariwisata dan Bisnis Internasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22334/paris.v3i7.823

Abstract

Penelitian ini fokus kepada pengembangan Pulau Dodola dalam ruang lingkup pariwisata. Harapan pihak pemerintah Kabupaten Pulau Moratai memiliki misi untuk menciptakan destinasi pariwisata yang unggul, berdaya saing, serta ekonomi kreatif dan pengembangan ekonomi kerakyatan yang berbasis sumber daya alam namun, belum terealisasi secara baik. Dalam hal ini, Pulau Dodola merupakan salah satu destinasi wisata alam yang memikat dan mempunyai potensi. Hanya saja, belum dikelola dan dikembangkan menjadi produk wisata yang menarik sekaligus menjadi urgensi penelitian ini. Permasalahan itu diangkat dalam dua rumusan. Masalah Pertama, Bagaimana potensi pengembangan wisata bahari di Pulau Dodola, Kabupaten Pulau Moratai, Kedua, Bagaimana strategi pengembangan objek wisata Pulau Dodola sebagai destinasi wisata bahari? Hasil ini bertujuan untuk menganalisis Potensi wisata dan strategi pengembangan Pulau Dodola sebagai daya tarik wisata bahari agar dapat merekomendasikan serta memberikan dampak positif bagi lingkungan, sosial budaya, dan ekonomi masyarakat lokal Pulau Dodola. Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan deskriptif kualitatif dan analisis SWOT. Hasil penelitian ini mengidentifikasi potensi wisata Pulau Dodola dengan komponen Empat A; atraksi, amenitas, aksesibilitas, dan layanan tambahan. Strategi pengembangan yang dapat digunakan di kawasan Pulau Dodola sebagai wisata bahari antara lain; pengembangan Daya Tarik Wisata Pulau Dodola, pengembangan pemasaran, pengembangan lingkungan (fisik, ekonomi masyarakat). This research focuses on the development of Dodola Island within the scope of tourism. The hope of the Moratai Island Regency government is that it has a mission to create a superior, competitive tourism destination, as well as a creative economy and development of a people's economy based on natural resources, however, this has not been well realized. In this case, Dodola Island is a natural tourist destination that is attractive and has potential. However, it has not been managed and developed into an attractive tourism product which is the urgency of this research. This problem is raised in two formulations. First problem, what is the potential for developing marine tourism on Dodola Island, Moratai Island Regency, Second, what is the strategy for developing the Dodola Island tourist attraction as a marine tourism destination? These results aim to analyze the tourism potential and development strategies of Dodola Island as a marine tourism attraction in order to recommend and provide a positive impact on the environment, socio-culture and economy of the local community of Dodola Island. The data analysis used in this research is a qualitative descriptive approach and SWOT analysis. The results of this research identify the tourism potential of Dodola Island with Four A components; attractions, amenities, accessibility and additional services. Development strategies that can be used in the Dodola Island area as marine tourism include; development of Dodola Island tourist attractions, marketing development, environmental development (physical, community economy).

Filter by Year

2022 2025


Filter By Issues
All Issue Vol. 4 No. 8 (2025): Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Agustus 2025 Vol. 4 No. 7 (2025): Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Juni 2025 Vol. 4 No. 6 (2025): Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Juni 2025 Vol. 4 No. 5 (2025): Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Mei 2025 Vol. 4 No. 4 (2025): Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis April 2025 Vol. 4 No. 3 (2025): Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Maret 2025 Vol. 4 No. 2 (2025): Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Februari 2025 Vol. 4 No. 1 (2025): Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Januari 2025 Vol. 4 No. 12 (2025): Jurnal Pariwisata dan Bisnis Internasional Vol. 4 No. 11 (2025): Jurnal Pariwisata dan Bisnis Internasional Vol. 4 No. 10 (2025): Jurnal Pariwisata dan Bisnis Internasional Vol. 4 No. 9 (2025): Jurnal Pariwisata dan Bisnis Internasional Vol. 3 No. 12 (2024): Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Desember 2024 Vol. 3 No. 11 (2024): Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis November 2024 Vol. 3 No. 10 (2024): Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Oktober 2024 Vol. 3 No. 9 (2024): Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis September 2024 Vol. 3 No. 8 (2024): Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Agustus 2024 Vol. 3 No. 7 (2024): Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Juli 2024 Vol. 3 No. 6 (2024): Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Juni 2024 Vol. 3 No. 5 (2024): Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Mei 2024 Vol. 3 No. 4 (2024): Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis April 2024 Vol. 3 No. 3 (2024): Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Maret 2024 Vol. 3 No. 2 (2024): Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Februari 2024 Vol. 3 No. 1 (2024): Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Januari 2024 Vol. 2 No. 12 (2023): Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Vol. 2 No. 11 (2023): Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Vol. 2 No. 10 (2023): Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Vol. 2 No. 9 (2023): Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Vol. 2 No. 8 (2023): Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Vol. 2 No. 7 (2023): Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Vol. 2 No. 6 (2023): Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Vol. 2 No. 5 (2023): Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Vol. 2 No. 4 (2023): Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Vol. 2 No. 3 (2023): Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Vol. 2 No. 2 (2023): Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Vol. 2 No. 1 (2023): Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Vol. 1 No. 12 (2022): Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Vol. 1 No. 11 (2022): Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Vol. 1 No. 10 (2022): Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Vol. 1 No. 9 (2022): Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Vol. 1 No. 8 (2022): Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Vol. 1 No. 7 (2022): Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Vol. 1 No. 6 (2022): Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Vol. 1 No. 5 (2022): Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Vol. 1 No. 4 (2022): Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Vol. 1 No. 3 (2022): Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Vol. 1 No. 2 (2022): Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Vol. 1 No. 1 (2022): Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis More Issue