cover
Contact Name
Putu Mega Putra
Contact Email
megabizland@gmail.com
Phone
+6285227679500
Journal Mail Official
info@paris.ipb-intl.ac.id
Editorial Address
Institut Pariwisata dan Bisnis Internasional Jalan Kecak, No. 12, Gatot Subroto Timur Denpasar - Bali
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis
ISSN : -     EISSN : 28283325     DOI : https://doi.org/10.22334/paris
Core Subject : Economy, Social,
Paris memuat publikasi ilmiah di bidang pendidikan, pariwisata, bisnis dan kewirausahaan. dengan cakupan bidang sebagai berikut tetapi tidak hanya terbatas pada: 1. Pendidikan pariwisata, 2. Pengembangan kepariwisataan, 3. Pariwisata Berkelanjutan, 4. Pengentasan kemiskinan berbasis sumber daya lokal, 5. Pengelolaan wilayah pedesaan dan pesisir berkearifan lokal, 6. Pengembangan Ekonomi, Bisnis digital, Kewirausahaan, Koperasi, Industri Kreatif, dan UMKM, 7. Seni, sastra, dan budaya, serta integrasi nasional dan harmoni sosial dalam bidang pariwisata.
Articles 1,502 Documents
Strategi Promosi Aida di Pondok Wisata Saung Teduh Nuaba, Ida Bagus Putu Arditha Darmayasa; Sanjaya, I Wayan Kiki; Putra, Dewa Putu Kiskenda Erwanda
Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Vol. 3 No. 7 (2024): Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Juli 2024
Publisher : Institut Pariwisata dan Bisnis Internasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22334/paris.v3i7.824

Abstract

Pondok Wisata Saung Teduh sedang meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan yang dianggap masih belum optimal. Penelitian ini mengkaji kekuatan dan kelemahan sekaligus peluang dan ancaman untuk merumuskan strategi promosi Pondok Wisata Saung Teduh. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif. Pengumpulan data dilakukan dengan observasi, wawancara mendalam dan kuisioner terhadap 30 responden. Analisis data dilakukan dengan metode SWOT. Berdasarkan atas analisis swot diperoleh strategi yang dapat diterapkan pada pemasaran Pondok Wisata Saung Teduh yaitu (1) Strategi Promosi Produk Untuk Meningkatkan Kunjungan Wisatawan (2) Strategi Meningkatkan Infrastruktur Internal Dengan Konsep AIDA (3) Strategi Peningkatan Kenyamanan Wisatawan Berdasarkan AIDA (4) Strategi Meningkatkan Atensi Terhadap Lokasi Pondok Wisata Saung Teduh Dengan Konsep AIDA. Saung Teduh Tourism Pondok is increasing the number of tourist visits which is considered still not optimal. This research examines the strengths and weaknesses as well as opportunities and threats to formulate a promotional strategy for the Saung Teduh Tourism Pondok. This research uses a quantitative descriptive approach. Data collection was carried out by observation, in-depth interviews and questionnaires with 30 respondents. Data analysis was carried out using the SWOT method. Based on the SWOT analysis, strategies that can be applied to the marketing of Saung Teduh Tourism Pondok are obtained, namely (1) Product Promotion Strategy to Increase Tourist Visits (2) Strategy to Improve Internal Infrastructure Using the AIDA Concept (3) Strategy to Increase Tourist Comfort Based on AIDA (4) Strategy to Improve Attention to the Location of the Saung Teduh Tourist Pond with the AIDA Concept.
Analisis Potensi Pariwisata Minat Khusus di Desa Tibubeneng Harmi, Christian; Wirawan, Putu Eka; Praminatih, Gusti Ayu
Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Vol. 3 No. 7 (2024): Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Juli 2024
Publisher : Institut Pariwisata dan Bisnis Internasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22334/paris.v3i7.825

Abstract

Desa Tibubeneng, yang terletak di Kabupaten Badung, Bali, memiliki potensi besar untuk dikembangkan sebagai destinasi pariwisata minat khusus. Desa ini terkenal dengan keindahan alamnya, budaya yang kaya, dan kuliner lokal yang unik. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis potensi pariwisata minat khusus di Desa Tibubeneng. Latar belakang penelitian ini didasarkan pada kebutuhan untuk diversifikasi produk pariwisata Bali agar tidak hanya terfokus pada pariwisata massal, tetapi juga pada pariwisata minat khusus yang lebih memberikan manfaat langsung bagi pariwisata di Bali. Metode yang digunakan dalam penelitian ini meliputi survei lapangan, wawancara dengan penduduk lokal dan pelaku pariwisata, serta analisis data sekunder. Hasil penelitian diharapkan dapat memberikan rekomendasi strategis untuk pengembangan pariwisata minat khusus di Desa Tibubeneng yang berkelanjutan dan berdaya saing tinggi. Tibubeneng Village, located in Badung Regency, Bali, has great potential to be developed as a special interest tourism destination. This village is famous for its natural beauty, rich culture and unique local cuisine. This research aims to analyze the potential for special interest tourism in Tibubeneng Village. The background to this research is based on the need to diversify Bali's tourism products so that they are not only focused on mass tourism, but also on special interest tourism which provides more direct benefits for tourism in Bali. The methods used in this research include field surveys, interviews with local residents and tourism actors, as well as secondary data analysis. It is hoped that the research results can provide strategic recommendations for the development of special interest tourism in Tibubeneng Village that is sustainable and highly competitive.
Potensi Monumen Tugu Khatulistiwa sebagai Wisata Edukasi Hardilia, Wella; Sari, Retno Juwita; Putra, Dewa Putu Kiskenda Erwanda
Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Vol. 3 No. 7 (2024): Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Juli 2024
Publisher : Institut Pariwisata dan Bisnis Internasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22334/paris.v3i7.826

Abstract

Pontianak sebagai ibukota provinsi Kalimantan Barat menjadi salah satu pusat perekonomian yang terus berupaya untuk dikembangkan. Meski tidak menjadikan pariwisata sebagai sumber utama pendapatan daerah, namun kota Pontianak memiliki potensi wisata yang dapat dikembangkan untuk menarik minat wisatawan untuk berkunjung dan meningkatkan perekonomian. Letak geografisnya menyebabkan Kota Pontianak dilalui oleh garis Khatulistiwa sehingga dibangun Monumen Tugu Khatulistiwa sebagai pemisah garis Lintang Utara dan Lintang Selatan. Monumen Tugu Khatulistiwa juga menjadi ikon Kota Pontianak, Monumen ini juga merupakan peninggalan bersejarah dan tempat untuk menyaksikan fenomena alam yang unik berupa kulminasi matahari yang terjadi pada bulan Maret dan September setiap tahunnya. Hal tersebut menjadikannya memiliki potensi untuk dikembangkan sebagai wisata edukasi di Kota Pontianak, Kalimantan Barat. Pontianak as the capital of West Kalimantan province is one of the economic centres that continues to be developed. Although it does not make tourism the main source of regional income, Pontianak city has tourism potential that can be developed to attract tourists to visit and improve the economy. Its geographical location causes Pontianak City to be passed by the Equator line so that the Equator Monument was built as a separator of the North Latitude and South Latitude lines. The Equator Monument is also an icon of Pontianak City, this monument is also a historical relic and a place to witness a unique natural phenomenon in the form of solar culmination which occurs in March and September each year. This makes it has the potential to be developed as an educational tourism in Pontianak City, West Kalimantan.
Strategi Pemasaran Desa Wisata Sukarara dalam Meningkatkan Kunjungan Wisatawan Mahyuningsih, Atika; Wirawan, Putu Eka; Yani, Ni Wayan Mega Sari Apri
Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Vol. 3 No. 7 (2024): Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Juli 2024
Publisher : Institut Pariwisata dan Bisnis Internasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22334/paris.v3i7.827

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kunjungan wisatawan ke Desa Wisata Sukarara di Pulau Lombok, Indonesia, dengan menganalisis strategi pemasaran yang telah diterapkan serta mengidentifikasi alternatif yang lebih efektif. Metode penelitian deskriptif digunakan dengan menggunakan data kunjungan wisatawan dari 2019 hingga 2022. Hasil menunjukkan penurunan kunjungan saat pandemi COVID-19 di 2020, namun pulih dengan peningkatan pada 2021 dan 2022. Strategi pemasaran yang telah dijalankan melibatkan demonstrasi menenun, warisan tenun, dan atraksi seperti gendang beleq, preasean, dan art shop. Rekomendasi strategi alternatif termasuk pemanfaatan media sosial, kerja sama dengan agen perjalanan dan wisatawan lokal, serta pengembangan paket wisata menarik. Penelitian ini diharapkan memberikan sumbangan dalam teori pariwisata dan panduan praktis bagi pengelola Desa Wisata Sukarara. This study aims to enhance tourist visits to Sukarara Tourism Village on Lombok Island, Indonesia, by analyzing the applied marketing strategies and identifying more effective alternatives. A descriptive research method is employed, utilizing tourist visitation data from 2019 to 2022. The findings indicate a decline in visits during the 2020 COVID-19 pandemic, followed by recovery and growth in 2021 and 2022. The executed marketing strategies involve weaving demonstrations, textile heritage, and attractions such as gendang beleq, preasean, and art shops. Recommended alternative strategies encompass leveraging social media, collaborating with travel agencies and local tourists, and developing enticing tour packages. This research is anticipated to contribute to tourism theory and offer practical guidance for the management of Sukarara Tourism Village.
Pengembangan Daya Tarik Wisata Pantai Dreamland Wijaya, I Gusti Ngurah Surya; Sanjaya, I Wayan Kiki; Trimandala, Nyoman Agus
Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Vol. 3 No. 7 (2024): Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Juli 2024
Publisher : Institut Pariwisata dan Bisnis Internasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22334/paris.v3i7.828

Abstract

Pengembangan area destinasi wisata, ada beberapa tahap yang dapat menggambarkan posisi dan situasi perkembangan di area destinasi tersebut. Pantai Dreamland berlokasi di Desa Pecatu Kabupaten Badung,. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui tentang partisipasi masyarakat dalam pengembangan daya tarik wisata Pantai Dreamland Kabupaten Badung dan untuk mengetahui tantangan dalam menghambat pengembangan daya tarik wisata Pantai Dreamland. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan analisis data deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah meliputi observasi, wawancara dan dokumentasi. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa partisipasi masyarakat dalam pengembangan daya tarik wisata Pantai Dreamland masih terbatas, meskipun memiliki potensi daya tarik wisata. Namun, belum dikelola dan dikembangkan dengan baik sekaligus menjadi urgensi penelitian ini. Hasil penelitian ini mengidentifikasi potensi wisata Pantai Dreamland dengan komponen 4A ; atraksi, amenitas, aksesibilitas, dan layanan tambahan. Dari partisipasi masyarakatnya yaitu mulai dari tahap perencanaan, pelaksanaan, pengambilan manfaat dan evaluasi. Dalam pengembangan Daya Tarik Wisata Pantai Dreamland ada beberapa tantangan penghamabat yang dihadapi, seperti keterbatasan dana, investor, kiriman sampah dan peluang pendukungnya ada masyarakat lokal dan wisatawan, untuk program kedepan untuk mengembangkan Daya Tarik Wisata Pantai Dreamalnd, seperti menambah atraksi buatan. Development of Tourist Destination Areas There are several stages that can describe the position and development situation in the tourist destination area. Pantai Dreamland is located in Pecatu Village, Badung Regency,. The purpose of this study is to determine community participation in the development of Pantai Dreamland tourist attractions in Badung Regency and to identify challenges hindering the development of Pantai Dreamland tourist attractions. This research uses a qualitative method with qualitative descriptive data analysis. Data collection techniques used in this study include observation, interviews, and documentation. The results of this study indicate that community participation in the development of Pantai Dreamland tourist attractions is still limited, despite its potential tourist attraction. However, it has not been well managed and developed, which underscores the urgency of this research. The research identifies the tourism potential of Pantai Dreamland with the 4A components: attractions, amenities, accessibility, and additional services. Community participation spans from planning, implementation, benefit sharing, to evaluation stages. In the development of Pantai Dreamland tourist attractions, there are several challenges hindering progress, such as limited funding, investors, waste disposal, and opportunities supported by local communities and tourists. For future programs to develop Pantai Dreamland tourist attractions, enhancements such as adding artificial attractions are recommended.
The Blooms Garden sebagai Atraksi Wisata Baru Putra, I Ketut Gde Nata Adi; Semara, I Made Trisna; Widhyandanta, I Gede Dirga Surya Arya
Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Vol. 3 No. 7 (2024): Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Juli 2024
Publisher : Institut Pariwisata dan Bisnis Internasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22334/paris.v3i7.829

Abstract

Setelah pandemi COVID-19, terjadinya perubahan adanya peningkatan kunjungan wisatawan ke bali, salah satu contohnya adalah The Bloom Garden. Penelitian ini bertujuan untuk memahami bagaimana Atraksi Wisata, Fasilitas dan Harga mempengaruhi Keputusan Wisatawan Berwisata ke The Bloom Garden. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif dengan metode pengumpulan data dilakukan dengan metode kuesioner, dan hasil analisis menggunakan regresi linier berganda yang dimana responden nya berupa wisatawan domestik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat pengaruh positif signifikan antara atraksi wisata terhadap Keputusan Wisatawan Berwisata dan terdapat pengaruh positif signifikan antara Fasilitas terhadap Keputusan Wisatawan Berwisata dan dampak negatif yang signifikan dari Harga terhadap pengambilan keputusan Wisatawan Berwisata ke The Bloom Garden. After the COVID-19 pandemic, changes have occurred with an increase in tourist visits to Bali, one example is The Bloom Garden. This research aims to understand how tourist attractions, facilities and prices influence tourists' decisions to travel to The Bloom Garden. The research method used is a quantitative approach with data collection methods carried out using a questionnaire method, and the results of the analysis use multiple linear regression where the respondents are domestic tourists. The findings of the study indicate that tourist attractions have a significant positive impact on tourists' decisions to travel. Additionally, facilities significantly and positively affect tourists' decisions to travel, while prices have a significant negative effect on tourists' decisions to visit The Bloom Garden.
Pengembangan Daya Tarik Wisata Pantai Lebih sebagai Wisata Kuliner Lokal Pesisir Selatan Kabupaten Gianyar Wahyudi, I Made Indra; Amir, Firlie Lanovia; Trimandala, Nyoman Agus
Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Vol. 3 No. 7 (2024): Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Juli 2024
Publisher : Institut Pariwisata dan Bisnis Internasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22334/paris.v3i7.830

Abstract

Kekhasan yang dimiliki Daya Tarik Pantai Lebih tidak hanya menyajikan keelokan pantainya, Pantai Lebih yang terletak di pesisir selatan Kabupaten Gianyar memiliki keunggulan pada pengolahan hidangan laut yang mampu bersaing dengan daerah lainnya di Bali. Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif kualitatif. Desa Lebih memiliki makanan khas (maskot) berupa sate languan yang merupakan hidangan khas Desa Lebih dengan bahan dasar berupa hidangan laut yang merupakan hasil laut nelayan setempat. Kawasan Pantai Lebih sebagai daya tarik wisata yang menyuguhkan wisata kuliner sudah masuk ke dalam tahapan pengembangan, pengembangan yang dilaksanakan dalam upaya pengelola Pantai Lebih tercermin dari upaya pengolahan hasil laut yang dikelola oleh masyarakat nelayan dan terbentuk Kelompok Pengolah dan Pemasar (POKLAHSA), kunjungan wisatawan yang meningkat belum dibarengi dengan sistem pendataan pengunjung, dan mata pencaharian masyarakat mayoritas bermatapencaharian sebagai nelayan, pengusaha kecil dan menengah, serta pemilik usaha (warung, rumah makan maupun restoran) menjadikan sektor kuliner menjadi pusat perekonomian masyarakat Desa Lebih. The uniqueness of Lebih Beach not only presents the beauty of the beach, Lebih Beach located on the south coast of Gianyar Regency has an excellence in seafood processing that can compete with other areas in Bali. This research uses descriptive qualitative research methods. Lebih Village has a specialty food (mascot) in the form of satay languan which is a typical dish of Lebih Village with basic ingredients in the form of seafood from local fishermen. The Lebih Beach area as a tourist attraction that offers culinary tourism has entered the development stage, the development process implemented in the effort to manage Lebih Beach is reflected in the efforts to process seafood managed by the fishing community and the formation of a Processing and Marketing Group (POKLAHSA), increased tourist visits have not been accompanied by a visitor data collection system, and the livelihoods of the majority of the community are fishermen, small and medium entrepreneurs, and business owners (stalls, restaurants and restaurants) making the culinary sector the center of the economy of the Lebih society.
Motivasi dan Persepsi Minat Berkunjung Kembali Wisatawan Domestik Terhadap Daya Tarik Wisata Monkey Forest Ubud Muliawan, I Nyoman; Darsana, I Made; Widhyandanta, I Gede Dirga Surya Arya
Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Vol. 3 No. 7 (2024): Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Juli 2024
Publisher : Institut Pariwisata dan Bisnis Internasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22334/paris.v3i7.831

Abstract

Monkey Forest menjadi salah satu DTW yang sangat populer di Bali khususnya kawasan Ubud, hal tersebut dapat diketahui berdasarkan pada jumlah kunjungan wisatawan yang bisa dikatakan tinggi, dimana di tahun 2022 DTW Monkey Forest mendapat jumlah kunjungan sebesar 757,829, yang mana sebagian besar didominasi oleh wisatawan mancanegara. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui: 1) pengaruh motivasi terhadap minat wisatawan domestik untuk kembali ke DTW Monkey Forest; 2) pengaruh persepsi terhadap minat wisatawan domestik untuk kembali ke DTW Monkey Forest; dan 3) pengaruh gabungan motivasi dan persepsi terhadap minat wisatawan untuk kembali ke DTW Monkey Forest. Purposive sampling dipadukan dengan pendekatan deskriptif kuantitatif dalam penelitian ini. Untuk metode pengumpulan data digunakan tinjauan pustaka dan penyebaran kuesioner kepada 100 responden. Uji validitas serta reliabilitas sebagai uji instrumen, kemudian uji deskriptif, asumsi klasik, serta regresi linier berganda sebagai analisis data. Pengujian ini menunjukkan hasil antara lain: 1) Motivasi berpengaruh pada Minat Berkunjung Kembali ke Monkey Forest, 2) Persepsi mempengaruhi Minat Berkunjung Kembali ke Monkey Forest, 3) Motivasi dan Persepsi secara simultan memberi pengaruh yang positif terhadap Minat Berkunjung kembali ke Monkey Forest. Dengan variabel (X) mempunyai pengaruh sebanyak 61% kemudian 39% dipengaruhi oleh variabel lain. Monkey Forest is one of the most popular tourist destinations in Bali, especially the Ubud area, this can be seen based on the number of tourist visits which can be said to be high. where in 2022 tourist attraction Monkey Forest received a total of 757,829 visits, most of which are dominated by foreign tourists. The purpose of this study was to determine: 1) the influence of motivation on domestic tourists' interest in returning to tourist attraction Monkey Forest; the influence of perception on domestic tourists' interest in returning to tourist attraction Monkey Forest; and 3) the combined effect of motivation and perception on tourists' interest in returning to tourist attraction Monkey Forest. Purposive sampling is combined with a quantitative descriptive approach in this study. As methods for gathering data, a literature review and the distribution of questionnaires to 100 respondents were used. Validity and reliability tests were used for instrument analysis, and descriptive analysis, classical assumption tests, and multiple linear regression analysis were used for data analysis. This examination shows the outcomes include: 1) Motivation influences interest in returning to Monkey Forest, 2) Perception influences interest in returning to Monkey Forest 3) Motivation dan Perception influences interest in returning to Monkey Forest. With the variable (X) having a 61% influence and the remaining 39% being influenced by other variables.
Analisis Perencanaan Pengembangan Desa Bitera Gianyar Bali sebagai Daya Tarik Wisata Melalui Pendekatan Pariwisata Berbasis Storynomic Tourism Mahardika, Ketut; Wirawan, I Putu Eka; Aditya, I Wayan Putra
Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Vol. 3 No. 7 (2024): Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Juli 2024
Publisher : Institut Pariwisata dan Bisnis Internasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22334/paris.v3i7.832

Abstract

Penelitian yang dilakukan di Desa Bitera, Kabupaten Gianyar, Bali, difokuskan pada eksplorasi potensi Desa Bitera sebagai perencanaan pengembangan daya tarik wisata dengan menggunakan pendekatan storynomic tourism. Studi ini mengidentifikasi potensi pariwisata di Desa Bitera dengan pendekatan 4A dalam pariwisata dan menyoroti elemen-elemen cerita yang dapat mendukung konsep storynomic tourism di Desa Bitera. Desa Bitera, dengan peninggalan sejarah, tradisi, dan budayanya, memiliki potensi yang signifikan untuk dikembangkan sebagai daya tarik wisata di Kota Gianyar. Studi ini juga menyoroti pentingnya aksesibilitas, fasilitas, dan lembaga pendukung dalam pengembangan Desa Bitera sebagai destinasi wisata yang berkelanjutan. Temuan penelitian menekankan pentingnya elemen-elemen cerita dalam potensi pariwisata Desa Bitera, terutama melalui narasi sejarah seperti asal-usul Desa Bitera dan cerita dari Relief Tantri Bebitra. The research conducted in Bitera Village, Gianyar Regency, Bali, focuses on exploring the potential of Bitera Village for tourism attraction development using the storynomic tourism approach. This study identifies the tourism potential in Bitera Village with the 4A approach in tourism and highlights the story elements that can support the concept of storynomic tourism in Bitera Village. Bitera Village, with its historical heritage, traditions, and culture, has significant potential to be developed as a tourist attraction in Gianyar City. This study also highlights the importance of accessibility, facilities, and supporting institutions in the development of Bitera Village as a sustainable tourist destination. The research findings emphasize the importance of story elements in the tourism potential of Bitera Village, particularly through historical narratives such as the origin of Bitera Village and stories from the Tantri Bebitra Relief.
Evaluasi Peluang dan Hambatan dalam Mengelola Destinasi Wisata Pantai dengan Pendekatan Partisipasi Masyarakat Negara, I Dewa Made Kevin Surya; Negara, Febianti; Sari, Retno Juwita
Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Vol. 3 No. 7 (2024): Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Juli 2024
Publisher : Institut Pariwisata dan Bisnis Internasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22334/paris.v3i7.833

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi peluang dan hambatan dalam pengelolaan daya tarik wisata Pantai Medewi di Kabupaten Jembrana yang berbasis partisipasi masyarakat. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan studi dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat berbagai peluang yang dapat dimanfaatkan, seperti potensi alam yang indah, keunikan budaya lokal, dan dukungan dari pemerintah daerah. Namun, terdapat pula sejumlah hambatan yang perlu diatasi, termasuk rendahnya tingkat partisipasi masyarakat, kurangnya keterampilan dan pengetahuan dalam pengelolaan wisata, serta infrastruktur yang belum memadai. Penelitian ini menyarankan beberapa strategi untuk meningkatkan partisipasi masyarakat dalam pengelolaan wisata Pantai Medewi, antara lain melalui program pelatihan dan pemberdayaan masyarakat, peningkatan koordinasi antara pemerintah, masyarakat, dan sektor swasta, serta pengembangan infrastruktur yang mendukung kegiatan wisata. Partisipasi aktif masyarakat diharapkan dapat meningkatkan kualitas pengelolaan wisata dan membawa manfaat ekonomi serta sosial bagi masyarakat setempat. This study aims to identify the opportunities and challenges in the management of Medewi Beach's tourism attractions in Jembrana Regency based on community participation. The research method used is a qualitative approach with data collection techniques through in-depth interviews, participatory observation, and document analysis. The results show that there are various opportunities that can be utilized, such as beautiful natural potential, unique local culture, and support from the local government. However, there are also several challenges that need to be addressed, including the low level of community participation, lack of skills and knowledge in tourism management, and inadequate infrastructure. This study suggests several strategies to enhance community participation in the management of Medewi Beach tourism, including through community training and empowerment programs, improving coordination between the government, community, and private sector, and developing infrastructure that supports tourism activities. Activec community participation is expected to improve the quality of tourism management and bring economic and social benefits to the local community.

Filter by Year

2022 2025


Filter By Issues
All Issue Vol. 4 No. 8 (2025): Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Agustus 2025 Vol. 4 No. 7 (2025): Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Juni 2025 Vol. 4 No. 6 (2025): Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Juni 2025 Vol. 4 No. 5 (2025): Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Mei 2025 Vol. 4 No. 4 (2025): Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis April 2025 Vol. 4 No. 3 (2025): Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Maret 2025 Vol. 4 No. 2 (2025): Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Februari 2025 Vol. 4 No. 1 (2025): Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Januari 2025 Vol. 4 No. 12 (2025): Jurnal Pariwisata dan Bisnis Internasional Vol. 4 No. 11 (2025): Jurnal Pariwisata dan Bisnis Internasional Vol. 4 No. 10 (2025): Jurnal Pariwisata dan Bisnis Internasional Vol. 4 No. 9 (2025): Jurnal Pariwisata dan Bisnis Internasional Vol. 3 No. 12 (2024): Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Desember 2024 Vol. 3 No. 11 (2024): Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis November 2024 Vol. 3 No. 10 (2024): Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Oktober 2024 Vol. 3 No. 9 (2024): Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis September 2024 Vol. 3 No. 8 (2024): Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Agustus 2024 Vol. 3 No. 7 (2024): Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Juli 2024 Vol. 3 No. 6 (2024): Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Juni 2024 Vol. 3 No. 5 (2024): Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Mei 2024 Vol. 3 No. 4 (2024): Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis April 2024 Vol. 3 No. 3 (2024): Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Maret 2024 Vol. 3 No. 2 (2024): Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Februari 2024 Vol. 3 No. 1 (2024): Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Januari 2024 Vol. 2 No. 12 (2023): Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Vol. 2 No. 11 (2023): Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Vol. 2 No. 10 (2023): Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Vol. 2 No. 9 (2023): Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Vol. 2 No. 8 (2023): Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Vol. 2 No. 7 (2023): Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Vol. 2 No. 6 (2023): Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Vol. 2 No. 5 (2023): Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Vol. 2 No. 4 (2023): Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Vol. 2 No. 3 (2023): Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Vol. 2 No. 2 (2023): Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Vol. 2 No. 1 (2023): Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Vol. 1 No. 12 (2022): Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Vol. 1 No. 11 (2022): Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Vol. 1 No. 10 (2022): Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Vol. 1 No. 9 (2022): Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Vol. 1 No. 8 (2022): Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Vol. 1 No. 7 (2022): Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Vol. 1 No. 6 (2022): Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Vol. 1 No. 5 (2022): Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Vol. 1 No. 4 (2022): Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Vol. 1 No. 3 (2022): Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Vol. 1 No. 2 (2022): Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Vol. 1 No. 1 (2022): Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis More Issue