cover
Contact Name
Putu Mega Putra
Contact Email
megabizland@gmail.com
Phone
+6285227679500
Journal Mail Official
info@paris.ipb-intl.ac.id
Editorial Address
Institut Pariwisata dan Bisnis Internasional Jalan Kecak, No. 12, Gatot Subroto Timur Denpasar - Bali
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis
ISSN : -     EISSN : 28283325     DOI : https://doi.org/10.22334/paris
Core Subject : Economy, Social,
Paris memuat publikasi ilmiah di bidang pendidikan, pariwisata, bisnis dan kewirausahaan. dengan cakupan bidang sebagai berikut tetapi tidak hanya terbatas pada: 1. Pendidikan pariwisata, 2. Pengembangan kepariwisataan, 3. Pariwisata Berkelanjutan, 4. Pengentasan kemiskinan berbasis sumber daya lokal, 5. Pengelolaan wilayah pedesaan dan pesisir berkearifan lokal, 6. Pengembangan Ekonomi, Bisnis digital, Kewirausahaan, Koperasi, Industri Kreatif, dan UMKM, 7. Seni, sastra, dan budaya, serta integrasi nasional dan harmoni sosial dalam bidang pariwisata.
Articles 1,502 Documents
Effect of Push and Pull Motivation Factors on Domestic Tourist' Decision to Visit Manado City Suprapto, Maria Sucitra Favor; Wirawan, Putu Eka; Febianti
Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Vol. 4 No. 9 (2025): Jurnal Pariwisata dan Bisnis Internasional
Publisher : Institut Pariwisata dan Bisnis Internasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22334/paris.v4i9.1109

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimanakah faktor pendorong dan faktor penarik memengaruhi keputusan wisatawan untuk berkunjung ke Kota Manado. Faktor pendorong yang dimaksud adalah motivasi dari dalam diri, seperti keinginan untuk beristirahat, mencari pengalaman baru, atau menghilangkan kejenuhan. Sementara itu, faktor penarik mencakup hal-hal yang dimiliki atau disediakan oleh Kota Manado, seperti keindahan alam, kebudayaan, dan fasilitas wisata yang tersedia dan yang lainnya. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan menyebarkan kuesioner kepada 100 orang wisatawan domestik yang pernah mengunjungi Kota Manado. Data yang terkumpul dianalisis dengan regresi linier berganda menggunakan SPSS versi 25. Hasil analisis menunjukkan bahwa faktor pendorong dan faktor penarik berpengaruh positif signifikan, baik secara partial dan juga simultan, terhadap keputusan berkunjung wisatawan. Meskipun demikian, kontribusi kedua variabel tersebut terhadap keputusan berkunjung hanya sebesar 33,6%, yang mengindikasikan bahwa terdapat faktor-faktor lain di luar model yang turut memengaruhi keputusan tersebut. Namun, meskipun faktor pendorong dan juga penarik berpengaruh terhadap keputusan berkunjung wisatawan ke Kota Manado, tetapi kontribusi kedua variabel tersebut masih tergolong rendah. Temuan ini menegaskan pentingnya penguatan faktor internal dan eksternal secara seimbang, melalui pengembangan wisata berbasis pengalaman, peningkatan fasilitas, serta strategi harga dan promosi yang tepat sasaran, guna menjadikan Kota Manado sebagai destinasi wisata yang berkesan dan berkelanjutan.   This study aims to determine the influence of push and pull factors influence tourists’ decisions to visit Manado City. Push factors refer to internal motivations, such as the desire to rest, seek new experiences, or escape from daily routines. In contrast, pull factors include various elements provided or offered by Manado City, such as its natural beauty, cultural richness, and available tourism facilities. This study employed a quantitative method, involving the distribution of questionaires to 100 domestic tourists who had previously visited Manado. The collected data were analyzed using multiple linear regression with SPSS version 25. The results of the analysis indicate that both push and pull factors have a positive and significant influence—both partially and simultaneously—on tourists’ decisions to visit. However, these two variables only account for 33,6% of the decision to visit, indicating that other factors outside the model also play a role in influencing tourist decisions. However, although both push and pull factors influence tourists’ decisions to visit Manado City, the contribution of these two variables is still relatively low. These findings emphasize the importance of strengthening both internal and external factors in a balanced manner, through the development of experience-based tourism, improvement of facilities, and effective pricing and promotional strategies, in order to position Manado City as a memorable and sustainable tourism destination.
Kajian Kain Tenun Pegringsingan sebagai Produk Penunjang Pariwisata Kabupaten Karangasem Damayanti, Ni Wayan Mita Damayanti; Arianty, Anak Agung Ayu Arun Suwi; Gusti Ayu Melistyari Dewi , I
Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Vol. 4 No. 10 (2025): Jurnal Pariwisata dan Bisnis Internasional
Publisher : Institut Pariwisata dan Bisnis Internasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22334/paris.v4i10.1113

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi karakteristik kain Tenun Gringsing, menganalisis dampak perkembangan sosial budaya dan sosial ekonomi masyarakat, serta merumuskan strategi dalam meningkatkan daya tarik wisata berbasis kain tenun di Desa Tenganan Pegringsingan, Kabupaten Karangasem. Menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dan analisis SWOT serta mengacu pada teori Produk Wisata, Pariwisata Budaya Berkelanjutan dan konsep Communtiy-Based Tourism (CBT), penelitian ini mengungkapkan bahwa kain Tenun Gringsing memiliki nilai estetika dan filosofi tinggi, didukung oleh teknik ikat ganda yang unik serta peran aktif Masyarakat dalam pelestarian budaya. Hasil analisis SWOT menunjukkan bahwa strategi pengembangan berada pada kuadran I (Growth), dengan potensi besar dalam mengoptimalkan kekuatan internal dan menangkap peluang eksternal seperti pemasaran digital dan peningkatan minat wisatawan terhadap produk budaya. Penelitian ini menyarankan pengembangan fasilitas penunjang wisata berbasis adat, penguatan edukasi dan regenerasi nilai budaya tenun Gringsing, serta peningkatan kapasitas promosi digital bagi pelaku dan UMKM. Hasil penelitian ini diharapkan memberikan kontribusi bagi pemerintah, Masyarakat, dan pelaku industri kreatif dalam menjaga keberlanjutan dan memperluas jangkauan pariwisata berbasis budaya lokal. This research aims to identify the characteristics of Gringsing woven fabric, analyze the impact of development on the socio-cultural and socio-economic aspects of the community, and formulate strategies in increasing the attractiveness of woven fabric-based tourism in Tenganan Pegringsingan Village, Karangasem Regency. Using a descriptive qualitative approach and SWOT analysis and referring to the theory of Tourism Products, Sustainable Cultural Tourism and the concept of Community-Based Tourism (CBT), this study reveals that Gringsing woven fabric has high aesthetic and philosophical values, supported by unique double ikat techniques and the active role of the community in cultural preservation. The results of the SWOT analysis show that the development strategy is in quadrant I (Growth), with great potential in optimizing internal strengths and capturing external opportunities such as digital marketing and increased tourist interest in cultural products. This research suggests the development of custom-based tourism support facilities, strengthening education and regeneration of the cultural values of Gringsing weaving, and increasing the capacity of digital promotion for actors and MSMEs.
Pengelolaan Paket Wisata Minat Khusus Berbasis CBT (Community Based Tourism) Di Desa Singapadu Kaler Widyantara, I Kadek Aprian; Mahendra, I Wayan Eka; Aditya, I Wayan Putra
Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Vol. 4 No. 12 (2025): Jurnal Pariwisata dan Bisnis Internasional
Publisher : Institut Pariwisata dan Bisnis Internasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22334/paris.v4i12.1120

Abstract

Penelitian ini mengkaji pengelolaan paket wisata minat khusus berbasis Community Based Tourism (CBT) di Desa Singapadu Kaler, Kecamatan Sukawati, Kabupaten Gianyar, Bali, dalam upaya pengembangan sektor pariwisata. Desa Singapadu Kaler memiliki potensi pariwisata yang kaya dan beragam, memadukan keindahan alam pedesaan seperti hamparan sawah dan sungai yang jernih, dengan aktivitas wisata minat khusus seperti ATV, serta kekayaan seni dan budaya lokal. Masyarakat desa secara aktif terlibat dalam pengembangan pariwisata melalui pendekatan CBT, yang menekankan partisipasi lokal dalam perencanaan, pelaksanaan, dan pengelolaan untuk memastikan manfaat ekonomi, sosial, dan budaya yang merata serta berkelanjutan. Dalam upaya meningkatkan kunjungan wisatawan, dirancanglah paket wisata inovatif seperti “Adrenalin dan Seni Ukir Singapadu Kaler” yang mengombinasikan petualangan dan kekayaan budaya. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana inovasi paket wisata di Desa Singapadu Kaler dalam upaya mengembangkan pariwisata dan memberikan gambaran mengenai dampak perkembangan pariwisata bagi masyatakat di Desa Singapadu Kaler Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Teknik pengumpulan data adalah metode observasi, wawancara mendalam dengan pengelola paket wisata, perangkat desa, anggota paguyuban ATV, dan wisatawan, serta dokumentasi. Teknik analisis data dilakukan secara deskriptif kualitatif untuk menginterpretasi temuan di lapangan. Hasil penelitian ini diharapkan memberikan gambaran komprehensif mengenai strategi inovasi paket wisata minat khusus yang efektif dan berkelanjutan. Selain itu, penelitian ini akan mengidentifikasi dampak positif dan tantangan yang dihadapi masyarakat akibat perkembangan pariwisata berbasis CBT. Secara teoritis, penelitian ini diharapkan memperkaya kajian Ilmu Pariwisata, khususnya dalam bidang sosial budaya dan manajemen pariwisata berkelanjutan. Secara praktis, hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi masukan bagi masyarakat Desa Singapadu Kaler dalam mempertahankan kearifan lokal, serta referensi bagi pemerintah daerah dan pelaku pariwisata untuk pengembangan destinasi yang lebih bertanggung jawab dan inklusif. This research examines the management of special interest tour packages based on Community-Based Tourism (CBT) in Singapadu Kaler Village, Sukawati District, Gianyar Regency, Bali, as part of tourism sector development efforts. Singapadu Kaler Village possesses rich and diverse tourism potential, combining the beauty of the rural landscape—such as expansive rice fields and clear rivers—with special interest tourism activities like ATV rides, as well as a wealth of local arts and culture. The local community is actively involved in tourism development through the CBT approach, which emphasizes community participation in planning, implementation, and management to ensure equitable and sustainable economic, social, and cultural benefits. In an effort to increase tourist visits, innovative tour packages such as "Adrenaline and Carving Arts of Singapadu Kaler" have been designed, combining adventure with cultural richness. The purpose of this study is to explore how innovation in tourism packages contributes to tourism development in Singapadu Kaler and to provide an overview of the impacts of tourism growth on the local community. The research employs a qualitative method using a case study approach. Data collection techniques include observation, in-depth interviews with tour package managers, village officials, ATV community members, and tourists, as well as documentation. Data analysis is conducted qualitatively using descriptive interpretation of field findings. The results of this study are expected to provide a comprehensive understanding of effective and sustainable innovation strategies for special interest tourism packages. Moreover, the study aims to identify the positive impacts and challenges faced by the community due to CBT-based tourism development. Theoretically, this research contributes to the field of Tourism Studies, particularly in the areas of socio-cultural aspects and sustainable tourism management. Practically, the findings are expected to serve as valuable input for the Singapadu Kaler community in preserving local wisdom, and as a reference for local governments and tourism stakeholders in promoting more responsible and inclusive destination development.
Pengaruh Exposure Media Sosial dan Electronic Word of Mouth terhadap Keputusan Berkunjung ke Kintamani (Studi pada akun Instagram @explorekintamani) Pricilia; Semara, I Made Trisna; Ekasani, Kadek Ayu
Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Vol. 4 No. 10 (2025): Jurnal Pariwisata dan Bisnis Internasional
Publisher : Institut Pariwisata dan Bisnis Internasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22334/paris.v4i11.1122

Abstract

Kintamani sebagai salah satu destinasi unggulan di Bali yang memiliki daya tarik alam dan budaya. Exposure Media Sosial berperan terhadap pesan dalam media, sedangkan Electronic Word of Mouth penyebaran informasi yang terjadi melalui berbagai platform media sosial. Penelitian ini bertujuan untuk mengukur pengaruh Exposure media sosial dan Electronic Word of Mouth terhadap keputusan berkunjung ke Kintamani. Metode yang digunakan adalah kuantitatif melalui penyebaran kuesioner kepada 100 responden dengan teknik purposive sampling. Analisis dilakukan menggunakan SEM-PLS untuk menguji outer model, inner model dan hipotesis. Hasil menunjukkan bahwa Exposure media sosial berpengaruh positif sebesar 42,6% dan Electronic word of mouth sebesar 49,2% terhadap keputusan berkunjung. Temuan ini menunjukan bahwa Exposure media sosial dan Electronic word of mouth dapat mendorong adanya keputusan berkunjung. Oleh karena itu, optimalisasi strategi promosi digital melalui media sosial sangat disarankan untuk meningkatkan kunjungan wisatawan ke Kintamani. Kintamani is one of Bali’s prime tourist destinations, known for its natural and cultural attractions.Social Media Exposure plays a role in messages in the media, while Electronic Word of Mouth is the dissemination of information that occurs through various social media platforms. This study aims to measure the influence of social media exposure and electronic word of mouth on the decision to visit Kintamani. The method used in quantitative by distributing questionnaires to 100 respondents with a purposive sampling technique. The analysis was carried out using SEM-PLS to test the outer model, inner model and hypothesis. The results show that social media exposure has a positive effect of 42.6% and electronic word of mouth has a positive effect of 49.2% on the decision to visit. This finding shows that social media exposure and electronic word of mouth can encourage a decision to visit. It is therefore recommended that digital marketing strategies be optimized, particularly through social media platforms, to enhance destination visibility and attract more visitors to Kintamani.
Pengaruh Akesibillitas Dan Fasilitas Terhadap Keputusan Wisatawan Berkunjung Kembali Ke Lembah Bidadari. Taro, Tegalalang, Gianyar, Bali Kusuma, Gde Tiao Arya; Jayendra, Putu Sabda; Sudiarta, I Nyoman
Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Vol. 4 No. 12 (2025): Jurnal Pariwisata dan Bisnis Internasional
Publisher : Institut Pariwisata dan Bisnis Internasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22334/paris.v4i12.1123

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menguji dan menganalisis pengaruh aksesibilitas dan fasilitas terhadap keputusan berkunjung wisatawan. Penelitian dilakukan di Lembah Bidadari, Taro, Tegallalang, Gianyar, Bali dengan jumlah 70 responden yang diambil menggunakan rumus Hair. Seluruh data yang diperoleh dari distribusi kuesioner dinyatakan layak dan dianalisis menggunakan regresi linear berganda serta uji hipotesis (uji t dan uji F) Hasil penelitian menunjukkan Aksesibilitas berpengaruh positif dan signifikan terhadap keputusan berkunjung wisatawan ke Lembah Bidadari, dengan nilai koefisien regresi 0,182 dan T-Stat = 3,790, signifikansi 0,002 (p < 0,05). Artinya, semakin baik aksesibilitas wisata maka semakin tinggi pula keputusan wisatawan untuk berkunjung.Fasilitas juga berpengaruh positif dan signifikan terhadap keputusan berkunjung, dengan koefisien regresi 0,435 dan T-Stat = 6,547, signifikansi 0,000 (p < 0,05). Ini berarti semakin baik fasilitas wisata, semakin besar kemungkinan wisatawan untuk berkunjung. Aksesibilitas dan fasilitas secara simultan berpengaruh positif dan signifikan, dibuktikan dengan F-Stat = 35,967 dan signifikansi 0,000 (p < 0,05). Artinya, peningkatan kedua faktor tersebut secara bersama-sama dapat meningkatkan keputusan wisatawan untuk berkunjung kembali ke Lembah Bidadari. The Impact of Accessibility and Facilities on Tourists’ Intention to Revisit Lembah Bidadari, Taro, Tegallalang, Gianyar, BalicThis study aims to examine and analyze the influence of accessibility and facilities on tourists’ visiting decisions. The research was conducted at Lembah Bidadari, Taro, Tegallalang, Gianyar, Bali, involving a sample of 70 respondents, determined using Hair’s formula. Data collected through questionnaires were analyzed using multiple linear regression and hypothesis testing (t-test and F-test).The results show that: Accessibility has a positive and significant effect on tourists’ visiting decisions, with a regression coefficient (b1X1) of 0.182 and a T-statistic of 3.790, at a significance level of 0.002 (p < 0.05). Improved accessibility enhances tourists’ intention to visit. Facilities also have a positive and significant effect, with a regression coefficient (b2X2) of 0.435 and T-statistic of 6.547, at a significance level of 0.000 (p < 0.05), indicating that better facilities increase the likelihood of tourists revisiting the site.Accessibility and facilities together exert a positive and significant influence on tourists’ visiting decisions, proven by an F-statistic of 35.967 at a significance level of 0.000 (p < 0.05). This means the combined improvement of both factors strengthens tourists’ decision to visit Lembah Bidadari.
Pengaruh Konten Trendi Media Sosial Tiktok dan E-wom Dalam Keputusan Berkunjung Ke NuArt Sculpture Park Di Bandung Saputra, Nyoman Wibawa; Mahendra, I Wayan Eka; Febianti
Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Vol. 4 No. 11 (2025): Jurnal Pariwisata dan Bisnis Internasional
Publisher : Institut Pariwisata dan Bisnis Internasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22334/paris.v4i11.1124

Abstract

Penelitian memiliki tujuan untuk mengeksplorasi dampak dari konten trending di media sosial TikTok dan electronic word of mouth, baik secara individual maupun bersamaan, terhadap keputusan wisatawan untuk mengunjungi NuArt Sculpture Park yang terletak di Bandung. Lokasi dari penelitian ini adalah NuArt Sculpture Park. Untuk penelitian ini, sampel yang dipakai terdiri dari 100 responden. Metode analisis data yang dipilih dalam studi ini meliputi Uji Asumsi Klasik, Analisis Regresi Linier Berganda, Uji Koefisien Determinasi, Uji t, dan Uji F. Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa konten trending di TikTok memiliki pengaruh positif yang signifikan terhadap keputusan untuk berkunjung, electronic word of mouth juga berkontribusi positif yang signifikan terhadap keputusan berkunjung, dan secara keseluruhan, kedua faktor tersebut memberikan dampak yang signifikan pada keputusan kunjungan. Proporsi pengaruh dari konten trending di TikTok dan E-Wom terhadap keputusan berkunjung sebesar 75,6%. Rekomendasi dari peneliti adalah agar NuArt Sculpture Park tetap menyajikan konten di TikTok yang informatif, menarik, dan mudah dimengerti, serta selalu berusaha untuk membuat pengunjung merasa puas, sehingga mereka mau memberikan ulasan atau rekomendasi secara daring di media sosial serta memberikan informasi yang lebih detail pada situs web dan juga media sosial. The goal of research for ascertain combined and individual effects of popular social media content on TikTok and E-WOM on tourists' choice to travel to NuArt Sculpture Park in Bandung. NuArt Sculpture Park served as the location for the study. The study group included 100 participants. The data analysis procedures utilized include the classical assumption test, multiple linear regression analysis, coefficient of determination test, t-test, and F-test. The findings demonstrate that trendy TikTok content and electronic word of mouth both have a considerable impact on travel choices, and that these two factors together account for 75.6% of the impact on travel choices. Given these results, it is suggested that the park produce TikTok videos that are informative, engaging, and simple to comprehend. In addition, the park should constantly work to maintain client satisfaction by asking visitors to submit online comments or suggestions on social media, as well as by posting more thorough information on its website and social media accounts.
Pengaruh Integrated Marketing Communication (IMC) dan Brand Identity Terhadap Keputusan Berwisata ke Daya Tarik Wisata Saung Angklung Udjo Kota Bandung Hartono, Angelina; Susanti, Putu Herny; Semara, I Made Trisna
Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Vol. 4 No. 9 (2025): Jurnal Pariwisata dan Bisnis Internasional
Publisher : Institut Pariwisata dan Bisnis Internasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22334/paris.v4i9.1125

Abstract

Integrated Marketing Communication (IMC) berperan penting dalam menyampaikan pesan pemasaran yang jelas dan konsisten, sedangkan brand identity membentuk karakter dan keunikan suatu daya tarik wisata. Saung Angklung Udjo sebagai daya tarik wisata budaya di Kota Bandung memiliki urgensi untuk meningkatkan kunjungan wisata, khususnya wisatawan domestik dengan perjalanan mandiri, untuk memastikan pertumbuhan kunjungan yang lebih signifikan dan stabil. Penelitian ini bertujuan untuk mengukur pengaruh IMC dan brand identity terhadap keputusan berwisata ke Saung Angklung Udjo. Metode yang digunakan adalah kuantitatif melalui penyebaran kuesioner kepada 100 responden dengan teknik purposive sampling. Analisis dilakukan menggunakan SEM-PLS untuk menguji model pengukuran, struktural, dan hipotesis. Hasil menunjukkan bahwa IMC berpengaruh positif sebesar 38,8% dan brand identity sebesar 41,7% terhadap keputusan berwisata. Temuan ini menunjukan bahwa peningkatan efektivitas IMC serta penguatan identitas merek dapat mendorong keputusan wisatawan. Oleh sebab itu, disarankan agar manajemen Saung Angklung Udjo meningkatkan kualitas komunikasi pemasaran terpadu dengan menghadirkan konten yang informatif, menarik, dan konsisten, khususnya terkait informasi tiket, promosi, dan kisah naratif brand untuk mendorong keputusan berwisata. Integrated Marketing Communication (IMC) plays an important role in delivering clear and consistent marketing messages, while brand identity forms the character and uniqueness of a tourist attraction. Saung Angklung Udjo as a cultural tourist attraction in Bandung City, has an urgency to increase tourist visits, especially domestic tourists with independent travel, to ensure more significant and stable visit growth. This study aims to measure the influence of IMC and brand identity on the decision to travel to Saung Angklung Udjo. The method used is quantitative by distributing questionnaires to 100 respondents with a purposive sampling technique. The analysis was carried out using SEM-PLS to test the measurement, structural, and hypothesis models. The results show that IMC has a positive effect of 38.8% and brand identity by 41.7% on travel decisions. This finding shows that increasing the effectiveness of IMC and strengthening brand identity can drive tourist decisions. Therefore, it is recommended that Saung Angklung Udjo management improve the quality of Integrated Marketing Communications by presenting informative, interesting, and consistent content, especially related to ticket information, promotions, and brand narrative stories to drive travel decisions.
Analisis Komprehensif Atraksi, Amenitas, Aksesibilitas, dan Kualitas Pengalaman Wisata pada Destinasi ATV Beji River Adventure Aristia, I Ketut Gede; Sutrisnadi, I Nyoman; Tanaya, I Gede Arif Eka
Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Vol. 4 No. 11 (2025): Jurnal Pariwisata dan Bisnis Internasional
Publisher : Institut Pariwisata dan Bisnis Internasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22334/paris.v4i11.1131

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis secara komprehensif pengaruh atraksi, amenitas, dan aksesibilitas terhadap kualitas pengalaman wisatawan pada destinasi wisata ATV. Studi ini dilatarbelakangi pentingnya peningkatan kualitas pelayanan dan fasilitas sebagai upaya untuk meningkatkan daya tarik wisata adventure di Indonesia. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif dengan pengumpulan data melalui observasi, kuesioner, dan wawancara terhadap pengunjung serta pengelola destinasi ATV. Analisis data dilakukan menggunakan teknik statistik deskriptif dan inferensial untuk menggambarkan kondisi atraksi, amenitas, aksesibilitas, serta hubungan pengaruhnya terhadap pengalaman wisata. Hasil penelitian menunjukkan ketiga variabel tersebut signifikan memengaruhi kualitas pengalaman pengunjung ATV, dimana aksesibilitas dan amenitas memiliki kontribusi terbesar dalam membentuk kepuasan wisatawan. Implikasi penelitian menegaskan pentingnya pengelolaan terintegrasi antara pengembangan atraksi, peningkatan fasilitas pendukung, serta perbaikan aksesibilitas untuk meningkatkan kualitas pengalaman dan daya saing destinasi wisata ATV di pasar nasional. Rekomendasi diberikan kepada pengelola destinasi untuk meningkatkan aspek pelayanan dan fasilitas secara berkesinambungan guna menarik lebih banyak wisatawan dan membangun loyalitas pengunjung. This study aims to comprehensively analyze the influence of attractions, amenities, and accessibility on the quality of tourist experiences at ATV tourism destinations. The study is motivated by the importance of improving service quality and facilities to enhance the appeal of adventure tourism in Indonesia. The research method used is a quantitative approach with data collection through observations, questionnaires, and interviews with visitors and ATV destination managers. Data analysis is conducted using descriptive and inferential statistical techniques to describe the conditions of attractions, amenities, and accessibility, as well as their influence on the tourist experience. The results indicate that these three variables significantly affect the quality of ATV visitors' experiences, with accessibility and amenities contributing the most to visitor satisfaction. The study emphasizes the importance of integrated management between attraction development, supporting facility improvements, and accessibility enhancements to boost experience quality and the competitiveness of ATV tourism destinations in the national market. Recommendations are given to destination managers for continuous improvement of services and facilities to attract more tourists and build visitor loyalty.
Kualitas Puree Berbahan Dasar Biji Kacang Kedelai Edamame Arthacoca, I Gede Sidhi; Sudiarta, I Nyoman
Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Vol. 4 No. 9 (2025): Jurnal Pariwisata dan Bisnis Internasional
Publisher : Institut Pariwisata dan Bisnis Internasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22334/paris.v4i9.1132

Abstract

Seiring bertambahnya pemahaman tentang pentingnya pola makan yang seimbang, dibutuhkan makanan yang kaya gizi, mudah dicerna, dan praktis. Puree muncul sebagai salah satu pilihan karena konsistensinya yang lembut, sehingga gampang dinikmati oleh berbagai kalangan, dan dapat diperkaya dengan nutrisi tambahan. Penyajian puree yang menarik juga meningkatkan daya tarik tanpa mengurangi kandungan gizi. Edamame, yang merupakan kedelai muda kaya akan protein, serat, vitamin, dan antioksidan, menawarkan kelebihan dari sisi rasa, tekstur, dan kemudahan dalam pengolahan. Ketersediaannya yang melimpah di pasar lokal menjadikannya bahan potensial untuk dijadikan puree yang bergizi. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kualitas pure yang terbuat dari biji kedelai edamame dalam hal rasa, tekstur, aroma, dan warna, serta mengetahui biaya untuk memproduksi puree tersebut. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif dengan pengumpulan data melalui kuesioner. Hasil penelitian mengungkapkan bahwa 1) berdasarkan penilaian dari 10 panelis mengenai rasa, warna, tekstur, dan aroma, puree berbahan dasar biji kedelai edamame mendapatkan skor yang menunjukkan kualitas “baik” dan dapat diterima secara indra. Rasa yang dinilai lezat, warna yang cerah, tekstur yang kental, dan aroma yang wangi menunjukkan bahwa produk ini memiliki potensi besar sebagai alternatif makanan nabati yang diminati konsumen. 2) Hasil analisis menunjukkan bahwa biaya untuk memproduksi satu porsi puree hanyalah Rp 8. 064, yang dianggap cukup rendah. Hal ini menjadikan produk ini ekonomis dan layak dari sisi bisnis, terutama untuk pengembangan pada skala usaha mikro kecil dan menengah. Dengan potensi margin keuntungan yang baik serta penerimaan yang positif dari segi organoleptik, produk ini sangat mungkin untuk dipasarkan.   As public awareness of the importance of balanced nutrition continues to grow, there is an increasing need for nutritious, easy-to-digest, and practical food. Puree is one such option due to its soft texture, ease of consumption across age groups, and potential for fortification with additional nutrients. Aesthetic presentation of puree also enhances its appeal without compromising nutritional value. Edamame, or young soybeans, is rich in protein, fiber, vitamins, and antioxidants, and stands out for its taste, texture, and ease of preparation. Its availability in local markets makes it a promising ingredient for nutritious purees. The purpose of this study is to evaluate the quality of Edamame Soybean Puree in terms of taste, texture, aroma, and color, as well as to determine the production cost of the puree. This research employed a qualitative descriptive method using questionnaires for data collection. The results showed that: 1) Based on evaluations by 10 panelists on taste, color, texture, and aroma, the Edamame Soybean Puree received scores indicating “good” quality and was sensorily acceptable. The puree was described as tasty, brightly colored, thick in texture, and pleasantly aromatic—highlighting its potential as a plant-based food alternative favored by consumers. 2) The production cost analysis revealed that one portion of puree costs only Rp 8,064, which is considered low. This makes the product economically feasible and viable for small business development, particularly for MSMEs. With potential profit margins and favorable organoleptic qualities, this product has strong commercial potential.
Peran Trainee Sebagai Leader pada Operasional Departemen Food & Beverage di Hotel The Greenbrier Valleywithsky, I Gede; Dewi, I Gusti Ayu Melistyari
Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Vol. 4 No. 9 (2025): Jurnal Pariwisata dan Bisnis Internasional
Publisher : Institut Pariwisata dan Bisnis Internasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22334/paris.v4i9.1135

Abstract

Industri pariwisata mendorong pertumbuhan sektor akomodasi yang tidak hanya menyediakan tempat menginap, tetapi juga layanan makanan dan minuman sebagai bagian dari pengalaman wisata. Hotel The Greenbrier, sebagai resort mewah di Amerika Serikat, memiliki sistem operasional dapur yang kompleks dalam divisi Food & Beverage (F&B), khususnya pada bagian F&B Product. Dalam upaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia, manajemen hotel menugaskan trainee sebagai Leader dapur pada periode tertentu. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran trainee sebagai Leader dalam operasional dapur serta dampaknya terhadap pengembangan individu dan efisiensi kerja tim. Metode yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan pengumpulan data melalui wawancara dan kuesioner kepada chef dan trainee yang pernah atau sedang menjalani peran tersebut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peran Leader yang dijalankan trainee mencakup tanggung jawab operasional, koordinasi tim, dan pelaporan, yang memberikan dampak positif terhadap peningkatan kemampuan profesional, meskipun juga menimbulkan tantangan psikologis dan operasional. Penugasan ini dinilai sebagai strategi efektif dalam pengembangan kepemimpinan jika didukung oleh pelatihan dan supervisi yang memadai. Dengan demikian, keterlibatan trainee sebagai Leader tidak hanya berkontribusi pada proses pembelajaran individu, tetapi juga pada penciptaan sistem dapur yang lebih dinamis dan adaptif.   The thriving tourism industry fuels the growth of the accommodation sector, which now provides not only lodging but also food and beverage services as integral parts of the tourist experience. The Greenbrier Hotel, a luxury resort in the United States, features a complex kitchen operational system within its Food & Beverage (F&B) division, particularly in the F&B Product section. To enhance human resource quality, the hotel management assigns trainees to lead kitchen operations for specific periods. This research aims to analyze the role of trainees as kitchen leaders and their impact on individual development and team efficiency. A qualitative descriptive method was employed, collecting data through interviews and questionnaires with chefs and trainees who have held or are currently holding this leadership role. The findings reveal that the leadership role undertaken by trainees encompasses operational responsibilities, team coordination, and reporting, positively impacting professional skill enhancement, while also presenting psychological and operational challenges. This assignment is deemed an effective leadership development strategy when supported by adequate training and supervision. Therefore, engaging trainees as leaders contributes not only to individual learning but also to the creation of a more dynamic and adaptive kitchen system.

Filter by Year

2022 2025


Filter By Issues
All Issue Vol. 4 No. 8 (2025): Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Agustus 2025 Vol. 4 No. 7 (2025): Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Juni 2025 Vol. 4 No. 6 (2025): Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Juni 2025 Vol. 4 No. 5 (2025): Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Mei 2025 Vol. 4 No. 4 (2025): Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis April 2025 Vol. 4 No. 3 (2025): Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Maret 2025 Vol. 4 No. 2 (2025): Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Februari 2025 Vol. 4 No. 1 (2025): Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Januari 2025 Vol. 4 No. 12 (2025): Jurnal Pariwisata dan Bisnis Internasional Vol. 4 No. 11 (2025): Jurnal Pariwisata dan Bisnis Internasional Vol. 4 No. 10 (2025): Jurnal Pariwisata dan Bisnis Internasional Vol. 4 No. 9 (2025): Jurnal Pariwisata dan Bisnis Internasional Vol. 3 No. 12 (2024): Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Desember 2024 Vol. 3 No. 11 (2024): Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis November 2024 Vol. 3 No. 10 (2024): Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Oktober 2024 Vol. 3 No. 9 (2024): Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis September 2024 Vol. 3 No. 8 (2024): Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Agustus 2024 Vol. 3 No. 7 (2024): Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Juli 2024 Vol. 3 No. 6 (2024): Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Juni 2024 Vol. 3 No. 5 (2024): Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Mei 2024 Vol. 3 No. 4 (2024): Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis April 2024 Vol. 3 No. 3 (2024): Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Maret 2024 Vol. 3 No. 2 (2024): Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Februari 2024 Vol. 3 No. 1 (2024): Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Januari 2024 Vol. 2 No. 12 (2023): Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Vol. 2 No. 11 (2023): Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Vol. 2 No. 10 (2023): Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Vol. 2 No. 9 (2023): Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Vol. 2 No. 8 (2023): Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Vol. 2 No. 7 (2023): Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Vol. 2 No. 6 (2023): Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Vol. 2 No. 5 (2023): Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Vol. 2 No. 4 (2023): Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Vol. 2 No. 3 (2023): Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Vol. 2 No. 2 (2023): Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Vol. 2 No. 1 (2023): Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Vol. 1 No. 12 (2022): Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Vol. 1 No. 11 (2022): Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Vol. 1 No. 10 (2022): Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Vol. 1 No. 9 (2022): Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Vol. 1 No. 8 (2022): Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Vol. 1 No. 7 (2022): Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Vol. 1 No. 6 (2022): Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Vol. 1 No. 5 (2022): Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Vol. 1 No. 4 (2022): Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Vol. 1 No. 3 (2022): Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Vol. 1 No. 2 (2022): Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Vol. 1 No. 1 (2022): Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis More Issue