cover
Contact Name
Putu Mega Putra
Contact Email
megabizland@gmail.com
Phone
+6285227679500
Journal Mail Official
info@paris.ipb-intl.ac.id
Editorial Address
Institut Pariwisata dan Bisnis Internasional Jalan Kecak, No. 12, Gatot Subroto Timur Denpasar - Bali
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis
ISSN : -     EISSN : 28283325     DOI : https://doi.org/10.22334/paris
Core Subject : Economy, Social,
Paris memuat publikasi ilmiah di bidang pendidikan, pariwisata, bisnis dan kewirausahaan. dengan cakupan bidang sebagai berikut tetapi tidak hanya terbatas pada: 1. Pendidikan pariwisata, 2. Pengembangan kepariwisataan, 3. Pariwisata Berkelanjutan, 4. Pengentasan kemiskinan berbasis sumber daya lokal, 5. Pengelolaan wilayah pedesaan dan pesisir berkearifan lokal, 6. Pengembangan Ekonomi, Bisnis digital, Kewirausahaan, Koperasi, Industri Kreatif, dan UMKM, 7. Seni, sastra, dan budaya, serta integrasi nasional dan harmoni sosial dalam bidang pariwisata.
Articles 1,502 Documents
Analisis Penerapan Standar Operasional Prosedur Breakfast Anggarayani, Ni Wayan Tutik; Koeswiryono, Dika Pranadwipa
Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Vol. 3 No. 4 (2024): Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis April 2024
Publisher : Institut Pariwisata dan Bisnis Internasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22334/paris.v3i4.774

Abstract

The Kayon merupakan salah satu resort bintang 5 yang terletak di di daerah Ubud yang memiliki department food & beverage service yaitu KePitu Restaurant yang mengurus bagian makanan dan minuman untuk mencapai kepuasan pelanggan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penerapan standar operasional prosedur breakfast di KePitu Restaurant dan untuk memahami Standar Oprasional Prosedur food and beverages service KePitu Restaurant The Kayon Resort, standar operasional prosedur sangat penting untuk menunjang berjalannya suatu keberhasilan tugas yang maksimal selain itu penelitian ini juga untuk memahami proses pelaksanaan pelatihan dan pemahaman standar oprasional prosedur pelayanan setelah pelatihan kinerja pramusaji food and beverages service. Adapun Teknik pengumpulan data pada penelitian ini melalui observasi secara langsung dan studi wawancara karena penelitiaan ini merupakan penelitian analisis kualitatif deskriptif yang pengolahan datanya melalui observasi kinerja karyawan dan peserta pelatihan setelah dilakukan pelatihan.. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa pramusaji di KePitu Restaurant tidak sepenuhnya sudah menerapkan standar operasional yang berlaku, serta perlunya pengawasan dan memberlakukan briefing oleh head department restaurant dimulai dari tidak mengikuti peraturan yang ada atau tidak sejalan dengan Standar Oprasional Prosedur (SOP) yang ada, dan kurangnya pengetahuan mengenai Standar Oprasional Prosedur (SOP) KePitu Restaurant. The Kayon is a 5 star resort located in the Ubud area which has a food & beverage service department, namely KePitu Restaurant which takes care of the food and beverage department to achieve customer satisfaction. This research aims to determine the application of standard operational procedures for breakfast at KePitu Restaurant and to understand the Standard Operational Procedures for food and beverages service at KePitu Restaurant The Kayon Resort. Standard operational procedures are very important to support maximum task success. Apart from that, this research is also to understand the process. implementation of training and understanding of standard operational service procedures after food and beverages service waitress performance training. The data collection technique in this research is through direct observation and interview studies because this research is a descriptive qualitative analysis research where the data is processed through observing the performance of employees and trainees after training. Based on the research results, it can be concluded that the waiters at KePitu Restaurant are not fully equipped. implementing applicable operational standards, as well as the need for supervision and enforcing briefings by the head of the restaurant department starting from not following existing regulations or not being in line with existing Standard Operating Procedures (SOP), and lack of knowledge regarding KePitu Restaurant Standard Operating Procedures (SOP).
Implementasi Standar Operasional Prosedeur Bell Boy Menangani Barang Bawaan Tamu Check In di Hotel Putra, I Made Yoga Aditya; Juniarta, Pande Putu
Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Vol. 3 No. 4 (2024): Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis April 2024
Publisher : Institut Pariwisata dan Bisnis Internasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22334/paris.v3i4.775

Abstract

Bellboy adalah orang yang bertanggung jawab melayani tamu, membuka pintu mobil tamu, sekaligus menangani barang-barang bawaan tamu baik itu tamu yang check-in maupun yang check-out, serta bertugas mengantar tamu ke kamar dan menjemput barang tamu ke kamar jika diminta. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui implementasi standar operasional prosedur Bellboy dalam menangani barang bawaan tamu di Belgian Beach Hotel saat check-in, dan mengetahui faktor-faktor yang menyebabkan kurangnya efektivitas kerja Bellboy dalam mengimplementasikan standar operasional prosedur yang sudah ditetapkan di Belgian Beach Hotel. Metode yang digunakan dalam pengumpulan data adalah observasi dan wawancara. Teknik analisis data yang dilakukan adalah deskriptif kualitatif yaitu dengan cara membandingkan (SOP) dengan kenyataan di lapangan untuk mengetahui apakah seluruh prosedur yang berlaku sudah dilaksanakan dengan baik dan benar. Berdasarkan hasil penelitian didapatkan hasil: 1). Implementasi Standar Operasional Prosedur Bellboy dalam menangani barang bawaan tamu saat check-in di Belgian Beach Hotel berjalan dengan baik, baik dari segi teori maupun secara standar operasional prosedur Belgian Beach Hotel sendiri. Berdasarkan hasil observasi selama penelitian, prosedur ini terkadang tidak sesuai dengan SOP karena beberapa alasan, di antaranya staff concierge sibuk melayani tamu-tamu yang ada di lobby; tamu yang check-in ramai sehingga staff concierge tidak memungkinkan untuk menyambut satu per satu tamu yang datang pada saat itu, dan menanyakan keperluan tamu yang lain sebelum mengantarkan tamu ke kamar. 2). Kurangnya terlaksananya briefing atau evaluasi antara Bellman Captain dengan Bellman Staff sehingga mereka kurang mengetahui di mana letak kekurangan dan kelebihan mereka dalam bekerja yang sebenarnya. Bellboys are people who are responsible for welcoming, opening guests' car doors, as well as handling guests' luggage, both guests who check-in and check-out, and are in charge of escorting guests to their rooms and picking up guests' items to their rooms if requested. The purpose of this study was to determine the implementation of Bellboy standard operating procedures in handling guests' luggage at the Belgian Beach Hotel when checking in, and to find out what factors cause the lack of effectiveness of Bellboy work in implementing the standard operating procedures that have been established at the Belgian Beach Hotel. The methods used in data collection are observation and interviews. The data analysis technique used was descriptive qualitative, namely by comparing (SOP) with the reality on the ground to find out whether all the procedures that apply have been carried out properly and correctly. Based on the research results, the results were obtained: 1). The implementation of the Bellboy Standard Operating Procedures in handling guests' luggage when checking in at the Belgian Beach Hotel went well, both in terms of theory and standard operational procedures for the Belgian Beach Hotel itself. Based on observations during research, this procedure was sometimes not in accordance with the SOP for several reasons, including the concierge staff being busy serving the guests in the lobby; guests checking in were so busy that the concierge staff did not have time to welcome guests one by one at that time, and ask for the needs of other guests before escorting guests to their rooms. 2). There is a lack of briefing or evaluation between the Bellman Captain and the Bellman Staff so that they do not know where their strengths and weaknesses lie in actual work.
Analisis Tingkat Keamanan Daya Tarik Wisata Hidden Canyon Beji Guwang Suryananda, I Wayan Oka; Mahendra, I Wayan Eka; Aprinica, Ni Putu Isha
Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Vol. 3 No. 4 (2024): Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis April 2024
Publisher : Institut Pariwisata dan Bisnis Internasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22334/paris.v3i4.776

Abstract

Hidden Canyon Beji Guwang adalah daya tarik wisata yang sedang berkembang di Kabupaten Gianyar yang menyuguhkan pemandangan ngarai diantara aliran sungai. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat keamanan dan persepsi wisatawan terhadap tingkat keamanan di daya tarik wisata Hidden Canyon Beji Guwang dari segi fasilitas dan pengelolaan di daya tarik wisata berdasarkan pedoman acuan. meilihat dari kondisi jalur dan aktivitas yang memiliki resiko yang berdampak bagi keselamatan dan keamanan wisatawan. Untuk itu perlu di dukung dengan fasilitas dan pengelolaan keamanan di daya tarik wisata agar resiko yang ada dapat diminimalisir. Metode penelitian yang digunakan yaitu metode kualitatif deskriptif dan kuantitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara pengelola, penyebaran kuisioner dan dokumentasi. Terdapat 4 pedoman acuan yang digunakan yaitu Peraturan Mentri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif No 3 Tahun 2022, Peraturan Gubernur Bali No 5 Tahun 2020, serta Undang-Undang No 10 Tahun 2009 dan Peraturan Gubernur Bali No 28 Tahun 2020. Hasil dari penelitian ini yaitu fasilitas penunjang keamanan belum cukup sesuai dengan pedoman acuan, beberapa fasilitas penunjang keamanan perlu ditambahkan antara lain yaitu fasilitas mitigasi bencana alam, menara pandang dan rambu-rambu. Dalam pengelolaan Hidden Canyon Beji Guwang sudah cukup sesuai dengan pedoman acuan, namun pemandu belum memiliki sertifikat kompetensi dan belum tersedia petugas keamanan di daya tarik wisata Hidden Canyon Beji Guwang. Hidden Canyon Beji Guwang is a developing tourist attraction in Gianyar Regency which offers views of the canyon between rivers. This study aims to determine the level of security and tourists' perceptions of the level of security at the Hidden Canyon Beji Guwang tourist attraction in terms of facilities and management at the tourist attraction based on reference guidelines. judging from the condition of the trails and activities that have risks that impact the safety and security of tourists. For this reason, it needs to be supported with facilities and security management at tourist attractions so that existing risks can be minimized. The research method used is descriptive qualitative and quantitative descriptive methods with data collection techniques through observation, interviews with managers, distribution of questionnaires and documentation. There are 4 reference guidelines used, namely Minister of Tourism and Creative Economy Regulation No. 3 of 2022, Governor of Bali Regulation No. 5 of 2020, and Law No. 10 of 2009 and Governor of Bali Regulation No. 28 of 2020. The results of this study are supporting facilities security is not sufficient in accordance with the reference guidelines, several security supporting facilities need to be added, including natural disaster mitigation facilities, view towers and signs. In the management of Hidden Canyon Beji Guwang it is sufficient according to the reference guidelines, but the guides do not yet have competency certificates and there are no security officers at the Hidden Canyon Beji Guwang tourist attraction.
Penerapan Standard Operating Procedure Sequence of Service Buffet Breakfast di Departemen Food and Beverage Service Wirawan, Gede Agus Satria; Wijaya, Nyoman Surya
Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Vol. 3 No. 5 (2024): Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Mei 2024
Publisher : Institut Pariwisata dan Bisnis Internasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22334/paris.v3i5.777

Abstract

Pembuatan Dodol Berbahan dari Kulit Semangka Putra, I Gusti Ngurah Agung Rama Adi; Sudarmawan, I Wayan Eka
Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Vol. 3 No. 5 (2024): Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Mei 2024
Publisher : Institut Pariwisata dan Bisnis Internasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22334/paris.v3i5.779

Abstract

Kuliner umumnya merupakan aktivitas terkait dengan memasak. Dengan inofasi dan kreatifitas yang terus berkembang salah satunya yang di kenal di Indonesia yaitu dodol. Dodol merupakan kuliner manis dari Indonesia yang sangat di gemari oleh penduduk lokal. Pada umumnya dodol terbuat dari tepung ketan, santan kelapa, gula merah, gula pasir, serta garam. Dalam hal ini penulis ingin mengurangi limbah dari kulit semangka menjdi suatu hidangan yang manis. Jadi penulis membuat produk dodol berbahan campuran dari kulit semangka, agar menjadi produk yang berkualitas dan memiliki harga yang tingi. Tujuan yang di capai adalah bagai mana kualitas rasa, aroma, tekstur, warna dan daya tahan produk, biaya dan harga jual. Eksperimern ini dilakukan dengan metode uji organoleptic. Dalam penelitian ini penulis menentukan 30 orang panelis untuk menilai kualitas dodol dari kulit semangka. Hasil dari penelitian ini adalah menggabungkan dan mendayagunakan kulit semangka sebagai tambahan dalam pembuatan dodol yang memberikan kualitas yang baik di tinjau dari aspek : aroma, rasa, warna, tekstur, daya tahan produk, biaya dan juga harga jual. Culinary in general is an activity related to cooking or cooking activity. With innovation and creativity that continues to grow, one of which is known in Indonesia, namely dodol. Dodol is a sweet food from Indonesia which is very popular with local residents. In general, dodol is made from coconut milk, glutinous rice flour, granulated sugar, brown sugar, and salt. In this case the writer wants to reduce waste from watermelon rinds into a sweet dish. So the author made a dodol product made from a mixture of watermelon rinds, so that it becomes a quality product and has a high price. The objectives to be achieved are the quality of taste, aroma, texture, color and durability of the product, cost and selling price. This experiment was carried out using the organoleptic test method. In this study the authors chose 30 panelists to assess the quality of dodol from watermelon rinds. The results of this study are combining and utilizing watermelon rinds as an adjunct in making dodol which provides good quality in terms of: taste, aroma, texture, color and product durability, cost and selling price.
Standar Pelayanan Prima Terhadap Kepuasan Pelanggan Budiantara, I Kadek; Rinayanthi, Ni Made
Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Vol. 3 No. 5 (2024): Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Mei 2024
Publisher : Institut Pariwisata dan Bisnis Internasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22334/paris.v3i5.780

Abstract

Dalam menjalankan suatu Villa atau sebuah tempat akomidasi pastinya pihak manajemen ingin menjalankan suatu penerapan standar pelayanan prima. Namun hal ini bisa saja tidak sejalan dengan kualitas SDM yang dimiliki oleh villa tersebut. Adanya penerapan yang kurang optimal ini tak jarang menimbulkan keluhan bagi para tamu. Dalam menjalankan pekerjaannya setiap karyawan sudah seharusnya memberikan pelayanan terbaik agar tamu mendapatkan keppuasan yang maksimal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penerapan Standar Pelayanan Prima dan faktor yang menjadi kendala dalam melayani tamu kamar maupun di restoran oleh karyawan di Villa Mandi Ubud. Data dikumpulkan dengan melakukan observasi dan wawancara penanggung jawab villa. Hasil penelitian ini adalah analisis karyawan dalam menerapkan standar pelayanan prima penerapan standar pelayananprima sudah dilakukan dengan baik oleh karyawan, standar pelayanan prima juga telah menjadi pedoman bagi staff sehingga bisa menyelesaikan pekerjaannya dengan baik dan sudah dibuat secara berturut atau sistematis. Hanya saja ada langkah-langkah Standar Pelayanan Prima yang belum dilakukan karyawan seperti lambat ketika mengantarkan barang bawaan tamu, jamur di wastafel kamar mandi dan jarang menyemprotkan pembersih kamar mandi di meja washtafel dan peralatan untuk pramusaji yang belum dicuci dengan baik. Diharapkan pihak manajemen bisamembantu memberikan training setiap harinya agar para pegawai bisa menerapkannya secara sistematis pada setiap keadaan. Dengan demikian penerapan standard pelayanan prima pada karyawan di Villa Mandi Ubud sudah dilakukan dengan baik dan kedepannya dapat selalu dipertahankan agar tamu maupun pihak manajemen bisa merasa puas. In running a villa or an accommodation, of course the management wants to carry out an implementation of excellent service standards. However, this may not be in line with the quality of human resources owned by the villa. The existence of this less than optimal implementation often causes complaints for guests. In carrying out their work, every employee is supposed to provide the best service so that guests get maximum satisfaction. This study aims to determine the application of Excellent Service Standards and the factors that become obstacles in serving room guests and in restaurants by employees at Villa Mandi Ubud. Data was collected by observing and interviewing the person in charge of the villa. The results of this study are employee analysis in implementing excellent service standards. The implementation of excellent service standards has been carried out well by employees, excellent service standards have also become a guideline for staff so that they can complete their work properly and have been made sequentially or systematically. It's just that there are steps to the Excellent Service Standard that employees haven't taken, such as being slow when delivering guest luggage, mold in the bathroom sink and rarely spraying bathroom cleaner on the sink and utensils for waiters that haven't been washed properly. It is hoped that the management can help provide training every day so that employees can apply it systematically in every situation. Thus the implementation of excellent service standards for employees at Villa Mandi Ubud has been carried out properly and in the future it can always be maintained so that guests and management can feel satisfied.
Kualitas Pembuatan Selai Berbahan Noni Plant
Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Vol. 3 No. 5 (2024): Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Mei 2024
Publisher : Institut Pariwisata dan Bisnis Internasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22334/paris.v3i5.781

Abstract

Buah Mengkudu memiliki kekurangan dimana salah satunya buah yang mudah rusak, untuk mengolah buah ini agar awet diperlukan proses pengolahan yang baik seperti olahan selai. Selai adalah pendamping makanan dengan tekstur padat dan kental dengan komposisi bahan yaitu asam, gula dan pektin. Asam askorbat terkandung didalam buah mengkudu dimana memiliki fungsi sebagai antioksidan untuk menetralisir radikal bebas. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk untuk mengetahui perbedaan kualitas selai Buah Mengkudu dari segi rasa, warna, tekstur, dan aroma, serta untuk mengetahui daya tahan selai di suhu ruang dan mengetahui biaya pembuatan selai dengan buah Mengkudu. Jenis data penelitian ini yaitu data kuantitatif yang diuji sebanyak 15 panelis dengan dilakukan tes organoleptic, observasi, dan analisis biaya. Hasil yang didapatkan dimana kualitas selai Buah Mengkudu dengan menggunakan gula pasir cukup enak, warna yang cukup menarik, cukup kenyal serta menghasilkan aroma yang cukup wangi. Sedangkan daya tahan selai Buah Mengkudu yang paling lama menggunakan gula pasir yang bertahan 4 hari di suhu ruang. Untuk biaya pembuatan dengan menggunakan gula pasir menghabiskan biaya Rp. 99.000,- sedangkan biaya pembuatan selai Buah Mengkudu dengan menggunakan gula merah menghabiskan biaya sebesar Rp. 116.000,- dapat disimpulkan bahwa selai Buah Mengkudu dengan menggunakan gula pasir lebih menghemat biaya produksi. Penulis menganjurkan untuk memanfaatkan Buah Mengkudu karena buah tersebut memiliki banyak manfaat dari aspek kesehatan yang baik bagi imun tubuh. Noni fruit has a drawback where one of the fruits is easily damaged, to process this fruit so that it is durable it requires a good processing process such as processed jam. Jam is a food accompaniment with a dense and thick texture with a composition of acids, sugar and pectin. Ascorbic acid contained in noni fruit which has a function as an antioxidant to neutralize free radicals. This research was conducted with the aim to determine differences in the quality of Noni fruit jam in terms of taste, color, texture, and aroma, as well as to determine the durability of jam at room temperature and to find out the cost of making jam with Noni fruit. The type of research data is quantitative data tested by 15 panelists with organoleptic tests, observations, and cost analysis. The results obtained where the quality of Noni Fruit jam using granulated sugar is quite good, the color is quite attractive, quite chewy and produces a quite fragrant aroma. Meanwhile, the longest shelf life of Noni Fruit jam uses granulated sugar which lasts 4 days at room temperature. For the cost of making using granulated sugar costs Rp. 99,000, - while the cost of making Noni fruit jam using brown sugar costs Rp. 116,000, - it can be concluded that Noni fruit jam using granulated sugar saves more on production costs. The author recommends utilizing Noni Fruit because the fruit has many benefits from health aspects that are good for the body's immune system.
Analisis Standar Operasional Prosedur Terhadap Pelayanan Breakfast Saputra, I Made Ananta Dwi; Muliadiasa, I Ketut
Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Vol. 3 No. 5 (2024): Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Mei 2024
Publisher : Institut Pariwisata dan Bisnis Internasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22334/paris.v3i5.782

Abstract

Penelitian yang dilakukan di The Lounge Restaurant, The Mulia Bali ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana pelaksanaan SOP di The Lounge Restaurant, dan upaya yang harus dilakukan untuk mengatasi masalah yang ada sehingga kedepannya penelitian ini dapat menjadi bahan penunjang operasional agar mewujudkan operasional yang baik. Penelitian ini berjenis teknik analisis deskriptif kualitatif dan teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara dan dokumentasi. Adapun sampel yang digunakan sebanyak 16 orang yang merupakan pramusaji di The Lounge Restaurant. Melalui penelitian ini didapatkan hasil bahwa pelaksanaan SOP sudah dilakukan sesuai dengan prosedur tetapi masih ada beberapa pelayanan yang belum sesuai prosedur antara lain: Hostess / Waiter menyambut tamu dalam waktu 30 detik dan Meminta guest comment untuk mengetahui experience tamu saat breakfast. Hal tersebut tidak dijalankan dengan semestinya dikarenakan kondisi breakfast di The Lounge Restaurant yang ramai dan terbatasnya jumlah pramusaji. The research carried out at The Lounge Restaurant, The Mulia Bali aims to find out how SOPs are implemented at The Lounge Restaurant, and the efforts that must be made to overcome existing problems so that in the future this research can become operational support material to realize good operations. This research uses qualitative descriptive analysis techniques and data collection techniques in the form of observation, interviews and documentation. The sample used was 16 people who were waiters at The Lounge Restaurant. Through this research, the results showed that the implementation of the SOP had been carried out in accordance with procedures, but there were still several services that did not comply with procedures, including: Hostess / Waiters welcomed guests within 30 seconds and asked for guest comments to find out the guest's experience at breakfast. This was not carried out properly due to the crowded breakfast conditions at The Lounge Restaurant and the limited number of waiters.
Kualitas Pudding Berbahan Campuran Kulit Buah Semangka Dana, I Putu Eka Surya; Praminatih, Gusti Ayu
Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Vol. 3 No. 5 (2024): Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Mei 2024
Publisher : Institut Pariwisata dan Bisnis Internasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22334/paris.v3i5.785

Abstract

Kualitas puding kulit semangka menjadi pokok bahasan penelitian ini. Lapisan terluar semangka yang bisa dikupas ialah kulitnya. Bahan kimia yang ditemukan dalam kulit buah dapat digunakan guna menyuburkan tanaman dan memberi makan hewan. Dibandingkan dengan daging buah semangka, tekstur kulit buah semangka lebih kencang namun tidak terlalu encer. Gelatin digunakan guna membuat puding, makanan penutup yang mengandung karbohidrat dan serat alami dari bahan utamanya. Oleh karena itu, pencipta mencoba pengembangan lain dengan memanfaatkan olahan kulit semangka sehingga puding kulit semangka dapat dinikmati dengan berbagai manfaat yang baik guna kesehatan tubuh. Metodologi penelitian ini ialah eksperimen dengan menggunakan kuesioner dan metode pengumpulan data observasi (uji organoleptik). Data kualitatif tentang daya tahan dan daya simpan puding, serta data kuantitatif tentang kualitas rasa, aroma, tekstur, dan warna ialah jenis data yang digunakan dalam pembuatan puding berbahan dasar kulit buah semangka. Analisis data deskriptif berbasis organoleptik digunakan guna menguji biaya yang terkait dengan pembuatan puding dari kulit semangka. Penelitian ini dievaluasi oleh 15 panelis. Dari segi warna, hasil penelitian ini menghasilkan rata-rata respon 4,2 dengan indikator sangat menarik, rata-rata respon 3,7 dengan indikator enak, rata-rata respon 3,5 dengan indikator enak, dan rata-rata respon 4 dengan indikator enak. indikator yang cukup lembut guna tekstur. Temuan studi ini dapat dimasukkan ke dalam rasa baru dan makanan penutup bergizi. The quality of watermelon skin pudding is the subject of this study. The outermost layer of the watermelon that can be peeled is the rind. Chemicals found in fruit peels can be used to fertilize plants and feed animals. In comparison to watermelon flesh, watermelon rind has a firmer texture but is not excessively runny. Gelatin is used to make pudding, a dessert that has carbohydrates and natural fiber from its main ingredient. Consequently, the creators attempted another development by utilizing handled watermelon skin so watermelon skin pudding can be appreciated with different advantages that are great for the wellbeing of the body. This study's methodology is an experiment using questionnaires and observational data collection methods (organoleptic tests). Qualitative data about the pudding's durability and storage, as well as quantitative data about its quality in terms of taste, aroma, texture, and color, are the types of data used in the preparation of the watermelon rind-based pudding. Organoleptic-based descriptive data analysis was used to examine the costs associated with making pudding from watermelon peels. This study was evaluated by 15 panelists. In terms of color, the results of this study produced an average response of 4.2 with a very attractive indicator, an average response of 3.7 with a delicious indicator, an average response of 3.5 with a delicious indicator, and an average response of 4 with a fairly soft indicator for texture. This study's findings can be incorporated into new flavors and nutritious desserts.
Analisis Penerapan Hygiene dan Sanitasi Dapur Putra, I Wayan Rian Prasatya; Semara, I Made Trisna
Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Vol. 3 No. 5 (2024): Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Mei 2024
Publisher : Institut Pariwisata dan Bisnis Internasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22334/paris.v3i5.786

Abstract

Tujuan dilakukan penelitian ini untuk menganalisis tentang upaya menjaga dan penerapan hygiene dan sanitasi dapur di Restaurant XXX. Informan peneliti ini adalah para karyawan dapur Restaurant XXX. Dengan penelitian ini akan diketahui hal-hal yang perlu dipertahankan sekaligus hal-hal yang perlu ditingkatkan Metode pengumpulan data menggunakan metode wawancara, observasi dan dokumentasi. Teknik analisis dalam penelitian ini menggunakan teknik analisis deskriptif kualitatif dengan melakukan observasi yang beracuan dengan SOP (Standard Operating Procedure) hygiene dan sanitasi yang telah ditetapkan. Masalah yang dihadapi dalam menerapkan penerapan hygiene dan sanitasi area dapur, penerapan hygiene dan sanitasi peralatan dapur serta penerapan personal hygiene adalah kurangnya kesadaran diri pada saat melakukan pekerjaan, adanya karyawan yang belum sepenuhnya mengetahui bagaimana cara persiapan diri dan pembersihan pada area dapur dengan benar. Sebaiknya dilakukan refreshment kepada karyawan dapur agar semuanya tahu dan ingat bagaimana SOP yang sebenarnya harus di terapkan dan agar tidak terjadinya perbedaan penerapan dari persiapan diri karyawan serta pembersihan pada area dapur sesuai dengan SOP yang telah ditetapkan. The purpose of this studiy was to analyze the efforts to maintain and apply kitchen hygiene and sanitation at Restaurant XXX. The research informants were Restaurant XXX kitchen employees. This research will identify things that need to be maintained as well as things that need to be improved. Data collection methods use interviews, observation and documentation. The analysis technique in this study used a qualitative descriptive analysis technique by making observations with reference to the established standard operating procedure (SOP) for hygiene and sanitation. The problem encountered in implementing the implementation of hygiene and sanitation in the kitchen area, the application of hygiene and sanitation of kitchen equipment and the application of personal hygiene is a lack of self-awareness when doing work, there are employees who do not fully know how to properly prepare and clean the kitchen area. It is better to do refreshments for kitchen employees so that everyone knows and remembers how the actual SOP should be applied and so that there are no differences in the implementation of employee self-preparation and cleaning in the kitchen area according to the SOP that has been set.

Page 63 of 151 | Total Record : 1502


Filter by Year

2022 2025


Filter By Issues
All Issue Vol. 4 No. 8 (2025): Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Agustus 2025 Vol. 4 No. 7 (2025): Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Juni 2025 Vol. 4 No. 6 (2025): Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Juni 2025 Vol. 4 No. 5 (2025): Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Mei 2025 Vol. 4 No. 4 (2025): Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis April 2025 Vol. 4 No. 3 (2025): Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Maret 2025 Vol. 4 No. 2 (2025): Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Februari 2025 Vol. 4 No. 1 (2025): Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Januari 2025 Vol. 4 No. 12 (2025): Jurnal Pariwisata dan Bisnis Internasional Vol. 4 No. 11 (2025): Jurnal Pariwisata dan Bisnis Internasional Vol. 4 No. 10 (2025): Jurnal Pariwisata dan Bisnis Internasional Vol. 4 No. 9 (2025): Jurnal Pariwisata dan Bisnis Internasional Vol. 3 No. 12 (2024): Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Desember 2024 Vol. 3 No. 11 (2024): Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis November 2024 Vol. 3 No. 10 (2024): Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Oktober 2024 Vol. 3 No. 9 (2024): Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis September 2024 Vol. 3 No. 8 (2024): Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Agustus 2024 Vol. 3 No. 7 (2024): Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Juli 2024 Vol. 3 No. 6 (2024): Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Juni 2024 Vol. 3 No. 5 (2024): Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Mei 2024 Vol. 3 No. 4 (2024): Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis April 2024 Vol. 3 No. 3 (2024): Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Maret 2024 Vol. 3 No. 2 (2024): Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Februari 2024 Vol. 3 No. 1 (2024): Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Januari 2024 Vol. 2 No. 12 (2023): Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Vol. 2 No. 11 (2023): Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Vol. 2 No. 10 (2023): Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Vol. 2 No. 9 (2023): Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Vol. 2 No. 8 (2023): Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Vol. 2 No. 7 (2023): Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Vol. 2 No. 6 (2023): Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Vol. 2 No. 5 (2023): Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Vol. 2 No. 4 (2023): Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Vol. 2 No. 3 (2023): Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Vol. 2 No. 2 (2023): Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Vol. 2 No. 1 (2023): Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Vol. 1 No. 12 (2022): Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Vol. 1 No. 11 (2022): Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Vol. 1 No. 10 (2022): Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Vol. 1 No. 9 (2022): Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Vol. 1 No. 8 (2022): Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Vol. 1 No. 7 (2022): Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Vol. 1 No. 6 (2022): Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Vol. 1 No. 5 (2022): Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Vol. 1 No. 4 (2022): Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Vol. 1 No. 3 (2022): Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Vol. 1 No. 2 (2022): Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Vol. 1 No. 1 (2022): Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis More Issue