cover
Contact Name
Fridarti
Contact Email
fridartifridarti69@gmail.com
Phone
+6281267330096
Journal Mail Official
fridartifridarti69@gmail.com
Editorial Address
Jln. Tamansiswa No. 9 Padang (25138), Sumatera Barat-Indonesia Telp. (0751) 40020 Faks. (0751) 444170
Location
Kota padang,
Sumatera barat
INDONESIA
Jurnal Embrio
ISSN : 2085403X     EISSN : 28089766     DOI : 1031317
Jurnal Embrio adalah jurnal yang berfokus pada bidang Eksakta yang meliputi : 1. Pertanian (Agronomi, Hama & Penyakit Tanaman, Ilmu Tanah, Sosial Ekonomi Pertanian, Pertanian Organik, Bioteknologi Pertanian, Teknologi Pascapanen) , 2. Peternakan (Nutrisi Ternak Unggas, Nutrisi Ruminansia, Produksi Ternak, Teknologi Hasil Ternak, Bioteknologi peternakan, Sosial Ekonomi Peternakan), 3. Biologi Umum, 4. Agribisnis
Articles 121 Documents
RESPON PERTUMBUHAN DAN HASIL CABAI MERAH (Capsicum annum L.) PADA PUPUK HAYATI DAN NPK Majemuk ermawati erma; Dedi Tak Olata; Milda Ernita
Jurnal Embrio Vol 13 No 1 (2021): Jurnal Embrio
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tamansiswa Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (750.441 KB) | DOI: 10.31317/embrio.v13i1.677

Abstract

Penelitian respon pertumbuhan cabai merah (Capsicum annum L.) pada pupuk hayati dan NPK majemuk telah dilaksanakan bulan November 2019-Februari 2020 di lahan Kelurahan Ampang, Kecamatan Kuranji kota Padang yang bertujuan untuk mengetahui interaksi pemberian pupuk hayati dan NPK majemuk terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman cabai merah. Percobaan ini menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) dengan dua faktor yaitu faktor pertama jenis pupuk hayati Trichoderma (B) yang terdiri dari 3 taraf yaitu : 0, 5, 10 ton/ha. Faktor kedua yaitu dosis pupuk NPK Majemuk yang terdiri dari 4 taraf yaitu: 0, 25, 50 %,75%. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan pemberian pupuk hayati secara tunggal mampu meningkatkan bobot buah per tanaman, bobot buah per plot dan bobot buah per hektar serta mempercepat umur panen pertama tanaman cabai merah. Pemberian NPK Majemuk secara tunggal mampu meningkatkan, bobot buah per tanaman, bobot buah per plot dan bobot buah per hektar tanaman cabai merah. Interaksi pemberian pupuk hayati dengan NPK Majemuk dapat meningkatkan pertumbuhan jumlah cabang primer tanaman cabai merah.
Pengaruh Beberapa Varietas Caisim Dan Takaran Pupuk Kandang Ayam Terhadap Produktivitas Tanaman Dalam Sistim Tumpangsari Tanaman Caisim/Cabe Rawit/Bawang Daun/Kemangi Subagiono Subagiono; Fikriman Fikriman; Zulkarnaini Zulkarnaini
Jurnal Embrio Vol 10 No 1 (2018): Jurnal Embrio
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tamansiswa Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (294.41 KB) | DOI: 10.31317/embrio.v10i1.270

Abstract

Penelitian ini dilaksanakan dikebun percobaan fakultas Pertanian Universitas Muara Bungo yang terletak pada ketinggian 101 m dpl dengan jenis tanah ultisol dan pH 4.8. Waktu peneltian dilaksanakan selama 9 bulan mulai dari 20 Januari 2015 diakhiri 20 Oktober 2016. Tujuan penelitian ini untuk memperoleh informasi tentang varietas caisim yang cocok di daerah Muara Bungo serta mendapatkan dosis yang optimal penggunaan pupuk kandang ayam untuk hasil tanaman dan Nisbah Kesetaraan Lahan interaksinya dalam sistim tumpangsari Tanaman Caisim/Cabe Rawit/Bawang Daun/Kemangi Percobaan tumpangsari caisim, cabe rawit, bawang daun dan kemangi dilaksanakan dengan menggunakan Rancangan Acak Kelompok pola Faktorial 3 x 5 dengan tiga ulangan, perlakuan merupakan kombinasi lengkap dua factor yaitu : Faktor pertama varietas tanam caisim, terdiri 3 varietas, yaitu : V1 : Varietas Kristina; V2 : Varietas Pak choi dan V3 : Varietas Tailant. Faktor kedua jenis pupuk kandang Ayam (A), yang terdiri 4 taraf, yaitu : A0 : Tanpa pupuk; A1 : Pupuk kandang ayam 5 ton/ha; A2 : Pupuk kandang ayam 10 ton/ha; A3 : Pupuk kandang ayam 15 ton/ha dan A4 : Pupuk kandang ayam 20 ton/ha. Data variabel respons pengamatan utama dianalisis secara statistika dengan sidik ragam pada selang kepercayaan 95%,Jika perlakuan berpengaruh nyata maka dilanjutkan dengan uji Duncan Multiple Range Test (DMRT) pada taraf 5%. Analisis data dengan menggunakan program SAS system 9.0. Variabel pengamatan meliputi meliputi Hasil per tanaman (g) dan Hasil Tanaman (ton/ha) serta Nisbah Kesetaraan Lahan (NKL). Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan varietas caisim dan takaran pupuk kandang ayam memberikan interaksi terhadap hasil tanaman caisim. Sedangkan Varietas caisim dan takaran pupuk kandang ayam tidak memberikan interaksi terhadap komponen hasil tanaman cabe rawit, bawang daun dan kemangi serta terhadap NKL.Perlakuan varietas caisim dan takaran pupuk kandang ayam memberikan pengaruh nyata secara tunggal terhadap pertumbuhan, hasil dan komponen tumpangsari. Perlakuan terbaik yaitu dengan menggunkan varietas caisim Kristina dan takaran pupuk kandang ayam 20 ton/ha
Respons Pemberian Jamu Fermentasi Terhadap Pertambahan Berat Badan dan Mortalitas Ayam Kampung Periode Pertumbuhan Sari Gando Hidayati
Jurnal Embrio Vol 14 No 2 (2022): Jurnal Embrio
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tamansiswa Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (449.225 KB) | DOI: 10.31317/embrio.v14i2.784

Abstract

This research was conducted to study the respons of fermented herbal medicine improve in body weight, and decrease the mortalitas in local chickens, and then determine the best level of for the drinking water mixture of local chickens. This study used 100 local chickens aged 2 weeks and studied for 6 weeks, carried out in the cage of Mr. M. Yusuf Nasution in Jorong III Pertanian, Rao District, Pasaman Regency. The study consisted of 5 treatments, namely P1 (without fermented herbal medicine), P2 (fermented herbal medicine 50 ml / liter drinking water), P3 (fermented herbal medicine 100 ml / liter drinking water), P4 (fermented herbal medicine 150 ml / liter drinking water), and P5 (Fermented Herbal Medicine 200 ml / liter of drinking water). The data obtained were processed using a completely randomized design (CRD) with 5 treatments and 4 replications. The results showed that the local Chickens given fermented herbal medicine had an average feed consumption ranging from 1816.27 to 1881.16 grams. The average weight gain ranged from 468.97 to 6045.89 grams. The average feed conversion ranged from 4.01 to 2.81. and Mortality 0.25%. This study proved to be very significantly different (P <0.01) after the Duncant Multiple Range Test (DMRT) continued test. Based on the results of this study, it can be concluded that the most optimal giving of fermented herbal medicine into the drinking water of native chickens is treatment 4 (fermented herbal medicine 150 ml / liter of drinking water
Ekonomi Rumah Tangga Petani : Pola Pertanian Terpadu di Propinsi Riau (Household Economic Farmers: integrated farming in the province of Riau) Latifa Siswati
Jurnal Embrio Vol 5 No 01 (2012): Jurnal embrio
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tamansiswa Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (159.506 KB) | DOI: 10.31317/embrio.v5i01.128

Abstract

This study aims to: 1) Identify the behavior of production, consumption and application of integrated farming technology in households that implement the integration of plantations, crops and cattle in the province of Riau. 2) Provided the identification of resilience and response capacity of households to maintain the sustainability of integrated farming and household needs 3) Knowing the impact of external factors on the economic decisions of farmers farming households integrated farm, crops and cattle according to the farmers in the province of Riau. The model is formulated in this study is the structural equation model simultaneously. The model has 56 equations consisting of 32 structural equations and 24 identities equations. The number of endogenous variables as much as 56 and as many as 51 exogenous variables. Once the model is identified by using the order condition, obtained the whole equation is "overidentified" and the estimation method applied is the method of 2 SLS (Two Stage Least Squares). The results showed that farmers who apply the integration of food crops, plantation crops and cattle to create jobs for the community, increase production and incomes of farmers. In terms of preparedness, farmers may be prepared in the cattle business which can not be properly developed. To improve the welfare of farmers, the combination of product price increases, wage rates and non-farm income provides a better impact of increasing use of labor in both farm and non-agricultural business on, the outpouring of labor in the family business and the outpouring of labor in other business other, farm production and disposable income.
PENGARUH METODE SKARIFIKASI DAN PERENDAMAN ZPT ALAMI URIN SAPI TERHADAP PERKECAMBAHAN BENIH TANAMAN PALA (Myristica fragrans Houtt) elara resigia; Hadi Irpandi; Zahanis Zahanis
Jurnal Embrio Vol 12 No 1 (2020): Jurnal Embrio
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tamansiswa Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (315.95 KB) | DOI: 10.31317/embrio.v12i1.521

Abstract

Tujuan percobaan ini adalah mengetahui interaksi antara skarifikasi dan urin sapi terhadap bibit pala di pre nursey. Percobaan ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap Faktorial dua faktor dengan faktor pertama terdiri atas 4 taraf yaitu tanpa pengamplasan, Pengamplasan radikula, Pengamplasan plumula, dan pengamplasana radikul Plumula dan faktor kedua terdiri atas 3 taraf yaitu pemberian urin sapi dengan konsentrasi 25 %, 50 %, 75 %. Pengkombinasian dari tiap perlakuan diperoleh 12 kombinasi dengan 3 kali ulangan sehingga terdapat 36 plot percobaan. Berdasarkan hasil penelitian didapatkan bahwa dengan pemberian perlakuan metode skarifikasi dengan pengamplasan radikula dan plumula serta pemberian ZPT Alami urin sapi dengan konsentrasi 75 % memberikan hasil yang terbaik terhadap tinggi bibit, rasio pucuk akar, berat basah bibit.
PENGARUH PEMBERIAN BEBERAPA TAKARAN AIR CUCIAN BERAS TERHADAP PERTUMBUHAN BENIH PADA PEMBIBITAN KAKAO (Theobroma cacao L.) yusnaweti yunaweti; Rahmad Rahmad; Yustitia Akbar
Jurnal Embrio Vol 14 No 1 (2022): Jurnal Embrio
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tamansiswa Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (378.982 KB)

Abstract

Penelitian tentang “ Pengaruh Pemberian Beberapa Takaran Air cucian Beras Terhadap Pertumbuhan Benih pada Pembibitan Kakao (Theobroma cacao L.)“ dilaksanakan di Kebun Percobaan dan laboratorium Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Sumatera Barat. Tujuan Penelitian, untuk mendapatkan takaran air cucian beras yang tepat untuk pertumbuhan benih pada pembibitan. Rancangan yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAl), dengan 5 perlakuan dan 4 ulangan. Adapun perlakuannya yang diberikan adalah 0, 50, 100, 150 dan 200 ml/Polybag. Data pengamatan dianalisis secara statistika dengan uji F pada taraf nyata 5 %.
Optimalisasi Kandungan Nutrisi Tepung Limbah Pembuatan Kerupuk Sanjai melalui Fermentasi dengan Ragi Sebagai Bahan Ransum Itik Alternatif Zasmeli Suhaemi
Jurnal Embrio Vol 3 No 01 (2010): Jurnal embrio
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tamansiswa Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (345.23 KB) | DOI: 10.31317/embrio.v3i01.99

Abstract

This research was conducted to examine the effect of fermentation Sanjai’s waste meal by Yeast. The research wast to looking for best fermentation of Sanjai chip’s waste by Yeast with three level inoculum (1%, 2% and 3%) as factor A, and three long fermentation time (4, 5, and 6 days) as factor B, for gotten best crude protein of product. Its used Completed Randomized Design in factorial 3 X 3 with two replications. There was three variabels on this research;1 Crude Protein content), 2)Crude Fiber content, and 3) Dry content. The best crude protein of fermentation Sanjai’s waste meal found by using inoculum level on 3%, with time of fermentation six days. It increse from 5,02% to 9,13 % or increase 75% from base.
PERTUMBUHAN DAN HASIL JAGUNG MANIS (Zea mays sacharata) PADA PERTANIAN ORGANIK meriati meriati
Jurnal Embrio Vol 11 No 01 (2019): Jurnal Embrio
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tamansiswa Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (551.019 KB) | DOI: 10.31317/embrio.v11i01.427

Abstract

Jagung manis banyak dikonsumsi karena memiliki rasa yang lebih manis dibandingkan dengan jagung biasa dan umur produksinya lebih singkat. (Syukur dan Rifianto, 2014). Permintaan pasar terhadap jagung manis terus meningkat dan peluang pasar yang besar belum dapat sepenuhnya dimanfaatkan petani dan pengusaha Indonesia karena berbagai kendala. Produktifitas jagung manis didalam negeri masih rendah.Produktivitas jagung manis di Indonesia rata-rata 8,31 ton/ha sedangkan potensi hasil jagung manis dapat mencapai 14 – 18 ton/ha. Pertumbuhan dan mutu hasil jagung manis diduga dipengaruhi oleh factor lingkungan kesuburan tanah, oleh karena itu pemupukan organik dengan sludge biogas dan budidaya tanaman secara organik farming merupakan suatu solusi makanan sehat bagi kita. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui tingkat pertumbuhan dan hasil tanaman jagung manis (Zea mays sachrata) yang dibudidayakan secara pertanian organik. Penelitian ini dilaksanakan pada kawasan pertanian organik didusun Tong Blau Kecamatan Batang Anai Kabupaten Padang Pariaman, bulan April sampai Juni 2017, Rancangan yang digunakan pada Penelitian ini adalah Rancangan Acak Kelompok (RAK), 6 perlakuan 4 kelompok. Perlakuan yang diberikan adalah beberapa takaran dari pupuk organik Sludge biogas yaitu: A.= tanpa perlakuan ; B = 250 ml per plot; C= 500 ml perplot, D= 750 ml per plot, E= 1000 ml per plot dan F= 1250 ml per plot. Data hasil pengamatan dianalisis secara statistika dengan sidik Ragam (uji F). Jika F hitung > F tabel 5 %, maka diuji dengan Duncan’s New Multiple Range Test (DNMT) pada taraf nyata 5 %. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian beberapa takaran pupuk organik cair sludge biogas pada tanaman jagung manis (Zea Mays Saccharata), memberikan pengaruh tidak berbeda nyata terhadap semua parameter. Tidak berbeda nyatanya semua perlakuan pemberian sludge biogas ini diduga disebabkan oleh takaran pupuk sludge biogas belum mencapai level yang tepat untuk mendukung pertumbuhan optimal tanaman jagung manis. Pada penelitian ini pertumbuhan dan hasil tanaman masih jauh dibawah deskripsi tanaman jagung manis varietas Bonanza.
PENGARUH AMPAS KELAPA (Cocos nucifera L) FERMENTASI DAN JAMU SEBAGAI FEED ADDITIVE TERHADAP PERFORMA AYAM KUB PETELUR P.N Jefri; welni Rahmadani; Rudy Kusuma
Jurnal Embrio Vol 13 No 1 (2021): Jurnal Embrio
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tamansiswa Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (590.366 KB) | DOI: 10.31317/embrio.v13i1.693

Abstract

Penelitian inibertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian Ampas Kelapa (Cocos nucifera L) fermentasidan jamu dengan dosis berbeda terhadap konsumsi ransum, produksi telur, berat telur, dan konversi ransum ayam KUB pada masa produksi. Penelitian ini dilaksanakan pada tanggal 15 Agustus sampai 12 September 2020 di RKG Farm di Jln. Koto BaruLikUluGadut Kota Padang. Materi yang digunakan adalah 54 ekor ayam KUB umur23minggu. Rancangan yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) pola faktorial dengan 3 level pemberian Ampas Kelapa (Cocos nucifera L) fermentasi (0%,10%, 20%) dan 3 level pemberian jamu (0%, 1%, 2%) masing-masing perlakuan dengan 2 kali ulangan sehingga keseluruhannya menjadi 9 kombinasi perlakuan dan 18 unit percobaan. Rata-rata konsumsi ransum tertinggi berturut-turut pada faktor A adalah pada a2 (10%) yaitu 2430,208, a1 (0%) yaitu 2415,583 sedangkan konsumsi ransum terendah adalah pada a3 (20%) yaitu 2342,292. Pada faktor B konsumsi ransum tertinggi berturut-turut adalah pada b2 (1%) yaitu 2439,708, b3 (0%) yaitu 2388,167 dan yang terendah adalah pada b1 (2%) yaitu 2360,208. Rata-rata produksi telur tertinggi berturut-turut pada faktor A adalah pada a2 (10%) yaitu 63,889, a1 (kontrol) yaitu 56,944 sedangkan produksi telur terendah adalah pada a3 (20%) yaitu 48,661. Pada faktor B produksi telur tertinggi berturut-turut adalah pada b2 (1%) yaitu 66,667 , b3 (2%) yaitu 56,944 dan yang terendah adalah pada b1 (kontrol) yaitu 45,833. Rata-rata berat telur tertinggi pada faktor A adalah pada a2 (10%) yaitu 42,08, a1 (0%) yaitu 41,38 sedangkan berat telur terkecil adalah pada a3 (20%) yaitu 41,28. Pada faktor B berat telur tertinggi adalah pada b2 (1%) yaitu 44,28, a1 (0%) yaitu 41,14 dan yang terkecil adalah pada b3 (2%) yaitu 39,32. Rata-rata konversi ransum tertinggi pada faktor A adalah pada a3 (20%) yaitu 5,732, a1 (kontrol) yaitu 5,490 sedangkan konversi ransum terendah adalah pada a2 (10%) yaitu 4,425. Pada faktor B konversi ransum tertinggi adalah pada b1 (kontrol) yaitu 6,365, b3 (2%) yaitu 5,287 dan yang terendah adalah pada b2 (1%) yaitu 3,995. Hasil analisis ragam menunjukkanbahwa faktor A berpengaruhsangat nyata (P<0,01) terhadap konsumsi ransum dan produksi telur, namun tidak berpengaruh nyata (P>0,05) terhadap berat telur dan konversi ransum sedangkan faktor B berpengaruh sangat nyata (P<0,01) terhadap konsumsi ransum, produksi telur, berat telur dan konversi ransum. Interaksi antara faktor A dan faktor B berpengaruh sangat nyata ( P<0,01) terhadap konsumsi ransum dan berat telur dan tidak berpengaruh nyata (P<0,05) terhadap produksi telur dan konversi ransum. Kesimpulan penelitian ini adalah Penggunaan Ampas Kelapa fermentasi terbaik terdapat pada perlakuan a2 (10%) dan pemberian jamu adalah pada perlakuan b2 (1%) dengan tingkat produksi tertingi dan konversi ransum terendah.
ANALISIS KOMPARATIF PERFORMAN PRODUKSI SAPI PESISIR YANG DIPELIHARA PADA BPTU PADANG MENGATAS DENGAN DI KECAMATAN LENGAYANG Yetty Zahara; syafrizal syafrizal; Irwandi Sulin
Jurnal Embrio Vol 10 No 2 (2018): jurnal embrio
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tamansiswa Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (753.367 KB) | DOI: 10.31317/embrio.v10i2.347

Abstract

Penelitian tentang Analisis komparatif performan produksi sapi pesisir yang dipelihara pada BPTU Padang Mengatas dengan di Kecamatan Lengayang bertujuan untuk mengetahui perbandingan performan produksi sapi pesisir yang dipelihara pada BPTU Padang Mengatas dengan di Kecamatan Lengayang Kab. Pesisir Selatan. Penelitian dilakukan dengan metode survei dan dianalisis secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukan bahwa Rata - rata panjang badan sapi pesisir jantan di kecamatan Lengayang umur 12-24 bulan 87,7 cm ; betina 12-24 bulan 88,3 cm; betina umur 36-48 bulan 86,6 cm; Rata - rata panjang badan sapi pesisir jantan di Padang Mengatas umur 12-24 bulan 100,2 cm ; betina 12-24 bulan 100,9 cm; betina umur 36-48 bulan 103,4 cm; Rata - rata Lingkar dada sapi pesisir jantan di kecamatan Lengayang umur 12-24 bulan 102,2 cm ; betina 12-24 bulan 108,6 cm; betina umur 36-48 bulan 116,8 cm; Rata - rata Lingkar dada sapi pesisir jantan di padang mengatas umur 12-24 bulan 133,1 cm ; betina 12-24 bulan 120,7 cm; betina umur 36-48 bulan 143,9 cm; Rata - rata tinggi pundak sapi pesisir jantan di kecamatan Lengayang umur 12-24 bulan 89 cm ; betina 12-24 bulan ,91cm; betina umur 36-48 bulan 96,9 cm; Rata - rata tinggi pundak sapi pesisir jantan di padang mengatas umur 12-24 bulan 100,1 cm ; betina 12-24 bulan 100,7cm; betina umur 36-48 bulan109,8 cm; Kesimpilan : Performan produksi sapi Pesisir yang dipelihara dengan pola intensif (padang pengembalaan) di BPTU Padang Mengatas lebih baik dibanding dengan sistem umbar (tradisional) di kecamatan Lengayang

Page 6 of 13 | Total Record : 121