cover
Contact Name
Anri Noor Annisa Ramadan
Contact Email
jitsi@unper.ac.id
Phone
+6285624522817
Journal Mail Official
jitsi@unper.ac.id
Editorial Address
Jalan PETA No. 177 Kota Tasikmalaya, Kode Pos 46115
Location
Kota tasikmalaya,
Jawa barat
INDONESIA
JITSi : Jurnal Ilmiah Teknik Sipil
ISSN : -     EISSN : 27467597     DOI : https://doi.org/10.36423/jitsi.v2i2
Core Subject : Engineering,
JITSi: Jurnal Ilmiah Teknik Sipil is a Civil Engineering Scientific Journal that aims to take part in the development of sustainable infrastructure, as well as the dissemination of conceptual ideas and the implementation of preventive measures, especially development in the tropics, which are prone to disasters. In particular, we seek to publish research that has the potential to contribute in the real world to improving community and local countries preparedness and responsiveness to natural disasters. This includes research, technical notes, policy articles, and editorials from the following areas of civil engineering Structural Engineering and Construction Materials, Geotechnical Engineering, Water Resources Engineering, Transportation Engineering, Construction Engineering Management and General Infrastructure.
Articles 67 Documents
PERENCANAAN STRUKTUR ATAS JEMBATAN CISEPET KECAMATAN CIKATOMAS KABUPATEN TASIKMALAYA Abdulaziz, Salman Mugni
JITSi : Jurnal Ilmiah Teknik Sipil Vol. 5 No. 1 (2024): Desember 2024
Publisher : Universitas Perjuangan Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36423/jitsi.v5i1.1454

Abstract

Abstract— Bridges are critical infrastructures that support interregional connectivity, particularly in facilitating social, economic, and governmental activities. The Cisepet Bridge in Cikatomas Subdistrict, Tasikmalaya Regency, plays a strategic role as the primary link between Sindangasih and Cayur villages, separated by the Cimedang River. Due to the bridge's damage since 2020, a redesign of its structure is essential. This study presents a structural plan for the bridge using a Parker Truss system, a modified Pratt truss characterized by a polygonal top chord. This type was chosen for its higher aesthetic value and as an alternative to conventional steel truss bridges. The research was conducted using experimental methods and digital modeling via Bridge structure analysis and design software. Load calculations included dead loads, live loads, wind loads, seismic loads, braking forces, and vehicle loads. The analysis results indicate that the 60-meter-long, 6-meter-wide bridge can safely withstand various load combinations in accordance with design standards. The findings are expected to serve as a technical reference for constructing a safe, efficient, and sustainable bridge. Keywords — Cisepet Bridge, Parker Truss, superstructure planning, bridge loads, Perangkat lunak analisis dan desain struktur jembatan. Abstrak— Jembatan merupakan infrastruktur vital dalam menunjang konektivitas antar wilayah, terutama dalam mendukung kegiatan sosial, ekonomi, dan pemerintahan. Jembatan Cisepet di Kecamatan Cikatomas, Kabupaten Tasikmalaya, memiliki peran strategis sebagai penghubung utama antara Desa Sindangasih dan Desa Cayur yang dipisahkan oleh Sungai Cimedang. Mengingat kondisi jembatan yang rusak sejak tahun 2020, diperlukan perencanaan ulang terhadap konstruksi jembatan ini. Dalam penelitian ini, direncanakan struktur atas jembatan dengan tipe Parker Truss, yaitu modifikasi dari jembatan rangka Pratt dengan batang atas berbentuk poligonal. Pemilihan tipe ini didasarkan pada nilai estetika yang lebih tinggi serta sebagai alternatif dari struktur rangka baja konvensional. Penelitian dilakukan dengan metode eksperimen dan pemodelan digital menggunakan perangkat lunak Perangkat lunak analisis dan desain struktur jembatan. Perhitungan beban meliputi beban mati, beban hidup, beban angin, beban gempa, serta gaya rem dan beban kendaraan. Hasil analisis menunjukkan bahwa jembatan dengan panjang 60 meter dan lebar lantai 6 meter ini mampu menahan berbagai kombinasi beban sesuai standar perencanaan. Diharapkan hasil perencanaan ini dapat menjadi referensi teknis dalam pembangunan jembatan yang aman, efisien, dan berkelanjutan. Kata kunci —  Jembatan Cisepet, Parker Truss, perencanaan struktur atas, beban jembatan, Perangkat lunak analisis dan desain struktur jembatan.
STUDI ANALISIS POTENSI SUMBER MATA AIR UNTUK MEMENUHI KEBUTUHAN AIR MASYARAKAT KECAMATAN CISAYONG KABUPATEN TASIKMALAYA Pahrezi Sepyan, Aqmal; Nurmayadi, Dicky
JITSi : Jurnal Ilmiah Teknik Sipil Vol. 3 No. 2 (2023): JUNI 2023
Publisher : Universitas Perjuangan Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36423/jitsi.v3i2.1485

Abstract

Abstract  Spring water is one of the water sources used by the community to supply their daily water requirement, such as in Cipeteuy Village, Sukamukti Village, Cisayong District, local people use Cipeteuy Spring sources to supply their water requirement. Cipeteuy Spring Source is expected to be used for the water requirement of the people of Cisayong District every year. Therefore, this study was conducted to review the availability of water and the carrying capacity of Cipeteuy Spring, Sukamukti Village to supply the water requirement of the people of Cisayong District in 2028. Water availability was calculated using the NRECA Model method and calibrated with the NSE model from the results of daily observations at the study site. With the availability of Cipeteuy Spring water with the amount of discharge each month from January to December is  82,218,240 liters, 109,252,800 liters, 113,322,240 liters, 109,978,560 liters, 93,648,960 liters, 75,660,480 liters, 62,259,840 liters, 49,066,560 liters, 44,167,680 liters, 49,455,360 liters, 86,106,240 liters, and 96,163,200 liters, after analyzing the carrying capacity of Cipeteuy Spring discharge waterunable to meet the water needs of the people of Cisayong District by 2028. Keywords:  spring, water requirement, NRECA model, water carrying capacity   Abstrak  Mata air merupakan salah satu sumber air yang digunakan masyarakat untuk memenuhi kebutuhan air sehari – hari, seperti di Kampung Cipeteuy Desa Sukamukti Kecamatan Cisayong masyarakat setempat memanfaatkan sumber Mata Air Cipeteuy untuk memenuhi kebutuhan airnya. Sumber Mata Air Cipeteuy  diharapkan dapat digunakan untuk kebutuhan air masyarakat Kecamatan Cisayong setiap tahun. Maka dari itu penelitian ini dilakukan untuk meninjau ketersediaan air dan daya dukung Mata Air Cipeteuy Desa Sukamukti untuk memenuhi kebutuhan air masyarakat Kecamatan Cisayong pada tahun 2028. Ketersediaan air dihitung menggunakan metode Model NRECA dan di kalibrasi dengan model NSE dari hasi pengamatan harian di lokasi penelitian. Dengan ketersediaan air Mata Air Cipeteuy dengan jumlah debit setiap bulannya dari bulan Januari hingga Desember adalah 82.218.240 liter, 109.252.800 liter, 113.322.240 liter, 109.978.560 liter, 93.648.960 liter, 75.660.480 liter, 62.259.840 liter, 49.066.560 liter, 44.167.680 liter, 49.455.360 liter, 86.106.240 liter, dan 96.163.200 liter, setelah dilakukan analisis daya dukung air debit Mata  Air Cipeteuy tidak dapat memenuhi kebutuhan air masyarakat Kecamatan Cisayong pada tahun 2028. Kata kunci: mata air, kebutuhan air, Model NRECA, daya dukung air.
PENGARUH PERAWATAN BETON (CURING) TERHADAP KUAT TEKAN BETON NORMAL Purnomo Adi, Tri
JITSi : Jurnal Ilmiah Teknik Sipil Vol. 3 No. 2 (2023): JUNI 2023
Publisher : Universitas Perjuangan Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36423/jitsi.v3i2.1489

Abstract

Abstract— Concrete is a mixture consisting of sand, small stones, cement, and water that forms a solid mass. To produce good-quality concrete, concrete work control is needed, and one of those that must be considered is curing during the concrete hardening process until the planned concrete strength age. The curing is carried out to keep the concrete humid and avoid excess water evaporation that might affect the quality of the concrete negatively. This research aimed to determine the effect of three methods of curing (immersion curing method, water curing method, and natural curing method) on normal concrete compressive strength  fc’ 20 MPa. From the 28 days of testing, it shows the results: immersion curing method at 25,267 MPa, water curing method at 29,604 MPa, and natural curing method at 23,29 MPa. Based on the three test results above, water curing methods have a higher optimal compressive strength value than the rest of the methods, which are immersion curing methods and natural curing methods. Keywords — Concrete, curing, compressive strength. Abstrak— Beton merupakan suatu campuran yang berisi pasir, kerikil, semen dan air yang membentuk suatu masa padat. Untuk menghasilkan mutu beton yang baik diperlukan kontrol pengerjaan beton, salah satu yang harus diperhatikan ialah perawatan beton (curing) selama proses pengerasan beton sampai umur kekuatan beton yang direncanakan. Perawatan tersebut dilakukan untuk menjaga kelembapan beton dan mencegah terjadinya penguapan air berlebih yang dapat memberi pengaruh negatif terhadap mutu beton. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh dari tiga metode curing (rendam, perawatan siram, dan tanpa perawatan) terhadap kuat tekan beton normal fc’ 20 MPa. Dari pengujian yang dilakukan selama 28 hari diperoleh hasil sebagai berikut metode perawatan rendam sebesar 25,267 MPa, metode perawatan siram sebesar 29,604 MPa, dan metode tanpa perawatan sebesar 23,29 MPa. Berdasarkan hasil dari ketiga metode diatas, metode perawatan siram memiliki nilai kuat tekan yang lebih optimal dibandingkan dengan dua metode lainnya yaitu metode perawatan rendam dan metode tanpa perawatan. Kata kunci —  beton, perawatan beton (curing), kuat tekan.
ANALISIS PERBANDINGAN TINGKAT KERUSAKAN JALAN BERDASARKAN METODE SURFACE DISTRESS INDEX (SDI) DAN SOFTWARE PROVINCIAL AND KABUPATEN ROAD MANAGEMENT SYSTEM (PKRMS) PADA RUAS JALAN CIAWI - PANUMBANGAN Fajrian Fahrurozi, Moehammad Muzakki; Hendardi, Agi Rivi; Budiman, Dedi
JITSi : Jurnal Ilmiah Teknik Sipil Vol. 4 No. 1 (2023): Desember 2023
Publisher : Universitas Perjuangan Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36423/jitsi.v4i1.1580

Abstract

Based on 2023 data from the PUTRPRKPLH Office of Tasikmalaya Regency, the length of district roads is 1,303 kilometers, 60.4% are in good condition, 39.6% have moderate and severe damage. Jalan Ciawi – Panumbangan suffered significant damage. This road condition has problems that can affect the safety of road users. The purpose of this study is to identify the type of damage that occurs on the Ciawi – Panumbangan Road section, identify a comparison of road damage analysis using the SDI and PKRMS methods, analyze handling recommendations that can be given based on the results of the comparison analysis. This research uses a descriptive method, which is research by describing an object according to existing reality. There were 6 damages that occurred on Jalan Ciawi – Panumbangan consisting of loose grains with a damage area of 115.39 m2 (6.95%), disintegration of the damage area of 316.8 m2 (19.08%), patches of damage area of 456.41 m2 (27.49%), cracks of the damage area of 643.19 m2 (38.74%), holes with a damage area of 58.05 m2 (3.50%), damaged edges of the damage area of 70.57 m2 (4.25%). The comparison results of the two methods for the SDI method are good road conditions 80.36%, medium 19.64%, lightly damaged 0% and severely damaged 0%. While in the PKRMS method, the road condition is good 67%, medium 29%, lightly damaged 2%, and severely damaged 2%. This type of damage handling SDI method routine maintenance by 100%. While the PKRMS method of routine maintenance is 92.85%, periodic maintenance is 5.36%, and rehabilitation is 1.79% Keywords : Road Damage, Handling Recommendations, SDI Method, PKRMS Method   Abstrak Berdasarkan data Tahun 2023 Dinas PUTRPRKPLH Kabupaten Tasikmalaya, panjang jalan kabupaten 1.303 kilometer, 60,4% dalam kondisi baik, 39,6% mengalami kerusakan sedang dan berat. Ruas jalan Ciawi – Panumbangan mengalami kerusakan signifikan yang dapat mempengaruhi keselamatan pengguna jalan. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi jenis kerusakan yang terjadi di ruas Jalan Ciawi – Panumbangan, membandingkan analisis kerusakan jalan menggunakan metode SDI dan PKRMS, serta memberikan rekomendasi penanganan berdasarkan hasil analisis perbandingan. Penelitian ini menerapkan metode deskriptif, yang merupakan suatu pendekatan penelitian untuk menggambarkan dan menginterpretasi suatu obyek sesuai dengan realitas yang ada. Hasil penelitian menunjukkan enam jenis kerusakan: butir lepas (115,39 m² atau 6,95%), disintegrasi (316,8 m² atau 19,08%), tambalan (456,41 m² atau 27,49%), retak-retak (643,19 m² atau 38,74%), lubang (58,05 m² atau 3,50%), dan rusak tepi (70,57 m² atau 4,25%). Berdasarkan metode SDI, kondisi jalan baik sebesar 80,36%, sedang 19,64%, rusak ringan 0%, dan rusak berat 0%. Sedangkan metode PKRMS menunjukkan kondisi jalan baik sebesar 67%, sedang 29%, rusak ringan 2%, dan rusak berat 2%. Penanganan kerusakan menurut metode SDI adalah 100% pemeliharaan rutin, sementara metode PKRMS mencakup 92,85% pemeliharaan rutin, 5,36% pemeliharaan berkala, dan 1,79% rehabilitasi. Kesimpulan penelitian ini menunjukkan bahwa meskipun kedua metode memberikan hasil yang serupa, PKRMS menawarkan pendekatan yang lebih komprehensif untuk perencanaan pemeliharaan jangka panjang, meskipun memerlukan biaya lebih besar. Di sisi lain, SDI lebih efisien dari segi biaya dan waktu untuk pemantauan rutin. Berdasarkan kondisi ruas jalan Ciawi-Panumbangan, PKRMS lebih direkomendasikan karena memberikan gambaran yang lebih menyeluruh untuk manajemen jalan yang berkelanjutan. Kata kunci : Kerusakan Jalan, Rekomendasi Penanganan, Metode SDI, Metode PKRMS
ANALISIS PENGARUH RENDAMAN AIR HUJAN TERHADAP KINERJA LASTON BERDASARKAN KARAKTERISTIK MARSHALL DAN STABILITAS SISA Rachmat, Insan Nurachmat; Budiman, Dedi
JITSi : Jurnal Ilmiah Teknik Sipil Vol. 4 No. 1 (2023): Desember 2023
Publisher : Universitas Perjuangan Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36423/jitsi.v4i1.1581

Abstract

Rainwater immersion can affect the performance of the pavement layer (laston). Falling and stagnant rainwater can cause changes in the physical and mechanical properties of laston materials, such as decreased stability, strength, and resistance to deformation. This affects the long-term performance of the pavement layer. The purpose of the study was to analyze the ability of asphalt concrete to withstand the influence of rainwater bathing. By knowing this, it can estimate the ability of asphalt concrete to withstand loads and pressures, as well as resistance to environmental influences, including rainwater, and analyze the difference in laston performance when soaked in rainwater for 24 hours and 48 hours. A trial and error method that involves experimenting with multiple samples to collect data is used. From the results of research that rainwater immersion can cause a decrease in the strength and stiffness of the asphalt mixture and the potential for cracking due to volume changes due to water absorption. The performance of laston soaked in rainwater for 24 hours and 48 hours, resulting in a decrease in stability, which was obtained 98.13% in 24 hours and 49.40% in 48 hours. The length of soaking time will affect the stability value or strength value. Keywords — Rainwater bath, Laston, Marshall characteristics, residual stability. Abstrak— Perendaman air hujan dapat memengaruhi kinerja lapis perkerasan (laston). Air hujan yang turun dan tergenang dapat menyebabkan perubahan sifat fisik dan mekanik material laston, seperti penurunan stabilitas, kekuatan, dan ketahanan terhadap deformasi. Hal ini memengaruhi kinerja lapisan perkerasan dalam jangka panjang. Tujuan penelitian untuk menganalisis kemampuan aspal beton dalam menahan pengaruh rendaman air hujan. Hasil penelitian dapat digunakan sebagai dasar untuk mengembangkan metode perencanaan dan desain yang lebih baik untuk lapis perkerasan yang tahan terhadap pengaruh air hujan. Dengan mengetahui hal tersebut, dapat memperkirakan kemampuan aspal beton dalam menahan beban dan tekanan, serta ketahanan terhadap pengaruh lingkungan, termasuk air hujan, dan menganalisis perbedaan kinerja laston saat direndam air hujan selama 24 jam dan 48 jam. Digunakan metode trial and error yang melibatkan percobaan dengan beberapa sampel untuk mengumpulkan data. Dari hasil penelitian perendaman air hujan bisa menyebabkan penurunan kekuatan dan kekakuan campuran aspal serta potensi terjadinya keretakan akibat perubahan volume akibat penyerapan air.  Kinerja laston yang direndam air hujan menunjukkan bahwa kekuatan dan kekakuan campuran aspal mengalami penurunan sebesar 98,13% setelah perendaman 24 jam dalam air hujan dan 49,40% setelah perendaman 48 jam. Lamanya waktu perendaman akan memengaruhi nilai stabilitas atau nilai kekuatan, dan perubahan volume ini akan menyebabkan keretakan pada lapis perkerasan. Retakan ini dapat menyebabkan penurunan stabilitas dan kekuatan lapisan perkerasan, sehingga memengaruhi kinerja jalan. Kata kunci — Rendaman air hujan, Laston, Karakteristik Marshall, Stabilitas Sisa.
STUDI ANALISIS PERBANDINGAN FILLER PASIR GUNUNG DAN PASIR SUNGAI PADA CAMPURAN ASPAL AC-WC Khoerotunnisa, Esalia; Budiman, Dedi
JITSi : Jurnal Ilmiah Teknik Sipil Vol. 4 No. 1 (2023): Desember 2023
Publisher : Universitas Perjuangan Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36423/jitsi.v4i1.1584

Abstract

AC-WC concrete asphalt is formed from coarse aggregate, fine aggregate, asphalt as an adhesive and filler as a filler whose proportions have been determined. Filler in asphalt mixture plays an important role, especially to improve stability and reduce air voids in the mixture. The purpose of this study was able to analyze the comparison of Marshall characteristics between mountain sand filler and river sand in AC-WC asphalt mixture and was able to identify the characteristics of mountain sand and river sand. The research methods used in calculations using trial and error methods are material collection, material testing, selection of mixed aggregate gradations, asphalt content estimates, making test specimens, and Marshall tests. Marshall test results from mountain sand filler mixture at optimum asphalt content of 5.50% get density results with VIM value of 3.24%, VMA 16.81%, VFA 80.74% and for marshall parameter test results get stability values of 912 kg, flow 2.80 mm and MQ 326 kg / mm. While the river sand filler mixture with an optimum asphalt content of 6% obtained density results with VIM values of 4.50%, VMA 17.87%, VFA 74.85% and for the results of the marshall parameter test obtained stability values of 693 kg, flow 4.84 mm and MQ 143 kg / mm. KAO river filler is higher at 6% compared to mountain sand filler at 5.5%. Keywords — AC-WC, Filler, Mountain Sand, River Sand, Marshall
ANALISIS RESIKO PROYEK PADA PEKERJAAN JEMBATAN CISEPET CIKATOMAS DENGAN METODE FMEA Juandi Lestari, Citra; Hendardi, Agi Rivi; Nurmayadi, Ade Rizky
JITSi : Jurnal Ilmiah Teknik Sipil Vol. 4 No. 1 (2023): Desember 2023
Publisher : Universitas Perjuangan Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36423/jitsi.v4i1.1585

Abstract

Bridge construction involves uncertain risks, therefore it is necessary to carry out an analysis of all the risks that will occur, how big their impact will be (intensity), and the possibility of these risk events occurring. The method used is the Failure Mode and Effect Analysis (FMEA) method by determining severity, occurrence, detection where the results become RPN values and are determined by looking at the risk matrix table. From the risk matrix table above, conclusions can be drawn for high risk, namely the condition of the road to the project is steep, the project environment is less clean, the groundwater level is higher than the river, heavy equipment accidents, workers not wearing PPE, worker negligence and human resources not concentrating. For low risks, namely heavy equipment accidents, workers not wearing PPE and soft ground conditions. The results of the analysis using the FMEA method produced an RPN value of 64.00, it was found that 3 risk lists were included in the serious risk category and the highest risk value (NR) was 16, which was included in the high risk rating and required action to be taken. Keywords — Analysis, risk, project, Failure Mode and Effect Analysis (FMEA)   Abstrak—Konstruksi jembatan melibatkan risiko yang tidak pasti, oleh karena itu perlu untuk menganalisis semua risiko yang akan terjadi serta tingkat dampak dan kemungkinan risiko peristiwa. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah Metode Failure Mode and Effect Analysis (FMEA) dengan menentukan tingkat keparahan, peristiwa, deteksi dimana hasilnya adalah nilai RPN dan ditentukan dengan melihat tabel matrik risiko. Hasil analisis menggunakan metode FMEA menghasilkan RPN nilai 64,00, ditemukan 3 daftar resiko yang jatuh ke kategori resiko serius dan nilai risiko tertinggi (NR) adalah 16 yang termasuk dalam peringkat risiko tinggi dan perlu ditangani. Kata kunci — Analisis, risiko, Failure Mode and Effect Analysis (FMEA)
ANALISIS POTENSI KENDALA INFRASTRUKTUR PANTAI BATU KARAS SEBAGAI DESTINASI WISATA DI KABUPATEN PANGANDARAN Anggara, Elma; Nurmayadi, Dicky
JITSi : Jurnal Ilmiah Teknik Sipil Vol. 4 No. 1 (2023): Desember 2023
Publisher : Universitas Perjuangan Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36423/jitsi.v4i1.1626

Abstract

Abstract— Infrastructure of the facilities available at the tourist attractions should be adequate as it will affect the comfort of visitors. However, there are still many tourist attractions in the district of Pangandaran that are still not adequate, one of them is the lack of temporary garbage disposal facilities and a lot of infrastructure due to the tourist attraction of the Karas Stone Beach which is said to be unsuitable for use and requires development and repair. The study aims to assess the viability of Karas Stone infrastructure as a tourist attraction in Pangandaran. Methods to conduct this research with qualitative descriptive techniques to determine how much the degree of infrastructure viability in Batu Karas as a tourist attraction in Pangandaran District. The sampling process is random (probability sampling), then the data that has been evaluated is then presented in the Table of Accessibility of Respondents (TCR). Data is collected through transportation, observations, interviews, and documentation. From the overall results of the Accessibility Level of Responds (TCR) of the tourist infrastructure of Batu Karas coast according to tourists obtained a score of 72.2% that falls into sufficient category, and changes are necessary to infrastructure to meet the goals and expectations in the future. The state of the Karas Stone Coast is not adequate because the local government has not undertaken development. Keywords — Batu Karas Beach, Infrastructure, tourist. Abstrak— Infrastruktur fasilitas yang ada pada objek wisata harus memadai karena akan berpengaruh pada kenyamanan pengunjung. Akan tetapi masih banyak objek wisata di Kabupaten Pangandaran yang masih belum memadai, salah satunya adalah kurangnya fasilitas tempat pembuangan sampah sementara dan banyaknya infrastruktur dikawasan objek wisata Pantai Batu Karas yang terbilang sudah tidak layak untuk digunakan sehingga membutuhkan pengembangan dan perbaikan. Studi ini bertujuan untuk mengevaluasi kelayakan infrastruktur Batu Karas sebagai tempat wisata di Pangandaran. Metode untuk melakukan penelitian ini dengan metode deskriptif kualitatif untuk mengetahui sejauh mana tingkat kelayakan infrastruktur di Batu Karas sebagai tempat wisata di Kabupaten Pangandaran. Proses pengambilan sampelnya dilakukan secara acak (probability sampling), lalu data yang telah dievaluasi kemudian disajikan dalam tabel Tingkat Capaian Responden (TCR). Data dikumpulkan melalui angket, observasi, wawancara, dan dokumentasi. Dari hasil keseluruhan Tingkat Capaian Responden (TCR) kelayakan infrastruktur wisata pantai Batu Karas menurut wisatawan didapatkan nilai 72,2% yang masuk ke kategori cukup, dan perubahan sangat diperlukan supaya infrastruktur memenuhi tujuan dan antisipasi mendatang. Keadaan prasarana Pantai Batu Karas belum memadai karena pemerintah daerah belum melakukan pengembangan. Kata kunci —  Pantai Batu Karas, Infrastruktur, Pariwisata
PENGARUH LIMBAH KARET BAN SEBAGAI BAHAN TAMBAHAN AGREGAT KASAR TERHADAP KUAT LENTUR BETON NORMAL Oktura, Alviansyah Walid; Hendardi, Agi Rivi; Nurdianto, Risnandar
JITSi : Jurnal Ilmiah Teknik Sipil Vol. 5 No. 1 (2024): Desember 2024
Publisher : Universitas Perjuangan Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36423/jitsi.v5i1.1631

Abstract

Abstract— Concrete is one of the construction materials that is very commonly used in a construction, both in the construction of buildings, bridges, roads, and other constructions, this is because concrete is resistant to environmental decay, wear-resistant and resistant to weather (hot, cold, rain, sunlight) while the lack of concrete is the low ability to withstand tensile loads because concrete is a brittle material.this research was conducted by adding waste tire rubber to aggregate coarse with variations of 0%, 5%, 10%, and 15% on the weight of coarse aggregate. Concrete measuring 15 x 15 x 60 cm was tested at the age of 7, 14 and 28 days. Normal concrete at 7.14 and 28 days old produces values of 3.67 MPa, 4.73 MPa and 5.44 MPa. 5% waste rubber tire variation concrete at 7.14 and 28 days yielded values of 3.11 MPa, 4.33 MPa and 4.47 MPa. Concrete variations of 10% waste tire rubber at 7.14 and 28 days yielded values of 3.67 MPa, 4.89 MPa and 4.93 MPa. 15% tire rubber waste variation concrete at 7.14 and 28 days produces values of 3.00 MPa, 3.29 MPa and 3.60 MPaNormal concrete without a mixture of tire rubber waste produces the highest flexural strength value at 28 days with a value of 5.44 MPa coMPared to a mixture of 5% and 10% tire waste which produces values of 4.47 and 4.93. while in the waste tire rubber mixture 15% produces a value of 3.60 does not meet the required bending strength of 3.83 MPa. Keywords — Concrete, Strong Bending, Slump, Waste Rubber Tire. Abstrak— Beton merupakan salah satu bahan kontruksi yang sangat umum digunakan dalam sebuah kontruksi, baik dalam kontruksi bangunan, jembatan, jalan, dan kontruksi lainnya, hal ini dikarenan beton tahan terhadap pembusukan lingkungan, tahan aus dan tahan terhadap cuaca (panas, dingin, hujan, sinar matahari) sedangkan kekurangan beton yaitu rendahnya kemampuan menahan beban tarik karena beton merupakan bahan yang getas (brittle).penelitian ini dilakukan dengan menambahkan limbah karet ban pada agregat kasar dengan variasi 0%, 5%, 10%, dan 15% pada berat agregat kasar. beton ukuran 15 x 15 x 60 cm dilakukan pengujian pada umur 7,14 dan 28 hari.Beton normal pada umur 7,14 dan 28 hari menghasilkan nilai sebesar 3,67 MPa,4,73 MPa dan 5,44 MPa. beton variasi limbah karet ban 5% pada 7,14 dan 28 hari menghasilkan nilai 3,11 MPa, 4,33 MPa dan 4,47 MPa. beton variasi limbah karet ban 10% pada 7,14 dan 28 hari menghasilkan nilai 3,67 MPa, 4,89 MPa dan 4,93 MPa. beton variasi limbah karet ban 15% pada 7,14 dan 28 hari menghasilkan nilai 3,00 MPa, 3,29 MPa dan 3,60 MPa Beton normal tanpa campuran limbah karet ban menghasilkan nilai kuat lentur paling tinggi pada 28 hari dengan nilai 5,44 MPa di bandingkan dengan campuran limbah karet ban 5% dan 10 % yang menghasilkan nilai sebesar 4,47 dan 4,93 . Sedangkan pada campuran limbah karet ban 15% menghasilkan nilai sebesar 3,60 tidak memenuhi kuat lentur yang disyaratkan 3,83 MPa. Kata kunci —  Beton, Kuat Lentur, Slump, Limbah Karet Ban.
ANALISIS KAPASITAS TEMPAT PEMBUANGAN AKHIR (TPA) CIANGIR KOTA TASIKMALAYA BERDASARKAN PENGELOLAAN SAMPAH NON ORGANIK DAN ORGANIK Raihan, Mochammad Maulana Hamdan; Nurmayadi, Dicky; Hendardi, Agi Rivi
JITSi : Jurnal Ilmiah Teknik Sipil Vol. 5 No. 1 (2024): Desember 2024
Publisher : Universitas Perjuangan Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36423/jitsi.v5i1.1636

Abstract

Abstract— Population growth has an impact on environmental problems, especially on the physical environment. The increase in population has an effect on increasing the fulfillment of their needs, resulting in an increase in the volume of waste. One of the increases in waste volume occurred at the Ciangir Final Disposal Site (TPA) in Tasikmalaya City. The increase in population must be balanced with how waste is managed at the Ciangir Final Disposal Site (TPA) and efforts to improve waste management in 2024 - 2028. The predicted population in 2024 - 2028 is 3,698,330 people and the amount of waste produced in 2024 – 2028 it is 1,079,912.36 tons. So, with the amount of waste produced in 2024 - 2028, efforts that can be made by TPA Ciangir include increasing the number of officers or fleet, adding waste processing equipment so that it can optimize the waste processing process, improving waste processing techniques, and improving waste management technology. Keywords — Landfill, Garbage, Organic, Non Organic, Population Abstrak— Pertumbuhan populasi penduduk memiliki dampak permasalahan lingkungan terutama pada lingkungan fisik. Bertambahnya jumlah populasi penduduk berpengaruh pada peningkatan pemenuhan kebutuhan mereka sehingga terjadi peningkatan terhadap volume sampah. Peningkatan volume sampah salah satunya terjadi di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Ciangir di Kota Tasikmalaya. Bertambahnya penduduk harus dapat diimbangi dengan bagaimana pengelolaan sampah yang dilakukan di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Ciangir serta upaya peningkatan pengelolaan sampahnya pada Tahun 2024 - 2028. Jumlah prediksi populasi penduduk pada Tahun 2024 – 2028 adalah 3.698.330 orang dan dengan jumlah sampah yang dihasilkan pada Tahun 2024 – 2028 adalah 1.079.912,36 ton. Sehingga dengan jumlah sampah yang dihasilkan pada Tahun 2024 – 2028 upaya yang dapat dilakukan oleh TPA Ciangir yaitu melakukan penambahan jumlah petugas atau armada, penambahan alat pengolahan sampah sehingga dapat mengoptimalkan proses pengolahan sampah, pengingkatan teknik pengolahan sampah, dan peningkatan teknologi pengelolaan sampah. Kata Kunci — Tempat Pembuangan Akhir, Sampah, Organik, Non Organik, Penduduk