cover
Contact Name
Restu Febriantura
Contact Email
rf154@ums.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
jpmmedika@ums.ac.id
Editorial Address
Fakultas Kedokteran Universitas Muhamamdiyah Surakarta Kampus IV UMS, Jl. Ahmad Yani, Gonilan, Kartasura, Gonilan, Kec. Kartasura, Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah 57169
Location
Kota surakarta,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Pengabdian Masyarakat Medika
ISSN : 27757951     EISSN : 27757943     DOI : -
Core Subject : Health,
Jurnal Pengabdian Masyarakat Medika merupakan jurnal yang diterbitkan oleh Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta sebagai salah satu upaya untuk meningkatkan atmosfer akademik, sebagai publikasi hasil pengabdian dari dosen, mahasiswa, praktisi dan masyarakat umum. Jurnal ini memuat hasil-hasil pengabdian masyarakat, terutama di bidang kesehatan dan kedokteran.
Articles 7 Documents
Search results for , issue "Vol 4. No. 1, Maret 2024" : 7 Documents clear
PENYULUHAN TENTANG KULIT GERIATRI SERTA PENANGANAN LANJUTAN BAGI PENUAAN KULIT PADA TENAGA KESEHATAN DI SURAKARTA Prakoeswa, Flora Ramona Sigit
Jurnal Pengabdian Masyarakat Medika Vol 4. No. 1, Maret 2024
Publisher : Universitas Muhamamdiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/jpmmedika.v4i1.1093

Abstract

ABSTRAK Indonesia mulai memasuki periode aging population, dimana terjadi peningkatan umur harapan hidup yang diikuti dengan peningkatan jumlah lansia. Penuaan kulit adalah salah satu masalah yang dihadapi oleh lansia. Perubahan pada kulit sangat mudah terlihat dan menimbulkan berbagai masalah seperti penurunan  kepercayaan diri. Oleh karena itu, perlu dilakukan pencegahan penuaan dini kulit. Seiring meningkatnya perhatian terhadap penampilan dan penuaan kulit pada lansia, tenaga kesehatan memerlukan pemahaman yang baik tentang penanganan pada lansia. Untuk itu, dalam pengabdian masyarakat ini dilakukan penyuluhan terkait pengetahuan tenaga kesehatan tentang penyakit kulit geriatri dan penanganan masalah penuaan pada kulit. Kegiatan ini dihadiri oleh 17 tenaga kesehatan yang seluruhnya berjenis kelamin perempuan. Rata-rata umur peserta adalah 30 tahun. Metode yang digunakan dalam pelaksanaan pengabdian masyarakat ini adalah penyuluhan dan diskusi tanya jawab secara luring. Dari hasil uji Wilcoxon didapatkan perbedaan antara nilai pre-test dan post-test dengan nilai P=0.03. Berdasarkan hasil perbandingan nilai pre-test dan post-test didapatkan nilai p < 0.05 yang menunjukkan jika perbedaan tersebut signifikan. Hasil ini menunjukkan bahwa penyuluhan tentang kulit geriatri serta penanganan lanjutan bagi penuaan kulit bermanfaat bagi tenaga kesehatan yang mengikuti acara ini. Melalui nilai post-test yang meningkat, menandakan peningkatan pengetahuan peserta setelah dilakukan penyuluhan.   ABSTRACT   Indonesia is starting to enter the aging population period, where there is an increase in life expectancy followed by an increase in the number of elderly people. Skin aging is one of the problems faced by the elderly. Changes in the skin are very easy to see and cause various problems such as decreased self-confidence. Therefore, it is necessary to prevent premature skin aging. Along with increasing attention to the appearance and aging of the skin in the elderly, health workers need a good understanding of treatment in the elderly. For this reason, in this community service, counselling is carried out regarding the knowledge of health workers about geriatric skin diseases and handling aging problems on the skin. This activity was attended by 17 health workers, all of whom were female. The average age of the participants was 30.24 years. The method used in the implementation of this community service is offline counselling and discussion. From the results of the Wilcoxon test, there was a difference between the pre-test and post-test values ​​with a p value of 0.03. Based on the results of the comparison of the pre-test and post-test values, it was found that the p value <0.05, which indicates that this difference is significant. These results indicate that counselling about geriatric skin and advanced treatment for aging skin is beneficial for health workers who attended this event. The post-test scores increased, indicating an increase in participants' knowledge after the counselling.
PENYULUHAN GEJALA TUMOR OTAK PADA SISWI SMA MUHAMMADIYAH 1 SURAKARTA Sulistyani, Sulistyani; Rini, Hanggana Sekar; Prayogi, Muhammad Dharma; Krestianto, Indah Dwi Widyasari, Deny Puji; Wibowo, Mahadevi Cinantyan; Mustofa , Dwi Hanif
Jurnal Pengabdian Masyarakat Medika Vol 4. No. 1, Maret 2024
Publisher : Universitas Muhamamdiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/jpmmedika.v4i1.1343

Abstract

ABSTRAK Tumor otak merupakan sel–sel abnormal didaerah otak secara yang berkembang tidak wajar dan berbahaya. Angka kejadian tumor otak diseluruh dunia pada tahun 2020 sebesar 308.102, dengan angka kejadian pada wanita yang lebih dominan. Gejala tumor otak bervariasi, yang paling sering muncul yaitu nyeri kepala. Namun gejala ini seringkali diabaikan, sehingga dapat menimbulkan keterlambatan penanganan yang berdampak pada kematian. Tujuan kegiatan ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan tentang gejala dan pengenalan dini tentang tumor otak. Pelaksanaan kegiatan secara offline berupa pretest, pemaparan materi dan postest. Hasil rata-rata nilai pretest adalah 5,3 dan rata-rata nilai posttest adalah 6,9 artinya terdapat peningkatan pengetahuan dari hasil pretest dan posttest. Simpulan kegiatan ini yaitu terdapat peningkatan pengetahuan tentang gejala tumor otak pada siswi SMA Muhammadiyah 1 Surakarta.   ABSTRACT Brain tumors are abnormal cells that develop in areas of the brain that are inappropriate and dangerous. The incidence of brain tumors worldwide in 2020,  is 308.102, with the incidence rate in females being more dominant . The symptoms of brain tumors are varied, the most common is headache. However, these symptoms are often ignored, which can lead to delayed treatment that results in death.  The education aims to increase the knowledge of symptoms and early recognition of brain tumors. Implementation of this education are pretest, presentation of material, and posttest. The average result of the pretest score is 5,3 and the average posttest score is 6,9, meaning that there is an increase in knowledge from the results of the pretest and posttest. The conclusion of this activity is that there is an increase in knowledge about the symptoms of brain tumors in students of SMA Muhammadiyah 1 Surakarta.
WORKSHOP TENAGA KESEHATAN DAN PENYULUHAN KADER DAN AWAM: “SATUKAN LANGKAH CEGAH HIV,SEMUA SETARA, AKHIRI AIDS” Nurhidayati Mahmuda, Iin Novita; Syah, Devan Adil; Nisa, Faridita Khoirun; Pinakesty, Angiesta
Jurnal Pengabdian Masyarakat Medika Vol 4. No. 1, Maret 2024
Publisher : Universitas Muhamamdiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/jpmmedika.v4i1.1726

Abstract

ABSTRAK Indonesia termasuk salah satu negara di dunia dengan jumlah infeksi HIV yang semakin meningkat dalam beberapa tahun terakhir, dengan profil serupa dengan negara-negara yang memiliki epidemik terkonsentrasi. Target pemerintah pemeriksaan, pengobatan dan pencapaian supresi virus sebesar 95% belum tercapai. Penyebabnya beragam tetapi stigma dan diskriminasi yang masih nyata ada merupakan salah satu faktor penyebabnya. Fakultas kedokteran UMS dan RS PKU Muhammadiyah bersinergi untuk melaksanakan pengabdian masyarakat dalam rangka mendukung program pemerintah mengentaskan HIV. Salah satu kegiatan bersama ini adalah workshop untuk karyawan rumah sakit, penyuluhan kader Muhammadiyah dan penyuluhan awam. Kegiatan ini terbukti meningkatkan pengetahuan karyawan RS dimana nilai pretest 115 menjadi 138 (skala  nilai 150). Penyuluhan kader dan awam menjawab pertanyaan dari peserta untuk memberikan fakta yang benar dan meluruskan mitos yang keliru. Harapan penulis kegiatan ini dapat dilaksanakan secara rutin untuk meningkatkan capaian angka diagnosis HIV dan terapi HIV untuk menekan laju penularan khususnya pada kelompok rentan Wanita, remaja dan bayi baru lahir.   ABSTRACT Indonesia is one of the countries in the world with an increasing number of HIV infections in recent years, with a profile similar to countries with concentrated epidemics. The government's target of examination, treatment and achievement of virus suppression of 95% has not been achieved. The reasons are varied, but the stigma and discrimination that still exist is one of the contributing factors. The UMS Faculty of Medicine and PKU Muhammadiyah Hospital work together to carry out community service in order to support the government's program to eradicate HIV. One of these joint activities is a workshop for hospital employees, education for Muhammadiyah cadres and lay people. This activity is proven to increase the knowledge of hospital employees where the pretest score is 115 to 138 (scale value 150). Counseling of cadres and lay people answered questions from participants to provide true facts and correct false myths. The author hope that this activity can be carried out routinely to increase the achievement of HIV diagnosis and HIV therapy rates to reduce the rate of transmission, especially in vulnerable groups of women, adolescents and newborns.
SKRINING DAN EDUKASI HIPERURISEMIA PADA PRA LANJUT USIA DAN LANJUT USIA DI DUSUN BESI SUKOHARJO SLEMAN YOGYAKARTA Marfianti, Erlina; Fitriyati, Yasmini; Budi Febriani, Tien; Suharni, atik; Widayati, Sri; Afievudin, Afievudin; Mujiyanto, Mujiyanto
Jurnal Pengabdian Masyarakat Medika Vol 4. No. 1, Maret 2024
Publisher : Universitas Muhamamdiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/jpmmedika.v4i1.2192

Abstract

ABSTRAK Hiperurisemia merupakan peningkatan kadar asam urat dalam darah lebih dari nilai normal. Kondisi ini mempengaruhi berbagai sistem organ, seperti persendian, tulang, sistem kardiovaskuler ataupun ginjal. Hiperurisemia sering terjadi pada usia lebih dari 50 tahun (pra lansia dan lansia). Pemahaman warga Besi Sukoharjo Sleman khususnya pra lansia dan lansia tentang pencegahan dan penanganan penyakit hiperurisemia berdasarkan survey wawancara masih rendah. Mayoritas warga menganggap penyakit ini biasa dan tidak membahayakan. Berdasarkan permasalahan tersebut, diselenggarkan pengabdian masyarakat di Besi Sukoharjo Sleman dengan beberapa tahapan kegiatan yaitu survei pemahaman penyakit hiperurisemia, skrining hiperurisemia dengan pemeriksaan kadar asam urat pada pralansia dan lansia, edukasi dan konseling pada para pralansia dan lansia yang kadar asam urat tinggi, atau mempunyai faktor risiko hiperurisemia. Kegiatan pengabdian masyarakat diikuti total 64 orang, terdiri 32 (50%) pra lansia dan 32 (50%) lansia. Peserta yang mengalami hiperurisemia 23 orang (35.94%). Mayoritas usia peserta yang mengalami hiperurisemia adalah 50-59 tahun. Pralansia dan lansia dengan hiperurisemia  terdiri 21.73%  laki laki dan 78.26 % perempuan. Pemberian edukasi dan konseling meningkatkan pemahaman tentang penyakit hiperurisemia, pencegahan dan penanganannya yang diukur berdasarkan hasil wawancara sebelum edukasi dan setelah edukasi.   ABSTRACT Hyperuricemia is a condition in which uric acid level in the blood is higher than normal. This condition can have harmful effects on various organ systems, such as the joints, bones, cardiovascular system or kidneys. Hyperuricemia affects many people  over the age of 50  (pre-elderly and elderly). The understanding about  how to prevent and treat hyperuricemia is still low among the residents of Besi Sukoharjo Sleman, especially the pre-elderly and the elderly. The majority consider the disease to be normal and harmless. Solving the problem by holding community service which consists of several activity, namely  survey on understanding hyperuricemia, screening of hyperuricemia by examining uric acid levels, education and counseling for pre-elderly and elderly who have high uric acid levels, or have risk factors for hyperuricemia. A total of 64 people participated in the community service activity, consisting of 32 (50%) pre-elderly and 32 (50%) elderly. There were 23 participants (35.94% who experienced hyperuricemia). Most of them were 50-59 years old. Pre-elderly and elderly with hyperuricemia consisted of 21.73% male and 78.26% female. Education and counseling increases knowledge about symptoms, prevention and treatment of hyperuricemia as measured based on the results of interviews before and after education and counselling.
UPAYA KEGIATAN PANDU DAN EDUKASI PENCEGAHAN ANEMIA PADA IBU HAMIL DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS KARANGGEDE BOYOLALI Oktasari, Nur Aida
Jurnal Pengabdian Masyarakat Medika Vol 4. No. 1, Maret 2024
Publisher : Universitas Muhamamdiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/jpmmedika.v4i1.2456

Abstract

ABSTRAK Anemia defisiensi besi merupakan anemia paling banyak ditemukan pada ibu hamil yang terkait dengan angka kematian ibu dan janin. Berdasarkan data yang didapat dari Pemerintah Kabupaten Boyolali didapatkan bahwa data cakupan capaian pemberian Fe30 yaitu 89% dan Fe90 mencapai 71% di wilayah kerja Karanggede Boyolali, akan tetapi masih banyak dijumpai kasus anemia pada Ibu hamil, oleh karena itu diperlukan upaya khusus untuk menurunkan angka kematian ibu hamil akibat anemia. Upaya kegiatan pandu edukasi bertujuan untuk mencegah anemia pada ibu hamil.  Purposive sampling dilakukan pada 22 ibu hamil bulan November 2020 di Desa Klari. Terdapat 7 ibu hamil yang mengalami anemia.  Edukasi menggunakan media leaflet, video, materi presentasi, pemberian buku saku diet gizi seimbang, pengisian buku food recall dan buku kepatuhan tablet Fe. Ibu hamil dengan anemia dilakukan pemeriksaan hemoglobin sebelum dilakukan intervensi. Evaluasi pengisian buku food recall dan buku kepatuhan konsumsi tablet Fe secara rutin dilakukan 1 minggu sekali melalui kunjungan rumah. Sedangkan pemeriksaan kadar hemoglobin dilakukan setelah 1 bulan intervensi dengan hasil uji paired T- test menunjukkan hasil peningkatan yang signifikan dengan nilai p: 0.007. Hal ini menunjukkan bahwa kegiatan pandu edukasi pencegahan anemia pada ibu hamil berhasil meningkatkan kadar hemoglobin pada ibu hamil dan menurunkan angka anemia pada ibu hamil.   ABSTRACT Iron deficiency anemia is the most common type of anemia found in pregnant women, associated with maternal and fetal mortality rates. Based on data obtained from the Boyolali District Government, it was found that the coverage of Fe30 provision reached 89% and Fe90 reached 71% in the Karanggede Boyolali working area. However, many cases of anemia in pregnant women are still encountered, hence specific efforts are needed to reduce maternal mortality due to anemia. Educational outreach efforts aim to prevent anemia in pregnant women. Purposive sampling was conducted on 22 pregnant women in November 2020 in Klari Village. Seven pregnant women were found to have anemia. Anemia prevention was carried out through education using leaflets, videos, presentation materials, provision of balanced nutrition pocket books, filling out food recall books, and Fe tablet adherence books. Pregnant women with anemia underwent hemoglobin testing before intervention. Evaluation of food recall book and Fe tablet adherence book filling was routinely done weekly through home visits. Meanwhile, hemoglobin level examination was conducted after 1 month of intervention, with paired T-test results showing a significant increase with a p-value of 0.007. This indicates that the guided education activities for anemia prevention in pregnant women successfully increased their knowledge regarding the consumption of iron-rich foods and adherence to regular Fe tablet consumption.
SANTI (SANITASI TINJA DENGAN TEKNOLOGI TEPAT GUNA REPEATED PROCESSING SEPTICTANK) DALAM MENANGGULANGI STUNTING DI KELURAHAN SARIJAYA, KECAMATAN SANGA-SANGA, KABUPATEN KUTAI KARTANEGARA, KALIMANTAN TIMUR Fatmawati, Nur Khoma; Permana, Danang Biyan; Sahly, RA Camelia; Sari, Dinda Faratika; Nur Annisa, Rizqa Rahma; Bohari, Zalfa Aqilah; Anggraeni, Jenni; Sari, Iko Nilam; Herlisa, Defita; Alnoprasatya, Farezha; Irawan, Ferdi
Jurnal Pengabdian Masyarakat Medika Vol 4. No. 1, Maret 2024
Publisher : Universitas Muhamamdiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/jpmmedika.v4i1.3278

Abstract

ABSTRAK Stunting adalah keadaan gagal tumbuh pada anak balita (anak di bawah usia lima tahun). Stunting disebabkan oleh masalah pemberian makanan yang kurang baik selama masa kehamilan dan masa balita, kurangnya pengetahuan ibu tentang kesehatan dan nutrisi, serta terbatasnya akses terhadap makanan bergizi, sanitasi yang buruk, dan air minum yang tidak bersih. Data Profil Kesehatan Puskesmas Sanga-Sanga 2023 ditemukan 50 rumah di pinggiran sungai di Kelurahan Sarijaya belum memiliki jamban sehingga dapat menyebabkan pencemaran sungai. Kegiatan pengabdian masyarakat ini berupaya menerapkan teknologi tepat guna untuk menanggulangi masalah tersebut berupa pembuatan Reapeated Processing Septictank. Tujuan jangka panjang kegiatan adalah untuk mengurangi pencemaran sungai untuk mengurangi kejadian infeksi pada anak sehingga dapat mengurangi angka stunting. Metode yang digunakan adalah pembuatan Repeated Processing Septictank sebagai jamban gantung pada rumah panggung dipinggiran sungai menjadi pengganti jamban. Hasil yang dicapai dari kegiatan ini adalah berkurangnya angka stunting di Kelurahan Sarijaya serta mengurangi pencemaran sungai.   ABSTRACT Stunting is a state of growth failure in children under five years of age. Stunting is caused by poor feeding during pregnancy and toddlerhood, lack of maternal knowledge about health and nutrition, and limited access to nutritious food, poor sanitation, and unclean drinking water. Data from the Community Health Center in Sanga-Sanga on 2023 found that 50 houses on the banks of the river in Sarijaya Village do not have latrines, which can cause river pollution. This community service activity seeks to apply appropriate technology to overcome this problem in the form of making a Reapeated Processing Septictank. The long-term goal of the activity is to reduce river pollution to reduce the incidence of infection in children so as to reduce stunting rates. The method used is the manufacture of Repeated Processing Septictank as a hanging toilet in a house on stilts on the edge of the river to replace the common toilet. The results achieved from this activity are reduced stunting rates in Sarijaya Village and reduced river pollution.
PENINGKATAN PENGETAHUAN MENGENAI INFEKSI CACINGAN PADA IBU RUMAH TANGGA DI DESA PANDAK, BANYUMAS Septianawati, Paramita; Kusumawinakhyu, Titik; Maulana, Andi Muh.; Pratama, Tisna Sendy
Jurnal Pengabdian Masyarakat Medika Vol 4. No. 1, Maret 2024
Publisher : Universitas Muhamamdiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/jpmmedika.v4i1.3495

Abstract

ABSTRAK Infeksi kecacingan memiliki kemampuan hidup dalam usus masih merupakan masalah kesehatan. Penyakit helminthiasis usus ini dapat menimbulkan dampak buruk terutama anak-anak berupa gangguan tumbuh kembang. Penyakit parasit usus yang ada di daerah Banyumas dilaporkan pada usia anak sekolah dasar. Hal tersebut diperlukan pencegahan untuk mengurangi kejadian infeksi di daerah Banyumas. egiatan Pengabdian Masyarakat di lakukan di Desa Pandak, Kecamatan Sumpiuh, Kabupaten Banyumas, dengan memberikan sosialisasi pencegahan infeksi kecacingan. Tujuannya adalah untuk meningkatkan pengetahuan Masyarakat mengenai cara pencegahan infeksi kecacingan, sehingga dapat bermanfaat untuk dapat mengurangi kejadian infeksi cacingan terutama pada anak-anak. Metode yang dilakukan berupa memberikan materi mengenai cara penularan infeksi cacingan dan mencegah infeksi kecacingan terutama pada ibu rumah tangga. Kegiatan ini disertai dengan membikan pretes dan postes pada ibu Rumah tangga. asil dari kegiatan sosialisasi ini adalah terjadi peningkatan pengetahuan pada ibu rumah tangga mengenai cara pencegahan infeksi kecacingan. Harapannya dengan meningkatnya pengetahuan pada caregiver terutama ibu rumah tangga sehingga dapat terjadi penurunan infeksi kecacingan pada anak.   ABSTRACT Worm infections have the ability to live in the intestine and are still a health problem. Intestinal helminthiasis can have a negative impact, especially on children, in the form of growth and development disorders. Intestinal parasitic diseases in the Banyumas area are reported in elementary school children. This requires prevention to reduce the incidence of infection in the Banyumas area. Community Service activities were carried out in Pandak Village, Sumpiuh District, Banyumas Regency, by providing outreach on the prevention of worm infections. The aim is to increase public knowledge regarding how to prevent worm infections, so that it can be useful in reducing the incidence of worm infections, especially in children. The method used is to provide material regarding how to transmit worm infections and prevent worm infections, especially in housewives. This activity is accompanied by giving a pretest and posttest to housewives. The result of this socialization activity is an increase in knowledge among housewives regarding how to prevent worm infections. The hope is that by increasing the knowledge of caregivers, especially housewives, there can be a reduction in worm infections in children.

Page 1 of 1 | Total Record : 7