cover
Contact Name
Cahaya Rosyidan
Contact Email
cahayarosyidan@trisakti.ac.id
Phone
+6281916319569
Journal Mail Official
jurnal_petro@trisakti.ac.id
Editorial Address
Jurusan Teknik Perminyakan Fakultas Teknologi Kebumian dan Energi, Gedung D, Lt.4, Universitas Trisakti Jl. Kyai Tapa No. 1 Grogol, Jakarta 11440
Location
Kota adm. jakarta barat,
Dki jakarta
INDONESIA
Petro : Jurnal Ilmiah Teknik Perminyakan
Published by Universitas Trisakti
ISSN : 19070438     EISSN : 26147297     DOI : https://doi.org/10.25105/petro.v11i2.14060
The PETRO Journal is all about the upstream oil and downstream oil and gas industry. Upstream studies focus on production technology, drilling technology, petrophysics, reservoir study, and eor study. Downstream technology focuses on the oil process, managing surface equipment, geothermal, and economic forecast.
Articles 9 Documents
Search results for , issue "Vol. 14 No. 2 (2025): Juni 2025" : 9 Documents clear
OPTIMASI ELECTRIC SUBMERSIBLE PUMP BERDASARKAN DUA NILAI FLUID OVER PUMP PADA SUMUR PN-01 LAPANGAN PNW Suyanto, Nine Widiawati; Yasmaniar, Ghanima; Oetomo, R. Hari Karyadi
Petro : Jurnal Ilmiah Teknik Perminyakan Vol. 14 No. 2 (2025): Juni 2025
Publisher : Jurusan Teknik Perminyakan Fakultas Teknologi Kebumian dan Energi Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25105/petro.v14i2.17403

Abstract

Minyak bumi yang dihasilkan dari suatu sumur, pada awalnya diproduksi melalui semburan alam (natural flow) artinya minyak bumi keluar ke permukaan secara alamiah. Hal ini terjadi karena tekanan reservoir yang mendorong minyak bumi masih mampu untuk mengalirkan minyak secara alami. Sejalan dengan waktu produksi, tidak selamanya tekanan reservoir mampu untuk mendorong minyak keluar secara natural flow, karena tekanan reservoir semakin lama akan semakin menurun. Di saat tekanan reservoir mulai menurun, maka dibutuhkan bantuan pengangkatan buatan (Artificial Lift). Sumur PN-01 menggunakan artificial lift Electric Submersible Pump (ESP). Evaluasi kinerja pompa perlu dilakukan untuk mengetahui apakah pompa yang terpasang masih bekerja dengan baik atau tidak. Jika suatu pompa sudah tidak bekerja dengan baik, maka perlu dilakukannya optimasi. Dalam pengoptimasian pompa harus memperhatikan beberapa parameter salah satunya yaitu fluid over pump (FOP). Nilai FOP berpengaruh dalam pemilihan langkah pengoptimasian pompa yang akan dilakukan. Tujuan: untuk mengetahui langkah pengoptimasian yang tepat dari masing-masing nilai fluid over pump. Metodologi dan Hasil: untuk mengetahui produktivitas sumur, dihitung menggunakan Inflow Performance Relationship (IPR). Untuk sumur yang memiliki water cut yang besar menggunakan IPR Composite. selanjutnya dilakukan evaluasi untuk mengetahui nilai efisiensi pada pompa yang terpasang dan setelah mendapatkan nilai efisiensinya dilakukan optimasi pompa terpasang untuk mendapatkan hasil yang maksimal. Kesimpulan: Perbedaan nilai FOP mempengaruhi nilai laju alir optimasi, tekanan alir dasar sumur desain, dan langkah yang diambil dalam pengoptimasian electric submersible pump terpasang.
ANALISA PENENTUAN SATURASI AIR PADA SUMUR “JH” DENGAN MENGGUNAKANN METODE SIMANDOUX DAN WAXMAN: Indonesia Effendi, Novi Sari; Wijayanti, Puri; Oetomo, R. Hari K.
Petro : Jurnal Ilmiah Teknik Perminyakan Vol. 14 No. 2 (2025): Juni 2025
Publisher : Jurusan Teknik Perminyakan Fakultas Teknologi Kebumian dan Energi Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25105/petro.v14i2.19266

Abstract

Latar belakang: Minyak dan gas suatu sumber daya energi yang penting dan diperlukan oleh manusia. Data yang akurat juga diperlukan untuk menilai jumlah cadangan hidrokarbon yang belum diproduksi, dan informasi tersebut dapat diperoleh melalui kegiatan well logging. Kegiatan tersebut dilakukan untuk menentukan sifat petrofisik batuan. Beberapa data log yang penting untuk mengestimasi nilai cadangan hidrokarbon melibatkan informasi porositas dan saturasi air. Dalam analisis petrofisik, saturasi air menjadi faktor kunci dalam menentukan produktivitas suatu reservoir. Tujuan: Penelitian untuk menemukan metode yang benar dalam menentukan Saturasi Air (Sw) pada zona produktif, seperti zona J-01.menggunakan data logging dari satu sumur. Metodologi: Penelitian ini melibatkan interpretasi log baik secara kualitatif maupun kuantitatif. Penelitian berguna untuk memperoleh informasi lithologi formasi dan menetapkan kedalaman yang memiliki kandungan hidrokarbon serta menghitung hasil pada karakteristik batuannya. Hasil: Perhitungan saturasi air menggunakan dua metode yaitu metode Simandoux dan metode Waxman. Berdasarkan hasil perhitungan, nilai saturasi menggunakan metode Simandoux pada sumur JH sebesar 72%. Sementara itu, nilai saturasi dengan metode Waxman pada sumur JH sebesar adalah 36.16%.Kesimpulan: dari perhitungan menunjukkan bahwa metode perhitungan yang paling sesuai dengan data adalah metode Waxman.
ANALISIS EFEKTIVITAS PENAMBAHAN ADITIF POTATO STARCH SEBAGAI FLUID LOSS CONTROL AGENT PADA LUMPUR BERBAHAN DASAR AIR PADA TEMPERATUR 80°F DAN 200°F: Inodnesia Shanahan, Elian Duke; Yasmaniar, Ghanima; Husla, Ridha
Petro : Jurnal Ilmiah Teknik Perminyakan Vol. 14 No. 2 (2025): Juni 2025
Publisher : Jurusan Teknik Perminyakan Fakultas Teknologi Kebumian dan Energi Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25105/petro.v14i2.19268

Abstract

Kerusakan formasi menjadi salah satu permasalahan dalam kegiatan pemboran yang berhubungan dengan fluida pemboran atau lumpur pemboran. Salah satu permasalahan tersebut adalah filtration loss yang merupakan hilangnya sebagian atau seluruh filtrat atau fasa fluida dari lumpur ke dalam formasi sehingga dapat memicu penurunan produktivitas sebuah formasi produksi. Problema filtration loss dapat diminimalisir dengan menambahkan aditif berupa polimer untuk mencegahnya, namun polimer umumnya tidak ramah lingkungan dan tidak terjangkau karena memiliki harga yang cukup mahal. Oleh karena itu pada penelitian ini akan menggunakan aditif potato starch sebagai biopolimer yang ramah lingkungan dan ekonomis. Pembuatan potato starch dilakukan dengan mengupas, menghaluskan, mengeringkan, dan mengayak kentang yang diolah. Penambahan potato starch sebagai aditif fluid loss control agent dilakukan dengan penambahan massa 2, 4, 6, dan 8 gram dan diuji pada suhu 80°F dan 200°F. Pengujiannya dilakukan dengan menggunakan alat API Filter Press LPLT (Low Pressure Low Temperature). Dari penambahan ini diperoleh hasil bahwa penambahan massa potato starch berbanding lurus dengan penurunan filtration loss. Di mana untuk suhu 80°F nilai filtration loss semakin kecil, yaitu dari 22 ml (2 gr) hingga 12 ml (8 gr) dan untuk suhu 200°F menurun sebesar 9,2 ml dari 18,2 ml (2 gr) menjadi 9 ml (8 gr). Dari hasil ini potato starch terbukti ampuh untuk digunakan sebagai substitusi polimer selaku fluid loss control agent.
STUDI LABORATORIUM PENGARUH INJEKSI SURFAKTAN MES TERHADAP CRUDE OIL 39 0API DENGAN TEMPERATUR 60 0C Qashidi, Rafdi Arsyanto; Ridaliani, Onnie; Samsol
Petro : Jurnal Ilmiah Teknik Perminyakan Vol. 14 No. 2 (2025): Juni 2025
Publisher : Jurusan Teknik Perminyakan Fakultas Teknologi Kebumian dan Energi Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25105/petro.v14i2.19276

Abstract

Background: Petroleum is a very important natural resource in the world energy industry. However, the process of extracting oil from underground reservoirs often faces various problems, one of which is suboptimal oil recovery. Objective: To increase the efficiency and optimization of oil extraction results, much research has been carried out. Method: In developing methods with additional ingredients, such as surfactants. One group of surfactants that can be used in this process is Methyl Ester Sulfonate (MES) surfactants, where this stage includes the Enhanced Oil Recovery method. In this laboratory research, one surfactant solution was used, namely MES Surfactant with varying concentrations of 5, 6 and 7% with a salinity of 12,000 ppm. This research aims to see how effective MES surfactant is in chemical injection. MES surfactant injection is carried out to increase oil production in the reservoir. In this research, there are various stages for MES surfactant to be declared effective in oil sweeping, including a compatibility test, density test, phase behavior test, interfacial tension test, and core flooding test. The use of surfactant to reduce interfacial tension so that an ift test is carried out. The aim of density measurements is to determine the density of the MES surfactant solution. Test the phase behavior to determine how stable the MES solution is. Results: The IFT (interfacial tension) results of the MES surfactant solution were determined from the results of the stable phase behavior test because this is the critical micelle concentration (CMC) point so that it can properly reduce the interfacial tension between oil and formation water in the reservoir. The interfacial tension value was obtained at 4 dyne/cm. The core used is sandstone which has known core dimensions, bulk volume, pore volume, porosity and permeability. At oil saturation, crude oil is injected to determine how much Original Oil is in Place. after that the core flooding process to determine the recovery factor. Conclusion: In core flooding, the solution used has reached the CMC point with a MES surfactant recovery factor with a concentration of 6% at the CMC point with a recovery factor of 19.44% for surfactant injection and an RF value for water injection or waterflooding of 41.67%.
EVALUASI DAN OPTIMASI SUCKER ROD PUMP (SRP) SUMUR-Z, SUMUR-F, DAN SUMUR-M LAPANGAN NAWASENA PT. PERTAMINA HULU ROKAN. Astuti, Weny; Mardiani, Zhilda Fiqi
Petro : Jurnal Ilmiah Teknik Perminyakan Vol. 14 No. 2 (2025): Juni 2025
Publisher : Jurusan Teknik Perminyakan Fakultas Teknologi Kebumian dan Energi Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25105/petro.v14i2.20668

Abstract

Penelitian ini mendiskusikan tentang optimasi sumur menggunakan artificial lift sucker rod pump. Penelitian ini bertujuan untuk menilai kinerja sucker rod pump (SRP) pada sumur-Z, sumur-F, dan sumur-M dan melakukan optimasi pada sumur-Z, sumur-F, dan sumur-M melalui cara melakukan design ulang dengan mengubah parameter sederhana dalam sucker rod pump (SRP) seperti kecepatan pompa, panjang langkah, dan ukuran plunger. Metodologi yang digunakan yaitu dengan melakukan pengumpulan data – data penelitian dari perusahaan dan dilakukan perhitungan manual menggunakan software excel, mengevaluasi berdasarkan efesiensi volumetris, optimasi pada pompa terpasang, dan menganalisa nilai keekonomian pada ketiga sumur. Hasil penelitian ini adalah berupa evaluasi kinerja sucker rod pump existing masih kurang dari 70% yang artinya sumur belum efesien sehingga perlu dilakukan perhitungan ulang untuk mengoptimasikan kinerja sumur tersebut. Target laju produksi yang diinginkan yaitu 70% - 80% dari laju maksimum yang dihasilkan dari kurva Inflow Performance Relantionship (IPR) ketiga sumur yang telah ditentukan. Kemudian menghitung nilai keekonomian pada sumur-Z, sumur-F, dan sumur-M berdasarkan kenaikkan laju produksi yang didapatkan setelah dilakukan optimasi dengan cost yang dikeluarkan. Sehingga mendapatkan nilai profit dari setiap sumur serta menentukan nilai production cost/barrel yang dibutuhkan pada Sumur – Z, Sumur – F, dan Sumur – M.
MENENTUKAN ZONA HIDROKARBON DENGAN PARAMETER MUD LOGGING UNIT SUMUR “A” LAPANGAN “L” Prastio, Eko; Pinandita, Aulia Huda
Petro : Jurnal Ilmiah Teknik Perminyakan Vol. 14 No. 2 (2025): Juni 2025
Publisher : Jurusan Teknik Perminyakan Fakultas Teknologi Kebumian dan Energi Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25105/petro.v14i2.21150

Abstract

Mud logging adalah kegiatan mendeteksi, mensirkulasikan dan memantau perpindahan mud dan cutting pada sumur selama pemboran berlangsung untuk menentukan potensi minyak dan gas. Gas Chromatograph merupakan salah satu gas detektor yang digunakan sebagai pendeteksi terkandungnya gas hidrokarbon C1 – C5 pada lumpur pemboran. Kenampakan hidrokarbon melalui gas chromatograph ini dapat dimasukan kedalam penghitungan untuk mendapatkan gas wetness ratio, liquid to heavy ratio, dan oil characteristic qualifier yang digunakan untuk mengidentifikasi dan interpretasi zona hidrokarbon dengan korelasi dengan parameter mud logging unit yang lain seperti ROP, WOB, total gas detektor, dan cutting analysis. Dari data drilling break, kenaikan total gas detektor, cutting Analysis, dan gas chromatograph, didapat hasil penghitungan 2 zona hidrokarbon pada kedalaman 1527-1535 m dengan dominan batu Sandstone dengan nilai GWR 0,5 - 17,5 mengindikasikam mengandung gas,dan 2113-2136 formasi sandstone dengan  nilai GWR kisaran 17,5 – 40 pada zona kedua yang mengindikasikan  mengandung minyak dengan LHR yang lebih rendah dari GWR
INTERPRETASI CASED HOLE LOG UNTUK MENENTUKAN REMAINING OIL SATURATION DAN INTERVAL PERFORASI PADA SUMUR R SUKOWATI FIELD Ramadhan, Mukhammad Rizqi; Abror, Hadziqul; Laksmita Sari, Riska
Petro : Jurnal Ilmiah Teknik Perminyakan Vol. 14 No. 2 (2025): Juni 2025
Publisher : Jurusan Teknik Perminyakan Fakultas Teknologi Kebumian dan Energi Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25105/petro.v14i2.22172

Abstract

Well R, a directional well with a depth of 8900 ft, has experienced significant production decline since its initial output of 2875 BOPD in 2011, now producing only 21 BOPD. This study aims to determine the remaining oil saturation and identify the optimal perforation intervals for Well R in Sukowati Field. Located in the East Java Basin, Sukowati Field has carbonate formations with potential as hydrocarbon reservoirs. The study utilized both open hole log and cased hole log data, particularly focusing on Carbon-Oxygen Log (C/O Log) analysis within a depth interval of 8100-8360 ft, to evaluate hydrocarbon potential in cased formations. The initial open hole log analysis identified productive zones through gamma ray, resistivity, and porosity logs. The cased hole log interpretation confirmed potential hydrocarbon layers, specifically between 8200-8300 ft, with an oil saturation of approximately 40%. Based on the findings, a new perforation interval is recommended between 8255-8285 ft to increase hydrocarbon flow, enhancing oil recovery from Well R. This research offers insights into optimizing oil production through advanced well-logging techniques in matured fields.
ANALISIS CADANGAN MINYAK PADA LAPANGAN Z MENGGUNAKAN METODE MATERIAL BALANCE DENGAN SOFTWARE IPM-MBAL Mano, Irene Nabila; Ristawati, Arinda; Yulia, Prayang Sunny; Fathaddin, Muhammad Taufiq; Pramadika, Havidh
Petro : Jurnal Ilmiah Teknik Perminyakan Vol. 14 No. 2 (2025): Juni 2025
Publisher : Jurusan Teknik Perminyakan Fakultas Teknologi Kebumian dan Energi Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25105/petro.v14i2.22602

Abstract

Penelitian ini menggunakan metode material balance dengan software IPM-MBAL untuk mengestimasi cadangan minyak di Lapangan Z secara akurat dan tepat. Penelitian bertujuan menghitung Original Oil in Place (OOIP), mengidentifikasi mekanisme penggerak reservoir, serta menentukan Remaining Reserves (RR), Estimated Ultimate Recovery (EUR), dan Recovery Factor (RF). Langkah ini penting mengingat meningkatnya kebutuhan energi dan menurunnya produksi dari sumur tua. Metode material balance dilakukan dengan menganalisis data tekanan reservoir, produksi kumulatif minyak dan air, serta parameter PVT dari 19 sumur aktif. Analisis menggunakan software IPM-MBAL melalui proses PVT matching untuk mendapatkan parameter fluida akurat dan history matching untuk mengestimasi OOIP serta mekanisme penggerak reservoir. Maka hasil penelitian menunjukkan nilai OOIP sebesar 47,9 MMSTB, dengan deviasi kurang dari 5% dibandingkan estimasi volumetrik sebelumnya sebesar 45,7 MMSTB. Mekanisme penggerak utama yang teridentifikasi adalah water drive, berdasarkan analisis energi reservoir dan metode Ganesh Thakur. Selain itu, Recovery Factor (RF) tercatat sebesar 42%, dan Remaining Reserves (RR) dihitung mencapai 1,38 MMSTB. Kesimpulannya yaitu metode material balance berbasis IPM-MBAL memberikan hasil estimasi yang akurat. Penelitian ini berkontribusi pada pengelolaan reservoir yang lebih efektif serta pengambilan keputusan strategis dalam pengembangan lapangan. Pemahaman yang lebih baik tentang cadangan minyak dan mekanisme penggerak reservoir mendukung efisiensi pengelolaan sumber daya hidrokarbon secara berkelanjutan. 
ANALISA TEKANAN PORI BAWAH PERMUKAAN PADA SUMUR “X” LAPANGAN “Y” Hasbullah, Andrea; Febiyora Chandra Kirana; Risnaliyah Nuriil Tadersi; Hari Wiki Utama; Herdiana Prasetyaningrum
Petro : Jurnal Ilmiah Teknik Perminyakan Vol. 14 No. 2 (2025): Juni 2025
Publisher : Jurusan Teknik Perminyakan Fakultas Teknologi Kebumian dan Energi Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25105/petro.v14i2.22636

Abstract

Pemboran merupakan kegiatan yang memiliki tingkat resiko dan biaya yang tinggi dimana dibutuhkan perencanaan yang matang untuk memperoleh keberhasilan pada kegiatan ini. Salah satu hal yang paling penting dalam kegiatan pemboran ini adalah penentuan tekanan pori yang menjadi fundamental mencegah terjadi nya masalah dalam pemboran seperti underpressure & overpressure yang mana sangat vital dalam mempengaruhi keselamatan dan efisiensi operasi pengeboran. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pada kedalaman berapa overpressure dan underpresure terjadi dengan menggunakan data wireline log, data tes tekanan, data mud log dan final well report. Metode Eaton digunakan untuk menentukan nilai tekanan pori dengan menggunakan data wireline logging seperti data log sonik, densitas dan resistivitas. Berdasarkan hasil penelitian ini  didapati peningkatan nilai tekanan pori yang lebih besar dari tekanan normal hidrostatis pada kedalaman 1580, 8 m – 1740,4 m dan 2097 m – 2605 m yang diakibatkan oleh formasi yang didominasi oleh batuan lempung yang bersifat impermeable sehingga meningkatkan tekanan pori bawah permukaan atau disebut juga sebagai overpressure. Selain itu terjadi penurunan nilai tekanan pori yang lebih kecil dari tekanan normal hidrostatis pada kedalaman 1778,4 – 2052 m yang diindikasikan sebagai underpressure. Penyebab hal ini diakibatkan oleh formasi yag didominasi oleh batuan lempung dan pengaruh salinitas dan perubahan dari flow regime akibat pengaruh tektonik.

Page 1 of 1 | Total Record : 9