cover
Contact Name
Iwan Kurniawan
Contact Email
iwan.kurniawan@poltek.stialanbandung.ac.id
Phone
+6285280770539
Journal Mail Official
iwan.kurniawan@poltek.stialanbandung.ac.id
Editorial Address
STIA LAN Bandung JL. Cimandiri No. 34-38, Citarum, Bandung Wetan, Kota Bandung, Jawa Barat 40115
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Media Administrasi Terapan
ISSN : 27471322     EISSN : 29875269     DOI : 10.31113/jmat.v3i1.16
Jurnal Media Administrasi Terapan is a scientific journal issued by managed by Polytechnic of STIA LAN Bandung. Jurnal Media Administrasi Terapan is published regularly twice a year in may and September. This journal focuses on disseminating problems and issues in public administration and public policy. Published journal article of Jurnal Media Administrasi Terapan covers areas, including: Public sector human resource management; Public sector organization; Public sector management; Public sector innovation; Public service; Public policy; Decentralization and Local government; and Governance.
Articles 94 Documents
PENGEMBANGAN PARIWISATA BERBASIS COLLABORATIVE GOVERNANCE DI KAWASAN WADUK JATIGEDE Rima Yudiawantini; M Nur Afandi
Jurnal Media Administrasi Terapan Vol. 6 No. 2 (2026): Vol. 6, No. 2, Juni 2026
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Administrasi Lembaga Administrasi Negara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31113/jmat.v6i2.125

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk merumuskan model pengembangan pariwisata Waduk Jatigede di Kabupaten Sumedang melalui pendekatan Collaborative Governance yang dikemukakan oleh Ansell dan Gash (2007), serta dianalisis menggunakan metode Soft System Methodology (SSM) dengan alat bantu CATWOE. Kawasan Menara Kujang Sapasang sebagai bagian dari destinasi pariwisata unggulan di Waduk Jatigede menunjukkan potensi besar namun belum dikelola secara optimal karena rendahnya kolaborasi lintas sektor, keterlibatan masyarakat yang terbatas, minimnya branding, serta keterbatasan infrastruktur. Teori Collaborative Governance digunakan untuk mengidentifikasi lima variabel utama dalam proses kolaboratif, yaitu kondisi awal, desain kelembagaan, kepemimpinan, proses kolaboratif, dan hasil. Setiap variabel dianalisis dengan elemen-elemen CATWOE untuk mengidentifikasi aktor, kepentingan, proses transformasi, dan kendala lingkungan yang mempengaruhi pengembangan pariwisata. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keberhasilan pengembangan pariwisata di Waduk Jatigede sangat bergantung pada kepemimpinan fasilitatif, keterlibatan seluruh pemangku kepentingan, komitmen bersama, serta desain kelembagaan yang transparan dan inklusif. Model yang dihasilkan memberikan rekomendasi strategi kolaboratif yang dapat diimplementasikan oleh Pemerintah Daerah Kabupaten Sumedang bersama stakeholder lainnya untuk menciptakan tata kelola pariwisata yang berkelanjutan dan berdampak langsung pada peningkatan kesejahteraan masyarakat lokal.
STRATEGI PENGAMALAN TIGA PILAR BUDAYA CIANJUR “NGAOS, MAMAOS, MAENPO” DI KABUPATEN CIANJUR Irdan Muhammad Ramdhan; Edah Jubaedah; Septiana Dwi Putrianti
Jurnal Media Administrasi Terapan Vol. 6 No. 2 (2026): Vol. 6, No. 2, Juni 2026
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Administrasi Lembaga Administrasi Negara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31113/jmat.v6i2.127

Abstract

Budaya merupakan refleksi perilaku nyata masyarakat yang terwujud dalam hasil cipta, rasa, dan karsa yang dapat dikenali oleh pancaindra maupun rasionalitas. Penelitian ini mengangkat permasalahan utama mengenai tantangan pelestarian Tiga Pilar Budaya Cianjur, yaitu Ngaos, Mamaos, dan Maenpo, di tengah arus modernisasi dan kemajuan teknologi yang berpotensi mengikis nilai-nilai kearifan lokal. Tujuan penelitian adalah mengidentifikasi faktor-faktor penghambat serta merumuskan strategi penguatan pengamalan Tiga Pilar Budaya di Kabupaten Cianjur. Metode yang digunakan adalah etnografi dengan pendekatan kualitatif berparadigma postpositivisme, melalui teknik observasi partisipatif, wawancara, dokumentasi, dan studi literatur. Hasil penelitian menunjukkan lemahnya regenerasi, rendahnya minat generasi muda, keterbatasan SDM pengajar Maenpo, serta kurangnya pemahaman nilai filosofis, seni, dan kesehatan yang terkandung dalam tradisi tersebut. Dari sisi kebijakan, meski terdapat payung hukum berupa Peraturan Bupati Nomor 10 Tahun 2020, implementasi belum didukung instrumen operasional yang rinci dan sistematis. Rekomendasi penelitian menekankan perlunya pemerintah daerah dan DPRD menyusun kembali strategi pemajuan berbasis anggaran dengan mekanisme check and balance, meningkatkan kualitas SDM kebudayaan, memasukkan muatan lokal ke dalam kurikulum sekolah dan pesantren, mengembangkan budaya sebagai basis ekonomi inklusif, hingga merumuskan Rencana Aksi Daerah sebagai turunan Perda. Simpulan penelitian menegaskan bahwa penguatan Tiga Pilar Budaya Cianjur memerlukan kebijakan taktis, kolaboratif, dan terintegrasi dalam pembangunan daerah.
INOVASI PELAYANAN ADMINISTRASI PUBLIK DI KANTOR KECAMATAN MEKAR BARU KABUPATEN TANGERANG: MENUJU BIROKRASI YANG LEBIH RESPONSIF Siti Saraswati Dewi; Ade Helamila Pertiwi; Verry Mardiyanto
Jurnal Media Administrasi Terapan Vol. 6 No. 2 (2026): Vol. 6, No. 2, Juni 2026
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Administrasi Lembaga Administrasi Negara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31113/jmat.v6i2.128

Abstract

Pelayanan administrasi publik merupakan aspek penting dalam penyelenggaraan pemerintahan yang berhubungan langsung dengan masyarakat. Kecamatan sebagai unit pemerintahan terdepan memiliki peran strategis dalam memastikan tercapainya pelayanan efektif, efisien, dan responsif. Penelitian berfokus pada inovasi pelayanan administrasi publik di Kecamatan Mekar Baru, Kabupaten Tangerang, yang diarahkan untuk mewujudkan birokrasi yang adaptif terhadap kebutuhan masyarakat. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif melalui observasi secara langsung dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Kecamatan Mekar Baru telah melakukan sejumlah inovasi, di antaranya pemanfaatan teknologi informasi dalam pelayanan administrasi, peningkatan kompetensi aparatur, serta penerapan sistem layanan yang lebih sederhana dan transparan. Inovasi tersebut mampu mempercepat proses administrasi, mengurangi potensi praktik maladministrasi, serta meningkatkan kepuasan masyarakat terhadap pelayanan publik. Meskipun demikian, terdapat berbagai tantangan yang dihadapi, seperti keterbatasan sumber daya manusia, sarana prasarana yang belum optimal, serta resistensi terhadap perubahan dari sebagian aparatur maupun masyarakat. Faktor dukungan dari pemerintah daerah, partisipasi masyarakat, dan kemajuan teknologi menjadi kunci keberhasilan inovasi pelayanan administrasi di wilayah ini. Dengan demikian, inovasi pelayanan administrasi publik di Kecamatan Mekar Baru berkontribusi pada terwujudnya birokrasi yang lebih responsif dan profesional. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi rujukan bagi pemerintah daerah dalam memperkuat implementasi reformasi birokrasi serta mendorong pelayanan publik yang berorientasi pada kepuasan masyarakat.
HUBUNGAN INDUSTRIAL DALAM PELAKSANAAN PROYEK INFRASTRUKTUR DI DINAS PEKERJAAN UMUM DAN TATA RUANG KOTA SUKABUMI Mohammad Sahid
Jurnal Media Administrasi Terapan Vol. 6 No. 2 (2026): Vol. 6, No. 2, Juni 2026
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Administrasi Lembaga Administrasi Negara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31113/jmat.v6i2.134

Abstract

Pembangunan infrastruktur di Kota Sukabumi melibatkan hubungan kerja kompleks antara Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPUTR) sebagai pemberi kerja, kontraktor sebagai pelaksana proyek, dan pekerja lapangan sebagai tenaga pelaksana teknis. Hubungan tripartit ini membentuk sistem hubungan industrial yang menentukan keberhasilan proyek. Penelitian ini bertujuan menganalisis pola hubungan industrial, mengidentifikasi permasalahan yang muncul, serta merumuskan strategi harmonisasi hubungan kerja dalam pelaksanaan proyek infrastruktur. Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif melalui observasi lapangan, wawancara semi-terstruktur dengan pemangku kepentingan, dan studi dokumentasi proyek tahun 2023-2024. Hasil penelitian menunjukkan bahwa koordinasi administratif antara Dinas dan kontraktor berjalan relatif baik, namun hubungan kontraktor-pekerja menghadapi kendala seperti keterlambatan pembayaran upah, minimnya perjanjian kerja tertulis, dan inkonsistensi penerapan K3. Proyek dengan mekanisme komunikasi bipartit dan transparansi pembayaran menunjukkan tingkat keberhasilan lebih tinggi. Penelitian menyimpulkan bahwa pendekatan pluralis dalam teori hubungan industrial paling relevan diterapkan, dengan penguatan peran Dinas sebagai fasilitator hubungan industrial, bukan sekadar pengawas teknis.

Page 10 of 10 | Total Record : 94