cover
Contact Name
Mohammad Syaikhul Ulum
Contact Email
ulum2014@gmail.com
Phone
+6282257501449
Journal Mail Official
ulum2014@gmail.com
Editorial Address
Direktorat Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Muhammadiyah Malang Jl. Tlogomas 246 Malang
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Dedikasi
ISSN : 16933214     EISSN : 27210111     DOI : 10.22219
Dedikasi adalah jurnal Pengabdian kepada Masyarakat yang diterbitkan oleh Direktorat Penelitian Dan Pengabdian Kepada Masyarakat (DPPM) Universitas MUhammadiyah Malang. Jurnal dengan tulisan ilmiah populer ini dimaksudkan sebagai media informasi, komunikasi dan sosialisasi hasil-hasil pengabdian masyarakat sivitas akademika Universitas Muhammadiyah Malang dan pihak lain. Redaksi menerima tulisan yang berkaitan dengan hasil-hasil pengabdian kepada masyarakat, ide-ide yang berkaitan dengan itu, bersifat interdisipliner atau ide-ide kreatif lainnya yang bersifat konstruktif.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 493 Documents
IbM INDUSTRI RUMAH TANGGA RENGGINANG KETAN DI DESA LINGKUP KECAMATAN SUMBER PUCUNG KABUPATEN MALANG Indah Dwi Mumpuni; Weda Dewa Adistianaya Dewa; Dinny Wahyu Widarti
Jurnal Dedikasi Vol. 14 (2017): Mei
Publisher : Direktorat Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/dedikasi.v14i0.4295

Abstract

IbM INDUSTRI RUMAH TANGGA RENGGINANG KETANDI DESA LINGKUP KECAMATAN SUMBER PUCUNGKABUPATEN MALANGIndah Dwi Mumpuni1, Weda Dewa Adistianaya Dewa2, Dinny Wahyu Widarti31,2,3STMIK PPKIA Pradnya Paramita Malang Alamat: Jl. Laksda Adi Sucipto No. 249A MalangE-mail:1)indahstimata@yahoo.com, 2)wedadewa25@gmail.com, 3)dinnywidarti@stimata.ac.idABSTRAKDaerah pedesaan di lingkup Kecamatan Sumberpucung memiliki topografi seluruh wilayahnya adalah dataran sehingga sebagian besar penduduk pedesaan bermata pencaharian petani dan hasil penduduk sebagian besar adalah hasil pertanian khususnya padi. Salah satu jenis padi yang banyak dihasilkan adalah jenis padi ketan. Desa Senggreng dan Sambigede merupakan dua desa yang bersebelahan dan keduanya memiliki kemiripan dari sisi iklim dan geografis, untuk itu kedua desa ini juga memiliki kemiripan dari sisi penghasilan daerah. Penghasilan terbesar dua desa ini adalah padi, diantaranya padi ketan. Sebagian besar hasil panen dijual ke tengkulak, sebagian yang lain diolah dan dijual sendiri. Dengan melimpahnya hasil panen membuat penduduk lebih kreatif membuat produk olahan dari hasil panen ketan, salah satu produk olahan ketan yang dirintis adalah rengginang ketan yang didirikan oleh Industri Rumah Tangga (IRT). Sedangkan target khusus yang dicapai adalah rengginang ketan yang berkualitas, dalam kapasitas besar dengan segmentasi pasar yang luas. Tindakan yang dilakukan adalah membuat alat mesin pengering rengginang sehingga proses produksi dapat lebih lancar tidak tergantung cuaca, lebih efektif dan lebih menguntungkan, melakukan pendampingan proses produksi, yakni dengan (1) melakukan pengeringan dengan alat pengering dan mengembangkan variasi produk menjadi produk siap makan, (2) melakukan penataan terhadap manajemen pembagian tugas dan membuatkan aplikasi keuangan sederhana, dan (3) membangun media pemasaran produk menggunakan teknologi internet. Hasil yang dicapai adalah alat mesin pengering rengginang yang dapat membantu proses produksi, produk rengginang dengan variasi produk mentah dan matang dengan segmentasi pasar yang lebih luas, sistem pembagian tugas yang jelas dan pengelolaan keuangan yang lebih baik.Keywords: Bambu, Nilai Estetika, Nilai Ekonomi, Pemanasan Global, Diversifikasi Produk, Inovasi,Kreativitas
IbM IMPLEMENTASI TEKNOLOGI PENGOLAHANDAN PEMASARAN HASIL BUDIDAYA “CACING TANAH” ORGANIK JuliAstutik .; Sri Samsundari; Su’adah .; Zaenal Abidin
Jurnal Dedikasi Vol. 14 (2017): Mei
Publisher : Direktorat Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/dedikasi.v14i0.4296

Abstract

IbM IMPLEMENTASI TEKNOLOGI PENGOLAHANDAN PEMASARAN HASIL BUDIDAYA “CACING TANAH” ORGANIKJuliAstutik1, Sri samsundari2, Su’adah3, Zaenal Abidin41,3,4 Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Muhamamdiyah Malang2 Fakultas Pertania dan peternakan (FPP) Universitas Muhammadiyah MalangE-mail : 1)astutikjuli77@gmail.com, 2)srisamsundari@umm.ac.id, 3)Suadah-suadah@yahoo.com, 4)zenn_2112@yahoo.comABSTRAKBudidaya cacing tanah “organik” merupakan salah satu alternatif perluasan lapangan kerja bagi masyarakat, khususnya masyarakat di pedesaan, mengingat ketersediaan lahan dan media yang sangat memadai, serta tekhnis budidaya yang tidak terlalu menyulitkan para peternak.Hasil dari budidaya cacing “organik” tersebut memiliki nilai komoditi eksport yang tinggi, mengingat akan kebaikan manfaat dari cacing itu sendiri. Program Iptek bagi Masyarakat tersebut dilakukan dengan kerjasama dengan 2 mitra peternakan cacing tanah “ Sido Mukti organik” dan KPCL Plaosan. Masalah yang dihadapi oleh kedua mitra ini adalah : Pengelolan usaha dan pemasaran hasil budidaya ternak cacing tanah yang masih tradisional. Solusi yang dilakukan adalah melakukan penyuluhan, pelatihan dan pendampingan berkaitan dengan pengolahan hasil ternak, dengan fokus pada : 1). Proses menghaluskan menjadi tepung dengan hasil yang berkualitas dan hibah peralatan mesin (glinder) dari Tim pelaksana IbM, 2) Pembuatan pupuk organik dari kotoran cacing kascing, 3) Manejemen tertib administrasi dan pembukuan, serta 4) pembuatan web untuk pemasaran online. Hasil implementasi program IbM ini adalah kelompok binaan dapat : 1) Mengelola usaha dengan mengoperasionalaisasikan alat modern (milik sendiri dari hibah Tim IbM ) baik pada proses pengeringan maupun penghalusan menjadi tepung 2) Memiliki keterampilan membuat pupuk organik dari kotoran cacing tanah (kascing), 3) Membuat catatan/administrasi dan pembukuan dan 4) Memiliki web sendiri yang dapat dijadikan sarana pemasaran via online.Kata kunci : Implementasi, Tehnologi, Budidaya, Cacing Tanah Organik,Pengelolaan Usaha, Pemasaran Online
Peningkatan Usaha Krupuk Amplang Di Desa Kertasada Kecamatan Kalianget Kabupaten Sumenep Mahmud Yunus; Jauharul Maknunah; Sujito .
Jurnal Dedikasi Vol. 14 (2017): Mei
Publisher : Direktorat Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/dedikasi.v14i0.4297

Abstract

Peningkatan Usaha Krupuk Amplang Di Desa Kertasada Kecamatan Kalianget Kabupaten SumenepMahmud Yunus1, Jauharul Maknunah2, Sujito31,2,3)STMIK PPKIA Pradnya Paramita Malang1)myoenoes@gmail.com, 2)Jauharul@stimata.ac.id, 3)sujito@stimata.ac.idABSTRAKSektor kelautan merupakan salah satu program unggulan Pemerintah saat ini. Program kelautan dimanfaatkan oleh masyarakat Desa Kertasada Kecamatan Kalianget Kabupaten Sumenep dengan memanfaatkan ikan hasil tangkapan nelayan setempat menjadi olahan makanan ringan krupuk amplang. Kendala yang dialami oleh mitra usaha pengerajin krupuk amplang adalah;(1) jumlah produksi yang belum optimal, karena alat produksi dan penyimpanan bahan baku yang belum memadai; (2) proses penghalusan ikan menjadi salah satu penyebab lamanya proses produksi;(3) penjualan produk dalam jumlah besar masih dikemas dalam tas kresek sehingga kesannya kurang menarik; dan (4) pemasaran produk masih terbatas didaerah setempat sehingga pendapatan yang diperoleh belum stabil. Berdasarkan permasalahan tersebut, program IPTEKS bagi Masyrakat (IbM) ini ditujukan untuk peningkatan usaha para pengrajin krupuk amplang yang berada di Desa Kertasada Kecamatan Kalianget Kabupaten Sumenep, melalui beberapa program kegiatan yang meliputi; (1) pelatihan penggunaan mesin penggiling ikan untuk menghaluskan daging ikan, (2) pengemasan dengan menggunakan karton tebal berlabel untuk pembelian minimal 1Kg. Supaya lebih menarik untuk oleh-oleh; (3) perluasan pemasaran melalui media internet, dan (4) pelatihan manajemen keuangan untuk meningkatkan modal dari hasil usaha yang dijalankan. Adanya peningkatan omzet dan laba hasil penjualan produk rata-rata per bulan yang diperoleh mitra usaha sebesar 70,32% dan 59,75%.Kata Kunci : Peningkatan Usaha, Pelatihan, Krupuk Amplang tivitas
IbM SISTEM INFORMASI BAGI KOPERASI WANITA DI KABUPATEN TULUNGAGUNG Maskur .; Eko Budi Cahyono
Jurnal Dedikasi Vol. 14 (2017): Mei
Publisher : Direktorat Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/dedikasi.v14i0.4298

Abstract

IbM SISTEM INFORMASI BAGI KOPERASI WANITA DI KABUPATEN TULUNGAGUNGMaskur1 & Eko Budi Cahyono21,2Jurusan Teknik Informatika, Fakultas Teknik, Universitas Muhammadiyah MalangEmail: 1)maskur.informatika@gmail.comABSTRAKPerkembangan teknologi saat ini menuntut sumber daya manusia untuk dapat mengikuti pemanfaatan teknologi. Salah satu perkembangan teknologi yang cukup banyak dimanfaatkan adalah sistem informasi. Sistem informasi adalah suatu sistem didalam suatu organisasi yang mempertemukan kebutuhan pengolahan transaksi harian, mendukung operasi, bersifat manajerial dan kegiatan strategi dari suatu organisasi dan menyediakan pihak luar tertentu dengan laporan-laporan yang diperlukan. Koperasi dalam hal ini merupakan salah satu badan usaha yang harus bisa beradaptasi dengan perkembangan teknologi tersebut. Koperasi Wanita Miftahul Jannah dan Koperasi Wanita Rahayu Lestari saat ini masih menggunakan sistem simpan pinjam secara manual, sehingga kemungkinan kesalahan data masih cukup besar dan pelayanan terhadap anggota memakan waktu yang relatif lama. Keterbatasan sumber daya manusia dalam mengoperasikan sebuah sistem akan dapat ditangani dengan mengadakan pelatihan. Tujuan dari IbM ini adalah untuk memudahkan pengurus koperasi dalam mengelola koperasi wanita dan meningkatkan pelayanan terhadap anggota. Pembangunan sistem informasi koperasi ini menggunakan metode RAD (Rapid Application Development), Metode Ceramah dan Metode Pelatihan. Metode RAD digunakan untuk proses pembentukan sistem informasi, metode RAD merupakan pengembangan sistem yang mengutamakan kecepatan pengembangan melalui keterlibatan user atau pengguna dalam penggunaan suatu rangkaian sistem sehingga kemungkinan kesalahan sistem dapat di minimalisir, Metode Ceramah dan Pelatihan digunakan untuk memberikan penjelasan kepada pengurus koperasi tentang bagaimana mengoperasikan sistem, dengan demikian sumber daya manusia dapat terlatih untuk dapat menggunakan pemanfaatan teknologi. Hasil pelatihan program menunjukkan bahwa pengurus koperasi wanita dapat mengoperasikan sistem informasi koperasi dengan baik. Perlu disosialisasikan penerapan sistem informasi koperasi kepada anggota. Kata Kunci : Koperasi Wanita, Pelayanan, Pelatihan, Anggota, Pengabdian.
PEMBERDAYAAN KELOMPOK SENIMAN BARONGSAI-LION KOTA DAN KABUPATEN MALANG (IbM) Nanik Suratmi
Jurnal Dedikasi Vol. 14 (2017): Mei
Publisher : Direktorat Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/dedikasi.v14i0.4299

Abstract

PEMBERDAYAAN KELOMPOK SENIMAN BARONGSAI-LION KOTA DAN KABUPATEN MALANG (IbM)Nanik SuratmiUniversitas Kanjuruhan MalangE-mail: naniunikama@gmail.comABSTRAKSasana Barongsai-Lion “Naga Langit” di Desa Karang Besuki Kota Malang dan “Putra Naga” di Desa Karang Widoro Kab. Malang merupakan 2 sasana tempat karang taruna melestarikan budaya seni Barongsai-Lion. Mitra juga mempunyai keterampilan membuat Barongsai-Lion untuk kelengkapan pentas. Sayangnya, pesanan produk jarang terjadi dan pentas seni Barongsai-Lion hanya pada acara-acara hari besar Tionghoa. Kondisi inilah yang menjadi penyebab awal punahnya kesenian elok ini, dikarenakan banyak anggota mencari nafkah di daerah lain menjadi kuli bangunan dsb. Hasil wawancara dan observasi awal mengerucut pada permasalahan mitra yaitu: produk dan kewirausahaan. Sehingga target pengabdian ini adalah: 1) tersedianya peralatan produksi Barongsai-Lion bentuk mini dan souvernir / asesoris; 2) terjadinya peningkatan keterampilan mitra dalam memodifikasi model, desain, motif dan paduan warna 3 dimensi pada produk yang dihasilkan sesuai tuntutan pasar; 3) bertambahnya pengetahuan dan keterampilan mitra dalam pemasaran.dan mengelola keuangan. Terdapat 4 tahapan untuk mencapai target, yaitu penyuluhan; pelatihan; uji coba produk dan pemasaran; pendampingan kaji tindak selama 3 bulan. Evaluasi dilakukan pada setiap tahapan program dengan wawancara, daftar hadir pada setiap program, angket dan tes. Hasil dari pelaksanaan pengabdian selama 4 bulan ini adalah semua anggota dari 2 sasana Barongsai-Lion dapat diberdayakan semua, dan mereka kembali menekuni seni barongsai-Lion. Luaran dari program pemberdayaan ini adalah: 1) Produk Barongsai-Lion mini (mainan anak-anak) dan souvernir dalam bentuk tiga dimensi; 2) Peralatan Produksi (buatan sendiri); 3) Makalah yang diseminarkan; 4) TTG; 5) Jurnal Ilmiah ’Dedikasi-UMM’ , 6) Hal paten ; dan 7) posterKata Kunci : Barongsai-Lion; kewirausahaan; pemasaran on-line.
PEMBANGUNAN DAN PELATIHAN PENGELOLAAN WEBSITE UNTUK MENDUKUNG PROMOSI KAMPUNG WIRAUSAHA (E-LUN) KELURAHAN SISIR KOTA BATU Nur Hayatin; Dini Kurniawati; Evi D. Wahyuni
Jurnal Dedikasi Vol. 14 (2017): Mei
Publisher : Direktorat Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/dedikasi.v14i0.4300

Abstract

PEMBANGUNAN DAN PELATIHAN PENGELOLAAN WEBSITE UNTUK MENDUKUNG PROMOSI KAMPUNG WIRAUSAHA (E-LUN)KELURAHAN SISIR KOTA BATUNur Hayatin1, Dini Kurniawati2, Evi D. Wahyuni31,2,3Fakultas Teknik, Universitas Muhammadiyah MalangEmail: 1)noorhayatin@umm.ac.id, 2)kurni.dw@gmail.com, 3)simpleblack18@gmail.comABSTRAKKota Batu adalah sebuah kota yang memiliki potensi besar dibidang pariwisata dan merupakan salah satu ikon wisata di Provinsi Jawa Timur. Jumlah kunjungan wisata di Kota Wisata Batu dari tahun ke tahun terus mengalami peningkatan. Dengan tingginya angka kunjungan wisata ke Kota Batu memberi dampak positif terhadap perekonomian warga setempat. Dari banyak sektor yang mendukung lapangan kerja warga Kota Batu, sektor perdagangan merupakan sektor yang mendominasi jenis lapangan kerja di Kota Batu yang banyak dikerjakan oleh warga Batu. Hal ini terjadi seiring dicanangkannya kota Batu sebagai kota wisata sehingga memberikan kesempatan kerja bagi penduduk Kota Batu di sektor perdagangan. Kelurahan Sisir merupakan salah satu kawasan produktif yang ada di Kota Batu. Program pengabdian ini bertujuan untuk membantu memperluas jangkauan sosialisasi dan promosi akan adanya E-Lun dengan membangun media promosi online berbasis website. Adapun mitranya adalah Pengurus E-Lun dan perwakilan pemuda di Kelurahan Sisir Kota Batu. Kegiatan yang dilakukan pada program pengabdian ini meliputi pelatihan jurnalistik dan pengelolaan web untuk admin. Melalui website kegiatan sosialisasi dan promosi E-Lun dapat disebar secara mudah, cepat, dan dapat menjangkau masyarakat yang lebih luas. Dengan melakukan sosialisasi dan mempromosikan E-Lun sebagai ikon wisata baru di Kota Batu maka diharapkan dapat meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan, khususnya jumlah wisatawan yang berkunjung ke kampung wirausaha E-Lun. Sehingga dapat memberi dampak positif terhadap perekonomian warga Batu khususnya warga di Kelurahan Sisir Kota Batu.Kata Kunci : E-Lun, Kelurahan Sisir, Kota Batu, Kampung Wirausaha, Website.
PEMBERDAYAAN USAHA JAJANAN PASAR GUNA PENINGKATAN INDUSTRI KECIL MENENGAH DI SIDOARJO Ribangun Bamban Jakaria; Arief Wisaksono; Cylen Setyo Rini
Jurnal Dedikasi Vol. 14 (2017): Mei
Publisher : Direktorat Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/dedikasi.v14i0.4301

Abstract

PEMBERDAYAAN USAHA JAJANAN PASAR GUNA PENINGKATAN INDUSTRI KECIL MENENGAH DI SIDOARJORibangun bamban Jakaria1, Arief Wisaksono2, Cylen setyo rini3Univeritas muhammadiyah sidoarjoribangunbz@umsida.ac.idABSTRAKJajanan pasar yang banyak diperdagangkan di warung-warung, pasar hingga sentra-sentra kuliner wilayah kecamatan Porong Sidoarjo dan sekitarnya adalah hasil produksi yang dikelola oleh usaha-usaha mikro yang tersebar di beberapa tempat di wilayah Kecamatan Porong sendiri, diantaranya adalah usaha mikro “jajanan mbak Anis” yang memproduksi kue-kue basah maupun kering yang tidak hanya melayani permintaan dari perorangan tetapi juga melayani warung dan pemesanan dalam hal ini sebagai mitra 1. Sedangkan mitra 2 adalah kelompok pedagang keliling, yang melakukan penjualan jajanan berupa kue basah dan kering. Permasalahan mitra 1 adalah produksi jajanan berupa kue kering maupun basah, dengan proses pengerjaan masih dilakukan secara manual terutama dalam memotong wortel sebagai bahan baku isi kue pastel. Permasalahan yang dialami oleh ‘kelompok pedagang jajan keliling’ sebagai mitra 2 adalah display tempat jajanan kurang menarik. Dari permasalahan kedua mitra tersebut maka solusi yang diberikan pada mitra 1 adalah, membuatkan alat pemotong wortel dalam bentuk dadu secara sederhana. Solusi untuk mitra 2 adalah, dengan menyediakan tempat display produk Jajanan yang memadai dan bersih. Dengan memberikan solusi atas permasalahan tersebut maka, akan memberikan dampak pada proses pemotongan wortel yang selama ini dilakukan secara manual akan digantikan oleh alat, sehingga lebih cepat dan efisien.Pembuatan display jajanan dapat memberikan nilai produk semakin menarik dan meningkatkan volume penjualan yang berdampak pada peningkatan pendapatan mitra.Kata kunci : Alat pemotong wortel, tempat display jajanan
IbM KELOMPOK WANITA NELAYAN PENGOLAH UDANG REBON DI KECAMATAN MA’RANG KABUPATEN PANGKEP Sri Mardiyati; Amruddin .
Jurnal Dedikasi Vol. 14 (2017): Mei
Publisher : Direktorat Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/dedikasi.v14i0.4302

Abstract

IbM KELOMPOK WANITA NELAYAN PENGOLAH UDANG REBONDI KECAMATAN MA’RANG KABUPATEN PANGKEPSri Mardiyati1 & Amruddin21, 2Program Studi Agribisnis, Fakultas Pertanian, Universitas Muhammadiyah MakassarAlamat: Jl. Sultan Alauddin No. 259 Makassaremail: sri.mardiyati@unismuh.ac.idABSTRAKUdang rebon merupakan jenis udang yang sangat kecil dan banyak terdapat di perairan laut Indonesia termasuk di wilayah Kecamatan Ma’rang, Kabupaten Pangkep (Pangkajene dan Kepulauan). Hasil penangkapan nelayan berupa udang rebon di wilayah ini sangat melimpah terutama antara bulan November sampai Februari. Udang rebon segar maupun kering memiliki nilai gizi yang tinggi terutama protein dan kalsium. Udang rebon segar akan lebih mudah mengalami pembusukan dan memiliki nilai ekonomi yang lebih rendah, sehingga perlu dilakukan diversifikasi produk olahan udang rebon yang lebih menarik dan menyehatkan. Program IbM bagi kelompok wanita nelayan pengolah udang rebon ini bertujuan untuk: (1) meningkatkan pengetahuan wanita nelayan terhadap wawasan kewirausahaan dan diversifikasi produk pangan olahan; (2) meningkatkan keterampilan wanita nelayan dalam mengolah aneka ragam pangan olahan berbasis udang rebon; (3) menciptakan produk olahan udang rebon berupa terasi higienis dengan memiliki kemasan dan brand yang menarik; (4) menciptakan diversifikasi produk olahan udang rebon yang lebih memenuhi perubahan selera konsumen berupa kerupuk, nugget, dan otak-otak udang rebon. Metode pelaksanaan yang digunakan dalam kegiatan IbM ini adalah metode penyuluhan dan pelatihan yang diperuntukkan terutama pada kelompok wanita nelayan. Mengembangkan usaha diversifikasi pangan olahan berbasis udang rebon, baik secara mandiri maupun berkelompok karena ketersediaan bahan baku lokal yang cukup melimpah.Kata Kunci: udang rebon, wanita nelayan, diversifikasi produk
UPAYA PENGEMBANGAN SAPI POTONG MENGGUNAKAN PAKAN BASAL JERAMI PADI DI DESA WONOKERTO, DUKUN, GRESIK Usman Ali; Badat Muwakhid
Jurnal Dedikasi Vol. 14 (2017): Mei
Publisher : Direktorat Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/dedikasi.v14i0.4303

Abstract

UPAYA PENGEMBANGAN SAPI POTONGMENGGUNAKAN PAKAN BASAL JERAMI PADI DI DESA WONOKERTO, DUKUN, GRESIKUsman Ali1 & Badat Muwakhid21,2Fakultas Peternakan, Universitas Islam MalangEmail : usmanchalim@gmail.comABSTRAKProgram pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan peternak sapi potong dalam berbagai aspek produksi dan manajemen penggemukan secara intensif mengacu pada panca usaha peternakan yaitu penggunaan bakalan dan indukan sapi potong unggul, strategi pemberian pakan yang cukup dan berkualitas, perkandangan dan manajemen pemeliharaan baik, sistem perkembangbiakan melalui program up grading melalui Inseminasi Buatan (IB), sistem pencegahan dan pengobatan penyakit dengan benar serta sistem pemasaran produksi yang menguntungkan. Target khusus yang ingin dicapai dalam program ini yaitu peternak sapi potong dapat memanfaatkan limbah jerami padi difermentasi dahulu untuk meningkatkan kualitas sebagai pakan basal, sekaligus menjaga lingkungan yang asri dengan melakukan reboisasi dan penanaman sistem tiga strata pada lahan pertanian dan pemupukan pupuk organik kompos kotoran sapi. Metode penyuluhan, demoplot fermentasi pakan, pembinaan dan pendampingan kerja. Program pengabdian ini direspon positif oleh peternak sapi potong dan senantiasa proaktif dalam semua kegiatan penyuluhan, pembinaan, demo plot dan pendampingan usaha. Peternak mengaplikasikan ilmu yang diperoleh dengan memperbaiki manajemen produksi peternakan dalam penggemukan sapi potong secara intensif menggunakan bahan pakan limbah jerami padi difermentasi dahulu agar lebih berkualitas, bergizi dan palatabel untuk meningkatkan pertumbuhan yang berdampak pada pendapatan dan keuntungan peternak. Luaran program ini adalah metode fermentasi jerami padi sebagai pakan basal dan pakan suplemen Urea Molasses Blok Plus (UMBP) bergizi palatable serta artikel jurnal. Hasil analisis disimpulkan peternakan sapi potong milik mitra sudah baik telah berlangsung 4-6 tahun.Kata kunci: Penggemukan, Sapi Potong, Panca Usaha Peternakan.
Pembentukan Kawasan Ekonomi melalui Pengembangan Ekowisata Berbasis Masyarakat Wahyu Prihanta; Amir Syarifuddin; Ach. Muhib Zainuri
Jurnal Dedikasi Vol. 14 (2017): Mei
Publisher : Direktorat Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/dedikasi.v14i0.4304

Abstract

Pembentukan Kawasan Ekonomi melalui Pengembangan Ekowisata Berbasis MasyarakatWahyu Prihanta1, Amir Syarifuddin 2, Ach. Muhib Zainuri31Pendidikan Biologi, Universitas Muhammadiyah Malang 2Jurusan Kehutanan, Universitas Muhammadiyah Malang 3Teknik Mesin Politeknik Negeri Malang 1wahyuprihanta@gmail.com, 2amir@umm.ac.id, 3muhibzain@gmail.comABSTRAKTujuan yang hendak dicapai dari kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah untuk merancang strategi pembentukan kawasan ekonomi dalam rangka peningkatan pendapatan ekonomi melalui pengembangan ekowisata berbasis masyarakat di Pantai Taman, Desa Hadiwarno, Kecamatan Ngadirojo, Kabupaten Pacitan.Permasalahan yang dijumpai dalam upaya pembentukan kawasan ekonomi adalah ketiadaan rencana induk pengembangan pariwisata kawasan ekowisata yang dilandasi tata ruang kawasan, kelembagaan ekowisata yang tidak kondusif dan kondisi budaya masyarakat yang cenderung subsistem. Metodologi yang digunakan dalam kegiatan ini adalah melalui diskusi kelompok fokus, analisis faktor-faktor pendukung dan penghambat pengembangan daya tarik wisata di Pantai Taman. Hal yang sudah dilakukan adalah (1) Penguatan daya tarik wisata yang sudah ada dan(2) Pembangunan objek wisata baru. Hasil dari kegiatan menunjukkan bahwa (1)Para pelaku ekowisata sangat terbantukan, (2) Kegiatan telah mencapai sasaran yang diinginkan, (2) Pelaku ekowisatamemiliki keterampilan pemasaran produk-produk ekowisata.Kata kunci : Konservasi, Ekowisata, Ekologi, Pemandangan, Pantai.