cover
Contact Name
Erna Meiliana
Contact Email
ernameiliana@trisakti.ac.id
Phone
+6287840093703
Journal Mail Official
jurnal_dimensi@trisakti.ac.id
Editorial Address
Fakultas Seni Rupa dan Desain Universitas Trisakti Jl.Kyai Tapa No.1 Grogol Jakarta 11440
Location
Kota adm. jakarta barat,
Dki jakarta
INDONESIA
Jurnal Dimensi Seni Rupa dan Desain
Published by Universitas Trisakti
ISSN : 25275666     EISSN : 25497782     DOI : https://doi.org/10.25105/dim
Core Subject : Humanities, Art,
Jurnal Dimensi Seni Rupa dan Desain diterbitkan oleh Fakultas seni Rupa dan Desain. Jurnal ini terbit 2 (dua) kali dalam setahun, yaitu Februari dan September. Jurnal Dimensi Seni Rupa dan Desain merupakan jurnal bidang seni dan desain yang terbilang aktif sejak pertama kali diterbitkan dari tahun 2003 sampai sekarang. Menjadi salah satu jurnal seni dan desain yang banyak diminati oleh para penulis dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia
Articles 376 Documents
TRANSFORMASI BATIK DAN GLOBALISASI Suyin Pramono; Setiawan Sabana; Achmad Haldani
Jurnal Dimensi Seni Rupa dan Desain Vol. 15 No. 1 (2018)
Publisher : Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (470.844 KB) | DOI: 10.25105/dim.v15i1.4199

Abstract

Abstract Lately, we have noticed there are many changes in all fields. Therefore, it is suitable for “globalization” to be the main topic in this study, which is interpreted as a process where humans are vastly interconnected through various ways. From a cultural point of view, "globalization" is often interpreted as a homogeneous global culture. We are unconsciously directed to have a homogeneous passion and taste of the market simultaneously and even develop a uniformed trend of consumer goods with worldclass branding and marketing. This is indirectly the result of global interconnection and ultimately erodes cultural diversity. Batik is one of the cultural works that has always undergone transformation in alignment with changes in economic, social and political conditions in its era. The context for the discussion of batik transformation and globalization is that cultural work takes part with significant role in social and economic life. Therefore, strategic thinking about batik transformation is formulated as problem identification, which then is confronted with how diversity and variety of cultural works adapt or survive the massive and rapid industrial development. In this study, the review concerns on the analysis in which is more focused to the form of interdisciplinary interaction. The qualitative data analysis model is conducted using an approach that emphasizes cultural work as an industrial commodity. Batik, which always present in every event of the life of the Indonesian people and is always has deep philosophical values, is also able to manifest as an aesthetic reflection that has competitiveness in the global world so that it become an important and interesting subject to study. Abstrak Kita semua menyadari bahwa dalam kurun waktu belakangan ini telah banyak perubahan di segala bidang. Bersamaan dengan kondisi yang demikian lebih tepat bila 'globalisasi' yang akan menjadi topik utama dalam penelitian ini diartikan sebagai suatu proses dimana manusia secara pesat saling terhubung melalui berbagai cara. Dari sudut pandang budaya, 'globalisasi' sering diartikan sebagai budaya global yang bersifat homogen. Secara tidak sadar kita diarahkan untuk mempunyai kegemaran dan selera pasar yang homogen secara serentak bahkan menjadi selera dunia yang konsumtif atas produk dengan branding dan marketing tingkat dunia. Hal ini secara tidak langsung merupakan akibat dari saling keterkaitan secara global dan akhirnya menggerus ragam budaya. Batik merupakan salah satu karya budaya yang selalu mengalami transformasi sesuai dengan perubahan kondisi ekonomi, sosial dan politik pada masanya. Konteks pembahasan tentang transformasi batik dan globalisasi ini adalah bahwa karya budaya memainkan peranan dalam kehidupan sosial dan ekonomi. Dengan latar belakang tersebut selanjutnya strategi pemikiran tentang perubahan batik diformulasikan sebagai identifikasi permasalahan yang dipertentangkan dengan karya budaya dalam variasi perubahan industri. Ulasan yang menyangkut analisis dalam penelitian ini, lebih diarahkan kepada bentuk interaksi interdisiplin. Model analisis data kualitatif yang dilakukan menggunakan pendekatan yang menekankan pada karya budaya sebagai komoditas industri. Batik yang selalu ada dalam setiap peristiwa kehidupan masyarakat Indonesia dan selalu sarat dengan nilai filososfis yang dalam, ternyata juga mampu mewujud sebagai refleksi estetis yang mempunyai daya saing dalam dunia global sehingga hal ini menjadi penting dan menarik untuk dikaji.
PENGEMBANGAN PRODUK ROTAN DI PENGRAJIN ROTAN CURUG DENGAN PENDEKATAN SOCIAL DESIGN Geoffrey Tjakra; Devanny Gumulya; Sheena Liman
Jurnal Dimensi Seni Rupa dan Desain Vol. 15 No. 1 (2018)
Publisher : Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (5598.564 KB) | DOI: 10.25105/dim.v15i1.4202

Abstract

Abstract Wira Multi Agung is a SME producing rattan basket who operates near UPH. It has been our responsible as academic to help surrounding community who is in struggle. Their products is good in terms of quality and weaving technique and yet WMA is still struggling when the order is low. Therefore, the objective of this activity is to help the artisans developing product that reflects WMA years of experience in weaving rattan. Together we developed fashion and home accessories. We used social design approach; there are five intense collaboration between the academic team and the artisans. The results are three women bags and two dinner table decorations. With design social approach that emphasize on high level of intensity during the interaction process, the product able to represent the WMA's richness in craftmansip and their local geniuses. Abstrak Wira Multi Agung adalah sebuah UMKM produk rotan yang dekat lokasinya dengan UPH, sudah menjadi kewajiban civitas academica UPH untuk merangkul komunitas sekitar. Produk yang dihasilkan sudah cukup baik dari segi kualitas dan teknik anyamannya dan banyak dibeli pasar lokal maupun internasional. Namun WMA mengalami kendala konsistensi order karena 100% desain dari pembeli, WMA tidak mengembangkan produknya sendiri. Keunikan WMA dari pengrajin rotan di Cirebon adalah mereka fokus pada aneka keranjang dan aksesoris rumah, tidak membuat kursi. Tujuan dari PKM ini adalah membantu mengembangkan produk rotan yang menunjukkan keahlian anyam pengrajin WMA. Metode PKM yang digunakan adalah desain social melalui kolaborasi bekreasi bersama secara intensif sebanyak lima kali kunjungan tim akademisi ke pengrajin. Hasil dari PKM ini tiga tas wanita dan dua aksesoris rumah tangga. Dengan metode desain sosial, yang menekankan intensitas interaksi desainer dan pengrajin maka produk yang dihasilkan mencerminkan keahlian tangan dari WMA.
KEGIATAN PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT : Perancangan Sarana Pendidikan Anak Usia Dini Untuk Sekolah Cahaya Al-fuqron, Desa Gunung Sari, Kecamatan Mauk, Kabupaten Tanggerang Devanny Gumulya; Ryan Adiputra
Jurnal Dimensi Seni Rupa dan Desain Vol. 15 No. 1 (2018)
Publisher : Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (3726.231 KB) | DOI: 10.25105/dim.v15i1.4203

Abstract

Abstract Early childhood education is one of the most important stages in the process of child growth. This program was designed in order to prepare young children for further education at the elementary school stage. However, many early childhood education facilities, especialy owned by the government located in villages still have unfeasible facilities, based on data from Early Childhood Education Association in 2016. From unfit buildings to inadequate learning facilities. UPH saw this as an oppounity to do community service, since it is necessary to design an appropriate and suitable learning tool for children in their early childhood age, in which case study was conduct on an early childhood education facility located in a village in Mauk area, Cahaya Al Fuqron. The design process begins with researching data through observation to the facility, interviews with the people in the area as well expert on the early childhood education. The results were twenty multifunction furnitures designed and produced for the school. Hopefully in the long run this can be developed to another inadequate early childhood education facilities in other villages and provide appropriate and suitable facilities to the children with lower-middle class target market. The design also supports the home-based furniture industry and as an effort to support and assisting early childhood education nationally.
ANALISIS PENGGUNAAN MATERIAL PADA SURAU LUBUK BAUK, NAGARI LUBUK BAUK, BATIPUH BARUAH, TANAH DATAR, SUMATERA BARAT Rosalinda Wiemar
Jurnal Dimensi Seni Rupa dan Desain Vol. 15 No. 2 (2019)
Publisher : Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1257.582 KB) | DOI: 10.25105/dim.v15i2.5640

Abstract

AbstractAnalysis of Material Use at Lubuk Bauk Surau. Batipuh Baruah, Batipuh, Tanah Datar District, West Sumatra. Lubuk Bauk surau is a historical cultural heritage building that is more than a hundred years old and still stands firm without significantchanges despite being renovated. The use of Surian wood material which has its own characteristics in the building, it is interesting to study the suitability of its use with the activities carried out in surau, as well as to find guidance on the type of material that is compatible with the surau building in the Lubuk Bauk area. This research is a qualitative research approach to the building of the Lubuk Bauk surau, and analyzes it using descriptive analysis techniques. The use of Surian wood as the main material in Lubuk Bauk surau is appropriate and supports the activities carried out in it. From the results of the analysis, it is known that the wood material used was chosen based on considerations: the potential of local wood sources, the ease of obtaining and processingraw materials and the characteristics of materials that are durable and lowmaintenance. AbstrakAnalisis Penggunaan Material Pada Surau Lubuk Bauk. Batipuh Baruah,Batipuh, Kabupaten Tanah Datar, Sumatera Barat. Surau Lubuk Baukmerupakan bangunan cagar budaya bernilai sejarah yang telah berusia lebih dari seratus tahun namun masih berdiri kokoh dengan perubahan yang tidak berarti walau telah direnovasi. Penggunaan bahan kayu Surian yang memiliki karakteristik tersendiri pada bangunan, merupakan daya tarik untuk diteliti kesesuaian pemakaian material dengan kegiatan yang dilakukan di dalamnya serta untuk menemukan panduan jenis material yang sesuai dengan bangunan surau di daerah Lubuk Bauk. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan melakukan pendekatan pada bangunan surau Lubuk Bauk, menganalisa dengan menggunakan teknik analisa deskriptif. Penggunaan kayu Surian sebagai material utama pada surau Lubuk Bauk telah sesuai dan mendukung kegiatan yang dilakukan di dalamnya. Pemilihan kayu yang digunakan, berdasarkan pertimbangan potensi sumber kayu setempat, kemudahan untuk memperoleh dan mengolah bahan baku, serta karakteristik material yang tahan lama dan mudah perawatannya
INOVASI BATIK BANYUMAS (KAJIAN PERKEMBANGAN MOTIF) Galih Apriliyanto
Jurnal Dimensi Seni Rupa dan Desain Vol. 15 No. 2 (2019)
Publisher : Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (972.978 KB) | DOI: 10.25105/dim.v15i2.5641

Abstract

AbstractBanyumas batik is batik to its uniqueness in terms of vision. Influence inland culture and coastal area made character batik Banyumas more varied.The batik in Banyumas and the making process are knowledge that communicates locally. Data analysis techniques using art-based research using Alan William's innovation theory. The analysis used to express conversions in Banyumas batik, with the background of the craftsmen who innovate in terms of visual (motives for change, color, arrangement orpattern, and stuffing).The result showed that the diversity motive in Banyumas influenced by (1) Banyumas geography regions, (2) nature and character of the concerned community, (3) the belief system, (4) customs, (5) natural and environment conditions, (6) the connection between regions batik. The motives in Banyumas batik observed in spesifications can be classified first classical motive combination (of floraand fauna) with another motive and create the colors. Both, simplify the another classic custom motive side form to add color to an improved. Third, adopt a other batik regions with custom Banyumas style.  AbstrakBatik Banyumas merupakan batik yang memiliki keunikan dalam segivisualisasi. Keterpengaruhan budaya pedalaman dan pesisiran menjadikan karakter batik Banyumas lebih bervariasi. Inovasi yang ada di dalam motif batik Banyumas dan bagaimana proses terjadinya inovasi pada batik Banyumas merupakan pengetahuan yang bersifat lokal. Teknik analisis data menggunakan pendekatan artbased research dengan menggunakan teori inovasi Alan William. Analisis yang digunakan untuk mengungkapkan evolusi di dalam batik Banyumas, dengan dilatarbelakangi pengrajin yang melakukan inovasi dari segi visual (perubahan motif, warna, susunan atau pola, dan isian). Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemunculan keberagaman motif Banyumas dipengaruhi oleh (1) letak geografis daerah Banyumas, (2) sifat dan karakter masyarakat yang bersangkutan, (3) sistemkepercayaan, (4) adat istiadat, (5) kondisi alam dan lingkungan, (6) adanya hubungan antar daerah pembatikan. Perubahan motif dalam batik Banyumasapabila diamati secara spesifikasi dapat dikelompokkan pertamamengkombinasi motif klasik (flora dan fauna) dengan motif lain denganmengkreasikan warna. Kedua, menyederhanakan motif klasik dari sisigubahan bentuk dengan menambahkan warna yang lebih cerah. Ketiga,mengadopsi motif batik daerah lain dengan gubahan gaya Banyumas.
DESAIN SIGNAGE YANG EFEKTIF UNTUK MENGHASILKAN WAYFINDING DAN ORIENTASI RUANG PADA PUBLIC SPACE (Studi Kasus : Interior Mall Senayan City) Chicilia Karunia Surya Dewi; Ahadiat Yoedawinata; Sangayu Ketut Laksemi Nilotama
Jurnal Dimensi Seni Rupa dan Desain Vol. 15 No. 2 (2019)
Publisher : Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (783.241 KB) | DOI: 10.25105/dim.v15i2.5642

Abstract

Abstract Indonesia Shopping Center Keywords: public space, mall, signage, wayfinding In general, public space is an open space that can accommodate places ofinter-human meeting to interact with each other. This study, will discuss one form ofpublic space, that is the mall or shopping center. According to Book, a good mall in addition must have the arrangement of facilities,vertical arrangement and horizontal circulation, but also has a graphic environment in the form of signage and wayfinding that support the interior of the mall itself. The presence of signage and wayfinding one of them as directions. Visitors arrive from different locations, travel to different destinations, and for different reasons. For that,signage and wayfinding is needed to convince visitors to get to the destination. In addition to be informative, signage planning and wayfinding as decorative elements should be designed attractive through combination of colors and shapes so that looks beautiful as visually but still pay attention to international regulations, especially forsafety signs. AbstrakPublic space adalah sebuah ruang dimana semua orang memiliki hak yangsama untuk mengaksesnya atau mengadakan berbagai kepentingan dankegiatan public. Pada umumnya ruang public adalah ruang terbuka yangmampu menampung kebutuhan akan tempat-tempat pertemuan antarmanusia untuk saling berinteraksi. Pada penelitian ini, akan dibahasmengenai salah satu bentuk public space, yaitu mall atau shopping center. Menurut Buku Indonesia Shopping Center, mall yang baik selain harus memiliki penataan fasilitas, penataan vertical dan horizontal circulation, tetapi juga memiliki graphic environment dalam bentuk signage dan wayfinding yang mendukung interior dari mall itu sendiri. Keberadaan signage dan wayfinding salah satunya sebagai petunjuk arah. Pengunjung berdatangan dari lokasi yang berbeda, berpergian ke tujuan yang berbeda, dan dengan alasan yang berbeda. Untuk itu signage dan wayfinding diperlukan untuk meyakinkan pengunjung agar dapat sampai ke tempat tujuan. Selain harus informative, perencanaan signage dan wayfinding sebagai unsur dekoratif harus didesain menarik melalui permainan bentuk dan warna sehingga cantik secara visualnamun tetap memperhatikan peraturan internasional terutama safety sign.
PENGARUH PERILAKU PENGHUNI TERHADAP BENTUK LAY OUT UNIT HUNIAN RUSUNAMI KALIBATA JAKARTA Susy Irma Adisurya
Jurnal Dimensi Seni Rupa dan Desain Vol. 15 No. 2 (2019)
Publisher : Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (3532.294 KB) | DOI: 10.25105/dim.v15i2.5643

Abstract

AbstractThe dense population of Jakarta has led to an increase in the construction of residential property, especially Vertical Housing types such as apartments and flats. The construction of subsidized apartments and rental apartments (rusunami) is now the choice of the governmentand property developers to fulfil the needs of residential homes for people with middle and lower socioeconomic levels. Rusunami Kalibata is the newest flat type that is in great demand by the urban Jakarta community because it's located in the center of the city and it's location is strategically close to public facilities. The Kalibata rusunami unit has 2 (two) types, namely studio type and two room type. Rusunami occupant consist of 2 types: themselves and family. Occupants consisting of 2 or more people with friendship or family status. The problem of this research is whether there is an influence of behavior and activities of residents on the form oflayout of flat residential units. This study used descriptive qualitative method. The results of this study concluded the activities and behavior of residents is very influential with the form of layout in the residential apartment unit.   AbstrakPadat nya jumlah penduduk Jakarta menyebabkan meningkatnya pembangunan properti perumahan khususnya tipe bangunan Vertikal Housing seperti apartemen dan rumah susun (rusun). Pembangunan apartemen bersubsidi dan rusun sewa milik (rusunami) sekarang ini menjadi pilihan pemerintah dan pengembang properti untuk memenuhi kebutuhan rumah tinggal bagi masyarakat dengan tingkat sosial ekonomimenengah dan bawah. Rusunami Kalibata merupakan tipe rusun terbaru yang banyak diminati masyarakat urban Jakarta karena letaknya di tengah kota Jakarta dan lokasinya strategis karena dekat dengan fasilitas umum. Unit rusunami kalibata ini ada 2 (dua) tipe yaitu tipe studio dan tipe dua kamar. Penghuni rusunami 2 tipe, yaitu :sendiri dan keluarga. Penghuni yang lebih dari 2 orang ada yang statusnya pertemanan dan ada yang keluarga. Permasalahan dari penelitian ini adalah apakah ada pengaruh perilaku dan kegiatan penghuni terhadap bentuk layout unit hunian rusun. Penelitian ini menggunakan metode Deskriptif Kualitatif. Hasil dari penelitianini menyimpulkan bahwa aktifitas dan perilaku penghuni sangat berpengaruh dengan bentuk Layout pada unit hunian rusunami.
LIMBAH LOOM SEBAGAI ALTERNATIF MATERIAL MEBEL (Studi Kasus: PT House of Rattan & CV Property, Cirebon) Susi Hartanto; Kezia Natalie Sutanto; Michae Limahelu
Jurnal Dimensi Seni Rupa dan Desain Vol. 15 No. 2 (2019)
Publisher : Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (915.715 KB) | DOI: 10.25105/dim.v15i2.5645

Abstract

AbstractFurniture factories are one of Cirebon's economy boosters as they employ many workers and produce numerous products for local and export orientation. As a consequence, this industry produces quite a large amount of waste, one of them is paper loom. Loom is a woven paper threads and metal wires which is used to wrap a number of furniture components, such as seat, backrest, etc. Case studies in 2 major factories in Cirebon, total loom waste reaches around 3 tonnes a month. This research providesrecommendations of waste usage for furniture.  AbstrakPabrik mebel merupakan salah satu penggerak ekonomi Cirebon, karenamenghasilkan lapangan pekerjaan baik untuk produk orientasi lokal ataupun ekspor. Sebagai konsekuensi, industri ini menghasilkan limbah produk, salah satunya adalah loom. Loom adalah kawat yang dibungkus kertas dan dianyam bersama sehingga menjadi gulungan bahan yang siap digunakan untuk berbagai komponen mebel seperti sandaran dan dudukan. Dengan studi kasus di 2 pabrik mebel di Cirebon, ada sekitar 3 ton sisa loom dalam sebulan. Penelitian ini memberikan rekomendasi akan pemanfaatan sisa loom pada mebel.
PERBANDINGAN PERSEPSI PADA MATERIAL-MATERIAL UPCYCLE DO IT YOUR SELF (DIY) DENGAN PENDEKATAN MATERIAL DRIVEN DESIGN Devanny Gumulya
Jurnal Dimensi Seni Rupa dan Desain Vol. 15 No. 2 (2019)
Publisher : Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1160.962 KB) | DOI: 10.25105/dim.v15i2.5646

Abstract

AbstractIn the past five years, technology advances and fabrication feasibility like 3d printing has boost the do it your self movement, and it is expanding beyond products to the materials that is labeled as diy-materials. DIY-materials are created through individual or collective through self-production practices that involves a lot of creativity and innovative approach. One of these diy-materials is upcycle material. The pollution on landfill and ocean has encouraged us to be more responsible for the wastewe create by recycling the waste and make it as new material. Egg shells and LPDE plastic bag waste are discussed in this paper. The perception between the two diymaterials upcycle is compared using material driven design approach (MDD). In MDD, sensorial, interpretation, afective and perfomative dimensions shape people's perception and experience toward the materials. This approach is needed, to give waste material a new life and for it to be accepted on the market. Results from studies are thedo and don'ts for product design process using egg shells and ldpe plastic bag waste. Imperfections through pattern, texture and color are the qualities that people seek when interacting with diy-upcycle materials. These qualities can't be found in mass produced industrial made material. Design principle such as balance, contrast, emphasis, movement, pattern, rhythm, and unity/variety are need to be well planned in making pattern, texture and color, because if it is done wrong, the material will beperceived back as waste.  AbstrakDalam lima tahun terakhir kemajuan teknologi informasi dan kemudahanfabrikasi seperti 3d printing mendorong tren do it your self berkembang pesat mulai dari pembuatan produk hingga ke material. Material diy adalah material yang dibuat oleh individu ataupun kolektif melalui prosespengolahan yang inventif. Salah satu material diy yang banyak diulik adalah material daur ulang yang banyak dikenal dengan material upcycle. Tuntutan pencemaran lingkungan di darat dan air mendorong manusia untuk bertanggung jawab dengan sampah yang dihasilkan dengan mencoba mendaur ulang limbah dan menjadikannya material yang dapat dipakai ulang. Dalam paper ini dua material yang dibahas adalah material daur ulang dari limbah cangkang telur dan limbah kantong plastik LDPE. Kedua material ini dibandingkan persepsinya dengan pendekatan material driven design (MDD). Dalam MDD, dimensi sensorial, interpretatif, afektif dan performatif  material membentuk persepsi dan pengalaman orang akan sebuah material. Pendekatan ini dibutuhkan agar material limbah ini dapat keluar persepsinya sebagai limbah yang kotor dan terbuang menjadi material baru yang dapat diterima di pasar. Hasil dari kajian ini adalah rekomendasi bagi perancangan desain produk dengan material limbah cangkang telur dan limbah kantong plastik LDPE. Hal-hal yang perlu ditekankan dari material diy adalah ketidaksempurnaan yang ditandakan melalui pola, tekstur dan warna, karena hal ini tidak ditemui pada material buatan industri massal. Prinsip-prinsipdesain seperti balance, contrast, emphasis, movement, pattern, rhythm, and unity/variety harus direncanakan dengan baik dalam pembuatan pola, tekstur dan warna, karena bila salah material diy dapat dipersepsikan negatif.
PERPADUAN SENI FOTOGRAFI DAN GAYA ART NOUVEAU Santo Santo
Jurnal Dimensi Seni Rupa dan Desain Vol. 15 No. 2 (2019)
Publisher : Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1058.533 KB) | DOI: 10.25105/dim.v15i2.5647

Abstract

AbstractFeminine style inspiration in art media is built as one of the learning media in photography. The artistic concept of combining beauty / beauty with photography as one of the mediums of art. Photography is a medium that displays visual art, and artistic creation which are connected with the Art Nouveau style. Whereas, art nouveau is a design style featuring ornaments or decorations that embody a feminine impression. Through art nouveau photography, photography is displayed with digital techniques so that it can create a photography with a feminine impression.  AbstrakInspirasi gaya feminim dalam media seni dibangun sebagai salah satu media pembelajaran pada fotografi. Konsep artistik dalam menggabungkan sebuah keindahan / kecantikan dengan media fotografi sebagai salah satu medium seni. Fotografi adalah sebuah medium yang menampilkan seni visual, melalui kreasi artistik melalui fotografi sebagai medium dalam penciptaan fotografi dihubungkan dengan gaya Art Nouveau, dimana art nouveau adalah sebuah gaya desain yang menampilkan ornament atau hiasan yang mewujudkan kesan feminim. Melalui fotografi gaya art nouveau ditampilkan dengan tehnik digital sehingga dapat mewujudkan fotografi yang menampilkan keindahan dengan kesan feminim yang dapat dinikmati.