cover
Contact Name
Erna Meiliana
Contact Email
ernameiliana@trisakti.ac.id
Phone
+6287840093703
Journal Mail Official
jurnal_dimensi@trisakti.ac.id
Editorial Address
Fakultas Seni Rupa dan Desain Universitas Trisakti Jl.Kyai Tapa No.1 Grogol Jakarta 11440
Location
Kota adm. jakarta barat,
Dki jakarta
INDONESIA
Jurnal Dimensi Seni Rupa dan Desain
Published by Universitas Trisakti
ISSN : 25275666     EISSN : 25497782     DOI : https://doi.org/10.25105/dim
Core Subject : Humanities, Art,
Jurnal Dimensi Seni Rupa dan Desain diterbitkan oleh Fakultas seni Rupa dan Desain. Jurnal ini terbit 2 (dua) kali dalam setahun, yaitu Februari dan September. Jurnal Dimensi Seni Rupa dan Desain merupakan jurnal bidang seni dan desain yang terbilang aktif sejak pertama kali diterbitkan dari tahun 2003 sampai sekarang. Menjadi salah satu jurnal seni dan desain yang banyak diminati oleh para penulis dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia
Articles 376 Documents
PENELITIAN DESAIN FURNITUR BERBASIS PANGKALAN DATA 3D SEBAGAI STRATEGI R&D & MANUFAKTUR PERUSAHAAN STUDI KASUS: CS TRADING SDN BHD, MALAYSIA Susi Hartanto; Devanny Gumulya; Aditya Cipta Sugandhi; Jonathan Ariefianto
Jurnal Dimensi Seni Rupa dan Desain Vol. 14 No. 2 (2018)
Publisher : Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1948.789 KB) | DOI: 10.25105/dim.v14i2.2866

Abstract

AbstractOne of the most competitive markets in product design is furniture market. Every company tries to provide the best in terms of products and services. CS Trading is a Malaysian trading house with top US retailer clients such as Topline and Homelegance. CS provides design services, include receive and modify data from clients, and position themselves as a mediator between retailers and manufacturers. All of CS drawings comein 2D CAD or PDF or other 2D form files, which in current industry competition, it has becoming less representative and not visually attractive. This research aims to create 3D database based on CS existing 2D data. 3D data are then categorized according to furniture items and its components, where new designs can be easily extracted. Fromthe research, 294 furniture databases are made. Modularity and carry over strategy are the most suitable R&D and manufacture strategy, because these strategies are good for companies with large product categories. From the research result, CS Trading can accelerate R&D process and manufacturing. In the long run they can excel in terms ofvariety of products and speed of service.  AbstrakIndustri furnitur adalah salah satu industri desain produk terbesar dan dengan persaingan yang sangat kompetitif. Setiap perusahaan berusaha memberikan produk dan servis yang terbaik. CS. Trading Sdn Bhd. adalah perusahaan trading dengan klien peritel dari Amerika seperti Topline dan Homelegance. Proses desain yang mereka lakukan adalah menerima dan atau memodifikasi gambar dari klien dan menjadi mediator antara klien dan manufaktur. Dengan posisinya sebagai mediator, CS mengalami beberapa kendala dalam proses desain, yaitu proses desain yang masih dalam bentuk gambar 2D, sehingga gambar kurang representatif dan tidak menarik. Penelitian ini bertujuan untuk mengubah proses desain CS dengan strategi membuat data 3D desain berdasarkan data gambar 2D yang ada. Data ini dianalisa dan dibuatkan pangkalan data berdasarkan kategori jenis furnitur dan komponennya, dimana desain baru dengan mudah bisa dihasilkan dengan cepat. Hasil penelitian ini adalah pembuatan 294 database furnitur. Strategi R&D dan manufaktur yangtepat diterapkan pada CS Trading adalah strategi modularitas dan strategicarry over detail. Karena kedua strategi ini cocok bagi perusahaan yang memiliki kategori produk yang banyak. Dengan hasil dari penelitian ini proses desain CS Trading menjadi lebih efektif dan efisien dari sebelumnya sehingga memiliki keunggulan dari sisi keragaman produk dan kecepatan servis
ANALISIS BESARAN SIRKULASI PRAMUSAJI DAN PENGUNJUNG PADA AREA MAKAN KANTIN FSRD KAMPUS A UNIVERSITAS TRISAKTI Nicholas Abdiel; Rahmadani Puteri; Rizka A Agil; Rosalinda Wiemar
Jurnal Dimensi Seni Rupa dan Desain Vol. 14 No. 2 (2018)
Publisher : Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1249.671 KB) | DOI: 10.25105/dim.v14i2.2867

Abstract

AbstractCanteen almost always exist in all campus in Indonesia, usually canteen become place to gather for any students, lecturers and another staffs. Activities usually do inside canteen is order, take, pay and seat. To become a good canteen must have facility that suffice from comfort, layout, till circulation of the user’s motion in canteen. Therefore need standardization magnitude of space in canteen to run accord to function.Magnitude of space is place for human activities with some considerations which include person, anthropomorphic person (ergonomic), person quantities, activity, facility and circulation theory which include circulation type, circulation requirement, circulation pattern and circulation system demand. On the basis of that theory this writing is made to know and analytics whether the facilities in the canteen are adequate. From the result of the research, it can be concluded that at the FSRD canteen, the distance between counter, human distance and furniture and insufficient food activity. Therefore, it is necessary to adjust the zone of food and beverage counter area to maximize the area of the cafeteria so as to increase the human comfort that is in the canteenKeywords: canteen, magnitude of space, circulation AbstrakKantin pada umumnya adalah sebuah tempat khusus yang dapat digunakan pengunjungnya untuk makan, baik makanan yang dibawa sendiri maupun yang dibeli ditempat. Kantin hampir selalu ada di setiap kampus di Indonesia, biasanya kantin menjadi tempat berkumpul bagi para mahasiswa, dosen, dan staf lainnya. Aktivitas yang biasa dilakukan di dalam kantin adalah pesan, ambil, bayar, dan duduk. Untuk menjadi kantin yang baik harus memiliki fasilitas yang memadai baik dari segi kenyamanan, tata letak, hingga sirkulasi gerak pengguna pada kantin. Untuk itu diperlukan standarisasi besaran ruang pada kantin agar berjalan sesuai dengan fungsinya. Metode yang digunakan yaitu metode penelitian deskriptif dengan teknik pengumpulan data observasi, serta teknik analisa data pendekatan kualitatif. Besaran ruang merupakantempat beraktivitas manusia dengan sejumlah pertimbangan yang mencakup pelaku, besaran antropomorfik pelaku (ergonomi), jumlah pelaku, aktivitas, fasilitas dan teori sirkulasi yang meliputi jenis sirkulasi, syarat sirkulasi, pola sirkulasi, serta tuntutan sistem sirkulasi. Berdasarkan aspek-aspek tersebut dijadikan dasar dari penelitian untuk mengetahui dan menganalisis apakah fasilitas dalam kantin tersebut sudah memadai. Dari hasil penelitian tersebut diperoleh kesimpulan bahwa pada kantin FSRD Universitas Trisakti, sirkulasi utama, jarak antar counter, jarak manusia, dan furnitur serta aktivitas makan belum mencukupi. Untuk itu diperlukan adanya pengaturan zona area countermakanan dan minuman agar dapat memaksimalkan area pada kantin tersebut sehingga menambah kenyamanan pengguna yang berada dalam kantin
REKONSTRUKSI WARUNG ROKOK KAKI LIMA: MENGEMAS POTRET BUDAYA ASLI MASYARAKAT JAKARTA DALAM MEDIA BARU Ika Rachmayanti; Doni Moriko; Aldo Fernando Pratama
Jurnal Dimensi Seni Rupa dan Desain Vol. 14 No. 2 (2018)
Publisher : Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1754.969 KB) | DOI: 10.25105/dim.v14i2.2868

Abstract

AbstractThe phenomenon of street stall vendors has become an inseparable part of the built environment of cities in Indonesia, especially Jakarta as a metropolitan city. The existence of stalls, although already part of the history of trade in Indonesia, eventually grew to become not just a means of trade and economy but also a social and cultural media of the city. The research team will explore in how the existence of street stalls,especially cigarette stalls commonly found in Jakarta affect the city’s public space. Mapping typology of cigarette stalls is obtained from quantitative data analysis resulted from survey to certain number of stalls responders. The result of the analysis helps concept design development that reconstruct existing warung typology into an alternative solution in the form of a cigarette shop design concept that is expected to be an input for the relevant government agencies, as well as for business owners to develop a more viable business media and not disturbing the aesthetics of the city.  AbstrakFenomena warung pedagang kaki lima telah menjadi bagian yang tidak dapat terpisahkan dari lingkungan binaan kota-kota di Indonesia, terutama Jakarta sebagai kota metropolitan. Keberadaan warung walaupun sudah menjadi bagian dari sejarah perdagangan di Indonesia pada akhirnya tumbuh menjadi bukan hanya sekedar sarana perdagangan dan ekonomi namun juga menjadi media sosial dan budaya kota tersebut, dengan adanya kemajemukan fungsi yang menjadi karakteristik urbanisasi di kota besar. Tim peneliti akan mengupasbagaimanakah keberadaan warung kaki lima khususnya warung rokokyang umum dijumpai di Jakarta mempengaruhi struktur ruang publik kota.Pemetaan tipologi warung rokok diperoleh dari analisa data kuantitatif yang dihasilkan oleh survey terhadap responden warung dalam jumlah. Hasil dari analisa tersebut menjadi dasar pengembangan konsep desain yang merupakan rekonstruksi dari tipologi warung yang sudah ada menjadi sebuah alternatif solusi berupa konsep desain warung rokok yang diharapkan dapat menjadi masukan bagi instansi pemerintah terkait, juga bagi pemilik bisnis untuk mengembangkan media berbisnis yang lebih layak dan tidak mengganggu estetika kota.
DESIGN CLINIC EKSPLORASI MOTIF SINTANG, DESA ENSAID PANJANG KALIMANTAN BARAT Muhammad Imam Tobroni; Rujiyanto Rujiyanto; Nick Soedarso
Jurnal Dimensi Seni Rupa dan Desain Vol. 14 No. 2 (2018)
Publisher : Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1496.014 KB) | DOI: 10.25105/dim.v14i2.2873

Abstract

AbstractSintang is a one of district, which is located in the province of West Kalimantan. The population is multiethnic and the majority is Dayak and Malay. Ikat woven fabric is one of the famous art works from Sintang. It is a one of Dayak ethnic heritage that has high artistic value in manual process work with certain rituals. Workshop program called “Design Clinic” had aims to assisting in a craftsman Ikat woven fabric to create ideas that based on residence and nature Sintang environment, and also apply the ideas to bemotif or pattern, which able to be applied to other applied products. Keywords: workshop, ikat woven, motif, SintangAbstrakSintang adalah salah satu kabupaten yang berada di Provinsi Kalimantan Barat. Penduduknya multietnis, mayoritas Suku Dayak dan Melayu. Salah satu yangcukup terkenal dari Sintang ini adalah kain tenun ikatnya. Salah satu warisan budaya suku Dayak yang mempunyai nilai seni tinggi yang proses  pengerjaanya secara manual dan melakukan melalui ritual-ritual tertentu. Program pelatihan “Design Clinic”ditujukan untuk membantu pengrajin kain tenun ikat Sintang agar dapat menggali ide dari lingkungan tempat tinggal maupun alam Sintangserta menuangkan ide-ide menjadi motif yang dapat diterpakan pada produkterapan lainnya.
KERAMIK PLERED, PURWAKARTA, JAWA BARAT RIWAYATMU KINI Hendy Rosadi
Jurnal Dimensi Seni Rupa dan Desain Vol. 14 No. 2 (2018)
Publisher : Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1271.851 KB) | DOI: 10.25105/dim.v14i2.2874

Abstract

AbstractThe Plered region in Purwakarta is one the many ceramic industries in West Java. In this region, clay is readily available, a fact which is very beneficial to the people of Plered. Initially, clay is utilized for the production of ceramic goods for daily use and would later on flourish according to the needs of the people, resulting in better and moreintriguing ceramic designs. The art of creating ceramics in Plered is estimated to have begun in 1904 and is still currently continuing to grow. The growing need for this artistic object, followed closely by the exponential growth of the population, combined with their interactions through communication tend to promote the popularity of ceramics and turning it into one of the main sources of income for its producers. Thisphenomenon is indicated by the many appearances of ceramic producers which would later transform into huge ceramic industries in the aforementioned region. Even though these transformation and growth are not significantly exponential, Plered’s ceramic industry still plays a huge role in the nation’s economic and tourism sectors. Therefore,Plered’s ceramic industry should still be considered one of the nation’s great assets AbstrakKecamatan Plered, Kabupaten Purwakarta, merupakan salah satu industrikeramik di Jawa Barat. Di Kecamatan Plered, tanah liat merupakan bahan yang mudah ditemukan, hal ini merupakan suatu keuntungan bagi masyarakat Plered. Pada awalnya, tanah liat tersebut dimanfaatkan untuk membuat barangbarang keramik untuk kebutuhan sehari-hari yang kemudian berkembang mengikuti tuntutan masyarakat akan kebutuhan keramik dengan nilai-nilai estetika dan artistik, menyebabkan banyak bermunculan desain-desain produk keramik yang semakin baik dan menarik. Kegiatan pembuatan keramik di Plered diperkirakan dimulai tahun 1904, dan masih berkembang sampai sekarang.Tingkat kebutuhan manusia yang semakin meningkat akan benda ini yang diikuti dengan perkembangan populasi manusia serta interaksi antar keduanya melalui komunikasi cenderung menyebabkan keramik menjadi populer dan merupakan peluang sebagai salah satu mata pencaharian. Fenomena ini berkembang di Plered dan ditandai dengan banyak munculnya para pengrajin keramik yang kemudian berkembang menjadi industri keramik di Kecamatan Plered, Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat.Meskipun perkembangannya tidak terlalu pesat, Sentra Keramik Plered masih eksis mendukung bidang ekonomidan pariwisata negara. Dengan demikian Sentra Keramik Plered layakdipertahankan dan diperhatikan sebagai salah satu aset negara kita.
STRATEGI PENGEMBANGAN TEKNIK PEMBUATAN PRODUKPRODUK KULIT UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN KREATIF DI INDUSTRI KECIL/MENENGAH ALAS KAKI CIBADUYUT Mohamad Arif Waskito
Jurnal Dimensi Seni Rupa dan Desain Vol. 11 No. 2 (2014)
Publisher : Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (238.613 KB) | DOI: 10.25105/dim.v11i2.3320

Abstract

The creative process in industrial product development in small / medium often don't have opportunity to explore the design, especially in industries which only prioritize production activities only. Their activities will be dominated by the action that refers to the effectiveness and efficiency of production. The production process will be determined based on the speed and reduced their production cost. As happens in many footwear industry in Cibaduyut, generally they will act as the industry "partners" who would accept a job just to make the shoes of larger industry known as "The Champion". Due to the design and technical specifications of products produced by small-scale industries have been set by the industry "Champion", then the selling value the product that can be offered only on quality of workmanship and low cost of production (hpp). Build creative abilities in a small industry is becoming increasingly difficult because of their perceptions of the development of new products based on originality will require many experiments with the high cost and uncertainty of the results. In addition, if the new product has been produced, it will require new skills and new equipment to be purchased. It also makes SMEs often avoid the effort to develop creative products. In this study, will be made efforts to develop creative products that can be done by small industry through product diversification strategy, based on the principle of common production techniques in the industry without requiring a large investment. The process of formation will use mould and knit technique as applyed in the footwear industry, but will be used for other products besides footwear products. Abstrak Proses kreatif dalam pengembangan produk industri kecil / menengah sering tidak memiliki kesempatan untuk menjelajahi Desain, terutama dalam industri yang hanya memprioritaskan kegiatan produksi. Kegiatan mereka akan didominasi oleh tindakan yang mengacu pada efektifitas dan efisiensi produksi. Proses produksi akan ditentukan berdasarkan kecepatan dan mengurangi biaya produksi mereka. Seperti yang terjadi di banyak industri alas kaki di Cibaduyut, umumnya mereka akan bertindak sebagai industri "mitra" yang akan menerima pekerjaan hanya untuk membuat sepatu industri besar yang dikenal sebagai "The Champion". Karena desain dan teknis spesifikasi produk yang diproduksi oleh industri skala kecil telah ditetapkan oleh industri "Champion", maka nilai jual produk yang dapat ditawarkan hanya pada kualitas pengerjaan dan rendah biaya produksi (hpp). Membangun kemampuan kreatif dalam industri kecil menjadi semakin sulit karena persepsi mereka tentang pengembangan produk baru berdasarkan orisinalitas akan memerlukan banyak percobaan dengan tingginya biaya dan ketidakpastian hasil. Selain itu, jika produk baru telah diproduksi, itu akan membutuhkan keterampilan baru dan peralatan baru untuk dibeli. Hal ini juga membuat UKM sering menghindari upaya untuk mengembangkan produk-produk kreatif. Dalam studi ini, akan dilakukan upaya untuk mengembangkan produkproduk kreatif yang dapat dilakukan oleh industri kecil melalui strategi diversifikasi produk, berdasarkan prinsip umum teknik produksi dalam industri tanpa memerlukan investasi besar. Proses pembentukan akan menggunakan cetakan dan teknik rajut sebagai diterapkan di industri alas kaki, tetap
PENGGUNAAN DESIGN THINKING DALAM PENGEMBANGAN PRODUK KERAJINAN IKM (Studi Kasus: Sentra Kerajinan Patung Kayu, Subang) Noel Febry Ardian; Hendriana Werdhaningsih
Jurnal Dimensi Seni Rupa dan Desain Vol. 15 No. 1 (2018)
Publisher : Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2142.78 KB) | DOI: 10.25105/dim.v15i1.4193

Abstract

Collaboration between craftsmen and product designers is one of the solutions for sustainable development of IKM products. Craftsmen need to be introduced to the creative process in producing new products. One that can be applied is Design Thinking. This process is considered in accordance with the way the craftsman works which generally "learning by doing" and not theoretical. Design Thinking process introduced in a workshop activity. The process of finding ideas begins by stimulating empathy to produce new ideas that are different from what they have been doing so far. Through this workshop several solutions were produced in the form of prototypes. This activity also produces a better work pattern that is more creative and productive in generating new ideas. The usage of story-telling in expressing ideas or thoughts is also preferebly and effective as a medium of discussion among craftsmen. Abstrak Kolaborasi antara perajin dan desainer produk merupakan salah satu Perajin perlu dikenalkan pada .Proses ini merupakan alat pemecahan masalah yang berpusat pada manusia, menekankan kolaborasi dan spontanitas. Proses ini dianggap sesuai dengan pola kerja perajin yang umumnya “learning by doing”, praktis dan bukan teoritis. Proses pencarian ide dimulai dengan merangsang empati untuk menghasilkan ide baru yang berbeda dari yang selama ini dihasilkan. Melalui workshop ini, dihasilkan beberapa solusi dalam bentuk prototype produk baru. Kegiatan ini juga menghasilkan sebuah pola kerja yang lebih baik, kreatif dan produktif dalam mewujudkan ide. Metode bercerita dalam mengutarakan ide atau pikiran juga lebih digemari dan efektif sebagai media diskusi diantara para perajin.
INSPIRASI GEROBAK MAKANAN TRADISIONAL BETAWI PADA DESAIN COUNTER MAKANAN BETAWI DI AREA PUSAT JAJAN Reno Fanthi; Dila Hendrassukma; Amarena Nediari; Fauzia Latif
Jurnal Dimensi Seni Rupa dan Desain Vol. 15 No. 1 (2018)
Publisher : Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1746.083 KB) | DOI: 10.25105/dim.v15i1.4194

Abstract

Abstract Traditional food carts can be a symbol of the distinctiveness of Indonesian culinary culture. Placement in a food court needs special attention so that it can blend with food court interior in the mall building. Traditional Betawinese food carts in foodcourt are expected to provide Betawinese cultural identity as an inspiration in applying local culture in commercial place. The uniqueness of Betawinese culture should be presented as the element of design in the counter so that the visitor could have the experience from the process of serving that used to be seen when serving in traditional food carts. This experiences are expected to provide insight and maintain the preservation of Betawinese traditional food. The identification of traditional Betawinese food carts is obtained through direct research conducted on objects by using goal grid methods. The outcome of this research is to create harmony between tradional food carts with the thematic interior of food court that served Indonesian cuisine to the visitiors. Abstrak Gerobak makanan tradisional dapat menjadi tanda kekhasan budaya kuliner Indonesia. Penempatannya pada sebuah foodcourt perlu mendapatkan perhatian khusus agar dapat menyatu dengan interior pusat jajan yang berada dalam bangunan mal. Identifikasi gerobak makanan tradisonal khas Betawi, didapatkan melalui penelitian langsung yang dilakukan terhadap objek. Hal ini dilakukan untuk dapat menciptakan keselarasan antara gerobak makanan tradisional, dengan tema pusat jajan pada bangunan mal yang menyajikan kuliner Indonesia sebagai menu yang ditawarkan kepada pengunjung. Gerobak makanan tradisional khas Betawi pada pusat jajan diharapkan dapat memberikan identitas budaya Betawi sekaligus menjadi sebuah inspirasi dalam menerapkan kekayaan budaya lokal pada sebuah fasilitas publik. Kekhasan budaya Betawi dalam penyajian makanan tradisional hendaknya desain gerobak, sehingga pengunjung pusat jajan, tetap mendapatkan pengalaman dari proses penyajian makanan khas Betawi layaknya makanan tersebut diproses saat berjualan dengan gerobak keliling. Pengalaman ini diharapkan dapat memberikan wawasan serta menjaga kelestarian dari makanan tradisional khas Betawi. Hasil luaran yang didapat adalah berupa desain gerobak makanan tradisional khas Betawi yang berada di sebuah pusat jajan pada bangunan mal.
KEBERTAHANAN ATAP GONJONG DAN PERUBAHAN ARSITEKTUR DI WILAYAH SUMATERA BARAT Resky Annisa Damayanti
Jurnal Dimensi Seni Rupa dan Desain Vol. 15 No. 1 (2018)
Publisher : Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2407.78 KB) | DOI: 10.25105/dim.v15i1.4195

Abstract

Abstract Rumah Gadang is often referred to as Rumah Bagonjong. The typical gonjong roof and character in accordance with the identity of the people of West Sumatra. At present, many people do not understand the meaning of the gonjong roof. The purpose of this study was to determine and analyze the sustainability of the gonjong roof in West Sumatra by paying attention to the philosophy and symbolic meaning of the gonjong roof itself as seen from its application to the building of modern architecture. The method used is descriptive qualitative which starts from the field. Data and information obtained from the field are drawn from their meanings and concepts through descriptive analytical exposure and without using numbers because they prioritize the process. In the end, this research will reveal the facts, phenomena, and circumstances that occur. The results showed that the gonjong roof was 'forced' to survive in the midst of modern architectural changes, and this led to a shift in cultural meanings and values which actually threatened the original symbolic values. Rumah Gadang sering kali disebut dengan Rumah Bagonjong. Atap gonjongnya yang khas dan berkarakter sesuai dengan jati diri masyarakat Sumatera Barat. Pada masa sekarang, banyak masyarakatnya yang tidak paham akan makna atap gonjong. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui dan menganalisis kebertahanan atap gonjong di Sumatera Barat dengan memperhatikan filosofi dan makna simbolik dari atap gonjong itu sendiri dilihat dari penerapannya pada bangunan arsitektur modern. Metode yang digunakan adalah kualitatif deskriptif yang dimulai dari lapangan. Data dan informasi yang diperoleh dari lapangan ditarik makna dan konsepnya melalui pemaparan secara deskriptif analitik dan tanpa menggunakan angka karena lebih mengutamakan proses. Pada akhirnya, penelitian ini akan mengungkapkan fakta, fenomena, dan keadaan yang terjadi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa atap gonjong 'dipaksa' bertahan di tengah perubahan arsitektur modern sekarang ini, dan hal tersebut menyebabkan terjadinya pergeseran makna dan nilai budaya yang justru mengancam nilai-nilai simbolik yang masih asli.
PERANCANGAN DESAIN INTERIOR MUSEUM DENGAN TEKNIK INTERAKTIF SEBAGAI RUANG PUBLIK MASA KINI Polniwati Salim; Christianto R; Sri Rachmayanti
Jurnal Dimensi Seni Rupa dan Desain Vol. 15 No. 1 (2018)
Publisher : Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2349.807 KB) | DOI: 10.25105/dim.v15i1.4196

Abstract

Abstract This study aims to analyze a museum interior design to be able to find the latest output regarding displaying or circulation techniques in a public space, especially museum. This study background is a public phenomenon visited by museums nowadays, which is seen on their social media accounts. Especially for contemporary and art design museums, it becomes an attractive icon for young people, as well as seniors. However, there are many things that need to be considered in designing a museum interior where many factors support for a success interior design, including: display techniques, gallery categorization, signage systems, and lighting. This study will examine how to applied the above items. As a comparison, contemporary art museums in Jakarta and New York. By doing these comparisons, researcher expected there will be a resume on how designing a good contemporary art museum. With good and attractive interior design in a contemporary art museum, it will further increased visitors interest and the awareness of the community to explore the museum. The method used is by observing and documenting techniques and analyzing the interior of research objects, combined with literature studies, hopefully this research can contribute to the museum design technique as an ergonomic and interactive public space for the wider community. For future development of the museum, this research contributes for a better, good and friendly display techniques. Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa perancangan interior sebuah museum untuk dapat ditemukan luaran terbaru perihal teknik display maupun sirkulasi dalam sebuah ruang publik yakni museum. Latar belakang penelitian adalah fenomena masyarakat luas yang terlihat kesadaran untuk berkunjung ke museum, yang terlihat pada akun sosial media masyarakat jaman sekarang yang demikian semarak, khususnya untuk museum bernafaskan contemporary dan art design, menjadi satu ikon menarik bagi kalangan muda, juga para senior. Namun demikian banyak hal yang perlu diperhatikan pada perancangan sebuah interior museum dimana banyak factor yang mendukung kesuksesan sebuah desain museum, antara lain dalam hal teknik display, pengkategorian gallery, system signage, maupun pencahayaan. Dengan design interior yang baik dan menarik pada sebuah museum kontemporer, diharapkan akan semakin menaikkan minat para pengunjung dan kesadaran masyarakat akan semakin meningkat untuk mengeksplorasi isi dari museum tersebut. Metode yang digunakan adalah dengan teknik pengamatan dan pendokumnetasian serta analisa interior objek penelitian, dipadukan dengan studi literature, diharapkan penelitian ini memberikan kontribusi pada teknik perancangan museum sebagai sebuah ruang public yang ergonomis dan interaktif menyenangkan bagi masyarakat luas. Untuk pengembangan museum ke depannya, penelitian ini memberikan sumbangsih perihal teknik display yang baik dan bersahabat