cover
Contact Name
Erna Meiliana
Contact Email
ernameiliana@trisakti.ac.id
Phone
+6287840093703
Journal Mail Official
jurnal_dimensi@trisakti.ac.id
Editorial Address
Fakultas Seni Rupa dan Desain Universitas Trisakti Jl.Kyai Tapa No.1 Grogol Jakarta 11440
Location
Kota adm. jakarta barat,
Dki jakarta
INDONESIA
Jurnal Dimensi Seni Rupa dan Desain
Published by Universitas Trisakti
ISSN : 25275666     EISSN : 25497782     DOI : https://doi.org/10.25105/dim
Core Subject : Humanities, Art,
Jurnal Dimensi Seni Rupa dan Desain diterbitkan oleh Fakultas seni Rupa dan Desain. Jurnal ini terbit 2 (dua) kali dalam setahun, yaitu Februari dan September. Jurnal Dimensi Seni Rupa dan Desain merupakan jurnal bidang seni dan desain yang terbilang aktif sejak pertama kali diterbitkan dari tahun 2003 sampai sekarang. Menjadi salah satu jurnal seni dan desain yang banyak diminati oleh para penulis dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia
Articles 376 Documents
ESTETIKA PADA JAKET UPCYCLE LIMBAH VISUAL SPANDUK KARYA HARITS ALFADRI DEWANTO Ayu Krisna Gayatri Sari Dewi; I Wayan Swandi; I Wayan Mudra
Jurnal Dimensi Seni Rupa dan Desain Vol. 16 No. 2 (2020)
Publisher : Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (726.012 KB) | DOI: 10.25105/dim.v16i2.7055

Abstract

AbstractAesthetics is something related to beauty and all aspects of what is called beauty. Aesthetics is an important factor in works of art that can be accepted in society. The visual waste jacket consisting of banners by Harits Alfadri Dewanto can be seen through the design elements of the upcycle jacket. Upcycle is the concept of reusing goods that have been released into new products with a higher value than before. The latest fashion concept in its development is not only as a sustainable lifestyle but it can also be a solution for improving the prevention of waste that occurs. The research method is descriptive analytic. This study attempts to describe the aesthetics through design elements and analyze the aesthetics of the visual waste jacket banner by Harits Alfadri Dewanto through the aesthetic principle theory. The results revealed a design element in the upcycle jacket, the visual waste of the banner providing comfort to the user with the size of the jacket that supports it and the comfort of the eye that sees with the appearance of the jacket using a harmonious primary color combination AbstrakEstetika merupakan sesuatu yang berkaitan dengan keindahan dan semua aspek dari apa yang disebut keindahan. Estetika merupakan faktor yang penting dalam sebuah karya seni mampu diterima di masyarakat. Pada jaket limbah visual berupa spanduk karya Harits Alfadri Dewanto dapat estetika dilihat melalui elemen desain pada jaket upcycle. Upcycle merupakan konsep penggunaan kembali barang yang telah dibuang menjadi produk baru dengan nilai yang lebih tinggi dari pada sebelumnya. Konsep upcycle fashion dalam perkembangannya tidak hanya sebagai sebuah gaya hidup berpakaian namun dapat juga menjadi solusi atas kesenjangan penanggulangan limbah visual yang terjadi.metode penelitian adalah deskriptif analitik. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan estetika melalui elemen desain dan menganalisis estetika pada jaket limbah visual spanduk karya Harits Alfadri Dewanto melalui teori prinsip estetika. Hasil penelitian mengungkapkan bahwa elemen desain pada jaket upcycle limbah visual spanduk mampu memenuhi kenyamanan pada pengguna dengan ukuran jaket yang longgar dan dan kenyamanan pada mata yang melihat dengan tampilan jaket menerapkan kombinasi warna primer yang harmonis.
STUDI TATA RUANG RUMAH ADAT “SIWALUH JABU” DESA LINGGA Erwin Ardianto Halim
Jurnal Dimensi Seni Rupa dan Desain Vol. 16 No. 2 (2020)
Publisher : Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (495.35 KB) | DOI: 10.25105/dim.v16i2.7057

Abstract

AbstractKaro traditional house is an authentic historical-cultural heritage and still stands tall. The existence of the Karo traditional house does not only function as an ordinary place to live, but has a meaning which is a medium of cultural expression of the people seen in the architecture and interior of this traditional karo house. This research is a study of spatial planning and its functions at this time. The results of the study know the spatial patterns in the traditional house of Siwaluh Jabu and find out what I am experiencing changes in the traditional house layout of Siwaluh Jabu. This has become very important in this research for the development of cultural history in the world of interior design education. AbstrakRumah adat Karo merupakan warisan sejarah-budaya yang otentik serta masih berdiri tegak. Keberadaan rumah adat Karo tidak saja berfungsi sebagai tempat tinggal biasa, namun memiliki makna yang merupakan media ekspresi kebudayaan masyarakatnya terlihat pada bentuk arsitektur dan interior rumah adat karo ini. Penelitian ini merupakan studi tata ruang dan fungsinya pada saat ini. Hasil penelitian mengetahui pola tata ruang pada rumah adat Siwaluh Jabu dan mengetahui apa saya yang menggalami perubahan pada tata ruang rumah adat Siwaluh Jabu. Hal tersebut menjadi sangat penting dalam penelitian ini untuk pengembangan ilmu sejarah budaya dalam dunia pendidikan desain interior.
KAJIAN TRANSFORMASI SEMANTIK DALAM PORTFOLIO DESAIN PRODUK KEWIRAUSAHAAN SOSIAL Devanny Gumulya; Isabela Elena
Jurnal Dimensi Seni Rupa dan Desain Vol. 16 No. 2 (2020)
Publisher : Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1334.313 KB) | DOI: 10.25105/dim.v16i2.7058

Abstract

AbstractThe market is increasingly more competitive; a brand must have a strong product design identity. Famous brands such as Nike, Apple and Swatch are brands that are good at managing their portfolio strategy for a long time. These brands can form an absolute imagination in the consumer’s mind by orchestrating coherent design characters across their product portfolio. Therefore, a brand must consistently use its design elements without making it dull. Consistent but the novelty element remains essential in every product line. Social enterprise to carry out the societal mission should be able to keep up with other products on the market. Therefore, social enterprise ability to manage their product portfolio strategy is essential. Semantic transformation is the process of changing from language realm into the entity that can be physically seen through design features. It is the process of creating design feature to represent meaning. Three social enterprises: Borneo Chic, Noesa and Du’anyam were selected for semantic transformation analysis across its product portfolio, starting from the brand value into design feature from the product portfolio line. The results suggest that the meanings carried by social enterprises are locality, environmentally friendly and mission to build community capacity. These meanings are transformed into design features such as natural colour combinations, woven and weaving elements as a representation of the product made by local craftsmen and one of a kind not factory-made or mass-produced, use local material and environmentally friendly. The social enterprise is expected to innovate traditional features into something modern that fit to a modern lifestyle. Imperfections in social enterprise’s products are also anticipated because it shows that products are made by humans. AbstrakPersaingan pasar yang semakin ketat membuat sebuah brand harus memiliki identitas desain produk yang kuat. Brand-brand ternama seperti Nike, Apple dan Swatch adalah brand yang pandai mengatur strategi portofolionya sehingga dalam kurun waktu yang lama, brand-brand tersebut bisa membentuk imajinasi yang absolut akan karakter desain dari portofolio produknya. Oleh karena itu, sang brand harus secara konsisten menggunakan elemen-elemen desainnya tanpa membuatnya menjadi membosankan. Konsisten tapi unsur kebaruan tetap penting dalam setiap lini produk. Kewirausahaan sosial untuk menjalankan misi sosialnya, harus mampu bersaing dengan produk-produk lain yang ada di pasar. Oleh karena itu strategi portofolio dari kewirausahaan sosial menjadi sangat penting. Transformasi semantik adalah proses perubahan dari ranah bahasa menjadi wujud entitas yang dapat dlihat secara fisik melalui fitur-fitur desain yang diciptakan untuk merepresentasikan sebuah makna. Tiga kewirausahaan sosial berbasis desain produk: Borneo Chic, Noesa dan Dua’anyam dipilih untuk dianalisa transformasi semantiknya, bermula dari ranah bahasa brand value menjadi karakter desain dari lini portofolio produk. Hasil penelitian adalah makna-makna yang diusung kewirusahaan sosial adalah lokalitas, ramah lingkungan dan misi pembangungan kapasitas komunitas. Makna ini ditranslasikan dalam fitur-fitur desain seperti kombinasi warna natural, elemen anyaman dan tenun sebagai representasi produk yang dibuat oleh perajin lokal dan bukan buatan pabrik atau produksi massa. Material yang digunakan lokal dan ramah lingkungan. Wirausaha sosial diharapkan untuk menginovasi fitur tradisional menjadi sesuatu yang tidak biasa. Ketidaksempurnaan pada produk kewirausahaan juga diantisipasi karena menunjukan bahwa produk dibuat oleh manusia.
KENYAMANAN INAP AT CAPSULE HOSTEL SEBAGAI DESAIN COMPACT Ahmad Muzzayin Dina Wari; Setiamurti Rahardjo; Dea Aulia Widyaevan
Jurnal Dimensi Seni Rupa dan Desain Vol. 16 No. 2 (2020)
Publisher : Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (565.38 KB) | DOI: 10.25105/dim.v16i2.7059

Abstract

AbstractThe increasing number of millennial travelers has affected the growth of backpacker accommodations in Bandung, especially those which are built in a form of capsules. Located at the city center of Bandung, “Inap at Capsule Hostel” has many facilities, all of which are installed inside the capsules and make the design compact. Although all of those facilities are dimensionally accommodated, the anthropometric comfort of the capsule is still questionable since there are spaces required for body movements. With combining the qualitative method through experiencing the capsule’s interior directly and the quantitative method through analyzing reviews from booking websites with the instrument word cloud text analysis, it is found that the compact design of Inap at Capsule Hostel still represents the anthropometric comfort regardless its limited dimension. Nevertheless, rearrangement of some lighting facilities and materials inside the capsules is suggested to improve the quality of the spatial comfort. AbstrakMeningkatnya wisatawan milenial menjadi salah satu faktor pendorong berkembangnya penginapan backpacker berbentuk kapsul di kota Bandung. Inap at Capsule Hostel yang terletak di pusat kota Bandung memiliki lima belas fasilitas yang semuanya terletak di dalam unit kapsulnya dan membuat desainnya padat. Meskipun seluruh fasilitas tersebut dapat tertampung secara dimensi, tapi hal ini belum tentu sejalan dengan kenyamanan kapsul ini saat digunakan karena tubuh manusia memiliki aktivitas gerak yang membutuhkan ruang tambahan. Dengan memadukan metode kualitatif melalui pengalaman ruang secara langsung dan metode kuantitatif melalui olahan data review dari situs pemesanan akomodasi dengan word cloud text analysis, ternyata ditemukan bahwa unit yang padat pada Inap at Capsule Hostel masih nyaman digunakan meski secara dimensi terhitung sempit bagi ruang gerak manusia. Meskipun demikian, disarankan adanya penataan ulang beberapa fasilitas pencahayaan serta penggunaan material untuk meningkatkan kualitas kenyamanan ruangnya.
MAKNA SPIRITUAL DI BALIK BANGUNAN ARSITEKTURRUMAH GADANG ISTANA BASA PAGARUYUNG Resky Annisa Damayanti; Vanessa Vidia Ardyharini
Jurnal Dimensi Seni Rupa dan Desain Vol. 17 No. 1 (2020)
Publisher : Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (475.591 KB) | DOI: 10.25105/dim.v17i1.7843

Abstract

AbstractReligious life in West Sumatera is very strong. Islamic spirituality dominates in WestSumatera because of the large number of Muslims there. Even this has influencedthe daily life of the Minangkabau people. Its strong effect is also a concern, includingby designers and architects. This research aims to explore the spiritual meaning thatinfluences the architectural building of the Big House of Pagaruyung Palace. TheBig House of Pagaruyung Palace was the residence of the family of the Kingdom ofPagaruyung in the 17th century and is known as the beginning of the spread of Islamin West Sumatera. The present of Basa Pagaruyung Palace is a replica building.Nevertheless, the Basa Pagaruyung Palace was still built by maintaining its original form. The method used is descriptive qualitative with cultural approach. In the end, thepurpose of this research is to reveal the facts, meanings, phenomena and circumstancesthat are happening. The results of the study note that there are four architecturalelements of the Big House of Pagaruyung Palace that have spiritual meaning. It can be concluded that the architectural building of the Big House of Pagaruyung Palace wasbuilt with the thought to connect existing architectural elements with nature. The BigHouse of Pagaruyung Palace predominantly uses the analogy of natural organisms.This is in accordance with the concept of the Minangkabau culture ‘Nature Developingbecomes a Teacher’ which is also heavily influenced by Islamic spirituality.  AbstrakKehidupan beragama di Sumatera Barat sangatlah kuat. Spiritualitas Islamsangat mendominasi di Sumatera Barat dikarenakan banyaknya pemelukagama Islam di sana. Hal inipun turut mempengaruhi kehidupan sehari-harimasyarakat Minangkabau. Efeknya yang begitu kuat turut menjadi perhatian,termasuk oleh para desainer maupun arsitek. Penelitian ini bertujuan untukmendalami makna spiritual yang berpengaruh terhadap bangunan arsitekturRumah Gadang Istana Basa Pagaruyung. Istana Basa Pagaruyung merupakantempat kediaman keluarga Kerajaan Pagaruyung pada abad ke-17 dandiketahui sebagai awal mula agama Islam tersebar di Sumatera Barat. IstanaBasa Pagaruyung yang ada sekarang merupakan bangunan replika. Meskipundemikian, Istana Basa Pagaruyung tetap dibangun dengan mempertahankanwujud aslinya semula. Metode yang digunakan adalah kualitatif deskriptifdengan pendekatan kebudayaan. Pada akhirnya, tujuan dari penelitian ini adalah mengungkapkan fakta, makna, fenomena, dan keadaan yang sedangterjadi. Hasil dari penelitian diketahui bahwa terdapat empat elemen arsitekturyang memiliki makna spiritual. Dapat disimpulkan bahwa bangunan arsitektur Rumah Gadang Istana Basa Pagaruyung dibangun dengan pemikiran untuk menghubungkan antara elemen arsitektur yang ada dengan alam. RumahGadang Istana Basa Pagaruyung dominan menggunakan analogi organisme alam. Hal ini sesuai dengan konsep kebudayaan Minangkabau ‘AlamTakambang jadi Guru’ yang juga banyak terpengaruh spiritualitas Islam.
PERANCANGAN MEBEL DENGAN INTEGRASI PERMAINAN MONTESSORI ANAK USIA 3-6 TAHUN Susi Hartanto; Yohana Yohana
Jurnal Dimensi Seni Rupa dan Desain Vol. 17 No. 1 (2020)
Publisher : Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1119.478 KB) | DOI: 10.25105/dim.v17i1.7844

Abstract

Abstract Montessori has become one of early learning methods chosen by Indonesian parentsat this moment, formally through education institution, or informally through selflearning at home (Bigceglia, 2014; Woo, 2014); both dedicated for normal and special needs kids (Cipta, et al,, 2019). Montessori education needs Montessori aparatus(specially designed Montessori tools to support sensorial learning) which is relativelyexpensive. Early learning education is normally done within 2-3 hours at school, thusthese toddlers spend most of their time at home. Thus it is clear there is need for parents to stimulate them in the right way, one of the way is by providing Montessoriaparatus or other more affordable sensorial toys. Using multiple methods of data gathering (primary & secondary), toy redesign, design iteration, user product trial andreview; the result of this research is 12 new Montessori toys integrated in coffee table,which add values in terms of multifunction, price, quality, and still apply Montessoriconcept.  Abstrak Montessori menjadi salah satu metode pendidikan usia dasar yang dipilihorang tua Indonesia saat ini, baik secara formal melalui institusi pendidikanresmi, maupun secara informal melalui pembelajaran otodidak di rumah(Bisceglia, 2014; Woo, 2014); baik diperuntukkan untuk anak normal maupununtuk anak berkebutuhan khusus (Cipta, et al., 2019). Pendidikan Montessori sarat dengan aparatus Montessori yang relatif mahal (alat bermain khasMontessori yang dirancang sedemikian rupa untuk mendukung pembelajaran sensori). Dengan durasi PAUD kurikulum apapun yang hanya 2-3 jam disekolah, anak usia dini biasanya lebih banyak menghabiskan waktu di rumah,sehingga jelas ada kebutuhan orang tua untuk memberikan stimulasi yangtepat untuk tumbuh kembang anak, dan salah satunya adalah dengan aparatus Montessori atau mainan sensori lainnya yang lebih terjangkau. Denganberbagai metode pengumpulan data primer dan sekunder, redesain mainan,proses iterasi desain, uji coba produk ke pengguna; dirancang 12 produkmainan Montessori baru yang terintegrasi dengan meja kopi ruang tamu,yang memiliki nilai tambah dari sisi multifungsi, harga, kualitas, dan tetapmengindahkan konsep Montessori. 
PENGENALAN PRODUK BUDAYA MELALUI SEJARAH JATIDIRI BANGSA: Studi Kasus Kesadaran Sejarah di SMA Labschool Kebayoran Donny Satryo Wibowo; Kurniawati Kurniawati
Jurnal Dimensi Seni Rupa dan Desain Vol. 17 No. 1 (2020)
Publisher : Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1119.79 KB) | DOI: 10.25105/dim.v17i1.7845

Abstract

AbstractKnowledge of cultural products is one of the basic assets of advancing the nation with highcivilization and its works that are recognized by the world, and is closely related to identity, andcan be explored through historical consciousness. According to experts, historical consciousnesscannot be separated from culture and identity. Historical consciousness is the cognition of anindividual or a group of people and involves cultural awareness of a relationship between thepast and the present, which helps to understand the future. Senior High School becomes likea gate for students to choose their way of life in the future in helping to build the nation andits country’s defense. Going to high school is not just a prerequisite for entering tertiary levelor a requirement for being called an adult and being able to go directly into the real world insociety, but also a stage of learning that is expected to explore the potential of ethnic culturalidentity, can also harmoniously develop the potential of national identity as Indonesian nation,to advance this nation to achieve its glory. Research with this case study approach gets severalfindings related to the historical awareness of high school students including the potentialawareness of the historical identity of their identity for the advancement of future developmentwith the character and wealth of Indonesia. Abstrak Pengenalan pada produk budaya adalah salah satu modal dasar memajukan bangsadengan peradaban tinggi dan karya-karyanya yang diakui dunia, dan berhubunganerat dengan identitas jatidiri, serta dapat digali melalui kesadaran sejarah. Kesadaransejarah menurut para ahli tidak dapat dipisahkan dari kebudayaan dan idenitas jatidiri. Kesadaran sejarah adalah kognisi dari individu atau sekumpulan masyarakatdan melibatkan kesadaran budaya atas suatu hubungan antara masa lalu denganmasa kini, yang membantu untuk memahami masa depan. Sekolah Menengah Atasmenjadi seperti gerbang dari para siswa untuk memilih jalan hidupnya ke depandalam turut membangun bangsa beserta ketahanan negaranya. Bersekolah SMAtidak sekedar hanya sebagai syarat untuk memasuki tingkat perguruan tinggi atausyarat untuk disebut dewasa dan dapat terjun langsung ke dunia nyata di masyarakat,namun juga merupakan kancah tahap pembelajaran yang diharapkan dapatmenggali potensi identitas budaya etnisnya, juga dapat harmonis mengembangkanpotensi identitas nasionalnya sebagai bangsa indonesia, untuk memajukan bangsa inimencapai kejayaannya. Penelitian dengan pendekatan studi kasus ini mendapatkanbeberapa temuan terkait kesadaran sejarah siswa SMA antara lain adalah potensi  kesadaran sejarah identitas jatidiri mereka untuk pemajuan pembangunan di masadepan dengan karakter dan kekayaan yang dimiliki Indonesia. 
TENUN SONGKET TANJUNG PINANG KAJIAN SEMIOTIK Fenomenalogi: Identitas Sosial Masyarakat kampung Tanjung Pinang Arsan Shanie
Jurnal Dimensi Seni Rupa dan Desain Vol. 17 No. 1 (2020)
Publisher : Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (388.487 KB) | DOI: 10.25105/dim.v17i1.7846

Abstract

AbstractSemiotics is the study of signs of meaning. Everything that can be observed or observedsees a work of art more fully so that it can inform a value contained therein anddescribe a cultural context. Semiotics in the Meaning of an object is not only limited tothe form that is seen visually, but is expected to be able to interpret the essential thingsveiled in a form that can be identified through in-depth observation.Traditional Songket is a woven fabric made by the technique of adding weft asa decoration by inserting silver, gold or colored threads above the warp. The word“Songket” is derived from the words “Puncture” and “Cukit” which is synchronized to“Sukit” then changes to “Sungki”, and finally becomes “Songket” Weaving Songket.Tanjung Pinang is one of the oldest songket artisans in South Sumatra, traditionalsongket cloth in Tanjung Pinang village, Ogan ilir Regency is a type of cloth used asa symbol of honor for the people of Tanjung Pinang Village. The cloth is used duringcertain traditional activities, such as South Sumatra traditional traditional clothing,wedding ceremonies, marhaba (inauguration of the child’s name and shaving orwelcome). The traditional songket of Tanjung Pinang village, Ogan ilir Regency isone of the cultural heritages as a form of social identity. This is illustrated in theembodiment of forms, motifs and decoration in which the physical form of traditionalfabrics depicts aesthetic elements and is bound by cultural values prevailingin society.The form and manifestation can be studied in more depth.  AbstrakSemiotika merupakan ilmu yang mempelajari tentang tanda pemaknaannya.Segala sesuatu yang dapat diamati atau teramati melihat sebuah karya senisecara lebih utuh sehingga dapat menginformasikan suatu nilai yang terdapat didalamnya serta mendeskripsikan suatu konteks budaya. Semiotika dalam .Pemaknaan sebuah objek tidak hanya terbatas pada bentuk yang dilihat secaravisual, tetapi diharapkan mampu mengartikan hal yang esensial terselubungdalam bentuk yang dapat diidentifikasi melalui pengamatan yang mendalam.Songket Tradisional adalah kain tenun yang dibuat dengan teknik menambahkan benang pakan sebagai hiasan dengan menyisipkan benang perak, emas atau benang warna di atas lungsin. Kata “ Songket “ berasal dari kata “Tusuk“ dan “Cukit“ yang diakronimkan menjadi “Sukit” kemudian berubah menjadi “Sungki”, dan akhirnya menjadi “ Songket” Tenun songket. Tanjung Pinang merupakan salah satu daerah pengrajin songket tertua diSumatra Selatan, Kain songket tradisional desa Tanjung Pinang KabupatenOgan ilir adalah jenis kain yang dipakai sebagai simbol kehormatanmasyarakat Desa tanjung pinang, Kain tersebut digunakan pada saat kegiatan tradisi tertentu, seperti busana tradisional adat Sumatera Selatan, upacara pernikahan, marhaba (peresmian nama dan pencukuran anak atau ucapan selamat datang). Kain songket tradisional desa Tanjung Pinang Kabupaten Ogan ilir adalah salah satu warisan budaya masyarakat sebagai wujud dari identitas sosial. Hal ini tergambar dalam perwujudan bentuk, motif dan ragam hias dimana dalam bentuk fisik kain tradisional yang menggambarkan unsur keindahan (estetika) dan terikat oleh nilai-nilai budaya yang berlaku dalam masyarakat. Bentuk dan perwujudannya dapat dikaji secara lebih mendalam.
KAJIAN MOTIF BATIK PADA FASADE BANGUNAN MODERN Studi Kasus Beberapa Bangunan dengan Fasade Motif Batik di Jakarta Dwi Susilastuti
Jurnal Dimensi Seni Rupa dan Desain Vol. 17 No. 1 (2020)
Publisher : Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1042.415 KB) | DOI: 10.25105/dim.v17i1.7848

Abstract

Abstract Batik motifs are used as facades on several buildings, indicating an attempt to characterize a local identity through the building. This is in line with the international recognition of batik as the work of the Indonesian nation. This research will look at the potential of batik motifs to represent and unite the diverse tribal and ethnic cultures in Indenosia and other values, in their function as building facades. To find out the visual message of the batik motif, a phenomenological approach is used, where through emotions, history and symbols, it is used to determine whether the facade used is recognized by the community as a batik motif and the relationship between the meaning of the motif with the function and philosophy of the building. The values of the facade with batik motifsin other functions such as aesthetics, climate protection, capital investment, behavior modifier, are seen through the architectural science approach. Fasades with batik motifs have the potential to become landmarks that give value to their environment, become tourism assets, help shape the character and behavior of people to love culture morethrough its architecture.  AbstrakPenggunaan motif batik sebagai fasade pada beberapa bangunan, menunjukkan adanya usaha memberi ciri untuk mencitrakan identitas lokal melalui bangunannya. Hal ini sejalan dengan pengakuan batik secara internasional sebagai karya bangsa Indonesia. Penelitian ini akan melihat potensi motif batik dapat dianggap mewakili dan menyatukan beragamnya budaya suku dan etnik di Indenosia dan nilai-nilai lainnya, dalam fungsinya sebagai fasade bangunan. Untuk mengetahui pesan visual dari motif batik, digunakan pendekatan fenomenology, dimana melalui emosi, histori dan symbol, digunakan untuk mengetahui apakah fasade yang digunakan dikenali masyarakat sebagai motifbatik dan adakah kaitannya antara pemilihan makna motif dengan fungsidan filosofi bangunannya. Nilai-nilai fasade dengan motif batik dalam fungsi fungsi lain seperti estetika, pelindung iklim, capital investment, pembentuk perilaku, dilihat melalui pendekatan ilmu arsitektur. Fasade dengan motif batik berpotensi sebagai landmark yang memberi nilai pada lingkungannya, menjadi aset kepariwisataan, membantu pembentukan watak dan perilaku masyarakat untuk lebih mencintai budaya melalui arsitekturnya.
PENCEGAHAN COVID-19 MELALUI INFOGRAFISDI FAKULTAS BAHASA DAN SENI UNESA Hendro Aryanto; I Nyoman Lodra
Jurnal Dimensi Seni Rupa dan Desain Vol. 17 No. 1 (2020)
Publisher : Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (596.986 KB) | DOI: 10.25105/dim.v17i1.7849

Abstract

Abstract Corona virus is a new type of coronavirus that is transmitted to humans. This virus can attack anyone, both babies and children,adults, the elderly, pregnant women, and nursing mothers. This viral infection is called Covid-19. Until now, there has not been found a drug or vaccine for prevention.WHO urges people to live side by side with Covid-19 in the future which gives rise to life as “New Normal”. That is humans must always wear a mask when they are outside the house, live clean, always wash their hands with soap and so on. Information through infographics is needed about covid-19 as a reminder and at the same time educating Unesa Faculty of Language and Arts students the importance of maintaining distance, wearing a mask in campus activities to prevent the spread of covid-19. With the existence of an infographic on the prevention of covid-19 at the Faculty of Language and Arts, Unesa hopefully can, raise awareness of all campus members.This infographic was designed considering the lack of information on prevention of Covid-19 at FBS with the target audience of adult adolescents with casual and modern appearance so that the message can be easily understood.Keywords: covid-19, infographics, prevention, design Abstrak Virus Corona adalah jenis baru dari coronavirus yang menular ke manusia. Virus ini bisa menyerang siapa saja, baikbayi,anak-anak, orang dewasa,lansia, ibu hamil, maupunibu menyusui. Infeksi virus ini disebut Covid-19.  SSampai saat ini belum ditemukan obat maupun vaksin untuk pencegahan, WHO menghimbau kedepan manusia harus hidup berdampingan dengan covid-19 yang memunculkan kehidupan dengan sebutan “New Normal” yaitu manusia harus selalu memakai masker jika berada diluar rumah, hidup bersih selalu cuci tangan pakai sabun dan sebagainya. Dibutuhkan sebuah informasi melalui infografis tentang covid-19 sebagai pengingat sekaligus mengedukasi mahasiswa Fakultas Bahasa dan Seni Unesa pentingnya jaga jarak, memakai masker dalam beraktifitas dikampus guna mencegah penyebaran covid-19. Dengan adanya infografis pencegahan covid-19 di Fakultas Bahasa dan Seni Unesa diharapkan dapat, menumbuhkan kesadaran semua civitas kampus. Infografis ini dirancang mengingat minimnnya informasi pencegahan covid-19 di FBS dengan target audiece remaja dewasa berpenampilan casual dan modern sehingga pesan dapat mudah dipahami