Holistic Nursing Care Approach
The holistic Nursing Care Approach is intended to be the university journal for publishing articles reporting research and case study results in nursing. Holistic Nursing Care Approach invites manuscripts in the areas of medical-surgical nursing, emergency and disaster nursing, critical nursing, pediatric nursing, maternity nursing, mental health nursing, gerontological nursing, community health nursing, management and leadership nursing.
Articles
70 Documents
Penerapan terapi reminiscence terhadap peningkatan fungsi kognitif pada pasien lanjut usia dengan demensia
Tsalisia, Salsabilla Putri;
Al Jihad, Much Nurkharistna
Holistic Nursing Care Approach Vol 5, No 2 (2025)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.26714/hnca.v5i2.16624
Masalah yang sering dihadapi lansia adalah gangguan kognitif. Gangguan kognitif tidak dapat disembuhkan tetapi dapat dicegah dengan melakukan terapi reminiscence. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan penerapan terapi reminiscence terhadap gangguan kognitif pada lansia. Penelitian ini menggunakan metode studi kasus dengan pendekatan proses keperawatan meliputi pengkajian, diagnosis, intervensi, implementasi, dan evaluasi. Studi kasus ini dilakukan pada 3 orang lansia yang memenuhi kriteria yaitu berjenis kelamin wanita, berusia lebih dari 60 tahun, terdiagnosis menderita demensia, dan menunjukkan adanya gangguan kognitif berdasarkan pengkajian dengan menggunakan Mini Mental State Exam (MMSE). Intervensi ini diberikan selama 2 minggu, sebanyak 5 sesi terapi reminiscence yang berdurasi selama 30 menit. Hasil penerapan menunjukkan bahwa skor MMSE meningkat pada subyek studi 1 dari 18 menjadi 23, subyek studi 2 dari 21 menjadi 23, dan subyek studi 3 dari 19 menjadi 24. Ketiga subyek studi mengalami perubahan fungsi kognitif setelah dilakukan terapi reminiscence dari gangguan kognitif ringan hingga fungsi kognitif normal. Terapi reminiscence dapat dilakukan pada lansia untuk meningkatkan fungsi kognitif.
Intervensi terapi akupresur dan aromaterapi mawar pada perempuan menopause yang mengalami insomnia
Awaliya, Maulidya Putri;
Hidayati, Eni;
Nurhidayati, Tri
Holistic Nursing Care Approach Vol 6, No 1 (2026)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.26714/hnca.v6i1.13057
Masa menopause bagi sebagian perempuan merupakan hal yang menakutkan sehingga muncul rasa kekhawatiran bahwa dirinya akan menjadi tidak sehat. Kondisi ini menimbulkan rasa cemas yang menyebabkan gangguan tidur. Salah satu gangguan tidur yang dialami adalah kesulitan dalam memulai tidur. Pemberian terapi akupresur dan aromaterapi mawar bertujuan untuk menurunkan insomnia pada perempuan menopause. Penelitian ini bertujuan untuk menerapkan terapi akupresur dan aromaterapi mawar terhadap insomnia pada perempuan menopause. Penelitian ini menggunakan desain studi kasus dengan pendekatan proses keperawatan. Subyek studi berjumlah 2 orang sesuai kriteria inklusi yang telah ditetapkan. Pengukuran tingkat insomnia menggunakan KSPBJ Insomnia Ratting Scale. Terapi akupresur dan aromaterapi mawar dilakukan selama 15 hari diberikan setiap malam menjelang tidur dalam waktu 10 menit. Hasil penelitian menunjukan bahwa seluruh subyek studi mengalami insomnia berat (skala 13-14), setelah diberikan terapi akupresur dan aromaterapi mawar mengalami penurunan dengan skala 4 (insomnia ringan) pada subyek studi 1 dan skala 6 (insomnia ringan) pada subyek studi 2. Penerapan terapi akupresur dan aromaterapi mawar merupakan salah satu terapi komplementer yang efektif untuk mengatasi insomnia pada perempuan menopause.
Penerapan dekapan ibu pada bayi dengan tindakan imunisasi terhadap tingkat nyeri
Sundari, Ayun;
Mariyam, Mariyam;
Pohan, Vivi Yosafianti
Holistic Nursing Care Approach Vol 5, No 2 (2025)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.26714/hnca.v5i2.13198
Imunisasi merupakan upaya untuk meningkatkan kekebalan bayi secara aktif terhadap penyakit. Imunisasi melalui suntikan menjadi salah satu sumber nyeri, sehingga perlu diberikan terapi non farmakologis yang dapat meminimalisir nyeri dengan dekapan ibu pada bayi saat imunisasi. Studi kasus ini bertujuan untuk menerapkan terapi dekapan pada bayi dengan tindakan imunisasi terhadap tingkat nyeri. Metode studi kasus ini adalah metode deskriptif melalui penerapan Evidence Based Nursing Practice dengan menggunakan pendekatan asuhan keperawatan. Subjek studi kasus terdiri dari 3 bayi sehat berusia 0-9 bulan yang dilakukan imunisasi. Alat ukur yang digunakan adalah FLACC. Intervensi yang diberikan berupa terapi dekapan ibu pada bayi. Hasil studi didapatkan subjek studi 1 diberikan imunisasi DPT 3 dibagian femur dan Polio 3 dibagian deltoid. Subjek studi 2 diberikan imunisasi Campak secara intramuskular dan Polio 4 dibagian deltoid. Subjek studi 3 diberikan imunisasi Campak secara intramukular dan Polio 4 dibagian deltoid. Respon nyeri saat dilakukan imunisasi pada ketiga subyek studi menunjukkan nyeri sedang dengan ekspresi meringis, menendang, menggeliat, dan menangis, selanjutnya bayi dapat ditenangkan dengan pelukan. Intervensi dekapan ibu dapat mengurangi tingkat nyeri pada bayi yang diberikan imunisasi. Upaya ini dapat meminimalisir reaksi nyeri yang dirasakan bayi seperti mengurangi rengekan, lama tangisan bayi, dan bayi dapat ditenangkan dengan pelukan.
Penurunan tekanan darah dengan terapi slow deep breathing dan progressive muscle relaxation pada pasien hipertensi
Cahyani, Luthfiah Puspa;
Warsono, Warsono;
Sukraeny, Nury
Holistic Nursing Care Approach Vol 6, No 1 (2026)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.26714/hnca.v6i1.19298
Hipertensi merupakan salah satu penyakit yang menimbulkan komplikasi pada penderita sehingga dapat menurunkan kualitas hidup pada penderita. Peningkatan tekanan darah pada penderita hipertensi dapat dikontrol dengan terapi farmakologi dan non farmakologi, salah satunya menggunakan kombinasi terapi pernapasan dalam lambat dan relaksasi otot progresif. Studi kasus ini bertujuan untuk melakukan penerapan terapi pernapasan dalam lambat dan relaksasi otot progresif pada pasien hipertensi. Studi kasus menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan proses keperawatan. Pemberian terapi slow deep breath dan relaksasi otot progresif dilakukan selama 15 menit untuk masing-masing intervensi, 2 kali pertemuan dalam 1 minggu selama 1 bulan. Hasil studi kasus menunjukkan tekanan darah sebelum dilakukan tindakan pernapasan dalam lambat dan relaksasi otot progresif pada subjek 1 158/98 mmHg, subjek 2 158/96 mmHg, dan subjek 3 162/104 mmHg. Sedangkan hasil tekanan darah pada subjek setelah dilakukan pemberian terapi pernapasan dalam lambat dan relaksasi otot progresif diperoleh hasil dimana subjek ketiga mengalami penurunan yang signifikan. Setelah dilakukan terapi didapat hasil tekanan darah pada subjek 1 136/85 mmHg, subjek 2 124/78 mmHg dan subjek 3 114/80 mmHg. Kesimpulan dari hasil ketiga subjek setelah diberikan terapi pernapasan dalam lambat dan relaksasi otot progresif mengalami penurunan tekanan darah.
Penerapan konsumsi kapsul serbuk daun kelor (Moringa oleifera) dalam meningkatkan kadar hemoglobin pada lansia
Setiani, Triana Indah;
Aisah, Siti;
Ernawati, Ernawati
Holistic Nursing Care Approach Vol 6, No 1 (2026)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.26714/hnca.v6i1.13093
Anemia bukan hanya menjadi masalah kesehatan yang dialami oleh remaja ataupun ibu hamil, tetapi juga bisa terjadi pada lansia. Lansia mengalami penurunan fungsi tubuh terutama pada sistem pencernaan. Oleh karena itu, salah satu permasalahan kesehatan yang sering dialami oleh lansia adalah anemia. Terapi non farmakologi yang dapat meningkatkan kadar hemoglobin salah satunya yaitu konsumsi suplemen makanan serbuk daun kelor (Moringa oleifera). Studi kasus ini bertujuan untuk melakukan penerapan konsumsi suplemen makanan kapsul serbuk daun kelor terhadap peningkatkan kadar hemoglobin. Studi kasus menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan proses keperawatan melalui penerapan jurnal tentang terapi konsumsi serbuk daun kelor pada pasien anemia selama 7 hari terhadap 3 subyek studi yang sesuai dengan kriteria inklusi. Kadar hemoglobin subyek studi diukur dengan alat GCHb merek Easy Touch sebelum terapi dimulai. Hasil dari studi kasus menunjukkan bahwa setelah dilakukan penerapan konsumsi suplemen makanan kapsul serbuk daun kelor 3x500 mg, mengalami peningkatan 2 g/dL dengan rerata awal 10,36 g/dL (anemia sedang) setelah dilakukan penerapan menjadi 12,36 g/dL (non Anemia). Penerapan ini menunjukkan bahwa konsumsi suplemen makanan daun kelor efektif dalam meningkatkan kadar hemoglobin pada lansia.
Penerapan terapi dzikir dalam menurunkan nyeri dada pada pasien Acute Coronary Syndrome di ruang Instalasi Gawat Darurat
Choirunnissa, Hanifah;
Chanif, Chanif;
Baidhowy, Arief Shofyan
Holistic Nursing Care Approach Vol 5, No 2 (2025)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.26714/hnca.v5i2.15679
Penyakit Acute Coronary Syndrome (ACS) menjadi suatu keadaan gawat darurat akibat tersumbatnya arteri koroner sehingga aliran darah yang menuju ke jantung akan berhenti secara tiba-tiba dan jaringan akan mati. Kondisi ini akan menimbulkan adanya rasa nyeri dada. Nyeri dada akan mempengaruhi kondisi fisik maupun psikologis penderita, sehingga perlu intervensi untuk mengurangi nyeri yang dirasakan. Salah satu intervensi non farmakologis yaitu menggunakan terapi dzikir. Tujuan studi kasus adalah untuk melakukan penerapan terapi dzikir yang dikombinasikan dengan terapi farmakologis untuk menurunkan nyeri dada pada pasien ACS. Metode yang digunakan deskriptif studi kasus dengan pendekatan proses keperawatan. Subjek studi kasus adalah 3 pasien ACS dengan kriteria mengalami nyeri dada skala 4-6, berusia 55-65 tahun, beragama Islam, dan memperoleh terapi farmakologis aspirin. Intervensi terapi dzikir ini dilakukan sebanyak satu kali dengan durasi selama selama 17 menit setelah pemberian obat farmakologis. Skala nyeri diukur menggunakan Numeric Rating Scale (NRS) sebelum dan sesudah pemberian terapi dzikir. Hasil studi kasus menunjukkan ketiga subyek studi mengalami penurunan skala nyeri sebelum diberikan terapi dzikir yaitu skala nyeri sedang (4-6) dan setelah pemberian terapi dzikir yaitu turun menjadi nyeri ringan (1-3). Terapi dzikir dapat digunakan sebagai salah satu penatalaksanaan kombinasi untuk menurunkan nyeri dada pada pasien ACS.
Penurunan kecemasan pasien hemodialisis menggunakan terapi murottal Al-Qur’an
Dewi, Reza Aulya Kusuma;
Armiyati, Yunie;
Khoiriyah, Khoiriyah
Holistic Nursing Care Approach Vol 6, No 1 (2026)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.26714/hnca.v6i1.16422
Pasien penyakit ginjal kronis (PGK) yang menjalani hemodialisis umumnya mengalami permasalahan psikologis seperti kecemasan. Gangguan psikologis seperti kecemasan yang tidak diatasi akan mempengaruhi kualitas hidup pasien. Terapi non farmakologis dengan murottal Al-Qur’an dapat menjadi pilihan untuk menurunkan kecemasan. Tujuan studi kasus mengaplikasikan terapi murottal Al-Qur’an dalam mengatasi kecemasan pada pasien hemodialisis. Studi kasus ini dilakukan dengan metode deskriptif dengan menggunakan pendekatan proses keperawatan. Subyek studi adalah tiga pasien hemodialisis rutin dengan kecemasan ringan-sedang, berusia 20-60 tahun, beragama Islam, tidak mengonsumsi obat antidepresan dan bersedia menjadi responden. Kriteria eksklusi adalah pasien dengan gangguan pendengaran dan tingkat kecemasan berat. Kecemasan diukur dengan kuesioner Zung Self-Rated Anxiety Scale (ZSAS). Subyek studi mendapat terapi murottal Al-Qur’an dengan mendengarkan surah Ar-Rahman ayat 1-78 durasi 15 menit selama 7 hari berturut-turut. Murottal surat Ar-Rahman dilantunkan oleh Ahmad Saud, diputar dengan telepon selluler dan didengarkan menggunakan headphone. Subyek studi dipantau setiap hari untuk melakukan terapi. Skor kecemasan diukur sebelum dan setelah terapi pada hari ke-1, ke-4 ke-7. Terapi murottal Al-Qur’an selama tujuh hari menurunkan tingkat kecemasan ketiga subyek studi dari kecemasan sedang ke kecemasan ringan dengan rata-rata sebanyak penurunan skor kecemasan sebesar 23,8%. Terapi murottal Al-Qur’an efektif untuk menurunkan skor kecemasan pasien hemodialisis dengan masalah keperawatan ansietas.
Pijat oketani efektif meningkatkan produksi ASI pada ibu menyusui pasca sectio caesarea
Zahrotun, Siska;
Khayati, Nikmatul
Holistic Nursing Care Approach Vol 6, No 1 (2026)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.26714/hnca.v6i1.15602
Persalinan metode sectio caesarea dapat menimbulkan komplikasi berupa kesulitan menyusui akibat keterlambatan ibu dalam melakukan Inisiasi Menyusui Dini (IMD) pada jam pertama setelah melahirkan. Kondisi ini menyebabkan kurangnya stimulasi produksi Air Susu Ibu (ASI) sehingga produksi ASI kurang. Upaya untuk mengatasi kondisi ini dengan terapi non farmakologis berupa pijat oketani. Studi kasus ini bertujuan untuk menerapkan pijat oketani terhadap peningkatkan produksi ASI pada ibu post partum sectio caesarea di Rumah Sakit Roemani Muhammadiyah Semarang. Studi kasus ini dilakukan dengan metode deskriptif melalui pendekatan proses keperawatan pada 3 subjek studi. Pengambilan data dilakukan pada subyek studi yang memenuhi kriteria inklusi yaitu ibu tidak ada riwayat operasi payudara atau tumor payudara, kehamilan tunggal, usia kehamilan 38-42 minggu (aterm), tidak ada kelainan anatomi pada payudara, bayi bisa menyusu. Intervensi yang dilakukan yaitu pijat oketani selama 3 hari dengan 6 kali pertemuan selama 15 menit pemijatan. Hasil studi kasus menunjukkan 3 subyek studi mengalami peningkatan pada frekuensi menyusui, BAK dan BAB. Pada subjek 1 frekuensi menyusui meningkat sebanyak 4x/hari; BAK 4x/hari; BAB 2x/hari; subyek 2 frekuensi menyusui meningkat sebanyak 3x/hari; BAK 4x/hari; BAB 2x/hari; subyek 3 frekuensi menyusui meningkat sebanyak 7x/hari; BAK 4x/hari; BAB 1x/hari. Pijat oketani efektif dalam meningkatkan produksi ASI karena adanya rangsangan pada alveoli yang dapat merangsang hormon prolaktin.
Pemberian terapi zinc dengan penambahan madu pada anak diare
Haikal, Muhammad Lutfi;
Sulistyawati, Erna;
Alfiyanti, Dera
Holistic Nursing Care Approach Vol 5, No 2 (2025)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.26714/hnca.v5i2.15714
Diare merupakan suatu keadaan dimana konsistensi feses lembek, tidak berbentuk atau cair bahkan dapat berupa air saja dengan frekuensi biasanya 3 kali atau lebih dalam sehari. Pemberian terapi zinc dengan penambahan madu dapat dijadikan sebagai salah satu terapi non farmakologis pada anak diare. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan penerapan pemberian terapi zinc dengan penambahan madu pada anak diare. Penelitian ini menggunakan metode studi kasus dengan pendekatan proses keperawatan meliputi pengkajian, diagnosis, intervensi, implementasi, dan evaluasi. Studi kasus dilakukan pada 3 anak yang dirawat di Rumah Sakit Roemani Semarang. Kriteria subyek studi yaitu anak yang berusia 1-5 tahun, anak yang menderita diare, dan mendapatkan terapi zinc. Pemberian terapi dilakukan sebanyak 4 kali sehari selama 3 hari. Intervensi dilakukan dengan penambahan madu sebanyak 5cc/ml zink. Hasil studi kasus ini menunjukkan adanya penurunan frekuensi dan konsistensi feses. Pemberian terapi zinc dengan penambahan madu pada anak diare dapat memperbaiki konsistensi feses dan mengurangi frekuensi buang air besar.
Penurunan fatigue pada pasien Chronic Kidney Disease yang menjalani hemodialisis menggunakan terapi akupresur
Afiyani, Annisa;
Sukraeny, Nury
Holistic Nursing Care Approach Vol 6, No 1 (2026)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.26714/hnca.v6i1.15628
Pasien Chronic Kidney Disease (CKD) yang menjalani hemodalisis akan mengalami kondisi fatigue. Fatigue dapat mempengaruhi kualitas hidup pasien. Studi kasus ini bertujuan untuk melakukan penerapan terapi akupresur terhadap fatigue pada pasien dengan CKD yang menjalani hemodialisis. Studi kasus ini menggunakan metode deskriptif studi dengan pendekatan proses keperawatan yang menggambarkan pengelolaan studi kasus dalam mengaplikasikan pemberian terapi akupresur pada pasien CKD. Subjek studi berjumlah 3 orang yang dipilih berdasarkan kriteria inklusi. Intervensi terapi akupresur dilakukan selama 2 minggu sebanyak 4 kali pertemuan dengan durasi 12 menit setiap sesi. Skor fatigue diukur dengan menggunakan Facit Fatigue Scale. Hasil studi kasus pada ketiga subyek studi setelah dilakukan intervensi menunjukkan adanya peningkatan skor fatigue dimana sebelum dilakukan terapi didapatkan kondisi fatigue sedang pada ketiga subyek studi dengan skor antara 19,19-26,76 dan setelah dilakukan terapi akupresur skor meningkat dimana pada salah satu subyek studi tidak mengalami fatigue dengan skor 50,81 dan kedua subyek studi lain mengalami fatigue ringan dengan skor antara 37,14-39. Terapi akupresur menjadi salah satu terapi komplementer yang efektif untuk menurunkan skor fatigue pada pasien hemodialisis.