cover
Contact Name
Bagus Dimas Setiawan
Contact Email
bagusdimassetiawan@gmail.com
Phone
+6282169365810
Journal Mail Official
bagusdimassetiawan@gmail.com
Editorial Address
Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM), Universitas Musi Rawas, Jl. Sultan Mahmud Badaruddin II Kelurahan Air Kuti Kecamatan Lubuklinggau Timur I Kota Lubuklinggau,
Location
Kota lubuk linggau,
Sumatera selatan
INDONESIA
MASDA
Published by Universitas Musi Rawas
ISSN : 28303806     EISSN : 28300785     DOI : https://doi.org/10.58328/
MASDA merupakan jurnal yang diterbitkan oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Musi Rawas, ber EISSN 2830-3806 PISSN 2830-0785. Jurnal Masda mewadahi publikasi hasil kegiatan Pengabdian Masyarakat yang dilaksanakan oleh Dosen-Dosen sebagai bentuk manifestasi Tri Darma Perguruan Tinggi. Jurnal Masda merupakan jurnal elektronik yang dikelola secara profesional dengan menggunakan Open Jurnal System, diterbitkan 2 kali dalam satu tahun yaitu pada bulan Mei dan November.
Articles 20 Documents
PENGEMBANGAN SIGNBOARD GUNA MENINGKATKAN DAYA TARIK PENJUALAN PADA UMKM DI DESA U1 PAGAR SARI KABUPATEN MUSI RAWAS Bagus Dimas Setiawan; Syafri Aprudi
Jurnal Masda Vol. 1 No. 2 (2022): November 2022
Publisher : LPPM UNMURA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (894.147 KB) | DOI: 10.58328/jm.v1i2.81

Abstract

Kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) ini merupakan upaya memberikan keterampilan kepada pelaku UMKM di Desa Pagar Sari dengan membuat branding system untuk dapat mengembangkan usaha-nya. petani yang berada di Desa Pagar Sari menjadikan padi sebagai produk olahan hasil pertanian dan banyak konsumen dari luar yang belum mengetahui tempat penjualan tersebut sehingga dengan adanya Signboard dalam memudahkan konsumen untuk mencari tempat penjualan. Permasalahan UMKM dari aspek pemasaran adalah: 1) Tidak ada papan nama di lokasi usaha; 2) media pemasaran belum optimal; dan 3) belum memiliki media pengemasan yang menjadi identitas usaha. Target dalam program ini adalah adanya peningkatan pengetahuan pelaku UMKM baik terkait strategi marketing dan kemampuan dalam penerapan branding system. Metode pelaksanaan kegiatan pengabdian masyarakat dilakukan dengan memberikan ceramah materi pengenalan branding system baik secara konvensional maupun secara digital marketing dan membuat Signboard identitas UMKM. Kegiatan telah terlaksana sesuai dengan rencana, berupa: 1) mengaktifkan kembali akun media online yang dapat diakses melalui internet dan 2) merancang nama, membuat, dan memasang papan nama yang utama. Sehingga masyarakat dan calon konsumen lebih mengenal dan sadar akan brand yang merupakan hasil produksi dari UMKM dibandingkan dengan pelaku bisnis lainnya. Kata Kunci : UMKM, Signboard, branding system, Penjualan
PENDAMPINGAN RANCANGAN PENYUSUNAN PERATURAN DESA DI DESA AIR SATAN KECAMATAN MUARA BELITI KABUPATEN MUSI RAWAS Hartawan; Wendi Aji Saputra; Muhammad Dimas Rizqi; Amra Muslimin
Jurnal Masda Vol. 1 No. 2 (2022): November 2022
Publisher : LPPM UNMURA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (942.943 KB) | DOI: 10.58328/jm.v1i2.83

Abstract

Abstrak Pendampingan penyusunan peraturan desa di Desa Air Satan, Kecamatan Muara Beliti, Kabupaten Musi Rawas dilaksanakan karena kebutuhan untuk aturan maupun pengelolaan desa masih belum cukup memadai. Dengan pendampingan penyusunan ini diharapkan kemampuan maupun keterampilan yang dimiliki oleh para pemangku kepentingan dapat tercapai. Sehingga para stakeholder mampu mengimplementasikan peraturan dan pengelolaan secara mandiri, dimana hal itu merupakan bentuk pengaplikasian dari otonomi desa. Dalam pendampingan ini tim pelaksana menggunakan beberapa metode pelaksanaan, seperti persiapan, pelaksanaan dan evaluasi. Ketiga proses tersebut digunakan karena cukup ideal dalam melaksanakan pengampingan tentang penyusunan peraturan desa. Selain itu, berkenaan dengan peraturan yang berada di atasnya laporan ini menjelaskan juga tentang telaah peraturan perundang-undangan, baik mengkomparasikan studi terdahulu maupun melihat gap antara peraturan desa dengan peraturan di atasnya. Kata kunci: Pemangku Kepentingan; Penyusunan Peraturan Desa; Partisipatif; Demokratis Abstract Assistance in the preparation of village regulations in Air Satan Village, Muara Beliti District, Musi Rawas Regency was carried out because the need for rules and village management was still insufficient. With the assistance of this preparation, it is hoped that the abilities and skills possessed by the stakeholders can be achieved. So that stakeholders are able to implement regulations and manage independently, which is a form of application of village autonomy. In assisting the implementation team, several implementation methods were used, such as preparation, implementation and evaluation. The third process is used because it is quite ideal in carrying out assistance regarding the preparation of village regulations. In addition, with regard to the regulations above it, this report also explains the review of statutory regulations, both comparing previous studies and looking at the gaps between village regulations and regulations above them. Keywords: Stakeholders; Compilation of Village Regulations; Participatory; Democratic
PEMBUATAN PUPUK ORGANISME CAIR (POC), SERTA MANFAATNYA BAGI TANAMAN DISEKITAR PEKARANGAN DI DESA WATAS MARGA, KEC CURUP SELATAN, KAB REJANG LEBONG adnan
Jurnal Masda Vol. 1 No. 2 (2022): November 2022
Publisher : LPPM UNMURA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1096.993 KB) | DOI: 10.58328/jm.v1i2.84

Abstract

Pelaksanaan Pengabdian Kepada Masyarakat, di Desa Watas Marga, Dosen PKM Universitas Pat Petulai Rejang Lebong. Bulan Januari sd Maret 2020. Limbah rumah tangga dari bahan organik belum dimanfaatkan secara optimal. Mengurangi pupuk kimia yang diimbangi pupuk organic seperti POC dalam mengembangkan tanaman organik dalam memanfaatkan lahan pekarangan. Menciptakan lingkungan ramah, nyaman, indah dan asri. Permasalah yang dihadapi yaitu : Luas lahan pertanian semakin berkurang diakrenakan lahan alih fungsi. Lahan pertanian diolah terus menerus, menggunakan pupuk kimia tanpa diimbangi pupuk organik. Materi yang diberikan agar terwujud sumber daya manusia yang diharapkan. Memotivasikan pada kelompok sasaran agar adanya kesadaran dalam memanfaatkan limbah rumah tangga, miliki nilai ekonomi tinggi untuk meningkatkan produksi tanaman terutama di lahan pekarangan. Penyuluh hendaknya selalu kontinyu memberi sosialisasi kepada kelompok sasaran, umumnya petani dalam memanfaatkan bahan organik dalam mengembalikan kesuburan tanah. Cara penerapan Iptek ini diberikan dalam bentuk penyuluhan dan demontrasi berupa, Kegiatan Penyuluhan disampaikan kepada kelompok sasaran ibu-ibu rumah tangga dan remaja memanfaatkan limbah rumah tangga sebagai bahan pembuatan pupuk cair (POC). Pelatihan Praktik, pembuataan pupuk cair organisme (POC), secara langsung didemontrasikan. Pupuk organic cair, berbeda dengan pupuk organik padat. Pupuk organic cair (POC) lebih efektif dan efisien pada sasaran daun, bunga dan batang, dan bersifat perangsang tumbuh. Pupuk organic cair digunakan lebih efektif dan efisien jika diaplikasikan pada daun, bunga dan batang dan bersifat perangsang pertumbuhan pada tanaman. Kata kunci: Limbah, POC, Lingkungan, Tanaman, Warga
PEMANFAATAN BOTOL BEKAS UNTUK BUDIDAYA TEKNIK VERTIKULTUR PADA TANAMAN SAWI CAISIM DAN KANGKUNG May Shiska; Elda Agustina
Jurnal Masda Vol. 1 No. 2 (2022): November 2022
Publisher : LPPM UNMURA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (139.903 KB) | DOI: 10.58328/jm.v1i2.85

Abstract

Vertikultur merupakan teknik budidaya tanaman secara vertikal sehingga penanaman dilakukan secara bertingkat dimana teknik budidaya ini tidak memerlukan lahan yang luas, bahkan dapat dilakukan pada rumah yang tidak memiliki halaman sekalipun. Usaha untuk meningkatkan kemampuan dalam memenuhi kebutuhan akan sayuran secara mandiri pada lahan yang memiliki luasan terbatas akibat alih fungsi lahan pertanian menjadi areal industri, perumahan dan gedung-gedung perkantoran salah satunya dengan teknik vertikultur. Sistem vertikultur ini sangat cocok diterapkan bagi petani atau perorangan yang mempunyai lahan sempit, namun ingin menanam tanaman yang lebih optimal. Media yang dapat digunakan sangat beragam, diantaranya dengan metode bambu, plempem, pipa, pot, karung plastik dan botol air mineral bekas. Penggunaan botol air mineral bekas dilakukan untuk mengurangi jumlah sampah pelastik dan memanfaatkan barang bekas agar dapat meningkatkan nilai estetika. Selain memberikan kesan cantik kegiatan budidaya dengan teknik vertikultur juga dapat meningkatkan kreatifitas pelaku dalam merangkai model penyusunan botol bekas yang digunakan sebagai media tanam. Pemanfaatan limbah barang bekas memberikan dampak yang baik terhadap mengurangi pencemaran lingkungan. Penggunaan ulang bahan maupun pengolahan ulang bahan yang tidak terpakai seperti botol maupun plastik bekas, sedikit banyak dapat menjaga lingkungan. Budidaya tanaman secara vertikultur dalam skala perorangan memiliki tujuan untuk memenuhi kebutuhan pangan secara mandiri dan mengurangi biaya perawatan dan biaya pengolahan. Hal ini disebabkan karena tidak perlunya pengolahan lahan yang relatif luas, kondisi iklim mikro lebih terkontrol sehingga tidak perlunya perawatan yang intensif, dan tidak memerlukan tenaga khusus dalam perawatan. Hasil menunjukan produksi sawi tanaman caisim dan kangkung secara vertikultur pada media botol bekas sangat cocok dilakukan di pekarangan yang memiliki lahan yang relatif sempit, pada satu botol bekas ukuran 1,5 liter dapat diperoleh tanaman kangkung mencapai rata-rata 100 gram, sedangkan untuk tanaman sawi caisim rata-rata produksi mencapai 150 gram yang mana mampu memenuhi kebutuhan sayur harian rumah tangga.
KEBIJAKAN PENANGANAN DAMPAK INFLASI PASCA KENAIKAN BBM KABUPATEN MUSI RAWAS Abdika Jaya; Mardi Murahman
Jurnal Masda Vol. 1 No. 2 (2022): November 2022
Publisher : LPPM UNMURA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (457.13 KB) | DOI: 10.58328/jm.v1i2.87

Abstract

Kabupaten Musi Rawas merupakan kabupaten di Provinsi Sumatera Selatan yang menggunakan data inflasi dari kota Lubuklinggau karena kota Lubuklinggau yang menghitung inflasi melalui indeks harga konsumen (IHK) dan kabupaten Musi Rawas menjadi salah satu daerah penyangga pangan bagi kota Lubuklinggau. Berdasarkan sumber BPS kota Palembang rilis September 2022, tingkat inflasi kumulatif (Januari sampai dengan Agustus 2022) kabupaten Musi Rawas cukup tinggi sekitar 4,41% dibandingkan dengan tingkat inflasi di Provinsi Sumatera Selatan sekitar 4,29% dan secara nasional 3,63%. Berbagai upaya telah dilakukan pemerintah untuk menangani dampak inflasi pasca kenaikan Bahan Bakar Minyak (BBM) melalui berbagai kebijakan dan regulasi serta melalui sejumlah intervensi. Tulisan ini bertujuan untuk memaparkan kebijakan dan regulasi tentang penanganan dampak inflasi di Musi Rawas. Kabupaten Musi Rawas telah menindaklanjuti sejumlah kebijakan dan regulasi dari Pemerintah Pusat dalam menangani dampak inflasi, yang diwujudkan antara lain dalam bentuk koordinasi dengan Pemerintah Provinsi dan Pemerintah Pusat, membuat surat edaran tentang pengaturan pembelian jenis bahan bakar minyak khusus penugasan (pertalite) di lembaga penyalur BBM wilayah kabupaten Musi Rawas dan meningkatkan sinergi antara Tim Penanganan Inflasi Daerah (TPID) dengan Satgas Pangan. Penanganan dampak inflasi ini juga perlu kerjasama lintas sektor dan dilakukan secara menyeluruh. Kebijakan dan regulasi yang ada di tingkat pusat, harus juga diikuti dengan tindak lanjut di daerah hingga tingkat desa dan melibatkan tidak hanya sektor pangan tetapi juga sektor terkait lainnya. Kata kunci: Kebijakan, Inflasi, Penanganan
PENYULUHAN LITERASI KEUANGAN DAN DIGITALISASI BISNIS DI SMK YADIKA KOTA LUBUKLINGGAU Miki Indika; Winata Nugraha; Riswanda Imawan Lingga; Rian Oktavianie; Anggia Syafitri; Suharto; Herawati; Subianto; Kusnadi Yudha Wiguna; Yayuk Marliza
Jurnal Masda Vol. 2 No. 1 (2023): MEI 2023
Publisher : LPPM UNMURA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58328/jm.v2i1.130

Abstract

This Community Service Program is carried out by lecturers of the Accounting Study Program and Digital Business Study Program, Faculty of Economics and Business, Musi Rawas University, which also involve students in order to provide insight and additional knowledge to Yadika Vocational School students, Lubuklinggau City regarding strategies for managing finances and dealing with technological developments . The method used is using lectures, power points with visual media and question and answer. The enthusiasm of the participants in participating in this counseling activity is a benchmark for the success of the Community Service agenda. This is shown by the interaction between the speakers and the participants in the question and answer session so that the discussion of the material gets deeper.
SOSIALISASI INOVASI PENGOLAHAN PRODUK BERBAHAN BAKU SINGKONG UNTUK MENINGKATKAN PENDAPATAN PETANI SINGKONG DI KABUPATEN MUSI RAWAS Ira Primalasari; Vera Octalia
Jurnal Masda Vol. 2 No. 1 (2023): MEI 2023
Publisher : LPPM UNMURA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58328/jm.v2i1.140

Abstract

The aim of this PKM is to increase knowledge about innovative processed cassava products that can be made into various kinds of food products, improve the skills of cassava craftsmen, empower people to be more productive, and create more modern processed cassava products to increase income.  The location of this PKM activity was carried out in M. Sitiharjo Village, attended by 10 opaque, sweet potato cracker and eyek-eyek craftsmen. The stages of activities carried out at this PKM are the preparation stage. The  enthusiasm of the participants in this PKM activity was felt when there was a question and answer session and sharing stories. The hardest thing felt by the cassava craftsmen was the marketing of processed opaque products. So that makes the opaque craftsmen not enthusiastics and not innovating to make new products. With this PKM activity, it is hoped that the craftsmen will be more enthusiastic and able to innovate fot the better
PEMBUATAN PUPUK ORGANIK PADAT DAN CAIR DARI LIMBAH PETERNAKAN GUNA MENDUKUNG PERTANIAN BERKELANJUT DI DESA AIR SATAN KECAMATAN MUARA BELITI KABUPATEN MUSI RAWAS Betty Herlina; Teguh Karyono; Judo Laksono; Sadjadi; Zulhapi Utama Adlan; Syntia Dwi Agustina; Bagus Dimas Setiawan
Jurnal Masda Vol. 2 No. 1 (2023): MEI 2023
Publisher : LPPM UNMURA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Community service is one of the obligations to the community which is carried out in a programmed and planned manner. By empowering the community which is the target group, the service is carried out as a relationship between empowerment and the target that will be the goal of service. Air Satan Village in Muara Beliti District is one of the agricultural and livestock areas, especially cattle and goats in Musi Rawas Regency. This resulted in a large amount of waste from livestock manure that was abandoned around the stables. Farmers' insight into the importance of protecting the environment is expected to increase as their knowledge increases in the utilization of natural resources into organic fertilizer. Pemberdayaan has a direction to provide motivation to the target community with education, direct practice. The method used is the method of lectures and demonstrations to the public. This activity is carried out by providing material through counseling (power point media) and then conducting demonstrations/training so that this counseling has success, namely farmers have the knowledge and ability to make liquid and solid organic fertilizers from livestock waste which can be used to replace inorganic fertilizers. This success was measured by the contribution of farmers who were active in discussions during the demonstration process. The increase in knowledge and ability is expected to contribute to the application process in the field.
PENYULUHAN PEMANFAATAN LIMBAH TERNAK SAPI UNTUK PEMBUATAN PUPUK KOMPOS SEBAGAI SUMBER PENDAPATAN PETERNAK Zulhapi Utama Adlan; Dhian Nurul Istiqomah; Sadjadi; Bagus Dimas Setiawan
Jurnal Masda Vol. 2 No. 1 (2023): MEI 2023
Publisher : LPPM UNMURA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Keberadan limbah ternak merupakan salah satu permasalahan bagi peternak di Desa Air Satan, tujuan kegiatan pengabdian ini untuk membantu peternak dalam meningkatkan usaha melalui dengan pemanfaatan limbah/kotoran ternak sapi untuk dapat diolah menjadi pupuk organik sebagai sumber pendapatan tambahan bagi peternak. Metode yang digunakan dalam pengabdian ini adalah penyuluhan dan pelatihan pembuatan pupuk organik bagi peternak di Desa Air Satan. Hasil dari kegiatan ini memberi manfaat yang besar bagi masyarakat Desa Air Satan yang masih awam mengenai pemanfaatan kembali limbah ternak menjadi pupuk organik, dimana limbah dari kotoran sapi hanya dibuang saja tanpa ada pengolahan lebih lanjut. Pengolahan pupuk organik ini menjadi lebih cepat dengan bantuan bahan sebagai bioaktivator. Pupuk organik yang dihasilkan dapat dimanfaatkan untuk membantu meningkatkan kesuburan tanah di Desa Air Satan dan sekitarnya. Penggunaan pupuk organik dari limbah ternak dapat dijadikan sumber penghasilan bagi peternak
KEBIJAKAN PENGGUNAAN PUPUK ORGANIK DI DESA AIR SATAN KECAMATAN MUARA BELITI KABUPATEN MUSI RAWAS Muhammad Dimas Rizqi; Hartawan; Wendi Aji Saputra; Umi Fitriana Lestari
Jurnal Masda Vol. 2 No. 1 (2023): MEI 2023
Publisher : LPPM UNMURA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pupuk organik dibuat dari penguraian tanaman, hewan, atau sampah organik oleh mikroorganisme aktif. Permasalahan yang dihadapi masyarakat adalah ketergantungan terhadap pupuk kimia,minimnya pengetahuan tentang bahaya pupuk terhadap unsur hara pada tanah. Tujuan PKM untuk mengurangi penggunaan pupuk kimia dan beralih ke pupuk organik.Metodologi PKM ini terdiri dari tiga tahapan yaitu persiapan, pelaksanaan dan evaluasi. Pada tahap persiapan dilakukan sosialisasi, dan penyiapan materi Tahap pelaksanaan, dilakukan penyampaian materi kebijkan penggunaan pupuk organik. Tahap ketiga adalah evaluasi dengan tanya jawab tentang materi dan penggunaan pupuk organik. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa peserta dapat mengaplikasikan pupuk organik pada tanaman, meningkatkan kesadaran peserta tentang pentingnya penggunaan pupuk organik, sehingga bisa mengurangi penggunaan pupuk kimia di masyarakat Desa Air Satan .

Page 2 of 2 | Total Record : 20