cover
Contact Name
Yuli Andriansyah
Contact Email
yuliandriansyah@uii.ac.id
Phone
+6281325445300
Journal Mail Official
thullab@uii.ac.id
Editorial Address
FAKULTAS ILMU AGAMA ISLAM Gedung K.H.A. Wahid Hasyim Kampus Terpadu UII Jl. Kaliurang KM 14.5 Sleman Yogyakarta
Location
Kab. sleman,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
At-Thullab : Jurnal Mahasiswa Studi Islam
ISSN : 26858924     EISSN : 26858681     DOI : 10.20885/tullab
At-Thullab : Jurnal Mahasiswa Studi Islam is published by the Faculty of Islamic Studies in the Islamic University of Indonesia in 2019 which is published twice a year as a journal which becomes a forum for students to improve their abilities in the fields of Islamic Law, Islamic Education and Islamic Economics into Indonesian, English and Arabic.
Articles 222 Documents
Konsep Tawakkal Sebagai Strategi Menghadapi Anxiety Generasi Modern Dalam Tafsir Al-Misbah Rahmandita, Clarisa; Siti Rokhani; Indri Astuti
At-Thullab : Jurnal Mahasiswa Studi Islam Vol. 8 No. 2 (2026): Ahwal Syakhsiyah, Pendidikan Agama Islam, Ekonomi Islam
Publisher : Universitas Islam Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20885/tullab.vol8.iss2.art15

Abstract

Fenomena kecemasan di kalangan generasi saat ini dipengaruhi oleh aliran informasi yang cepat, tuntutan sosial yang tinggi, dan cara hidup yang kompetitif yang mengurangi ketahanan spiritual. Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan makna tawakal dalam Tafsir Al-Misbah dan merumuskan relevansinya sebagai solusi untuk menghadapi kecemasan tersebut. Pendekatan yang digunakan dalam studi ini adalah tafsir tematik (maudhu’i) dengan metode kualitatif. Penelitian ini mengeksplorasi pemikiran M. Quraish Shihab sebagai sumber data utama. Temuan penelitian menunjukkan bahwa tawakal dalam Tafsir Al-Misbah adalah keseimbangan antara usaha maksimal dan penyerahan hasil kepada Allah, yang berfungsi sebagai mekanisme koping religius untuk mengurangi tekanan mental akibat ketidakpastian di masa depan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa penerapan tawakal secara mendalam dapat mengubah kecemasan menjadi ketenangan jiwa dan ketahanan mental, sehingga menjadi solusi psikologis dan spiritual yang sangat relevan bagi karakteristik generasi modern dalam menghadapi tantangan kehidupan.
التغني بالقرآن في ميزان الحديث النبوي: دراسة موضوعية Khotimah, Atsna; Kholishudin; Junianto, Viki
At-Thullab : Jurnal Mahasiswa Studi Islam Vol. 8 No. 2 (2026): Ahwal Syakhsiyah, Pendidikan Agama Islam, Ekonomi Islam
Publisher : Universitas Islam Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20885/tullab.vol8.iss2.art18

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh fenomena melagukan bacaan Al-Qur’an dalam Musabaqah Internasional As-Sufarā’ di Arab Saudi yang diikuti oleh seorang qāri’ah unggul dari Indonesia. Dewan juri menegaskan bahwa memperindah suara dalam membaca Al-Qur’an disyariatkan berdasarkan hadis, “Bukan termasuk golongan kami orang yang tidak melagukan Al-Qur’an.” Namun, penampilannya dinilai berlebihan sehingga berpotensi mengalihkan perhatian dari makna ayat. Hal ini menunjukkan adanya pertentangan lahiriah antara hadis yang memberi kelonggaran dalam melagukan Al-Qur’an dan praktik kontemporer yang dianggap melampaui batas. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji autentisitas hadis-hadis tentang melagukan bacaan Al-Qur’an, memahaminya dalam perspektif hadis, serta menganalisis relevansinya terhadap tilawah kontemporer. Penelitian ini menggunakan metode library research dengan pendekatan studi hadis tematik (dirāsah maudhū‘iyyah). Analisis kontekstual hadis dilakukan menggunakan metodologi pemahaman hadis Yusuf al-Qaradawi, khususnya pembedaan antara sarana yang dinamis dan tujuan yang tetap. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hadis-hadis tentang melagukan Al-Qur’an berkualitas ṣaḥīḥ dan ḥasan serta menunjukkan kebolehan memperindah bacaan Al-Qur’an selama tidak melanggar kaidah tajwid, tidak mengubah makna ayat, dan menggunakan irama yang tetap menjaga kemuliaan Al-Qur’an. Perbedaan irama akibat variasi dialek dipahami sebagai sarana untuk menghadirkan kekhusyukan, bukan sebagai tujuan utama tilawah. Melagukan Al-Qur’an juga memiliki relevansi yang kuat di era kontemporer karena mengandung tujuan syariat, yaitu ḥifẓ al-dīn (menjaga agama), sebagai upaya menjaga Al-Qur’an agar tetap hidup di hati kaum muslimin dan terus mengalir dalam lisan mereka.