cover
Contact Name
Yuli Andriansyah
Contact Email
yuliandriansyah@uii.ac.id
Phone
+6281325445300
Journal Mail Official
thullab@uii.ac.id
Editorial Address
FAKULTAS ILMU AGAMA ISLAM Gedung K.H.A. Wahid Hasyim Kampus Terpadu UII Jl. Kaliurang KM 14.5 Sleman Yogyakarta
Location
Kab. sleman,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
At-Thullab : Jurnal Mahasiswa Studi Islam
ISSN : 26858924     EISSN : 26858681     DOI : 10.20885/tullab
At-Thullab : Jurnal Mahasiswa Studi Islam is published by the Faculty of Islamic Studies in the Islamic University of Indonesia in 2019 which is published twice a year as a journal which becomes a forum for students to improve their abilities in the fields of Islamic Law, Islamic Education and Islamic Economics into Indonesian, English and Arabic.
Articles 222 Documents
Pembentukan Karakter Disiplin melalui Pendekatan Psikologi Pendidikan Islam pada Budaya Religius Sekolah nurkholis, riki_fitri17; Abdul Malik Al-Abrar; Imron Rosyadi; Siti Nur’aini; Arfin Jaya; Siti Roudhotul Jannah
At-Thullab : Jurnal Mahasiswa Studi Islam Vol. 8 No. 2 (2026): Ahwal Syakhsiyah, Pendidikan Agama Islam, Ekonomi Islam
Publisher : Universitas Islam Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20885/tullab.vol8.iss2.art7

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pembentukan karakter disiplin peserta didik melalui pendekatan psikologi pendidikan Islam yang diimplementasikan dalam budaya religius sekolah. Penguatan karakter disiplin menjadi fokus utama karena berperan sebagai fondasi perilaku dalam proses pembelajaran dan kehidupan sehari-hari. Pendekatan psikologi pendidikan Islam menekankan integrasi aspek kognitif, afektif, dan psikomotorik yang berlandaskan nilai-nilai keislaman melalui metode keteladanan, pembiasaan, penguatan, serta pengawasan yang dilakukan secara berkelanjutan. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Data diperoleh dari implementasi budaya religius sekolah yang meliputi kegiatan salat berjamaah, tadarus Al-Qur’an, doa bersama, serta pembiasaan kepatuhan terhadap waktu dan tata tertib sekolah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan budaya religius yang dilakukan secara sistematis dan konsisten mampu membentuk karakter disiplin peserta didik secara efektif. Hal tersebut ditunjukkan melalui meningkatnya kepatuhan terhadap aturan, kesadaran dalam menjalankan kewajiban, serta tanggung jawab dalam kegiatan belajar. Selain itu, peran guru sebagai teladan, pembimbing, dan penguat nilai menjadi faktor determinan dalam keberhasilan pembentukan karakter disiplin. Dengan demikian, pendekatan psikologi pendidikan Islam melalui budaya religius sekolah terbukti efektif dalam menumbuhkan karakter disiplin peserta didik secara berkelanjutan.    
Motivasi, Minat, dan Regulasi Diri dalam Belajar: Integrasi Perspektif Psikologi Pendidikan dan Spiritualitas Islam tonikusnanto; saediirawan; Agus Salim; atinnailatunnajah; Siti Roudhotul Jannah
At-Thullab : Jurnal Mahasiswa Studi Islam Vol. 8 No. 2 (2026): Ahwal Syakhsiyah, Pendidikan Agama Islam, Ekonomi Islam
Publisher : Universitas Islam Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20885/tullab.vol8.iss2.art9

Abstract

Penelitian ini membahas hubungan antara motivasi, minat, dan regulasi diri dalam belajar dengan mengintegrasikan perspektif psikologi pendidikan dan nilai-nilai spiritual dalam Islam. Motivasi merupakan faktor pendorong yang menggerakkan individu untuk melakukan aktivitas belajar, sedangkan minat belajar berperan dalam meningkatkan ketertarikan serta keterlibatan peserta didik dalam proses pembelajaran. Regulasi diri atau self-regulated learning memungkinkan peserta didik mengelola proses belajar secara mandiri melalui perencanaan, pemantauan, serta evaluasi terhadap strategi belajar yang digunakan. Penelitian ini menggunakan metode studi literatur dengan menganalisis berbagai sumber ilmiah seperti buku psikologi pendidikan, artikel jurnal, serta sumber keislaman berupa ayat Al-Qur’an dan hadis Nabi. Hasil kajian menunjukkan bahwa motivasi intrinsik dan ekstrinsik memiliki peran penting dalam meningkatkan semangat belajar siswa. Selain itu, kemampuan regulasi diri membantu siswa mengembangkan strategi belajar yang efektif dan meningkatkan kemandirian belajar. Dalam perspektif pendidikan Islam, konsep niat, keutamaan menuntut ilmu, serta nilai spiritualitas dapat menjadi sumber motivasi yang kuat dalam proses pembelajaran. Integrasi antara pendekatan psikologis, pedagogis, dan spiritual dapat menciptakan pembelajaran yang lebih bermakna, berkelanjutan, dan mampu membentuk karakter peserta didik yang unggul secara intelektual maupun spiritual.
Tahapan Perkembangan Manusia Dalam Islam ila nailissaadah; Ahmad Ikhwan Fauzi; Ahmad Abdurrohman; Fadlul Munir; Fitri Suryani; Siti Roudhotul Jannah
At-Thullab : Jurnal Mahasiswa Studi Islam Vol. 8 No. 2 (2026): Ahwal Syakhsiyah, Pendidikan Agama Islam, Ekonomi Islam
Publisher : Universitas Islam Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20885/tullab.vol8.iss2.art8

Abstract

Perkembangan manusia merupakan proses kompleks yang tidak hanya mencakup aspek fisik dan kognitif, tetapi juga dimensi spiritual yang seringkali kurang mendapat perhatian dalam kajian modern. Dalam perspektif Islam, perkembangan manusia dipandang sebagai proses holistik yang mengintegrasikan jasmani dan ruhani secara simultan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tahapan perkembangan manusia dalam Islam, mengidentifikasi karakteristik setiap tahap, serta mengkaji implikasinya terhadap pendidikan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis library research, melalui analisis terhadap sumber-sumber utama Islam seperti Al-Qur’an dan hadis, serta literatur klasik dan kontemporer yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tahapan perkembangan manusia dalam Islam meliputi fase prenatal, kanak-kanak, tamyiz, baligh, dewasa, hingga usia lanjut, yang masing-masing memiliki karakteristik multidimensional mencakup aspek biologis, kognitif, sosial, dan spiritual. Selain itu, dimensi spiritual menjadi inti dalam setiap tahap perkembangan, dengan orientasi tujuan yang bersifat teleologis, yaitu mencapai insan kamil sebagai hamba dan khalifah Allah. Kesimpulannya, konsep perkembangan manusia dalam Islam menawarkan paradigma yang holistik dan integratif, serta memiliki implikasi penting dalam pengembangan pendidikan yang tidak hanya berorientasi pada aspek intelektual, tetapi juga pembentukan karakter dan spiritualitas.
Rekonstruksi Pendidikan Islam Transendental: Sintesis Kecerdasan Akal Dan Kekuatan Tauhid Dalam Pemikiran Buya Hamka Nurmansyah, Ahmad Hanafi; Fakhrullah; Abdussyukur
At-Thullab : Jurnal Mahasiswa Studi Islam Vol. 8 No. 2 (2026): Ahwal Syakhsiyah, Pendidikan Agama Islam, Ekonomi Islam
Publisher : Universitas Islam Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20885/tullab.vol8.iss2.art11

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi konsep pendidikan Islam menurut Buya Hamka dan relevansinya terhadap problematika pendidikan modern di Indonesia. Di tengah arus globalisasi yang materialistik, dunia pendidikan sering kali terjebak dalam dikotomi antara sains dan agama yang mengakibatkan degradasi moral dan maraknya kasus perundungan di lingkungan sekolah. Dengan menggunakan metode kualitatif melalui studi pustaka, penelitian ini menyintesis pemikiran Hamka mengenai integrasi tauhid, kemerdekaan jiwa, dan pembentukan Pribadi Hebat. Temuan penelitian menunjukkan bahwa konsep pendidikan Hamka menawarkan model integratif yang memosisikan akal sebagai instrumen penemuan dan tauhid sebagai kompas moral. Hasil studi ini menyimpulkan bahwa relevansi pemikiran Hamka terletak pada reposisi peran guru sebagai Murabbi dan transformasi kurikulum berbasis integritas spiritual. Secara teoretis, penelitian ini berkontribusi pada pengembangan model pendidikan Islam integratif yang mendamaikan ketegangan antara rasionalitas modern dan spiritualitas tradisional.
Sharia Finance Literacy, Ethics, and Media Impact on Gen Z Spending Fiqrotinnisa; Nur Kholis
At-Thullab : Jurnal Mahasiswa Studi Islam Vol. 8 No. 2 (2026): Ahwal Syakhsiyah, Pendidikan Agama Islam, Ekonomi Islam
Publisher : Universitas Islam Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20885/tullab.vol8.iss2.art10

Abstract

This study aims to analyze and compare the influence of Islamic financial literacy, Islamic consumption ethics, peers, and social media on the consumptive behavior of Gen Z students in the Islamic Economics Study Program at the Islamic University of Indonesia (UII) and Muhammadiyah University of Yogyakarta (UMY). This study employs a quantitative approach using multiple linear regression analysis and the Mann-Whitney test to determine differences in consumer behavior between the two groups of respondents. Data were collected from 169 students via an online questionnaire. The results indicate that all four variables simultaneously have a significant influence on the consumer behavior of students at both universities. Partially, Islamic financial literacy and Islamic consumption ethics have a significant influence on UII students but not on UMY students. Conversely, the variables of peers and social media have a significant influence on students at both universities. The Mann-Whitney test indicated that there were no significant differences in consumer behavior between UII and UMY students, except for the social media variable, which showed a higher influence on UII students. These findings suggest that Gen Z students' consumer behavior is not only influenced by internal values and knowledge but also by external factors such as social environment and digital exposure. This study contributes theoretically by integrating financial and social variables into the Islamic economic approach and practically by providing insights for Islamic higher education institutions in designing financial literacy and Islamic consumption ethics curricula relevant to Gen Z characteristics
Analisis Fikih terhadap Pelaksanaan Kegiatan TPA di Bulan Ramadan: Studi Kasus di Masjid Muzdalifah Gulon Ridha, Kana
At-Thullab : Jurnal Mahasiswa Studi Islam Vol. 8 No. 2 (2026): Ahwal Syakhsiyah, Pendidikan Agama Islam, Ekonomi Islam
Publisher : Universitas Islam Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20885/tullab.vol8.iss2.art19

Abstract

Bulan Ramadan merupakan momen spiritual sekaligus pendidikan, namun pelaksanaan kegiatan Taman Pendidikan Al-Qur'an (TPA) di bulan ini kerap menimbulkan pertanyaan fikih terkait kebolehan dan penyesuaiannya karena minimnya panduan hukum yang spesifik. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pelaksanaan kegiatan TPA di bulan Ramadan dari perspektif fikih dengan studi kasus di Masjid Muzdalifah Gulon. Metode yang digunakan adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dengan guru dan pengurus masjid, observasi partisipatif, serta dokumentasi. Analisis data menggunakan model Miles dan Huberman, dengan keabsahan data melalui triangulasi sumber. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kegiatan TPA tetap berjalan dengan penyesuaian jadwal ke pagi hari, pemangkasan durasi menjadi 90 menit, perubahan fokus materi ke tadarus dan fikih puasa, serta metode pembelajaran yang lebih santai dan interaktif. Analisis fikih menyimpulkan bahwa kegiatan ini hukumnya mubah (boleh) hingga mandūb (dianjurkan) karena sesuai dengan kaidah al-mashaqqah tajlibu al-taysīr dan didukung dalil Al-Qur'an serta hadis. Kegiatan menjadi makruh jika memberatkan, namun hal ini tidak ditemukan di lokasi penelitian. Penelitian ini merekomendasikan agar TPA lain mengadopsi strategi penyesuaian serupa.
UU No. 16 Tahun 2001 tentang Yayasan: Telaah Kritis Kebijakan Pendidikan Dasar dan Menengah terhadap Eksistensi Madrasah Swasta Fahim, Ali; Bisyarotul Masfufah; Muhammad Zaironi
At-Thullab : Jurnal Mahasiswa Studi Islam Vol. 8 No. 2 (2026): Ahwal Syakhsiyah, Pendidikan Agama Islam, Ekonomi Islam
Publisher : Universitas Islam Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20885/tullab.vol8.iss2.art13

Abstract

Madrasah swasta di Indonesia telah lama bergantung pada yayasan sebagai wadah hukum dan kelembagaan utamanya. UU No. 16 Tahun 2001 tentang Yayasan, yang diubah dengan UU No. 28 Tahun 2004, lazim dipandang sebagai regulasi yang memberikan kerangka hukum jelas bagi lembaga-lembaga tersebut dalam sistem pendidikan dasar dan menengah. Penelitian ini menelaah secara kritis apakah kejelasan normatif itu benar-benar berimplikasi pada keterjaminan eksistensi madrasah swasta. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif jenis studi kepustakaan, penelitian ini menganalisis dokumen hukum, regulasi kebijakan, dan literatur akademik yang diterbitkan antara 2013 hingga 2025, melalui analisis isi dan triangulasi sumber. Temuan menunjukkan kesenjangan nyata antara tuntutan normatif UU, meliputi struktur organ tiga lapis, pelaporan keuangan formal, dan pengesahan Kemenkumham, dengan kapasitas kelembagaan aktual mayoritas yayasan penyelenggara madrasah. Banyak pengurus yayasan mengetahui keberadaan UU namun tidak memahami kewajiban substantifnya. Madrasah yang bertahan justru mengandalkan modal sosial dan spiritual, bukan kepastian hukum. Penelitian ini membantah secara parsial kesimpulan Muliadi dan Nasri (2025), dengan berargumen bahwa ketentuan UU 16/2001 lebih tepat dipahami sebagai beban kepatuhan daripada perlindungan eksistensi bagi madrasah swasta berskala kecil berbasis komunitas.
Peningkatan Teacher Responsivity Melalui Integrasi Nilai Hadis Dan Teori Pianta Jupita; Sulipah; Honipah; Istiana, Ana; Hasanah, Mawaddatul
At-Thullab : Jurnal Mahasiswa Studi Islam Vol. 8 No. 2 (2026): Ahwal Syakhsiyah, Pendidikan Agama Islam, Ekonomi Islam
Publisher : Universitas Islam Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20885/tullab.vol8.iss2.art14

Abstract

The phenomenon of low teacher responsiveness, or teachers who are insufficiently responsive to students’ needs, represents a significant challenge in contemporary education, as it can hinder emotional support, cognitive development, and learning engagement. On the other hand, pedagogical values embedded in the Prophetic Hadith provide a relational foundation that emphasizes gentleness, responsiveness, and compassionate educational bonds, while the Teacher–Student Relationship theory proposed by Robert C. Pianta highlights that the quality of teacher–student relationships serves as a primary predictor of both academic and socio-emotional success. This study aims to formulate a conceptual framework for enhancing teacher responsiveness through the integration of these two perspectives. A qualitative approach employing content analysis is used to examine Hadith texts containing relational values, as well as the core literature of Pianta’s theory, in order to identify conceptual intersections. The findings reveal a strong alignment between the pedagogical principles of the Prophetic Hadith and Pianta’s relational dimensions, particularly in aspects of emotional sensitivity, responsiveness, and the development of positive relationships. This integration produces a model of teacher responsiveness that is preventive, adaptive, and value-based, while also offering a novel conceptual contribution that bridges the legacy of Islamic education with modern relational theory.  
Konsep Pasangan Ideal dalam Al-Qur'an (Studi Tafsir Fi Zhilalil Qur'an) Salma Fauziyah; Siti Rokhani; Fajar Novita Sari
At-Thullab : Jurnal Mahasiswa Studi Islam Vol. 8 No. 2 (2026): Ahwal Syakhsiyah, Pendidikan Agama Islam, Ekonomi Islam
Publisher : Universitas Islam Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20885/tullab.vol8.iss2.art17

Abstract

Fenomena tujuan pasangan di zaman digital sering kali terjebak dalam gambaran visual yang dangkal dan pencitraan di media sosial, sehingga melupakan nilai moral dan spiritual sebagai dasar dari suatu hubungan. Penelitian ini bertujuan untuk menjelajahi konsep tujuan pasangan dalam Al-Qur’an melalui sudut pandang Tafsir Fii Zilalil Qur’an yang ditulis oleh Sayyid Qutb dan merumuskan cara penerapannya di zaman sekarang. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif dengan pendekatan studi pustaka yang bersifat deskriptif-analitik dan tafsir tematik. Temuan dari penelitian ini menunjukkan bahwa konsep hubungan ideal menurut Sayyid Qutb berfokus pada kedalaman spiritual yang mencakup nilai ketenangan, cinta aktif, dan kasih sayang yang memiliki nilai ibadah. Kesimpulan dari penelitian ini menegaskan bahwa tujuan pasangan yang sesuai dengan nilai Qur’ani tidak hanya sebatas romantisme visual, tetapi juga kemampuan pasangan untuk saling memberi ketenangan, memperkuat ketaatan, serta menyelaraskan peran guna mencapai kebahagiaan yang diridhai Allah SWT di tengah tantangan budaya digital.
Analisis Kesiapan Guru Dalam Mengimpelementasikan Kurikulum Berbasis Cinta Di Mi Bustanul ‘Ulum Jaya Sakti Anak Tuha Lampung Tengah Riki Fitriansyah; Illa Nailissa'adah; saediirawan; prima wisnu; Ahmad Daqiqi Syahrulloh; Jaenullah
At-Thullab : Jurnal Mahasiswa Studi Islam Vol. 8 No. 2 (2026): Ahwal Syakhsiyah, Pendidikan Agama Islam, Ekonomi Islam
Publisher : Universitas Islam Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20885/tullab.vol8.iss2.art16

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kesiapan guru dalam mengimplementasikan kurikulum berbasis cinta pada materi Fiqih di MI Bustanul 'Ulum. Kurikulum berbasis cinta merupakan pendekatan pembelajaran yang mengintegrasikan nilai-nilai kasih sayang, empati, dan hubungan emosional yang positif antara guru dan peserta didik sebagai fondasi proses belajar-mengajar. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data berupa wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan studi dokumentasi. Informan penelitian ini yakni guru Fiqih MI Bustanul 'Ulum. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru di MI Bustanul 'Ulum memiliki kompetensi pedagogik dan kepribadian yang cukup baik dalam menerapkan prinsip kurikulum berbasis cinta, meski masih terdapat keterbatasan dalam kompetensi profesional terkait pemahaman teoretis tentang kurikulum ini. Faktor pendukung implementasi meliputi budaya madrasah yang religius, dukungan kepala madrasah, dan komunikasi yang harmonis antarwarga madrasah. Adapun faktor penghambat antara lain minimnya pelatihan khusus, keterbatasan media pembelajaran, dan beban administratif guru yang tinggi. Penelitian ini merekomendasikan perlunya pelatihan berkelanjutan dan penyusunan modul ajar berbasis cinta yang kontekstual untuk pembelajaran Fiqih di tingkat madrasah ibtidaiyah.