cover
Contact Name
Ratih Baiduri
Contact Email
ratihbaidurifis@unimed.ac.id
Phone
+6281370002616
Journal Mail Official
ansospasca@unimed.ac.id
Editorial Address
Jl. Williem Iskandar Pasar V Medan Estate
Location
Kota medan,
Sumatera utara
INDONESIA
Jurnal Antropologi Sumatera
ISSN : 19637317     EISSN : 25973878     DOI : https://doi.org/10.24114/jas
Core Subject : Social,
Jurnal Antropologi Sumatera (JAS) dikelola oleh Program Studi Antropologi Sosial Pascasarjana Unimed. Jurnal Antropologi Sumatera, terdiri dari edisi cetak dan on-line, adalah jurnal Ilmu Antropologi yang mengkaji masalah-masalah sosial-budaya, khususnya dalam konteks lokal Sumatera. Kontributor dalam Jurnal ini adalah Akademisi, Peneliti, Mahasiswa, Guru, Pegiatan ilmu sosial dan kemasyarakatan, pegiat budaya, dan pihak lain yang berkepentingan terhadap perkembangan masalah sosial-budaya. JAS diterbitkan dalam dua edisi dalam setahun yakni pada bulan Juni dan Desember yang disebarluaskan sebagai bahan publikasi antropologi sosial.
Articles 117 Documents
STRATEGI BERTAHAN HIDUP SEXY DANCER DI KAWASAN KUTA UTARA (STUDI KASUS 5 SEXY DANCER) Inggrid Trijayani
Jurnal Antropologi Sumatera Vol. 23 No. 2 (2026): Jurnal Antropologi Sumatera, Juni 2026
Publisher : Program Studi Antropologi Sosial Pascasarjana Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/dqqqk013

Abstract

Keberadaan para perempuan pendatang yang bekerja sebagai sexy dancer di Kawasan Kuta Utara, Bali, merupakan bagian dari dinamika industri hiburan malam yang berkembang seiring pesatnya sektor pariwisata. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui alasan perempuan pendatang memilih profesi sebagai sexy dancer, mengidentifikasi tantangan yang dihadapi, serta menganalisis strategi bertahan hidup yang diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus melalui observasi partisipan dan wawancara mendalam terhadap lima informan sexy dancer yang bekerja di beberapa club malam di Kawasan Kuta Utara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemilihan profesi sexy dancer dipengaruhi oleh faktor ekonomi, keluarga, pertemanan, bakat, dan gaya hidup. Dalam menjalankan pekerjaannya para informan menghadapi berbagai tantangan berupa stigma, permasalahan relasi personal, kesehatan fisik dan psikologis, serta tekanan ekonomi. Untuk menghadapi tantangan tersebut, para sexy dancer menerapkan strategi bertahan hidup melalui pengelolaan ekonomi, pengaturan waktu kerja, pembentukan jaringan sosial, penyembunyian identitas pekerjaan, serta upaya menjaga kesehatan. Analisis menggunakan teori tindakan sosial Max Weber menunjukkan bahwa tindakan para informan dipengaruhi oleh rasionalitas, nilai, dan emosi dalam konteks sosialnya.
STRATEGI BERTAHAN HIDUP PEKERJA TEH DALAM MENGHADAPI KETERLAMBATAN GAJI DI KABUPATEN SOLOK SELATAN Sushanda Januarisa Putri; Yetty Oktayanty
Jurnal Antropologi Sumatera Vol. 23 No. 2 (2026): Jurnal Antropologi Sumatera, Juni 2026
Publisher : Program Studi Antropologi Sosial Pascasarjana Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/thnwad09

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis apa yang menyebabkan pekerja teh tersebut tetap bertahan bekerja serta strategi bertahan hidup yang mereka lakukan untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga dalam menghadapi keterlambatan gaji. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif, di mana teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi terhadap pekerja teh sebagai informan penelitian. Selain itu teknik analisis data pada penulisan ini yaitu reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Analisis data ini dilakukan dengan mengaitkan temuan lapangan menggunakan teori struktural fungsional Talcott Parsons dalam empat fungsi imperatif AGIL yaitu Adaptation, Goal Attainment, Integration, Latency. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keterlambatan gaji menyebabkan ketidakstabilan ekonomi keluarga pekerja yang mendorong mereka untuk melakukan berbagai bentuk adaptasi seperti mencari pekerjaan sampingan, mengatur pengeluaran secara ketat, serta memanfaatkan jaringan sosial dan keluarga. Selain itu, nilai kerja keras, solidaritas, dan ketahanan hidup tetap terpelihara dalam keluarga pekerja sebagai upaya menjaga keberlangsungan hidup. Penelitian ini menyimpulkan bahwa meskipun berada dalam kondisi ekonomi yang tidak menentu, pekerja teh memiliki kemampuan adaptif yang kuat untuk mempertahankan keseimbangan kehidupan sosial dan ekonomi keluarga.
PRAKTIK KOMUNIKASI TOUR GUIDE DALAM PENYAMPAIAN NILAI BUDAYA MINANGKABAU DI PDIKM Nadia Nurul Islami; Azlin Resiana
Jurnal Antropologi Sumatera Vol. 23 No. 2 (2026): Jurnal Antropologi Sumatera, Juni 2026
Publisher : Program Studi Antropologi Sosial Pascasarjana Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/w0zwr241

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pelaksanaan komunikasi tour guide di Pusat Dokumentasi dan Informasi Kebudayaan Minangkabau (PDIKM) serta mengidentifikasi nilai-nilai budaya Minangkabau yang disampaikan kepada wisatawan, khususnya wisatawan mancanegara. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan Teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Data dianalisis menggunakan model analisisis interaktif yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan Kesimpulan. Penelitian ini menggunakan teori strategi komunikasi O.U. Effendy, teori komunikasi antarbudaya Dedi Mulyana, dan teori fenomenologi Alfred Schutz sebagai landasan analisis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan komunikasi tour guide di PDIKM dilakukan melalui komunikasi verbal dan non verbal dengan menyesuaikan bahasa, penggunaan istilah budaya, analogi, serta gestur untuk membantu pemahaman wisatawan. Nilai budaya yang disampaikan meliputi sistem kekerabatan matrilineal, peran mamak, falsafah adat basandi syarak, syarak basandi kitabullah. Serta makna filosofi rumah gadang. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pelaksanaan komunikasi tour guude berperan penting dalam membangun pemahaman dan pengalaman wisata budaya yang bermakna bagi wisatawan serta menjadi sarana penyampaian nilai-nilai budaya Minangkabau kepada wisatawan mancanegara.
RESOLUSI KONFLIK INTERNAL DALAM KOMUNITAS OJEK PANGKALAN WALI SINGA DI SIMPANG GANTIANG, KOTA PADANG PANJANG Nova Alfira; Endrizal Endrizal
Jurnal Antropologi Sumatera Vol. 23 No. 2 (2026): Jurnal Antropologi Sumatera, Juni 2026
Publisher : Program Studi Antropologi Sosial Pascasarjana Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/pbc1st77

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji konflik internal yang terjadi di Pangkalan Ojek Wali Singa Simpang Gantinag Kota Padang Panjang serta memahami faktor-faktor penyebab dan proses penyelesaian konflik yang dilakukan oleh anggota pangkalan. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif untuk memperoleh gambaran yang mendalam mengenai dinamika sosial yang terjadi di dalam kelompok ojek pangkalan. Data penelitian dikumpulkan melalui teknik observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi terhadap para informan yang terlibat dalam aktivitas pangkalan. Analisis penelitian ini menggunakan teori konflik dari Lewis A. Coser yang memandang konflik tidak hanya sebagai gejala disintegrasi sosial, tetapi juga dapat berfungsi dalam menjaga dan memperkuat hubungan sosial dalam suatu kelompok. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bentuk konflik internal yang terjadi meliputi perebutan penumpang, pelanggaran sistem antrean, perbedaan kepentingan ekonomi, serta permasalahan dalam pengelolaan uang kas kelompok. Faktor-faktor yang menyebabkan konflik antara lain tekanan ekonomi yang dialami anggota, tingginya intensitas interaksi sosial, serta ketidakpatuhan terhadap aturan yang telah disepakati bersama. Penyelesaian konflik dilakukan melalui komunikasi, musyawarah, dan keterlibatan ketua pangkalan sebagai mediator. Upaya tersebut terbukti mampu meredakan ketegangan, mencegah konflik berkepanjangan, serta menjaga solidaritas dan keharmonisan hubungan antaranggota pangkalan.
MAKNA TRADISI MAKAN SINGGANG AYAM PADA MASYARAKAT NAGARI PANDAI SIKEK KECAMATAN X KOTO Syalsabila Maharani Putri; Mutia Kahanna
Jurnal Antropologi Sumatera Vol. 23 No. 2 (2026): Jurnal Antropologi Sumatera, Juni 2026
Publisher : Program Studi Antropologi Sosial Pascasarjana Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/xfayeb28

Abstract

Penelitian ini membahas tentang tradisi makan singgang ayam di Nagari Pandai Sikek merupakan prosesi adat yang sarat akan simbol, berfungsi sebagai sarana pengukuhan gelar (gala) bagi mempelai laki-laki sekaligus penegasan status sosial dalam struktur masyarakat Minangkabau. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan secara mendalam prosesi pelaksanaan tradisi tersebut dan mengungkapkan makna simbolik yang terkandung di dalamnya. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif dengan pendekatan etnografi untuk memahami makna budaya, dengan teknik pengumpulan data melalui observasi partisipatif dan wawancara mendalam bersama tokoh adat. Teknik analisis data dilakukan secara kualitatif menggunakan model analisis interaktif Miles, Huberman, dan Saldana.Hasil penelitian menunjukkan bahwa tradisi ini terdiri dari tahapan persiapan (barundiang, mampaiyoan, mapamanggia, mamanggia, maantaan siriah, masak dama, dan masang kasur) serta tahap pelaksanaan (minum pinun aia, pasambahan, makan bersama, dan manyiriah). Secara simbolik, penggunaan carano gadang yang berisi singgang ayam jantan utuh dan nasi kunyik bermakna kemuliaan, pikiran yang matang, serta kebulatan mufakat. Sementara itu, carano ketek dan fasilitas kasur mencerminkan etika penghormatan terhadap niniak mamak. Penelitian ini menyimpulkan bahwa tradisi makan singgang ayam adalah mekanisme sosial yang efektif untuk menjaga marwah kaum dan mengintegrasikan identitas individu ke dalam tatanan adat, memastikan nilai-nilai luhur Minangkabau tetap lestari di Nagari Pandai Sikek.
FAKTOR PENDORONG PEREMPUAN MENJADI PENJUAL JAMU KELILING DI JALAN GAPERTA KECAMATAN MEDAN HELVETIA Nadya Utami; Supsiloani Supsiloani
Jurnal Antropologi Sumatera Vol. 22 No. 2 (2025): Vol 22, No 2 (2025): Jurnal Antropologi Sumatera, Juni 2025
Publisher : Program Studi Antropologi Sosial Pascasarjana Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/jas.v22i2.66928

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor pendorong perempuan bekerja sebagai penjual jamu keliling dan strategi yang digunakan dalam mempertahankan keberlangsungan hidup ditengah tantangan ekonomi dan persaingan usaha di Jalan Gaperta Kecamatan Medan Helvetia. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi terhadap 10 penjual jamu keliling yang masih aktif berdagang di Jalan Gaperta, Kecamatan Medan Helvetia. Teknik pemilihan informan yang digunakan adalah purposive sampling yaitu menentukan informan berdasarkan karakteristik yang dianggap relevan dengan tujuan penelitian. Teknik analisis data yang digunakan meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Penelitian ini menggunakan Teori Tindakan Sosial Max Weber yang memandang tindakan manusia sebagai perilaku yang memiliki makna subjektif dan diarahkan kepada orang lain dalam konteks sosial. Hasil penelitian menunjukan bahwa faktor pendorong alasan mereka menjadi penjual jamu keliling yaitu karena faktor ekonomi, warisan keluarga meracik jamu secara turun-menurun dan fleksibel waktu. Para penjual jamu keliling juga menerapkan berbagai strategi bertahan hidup seperti menjaga kualitas jamu, membangun hubungan baik dengan pelanggan, melakukan penyesuain harga,dan memilih waktu serta lokasi penjualan yang tepat dan menyesuaikan. Kata Kunci: Strategi Bertahan Hidup, Penjual Jamu Keliling, Ekonomi
PROGRAM HOMESTAY DAN IMPLIKASI PENGEMBANGAN PARIWISATA DI HUTA LANGAT DESA SIMANINDO Adenita Turnip; Sulian Ekomila
Jurnal Antropologi Sumatera Vol. 22 No. 2 (2025): Vol 22, No 2 (2025): Jurnal Antropologi Sumatera, Juni 2025
Publisher : Program Studi Antropologi Sosial Pascasarjana Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/jas.v22i2.67229

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis mengenai implikasi sosial budaya dan ekonomi yang muncul di Huta Langat akibat adanya program pembangunan homestay. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif pendekatan deksriptif dengan teknik pengumpulan data observasi, wawancara dan dokumentasi. Hasil penelitian yang dilakukan menunjukkan bahwa masyarakat Huta Langat mengalami implikasi sosial budaya sesudah mengalami interaksi dengan tamu, serta mengalami peningkatan ekonomi dengan adanya program homestay yang sudah dijalankan. Adapun implikasi sosial budaya positif yang muncul adalah perubahan lahan pekerjaan masyarakat, adanya interaksi yang terjadi antara tuan rumah dan tamu, munculnya kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga kebersihan, adanya peningkatan pendidikan masyarakat, pelestarian budaya lokal melalui acara adat pernikahan, penggunaan teknologi, pelestarian budaya melalui acara pegelaran budaya, perubahan cara berpakaian yang lebih rapi serta memunculkan rasa kebersamaan antara masyarakat. Masyarakat dalam pengelolaan homestay tentunya mengalami tantangan sebagai pemilik homestay. Adapun tantangan tersebut adalah tantangan yang bersifat internal yaitu dari masyarakat sendiri dan tantangan yang bersifat eksternal, yaitu dari tamu. Kata Kunci: homestay, masyarakat, implikasi

Page 12 of 12 | Total Record : 117