cover
Contact Name
Ratih Baiduri
Contact Email
ratihbaidurifis@unimed.ac.id
Phone
+6281370002616
Journal Mail Official
ansospasca@unimed.ac.id
Editorial Address
Jl. Williem Iskandar Pasar V Medan Estate
Location
Kota medan,
Sumatera utara
INDONESIA
Jurnal Antropologi Sumatera
ISSN : 19637317     EISSN : 25973878     DOI : https://doi.org/10.24114/jas
Core Subject : Social,
Jurnal Antropologi Sumatera (JAS) dikelola oleh Program Studi Antropologi Sosial Pascasarjana Unimed. Jurnal Antropologi Sumatera, terdiri dari edisi cetak dan on-line, adalah jurnal Ilmu Antropologi yang mengkaji masalah-masalah sosial-budaya, khususnya dalam konteks lokal Sumatera. Kontributor dalam Jurnal ini adalah Akademisi, Peneliti, Mahasiswa, Guru, Pegiatan ilmu sosial dan kemasyarakatan, pegiat budaya, dan pihak lain yang berkepentingan terhadap perkembangan masalah sosial-budaya. JAS diterbitkan dalam dua edisi dalam setahun yakni pada bulan Juni dan Desember yang disebarluaskan sebagai bahan publikasi antropologi sosial.
Articles 104 Documents
Correlation of Meaning of The Garebeg Mulud Traditional Ceremony Series: Sekaten, Gamelan and Tourism Hakim, Lutfi Maulana; Kusumastiti, Weka
Jurnal Antropologi Sumatera Vol 21, No 2 (2024): Jurnal Antropologi Sumatera, Juni 2024
Publisher : Program Studi Antropologi Sosial Pascasarjana Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/jas.v21i2.58341

Abstract

The Garebeg Mulud celebration is one of a series of traditional ceremonies included in the Yogyakarta Palace Hajad Dalem event which is held annually. Garebeg Mulud itself is one of the celebrations of the Hajad Dalem ceremony whose series of events are quite long because, in the Muludan ceremony, there is a Sekaten celebration whose series of events lasts for 7 days. now many people interpret garebeg mulud as the same as the sekaten night market. at the same time, sekaten is only one of the series of events at gerbeg mulud which is full of meaning. this research aims to explain more about the series of Garebeg Mulud ceremonies and the meaning and philosophy embedded in each series of events from Miyos Gongso to Bedhol Songsong. This series of Hajad Dalem events is not only a celebration but ultimately also a tourist attraction for the community. Public interest in attending the Hajad Dalem ceremony is very high. This positive reaction creates a sense of love, and care and continues to preserve this noble culture
Problematika Perempuan Menikah Penderita HIV/AIDS dalam Analisis Kuasa Tubuh Foucoult di Kota Medan Andriansyah, Dedi; Supsiloani, Supsiloani; Febryani, Ayu; Nur Azmi, Siti Wardani; Tarigan, Lisbhet Br
Jurnal Antropologi Sumatera Vol 21, No 1 (2023): Jurnal Antropologi Sumatera, December 2023
Publisher : Program Studi Antropologi Sosial Pascasarjana Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/jas.v21i1.54030

Abstract

This research focuses on the problems experienced by married women suffering from HIV AIDS with a theoretical study of Michel Foucoult's body power. The design of this research is qualitative research with a phenomenological approach. This aims to reflect the life world of HIV AIDS cases among married women in the city of Medan. There are several things that underlie the permissive state of the informants which cannot be separated from the pressure (determinism) of cultural values that have been constructed into the informants' understanding. The state of determinism that influences this problem includes the cultural value of the household which provides space for the construction of patriarchal domination. This then presents the episteme of "serving" the husband which creates oppression (subaltern) in women. Not only do they face chronic health problems, but also complicated household problems due to their illness. Even though this woman's position is also that of a victim who was infected by her husband
Fungsi dan Makna Upacara Peringatan Hari Dewi Saraswati di Pura Agung Raksa Bhuana Medan Hasibuan, Ulfa Ganti; Sembiring, Endang Alemisa; Alfialita, Vini; Zannah, Liadi; Maharani, Maharani; Lubis, Masita; Syafina, Rahmi; Ginting, Anisa Stepani Br; Fauziah, Fauziah; Barus, Nia Tesalonika Br; Fatmawati, Eka; Suharyanto, Agung
Jurnal Antropologi Sumatera Vol 21, No 2 (2024): Jurnal Antropologi Sumatera, Juni 2024
Publisher : Program Studi Antropologi Sosial Pascasarjana Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/jas.v21i2.54480

Abstract

Adapun tujuan dari penelitian kami ini, Untuk mengetahui urutan tata acara komponen-komponen dan fungsi dan makna upacara peringatan hari Dewi Saraswati bagi umat Hindu Bali di Kota Medan. Metode penelitian yang dilakukan adalah penelitian Deskriptif. Sedangkan pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini yaitu menggunakan pendekatan kualitatif. Penelitian ini dilaksanakan di Jalan Polonia No. 216 tepatnya berada di pura Agung Raksa Bhuana sebagai pura satu-satunya yang ada di Kota Medan. urutan tata acara tahap pertama pemujaan dan untuk orang yang membagikannya tidak harus seseorang yang memimpin didalam upacara, bunga yang dibagikan tadi dimasukkan kedalam saku. yang dilakukan adalah memasukkan bunga dan menyan yang tadi dipakai dalam berdoa ke dalam pedupaan, komponen-komponennya yakni air, api, dan tanah.    Fungsi Upacara Hari Raya Saraswati dilakukan sebagai persembahan terhadap Dewi Saraswati dewi pelindung dan pelimpah pengetahuan, kesadaran (widya), dan sastra. Makna Ketiga komponen diatas melambangkan keberadaan tuhan, api sebagai dewa brahma, air sebagai symbol dewa wisnu, bunga sebagai simbol dewa siwa.
Making Traditional Ingredients of Green Coconut Oil as a Facility for Medical and Non-Medical Treatment in Tembung, Percut Sei Tuan District Fadli, Muhammad; Suharyanto, Agung; Maswita, Maswita; Bahri, Samsul; Febryani, Ayu; Parinduri, Wina Mariana
Jurnal Antropologi Sumatera Vol 21, No 1 (2023): Jurnal Antropologi Sumatera, December 2023
Publisher : Program Studi Antropologi Sosial Pascasarjana Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/jas.v21i1.49040

Abstract

This study aims to analyze the prevalence of individuals choosing traditional medicine for both medical and non-medical treatment, emphasizing the unwavering faith of the Tembung community in the efficacy of traditional medicine, particularly green coconut oil, and herbal remedies. The literature review is anchored in the concept of preserving local wisdom in traditional medicine. Employing a qualitative research approach with an ethnographic lens, the author conducted data collection through observation, in-depth interviews, and documentation, utilizing Spradley's model for analysis. The findings reveal the persistent utilization of ancestral herbal remedies in traditional medicine, driven by ingrained beliefs and financial considerations, particularly as a cost-effective alternative for both medical and non-medical ailments. In summary, the study concludes that the community's strong belief in traditional medicine is rooted in its affordability and accessibility, allowing individuals to seek treatment without bureaucratic hurdles. The paper underscores the importance of government support and monitoring to ensure that traditional medicine aligns with regulations, fostering a sense of security for those seeking treatment within these practices. It is recommended that the government continues to collaborate with traditional medicine practices, ensuring a balance between cultural preservation and adherence to established standards.
Aktualisasi Budaya Panji: Keberlanjutan, Relevansi Generasi Muda, dan Potensi Masa Depan Suharyanto, Agung; Wiflihani, Wiflihani; Arwansyah, OK Dedy; Fatmawati, Eka
Jurnal Antropologi Sumatera Vol 21, No 2 (2024): Jurnal Antropologi Sumatera, Juni 2024
Publisher : Program Studi Antropologi Sosial Pascasarjana Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/jas.v21i2.57986

Abstract

Aktualisasi budaya Panji menjadi kunci dalam menjaga keberlanjutan warisan budaya yang berharga ini. Dengan membawa elemen-elemen budaya Panji ke dalam konteks kontemporer, menjadikannya relevan bagi generasi muda, memicu minat mereka untuk menjelajahi dan mewarisi budaya tersebut. Ini menciptakan lingkungan yang kondusif untuk pengembangan kreativitas dan inovasi di masa mendatang. Kaitannya dengan pendidikan, cerita-cerita Panji memiliki nilai moral yang dapat membentuk karakter generasi muda. Secara ekonomi, aktualisasi budaya Panji berpotensi menjadi sumber pendapatan melalui promosi wisata budaya dan produk-produk budaya Panji. Di bidang seni, aktualisasi budaya Panji membuka pintu untuk kreativitas dan inovasi dengan pengembangan bentuk-bentuk baru yang memadukan elemen-elemen tradisional dan modern. Aktualisasi dan relevansi ini, selain mempertahankan warisan budaya, aktualisasi budaya Panji membuka jalan bagi masa depan yang penuh potensi, memastikan agar cerita-cerita Panji tetap relevan dan menjadi bagian vital dari identitas budaya Indonesia.
Membaca Kolaborasi Seni Dan Spiritualitas: Pertunjukan Kecak Ramayana Di Pura Uluwatu Bali Hidajat, Robby; Suprihatin DP, EW; Hartono, Hartono; Hasyimy, Muhammad Afaf
Jurnal Antropologi Sumatera Vol 21, No 1 (2023): Jurnal Antropologi Sumatera, December 2023
Publisher : Program Studi Antropologi Sosial Pascasarjana Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/jas.v21i1.53953

Abstract

Artikel ini bertujuan memahami kolaborasi antara seni pertunjukan dan spiritualitas dalam Kecak Ramayana di Uluwatu, Bali. Seni Pertunjukan Kecak Ramayana merupakan representasi nilai budaya lokal, yang praktiknya menyatu erat dengan dimensi spiritual dalam kehidupan masyarakat pemangkunya. Melalui prosfektif antropologi, dengan pendekatan diskriptif kualitatif dikaji mendalam tentang hubungan simbiosis tersebut. Peneliti menggali data melalui eksplorasi langsung peristiwa seni pertunjukan wisata Kecak Ramayana di Uluwatu, wawancara dengan pengelola pertunjukan, penari, dan tokoh yang memerankan lakon Ramayana. Analisis data menggunakan fungsional terhadap peran Kecak Ramayana sebagai suatu bentuk ekspresi kreatif yang merefleksikan keyakinan, nilai-nilai, dan identitas masyarakat Bali. Melalui wawancara mendalam dan observasi partisipatif, penelitian ini menggambarkan bagaimana pertunjukan Kecak Ramayana menjadi sarana yang menghubungkan masyarakat dengan warisan budaya dan spiritualitas. Hasil kajian 1. Kreativitas Seni Wisata Kecak Ramayana, 2. Nilai lokal sebagai komoditas, dan 3 Seni, Hiburan, dan Pelestarian.
Kearifan Lokal Berbasis Mitigasi Bencana sebagai Pengembangan Materi pada Mata Kuliah Kearifan Lokal Budaya Sumatera Utara Febryani, Ayu; Puspitawati, Puspitawati; Malau, Waston; Rulyani, Ayu; Lubis, Dinda Rizky Fadillah
Jurnal Antropologi Sumatera Vol. 21 No. 2 (2024): Jurnal Antropologi Sumatera, Juni 2024
Publisher : Program Studi Antropologi Sosial Pascasarjana Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/jas.v21i2.53910

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menemukan bentuk kearifan lokal berbasis mitigasi bencana pada kelompok etnik di Kabupaten Karo dan Langkat. Metode penelitian yang digunakan ialah kualitatif dengan pendekatan naturalistik. Pendekatan penelitian ini diterapkan untuk mengamati secara natural aktivitas budaya masyarakat dalam kaitannya dengan kearifan lokal berbasis mitigasi bencana. Hasil penelitian diuraikan bahwa terdapat kearifan lokal berbasis mitigasi bencana di Kabupaten Langkat dan Karo, diantaranya ritual tolak bala, ritual jamu laut, dan pelestarian pohon mangrove di Desa Jaring Halus, dan tradisi sarilala di Desa Tiganderket. Selanjutnya, data temuan disusun dalam pengembangan materi ajar untuk direfleksikan kembali dengan kondisi perkembangan kognitif, sikap, dan perilaku peserta didik dalam memahami upaya menjaga lingkungan secara lokal. Penelitian ini diharapkan menjadi acuan terhadap pengembangan materi ajar pada mata kuliah Kearifan Lokal Budaya Sumatera Utara dan memberikan kontribusi dalam mengembangkan dan menerapkan usaha pencegahan bencana melalui pelestarian kearifan lokal.
Fungsi dan Makna Upacara Peringatan Hari Dewi Saraswati di Pura Agung Raksa Bhuana Medan Hasibuan, Ulfa Ganti; Sembiring, Endang Alemisa; Alfialita, Vini; Zannah, Liadi; Maharani, Maharani; Lubis, Masita; Syafina, Rahmi; Ginting, Anisa Stepani Br; Fauziah, Fauziah; Barus, Nia Tesalonika Br; Fatmawati, Eka; Suharyanto, Agung
Jurnal Antropologi Sumatera Vol. 21 No. 2 (2024): Jurnal Antropologi Sumatera, Juni 2024
Publisher : Program Studi Antropologi Sosial Pascasarjana Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/jas.v21i2.54480

Abstract

Adapun tujuan dari penelitian kami ini, Untuk mengetahui urutan tata acara komponen-komponen dan fungsi dan makna upacara peringatan hari Dewi Saraswati bagi umat Hindu Bali di Kota Medan. Metode penelitian yang dilakukan adalah penelitian Deskriptif. Sedangkan pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini yaitu menggunakan pendekatan kualitatif. Penelitian ini dilaksanakan di Jalan Polonia No. 216 tepatnya berada di pura Agung Raksa Bhuana sebagai pura satu-satunya yang ada di Kota Medan. urutan tata acara tahap pertama pemujaan dan untuk orang yang membagikannya tidak harus seseorang yang memimpin didalam upacara, bunga yang dibagikan tadi dimasukkan kedalam saku. yang dilakukan adalah memasukkan bunga dan menyan yang tadi dipakai dalam berdoa ke dalam pedupaan, komponen-komponennya yakni air, api, dan tanah.    Fungsi Upacara Hari Raya Saraswati dilakukan sebagai persembahan terhadap Dewi Saraswati dewi pelindung dan pelimpah pengetahuan, kesadaran (widya), dan sastra. Makna Ketiga komponen diatas melambangkan keberadaan tuhan, api sebagai dewa brahma, air sebagai symbol dewa wisnu, bunga sebagai simbol dewa siwa.
Aktualisasi Budaya Panji: Keberlanjutan, Relevansi Generasi Muda, dan Potensi Masa Depan Suharyanto, Agung; Wiflihani, Wiflihani; Arwansyah, OK Dedy; Fatmawati, Eka
Jurnal Antropologi Sumatera Vol. 21 No. 2 (2024): Jurnal Antropologi Sumatera, Juni 2024
Publisher : Program Studi Antropologi Sosial Pascasarjana Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/jas.v21i2.57986

Abstract

Aktualisasi budaya Panji menjadi kunci dalam menjaga keberlanjutan warisan budaya yang berharga ini. Dengan membawa elemen-elemen budaya Panji ke dalam konteks kontemporer, menjadikannya relevan bagi generasi muda, memicu minat mereka untuk menjelajahi dan mewarisi budaya tersebut. Ini menciptakan lingkungan yang kondusif untuk pengembangan kreativitas dan inovasi di masa mendatang. Kaitannya dengan pendidikan, cerita-cerita Panji memiliki nilai moral yang dapat membentuk karakter generasi muda. Secara ekonomi, aktualisasi budaya Panji berpotensi menjadi sumber pendapatan melalui promosi wisata budaya dan produk-produk budaya Panji. Di bidang seni, aktualisasi budaya Panji membuka pintu untuk kreativitas dan inovasi dengan pengembangan bentuk-bentuk baru yang memadukan elemen-elemen tradisional dan modern. Aktualisasi dan relevansi ini, selain mempertahankan warisan budaya, aktualisasi budaya Panji membuka jalan bagi masa depan yang penuh potensi, memastikan agar cerita-cerita Panji tetap relevan dan menjadi bagian vital dari identitas budaya Indonesia.
Representasi Budaya Batak Toba Dalam Film œNgeri-Ngeri Sedap (Analisis Semiotika Roland Barthes) Pratiwi, Widya; Matondang, Armansyah; Andary, Ria Wuri
Jurnal Antropologi Sumatera Vol. 21 No. 2 (2024): Jurnal Antropologi Sumatera, Juni 2024
Publisher : Program Studi Antropologi Sosial Pascasarjana Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/jas.v21i2.58045

Abstract

Film adalah contoh bentuk media komunikasi massa. Film yang menonjolkan budaya Indonesia, khususnya budaya masyarakat batak toba adalah film œNgeri Ngeri Sedap Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui representasi budaya batak toba dalam pemaknaan denotasi, konotasi dan mitos. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan mengklasifikasi adegan berdasarkan tujuh unsur budaya universal Koenjaraningrat (1979) dan metode analisis semiotika Roland Barthes. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat tujuh representasi budaya batak toba dalam film œNgeri-Ngeri Sedap antara lain: Bahasa, Sistem Kemasyarakatan (martutur), Sistem kesenian (gondang sabangunan), Sistem peralatan hidup dan teknologi (ulos dan rumah bolon), Sistem religi dan upacara keagamaan (upacara adat sulang-sulang pahompu, mangulosi) serta Sistem mata pencaharian hidup (bertani), sistem pengetahuan.

Page 9 of 11 | Total Record : 104