cover
Contact Name
Unang arifin
Contact Email
bcssel@unisba.ac.id
Phone
+6281224131431
Journal Mail Official
bcssel@unisba.ac.id
Editorial Address
UPT Publikasi Ilmiah, Universitas Islam Bandung. Jl. Tamansari No. 20, Bandung 40116, Indonesia, Tlp +62 22 420 3368, +62 22 426 3895 ext. 6891
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Bandung Conference Series : Sharia Economic Law
ISSN : -     EISSN : 28282264     DOI : https://doi.org/10.29313/bcssel.v2i2
Core Subject : Religion, Economy,
Bandung Conference Series Sharia Economic Law (BCSSEL) menerbitkan artikel penelitian akademik tentang kajian teoritis dan terapan serta berfokus pada ekonomi syariah dengan ruang lingkup yaitu Perbankan Syariah, Keuangan Syariah, Akuntansi, Muamalah. Prosiding ini diterbitkan oleh UPT Publikasi Ilmiah Unisba. Artikel yang dikirimkan ke prosiding ini akan diproses secara online dan menggunakan double blind review minimal oleh dua orang mitra bebestari yang ahli dalam bidangnya.
Articles 324 Documents
Tinjauan Etika Bisnis Islam pada Jasa Makelar Jual Beli Mobil Bekas melalui Media Sosial Indah Nur Fauziah; Nanik Eprianti; Iwan Permana
Bandung Conference Series: Sharia Economic Law Vol. 3 No. 1 (2023): Bandung Conference Series: Sharia Economic Law
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcssel.v3i1.5350

Abstract

Abstract. Business transaction activities sometimes require mediators or brokers, especially in buying and selling transaction activities, at this time it also occurs in the business sector of buying and selling used cars through social media. In practice, brokers are often not transparent in offering cars to consumers by not providing objective information regarding the actual condition of the vehicle, so that consumers feel disadvantaged. Which indicates that this raises many potential violations in terms of Islamic business ethics. Based on this, this study aims to determine and analyze the mechanism of brokerage services in buying and selling used cars through social media, and to find out the review of Islamic business ethics on brokerage services in buying and selling used cars through social media. The research method used is analytical descriptive to review the suitability of the broker's service mechanism in buying and selling used cars through social media with the principles of Islamic business ethics. The results of the study show that the mechanism of brokerage services in buying and selling used cars through social media, especially what happens on the FB account of Bandung X Used Car Buying and Selling is carried out in two ways which provide opportunities for the broker to get fees from both the seller and the buyer, and the brokerage service mechanism in buying and selling used cars through social media, especially what happened to the Bandung X Used Car Buying and Selling FB account, are not in accordance with the principles of Islamic business ethics, especially from the aspect of the principles of justice, the principle of free will, the principle of responsibility, and the principle of honesty. Abstrak. Kegiatan transaksi bisnis terkadang memerlukan mediator atau makelar khususnya dalam kegiatan transaksi jual beli pada saat ini juga terjadi pada sector bisnis jual beli mobil bekas melalui media sosial. Pada praktiknya, pihak makelar seringkali tidak transparan dalam menawarkan mobil kepada konsumen dengan tidak memberikan keterangan secara objektif terkait kondisi kendaraan yang sebenarnya, sehingga konsumen merasa dirugikan. Yang mana hal ini terindikasi banyak menimbulkan potensi pelanggaran dari sisi etika bisnis Islam. Berdasarkan hal tersebut, maka penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis mekanisme jasa makelar dalam jual beli mobil bekas melalui media sosial, dan untuk mengetahui tinjauan etika bisnis Islam pada jasa makelar dalam jual beli mobil bekas melalui media sosial. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif analitis untuk meninjau sejauhmana tingkat kesesuaian mekanisme jasa makelar dalam jual beli mobil bekas melalui media sosial dengan prinsip-prinsip etika bisnis Islam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mekanisme jasa makelar dalam jual beli mobil bekas melalui media sosial khususnya yang terjadi pada akun FB Jual Beli Mobil Bekas Bandung X dilakukan melalui dua cara yang memberikan peluang pihak makelar mendapatkan fee dari penjual maupun pembeli, dan mekanisme jasa makelar dalam jual beli mobil bekas melalui media sosial khususnya yang terjadi pada akun FB Jual Beli Mobil Bekas Bandung X belum sesuai dengan prinsip-prinsip etika bisnis islam terutama dari aspek prinsip keadilan, prinsip kehendak bebas, prinsip tanggung jawab, dan prinsip kejujuran.
Tinjauan Fiqih Muamalah terhadap Transparansi Sistem Insentif pada Grab Driver Haritz Prasetya Rahmansyah; Neng Dewi Himayasari; Eva Fauziah
Bandung Conference Series: Sharia Economic Law Vol. 3 No. 1 (2023): Bandung Conference Series: Sharia Economic Law
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcssel.v3i1.5363

Abstract

Abstract. Grab is one of the largest online-based transportation service companies in Indonesia. In Grab's remuneration system for drivers, there are incentives that become a source of additional income for drivers. Incentives themselves are additional work given by the company to employees with the aim of motivating them to improve their work. However, there are still problems in transparency in the incentive system that need to be reviewed by Fiqh Muamalah. The research method used is a qualitative method with empirical juridical approach, research techniques are done through interviews and questionnaires. Based on the review described in the discussion, it was concluded that the implementation of incentives on the Grab Driver application was carried out in accordance with PM 118 of 2018 concerning the implementation of special rental transportation which explained that the provision of incentive points and prizes would be given through the application. On the other hand, the points given are sometimes erratic and not in accordance with the provisions in the application, and the missions given are not in accordance with community activities, so that the driver becomes constrained to complete the incentive missions given. Based on the results of the analysis of the muamalah Fiqh review, it can be concluded that the provision of incentives by Grab drivers must implement transparency, and prohibit Gharar activities. Abstrak. Grab merupakan salah satu perusahaan jasa transportasi berbasis online terbesar di Indonesia. Dalam sistem pengupahan Grab kepada driver terdapat insentif yang menjadi sumber penghasilan tambahan bagi driver. Insentif sendiri merupakan pekerjaan tambahan yang diberikan oleh perusahaan kepada karyawan dengan tujuan memberikan motivasi agar meningkatkan hasil kerjanya. Akan tetapi masih terdapat permasalahan yang terdapat pada transparansi dalam sistem insentif yang perlu ditinjau oleh Fiqih Muamalah. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif dengan pendekatan yuridis empiris, teknik penelitian yang di lakukan yaitu melalui wawancara dan kuisioner. Bedasarkan tinjauan yang dijelaskan di pembahasan disimpulkan bahwa, penerapan insentif pada aplikasi Grab Driver dijalankan sesuai dengan PM 118 tahun 2018 tentang penyelenggaraan angkutan sewa khusus yang dijelaskan bahwa, pemberian poin insentif serta hadiah akan diberkiran lewat aplikasi. Disisi lain poin yang diberikan terkadang tidak menentu dan tidak sesuai dengan ketentuan di aplikasi, serta misi yang diberikan tidak sesuai dengan aktivitas masyarakat, sehingga pihak driver menjadi terkendala untuk menyelesaikan misi insentif yang diberikan. Bedasarkan hasil analilis tinjauan fiqih muamalah yang dilakukan dapat disimpulkan bahwa pemberian Insentif oleh pihak Grab Driver harus menerapkan transparansi, dan melarang kegiatan Gharar.
Jual Beli Pohon Campaka dengan Sistem Berjangka menurut Perspektif Hukum Islam Tiara Marliana; Popon Srisusilawati; Neneng Nurhasanah
Bandung Conference Series: Sharia Economic Law Vol. 3 No. 1 (2023): Bandung Conference Series: Sharia Economic Law
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcssel.v3i1.5386

Abstract

Abstract. Buying and selling with Campaka tree objects carried out by the community in Cigugur Village, Subang Regency has become an inherent tradition. However, in practice, the delivery of the object of goods is submitted a few months after the contract/transaction is made. This has the potential to cause uncertainty in the condition of the object in the form of a Campaka tree in terms of size and quality. Based on these problems, the focus of the study aims to determine the implementation of the sale and purchase contract of Campaka trees carried out by the people of Cigugur Village, Pusakajaya District, Subang Regency, and to find out the review of Islamic law on the implementation of the sale and purchase contract of Campaka trees carried out by the people of Cigugur Village, Pusakajaya District, Subang Regency. The research method used is qualitative analysis through a case study approach by analyzing the practice of buying and selling Campaka trees carried out by the people of Cigugur Village, Pusakajaya District, Subang Regency and then reviewed according to Islamic law both from the madiyah aspect and the adabiyah aspect. The results showed that the practice of buying and selling Campaka trees carried out by the people of Cigugur Village, Pusakajaya District, Subang Regency had an element of a relationship that was not mutually beneficial between the seller and the buyer, and the implementation of buying and selling with Campaka tree objects in Cigugur Village, Subang Regency according to Islamic law was illegal. Abstrak. Jual beli dengan objek pohon Campaka yang dilakukan masyarakat di Desa Cigugur Kabupaten Subang sudah menjadi tradisi yang melekat. Akan tetapi pada pelaksanaannya, penyerahan objek barang diserahkan beberapa bulan setelah akad/transaksi dilakukan. Hal ini berpotensi menimbulkan ketidakpastian kondisi objek barang berupa pohon Campaka dari segi ukuran dan kualitas. Berdasarkan permasalahan tersebut, maka fokus penelitian bertujuan untuk mengetahui pelaksanaan akad jual beli pohon Campaka yang dilakukan masyarakat Desa Cigugur Kecamatan Pusakajaya Kabupaten Subang, dan untuk mengetahui tinjauan hukum Islam terhadap pelaksanaan akad jual beli jual beli pohon Campaka yang dilakukan masyarakat Desa Cigugur Kecamatan Pusakajaya Kabupaten Subang. Metode penelitian yang digunakan adalah analisis kualitatif melalui pendekatan studi kasus dengan melakukan analisis praktik jual beli pohon Campaka yang dilakukan masyarakat Desa Cigugur Kecamatan Pusakajaya Kabupaten Subang kemudian ditinjau menurut hukum Islam baik dari aspek madiyah maupun aspek adabiyah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Praktik jual beli pohon Campaka yang dilakukan masyarakat Desa Cigugur Kecamatan Pusakajaya Kabupaten Subang memiliki unsur hubungan yang tidak saling menguntungkan antara pihak penjual maupun pembeli, dan pelaksanaan jual beli dengan objek pohon Campaka di Desa Cigugur Kabupaten Subang menurut hukum Islam adalah tidak sah.
Analisis Akad Wakalah terhadap Reksadana Syaraiah yang Diperjualbelikan pada Bukalapak dan Tokopedia Nur Wardatul Laela Afifah; Eva Misfah Bayuni; Zia Firdaus Nuzula
Bandung Conference Series: Sharia Economic Law Vol. 3 No. 1 (2023): Bandung Conference Series: Sharia Economic Law
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcssel.v3i1.5395

Abstract

Abstract. Bukalapak and Tokopedia are e-commerce platforms that act as sales agents for Sharia Mutual Fund Participation Units as representatives, but in practice there are several pillars and conditions for wakalah contracts that are not yet clear. From these problems, the objectives of this study are as follows: To find out the provisions of wakalah contracts according to the provisions of fiqh muamalah, to find out the mechanism of sharia mutual funds traded on Bukalapak and Tokopedia and to know the analysis of wakalah contracts according to the provisions of fiqh muamalah to sharia mutual funds traded in Bukalapak and Tokopedia. The research method used is qualitative research with a library research approach and data analysis is carried out through descriptive analysis techniques. The results of the study indicate that the wakalah contract according to the provisions of the Muamalah Fiqh which is applied to sharia mutual fund investment activities is legally permissible, the mechanism of sharia mutual funds traded on Bukalapak and Tokopedia is relatively easy to do with cheap and affordable initial investment funds for all people, and the implementation of wakalah contracts in Sharia Mutual Fund investment activities traded on Bukalapak and Tokopedia are in accordance with the provisions according to Muamalah Fiqh. Abstrak. Bukalapak dan Tokopedia merupakan platform e-commerce yang bertindak sebagai agen penjualan Unit Penyertaan Reksadana syariah selaku wakil, namun pada pelaksanaannya terdapat beberapa rukun dan syarat akad wakalah yang belum jelas pelaksanaannya. Dari permasalahan itu, maka tujuan dari penelitian ini adalah sebagai berikut : untuk mengetahui ketentuan akad wakalah menurut ketentuan fikih muamalah, untuk mengetahui mekanisme reksadana syariah yang diperjualbelikan pada Bukalapak dan Tokopedia dan untuk mengetahui analisis akad wakalah menurut ketentuan fikih muamalah terhadap reksadana syariah yang diperjualbelikan pada Bukalapak dan Tokopedia. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kepusatakaan atau library research dan analisis data dilakukan melalui teknik deskriptif analisis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa akad wakalah menurut ketentuan Fikih Muamalah yang diterapkan pada kegiatan investasi reksadana syariah hukumnya mubah, mekanisme reksadana syariah yang diperjualbelikan pada Bukalapak dan Tokopedia relatif mudah untuk dilakukan dengan dana investasi awal yang murah dan terjangkau bagi semua kalangan, serta pelaksanaan akad wakalah dalam kegiatan investasi Reksadana Syariah yang diperjualbelikan pada Bukalapak dan Tokopedia telah sesuai dengan ketentuan-ketentuan menurut Fikih Muamalah.
Analisis Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Minat Masyarakat untuk Berzakat dalam Program Cinta Zakat Laola Urwatun Nisa; Zaini Abdul Malik; Arif Rijal Anshori
Bandung Conference Series: Sharia Economic Law Vol. 3 No. 1 (2023): Bandung Conference Series: Sharia Economic Law
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcssel.v3i1.5398

Abstract

Abstract. Zakat funded has been attempted through outreach in the love of zakat program held by BAZNAS East Lombok. This is done in order to raise public awareness of the importance of channeling zakat funds through official institutions such as BAZNAS. Public interest in giving zakat is influenced by several internal and external factors such as attitudes, subjective norms, behavioral control and income. The purpose of this study was to determine the extent to which attitude factors, subjective norms, behavioral control, and income influence people's interest in giving zakat in the love of zakat program organized by BAZNAS. The research method used in this research is quantitative descriptive analysis, the data sources used are primary and secondary data. Data collection techniques in this study used questionnaires and documentation. The results of this study indicate that attitudes have a significant effect on people's interest in paying zakat in the love of zakat program, while subjective norms, behavioral control and income have a positive but not significant effect on people's interest in paying zakat in the love of zakat program. Abstrak. Penghimpunan dana zakat telah diupayakan melalui sosialisasi dalam program cinta zakat yang diadakan oleh BAZNAS Lombok Timur. Hal ini dilakukan agar menumbuhkan kesadaran masyarakat akan pentingnya penyaluran dana zakat melalui lembaga resmi seperti BAZNAS. Minat masyarakat untuk berzakat dipengaruhi oleh beberapa faktor internal dan eksternal seperti sikap, norma subyektif, kontrol perilaku dan pendapatan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui sejauh mana faktor sikap, norma subyektif, kontrol perilaku, serta pendapatan berpengaruh terhadap minat masyarakat untuk berzakat pada program cinta zakat yang diselenggarakan oleh BAZNAS. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini ada analisis deskriptif kuantitatif, sumber data yang digunakan berupa data primer dan sekunder. Teknik pengumpulan data pada penelitian ini menggunakan kuisioner dan dokumentasi. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa sikap berpengaruh signifikan terhadap minat masyarakat untuk membayar zakat pada program cinta zakat, sedangkan norma subyektif, kontrol perilaku dan pendapatan berpengaruh positif namun tidak signifikan terhadap minat masyarakat untuk berzakat dalam program cinta zakat.
Tinjauan Nilai-nilai Pemasaran Islam terhadap Pelaksanaan Komunikasi Pemasaran pada Kegiatan Penerimaan Santri Baru di Pesantren Al-Ittifaq Kabupaten Bandung Fahmi Ichsan Firdaus; Sandy Rizki Febriadi; Zia Firdaus Nuzula
Bandung Conference Series: Sharia Economic Law Vol. 3 No. 1 (2023): Bandung Conference Series: Sharia Economic Law
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcssel.v3i1.5400

Abstract

Abstract. Al Ittifaq Islamic Boarding School implements an integrated marketing communication strategy in the new students admission program which must be based on Islamic marketing values. Based on this, the research focus is formulated in the form of the following questions: What are the concepts and values of marketing communications according to Islamic Marketing theory? How is the marketing communication strategy in increasing the number of new students accepted by the Al Ittifaq Ciwidey Islamic Boarding School, Bandung Regency? And what about the review of Islamic marketing values on the implementation of marketing communications in the activities of accepting new students at the Al Ittifaq Islamic Boarding School, Bandung Regency? The research method used is analytical descriptive and data sources obtained from observations, interviews and literature studies with qualitative data analysis techniques. The results showed that the concept of marketing communication according to Islamic marketing is the planning and implementation of elements in marketing communications consisting of advertising, direct response, sales promotion, public relations, and personal selling in accordance with Islamic teachings. The implementation of marketing communications at Al-Quran Al-Ittifaq Islamic Boarding School, Bandung Regency is carried out by using all elements of marketing communications in an integrated manner. Then the implementation of marketing communications in increasing the number of new student admissions applied to the Al Ittifaq Islamic Boarding School in Bandung Regency consisting of advertising, direct response, sales promotion, public relations, and personal selling is in accordance with Islamic marketing values. Abstrak. Pesantren Al Ittifaq menerapkan strategi komunikasi pemasaran terpadu dalam program penerimaan santri baru yang harus disandarkan pada nilai-nilai pemasaran Islam. Berdasarkan hal tersebut tersebut, maka fokus penelitian dirumuskan ke dalam bentuk pertanyaan berikut: Bagaimana konsep dan nilai-nilai komunikasi pemasaran menurut teori Pemasaran Islam? Bagaimana strategi komunikasi pemasaran dalam meningkatkan jumlah penerimaan santri baru yang dilakukan Pesantren Al Ittifaq Ciwidey Kabupaten Bandung? Dan bagaimana tinjauan nilai-nilai pemasaran Islam terhadap pelaksanaan komunikasi pemasaran pada kegiatan penerimaan santri baru di Pesantren Al Ittifaq Kabupaten Bandung? Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif analitis dan sumber data didapatkan dari hasil observasi, wawancara dan studi kepustakaan dengan teknik analisa data kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan Konsep komunikasi pemasaran menurut pemasaran Islam adalah perencanaan dan pelaksanaan unsur-unsur dalam komunikasi pemasaran yang terdiri dari advertising, direct response, sales promotion, public relation, dan personal selling yang sesuai dengan ajaran Islam. Pelaksanaan komunikasi pemasaran pada Pesantren Al Quran Al Ittifaq Kabupaten Bandung dilakukan dengan menggunakan seluruh unsur komunikasi pemasaran secara terpadu. Kemudian pelaksanaan komunikasi pemasaran dalam meningkatkan jumlah penerimaan santri baru yang diterapkan pada Pesantren Al Ittifaq Kabupaten Bandung terdiri dari advertising, direct response, sales promotion, public relation, dan personal selling telah sesuai dengan nilai-nilai pemasaran Islam.
Analisis Kompilasi Hukum Ekonomi Syariah pada Pembatalan Sepihak oleh Konsumen dalam Sistem Pre-Order Korean Cake Geulis Putri Amanah; Sandy Rizki Febriadi; Nanik Eprianti
Bandung Conference Series: Sharia Economic Law Vol. 3 No. 1 (2023): Bandung Conference Series: Sharia Economic Law
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcssel.v3i1.5436

Abstract

Abstract. In transaction activities, the parties should act fairly.In fact, in pre-ordering, consumers are often negligent of their obligations. Consumers have ordered korean cake with pre-orders when the product is finished, the consumer cancels the transaction unilaterally. This study aims to determine the practice and consequences of unilateral cancellation by consumers on pre-order transactions and to determine the perspective of KHES on unilateral cancellation by buyers in the pre-order system. This research method is qualitative with empirical juridical approach with the types of field data and library data. The data sources of this research are primary and secondary data sources. Data collection techniques with interviews,literature studies and documentation. Data analysis technique used inductive technique.. Unilateral cancellation by X after the binding contract is an act that contrary to KHES article 104 and 108 section (2), because the cancellation is after the binding contract and the reason for the cancellation is not due to the incompatibility of the ordered goods, because X is out of town. Abstrak. Pada kegiatan jual beli, hendaknya para pihak berlaku adil dengan mematuhi dan melaksanakan transaksi sesuai kesepakatan bersama. Pada kenyataanya, pada pemesanan pre-order kerap kali konsumen lalai atas kewajibannya. Konsumen telah memesan korean cake dengan pre-order ketika produk sudah selesai dibuat, konsumen membatalkan transaksi sepihak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui praktik dan akibat pembatalan sepihak oleh konsumen Lunch Box Cake Garut pada transaksi pre-order dan untuk mengetahui perspektif KHES pada pembatalan sepihak oleh pembeli pada sistem pre-order. Metode penelitian ini adalah kualitatif dengan pendekatan penelitian hukum empiris dengan jenis data lapangan dan data pustaka. Sumber data penelitian ini adalah sumber data primer dan sekunder. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan wawancara, studi literatur dan dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan teknik induktif. Pembatalan sepihak yang dilakukan oleh X setelah akad mengikat merupakan perbuatan yang bertentangan dengan KHES pasal 104 dan pasal 108 ayat (2), karena pembatalan dilakukan setelah akad mengikat dan alasan pembatalan bukan dikarenakan oleh ketidaksesuaian barang pesanan namun dikarenakan X sedang berada diluar kota.
Efisiensi Penghimpunan dan Pendistribusian Zakat Infak Sedekah dan Wakaf di Lembaga Insan Dermawan Kabupaten Bandung Menggunakan Metode Data Envelopment Analysis Aisyah Shohwatul Islam; Zaini Abdul Malik; Popon Srisusilawati
Bandung Conference Series: Sharia Economic Law Vol. 3 No. 1 (2023): Bandung Conference Series: Sharia Economic Law
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcssel.v3i1.5441

Abstract

Abstract. Zakat, infaq, alms and waqf are supporters of economic growth, besides that ziswaf is an instrument of socio-economic equity that can be used to reduce contributors to poverty line. The Insan Dermawan Fondation is one of the ziswaf management institution in Bandung Regency. This study aims to find out how the practice of collecting ziswaf at the Insan Dermawan Institute, to determine the distribution practice at the Insan Dermawan Institute and to analyze the efficiency level of the Insan Dermawan Institute using the Data Envelopment Analysis (DEA) method. This research uses descriptive quantitative research. The data obtained from the object to be studied using financial statements, observations, interviews and documentation. The financial statements used in this study are financial statements used in this study are financial statements for the period 2020-2022 wich are then calculated using the Data Envelopment Analysis (DEA) method. Based on the results of the research, it was found the Generous Personnel were efficient as an institution manages zakat, infaq, alms and waqf, this was indicated by efficienty value obtained, which was 100% or 1. Although, the Generous Personnel were still unable to pursue the predetermined collection and distribution targets. Abstrak. Zakat, infak, sedakh dan wakaf adalah pendukung pertumbuhan ekonomi, selain itu ziswaf merupakan instrument pemerataan sosial ekonomi yang bisa digunakan untuk mengurangi penyumbang garis kemiskinan. Yayasan Insan Dermawan adalah salah satu lembaga pengelola ziswaf yang berada di Kabupaten Bandung. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana praktik penghimpunan ziswaf di Lembaga Insan Dermawan, untuk mengetahui praktik pendistribusian di Lembaga Insan Dermawan dan untuk menganalisis tingkat efisiensi Lembaga Insan Dermawan menggunakan Metode Data Envelopment Analysis (DEA). Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kuantitatif deskriptif. Data yang diperoleh dari objek yang akan diteliti menggunakan laporan keuangan, observasi, wawancara dan dokumentasi. Laporan keuangan yang digunakan pada penelitian ini adalah laporan keuangan periode Tahun 2020-2022 yang kemudian dihitung menggunakan Metode Data Envelopment Analysis (DEA). Berdasarkan hasil penelitian yang diperoleh bahwa Insan Dermawan telah efisien sebagai lembaga pengelola zakat, infak, sedekah dan wakaf hal ini ditunjukan dengan perolehan nilai efisiensi yang didapat yaitu 100% atau 1. Walaupun Insan Dermawan masih belum bisa mengejar target penghimpunan dan pendistribusian yang ditentukan sebelumya.
Tinjauan Fatwa DSN-MUI No.108/DSN-MUI/X/2016 terhadap Pembayaran Hotel Syariah Melalui Jasa Traveloka Paylater Rahmiyanti Janatun Nisa; Sandy Rizki Febriadi; Iwan Permana
Bandung Conference Series: Sharia Economic Law Vol. 3 No. 1 (2023): Bandung Conference Series: Sharia Economic Law
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcssel.v3i1.5457

Abstract

Abstract. As time goes by, with the development of increasingly sophisticated technology using an online system, many companies provide loans with paylater services. This aims to facilitate transactions by providing non-credit loans online, one of which is the paylater method. This is one of the factors for the occurrence of non- compliance with DSN-MUI Fatwa No. 108/DSN-MUI/X/2016 concerning Guidelines for Organizing Tourism which has regulated the provisions that sharia hotels should carry out, especially in sharia hotel payments. This study aims to find out the review of DSN MUI Fatwa No.108/DSN-MUI/X/2016 regarding Sharia Hotel payments through Traveloka Paylater services. This type of research is qualitative research with observation and interview data collection techniques originating from owners, staff, Traveloka users, books and theses about Syariah/Paylater Hotels. Data were analyzed using a descriptive method which was analyzed using a normative juridical approach, which analyzes how payment is made for Sharia Hotels through Traveloka Paylater services. From the results of this study it can be concluded that in practice Hotel N Syariah Bandung has not fully implemented the rules that apply to Islamic Financial Institutions in terms of service aspects. Because payments still apply using paylaters and still use conventional banks in their transactions. Abstrak. Seiring berjalannya waktu dengan berkembangnya teknologi yang semakin canggih menggunakan sistem online, banyak perusahaan yang menyediakan pinjaman dengan layanan paylater. Hal ini bertujuan untuk memudahkan dalam bertransaksi dengan memberikan pinjaman non kredit secara online, salah satunya dengan metode paylater. Hal ini, menjadi salah satu faktor terjadinya tidak sesuai dengan Fatwa DSN-MUI No.108/DSN-MUI/X/2016 tentang Pedoman Penyelenggaraan Pariwisata yang telah mengatur ketentuan-ketentuan yang seharusnya dijalankan oleh hotel syariah khususnya dalam pembayaran hotel syariah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tinjauan Fatwa DSN MUI No.108/DSN-MUI/X/2016 terhadap pembayaran Hotel Syariah melalui jasa Traveloka Paylater. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan teknik pengumpulan data observasi dan wawancara yang bersumber dari owner, staff, pengguna Traveloka, buku dan skripsi tentang Hotel Syariah/Paylater. Data dianalisis menggunakan metode deskriptif yang dianalisis dengan pendekatan yuridis normatif, yang menganalisis bagaimana pembayaran Hotel Syariah melalui jasa Traveloka Paylater. Dari hasil penelitian ini menyimpulkan, bahwa dalam praktik Hotel N Syariah Bandung ini masih belum sepenuhnya menerapkan aturan-aturan yang berlaku pada Lembaga Keuangan Syariah dalam aspek pelayanannya. Karena masih berlakunya pembayaran menggunakan paylater dan masih menggunakan Bank Konvensional dalam transaksinya.
Tinjauan Fikih Muamalah Adabiyah terhadap Etika Pedagang dalam Menerapkan Denda All You Can Eat Firdha Luthfiyah Azhar; Eva Fauziyah; Neng Dewi Himayasari
Bandung Conference Series: Sharia Economic Law Vol. 3 No. 1 (2023): Bandung Conference Series: Sharia Economic Law
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcssel.v3i1.5485

Abstract

Abstract. Fiqh Muamalah Adabiyah regulates the economic life of a Muslim, one of which is buying and selling activities. Business actors must pay attention to the ethics of traders in order to get blessings from Allah Swt. Buying and selling activities that are currently developing are buying and selling with the all you can eat concept, there are rules that apply in restaurants, namely fines if consumers do not finish the food they have prepared. Based on this, the researcher wants to discuss the ethics of traders in applying all you can eat fines, so that it can be seen whether the restaurant has implemented merchant ethics in the Adabiyah muamalah fiqh. The research method used is a qualitative research method with an empirical juridical approach, by conducting research directly at the Sumeragi Izakaya restaurant in Bandung. The application of fines has fulfilled four of the five aspects of the ethical principles of Islamic trade. One aspect that is not fulfilled is the aspect of benevolence because the restaurant does not provide information about prices directly. In addition, the restaurant has fulfilled six kinds of ethics and human nature in the Adabiyah muamalah fiqh, namely being fair, being tolerant, honest, pleasing each other, gentle and kind. However, there are things that are not appropriate, where consumers are not given a note of payment after paying a fine, this is not in accordance with the nature of trust which can reduce consumer confidence in the application of fines. Abstrak. Fikih Muamalah Adabiyah mengatur kehidupan ekonomi seorang muslim, salah satunya ialah dalam kegiatan jual beli. Pelaku usaha harus memperhatikan etika pedagang agar mendapatkan keberkahan dari Allah Swt. Kegiatan jual beli yang berkembang saat ini ialah jual beli dengan konsep all you can eat terdapat aturan yang berlaku di restoran yaitu dikenakan denda apabila konsumen tidak menghabiskan makanan yang telah diolahnya. Berdasarkan hal tersebut peneliti ingin membahas mengenai etika pedagang dalam menerapkan denda all you can eat, sehingga dapat diketahui apakah pihak restoran telah menerapkan etika-etika pedagang dalam fikih muamalah Adabiyah. Metode penelitian yang digunakan ialah metode penelitian kualitatif dengan pendekatan yuridis empiris, dengan melakukan penelitian secara langsung di restoran Sumeragi Izakaya Kota Bandung. Penerapan denda telah memenuhi empat dari lima aspek prinsip etika perdagangan Islam. Satu aspek yang tidak terpenuhi adalah aspek kebajikan karena pihak restoran tidak memberikan informasi mengenai harga secara langsung. Selain itu, pihak restoran telah memenuhi enam macam etika dan sifat manusia dalam fikih muamalah Adabiyah yaitu adil, bersikap toleran, jujur, saling rida, lemah lembut serta baik. Namun terdapat hal yang tidak sesuai, dimana konsumen tidak diberikan nota pembayaran setelah membayar denda, hal ini tidak sesuai dengan sifat amanah yang dapat mengurangi kepercayaan konsumen terhadap penerapan denda.