cover
Contact Name
Unang arifin
Contact Email
bcssel@unisba.ac.id
Phone
+6281224131431
Journal Mail Official
bcssel@unisba.ac.id
Editorial Address
UPT Publikasi Ilmiah, Universitas Islam Bandung. Jl. Tamansari No. 20, Bandung 40116, Indonesia, Tlp +62 22 420 3368, +62 22 426 3895 ext. 6891
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Bandung Conference Series : Sharia Economic Law
ISSN : -     EISSN : 28282264     DOI : https://doi.org/10.29313/bcssel.v2i2
Core Subject : Religion, Economy,
Bandung Conference Series Sharia Economic Law (BCSSEL) menerbitkan artikel penelitian akademik tentang kajian teoritis dan terapan serta berfokus pada ekonomi syariah dengan ruang lingkup yaitu Perbankan Syariah, Keuangan Syariah, Akuntansi, Muamalah. Prosiding ini diterbitkan oleh UPT Publikasi Ilmiah Unisba. Artikel yang dikirimkan ke prosiding ini akan diproses secara online dan menggunakan double blind review minimal oleh dua orang mitra bebestari yang ahli dalam bidangnya.
Articles 324 Documents
Analisis Yuridis Jual Beli yang Dilakukan Anak yang Belum Baligh Ditinjau dari Perspektif Mazhab Imam Syafi’i Vina Fazri Aryani; Zaini Abdul Malik; Popon Srisusilawati
Bandung Conference Series: Sharia Economic Law Vol. 3 No. 1 (2023): Bandung Conference Series: Sharia Economic Law
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcssel.v3i1.6353

Abstract

Abstract. The legality of buying and selling by minors according to the Hanafi and Syafi'i Mahdzab. It is known that the practice of buying and selling in Islam must fulfill predetermined conditions, one of which is that sellers and buyers are reasonable, of their own free will, not redundant, and mature. However, in practice there are many traders who sell food or snacks to children who have not yet reached the age of puberty (underage). Buying and selling by children who are under the age of the Syafi'i School considers it illegal because children who are underage do not have eligibilityThe research method used is qualitative with a case study approach, using primary and secondary data with the data analysis technique used is descriptive analysis. The results of the study show that buying and selling by children is considered valid because such things are considered relative so Imam Syafi'i provides a space that it is okay if buying and selling is carried out by children if the goods being traded are in a simple category. Abstrak. Keabsahan jual beli oleh anak dibawah umur menurut Mahdzab Hanafi dan Syafi’i. Diketahui bahwa praktek jual beli dalam Islam harus memenuhi syaratsyarat yang sudah ditentukan, salah satunya adalah penjual dan pembeli berakal, dengan kehendak sendiri, tidak mubadzir, dan baligh. Namun, pada praktiknyabanyak dijumpai pedagang yang menjajakan makanan atau makanan ringan kepada anak yang belum memasuki usia baligh (di bawah umur). Jual beli oleh anak yang masih di bawah umur Madzhab Syafi’i menganggapnya tidak sah karena anak yang masih di bawah umur tidak memiliki kelayakan. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan studi kasus, dengan menggunakan data primer dan sekunder dengan Teknik analisis data yang digunakan adalah deskriptif analisis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa maka jual beli oleh anak dianggap sah sebab hal demikian dianggap relatif sehingga Imam Syafi'i memberikan suatu ruang bahwa boleh saja jika jual beli dikakukan oleh anak jika barang yang diperjualbelikan itu termasuk kategori yang sederhana.
Tinjauan Fikih Muamalah terhadap Jual Beli Jentik Nyamuk untuk Pakan Ikan Hias (Tinjauan Rukun Akad dari Sisi Ma’qud Alaih) Hanifah Rahmah; Asep Ramdan Hidayat; Zia Firdaus Nuzula
Bandung Conference Series: Sharia Economic Law Vol. 3 No. 1 (2023): Bandung Conference Series: Sharia Economic Law
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcssel.v3i1.6480

Abstract

Abstract. Fiqh muamalah explains that when making a sale and purchase transaction there are conditions that must be met, one of which is the object being traded. At this time buying and selling transactions are experiencing developments, including the objects being traded are increasingly diverse, one of which is the sale and purchase of mosquito larvae. This study aims to determine the concept of buying and selling in muamalah fiqh, buying and selling mosquito larvae for ornamental fish feed, and to find out an overview of muamalah fiqh on buying and selling mosquito larvae for ornamental fish in terms of the pillars of the ma'qud alaih contract. The research method used is a qualitative method with an empirical approach, including field research, using primary and secondary data sources, data collection techniques through interviews and documentation, qualitative descriptive analysis techniques. The results of this study indicate that the Maliki Ulama are of the opinion that animals that can be used are legal to trade, but are limited. In practice, although it does not explain directly and specifically, it has been mentioned that buying and selling insects and reptiles that provide benefits may be carried out, such as mosquito larvae which are traded at the Marbunz Betta Fish Shop. This mosquito larvae is an insect that has good benefits to be used as food for ornamental fish, namely betta, so it is classified into buying and selling that has benefits and can be traded. Abstrak. Fikih muamalah menjelaskan bahwa pada saat melakukan transaksi jual beli terdapat syarat-syarat yang harus terpenuhi, salah satunya yaitu objek yang diperjualbelikan. Pada saat ini transaksi jual beli mengalami perkembangan termasuk objek yang diperjualbelikan semakin beragam salah satunya jual beli jentik nyamuk. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui konsep jual beli dalam fikih muamalah, jual beli jentik nyamuk untuk pakan ikan hias, dan untuk mengetahui tinjauan fikih muamalah terhadap jual beli jentik nyamuk untuk pakan ikan hias ditinjau dari rukun akad sisi ma’qud alaih. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif dengan pendekatan empiris, termasuk penelitian lapangan, menggunakan sumber data primer dan sekunder, teknik pengumpulan data melalui wawancara dan dokumentasi, teknik analisis deskriptif kualitatif. Hasil penelitian ini menunjukan Ulama Malikiyah berpendapat hewan yang bisa dimanfaatkan maka sah diperjual belikan, namun membatasi. Dalam praktiknya walaupun tidak menjelaskan secara langsung dan spesifik tetapi sudah disebutkan bahwa jual beli serangga dan hewan melata yang memberikan manfaat boleh dilakukan, seperti jentik nyamuk yang diperjual belikan di Toko Marbunz Betta Fish. Jentik nyamuk ini merupakan serangga yang memiliki manfaat yang baik untuk dijadikan pakan ikan hias yaitu cupang, sehingga tergolong kedalam jual beli yang mempunyai manfaat dan dapat diperjual belikan.
Tinjauan Etika Bisnis Islam terhadap Jual Beli Parfum Refill (Isi Ulang) di Kecamatan Bandung Kulon Anisa Oktaviani; Sandy Rizki Febriadi; Nanik Eprianti
Bandung Conference Series: Sharia Economic Law Vol. 3 No. 1 (2023): Bandung Conference Series: Sharia Economic Law
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcssel.v3i1.6731

Abstract

Abstract. One of the forms of muamalah is sale and purchase, sale and purchase is the transfer of ownership over a thing by mutual agreement. The law of Allah is the law of all things. The practice in the field is to sell refill perfumes that are irresponsible to the consumer. The purpose of this study was to find out the practice of buying and selling refill perfumes in West Bandung and analyze the Islamic Business Ethics Review Against Buying and Selling Refill Perfumes in West Bandung. This research method is qualitative and uses field research. Data collection techniques are through observation and interviews. And the data analysis techniques used are empirical. The result of this study is that there are shops that are not responsible towards consumers, this is not in line with the Islamic business ethics principle of Responsibility. And every perfume store does not list the contents of the perfume it sells. Abstrak. Salah satu bentuk muamalah adalah jual beli, jual beli adalah memindahkan hak milik terhadap benda dengan akad saling mengganti. Jual beli telah diatur dalam islam yang meliputi rukun, syarat dan bentuk jual beli yang diperbolehkan dan dilarang. Praktek di lapangan terdapat jual beli parfum refill (isi ulang) yang tidak bertanggung jawab terhadap konsumen yakni tidak mencantumkan komposisi dalam parfum. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui Praktek jual Beli Parfum Refill (Isi Ulang) di Kecamatan Bandung Kulon dan menganalisis Tinjauan Etika Bisnis Islam Terhadap Jual Beli Parfum Refill (Isi Ulang) di Kecamatan Bandung Kulon. Metode penelitian ini adalah kualitatif dan menggunakan field research (lapangan). Teknik pengumpulan data yaitu dengan cara observasi dan wawancara. Dan teknik analisis data yang digunakan adalah empiris. Hasil dari penelitian ini adalah terdapat toko yang tidak bertanggung jawab terhadap konsumen hal ini tidak sesuai dengan prinsip etika bisnis Islam yaitu prinsip Tanggung Jawab. Serta setiap toko parfum refill (isi ulang) tidak mencantumkan kandungan yang terdapat dalam parfum yang dijual hal tersebut tidak sesuai dengan prinsip etika bisnis Islam yaitu prinsip Kebenaran: kejujuran dan kebajikan.
Tinjauan Akad Mudharabah tentang Bagi Hasil Pendapatan Parkir Muhammad Risandi Lampah; Panji Adam Agus Putra; Arif Rijal Anshori
Bandung Conference Series: Sharia Economic Law Vol. 3 No. 1 (2023): Bandung Conference Series: Sharia Economic Law
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcssel.v3i1.6891

Abstract

Abstract. mutual agreement. Based on the discussion in the background of the problem above, the author tries to narrow the discussion in this discussion into a number of questions as follows: How is the implementation of the mudharabah agreement regarding profit sharing for the management of the parking lot at the Jikomalamo beach tourist attraction in Ternate? How is the analysis of mudharabah contract payments regarding parking revenue sharing at Jikomalamo beach, Ternate? The research method used in the preparation of this study was descriptive analytical, and data collection used field research methods. Data collection was by means of observation, interviews, and literature studies. Data analysis techniques used qualitative. The results of the study show that the implementation of parking profit sharing at JikomalamoTernate Beach is not in accordance with the agreement, where the parking manager does not provide results to the land owner. Then from the profit sharing practice in the mudharabah contract it is not in accordance with sharia principles because there is no clarity from the parking manager, resulting in Gharar in terms of profit sharing. Abstrak. kesepakatan bersama. Berdasarkan pembahasan pada latar belakang masalah di atas, penulis mencoba mempersempit pembahasan dalam pembahasan ini menjadi beberapa pertanyaan sebagai berikut: Bagaimana pelaksanaan akad mudharabah tentang bagi hasil pengelolaan tempat parkir di Objek wisata pantai jikomalamo di ternate? Bagaimana analisis pembayaran akad mudharabah terkait bagi hasil parkir di pantai Jikomalamo Ternate? Metode penelitian yang digunakan dalam penyusunan penelitian ini adalah deskriptif analitis, dan pengumpulan data menggunakan metode penelitian lapangan. Pengumpulan data dilakukan dengan cara observasi, wawancara, dan studi literatur. Teknik analisis data yang digunakan kualitatif. Hasil kajian menunjukkan bahwa pelaksanaan bagi hasil parkir di Pantai JikomalamoTernate tidak sesuai dengan kesepakatan, dimana pengelola parkir tidak memberikan hasil kepada pemilik lahan. Kemudian dari praktek bagi hasil dalam akad mudharabah tidak sesuai dengan prinsip syariah karena tidak ada kejelasan dari pihak pengelola parkir sehingga terjadi gharar dalam hal bagi hasil.
Dampak Label Syariah terhadap Peningkatan Pendapatan Usaha Mikro Kecil Menengah Muhammad Fath Ar-rahman; Nandang Ihwanudin; Iwan Permana
Bandung Conference Series: Sharia Economic Law Vol. 3 No. 1 (2023): Bandung Conference Series: Sharia Economic Law
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcssel.v3i1.7028

Abstract

Abstract. Laundry Services is a washing service which is one type of business that is currently developing a lot and scattered in the midst of society, especially urban areas. Meanwhile, whether the use of sharia labels can increase income as done by the belia fresh sharia laundry service. This research aims to find out the system, strategy, and influence of sharia labels on increasing income. The research approach used is quantitative with descriptive methods. Type of field research data Research. This study used primary and secondary data sources. Data collection techniques through questionnaires, data analysis techniques using validity tests, reliability tests, classical assumption tests, and simple regression analysis techniques. The results of this study, first: show that the system and strategy used is to take advantage of space on the road and social media. Second: that sharia labels have an impact of 30.5% on increasing income from Belia Fresh laundry services. Abstrak. Jasa Laundry adalah jasa mencuci yang merupakan salah satu jenis usaha yang saat ini banyak berkembangan dan bertebaran di tengah-tengah masyarakat khususnya daerah perkotaan. Sementara itu, apakah dengan penggunaan label syariah dapat meningkatkan pendapatan seperti yang dilakukan oleh jasa laundry syariah Belia Fresh. Peneletian ini memiliki tujuan untuk mengatahui sistem, strategi, dan pengaruh label syariah terhadap peningkatan pendapatan. Pendekatan penelitian yang digunakan kuantitatif dengan metode deskriptif. Jenis data penelitian field Research. Penelitian ini menggunakan sumber data primer dan sekunder. Teknik pengumpulan data melalui kuisioner, teknik analisis data menggunakan uji validitas, uji reliabilitas, uji asumsi klasik, dan teknik analisis regresi sederhana. Hasil dari penelitian ini, pertama: menunjukan bahwa sistem dan strategi yang digunakan adalah dengan memanfaatkan space di jalan dan media sosial. Kedua: bahwa label syariah berdampak sebesar 30,5 % terhadap peningkatan pendapatan dari jasa laundry Belia Fresh
Tinjauan Fiqih Muamalah dan Fatwa DSN No:112/DSN-MUI/IX/2017 Terhadap Sewa Menyewa Lapak di Pasar Banjaran Kabupaten Bandung Muhammad Iqbal Fauzan; Redi Hadiyanto
Bandung Conference Series: Sharia Economic Law Vol. 3 No. 1 (2023): Bandung Conference Series: Sharia Economic Law
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcssel.v3i1.7041

Abstract

Abstract. Leasing at the Banjaran traditional market is a rental that should be questioned because it is accompanied by activities that are prohibited by Islamic law by renting out the stall again without the permission of the stall owner. The problem of this research is how to practice leasing in the Banjaran traditional market, how to review muamalah fiqh on renting stalls in the Banjaran traditional market using ijarah contract theory and how to review the Fatwa of the MUI National Sharia Council No. 112/DSN -MUI/2017. The purpose of this study is to find out the practice of renting stalls in the Banjaran market, reviewing the rental of stalls in the Banjaran market with muamalah fiqh, and reviewing the rental of stalls from the National Sharia Council Fatwa No. 112/DSN-MUI/2017. By obtaining data from the field and using data collection, namely interviews. The results of the study showed that there were lapak tenants who did not meet the requirements for the ijarah agreement because the lapak tenants leased back their lapak without the permission of the lapak owner. Abstrak. Sewa menyewa di pasar Banjaran merupakan sewa menyewa yang patut di pertanyakan karena di barengi oleh kegiatan yang dilarang oleh syariat islam dengan melakukan menyewakan lapaknya lagi tanpa seizin pemilik lapak. Permasalahan penelitian ini yaitu bagaimana praktik sewa menyewa di pasar Banjaran, bagaimana tinjauan fikih muamalah terhadap sewa lapak di pasar Banjaran dengan menggunakan teori akad ijarah, serta bagaimana tinjauan Fatwa Dewan Syariah Nasional MUI No 112/DSN -MUI/2017. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui praktik sewa lapak di pasar Banjaran, meninjau sewa lapak di pasar Banjaran dengan fikih muamalah, dan meninjau sewa lapak dari Fatwa Dewan Syariah Nasional No 112/DSN-MUI/2017. Dengan memperoleh data dari lapangan dan menggunakan pengumpulan data yaitu wawancara, hasil penelitian bahwa terdapat para penyewa lapak yang tidak memenuhi syarat akad ijarah dikarenakan para penyewa lapak menyewakan kembali lapaknya tanpa seizin pemilik lapak.
Tinjauan Fikih Muamalah Tentang Jual Beli Lapak di Atas Tanah Milik Pemerintah Tasya Maydina Biben; Sandy Rizki Febriadi, Arif Rijal Anshori
Bandung Conference Series: Sharia Economic Law Vol. 3 No. 1 (2023): Bandung Conference Series: Sharia Economic Law
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcssel.v3i1.7059

Abstract

Abstract. Buying and selling is a mutually binding agreement between the parties voluntarily in a manner that is in accordance with the provisions of the law. One of them is in the sale and purchase of stalls located on government-owned land in the Pasar Rebo area which is carried out by parties who have stalls on government-owned land, in the process of buying and selling this is carried out on a consensual basis between the two parties, but in buying and selling stalls this does not provide ownership rights such as land certificates. The purpose of this study is to find out the concept of muamalah jurisprudence, the practice of buying and selling stalls and reviewing muamalah fiqh on buying and selling stalls on government-owned land in Pasar Rebo, Purwakarta Regency. This research uses qualitative methods with a case study research approach with the type of field research and in collecting data on this research by conducting interviews, observations, literature studies if there are additions. The results of this study: 1) The concept of buying and selling in muamalah jurisprudence is a mutually binding agreement that gives up each other in an agreement in accordance with legal provisions, 2) Judging from the practice of buying and selling stalls, the parties who sell their stalls by promoting their stalls to the buyer then there is an agreement between consensual and 3) Looking at the practice on muamalah jurisprudence, it turns out that this way of trading there are shortcomings in the terms of selling Buy and the land occupied as stalls belongs to government assets. Abstrak. Jual beli ialah persetujuan yang saling mengikat antara para pihak secara sukarela dengan cara yang sesuai dengan ketentuan hukum syara. Salah satunya dalam jual beli lapak yang berada di atas tanah milik pemerintah di wilayah Pasar Rebo yang dilakukan oleh para pihak yang mempunyai lapak di atas tanah milik pemerintah tersebut, dalam proses jual beli ini dilakukan atas dasar suka sama suka antara kedua belah pihak, tetapi dalam jual beli lapak ini tidak memberikan hak kepemilikannya seperti sertifikat tanah. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui konsep fikih muamalah, praktik jual beli lapak dan meninjau fikih muamalah pada jual beli lapak di atas tanah milik pemerintah yang berada di Pasar Rebo Kabupaten Purwakarta. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan peneliatan studi kasus dengan jenis penelitian lapangan dan dalam pengumpulan data penelitian ini dengan cara melakukan wawancara, observasi, studi pustaka jika ada penambahan. Hasil dari penelitian ini : 1) Konsep jual beli dalam fikih muamalah ialah sebuah perjanjian yang saling mengikat yang merelakan satu sama lain dalam perjanjian yang sesuai dengan ketentuan hukum, 2) Dilihat dari praktik jual beli lapak ini para pihak yang menjualkan lapaknya dengan cara mempromosikan lapak nya kepada pihak pembeli lalu terjadilah akad antara suka sama suka dan 3) Melihat praktik tersebut pada fikih muamalah ternyata cara memperjualbelikan ini ada kekurangan pada syarat jual beli serta lahan yang ditempati sebagai lapak ialah milik aset pemerintah.
Tinjauan Fatwa MUI No 40 Tahun 2018 tentang Penggunaan Etanol atau Alkohol untuk Bahan Obat dan Implikasinya terhadap Jual Beli Obat-Obatan yang Mengandung Alkohol Ahmad Faisal Akbar; Redi Hadiyanto; Panji Adam
Bandung Conference Series: Sharia Economic Law Vol. 3 No. 1 (2023): Bandung Conference Series: Sharia Economic Law
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcssel.v3i1.7061

Abstract

Abstract. All buying and selling practices, whether from food, drink or medicine, are bound by the provisions of whether or not it is permissible. Moreover, we as Muslims are supposed to carry out everything in accordance with Islamic religious norms. Allah SWT has regulated all matters relating to buying and selling, especially with drugs which according to researchers are very fundamental, because it is something that enters our bodies and almost every day most people consume drugs. The discussion in this study amounted to two core points, the first is to find out whether or not the status of consuming alcohol-containing drugs is permissible, and the second is to determine the legal status of buying and selling drugs that contain alcohol. The main theory used in this study comes from the Al-Qur'an, hadith, MUI fatwa, the views of the priests of 4 schools of thought. In this research, the type of research used is library research and field research with a qualitative approach. The use of this approach is adapted to the main objective of the research, which is to describe and analyze the buying and selling of drugs containing alcohol. It can be concluded that the sale and purchase of drugs containing alcohol is permissible or permissible, from several reasons that the researchers took, the first as in the MUI Fatwa No. 40 of 2018 which says consuming drugs containing alcohol is permissible, then there is no sale and purchase conditions that can cancel the sale and purchase contract for drugs containing alcohol, the latter as in the fiqh rule which states that the goods used are halal, meaning that the sale and purchase is also halal, unless there are other things that can forbid it. Abstrak. Segala praktik jual beli baik dari makanan, minuman ataupun obat-obatan itu terikat pada ketentuan boleh atau tidak boleh nya. Terlebih kita selaku umat Muslim yang sudah seharusnya menjalankan segala sesuatu itu harus sesuai dengan norma-norma Agama Islam. Allah Swt telah mengatur segala hal yang berkaitan dengan jual beli, terlebih dengan obat-obatan yang menurut peneliti sangat fundamental, dikarenakan itu sesuatu yang masuk kedalam tubuh kita dan hampir setiap hari kebanyakan manusia mengkonsumsi obat-obatan. Pembahasan pada penelitian ini berjumlah dua point inti yang pertama untuk mengetahui status boleh atau tidaknya mengkonsumsi obat-obatan yang mengandung alkohol, dan yang kedua untuk mengetahui status hukum jual beli obat-obatan yang mengandung alkohol. Teori utama yang di gunakan dalam penelitian ini bersumber dari Al-Qur'an, hadis, fatwa MUI, pandangan imam 4 mazhab. Dalam penelitian ini jenis penelitian yang digunakan yaitu metode penelitian studi kepustakaan dan penelitian lapangan (field research) dengan pendekatan kualitatif. Penggunaan pendekatan ini disesuaikan dengan tujuan pokok penelitian, yaitu mendeskripsikan dan menganalisis mengenai jual beli obat-obatan yang mengandung alkohol. Dapat di simpulkan bahwa jual beli obat-obatan yang mengandung alkohol itu hukumnya mubah atau boleh, dari beberapa alasan yang peneliti ambil, yang pertama sebagaimana dalam Fatwa MUI No 40 Tahun 2018 yang mengatakan mengkonsusmsi obat-obatan yang mengandung alkohol adalah boleh, kemudian tidak ada syarat jual beli yang bisa membatalkan akad jual beli obat-obatan yang mengandung alkohol, yang terakhir sebagaimana dalam kaidah fikih yang menyebutkan bahwa barang yang digunakan halal berarti dalam hal jual belinya pun halal, kecuali ada hal-hal lain yang bisa mengharamkannya.
Tinjauan Hukum Islam terhadap Persaingan Usaha Beda Harga pada Toko Sembako Pasar Panorama Lembang Rima Karnipa Agusti; Popon Srisusilawati; Akhmad Yusup
Bandung Conference Series: Sharia Economic Law Vol. 3 No. 1 (2023): Bandung Conference Series: Sharia Economic Law
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcssel.v3i1.7081

Abstract

Abstract. Trade is a basic form of human economic activity with the aim of achieving profits through buying and selling. Broadly speaking, business is often interpreted as a whole business activity that is carried out by a person or entity on a regular and continuous basis, namely in the form of activities of providing goods or services or facilities to be traded, exchanged or leased with the aim of making a profit. Islam Talking about business competition, in Islam every human being is encouraged to take action in trying but Islam underlines that the business in question should be in goodness not the other way around which can plunge people into evil deeds. This study uses qualitative research methods with a case study approach, data collection techniques, observation, interviews, and literature study. The result of his research is that as long as there is no argument against the creation of a muamalah type, then muamalah is permissible (mubah). In relation to habl min an-nas (muamalah), its implementation is left to humans according to conditions at all times not contrary to religious principles. For sellers, it is better if the price difference given in the price difference for buying and selling groceries is minimized again in nominal terms to close to the minimum and always maintain good quality groceries for buyers, so that buyers are more satisfied in shopping for groceries, try to always ask about the price of groceries because the price of groceries can be change from time to time depending on conditions and season, and the quality of the groceries to be purchased. Abstrak. Bisnis adalah bentuk utama dari kegiatan ekonomi manusia, yang tujuannya adalah untuk mendapatkan keuntungan melalui jual beli. Secara umum, bisnis sering diartikan sebagai totalitas dari apa yang dilakukan seseorang atau organisasi secara teratur dan berkesinambungan. Setiap makhluk sosial disarankan untuk bersaing menurut Islam, tetapi dalam islam di tekankan bahwa bisnis disini harus didasarkan pada perbuatan baik. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui faktor-faktor serta menganalisis tinjauan hukum Islam terhadap persaingan usaha beda harga pada toko sembako di Pasar Panorama Lembang. Metode penelitian yang digunakan yaitu kualitatif dengan pendekatan studi kasus, teknik pengumpulan data observasi, wawancara, dan studi pustaka. Hasil dari penelitian ini yaitu muamalah boleh (mubah) selama tidak ada dalil yang melarang pembuatan jenis muamalah ini. Mengenai ‘habl min an-nas’, penerapannya diserahkan kepada manusia dengan syarat-syarat tertentu sepanjang tidak melanggar prinsip-prinsip agama. Bagi para penjual, selisih harga antara jual beli sembako sebaiknya dijaga seminimal mungkin dan dijaga pada nilai nominal yang tinggi. Hal tersebut bertujuan agar pembeli lebih puas saat berbelanja sembako, dan bagi para pembeli diusahakan untuk selalu menanyakan harga sembako karena harga sembako sewaktu-waktu dapat berubah berdasarkan musim, kondisi dan kualitas sembako.
Hukum Penggunaan Aplikasi Modifikasi Viu menurut Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen dan Fikih Muamalah Ananda Azizah Nur'ansory; Eva Fauziah; Neng Dewi Himayasari
Bandung Conference Series: Sharia Economic Law Vol. 3 No. 1 (2023): Bandung Conference Series: Sharia Economic Law
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcssel.v3i1.7082

Abstract

Abstract. The problem raised was regarding the modified Viu application used by students which was the result of modifying the official Viu application without permission by providing premium features for free. Based on this phenomenon, the problems in this study are formulated as follows: (1) What is the existing use of the modified Viu application for students? (2) What are the advantages and disadvantages of using the modified Viu application for students? (3) What is the law on using the modified Viu application according to Law Number 8 of 1999 concerning Consumer Protection and Jurisprudence of Muamalah? Researchers used qualitative methods using a normative-empirical approach. The population selected in this study were students of the 18th batch of the Faculty of Sharia at Bandung Islamic University, totaling 137 people. Using the sampling technique, namely Non-Probability Sampling, the number of research samples was obtained by 7 students. Data collection techniques used in this study were interviews and literature studies. The data analysis technique used in this study was carried out through several stages, namely: data collection, data reduction, data display, and drawing conclusions. The results of this study are: There are disadvantages in addition to the benefits that students get and losses for the owner of the official Viu application. The use of the Viu modification application according to Law No. 8 of 1999 has violated several articles, namely 4 Paragraph (1) and Paragraph (3), Article 6 Paragraph (1), Article 7, and Article 8 Paragraph (1) and Paragraph (2). Meanwhile, based on Fikih Muamalah's review, the act of using the unofficial Viu modification application is considered an illegal act because the Viu modification application was obtained from stealing other people's assets in the form of the official Viu application. Abstrak. Permasalahan yang diangkat mengenai aplikasi modifikasi Viu yang digunakan oleh mahasiswa yang merupakan hasil dari memodifikasi aplikasi Viu yang resmi tanpa izin dengan memberikan fitur premium secara gratis. Berdasarkan fenomena tersebut, maka permasalahan dalam penelitian ini dirumuskan sebagai berikut: (1) Bagaimana eksisting penggunaan aplikasi modifikasi Viu pada mahasiswa? (2) Apa keuntungan dan kerugian penggunaan aplikasi modifikasi Viu pada mahasiswa? (3) Bagaimana hukum penggunaan aplikasi modifikasi Viu menurut Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen dan Fikih Muamalah?. Peneliti menggunakan metode kualitatif dengan menggunakan pendekatan normatif-empiris. Populasi yang dipilih dalam penelitian ini adalah mahasiswa Fakultas Syariah angkatan ke-18 di Universitas Islam Bandung yang berjumlah 137 orang. Dengan teknik pengambilan sampel yaitu Non Probability Sampling diperoleh jumlah sampel penelitian sebanyak 7 mahasiswa. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah wawancara, dan studi pustaka. Adapun teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini dilakukan melalui beberapa tahap, yaitu: Pengumpulan data, reduksi data, display data, dan penarikan kesimpulan. Hasil dari penelitian ini adalah: Terdapat kerugian selain keuntungan yang didapatkan mahasiswa dan kerugian bagi pemilik aplikasi Viu resmi. Penggunaan aplikasi modifikasi Viu menurut Undang-Undang No 8 Tahun 1999 telah melanggar beberapa pasal yaitu 4 Ayat (1) dan Ayat (3), Pasal 6 Ayat (1), Pasal 7, serta Pasal 8 Ayat (1) dan Ayat (2). Sementara berdasarkan tinjauan Fikih Muamalah perbuatan yang menggunakan aplikasi modifikasi Viu yang tidak resmi termasuk perbuatan haram karena aplikasi modifikasi Viu ini diperoleh dari hasil mencuri harta orang lain berupa aplikasi viu yang resmi.