cover
Contact Name
Unang arifin
Contact Email
bcssel@unisba.ac.id
Phone
+6281224131431
Journal Mail Official
bcssel@unisba.ac.id
Editorial Address
UPT Publikasi Ilmiah, Universitas Islam Bandung. Jl. Tamansari No. 20, Bandung 40116, Indonesia, Tlp +62 22 420 3368, +62 22 426 3895 ext. 6891
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Bandung Conference Series : Sharia Economic Law
ISSN : -     EISSN : 28282264     DOI : https://doi.org/10.29313/bcssel.v2i2
Core Subject : Religion, Economy,
Bandung Conference Series Sharia Economic Law (BCSSEL) menerbitkan artikel penelitian akademik tentang kajian teoritis dan terapan serta berfokus pada ekonomi syariah dengan ruang lingkup yaitu Perbankan Syariah, Keuangan Syariah, Akuntansi, Muamalah. Prosiding ini diterbitkan oleh UPT Publikasi Ilmiah Unisba. Artikel yang dikirimkan ke prosiding ini akan diproses secara online dan menggunakan double blind review minimal oleh dua orang mitra bebestari yang ahli dalam bidangnya.
Articles 324 Documents
Analisis Faktor Keberhasilan Revitalisasi Pasar Ciasem di Kabupaten Subang Shabila Nurfitriani; Deden Gandana Madjakusumah; Yayat Rahmat Hidayat
Bandung Conference Series: Sharia Economic Law Vol. 3 No. 1 (2023): Bandung Conference Series: Sharia Economic Law
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcssel.v3i1.5304

Abstract

Abstract. The existence of modern markets in Indonesia cannot be denied, in facing competition with modern markets, traditional markets make efforts to revitalize the market so that they are able to compete with modern markets. Likewise, the revitalization that occurred in the Ciasem market as a form of improving the physical condition of the market and increasing buying interest. This study aims to determine the internal factors and external factors in achieving the success of the revitalization of the Ciasem market in Subang Regency. This study uses a quantitative descriptive method, to determine the success of this revitalization, an assessment is needed from each respondent, the respondents in this study are Ciasem market traders who are affected by market revitalization with a total of 60 traders. Based on the results of the analysis, the attention and policies of the Subang Regency Government in revitalizing the Ciasem market in order to maintain the existence of traditional markets can have a fairly good impact and opportunity for traders. The assessment is based on an IFE-weighted score of 3.19 and an EFE-weighted score of 3.91, stating that the Ciasem market has a very favorable situation, and has good opportunities and strengths so that the Ciasem market can take advantage of existing opportunities. Abstrak. Keberadaan pasar modern di Indonesia tidak bisa dipungkiri perkembangannya, dalam menghadapi persaingan dengan pasar modern maka pasar tradisional melakukan upaya revitalisasi pasar agar mampu bersaing dengan pasar modern. Demikian juga revitalisasi yang terjadi di pasar Ciasem sebagai bentuk perbaikan kondisi fisik pasar serta meningkatkan minat beli. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor internal dan faktor eksternal dalam pencapaian keberhasilan revitalisasi pasar Ciasem di Kabupaten Subang. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif, untuk mengetahui keberhasilan revitalisasi ini maka dibutuhkan penilaian dari setiap responden, responden dalam penelitian ini yaitu pedagang pasar Ciasem yang terkena revitalisasi pasar dengan jumlah 60 orang pedagang. Berdasarkan hasil analisis, bahwa perhatian dan kebijakan Pemerintah Daerah Kabupaten Subang dalam merevitalisasi pasar Ciasem guna mempertahankan keberadaan pasar tradisional dapat memberikan dampak serta peluang yang cukup baik bagi para pedagang. Penilaian tersebut berdasarkan skor nilai tertimbang IFE sebesar 3,19 dan nilai tertimbang EFE sebesar 3,91 menyatakan pasar Ciasem memiliki situasi yang sangat menguntungkan, dan memiliki peluang serta kekuatan yang bagus sehingga pasar Ciasem dapat memanfaatkan peluang yang ada.
Analisis Penitipan Hewan Ternak Sapi Menurut Perspektif Fiqih Muamalah Sukmawan; Amrullah Hayatudin; Ira Siti Rohmah
Bandung Conference Series: Sharia Economic Law Vol. 3 No. 1 (2023): Bandung Conference Series: Sharia Economic Law
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcssel.v3i1.5307

Abstract

Abstract. Profit sharing is a method of cooperation used by capital owners and managers in Islam called a mudharabah contract. It is founded on the ideas of trust and mutual assistance. Cattle keeping for cattle was a common practice, as it was in Margalaksana Village, Bungbulang District. How is the routine of care for animals in the village of Margalaksana, Bungbulang District, Garut Regency? formulated as the problem? How does the practice of caring for cattle and other livestock in Margalaksana Village, Bungbulang District, Garut Regency, stand up to a muamalah fiqh analysis? The goal of this study is to provide a response to the aforementioned problem statement. Descriptive qualitative methodology is the research technique used. The findings of his investigation: Margalaksana's custom of caring for livestockA sort of collaboration based on kinship or mutual trust is known as Village in the Bungbulang District. Both the capital's owner and management are responsible for carrying out the terms of the contract; the owner gives the manager capital in the form of a female cow to take care of until the cow gives birth. The earned profit will be split in half, or 50%: 50%. The capital is in the shape of a cow, the profit is split among the parties in the form of a calf, and the loss is determined by the reason of the loss in a verbal agreement reached without the presence of any witnesses. Based on the analysis of the practice of caring for livestock in Margalaksana Village conducted using the muamalah fiqh. Abstrak. Akad Mudharabah adalah salah satu bentuk kerjasama dalam islam antara pemilik modal dan pengelola yang disebut bagi hasil, yang dilandasi oleh rasa tolong menolong dan asas kepercayaan. Seperti yang terjadi di Desa Margalaksana Kecamatan Bungbulang adanya praktek penitipan hewan ternak sapi. Rumusan masalah yaitu: Bagaimana praktik penitipan hewan ternak sapi di desa Margalaksana Kecamatan Bungbulang Kabupaten Garut? Bagaimana analisis fiqih muamalah terhadap praktek penitipan hewan ternak sapi di Desa Margalaksana Kecamatan Bungbulang Kabupaten Garut. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menjawab rumusan masalah di atas. Metode penelitian yang digunakana adalah metode deskriptif kualitatif. Hasil penelitiannya : Praktek penitipan hewan ternak sapi di Desa Margalaksana Kecamatan Bungbulang ini merupakan bentuk kerjasama yang didasarkan atas kekeluargaan atau saling percaya. Pemilik modal dan pengelola modal sama-sama melakukan akad yang disepakati di awal kontrak, pemilik memberikan modal berupa sapi betina kepada pengelola untuk di pelihara sampai sapi tersebut mempunyai anak. keuntungan yang diperoleh akan dibagi dua atau 50% : 50%. Akadnya dilakukan secara lisan tanpa adanya saksi dan modalnya berupa sapi betina, keuntungan yang dibagi berupa anak sapi, sedangkan kerugian dilihat dari sebab terjadinya kerugian. Berdasarkan analisis fiqih muamalah terhadap praktek penitipan hewan ternak sapi di Desa Margalaksana Kecamatan Bungbulang ini sudah sesuai dengan konsep akad mudharabah dalam fiqih muamalah
Analisis Pemotongan Upah Karyawan Akibat Rusaknya Barang Perusahaan Menurut Fiqih Muamalah dan Hukum Perdata Erlin Setiawati; Asep Ramdan Hidayat; Siska Lis Sulistiani
Bandung Conference Series: Sharia Economic Law Vol. 3 No. 1 (2023): Bandung Conference Series: Sharia Economic Law
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcssel.v3i1.5309

Abstract

Abstract. Muamalah is a rule created by Allah SWT to regulate human relations in life and life. CV Padjeng is a large wholesale company that sells various kinds of drinks. The company applies a rule that if an item is broken, such as a gallon, it will be charged to the employees. The problem formulation of this study aims to analyze the practice of imposing deductions on employee wages due to damage to goods that occurred at CV Padjeng Berkah Mandiri according to muamalah fiqh and civil law. The method used in this study is descriptive qualitative normative, namely the decoding of the data obtained carefully and systematically in accordance with the research problems so as to produce legal conclusions. The results of the analysis of this study are that both according to fiqh muamalah and civil law are both not permissible, because there is no willingness and no justice for employees for wage deductions that are carried out unilaterally by the company which should be borne by an employee who commits negligence. However, it was instead charged to all employees, not written in the previous employment agreement, there was no agreement between the two parties resulting in losses suffered by one of the parties (employees), and also the amount of wage deductions that exceeded the maximum limit allowed. Abstrak. Muamalah adalah peraturan yang diciptakan Allah SWT untuk mengatur hubungan manusia dalam hidup dan kehidupan. CV Padjeng merupakan sebuah perusahaan grosir besar yang menjual berbagai macam minuman Perusahaan tersebut menerapkan sebuah aturan apabila ada barang yang pecah seperti galon maka akan dibebankan kepada karyawan. Rumusan masalah dari penelitian ini bertujuan untuk menganalisis praktek pembebanan pemotongan upah karyawan akibat rusaknya barang yang terjadi di CV Padjeng Berkah Mandiri menurut fikih muamalah dan hukum perdata. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah normatif kualitatif deskriptif, yakni penguraian kembali dari data yang diperoleh dengan seksama dan sistematis sesuai dengan permasalahan penelitian sehingga menghasilkan kesimpulan hukum. Hasil analisis dari penelitian ini adalah baik menurut fiqih muamalah dan hukum perdata adalah sama – sama tidak diperbolehkan, karena tidak adanya kerelaan dan tidak adanya keadilan bagi para karyawan terhadap pemotongan upah yang dilakukan secara sepihak oleh perusahaan yang seharusnya dibebankan kepada salah seorang karyawan yang melakukan kelalaian tersebut, tetapi malah dibebankan kepada seluruh karyawan, tidak dituliskan dalam perjanjian pekerjaan sebelumnya, tidak adanya kesepakatan antara kedua belah pihak sehingga mengakibatkan kerugian yang dialami oleh salah satu pihak (karyawan), dan juga jumlah potongan upah yang melebihi batas maksimal dari yang diperbolehkan.
Strategi Pemasaran dan SWOT dalam Pembangunan Brand Image dan Penguatan Pondasi Bank Syariah Habibi Nurul Yaqin; Popon Srisusilawati; Intan Manggala Wijayanti
Bandung Conference Series: Sharia Economic Law Vol. 3 No. 1 (2023): Bandung Conference Series: Sharia Economic Law
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcssel.v3i1.5315

Abstract

Abstract. The development of the Islamic banking industry has made the Indonesian banking world more global, Islamic banks have prioritized cooperatives whose benefits can be obtained through a profit sharing system that has been agreed upon between the customer and the bank. The marketing strategy is carried out by Islamic banks to increase brand image to the public. There are still several reasons that influence consumer considerations so they want to join as customers of Islamic banks. One of them comes from the marketing strategy carried out by Islamic banks through the marketing mix strategy.The research method used is qualitative grounded theory approach. Data collection techniques interviews, questionnaire and literature studies. Data analysis technique Qualitative descriptive analysis technique. This research was conducted in July two thousand twenty-two to October two thousand twenty-two. The results of the study show that the Marketing Strategy of Bank BSI KC Bandung Asia Africa in building a Brand Image, for the choice of strategic techniques for Bank BSI KC Bandung Asia Africa is the Conglomerate diversification Strategy which means adding new products and marketing them to new markets that are not related to the current one. Abstrak. Perkembangan industri perbankan syariah membuat dunia perbankan Indonesia menjadi lebih global, bank syariah lebih mengutamakan kooperatif yang keuntungannya bisa didapatkan melalui sistem bagi hasil yang sudah disepakati antara nasabah dengan pihak bank. Strategi Pemasaran dilakukan oleh Bank Syariah untuk meningkatkan brand image kepada masyarakat. Masih terdapat beberapa alasan yang berpengaruh terhadap pertimbangan konsumen supaya mau bergabung menjadi nasabah bank syariah. Salah satunya berasal dari strategi pemasaran yang dilakukan oleh bank syariah melalui strategi bauran pemasaran. Metode Penelitian yang digunakan kualitatif pendekatan grounded theory. Teknik pengumpulan data wawancara, kuesioner dan studi literatur. Teknik analisis data Teknik analisis deskriptif kualitatif. Penelitian ini dilakukan pada bulan juli 2022 sampai dengan bulan oktober 2022. Hasil Penelitian menunjukkan bahwa Strategi Pemasaran Bank BSI KC Bandung Asia Afrika dalam membangun Brand Image, untuk pilihan teknik strategis Bank BSI KC Bandung Asia Afrika adalah Strategi diversification Conglomerate yang berarti penambahan produk baru dan dipasarkan pada pasar baru yang tidak terkait dengan yang ada saat ini.
Analisis FATWA DSN MUI No:108/DSN-MUI/X/2016 terhadap Komoditas Upacara Maras Taun Anggun Hidayati; Shindu Irwansyah; Yandi Maryandi
Bandung Conference Series: Sharia Economic Law Vol. 3 No. 1 (2023): Bandung Conference Series: Sharia Economic Law
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcssel.v3i1.5320

Abstract

Abstract. Indonesia is a pluralistic and heterogeneous country that creates and shapes indonesia identity as a nation, one of wich is by maintaining a a sustainable cultural heritage. Sharia tourism is a tourism activity that is supported by various facilities and services in accordance with sharia principles. The legal instrument that serves as a legal basis related to the implementation of the sharia tourism business currently still refers to the Fatwa of the National Sharia Council (DSN) of the Indonesian Ulama Council No: 108/DSNMUI/X/2016 concerning guidelines for organizing tourism based on sharia tourism principles. Sharia tourism is a tourist destination that is currently of great interest to various world travelers. Utilizing the tourism organization (UNWTON). The research method used in this research is qualitative research and the type used in this research is field research or called naturalistic research. Sources of data used in this study are primary data and secondary data. Data collection techniques are using interview and observation techniques. The result of this research is the development of sharia tourism potential in Kab. East Belitung which takes from the side of Islamic customs and values ​​whose process and implementation are not in accordance with the implementing regulations issued by DSN MUI Fatwa No.108/DSN-MUI/X/2016. Abstrak. Indonesia merupakan negara yang majemuk dan hitrogen keberagaman tersebut yang membuat dan membentuk identitas indonesia sebagai suatu bangsa, salah satunya dengan cara menjaga warisan budaya agar tetap lestari. Pariwisata syariah adalah suatu kegiatan wisata yang didukung dengan berbagai fasilitas serta layanan yang sesuai dengan prinsip syariah. Instrumen hukum yang berfungsi sebagai landasan hukum terkait pelaksanaan bisnis pariwisata syariah saat ini masih mengacu dalam Fatwa Dewan Syariah Nasional (DSN) Majelis Ulama Indonesia No:108/DSNMUI/X/2016 tentang pedoman penyelnggaran pariwisata berdasarkan prinsip pariwisata syariah. Pariwisata syariah merupakan tujuan wisata yang saat ini banyank di minati di berbagai kalangan traveler dunia. Utillzing the tourism organization (UNWTON). Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian kualitatif dan jenis yang digunakan dalam penelitian ini penelitian lapangan (fieled research) atau disebut penelitian naturalistik. Sumber data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu data primer dan data skunder teknik pengumpulan data yaitu menggunakan teknik wawancara dan observasi. Hasil dari penelitian ini adalah pengembangan potensi pariwisata syariah di Kab. Belitung Timur yang mengambil dari sisi adat Maras Taun yang proses dan pelaksanaan nya tidak sesuai dengan peraturan-peraturan penyelenggaraan yang dikeluarkan oleh Fatwa DSN MUI No.108/DSN-MUI/X/2016.
Tinjauan Fikih Muamalah terhadap Praktik Pengembalian Barang dalam Sistem Jual Beli Online di Platform Lazada Rahmad Rezki; Sandy Rizki Febriadi; Akhmad Yusup
Bandung Conference Series: Sharia Economic Law Vol. 3 No. 1 (2023): Bandung Conference Series: Sharia Economic Law
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcssel.v3i1.5326

Abstract

Abstract. Online buying and selling transactions through marketplaces are a service that is in great demand. Buying and selling is the process of a seller handing over goods to a buyer after obtaining an agreement with the goods being traded, then the goods are received by the buyer from the seller in return for being handed over. However, in practice that occurs in one of the online buying and selling marketplaces, namely Lazada, where the seller sells goods that do not match the specifications listed. This study aims to examine in more depth the muamalah fiqh review of the practice of returning goods in the online buying and selling system on the Lazada platform. The research method used is a qualitative method which type of research is field research whose activities include interviews. By using primary data sources obtained from interviews, observations and secondary data referring to reference books that will complement the results of existing observations and interviews. The results of the study show that the buying and selling carried out by one of the buyers at Lazada is not in accordance with Islamic law because of the lack of clarity on the part of the marketplace regarding the procedure for returning goods, especially in terms of postage for returning defective goods. This is stated in the terms of sale and purchase, which in the sale and purchase transaction must be carried out clearly so that no party is harmed. Abstrak. Transaksi jual beli online melalui marketplacemenjadi suatu layanan yang sangat diminati. Jual beli adalah proses seorang penjual menyerahkan barang kepada pembeli setelah mendapatkan persetujuandengan barang yang diperjualbelikan, kemudian barang tersebut diterima oleh pembeli dari penjual sebagai imbalan yang diserahkan. Namun pada praktik yang terjadi disalah satu marketplace jual beli onlineyaitu Lazada di mana pihak penjual menjual barang yang tidak sesuai dengan spesifikasi yang telah dicantumkan. Penelitian ini bertujuan untuk meneliti secara lebih mendalam mengenai tinjauan fikih muamalah terhadap praktik pengembalian barang dalam sistem jual beli online di platform Lazada.Metode penelitian yang digunakan adalah metodekualitatif yang jenis penelitiannya adalah penelitianlapangan yang kegiatannya meliputi wawancara. Dengan menggunakan sumber data primer yang diperoleh dari wawancara, observasi dan data sekunder mengacu pada buku-buku referensi yangakan melengkapi hasil observasi dan wawancara yangada. Hasil penelitian menunjukan bahwa jual beli yang dilakukan oleh salah seorang pembeli di Lazada ini tidak sesuai dengan syariat Islam karena adanya ketidakjelasan dari pihak marketplace terhadap prosedur pengembalian barang terutama dalam ongkos kirim yang dilakukan untuk pengembalian barang yang cacat. Hal ini tercantum dalam syarat jual beli yang mana dalam transaksi jual beli harus dilakukan dengan secara jelas agar tidak ada pihak yang dirugikan.
Analisis Perilaku Konsumtif Mahasiswa Fakultas Syariah Unisba terhadap Penggunaan Shopeepaylater ditinjau dari Etika Konsumsi dalam Islam Firda Nurfadilah; Panji Adam Agus Putra; Ira Siti Rohmah Maulida
Bandung Conference Series: Sharia Economic Law Vol. 3 No. 1 (2023): Bandung Conference Series: Sharia Economic Law
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcssel.v3i1.5337

Abstract

Abstract. Consumptively or israf is opposite from consumption ethics in Islam. There are two factors in this research, called external factors and internal factors. External factors have an indicator that is social media, lifestyle, and social demand. Internal factor have an indicator that is allowance, financial literacy, and religiosity. The purpose of this research is first, to analyze the consumptive behavior of 2018 and 2019 Unisba Syariah Faculty students towards external factors in the use of shopeepaylater. Second, to analyze the consumptive behavior of 2018 and 2019 Unisba Syariah Faculty students towards internal factors in the use of shopeepaylater. Third, to analyze the consumptive behavior of 2018 and 2019 Unisba Faculty of Sharia students towards the use of shopeepaylater in terms of consumption ethics in Islam. Using descriptive quantitative method of analysis with multiple linear regression analysis techniques. The data collected technique was use google form of a questionnaire. The results showed that external factors and internal factors had a moderate effect on the use of shopee paylater, it was known that the R Square value of 0.485 indicated that the proportion of the influence of external factor variables (X1) and internal factors (X2) on the use of shopee paylater (Y) was 48.5% and the remaining 51.5% is influenced by other variables not examined in this study.There are two indicators of external factors that are contrary to consumption ethics in Islam, namely lifestyle and social demands which are contradictory with the prohibition of tabdzir on the Qur'an and the principle of simplicity. Abstrak. Perilaku konsumtif atau israf bertentangan dengan etika konsumsi dalam Islam. Ada dua faktor pada penelitian ini, yaitu faktor eksternal dan faktor internal. Faktor eksternal memiliki indikator media sosial, gaya hidup, dan tuntutan sosial. Sedangkan, faktor internal memiliki indikator uang saku, literasi keuangan, dan religiusitas. Tujuan penelitian ini adalah pertama, menganalisis perilaku konsumtif mahasiswa Fakultas Syariah Unisba 2018 dan 2019 terhadap faktor eksternal pada penggunaan shopeepaylater. Kedua, menganlisis perilaku konsumtif mahasiswa Fakultas Syariah Unisba 2018 dan 2019 pada penggunaan shopeepaylater. Ketiga, menganalisis perilaku konsumtif mahasiswa Fakultas Syariah Unisba 2018 dan 2019 terhadap penggunaan shopeepaylater ditinjau dari etika konsumsi dalam Islam. Menggunakan metode kuantitatif deskriptif analisis dengan teknik analisis regresi linear berganda. Teknik pengumpulan data berupa kuesioner. Hasil penelitian menunjukan bahwa faktor eksternal dan faktor internal berpengaruh secara moderat terhadap penggunaan shopeepaylater, diketahui bahwa Nilai R Square sebesar 0,485 menunjukkan bahwa proporsi pengaruh variabel faktor eksternal (X1) dan faktor internal (X2) terhadap penggunaan shopeepaylater (Y) sebesar 48,5% dan sisanya sebesar 51,5% dipengaruhi variabel lain yang tidak diteliti dalam penelitian ini. Ada dua indikator faktor eksternal yang bertentangan dengan etika konsumsi dalam Islam yaitu gaya hidup dan tuntutan sosial yang mana itu bertentangan dengan larangan tabdzir pada Al-Qur’an dan prinsip kesederhanaan. Indikator media sosial tidak bertentangan, dan semua indikator faktor internal tidak bertentangan dengan etika konsumsi dalam Islam.
Penghimpunan, Pendistribusian dan Pendayagunaan Dana Zakat di BAZNAS Kabupaten Ciamis Tia Fathiyah; Zaini Abdul Malik; Mohamad Andri Ibrahim
Bandung Conference Series: Sharia Economic Law Vol. 3 No. 1 (2023): Bandung Conference Series: Sharia Economic Law
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcssel.v3i1.5342

Abstract

Abstract. The Amil Zakat Agency (BAZNAS) is an institution that manages zakat nationally. According to Law No.23/2011, the function of BAZNAS is to carry out planning, reporting, collection, distribution and utilization. So far, the management of zakat has not been fully optimal because there is still a lot of potential for zakat that is not been managed properly. This study aims to find out in dept how to collect zakat funds. The method used is a case study at BAZNAS Ciamis Regency. In addition, people who are entitled to receive zakat are the poor, the poot, the amil, fisabilillah, ibnu sabil, riqab, converts, gharim. Abstrak. Badan Amil Zakat (BAZNAS) merupakan lembaga yang melakukan pengelolaan zakat secara nasional. Menurut UU No.23/2011 fungsi BAZNAS yaitu melaksanakan perencanaan, pelaporan, pengumpulan, pendistribusian dan pendayagunaan. Sejauh ini organisasi pengelolaan zakat belum sepenuhnya optimal dikarenakan masih banyak potensi zakat yang belum terkelola dengan baik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui secara mendalam bagaimana tata cara penghimpunan dana zakat. Metode yang digunakan adalah studi kasus pada BAZNAS Kabupaten Ciamis. Selain itu, masyarakat yang berhak menerima zakat ini adalah fakir, miskin, amil, fisabilillah, ibnu sabil, riqab, muallaf, gharim.
Tinjauan Etika Bisnis Islam terhadap Pemutusan Perjanjian Kemitraan antara PT. GOJEK Indonesia dengan Mitra Pengendara Iqbal Karim; Titin Suprihatin; Iwan Permana
Bandung Conference Series: Sharia Economic Law Vol. 3 No. 1 (2023): Bandung Conference Series: Sharia Economic Law
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcssel.v3i1.5346

Abstract

Abstract. The development of online transportation services today has spawned several new systems in business cooperation, including the cooperation of PT. GOJEK Indonesia as an online transportation service provider company with online motorcycle taxi drivers or drivers. However, in practice, the driver partners felt uncomfortable when PT. GOJEK Indonesia suspended their accounts without prior confirmation. Based on this, this study aims to determine the practice of partnership agreements between PT. GOJEK Indonesia with driver partners and to find out the review of Islamic business ethics on the termination of the partnership agreement between PT. GOJEK Indonesia with partner drivers. The research method used is descriptive analysis to examine the termination of the partnership agreement between PT. GOJEK Indonesia and its driving partners are viewed from the values of Islamic business ethics. The results of the research show that the practice of terminating the partnership agreement between PT. GOJEK Indonesia has not fully implemented the values of Islamic business ethics, especially in the aspect of justice values. Abstrak. Perkembangan layanan transportasi secara online pada masa sekarang melahirkan beberapa sistem baru dalam kerjasama bisnis, diantaranya adalah kerjasama PT. GOJEK Indonesia sebagai perusahaan penyedia jasa transportasi online dengan mitra pengendara atau driver ojek online. Akan tetapi dalam pelaksanaannya para mitra pengendara merasa tidak nyaman ketika pihak PT. GOJEK Indonesia melakukan suspen akun mereka tanpa ada konfirmasi terlebih dahulu. Berdasarkan hal tersebut, maka penelitian ini bertujuan untuk mengetahui praktik perjanjian kemitraan antara PT. GOJEK Indonesia dengan Mitra pengendara dan untuk mengetahui tinjauan etika bisnis Islam terhadap pemutusan perjanjian kemitraan antara PT. GOJEK Indonesia dengan Mitra pengendara. Metode penelitian yang digunakan adalah analisis deskriptif untuk meneliti pemutusan perjanjian kemitraan antara PT. GOJEK Indonesia dengan Mitra pengendara ditinjau dari nilai-nilai etika bisnis Islam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa praktik pemutusan perjanjian kemitraan antara PT. GOJEK Indonesia dengan Mitra pengendara belum sepenuhnya menjalankan nilai-nilai etika bisnis Islam, terutama pada aspek nilai-nilai keadilan.
Analisis Hukum terhadap Putusan Nomor 6234/Pdt.G/2020/ Pa. Badg Akibat Wanprestasi Nasabah pada Pembiayaan Murabahah Rahmat Fizran; Mohamad Andri Ibrahim; Intan Manggala Wijayanti
Bandung Conference Series: Sharia Economic Law Vol. 3 No. 1 (2023): Bandung Conference Series: Sharia Economic Law
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcssel.v3i1.5348

Abstract

Abstract. Murabahah is an agreement to buy and sell an item by affirming its purchase price to the buyer and the buyer paying it at a higher price as an agreed profit. In murabahah financing, there are sometimes defaults, for example defaults committed by Bank Syariah Indonesia customers with case number 6234/Pdt.G/2020/ Pa. Badg. Customers in 2017 received murabahah financing, initially customers were able to fulfill their obligations, but at the beginning of 2019 customers could not fulfill their installments to the bank so the bank gave warnings one to three, but customers did not heed it. In addition, the bank had also offered restructuring, but it was rejected by the customer. Then it is appropriate for the bank to execute the bank's dependent rights as the first dependent rights holder to execute the dependent rights alone or through the KPKNL. The auction of this guarantee is considered to be detrimental to the customer because the price limit of the collateral object is too low and the execution of this auction should be carried out through the fiat of the local religious court, because this makes the customer or plaintiff sue the BSI bank to the religious court As for the judge's decision in this case is to reject the customer's lawsuit. the urgency of this study is to know the bank's handling of problematic murabahah financing in BSI and the legal analysis of the judgment number 6234/Pdt.G/2020/ Pa. Badg due to default of the client on the murbahah settlement. The methods used are qualitative, interview data collection techniques, literature studies and documentation. Data analysis techniques condense data, display data, and draw conclusions the results of this study show that the price limit determined by the bank without customer agreement does not conflict with the MUI fatwa of the National Shari'a Council No. 47 / DSN-MUI / II / 2005. Abstrak. Murabahah merupakan akad jual beli suatu barang dengan menegaskan harga belinya kepada pembeli dan pembeli membayarnya dengan harga yang lebih sebagai keuntungan yang disepakati. Dalam pembiayaan murabahah kadang terjadi wanprestasi, Sebagai contoh wanprestasi yang dilakukan oleh nasabah Bank Syariah Indonesia dengan nomor perkara 6234/Pdt.G/2020/ Pa. Badg. Nasabah ditahun 2017 mendapatkan pembiayaan murabahah, pada awalnya nasabah dapat memenuhi kewajibannya, akan tetapi diawal tahun 2019 nasabah tidak dapat memenuhi angsurannya kepada bank sehingga bank memberikan peringatan satu hingga tiga, tetapi nasabah tidak mengindahkannya. Selain itu bank juga sudah menawarkan restrukturisasi, tetapi ditolak oleh nasabah. Maka sudah selayakanya bank mengeksekusi hak tanggungan bank sebagai pemegang hak tanggungan pertama mengeksekusi hak tanggungan secara sendiri atau melalui KPKNL. Adapun pelelangan jaminan ini dirasa merugikan nasabah dikarenakan limit harga objek jaminan terlalu rendah dan seharusnya eksekusi lelang ini dilakukan melalui fiat pengadilan agama setempat, karena hal inilah membuat nasabah atau penggugat menggugat bank BSI ke pengadilan agama Adapun putusan hakim dalam perkara ini ialah menolak gugatan nasabah. urgensi penelitian ini adalah mengetahui penanganan bank terhadap pembiayaan murabahah bermasalah di BSI dan analisis hukum terhadap putusan nomor 6234/Pdt.G/2020/ Pa. Badg akibat wanprestasi nasabah pada pembiyaan murbahah. Metode yang digunakan ialah kualitatif, Teknik pengumpulan data wawancara, studi literatur dan dokumentasi. Teknik analisis data memadatkan data, menampilkan data, dan menarik kesimpulan hasil penelitian ini menunjukan bahwa limit harga yang ditentukan bank tanpa kesepakatan nasabah tidak bertentangan dengan fatwa MUI Dewan Syari’ah Nasional No 47/DSN-MUI/II/2005.