cover
Contact Name
Unang arifin
Contact Email
bcsibc@unisba.ac.id
Phone
+6282118320445
Journal Mail Official
bcsibc@unisba.ac.id
Editorial Address
UPT Publikasi Ilmiah, Universitas Islam Bandung. Jl. Tamansari No. 20, Bandung 40116, Indonesia, Tlp +62 22 420 3368, +62 22 426 3895 ext. 6891
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Bandung Conference Series : Islamic Broadcast Communication
ISSN : -     EISSN : 28282485     DOI : https://doi.org/10.29313/bcsibc.v2i2
Core Subject : Religion, Education,
Bandung Conference Series Islamic Broadcast Communication (BCSIBC) menerbitkan artikel penelitian akademik tentang kajian teoritis dan terapan serta berfokus pada Komunikasi Penyiaran Islam dengan ruang lingkup Akhlak Komunikasi Dakwah, Aqidah Komunikasi Dakwah, Beribadah Dakwah, Bulletin Dakwah, Dakwah Media Sosial, Dasar-dasar Islam, Keagamaan, Nilai Dakwah Islam, Nilai-nilai Tauhid, Pengajian, Perilaku Keagamaan, Pesan Dakwah, Pesantren Mahasiswa, Media dakwah, Program Radio dakwah, Sikap. Prosiding ini diterbitkan oleh UPT Publikasi Ilmiah Unisba. Artikel yang dikirimkan ke prosiding ini akan diproses secara online dan menggunakan double blind review minimal oleh dua orang mitra bebestari.
Articles 1 Documents
Search results for , issue "293-302" : 1 Documents clear
Etika Komunikasi Islam Remaja Pemain Free Fire di Kampung Pasir Gabug Miftahul Khobar; Chairiawaty; Muhammad Fadhli Muttaqien
Bandung Conference Series: Islamic Broadcast Communication 293-302
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsibc.v6i2.25448

Abstract

Abstract. This study analyzes the application of Islamic communication ethics, encompassing the six principles of Al-Qawl, and identifies the supporting and inhibiting factors among adolescent Free Fire players in Kampung Pasir Gabug, Bogor Regency. A qualitative descriptive approach was used, with data collected through in-depth interviews with four adolescent players, six parents, and four community/religious figures, complemented by participatory observation and documentation, then analyzed using the Miles and Huberman interactive model. The results show that the application of Islamic communication ethics among adolescents while gaming is very low and deviates significantly from the six Al-Qawl principles. The voice chat feature triggers a strong online disinhibition effect, causing adolescents to spontaneously utter profanity and toxic language. Although the adolescents possess normative religious moral understanding, this awareness is frequently overridden by the instantaneous, competitive nature of the medium and permissive peer-group feedback. The dominant inhibiting factors are uncontrolled playing duration, imitation of content creators, peer-group permissiveness, and limited parental digital literacy, while the supporting factors are local religious social-control instruments such as the call to prayer and the presence of community figures, which effectively curb verbal abuse, albeit only temporarily. Abstrak. Penelitian ini menganalisis penerapan etika komunikasi Islam yang mencakup enam prinsip Al-Qawl, serta mengidentifikasi faktor pendukung dan penghambatnya pada remaja pemain game Free Fire di Kampung Pasir Gabug, Kabupaten Bogor. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif, dengan data yang dikumpulkan melalui wawancara mendalam terhadap empat remaja pemain, enam orang tua, dan empat tokoh masyarakat/agama, dilengkapi observasi partisipatif dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan model interaktif Miles dan Huberman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan etika komunikasi Islam remaja saat bermain game tergolong sangat rendah dan mengalami deviasi berat dari keenam prinsip Al-Qawl. Penggunaan fitur voice chat memicu efek disinhibisi daring yang kuat, membuat remaja secara spontan melontarkan umpatan dan perilaku toxic. Meskipun memiliki pemahaman moral keagamaan normatif, kesadaran tersebut kerap terkalahkan oleh karakteristik media yang instan, kompetitif, serta umpan balik kelompok sebaya yang permisif. Faktor penghambat dominan berupa durasi bermain yang tidak terkontrol, peniruan konten kreator, sikap permisif kelompok sebaya, dan rendahnya literasi digital orang tua, sedangkan faktor pendukungnya berupa instrumen kontrol sosial keagamaan lokal seperti suara azan dan kehadiran tokoh masyarakat yang efektif meredam umpatan verbal meski hanya bersifat sementara.

Page 1 of 1 | Total Record : 1