cover
Contact Name
Unang arifin
Contact Email
bcses@unisba.ac.id
Phone
+6285776688054
Journal Mail Official
bcses@unisba.ac.id
Editorial Address
UPT Publikasi Ilmiah, Universitas Islam Bandung. Jl. Tamansari No. 20, Bandung 40116, Indonesia, Tlp +62 22 420 3368, +62 22 426 3895 ext. 6891
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Bandung Conference Series: Economics Studies
ISSN : -     EISSN : 28282558     DOI : https://doi.org/10.29313/bcses.v2i2
Core Subject : Economy,
Bandung Conference Series Economic Studies (BCSES) menerbitkan artikel penelitian akademik tentang kajian teoritis dan terapan serta berfokus pada Ilmu Ekonomi dan Bisnis dengan ruang lingkup Amanah, Antisipasi Bencana, Bank Umum Syariah, Belanja Daerah, Pengangguran, BMT, BOPO, BPRS, CAR, Data Envelopment Analysis. Demand, Efisiensi, Ekspektasi Inflasi, Era Digital UMKM, Etika bisnis islam, Faktor Penarik dan Migrasi Internasional, Faktor Pendorong, fathanah, FDR, Frontier Stokastik, Fungsi Produksi, Good Coorporate Governance (GCG), Hearing, Inflasi, IPM Maqashid syariah, istiqamah, Jumlah Uang Beredar, Kecukupan Modal, Konfeksi, Kualitas Aset, Lembaga Pengelola Zakat, Likuiditas. Mudharabah, NOM, NPF, Output Nasional, Nilai Tukar Jumlah, Penduduk Miskin, PAD, PDRB, Pegawai, Mudharabah, Pendayagunaan Zakat, Pengelola, Perspektif Masyarakat Inflasi, Pertumbuhan Ekonomi, Profitabilitas, Program Edukasi, Rentabilitas, RGEC, ROA, shiddiq, tabligh, Upah Minimum, Upah Strategi Pengembangan Usaha, Usaha Mikro, Zakat. Prosiding ini diterbitkan oleh UPT Publikasi Ilmiah Unisba. Artikel yang dikirimkan ke prosiding ini akan diproses secara online dan menggunakan double blind review minimal oleh dua orang mitra bebestari.
Articles 267 Documents
Potensi Memajukan Perekonomian Desa Sukamaju Rancakalong Sumedang Melalui OVOP Jarenju Purwadhi
Bandung Conference Series: Economics Studies Vol. 4 No. 2 (2024): Special Issue: Perguruan Tinggi Mandiri Gotong Royong Membangun Desa (PTMGRMD)
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcses.v4i2.12521

Abstract

Abstract. It is recorded that in 2023, Sukamaju Village, Rancakalong District, Sumedang Regency has 4,622 total inhabitants, the productive land area is rice fields and agriculture, and one of the other potentials is to have a palm starch factory with 7 factory locations with an estimated production of 10 tons of palm sugar per month. With the background of the initiative to maintain and promote ginger farming, where these crops constitute the majority of commodities from Sukamaju Village, the concept of One Village One Product (OVOP) needs to be encouraged. Jarenju is a superior product that stands for "Jahe Aren Sukamaju". The results of this community service activity involving students and the lecturer team, in the form of extracting product potential, making packaging designs, analyzing production costs, and training in making Jarenju which are expected to improve the village economy. Abstrak. Tercatat pada tahun 2023, Desa Sukamaju Kecamatan Rancakalong Kabupaten Sumedang memiliki sebanyak 4.622 jumlah penduduk, luas tanah produktif adalah pesawahan dan pertanian, dan salah satu potensi lainnya yakni memiliki pabrik pati aren dengan jumlah 7 lokasi pabrik dengan perkiraan menghasilkan 10-ton gula aren per bulan. Dengan latar belakang dari inisiatif ingin mempertahankan dan mengangkat hasil tani jahe, dimana hasil tani ini merupakan mayoritas komoditi dari Desa Sukamaju, maka konsep One Village One Product (OVOP) perlu didorong. Jarenju adalah produk unggulan yang merupakan singkatan dari "Jahe Aren Sukamaju". Hasil dari kegiatan pengabdian yang melibatkan mahasiswa dan tim dosen pengampu ini berupa penggalian potensi produk, pembuatan desain kemasan, analisis biaya produksi, dan pelatihan pembuatan Jarenju yang diharapkan dapat meningkatkan ekonomi desa.
Model Peningkatan Citra dan Penguatan Produk Unggulan Desa Cileles Kecamatan Jatinangor Kabupaten Sumedang Mohamad Ali Fulazzaky; Dede Kardaya
Bandung Conference Series: Economics Studies Vol. 4 No. 2 (2024): Special Issue: Perguruan Tinggi Mandiri Gotong Royong Membangun Desa (PTMGRMD)
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcses.v4i2.12522

Abstract

Abstract. The article aims to explain the model of improving the village image through strengthening village superior products by evaluating typical MSME products of Cileles Village, Sumedang Regency. The study was conducted using empirical studies through observation and mingling with the community and participating in various economic improvement activities, especially in strengthening village products. The results of this study show that Sumedang Regency already has many achievements in government management, especially in handling stunting, which has made Sumedang Regency a model for other regions in Indonesia. The commitment of the Regional Government of Sumedang Regency in improving village economic products which is encouraged by various policies and programs in collaboration with various parties including in Cileles Village, Jatinangor District can support the development of MSMEs and village superior products, one of which is Lesmons. The implementation of a well-planned MSME program will have an impact on improving the community's economy, increasing local taxes and is also expected to improve both the image of Cileles Village and Sumedang Regency. Abstrak. Artikel bermaksud untuk menjelaskan model peningkatan citra desa melalui penguatan produk unggulan desa dengan mengevaluasi produk-produk UMKM khas Desa Cileles Kabupaten Sumedang. Kajian dilakukan dengan menggunakan studi empiris melalui observasi dan berbaur bersama masyarakat serta mengikuti berbagai kegiatan peningkatan perekonomian khususnya dalam penguatan produk desa. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Kabupaten Sumedang sudah memiliki banyak prestasi dalam pengelolaan pemerintahan terutama dalam penanganan stunting yang menjadikan Kabupaten Sumedang sebagai percontohan bagi wilayah lain di Indonesia. Komitmen Pemerintah Daerah Kabupaten Sumedang dalam peningkatan produk ekonomi desa yang didorong dengan berbagai kebijakan dan program berkolaborasi dengan berbagai pihak termasuk di Desa Cileles Kecamatan Jatinangor dapat mendukung pengembangan UMKM dan produk unggulan desa yang salah satu produknya adalah Lesmons. Pelaksanaan program UMKM yang terencana dengan baik akan berdampak pada peningkatan perekonomian masyarakat, peningkatan pajak daerah dan juga diharapkan dapat meningkatkan baik citra Desa Cileles dan Kabupaten Sumedang.
Tiga Kisah dari Ujungjaya-Sumedang dalam Meningkatkan Kesejahteraan Masyarakat Desa Pius Suratman Kartasasmita; Jeffri Yosep Simanjorang; Neng Dewi Himayasari; Yohanes Andika Tjitrajaya
Bandung Conference Series: Economics Studies Vol. 4 No. 2 (2024): Special Issue: Perguruan Tinggi Mandiri Gotong Royong Membangun Desa (PTMGRMD)
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcses.v4i2.12523

Abstract

Abstract. Ujungjaya Village is a village located in Ujungjaya Sub-district, Sumedang Regency, West Java. The government of Ujungjaya Village is led by a Village Head (Kuwu), assisted by three section heads: the Head of the Government Section, the Head of the Welfare Section, and the Head of the Service Section; and supported by a secretarial department. At the implementation level, the Ujung Jaya Village Head also has three regional executive units consisting of the Village Executive of Hamlet I, the Village Executive of Hamlet II, and the Village Executive of Hamlet III. This article is part of the implementation of the Perguruan Tinggi Mandiri Gotong Royong Membangun Desa (PTMGRMD) program, a pentahelix collaboration effort, namely the synergy between LLDIKTI Region IV with all universities in LLDIKTI Region IV, the Regional Government, and community members. The focus of activities is on reducing poverty, reducing stunting rates, and reducing the number of extreme poor people. The goal is to improve the quality and welfare of people's lives. The method used is participatory action research (PAR). The results of the activities include training in making independent organic fertilizer, handling stunting, and livestock cultivation. The PTMGRMD team also succeeded in forming Pusat Informasi Konseling Remaja (PIKR) group. Abstrak. Desa Ujungjaya merupakan sebuah desa yang berada di wilayah Kecamatan Ujungjaya Kabupaten Sumedang, Jawa Barat. Pemerintahan Desa Ujungjaya dipimpin oleh seorang Kepala Desa (Kuwu), dibantu oleh tiga kepala seksi yaitu Kepala Seksi Pemerintahan, Kepala Seksi Kesejahteraan, dan Kepala Seksi Pelayanan; serta didukung bagian kesekretariatan. Di tingkat pelaksanaan, Kepala Desa Ujung Jaya juga memiliki tiga unit pelaksana kewilayahan yang terdiri dari Pelaksana Kewilayahan Dusun I, Pelaksana Kewilayahan Dusun II, dan Pelaksana Kewilayahan Dusun III. Artikel ini merupakan bagian dari pelaksanaan program Perguruan Tinggi Mandiri Gotong Royong Membangun Desa (PTMGRMD), sebuah upaya kolaborasi pentahelix, yaitu sinergi antara LLDIKTI Wilayah IV dengan seluruh perguruan tinggi yang ada di lingkungan LLDIKTI Wilayah IV, Pemerintah Daerah, dan anggota masyarakat. Fokus kegiatan yakni penurunan angka kemiskinan, penurunan angka stunting, dan penurunan jumlah masyarakat miskin ekstrem. Tujuannya peningkatan kualitas dan kesejahteraan hidup masyarakat. Metode yang digunakan adalah participatory action research (PAR). Hasil kegiatan antara lain pelatihan pembuatan pupuk organik mandiri, penanganan stunting, dan budidaya ternak. Tim PTMGRMD juga berhasil membentuk kelompok Pusat Informasi Konseling Remaja (PIKR).
Penguatan Kapasitas Masyarakat melalui Program Sinergi Perguruan Tinggi: Sebuah Pendekatan Berkelanjutan di desa Cimarga Kabupaten Sumedang Dedi Mulyadi
Bandung Conference Series: Economics Studies Vol. 4 No. 2 (2024): Special Issue: Perguruan Tinggi Mandiri Gotong Royong Membangun Desa (PTMGRMD)
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcses.v4i2.12524

Abstract

Abstract. The joint implementation of One Village One Product (OVOP), stunting prevention, and digital literacy form the integral foundation for advancing the rural economy. With this holistic approach, rural communities can not only improve the production and marketing of local products, but also build healthy and competitive human capital, in line with the adaptation of the healthy and competitive, in line with adapting to the development of the digital era. This effort is not not only a long-term investment for rural progress, but also an important contribution to improving the welfare and to improving the overall welfare and sustainability of the national economy. Program KKN Thematic 3 with the theme "Independent Universities Gotong Royong Membangun Desa (PTMGRD)" is a real step in the synergy of universities in West Java in order to increase the capacity of rural communities for sustainable village development. Village communities for sustainable village development. Abstrak. Implementasi bersama One Village One Product (OVOP), pencegahan stunting, dan literasi digital membentuk fondasi integral untuk memajukan ekonomi pedesaan. Dengan pendekatan holistik ini, masyarakat pedesaan tidak hanya dapat meningkatkan produksi dan pemasaran produk lokal, tetapi juga membangun modal manusia yang sehat dan berdaya saing, sejalan dengan adaptasi terhadap perkembangan era digital. Upaya ini bukan hanya merupakan investasi jangka panjang untuk kemajuan pedesaan, melainkan juga merupakan kontribusi penting dalam meningkatkan kesejahteraan dan keberlanjutan ekonomi nasional secara keseluruhan. Program KKN Tematik 3 dengan tema “Perguruan Tinggi Mandiri Gotong Royong Membangun Desa (PTMGRD)” merupakan langkah nyata sinergitas perguruan tinggi di Jawa Barat dalam rangka peningkatan kapasitas Masyarakat desa untuk Pembangunan desa berkelanjutan.
Peningkatan Kualitas dan Keamanan PIRT UMKM Berbasis Buah Salak di Desa Bongkok Kecamatan Paseh Kabupaten Sumedang Eddy Yusuf; Onki Alexander
Bandung Conference Series: Economics Studies Vol. 4 No. 2 (2024): Special Issue: Perguruan Tinggi Mandiri Gotong Royong Membangun Desa (PTMGRMD)
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcses.v4i2.12525

Abstract

Abstract. Salak Bongkok is a specialty of Bongkok Village, Paseh District, Sumedang Regency. MSMEs engaged in salak fruit processing have several obstacles, including inadequate processing equipment, marketing difficulties, and not understanding the flow of business legality documents. This has an impact on the quality and safety issues of "Home Industry Food" or Pangan Industri Rumah Tangga (PIRT) in Micro, Small and Medium Enterprises (MSMEs). The purpose of this mentoring activity is to provide guidance in the preparation of requirements and implementation of business legality fulfillment. The training consisted of several topics: processed food distribution permit, halal certification, product expiration determination, and design. The results of the activity show that there is an increase in salak fruit production by 50%, MSME players get equipment assistance so that the processing process becomes faster, and get a PIRT certificate. Abstrak. Salak Bongkok merupakan ciri khas Desa Bongkok Kecamatan Paseh Kabupaten Sumedang. Pelaku UMKM yang bergerak di bidang pengolahan salak memiliki beberapa kendala antara lain alat pengolahan masih belum memadai, masih sulit pemasaran, dan belum paham alur pengurusan dokumen legalitas usaha. Hal tersebut berdampak pada permasalahan kualitas dan keamanan Pangan Industri Rumah Tangga (PIRT) pada Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM). Tujuan dari kegiatan pendampingan ini adalah untuk memberikan bimbingan dalam persiapan persyaratan dan implementasi pemenuhan legalitas usaha. Pelatihan terdiri dari beberapa topik: izin edar pangan olahan, sertifikasi halal, penentuan kadaluarsa produk, dan perancangan desain. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa terdapat peningkatan produksi buah salak sebanyak 50%, pelaku UMKM mendapatkan bantuan peralatan sehingga prose pengolahan menjadi lebih cepat, dan mendapatkan sertifikat PIRT.
Menggali Potensi dan Keunikan Sumberdaya Alam di Desa Nanjungwangi Melalui Program OVOP E. Mujahidin; Immas Nurhayati; Dedi Supriadi
Bandung Conference Series: Economics Studies Vol. 4 No. 2 (2024): Special Issue: Perguruan Tinggi Mandiri Gotong Royong Membangun Desa (PTMGRMD)
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcses.v4i2.12526

Abstract

Abstract. Program One Village One Product (OVOP) yang dilaksanakan di Desa Nanjungwangi, Kecamatan Surian, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat. Program OVOP bertujuan untuk mengembangkan potensi sumber daya alam lokal menjadi produk unggulan daerah. Salah satu sumber daya alam yang diidentifikasi berpotensi di Desa Nanjungwangi adalah tanaman gadung yang diolah menjadi keripik gadung. Pelaksanaan program OVOP melibatkan analisis situasi, partisipasi masyarakat, kolaborasi dengan pemangku kepentingan seperti BUMDes dan Bank BJB, serta evaluasi dan pemantauan. Kendala yang dihadapi antara lain ketersediaan bahan baku yang terbatas, keengganan masyarakat untuk berkelompok, dan permasalahan pemasaran. Solusi yang ditawarkan meliputi pengaturan stok bahan baku, mediasi pemasaran oleh BUMDes, dan pemenuhan legalitas produk. Berdasarkan penelitian terdahulu, usaha keripik gadung dinyatakan layak dengan nilai Benefit Cost Ratio (B/C Ratio) lebih besar dari 1. Pengembangan keripik gadung diharapkan dapat memberikan nilai tambah ekonomi bagi petani dan UMKM di Desa Nanjungwangi. Abstrak. One Village One Product (OVOP) program implemented in Nanjungwangi Village, Surian District, Sumedang Regency, West Java. The OVOP program aims to develop the potential of local natural resources into regional superior products. One of the natural resources identified as having potential in Nanjungwangi Village is the gadung plant which is processed into gadung chips. The implementation of the OVOP program involves situation analysis, community participation, collaboration with stakeholders such as BUMDes and Bank BJB, and evaluation and monitoring. The constraints faced include limited availability of raw materials, community reluctance to group, and marketing issues. Solutions offered include managing raw material stocks, marketing mediation by BUMDes, and fulfilling product legality. Based on previous research, the gadung chips business is declared feasible with a Benefit Cost Ratio (B/C Ratio) value greater than 1. The development of gadung chips is expected to provide added economic value for farmers and MSMEs in Nanjungwangi Village.
The Voice of Water: Belajar dari Desa Cikurubuk Buahdua Sumedang Dinn Wahyudin; Edi Setiadi; Evan Firdaus
Bandung Conference Series: Economics Studies Vol. 4 No. 2 (2024): Special Issue: Perguruan Tinggi Mandiri Gotong Royong Membangun Desa (PTMGRMD)
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcses.v4i2.12527

Abstract

Abstract. Cikurubuk Village, which is located in Buahdua Sub-district, Sumedang Regency, has invaluable wealth in the form of abundant water sources spread over 10 points of the village area. So that it becomes a source of life for the people in the Cikurubuk Village area and its surroundings. This considerable natural potential can be empowered in the agricultural sector. Currently, there are problems with subsidized fertilizers, so farmers must continue to innovate in dealing with them. Organic farming is one of the proposed solutions. The Cikurubuk community's awareness of the need for healthier foodstuffs, namely organic foodstuffs, is expected to grow. Community service activities are carried out by a team of lecturers and students, and the writing of this article uses an analytical descriptive method. The results of community service activities are in the form of a business plan for developing organic agricultural cultivation consisting of making organic fertilizer, pre-harvest implementation, post-harvest implementation, marketing and business analysis per farmer group. With the gradual development of sustainable agriculture, it is hoped that farmers can change their mindset so that they do not continue to depend on government subsidized fertilizers which are increasingly difficult to obtain and at high prices. Abstrak. Desa Cikurubuk yang terletak di Kecamtaan Buahdua Kebupaten Sumedang, memiliki kekayaan yang tak ternilai yaitu berupa melimpahnya sumber mata air yang tersebar 10 titik wilayah desa. Sehingga menjadi sumber kehidupan bagi masyarakat yang ada di wilayah Desa Cikurubuk dan sekitarnya. Potensi alam yang cukup besar tersebut dapat diberdayakan pada sektor pertanian. Saat ini terdapat permasalahan pupuk subsidi sehingga para petani harus terus berinovasi dalam menghadapinya. Pertanian organik merupakan salah satu usulan solusinya. Kesadaran masyarakat Cikurubuk terhadap kebutuhan bahan makanan yang lebih sehat yakni bahan pangan organik diharapkan akan semakin tumbuh. Kegiatan pengabdian masyarakat dilakukan oleh tim dosen dan mahasiswa, dan penulisan artikel ini menggunakan metode deskriptif analitik. Hasil kegiatan pengabdian berupa rencana usaha pengembangan budidaya pertanian organik yang terdiri dari pembuatan pupuk organik, pelaksanaan pra-panen, pelaksanaan pasca-panen, pemasaran dan analisis usaha per kelompok tani. Dengan pengembangan pertanian yang berkelanjutan secara bertahap, diharapkan para petani dapat mengubah pola pikir agar tidak terus bergantung pada pupuk subsidi pemerintah yang semakin hari semakin susah didapatkan dan dengan harga yang mahal.
Pencegahan dan Penanganan Gejala Stunting Desa Sindulang Kecamatan Cimanggung Kabupaten Sumedang Kamal Alamsyah
Bandung Conference Series: Economics Studies Vol. 4 No. 2 (2024): Special Issue: Perguruan Tinggi Mandiri Gotong Royong Membangun Desa (PTMGRMD)
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcses.v4i2.12528

Abstract

Abstract. Stunting is still a health problem in Indonesia that can affect the quality of human resources in the future. Therefore, the prevention and handling of stunting is an important priority. This study focuses on efforts to prevent and manage stunting in Sindulang Village, Cimanggung District, Sumedang Regency. This study is a qualitative research with a constructive phenomenology approach. Data were collected through in-depth interviews with research subjects, namely adolescent girls, pregnant women, and toddlers. Field observations and documentation were also conducted. Efforts to prevent and handle stunting in Sindulang Village are carried out through four aspects of health, namely improving the quality of Maternal and Child Health (MCH) and Family Planning (KB) services, optimizing health insurance for the underprivileged, health education and improving the nutrition of stunting toddlers. The village government has provided health facilities such as poskesdes, posyandu, and village midwives. However, there is still a need to improve the community's understanding of childcare and nutrition. The steps taken by Sindulang Village in preventing and handling stunting include sanitation control, health education for adolescents, mothers and children, and pregnant women. Cross-sectoral cooperation, comprehensive policies, and increased community understanding of balanced nutrition, sanitation, and environmental hygiene are needed to prevent stunting. Abstrak. Stunting masih menjadi permasalahan kesehatan di Indonesia yang dapat mempengaruhi kualitas sumber daya manusia di masa depan. Oleh karena itu, pencegahan dan penanganan stunting menjadi prioritas penting. Kajian ini berfokus pada upaya pencegahan dan penanganan stunting di Desa Sindulang, Kecamatan Cimanggung, Kabupaten Sumedang. Kajian ini merupakan penelitian kualitatif dengan pendekatan fenomenologi konstruktif. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dengan subjek penelitian, yaitu remaja putri, ibu hamil, dan balita. Observasi lapangan dan dokumentasi juga dilakukan. Upaya pencegahan dan penanganan stunting di Desa Sindulang dilakukan melalui empat aspek kesehatan, yaitu meningkatkan kualitas pelayanan Kesehatan Ibu dan Anak (KIA) dan Keluarga Berencana (KB), mengoptimalkan jaminan kesehatan masyarakat kurang mampu, edukasi kesehatan dan perbaikan gizi balita stunting. Pemerintah desa telah menyediakan fasilitas kesehatan seperti poskesdes, posyandu, dan bidan desa. Namun, masih diperlukan peningkatan pemahaman masyarakat tentang pengasuhan dan gizi anak. Langkah-langkah yang ditempuh Desa Sindulang dalam pencegahan dan penanganan stunting antara lain pengendalian sanitasi, edukasi kesehatan remaja, ibu dan anak, serta ibu hamil. Diperlukan kerjasama lintas sektor, kebijakan yang komprehensif, dan peningkatan pemahaman masyarakat tentang gizi seimbang, sanitasi, dan kebersihan lingkungan untuk mencegah stunting.
Pengembangan Budidaya Jamur Desa Wargaluyu, Kecamatan Tanjungmedar, Kabupaten Sumedang Dedi Supriadi
Bandung Conference Series: Economics Studies Vol. 4 No. 2 (2024): Special Issue: Perguruan Tinggi Mandiri Gotong Royong Membangun Desa (PTMGRMD)
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcses.v4i2.12529

Abstract

Abstract. The low number of jobs in the countryside has resulted in high unemployment and depopulation from rural to urban areas in order to increase unemployment rate and depopulation from rural to urban areas with the aim of improving standard of living. In order to overcome these problems, LLDikti through the Thematic KKN program held Program (KKN) Thematic held Gotong Royong Membangun Desa (GRMD) service activities, one of which is the Village (GRMD), one of whose programs is One Village One Product (OVOP). The activity This service activity aims to explore and develop regional superior products in Wargaluyu Village, Tanjungmedar District, Sumedang Regency through oyster mushroom cultivation in order to reduce poverty levels and expand employment opportunities. in order to reduce poverty levels and expand employment opportunities. The collection of data collection was carried out through observations and interviews based on SWOT analysis, namely analysis of the internal environment consisting of strengths (Strengths) and weaknesses (Strengths). analysis of the internal environment consisting of strengths and weaknesses and the external environment consisting of opportunities. external environment consisting of opportunities (Opportunities) and threats (Threats). The results of The results of this analysis show that it is necessary to hold a socialization of mushroom cultivation in the form of training, production and marketing management, and entrepreneurship. The result of this service is the formation of economic independence in Wargaluyu village through an oyster mushroom business in the form of baglog making, production and marketing management, and entrepreneurship. oyster mushroom business in the form of baglog making, mushroom cultivation and various processed oyster mushrooms. Abstrak. Rendahnya jumlah lapangan pekerjaan di pedesaan mengakibatkan tingginya angka pengangguran dan adanya depopulasi dari pedesaan ke perkotaan dengan tujuan meningkatkan taraf kesejahteraan hidup. Guna mengatasi masalah tersebut, LLDikti melalui program Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik mengadakan kegiatan pengabdian Gotong Royong Membangun Desa (GRMD) yang salah satu programnya adalah one village one product (OVOP). Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk mengeksplorasi dan mengembangkan produk unggulan daerah di Desa Wargaluyu Kecamatan Tanjungmedar Kabupten Sumedang melalui budidaya jamur tiram dalam rangka mengurangi tingkat kemiskinan dan memperluas lapangan pekerjaan. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi dan wawancara berdasarkan analisis SWOT yaitu analisis lingkungan internal yang terdiri dari kekuatan (Strengths) dan kelemahan (Weaknesses) serta lingkungan eksternal yang terdiri dari peluang (Opportunity) dan ancaman (Threats). Hasil analisis tersebut menunjukkan bahwa perlu diadakan sosialisasi mengenai budidaya jamur berupa: pelatihan sumber daya, manajemen produksi dan pemasaran, serta kewirausahaan. Hasil dari pengabdian ini adalah terbentuknya kemandirian ekonomi di desa Wargaluyu melalui usaha jamur tiram berupa pembuatan baglog, budidaya jamur dan aneka olahan jamur tiram.
Peran Tim KKN dan Perguruan Tinggi dalam Memetakan Kondisi dan Tantangan Kemiskinan untuk Memajukan Perekonomian Desa Melalui One Village One Product di Desa Cimara Agus Subagyo
Bandung Conference Series: Economics Studies Vol. 4 No. 2 (2024): Special Issue: Perguruan Tinggi Mandiri Gotong Royong Membangun Desa (PTMGRMD)
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcses.v4i2.12530

Abstract

Abstract. The role of the Community Service Program (KKN) team and universities in mapping the conditions and challenges of poverty in Cimara Village, Sumedang Regency, is to advance the village economy through the concept of One Village One Product (OVOP). The OVOP concept aims to develop regional superior products. The method used is descriptive with a Convergent Parallel Design approach, which is the collection of quantitative and qualitative data simultaneously. Data were collected through observation, interviews, questionnaires, and documentation. The results showed that the challenges of poverty in Cimara Village include educational, mental/motivational, global influence, and demographic factors. The KKN team plays a role in identifying the village's superior products, product development, marketing area development, promotion, and community digital literacy. The flagship product developed was WB Collection accessories, which involved 44 community members, mostly women. Break Event Point analysis showed that by selling 1,000 brooches per month at a price of IDR 10,000 per pack, the profit that can be obtained is IDR 5,091,300. The KKN team and the university played a role in mapping the conditions and challenges of village poverty, and advancing the village economy through the development of regional superior products with the OVOP concept. This effort is able to empower the community, especially women, and provide economic benefits. Abstrak. Peran Tim Kuliah Kerja Nyata (KKN) dan perguruan tinggi dalam memetakan kondisi dan tantangan kemiskinan di Desa Cimara, Kabupaten Sumedang, untuk memajukan perekonomian desa melalui konsep One Village One Product (OVOP). Konsep OVOP bertujuan mengembangkan produk unggulan daerah. Metode yang digunakan adalah deskriptif dengan pendekatan Convergent Parallel Design, yaitu pengumpulan data kuantitatif dan kualitatif secara bersamaan. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, kuesioner, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tantangan kemiskinan di Desa Cimara meliputi faktor pendidikan, mental/motivasi, pengaruh global, dan demografi. Tim KKN berperan dalam mengidentifikasi produk unggulan desa, pengembangan produk, pengembangan wilayah pemasaran, promosi, dan literasi digital masyarakat. Produk unggulan yang dikembangkan adalah aksesoris WB Collection, yang melibatkan 44 orang masyarakat, sebagian besar perempuan. Analisis Break Event Point menunjukkan bahwa dengan menjual 1.000 buah bros per bulan dengan harga Rp. 10.000 per bungkus, keuntungan yang dapat diperoleh adalah Rp. 5.091.300. Tim KKN dan perguruan tinggi berperan dalam memetakan kondisi dan tantangan kemiskinan desa, serta memajukan perekonomian desa melalui pengembangan produk unggulan daerah dengan konsep OVOP. Upaya ini mampu memberdayakan masyarakat, khususnya perempuan, dan memberikan keuntungan ekonomi.