cover
Contact Name
Unang arifin
Contact Email
bcsp@unisba.ac.id
Phone
+6289691247094
Journal Mail Official
bcsp@unisba.ac.id
Editorial Address
UPT Publikasi Ilmiah, Universitas Islam Bandung. Jl. Tamansari No. 20, Bandung 40116, Indonesia, Tlp +62 22 420 3368, +62 22 426 3895 ext. 6891
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Bandung Conference Series: Pharmacy
ISSN : -     EISSN : 28282116     DOI : https://doi.org/10.29313/bcsp.v2i2
Core Subject : Health, Science,
Bandung Conference Series: Pharmacy (BCSP) menerbitkan artikel penelitian akademik tentang kajian teoritis dan terapan serta berfokus pada Farmasi dengan ruang lingkup Airlock system Kanker, Alcohol, Antelmintik, Antigastritis drugs, Antioksidan, Artemia franciscana, Ascaris suum, Cacing babi (Ascaris suum Goeze), Contact Bioautography TLC, Daun cincau hijau (Cyclea barbata Miers), Daun kelor (Moringa oleifera Lam), Diabetes mellitus, DPPH Flavonoid, Fenilpropanolamin, Fermentasi, Flavonoid, Flavonol,Iles-iles, Isolasi, Lichen, Malassezia furfur, Metode Brine Shrimp Lethality Test (BSLT), Obat antidiabetes (OAD) Propionibacterium acnes, Obat tradisional, Parkia Speciosa Antibakteri, Pektin, Propionibacterium Acnes, Pseudoefedrin, Saccharomyces Cerevisiae, Spektrofotometri uv sinar tampak, Staphylococcus epidermidis, uji aktivitas antibakteri, Uji sitotoksik, Usnea baileyi. Prosiding ini diterbitkan oleh UPT Publikasi Ilmiah Unisba. Artikel yang dikirimkan ke prosiding ini akan diproses secara online dan menggunakan double blind review minimal oleh dua orang mitra bebestari.
Articles 416 Documents
Uji Aktivitas dan Toksisitas Secara In Silico Senyawa Turunan Flavonoid pada Jeruk Bali (Citrus Maxima) sebagai Antimelanogenesis Alivia Dyanira; Taufik Muhammad Fakih; Hilda Aprilia Wisnuwardhani
Bandung Conference Series: Pharmacy Vol. 2 No. 2 (2022): Bandung Conference Series: Pharmacy
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (776.244 KB) | DOI: 10.29313/bcsp.v2i2.4705

Abstract

Abstract. Melanogenesis is the production of the pigment melanin, which is produced by cells called melanocytes. The enzyme that plays an important role in the melanin synthesis pathway is tyrosinase. Flavonoid compounds can prevent the process of melanogenesis because it contains antioxidants. Identification of flavonoids showed that grapefruit (Ctrus maxima) contains flavonoid compounds acacetin and tangeretin, rutin, eriocitrin, hespiridine, and naringenin. The purpose of this study was to test the activity of flavonoid derived compounds in grapefruit (Citrus maxima) as an antimelanogenesis candidate with tyrosinase receptors in silico. In this research, identification of physicochemical properties of flavonoid derivative test compounds using ChemBioDraw 2D software was carried out. The test compounds for flavonoid derivatives were optimized using the Gauss View software version 5.0.8 and Gaussian version 09. Then proceed to the docking simulation stage for the flavonoid derivative test compounds to the tyrosinase receptor which has been separated from its natural ligand and has been validated using the MGL Tools 1.5.6 software. has been equipped with Autodock Tools version 4.2. Based on the research results, the docking result of acacetin compound has a good affinity value compared to other compounds, namely -5.96 kcal/mol. Predicted results of acacetin toxicity have a high toxicity potential, are within the exposure threshold with a low risk of exposure and cannot cause carcinogenicity or mutagenicity. Abstrak. Melanogenesis merupakan produksi dari pigmen melanin yang diproduksi oleh sel yang disebut dengan melanosit. Enzim yang berperan penting pada jalur sintesis melanin adalah tyrosinase. Senyawa flavonoid dapat mencegah terjadinya proses melanogenesis karena terkandung antioksidan didalamnya. Identifikasi flavonoid menunjukkan dalam Jeruk bali (Citrus maxima) mengandung senyawa flavonoid acacetin dan tangeretin, rutin, eriocitrin, hespiridin, dan naringenin. Tujuan dilakukannya penelitian ini untuk menguji aktivitas senyawa turunan flavonoid pada Jeruk bali (Citrus maxima) sebagai kandidat antimelanogenesis dengan reseptor tyrosinase seacara in silico. Pada penelitian ini dilakukan identifikasi sifat fisikokimia pada senyawa uji turunan flavonoid menggunakan software ChemBioDraw 2D. Senyawa uji turunan flavonoid dilakukan optimasi menggunakan software Gauss View versi 5.0.8 dan Gaussian versi 09. Kemudian dilanjutkan ke tahap simulasi docking senyawa uji turunan flavonoid terhadap reseptor tyrosinase yang telah dipisahkan dengan ligan alaminya dan telah di validasi menggunakan software MGL Tools 1.5.6 yang telah dilengkapi dengan Autodock Tools versi 4.2. Berdasarkan hasil penelitan, hasil docking dar senyawa acacetin memiliki nilai afinitas yang baik dibandingkan dengan senyawa yang lain yaitu -5,96kcal/mol. Hasil prediksi toksisitas acacetin memiliki potensi toksisitas yang tinggi, berada dalam ambang batas paparan dengan resiko paparan yang masih rendah serta tidak dapat menyebabkan karsinogenik atau mutagenisitas.
Reaktivitas Reseptor Nmda (N-Metil-D-Aspartat) Ensefalitis terhadap Glisin-Prolin, Glisin- Prolin-Hidroksiprolin secara Uji In Silico Siti Hardianti; Taufik Muhammad Fakih; Diar Herawati
Bandung Conference Series: Pharmacy Vol. 2 No. 2 (2022): Bandung Conference Series: Pharmacy
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (452.368 KB) | DOI: 10.29313/bcsp.v2i2.4709

Abstract

Abstract. Capsule shells are generally made of gelatin from pigs or cows (Lestari et al., 2021). Gelatin is a protein derivative from collagen fibers found in skin, bone, and cartilage (Arima & Fithriyah, 2015). Gelatin contains the amino acids glycine, hydroxyproline, and proline which can affect gel formation. Glycine contains 26%, hydroxyproline 14%, and proline contains 16% (Febriana et al., 2021). According to research conducted by (Maryawan et al., 2020) in conducting safety studies between hydroxyproline compounds against NMDA receptors tested in silico, the affinity for the receptor is very strong so it has a low safety risk. So that from this study used peptide bonds derived from gelatin, namely glycine-proline, and glycine-proline-hydroxyproline (Santoso et al., 2015). This study was conducted to observe the interaction between glycine-proline, glycine-proline-hydroxyproline compounds on the NMDA receptor (N- methyl-D-aspartate) using the in silico test method, and to investigate the model of the relationship between glycine-proline-hydroxyproline and NMDA receptors. (N-methyl- D-aspartate) on the binding site.This research was carried out in several stages, namely modeling the structure of the test compound, searching for the structure of the NMDA receptor, simulating the docking between the receptor and the test compound, and analyzing the results of the docking. Based on the results of the study, it was shown that glycine-proline-hydroxyproline had a low safety risk against the binding free energy NMDA receptor (∆G) which was -117.542 kJ/mol. Abstrak. Cangkang kapsul pada umumnya terbuat dari bahan gelatin yang berasal dari babi atau pun sapi (Lestari et al., 2021). Gelatin adalah derivat protein dari serat kolagen yang terdapat pada kulit, tulang, dan tulang rawan (Arima & Fithriyah, 2015). Didalam gelatin terdapat asam amino glisin, hidrorksiprolin, dan prolin yang dapat mempengaruhi terbentuknya gel. Glisin mengandung 26%, hidroksiprolin 14%, dan prolin mengandung 16% (Febriana et al., 2021). Menurut penelitian yang telah dilakukan oleh (Maryawan et al., 2020) dalam melakukan studi keamanan antara senyawa hidroksiprolin terhadap reseptor NMDA yang diujikan secara in silico, afinitas terhadap reseptor sangat kuat sehingga memiliki resiko keamanan yang rendah. Sehingga dari penelitian ini digunakan ikatan peptida yang berasal dari gelatin yakni glisin-prolin, dan glisin-prolin- hidroksiprolin (Santoso et al., 2015). Penelitian ini dilakukan untuk mengamati adanya interaksi antara senyawa glisin-prolin, glisin-prolin-hidroksiprolin terhadap reseptor NMDA (N-metil-D- aspartat) dengan menggunakan metode uji in silico, serta menyelidiki model hubungan antara glisin-prolin-hidroksiprolin dengan reseptor NMDA (N-metil-D- aspartat) pada sisi pengikatan. Penelitian ini dilakukan dilakukan beberapa tahap yaitu pemodelan struktur senyawa uji, pencarian struktur NMDA, simulasi docking antara reseptor dan senyawa uji, dan analisis hasil docking. Berdasarkan hasil penelitian, menunjukkan bahwa glisin-prolin- hidroksiprolin memiliki resiko keamanan yang rendah terhadap reseptor NMDA energi ikatan (∆G) yaitu -117,542 kj/mol.
Penelusuran Pustaka Aktivitas Antioksidan Ekstrak Daun Cincau Hijau (Cyclea barbata Miers) dan Daun Cincau Hitam (Mesona palustris Blume) Abdurrasyid Fadhlurrahim; Livia Syafnir; Yani Lukmayani
Bandung Conference Series: Pharmacy Vol. 2 No. 2 (2022): Bandung Conference Series: Pharmacy
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsp.v2i2.4711

Abstract

Abstract. Free radicals are reactive molecules containing unpaired electrons that can trigger degenerative diseases. Antioxidants are needed as neutralizers of oxidation reactions caused by free radicals. Grass jelly is one of the plants known for its use as a food ingredient that has antioxidant activity. This study uses a literature review by reviewing several references with the aim of knowing the antioxidant activity of the two grass jelly, namely Cyclea barbata and Mesona palustris. Several studies have shown the antioxidant activity of both types of grass jelly, namely green grass jelly (Cyclea barbata Miers) and black grass jelly (Mesona palustris Blume). Judging from the extraction method and different types of solvents will produce various IC50 values. Both grass jelly has a class of compounds such as flavonoids, saponins, tannins, alkaloids and steroids. Abstrak. Radikal bebas merupakan molekul yang bersifat reaktif mengandung elektron tidak berpasangan yang dapat memicu penyakit degeneratif. Antioksidan diperlukan sebagai penetralisir dari reaksi oksidasi akibat radikal bebas. Cincau merupakan salah satu tanaman yang dikenal pemanfaatannya sebagai bahan pangan yang memiliki aktivitas antioksidan. Penelitian ini menggunakan literature review dengan mengkajian beberapa referensi dengan tujuan mengetahui aktivitas antioksidan kedua cincau yakni Cyclea barbata dan Mesona palustris. Beberapa penelitian menunjukkan adanya aktivitas antioksidan dari kedua macam jenis cincau yaitu cincau hijau (Cyclea barbata Miers) dan cincau hitam (Mesona palustris Blume). Dilihat dari metode ekstraksi dan jenis pelarut yang berbeda beda akan menghasilkan nilai IC50 yang beragam. Kedua cincau tersebut memiliki golongan senyawa seperti flavonoid, saponin, tanin, alkaloid dan steroid.
Studi Literatur Identifikasi Kandungan Babi dengan Metode Molekuler dan Metode Immunoassay Mayang Fitriani Sukma Dewi; Bertha Rusdi; Anggi Arumsari
Bandung Conference Series: Pharmacy Vol. 2 No. 2 (2022): Bandung Conference Series: Pharmacy
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (175.208 KB) | DOI: 10.29313/bcsp.v2i2.4713

Abstract

Abstract: Halal products are needed by countries with a majority Muslim population. Food products can be said to be halal because they do not contain haram ingredients and the processing method does not conflict with Islamic law. The haram ingredient that is often found in food is pork because it tastes delicious and the price is relatively cheap. One way to guarantee food originating from animals is to identify compounds derived from pigs using various methods, including molecular methods and immunoassay methods. This study was conducted using the Systematic Literature Review (SLR) method. Journal search using Google Scholar and Sciencedirect search engines with keywords identification, pork content, immunoassay, pork detection, molecular methods, pork derivative analysis. The search was limited to journals published within the last 10 years. Of the 16 journals that have been reviewed, there is 1 journal that contains immunoassay method and 15 other journals that contain molecular method. The results of the review from the 16 journals explain the detection methods used in the molecular method, namely the Polymerase Chain Reaction (PCR) method, and the Polymerase Chain Reaction Restriction Fragment Length Polymorphism (PCR-RFLP) method, in the immunoassay method, namely the Enzyme Linked Immunosorbent Assay (ELISA) method. As well as explaining the principles of the PCR, PCR-RFLP, ELISA and primers methods used to detect PRE-1, cytochrome b, and leptin genes. Abstrak: Produk halal sangat dibutuhkan oleh Negara dengan mayoritas penduduk beragama Islam. Produk pangan bisa dikatakan halal dikarenakan tidak mengandung bahan haram serta cara pengolahannya tidak bertentangan dengan syariat Islam. Bahan haram yang sering ditemukan dalam pangan yaitu babi dikarenakan rasanya yang gurih dan harganya relatif murah. Salah satu cara untuk penjaminan pangan yang berasal dari hewan yaitu dengan mengidentifikasi senyawa yang berasal dari babi dengan berbagai metode, diantaranya metode molekuler dan metode immunoassay. Studi ini dilakukan dengan metode Systematic Literature Review (SLR). Pencarian jurnal menggunakan mesin pencarian Google Cendekia dan Sciencedirect dengan kata kunci identifikasi, kandungan babi, immunoassay, deteksi babi, metode molekuler, pork derivative analysis. Pencarian dibatasi pada jurnal yang diterbitkan dalam waktu 10 tahun terakhir. Dari 16 jurnal yang telah di review, terdapat 1 jurnal yang berisi tentang metode immunoassay dan 15 jurnal lainnya berisi tentang metode molekuler. Hasil review dari ke-16 jurnal tersebut menjelaskan tentang metode deteksi yang digunakan pada metode molekuler yaitu metode Polymerase Chain Reaction (PCR), dan metode Polymerase Chain Reaction Restriction Fragment Length Polimorfism (PCR-RFLP), pada metode immunoassay yaitu metode Enzyme Linked Immunosorbent Assay (ELISA) serta menjelaskan prinsip dari metode PCR, PCR-RFLP, ELISA dan primer yang digunakan yaitu primer untuk mendeteksi gen PRE-1, sitkrom b, dan leptin.
Penelusuran Pustaka Kandungan Senyawa dari Ekstrak Kulit Pisang Raja (Musa paradisiaca var raja) dan Kulit Pisang Cavendish (Musa cavendishii) dalam Beberapa Aktivitas Farmakologi Muhammad Fadhil Safari; Vinda Maharani Patricia; Livia Syafnir
Bandung Conference Series: Pharmacy Vol. 2 No. 2 (2022): Bandung Conference Series: Pharmacy
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (577.617 KB) | DOI: 10.29313/bcsp.v2i2.4714

Abstract

Abstract. Plantain (Musa paradisiaca var raja) and cavendish banana (Musa cavendishii) is a plant that has long been used by the public as a medicinal plant. The parts of the banana plant are known to have pharmacological activity, while the banana peel is only considered waste that is thrown away after the fruit is taken. The research method used is a Systematic Literature Review with literature searches related to the pharmacological activity of the extracts of raja banana peel and cavendish banana peel. The data obtained is then displayed in tabular form and explained in paragraph form. The results showed that the extracts of plantain peel and cavendish banana peel had pharmacological activities such as antibacterial, antihyperglycemic and antioxidant. which is thought to come from the content of a class of compounds in plantain peels and cavendish banana peels such as alkaloids, phenols, flavonoids, tannins and saponins. Abstrak. Pisang raja (Musa paradisiaca var raja) dan pisang cavendish (Musa cavendishii) merupakan tanaman yang sejak dahulu sudah digunakan oleh masyarakat sebagai tanaman obat. bagian-bagian dari tanaman pisang sudah diketahui memiliki aktivitas farmakologis, sedangkan kulit pisang hanya dianggap limbah yang dibuang setelah diambil buahnya. Tujuan dari penelusuran pustaka ini adalah untuk mengetahui aktifitas farmakologi dari kandungan golongan senyawa ekstrak kulit pisang raja (Musa paradisiaca var. Raja) dan kulit pisang cavendish (Musa cavendishii). Metode penelitian yang digunakan adalah Systematic Literature Review dengan penelusuran pustaka terkait aktivitas farmakologi dari ekstrak kulit pisang raja dan kulit pisang cavendish. Data yang diperoleh kemudian ditampilkan dalam bentuk tabel dan dijelaskan dalam bentuk paragrafh. Hasil yang didapat menunjukan bahwa ekstrak kulit pisang raja dan kulit pisang cavendish memiliki aktivitas farmakologis seperti antibakteri, antihiperglikemia dan antioksidan yang diduga berasal dari kandungan golongan senyawa pada kulit pisang raja dan kulit pisang cavendish seperti alkaloid, fenol, flavonoid, tannin dan saponin.
Karakterisasi Polimer L-3,4-dyhidroxyphenylalanine (L-DOPA) sebagai Perekat Dalam Sediaan Transdermal Patch Menggunakan Metode Pelarutan Khalifatun Nisa; Diar Herawati; Ekavianty Prajatelistia
Bandung Conference Series: Pharmacy Vol. 2 No. 2 (2022): Bandung Conference Series: Pharmacy
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsp.v2i2.4715

Abstract

Abstract. Transdermal drug delivery system is one of the preparations whose route of drug administration is percutaneous to achieve a systemic effect in increasing the bioavailability and working time of the drug. One of the active substances that have low bioavailability is vitamin B1 (thiamine). Byssus from shellfish has been identified as containing the compound L-3,4-dihydroxyphenylalanine (L-DOPA). This study aims to determine how the effect of the compound L-3,4-dihydroxyphenylalanine (L-DOPA) can be used as a bioadhesive adhesive in transdermal vitamin B1 preparations that can meet pharmaceutical requirements. The results showed that the polymer L-3,4dihydroxyphenylalanine (L-DOPA) met the requirements obtained from the thickness test of 0.03-0.034 cm, weight uniformity <2%, moisture content <10%, folding resistance >300 times, sweeling 0.906%, drug content was 22.00 ± 1.081%, and penetration testing showed that formula 3 had a higher drug penetration rate, which was 9.32 ± 2.13. Abstrak. Sistem penghantaran obat transdermal merupakan salah satu sediaan yang rute pemberian obatnya secara perkutan untuk mencapai efek sistemik dalam meningkatkan bioavabilitas dan waktu kerja obat. Salah satu zat aktif yang memiliki bioavabilitas yang rendah adalah vitamin B1 (tiamin). Byssus dari kerang telah diindentifikasi mengandung senyawa L-3,4-dihidroxyphenylalanin (L-DOPA). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana pengaruh senyawa L-3,4-dihydroxyphenylalanine (L-DOPA) dapat digunakan sebagai perekat bioadhesif pada sediaan transdermal vitamin B1 yang dapat memenuhi persyaratan farmasetik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa polimer L-3,4dihydroxyphenylalanine (L-DOPA) memenuhi persyaratan didapatkan dari pengujian ketebalan 0,03-0,034 cm, keseragaman bobot <2%, kadar air <10% , ketahanan lipat >300 kali, sweeling 0,906%, kadar obat 22,00 ± 1,081 %, dan pengujian penetrasi diperoleh hasil bahwa formula 3 memiliki tingkat penetrasi obat yang lebih tinggi yaitu didapatkan 9,32 ± 2,13.
Studi Penelusuran Pustaka Hasil Telaah In Silico Aktivitas Antiviral dari Senyawa Aktif Bahan Alam terhadap Virus Corona Dandi Rustandi; Indra Topik Maulana
Bandung Conference Series: Pharmacy Vol. 2 No. 2 (2022): Bandung Conference Series: Pharmacy
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (184.944 KB) | DOI: 10.29313/bcsp.v2i2.4726

Abstract

Abstract. The Corona virus or Severe Acute Respiratory Syndrome Coronavirus 2 (SARS-CoV-2) which emerged at the end of 2019, is considered a global public health problem, because it causes high morbidity and mortality. Some potential targets of the corona virus are spike proteins, RNA dependent RNA polymerase, ACE2 and viral proteases. Indonesia is one of the countries with high biodiversity. Some examples of plants that have been tested for their medicinal properties are pomegranate, turmeric, tea, and finger roots. The chemical compounds contained in it, both in the form of secondary metabolites, macromolecules and genetics, are very potential for various benefits for mankind, especially the people of Indonesia. The purpose of this literature search is to collect data related to active compounds that have antiviral activity against SARS-CoV-2. This research was conducted by examining scientific journals obtained from Google Scholar, Taylor, Pubmed, Springer, and Science Direct. The active compounds found in pomegranate peel, turmeric, tea, justicia adhatoda leaves, and finger roots have antiviral activity from the corona virus, where these compounds have high structural stability of protein-ligand complexes and have high energy binding affinity according to with their respective protein targets. These active compounds from natural ingredients can be used as a data base that can later be used for further research on in vitro and in vivo tests. Abstrak. Virus corona atau Severe Acute Respiratory Syndrome Coronavirus 2 (SARS-CoV-2) yang muncul pada akhir tahun 2019, dianggap sebagai masalah kesehatan masyarakat global, karena menyebabkan morbiditas dan mortalitas yang tinggi. Beberapa target potensial dari virus corona adalah protein spike, RNA dependen RNA polimerase, ACE2 dan protease virus. Indonesia adalah salah satu negara yang tinggi akan keanekaragaman hayatinya. Beberapa contoh tanaman yang telah teruji khasiatnya dalam pengobatan yaitu seperti delima, kunyit, teh, dan akar jari. Senyawa kimiawi yang terkandung di dalamnya baik berupa kandungan metabolit sekunder, makromolekul maupun genetik sangat potensial untuk beragam manfaat bagi umat manusia khususnya masyarakat indonesia. Tujuan dari penelitian penelusuran pustaka ini adalah untuk mengkoleksi data terkait dengan senyawa-senyawa aktif yang memiliki aktivitas sebagai antiviral terhadap SARS-CoV-2. Penelitian ini dilakukan dengan cara menelaah jurnal-jurnal ilmiah yang didapatkan dari Google Scholar, Taylor, Pubmed, Springer, dan Science Direct. Senyawa-senyawa aktif yang terdapat pada kulit delima, kunyit, teh, daun justicia adhatoda, dan akar jari memiliki aktivitas antiviral dari virus corona, dimana senyawa-senyawa ini memiliki stabilitas struktural kompleks protein-ligan yang tinggi serta memiliki afinitas pengikatan energi yang tinggi sesuai dengan target protein masing-masing. Senyawa-senyawa aktif dari bahan alam ini bisa dijadikan sebagai data base yang nantinya dapat dilakukan untuk penelitian lebih lanjut pada uji invitro maupun invivo.
Pengembangan Obat Baru dari Senyawa Curcumin, Genistein, Lactacystin, Phloretin, Quercetin sebagai Inhibitor RNA Polimerase MTB dengan Menggunakan Metode In Silico Akmal Syihabuddin; Taufik Muhammad Fakih; Dwi Syah Fitra Ramadhan
Bandung Conference Series: Pharmacy Vol. 2 No. 2 (2022): Bandung Conference Series: Pharmacy
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (429.02 KB) | DOI: 10.29313/bcsp.v2i2.4735

Abstract

Abstract. The discovery and development of new drugs begins with detecting the target of action of the drug which is then continued with the discovery of compounds and prediction of performance based on their chemical structure using the in silico method. The purpose of this study was to determine whether curcumin, genistein, lactacystin, phloretin, and quercetin compounds have the potential to be developed into medicinal compounds that have activity as RNA polymerase inhibitors. The research method used was to determine the physicochemical properties of the test compounds, then predict pharmacological activity using the way2drug.com server, then prepare macromolecular structures using the BIOVIA Discovery Study Visualizer 2021 software. Then validate and simulate the docking method using MGL Tools 1.5.7 software. which is equipped with Autodock Tools 4.4. Then proceed with toxicity prediction using the PreAdmet server. The results obtained from this study are that the compound quercetin has the potential to be developed into a drug as an RNA polymerase inhibitor with a bond free energy value (ΔG) of -5.62 kcal/mol and an inhibition constant (Ki) of 76.40 M. This value is still higher than the natural ligand (rifampicin) with the value of free bond energy (ΔG) in the natural ligand of -10.33 kcal/mol and the value of the inhibition constant (Ki) of 26.63 nM. However, this value is good enough to bind to the receptor and this value has a fairly good inhibitory activity as an MTB RNA Polymerase inhibitor. Abstrak. Penemuan dan pengembangan obat baru dimulai dengan mendeteksi target kerja dari obat yang kemudian dialnjutkan dengan penemuan senyawa dan prediksi kinerja berdasarkan struktur kimianya menggunakan metode in silico. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui apakah senyawa curcumin, genistein, lactacystin, phloretin, dan quercetin berpotensi untuk dikembangkan menjadi senyawa obat yang memliki aktivitas sebagai inhibitor RNA Polimerase. Metode penelitian yang dilakukan yaitu penentuan sifat fisikokimia senyawa uji, kemudian prediksi aktivitas farmakologi menggunakan server way2drug.com, selanjutnya dilakukan preparasi struktur makromolekul menggunakan perangkat lunak BIOVIA Discovery Studi Visualizer 2021. Kemudian dilakukan validasi dan simulasi metode docking menggunakan perangkat lunak MGL Tools 1.5.7 yang dilengkapi dengan Autodock Tools 4.4. Kemudian dilanjutkan dengan prediksi toksisitas menggunakan server PreAdmet. Hasil yang diperoleh dari penelitian ini yaitu senyawa quercetin memiliki potensi untuk dikembangkan menjadi obat sebagai inhibitor RNA Polimerase dengan nilai energi bebas ikatan (ΔG) sebesar -5.62 kcal/mol dan nilai konstanta inhibisi (Ki) sebesar 76.40 µM. Nilai tersebut masih lebih tinggi dibandingkan dengan ligan alami (rifampisin) dengan nilai energi bebas ikatan (ΔG) pada ligan alami sebesar -10.33 kcal/mol dan nilai konstanta inhibisi (Ki) sebesar 26,63 nM. Tetapi nilai tersebut sudah cukup baik untuk berikatan dengan reseptor dan nilai tersebut memiliki aktivitas penghambatan yang cukup baik sebagai inhibitor RNA Polimerase MTB.
Kajian Pustaka Aktivitas Antibakteri dari Tanaman Nanas (Ananas Comosus L. Merr) terhadap Bakteri Escherichia Coli dan Pseudomonas Aeruginosa Rise Yantika; Lanny Mulqie; Suwendar
Bandung Conference Series: Pharmacy Vol. 2 No. 2 (2022): Bandung Conference Series: Pharmacy
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (476.364 KB) | DOI: 10.29313/bcsp.v2i2.4766

Abstract

Abstract. Infection is one of 10 diseases that are often found in hospitals. The prevalence due to pneumonia reached 14.5% and diarrhea reached 9.8%. Pseudomonas aeruginosa and Escherichia coli are gram-negative bacteria that often cause health problems and resistant to a number of antibiotics. In some cultures, pineapple plants are widely used as traditional, with this potential hoped it can be used as supporting drugs or medicinal materials for developing new drugs in the use of antibiotics. The purpose of this study are to determine the antibacterial activity of pineapple plant, that part include of the fruit, crown, core, stem, and peel, that showed antibacterial activity against Escherichia coli and Pseudomonas aeruginosa bacteria bacterias, to determine the compounds group and active compounds that have antibacterial activity. The results of the literature search showed that the diameter of the inhibition zone, % of inhibition, the value of the Minimum Inhibitory Concentration (MIC), and Minimum Bactericidal Concentration (MBC) of the pineapple plant, the fruit part, fruit crown, fruit hump, fruit stem, and fruit peel showed antibacterial activity against bacteria. Group of compound that function as antibacteria in pineapple plants are flavonoids, saponins, tannins, phenolic and alkaloids as well as active compounds that function as antibacteria and are found in pineapple plants including bromelain, ferulic acid, phytol, linalool, -terpineol, ferulic, iso-ferulic, cinnamic acid, benzoic acid, p-hydroxybenzoic acid, syringic acid, and vanillin. Abstrak. Infeksi merupakan salah satu jenis penyakit yang masuk ke dalam 10 daftar penyakit yang banyak ditemui di rumah sakit. Pervalensi akibat pneumonia mencapai 14,5% dan diare mencapai 9,8%. Bakteri Pseudomonas aeruginosa dan Escherichia coli merupakan bakteri gram negatif yang seringkali menimbulkan masalah kesehatan dan resisten pada sejumlah antibiotik. Pada beberapa budaya tanaman nanas digunakan sebagai obat tradisional, dengan adanya potensi tersebut diharapkan tanaman nanas dapat digunakan sebagai obat penunjang atau bahan obat dalam pengembangan obat baru pada penggunaan antibiotik. Tujuan penelitian ini yakni untuk mengetahui aktivitas antibakteri tanaman nanas yang meliputi buah, kulit buah, bonggol, batang, dan mahkota buah terhadap bakteri Escherichia coli dan Pseudomonas aeruginosa, dan untuk mengetahui golongan senyawa serta senyawa yang memiliki aktivitas antibakteri. Hasil penelusuran pustaka menunjukan pada diameter zona hambat, % penghambatan, nilai Konsentrasi Hambat Minimum (KHM), dan Konsentrasi Bunuh Minimum (KBM) dari tanaman nanas bagian buah, mahkota buah, bonggol, batang, dan kulit buah menunjukan aktivitas antibakteri terhadap bakteri gram negatif yakni Pseudomonas aeruginosa dan Escherichia coli. Golongan senyawa yang berfungsi sebagai antibakteri pada tanaman nanas yakni flavonoid, saponin, tanin, fenolik, dan alkaloid serta senyawa aktif yang berfungsi sebagai antibakteri dan terdapat dalam tanaman nanas meliputi bromelin, asam ferulat, fitol, linalool, α-terpineol, ferulik, iso-ferulat, asam sinamat, asam benzoate, p-asam hidroksibenzoat, asam siringat, dan vanillin.
Studi Literatur Uji Aktivitas Antidiabetes Beberapa Tanaman Famili Asteraceae secara In Vivo Zah'wa Nilam Sanrika; Ratu Choesrnia; Siti Hazar
Bandung Conference Series: Pharmacy Vol. 2 No. 2 (2022): Bandung Conference Series: Pharmacy
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (270.412 KB) | DOI: 10.29313/bcsp.v2i2.4784

Abstract

Abstract. Diabetes mellitus is a chronic disease that occurs when there is an increase in blood glucose level due to the body's inability to convert glucose into energy and endocrine disorders characterized by abnormalities in protein, lipid and carbohydrate metabolism. One of alternatives from natural ingredients that has the potential as an antidiabetic including Vernonia amygdalina Delile leaf (south african or bitter leaf), Tithonia diversifolia (Hemsl) leaf (flower moon leaf or insulin), Chromolaena odorata (L.) leaf (kiriyuh leaf), Ageratum conyzoides (L.) L (babandotan) and Artemisia absinthium L (Wormwood) leaves. The active compound suspected to have antidiabetic potential in Vernonia amygdalina Delile leaves are phytol, in Tithonia diversivolia leaves are luteolin-7-O-glucuronide, trigonelline and kaempferol, in Chromolaena odorata leaves is patchoulene, Ageratum conyzoides leaves are β-sitosterol and stigmasterol, meanwhile the leaves of Artemisia absinthium are thujone and camphene. This study was conducted to determine the antidiabetic activity of five plants in the Asteraceae family and the content of active compounds that have antidiabetic activity. The research method used is literature studies from various relevant libraries, both national and international journals published in the last 10 years. Abstrak. Diabetes melitus merupakan salah satu penyakit kronis yang terjadi ketika adanya peningkatan kadar glukosa dalam darah diakibatkan ketidakmampuan tubuh mengubah glukosa menjadi energi serta gangguan endokrin yang ditandai dengan kelainan metabolisme protein, lipid dan karbohidrat. Salah satu alternatif dari bahan alam yang berpotensi sebagai antidiabetes diantaranya yaitu daun Vernonia amygdalina Delile (daun afrika selatan atau pahit), daun Tithonia diversifolia (Hemsl) (daun kembang bulan atau insulin), daun Chromolaena odorata (L.) (daun kiriyuh), Ageratum conyzoides (L.) L (babandotan) dan daun Artemisia absinthium L (Wormwood). Senyawa aktif yang diduga berpotensi sebagai antidiabetes pada daun Vernonia amygdalina Delile yaitu phytol, pada daun Tithonia diversivolia yaitu luteolin-7-O-glucuronide, trigonelline dan kaempferol, pada daun Chromolaena odorata yaitu patchoulene, daun Ageratum conyzoides yaitu β-sitosterol dan stigmasterol, sedangkan pada daun Artemisia absinthium yaitu thujone dan camphene. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui aktivitas antidiabetes dari lima tanaman pada famili Asteraceae dan kandungan senyawa aktif yang memiliki aktivitas antidiabetes. Metode penelitian yang digunakan berupa studi literatur dari berbagai Pustaka yang relevan baik jurnal Nasional maupun Internasional terbitan 10 tahun terakhir.