cover
Contact Name
Unang arifin
Contact Email
bcsp@unisba.ac.id
Phone
+6289691247094
Journal Mail Official
bcsp@unisba.ac.id
Editorial Address
UPT Publikasi Ilmiah, Universitas Islam Bandung. Jl. Tamansari No. 20, Bandung 40116, Indonesia, Tlp +62 22 420 3368, +62 22 426 3895 ext. 6891
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Bandung Conference Series: Pharmacy
ISSN : -     EISSN : 28282116     DOI : https://doi.org/10.29313/bcsp.v2i2
Core Subject : Health, Science,
Bandung Conference Series: Pharmacy (BCSP) menerbitkan artikel penelitian akademik tentang kajian teoritis dan terapan serta berfokus pada Farmasi dengan ruang lingkup Airlock system Kanker, Alcohol, Antelmintik, Antigastritis drugs, Antioksidan, Artemia franciscana, Ascaris suum, Cacing babi (Ascaris suum Goeze), Contact Bioautography TLC, Daun cincau hijau (Cyclea barbata Miers), Daun kelor (Moringa oleifera Lam), Diabetes mellitus, DPPH Flavonoid, Fenilpropanolamin, Fermentasi, Flavonoid, Flavonol,Iles-iles, Isolasi, Lichen, Malassezia furfur, Metode Brine Shrimp Lethality Test (BSLT), Obat antidiabetes (OAD) Propionibacterium acnes, Obat tradisional, Parkia Speciosa Antibakteri, Pektin, Propionibacterium Acnes, Pseudoefedrin, Saccharomyces Cerevisiae, Spektrofotometri uv sinar tampak, Staphylococcus epidermidis, uji aktivitas antibakteri, Uji sitotoksik, Usnea baileyi. Prosiding ini diterbitkan oleh UPT Publikasi Ilmiah Unisba. Artikel yang dikirimkan ke prosiding ini akan diproses secara online dan menggunakan double blind review minimal oleh dua orang mitra bebestari.
Articles 416 Documents
Uji Aktivitas Antioksidan Sari Buah Delima Putih (Punica granatum L.) Menggunakan Metode DPPH yang Diformulasikan Menjadi Permen Jelly Eky Bagus Wahyudi; Livia Syafnir; Kiki Mulkiya Yuliawati
Bandung Conference Series: Pharmacy Vol. 2 No. 2 (2022): Bandung Conference Series: Pharmacy
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (212.377 KB) | DOI: 10.29313/bcsp.v2i2.4692

Abstract

Abstract. This study aimed to determine the secondary metabolite content of white pomegranate juice, to test the antioxidant activity of white pomegranate juice (Punica Granatum L) and white pomegranate juice jelly candy. The white pomegranate used comes from Indramayu Regency, Haurgeulis District. White pomegranate is one of the natural ingredients that have the potential as a source of natural antioxidants. White pomegranate juice was analyzed for its secondary metabolite content using phytochemical screening, the results of phytochemical screening identified alkaloids, flavonoids, phenols, tannins, and terpenoids. The antioxidant activity test used the 1,1-diphenyl-2-picrylhydrazyl (DPPH) method. Analysis of antioxidant strength by calculating the IC50 value based on the percent reduction of free radicals by the test sample. Based on the data obtained, the IC50 value of white pomegranate juice was 223.46 ppm, then the IC50 value of jelly candy was F1 1337.62 ppm, F2 835.83 ppm, F3 609.75 ppm. The results showed that as the white pomegranate juice increased, the antioxidant activity of the jelly candy increased. Abstrak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kandungan metabolit sekunder sari buah delima putih, menguji aktivitas antioksidan sari buah delima putih (Punica Granatum L) dan permen jelly sari buah delima putih. Buah delima putih yang digunakan berasal dari Kabupaten Indramayu, Kecamatan Haurgeulis. Buah delima putih merupakan salah satu bahan alam yang memilki potensi sebagai sumber antioksidan alami. Sari buah delima putih dianalisis kandungan metabolit sekundernya dengan cara skrining fitokimia, hasil skrining fitokimia terindentifikasi senyawa alkaloid, flavanoid, fenol, tanin, dan terpenoid. Pengujian aktivitas antioksidan menggunakan metode 1,1-difenil-2-pikrilhidrazil (DPPH). Analisis kekuatan antioksidan dengan menghitung nilai IC50 yang didasarkan pada persen peredaman radikal bebas oleh sampel uji. Berdasarkan data yang diperoleh nilai IC50 sari buah delima putih sebesar 223.46 ppm, lalu nilai IC50 permen jelly sebesar F1 1337.62 ppm, F2 835.83 ppm F3 609.75 ppm. Hasil penelitian menunjukan bahwa seiring bertambahnya sari buah delima putih maka aktivitas antioksidan pada permen jelly akan meningkat.
Studi Literatur Aktivitas Antidiabetes Ekstrak Daun Kersen (Muntingia calabura L.) Fazreen Dwi Putri Anggia Fazreen; Yani Lukmayani
Bandung Conference Series: Pharmacy Vol. 2 No. 2 (2022): Bandung Conference Series: Pharmacy
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (286.694 KB) | DOI: 10.29313/bcsp.v2i2.4694

Abstract

Abstract. Diabetes mellitus (DM) is a chronic condition that occurs when there is an increase in blood glucose levels from normal values. Plants that have activity in lowering blood glucose levels are cherry leaves (Muntingia calabura L.) which come from the Muntingia genus and the Muntingiaceae tribe. The purpose of this literature study is to find out how the potential of cherry leaf extract to reduce blood glucose levels as well as the active compounds that play a role and its mechanism. The method used is to search for literature from articles that have been published in National Journals and International Journals. The results of the literature study showed that cherry leaf extract had antidiabetic activity. Cherry leaves contain flavonoid compounds, tannins, terpenoids, saponins, and alkaloids with the mechanism of increasing tissue glucose absorption that works through the insulin signaling pathway. Abstrak. Diabetes mellitus (DM) adalah kondisi kronis yang terjadi bila ada peningkatan kadar glukosa dalam darah dari nilai normal. Tanaman yang memiliki aktivitas menurunkan kadar glukosa darah yaitu daun kersen (Muntingia calabura L.) yang berasal dari marga Muntingia dan suku Muntingiaceae. Tujuan dari studi literatur ini untuk mengetahui bagaimana potensi ekstrak daun kersen terhadap penurunakan kadar glukosa darah serta senyawa aktif yang berperan dan mekanismenya. Metode yang digunakan yaitu dengan mencari pustaka dari artikel yang telah dipublikasikan dalam Jurnal Nasional dan Jurnal Internasional. Hasil dari studi literatur menunjukkan bahwa ekstrak daun kersen memiliki aktivitas antidiabetes. Pada daun kersen memiliki kandungan senyawa flavonoid, tanin, terpenoid, saponin, dan alkaloid dengan mekanisme meningkatkan penyerapan glukosa jaringan yang bekerja melalui jalur pensinyalan insulin.
Studi Literatur Ekstraksi Pekti Dari Kulit Buah Naga (Hylocereus polyrhizus) Marwah; Bertha Rusdi; Diar Herawati
Bandung Conference Series: Pharmacy Vol. 2 No. 2 (2022): Bandung Conference Series: Pharmacy
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (594.262 KB) | DOI: 10.29313/bcsp.v2i2.4696

Abstract

Abstract. Pectin is a natural substance found in most plants that acts as an adhesive and maintains tissue stability. This study aims to determine the pectin extraction metodh that can be used to extract pectin from dragon fruir feel by producing an optimum yield, and to determine the advantages and disadvantages of the dragon fruit peel pectin extraction metodh. In this study, a literature review study was carried out which was taken from several research journals that had extracted pectin from dragon fruit peel using several extraction metodhs, namely conventional, microwave, and ultrasonic extraction. The results obtained from this literature review study are that using the microwave extraction metodh is able to extact pectin from dragon fruit peel by giving a higher yield of about 23%, using a small amount of solvent and using a very short extraction time. Abstrak. Pektin merupakan substansi alami yang terdapat pada sebagian besar tanaman yang berperan sebagai perekat dan menjaga stabilitas jaringan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui metode ekstraksi pektin yang dapat digunakan untuk mengekstraksi pektin dari kulit buah naga dengan menghasilkan rendemen yang optimum, serta mengetahui kelebihan dan kekurangan dari metode ekstraksi pekti kulit buah naga tersebut. Pada penelitian ini dilakukan secara studi literatur review yang diambil dari beberapa jurnal penelitian yang telah melakukan ekstraksi pektin dari kulit buah naga dengan menggunakan beberapa metode ekstraksi yaitu ekstraksi konvensional, microwave dan ultrasonic. Hasil yang diperoleh dari studi literatur review ini adalah dengan menggunakan metode ekstraksi microwave mampu mengekstraksi pektin dari kulit buah naga dengan memberikan hasi rendemen yang lebih banyak sekitar 23%, dengan menggunakan jumlah pelarut yang sedikit dan menggunakan waktu ekstraksi yang sangat singkat.
Desain Biosensor Berbasis Nanopartikel Perak untuk Deteksi Protein Hemoglobin pada Babi secara In Silico Latifa Hana Silfadani; Taufik Muhammad Fakih; Hilda Aprilia Wisnuwardhani
Bandung Conference Series: Pharmacy Vol. 2 No. 2 (2022): Bandung Conference Series: Pharmacy
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (480.693 KB) | DOI: 10.29313/bcsp.v2i2.4697

Abstract

Abstract. A product containing pork cannot be consumed by Muslims. A surface plasmon resonance (SPR) biosensor using a silver nanoparticle base was developed to analyze the hemoglobin content of porcine in silico using the molecular docking method. The variation of the thin layer system on the SPR by adding a layer of silver nanoparticles can increase the selectivity and sensitivity of the SPR biosensor. The surface of silver nanoparticles has a high sensitivity plasmon resonance spectra, so it can be used as a detector. The smaller the gibbs free bond energy (∆G), the stronger the bond stability between silver nanoparticles (AgNPs) with porcine and bovine hemoglobin protein receptors. Silver nanoparticles with an amount of 10 Ag had the lowest Gibbs free binding energy values for the two receptor proteins, -2.04 kcal/mol in porcine hemoglobin protein and -2.18 Kcal/mol in bovine. In order to function as sensors in SPR biosensors, silver nanoparticles must be more sensitive to porcine hemoglobin protein than bovine hemoglobin (∆G porcine<∆G bovine). The results of silver nanoparticles (AgNPs) which have the largest difference in Gibbs free bond energy (∆G) with porcine ∆G<∆G bovine are 3 silver nanoparticles with a difference of 0.07 So 3 Ag silver is more sensitive to pig hemoglobin receptors which can later be detected. applied as a sensor in biosensor applications. Abstrak. Suatu produk yang mengandung babi tidak dapat dikonsumsi umat muslim. Biosensor surface plasmon resonance (SPR) dengan menggunakan basis nanopartikel perak dikembangkan untuk menganalisis kandungan hemoglobin babi yang dilakukan secara in silico menggunakan metode molecular docking. Variasi sistem lapisan tipis pada SPR dengan menambahkan lapisan nanopartikel perak dapat meningkatkan selektivitas dan sensivitas biosensor SPR. Permukaan nanopartikel perak memiliki efek spektra plasmon resonansi dengan sensitivitas tinggi, sehingga bisa digunakan sebagai detektor. Semakin kecil energi ikatan bebas gibbs (∆G) maka stabilitas ikatan antara nanopartikel perak (AgNPs) dengan reseptor protein hemoglobin babi dan sapi akan semakin kuat. Nanopartikel perak dengan jumlah 10 Ag memiliki nilai energi ikatan bebas Gibbs paling rendah pada kedua protein reseptor yaitu sebesar -2,04 kcal/mol pada protein hemoglobin babi dan -2,18 Kcal/mol pada sapi. Agar dapat berfungsi sebagai sensor dalam biosensor SPR, Nanopartikel perak harus lebih sensitif dengan protein hemoglobin babi dibanding dengan hemoglobin sapi (∆G babi<∆G sapi). Hasil nanopartikel perak (AgNPs) yang memiliki selisih energi ikatan bebas Gibbs (∆G) paling besar dengan ∆G babi<∆G sapi yaitu pada 3 nanopartikel perak dengan selisih 0,07 Sehingga perak 3 Ag lebih sensitif terhadap reseptor hemoglobin babi yang nantinya dapat diaplikasikan sebagai sensor dalam aplikasi biosensor.
Penelusuran Pustaka Potensi Aktivitas Antioksidan dari Suku Malvaceae Menggunakan Metode DPPH Geofanny Mozataufika; Kiki Mulkiya Yuliawati; Livia Syafnir
Bandung Conference Series: Pharmacy Vol. 2 No. 2 (2022): Bandung Conference Series: Pharmacy
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (596.769 KB) | DOI: 10.29313/bcsp.v2i2.4698

Abstract

Abstract. Degenerative disease is a disease that is very often experienced by the elderly. Where this disease can cause death. Plants from the Malvaceae tribe can be used as treatment and prevention of degenerative diseases. This literature search aims to collect and analyze research results related to the antioxidant activity of plant parts of the Malvaceae tribe and identify compounds that contribute to producing antioxidant compounds. There are 8 types of plants belonging to the Malvaceae family scattered in West Java which have the potential to have antioxidant activity for the treatment and prevention of degenerative diseases. The most commonly used plant parts are the leaves. Fruit and fruit skin. By using the maceration extraction method and testing the antioxidant activity using the dpph method. With chemical compounds commonly found in plants of the Malvaceae tribe, namely phenolic compounds, flavonoids, and alkaloids. As for the durian plant, Durio zibenthinus has the highest antioxidant activity of 9.850 g/ml on the skin of the fruit. Abstrak. Penyakit degeneratif merupakan penyakit yang sangat sering dialami oleh usia lanjut. Dimana penyakit ini dapat menyebabkan kematian. Tanaman dari suku Malvaceae mampu dimanfaatkan sebagai pengobatan dan pencegahan penyakit degenerative karena memiliki aktivitas antioksidan. Dilakukan penelusuran pustaka ini bertujuan untuk mengumpulkan dan menganalisis hasil penelitian terkait aktivitas antioksidan dari bagian tanaman pada suku Malvaceae dan mengidentifikasi senyawa yang berkontribusi menghasilkan senyawa antioksidan. Terdapat 8 jenis tanaman suku Malvaceae yang tersebar di jawa barat yang berpotensi memiliki aktivitas antioksidan untuk pengobatan dan pencegahan penyakit degeneratif diantaranya yaitu tanaman durian, okra, rosella, coklat, pungpulutan, waru dan juga tanaman kapuk. Dengan bagian tanaman yang umum digunakan yaitu pada bagian daun. Buah, dan kulit buah. Dengan menggunakan metode ekstraksi maserasi dan pengujian aktivitas antioksidan menggunakan metode dpph. Dengan senyawa kimia yang umum terdapat pada tanaman suku Malvaceae yaitu senyawa fenol, flavonoid, dan alkaloid. Adapun pada tanaman durian (Durio zibenthinus) memiliki aktivitas antioksidan paling tinggi yaitu sebesar 9,850 µg/ml pada bagian kulit buahnya.
Uji Aktivitas In Silico Senyawa Turunan Flavonoid sebagai Antiviral (HIV) Arini Nabila Putri; Taufik Muhammad Fakih; Dina Mulyanti
Bandung Conference Series: Pharmacy Vol. 2 No. 2 (2022): Bandung Conference Series: Pharmacy
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (788.294 KB) | DOI: 10.29313/bcsp.v2i2.4699

Abstract

Abstract. Human Immunodeficiency Virus (HIV) type 1 is an HIV virus that most often attacks the human body's immunity and is easy to mutate. A total of 37.9 million people according to the World Health Organization (WHO) were infected in 2018 with high levels of mortility and morbidity. Drug search research continues to be carried out, one of which is research on HIV protease which is an enzyme that has a role in the process of cutting polyprotein chains on the gag and gag-pol sides as the formation of new viroin. Myricetin is a flavonoid compound from the chives plant (Allium tuberosum). Compound design research has been carried out, molecular tethering using Autodock software obtained the best bond-free energy value in myricetin compounds of -8.10 kcal / mol compared to curcumin compounds of -9.60 kcal / mol, previously validated to calibrate the docking method, rmsd value obtained was 1.14Å, analysis of docking results using Biovia Discovery Studio Visualizer 2021, toxicity test using the preADME website in silico against Flavonoid derivative compounds, based on toxicity tests obtained the results of myricetin with mutagenicity against ames test, are negative against the carcinogenicity of mice or rats and are toxic to algae plants. Abstrak. Human Immunodefisiensi Virus (HIV) tipe 1 adalah virus HIV yang paling sering menyerang kekebalan tubuh manusia dan mudah untuk bermutasi. Sebanyak 37,9 juta orang menurut World Health Organization (WHO) terinfeksi pada tahun 2018 dengan tingkat mortilitas dan morbiditas yang tinggi. Penelitian pencarian obat terus dilakukan salah satunya penelitian terhadap protease HIV yang merupakan enzim yang memiliki peran pada proses pemotongan rantai poliprotein pada sisi gag dan gag-pol sebagai pembentukan viroin yang baru. Myricetin merupakan senyawa flavonoid dari tumbuhan kucai (Allium tuberosum). Telah dilakukan penelitian desain senyawa, penambatan molekular menggunakan software Autodock diperoleh nilai energi bebas ikatan terbaik pada senyawa myricetin sebesar -8,10 kcal/mol dibandingkan dengan senyawa kurkumin sebesar -9,60 kcal/mol, sebelumnya dilakukan validasi untuk mengkalibrasi metode docking, nilai RMSD yang diperoleh sebesar 1,14Å, analisis hasil docking menggunakan Biovia Discovery Studio Visualizer 2021, uji toksisitas menggunakan website preADME secara in silico terhadap senyawa turunan flavonoid, berdasarkan uji toksisitas diperoleh hasil myricetin bersitas mutagen terhadap ames test, bersifat negatif terhadap karsinogenitas mencit atau tikus dan bersifat toksik terhadap tumbuhan algae.
Studi Literatur: Aktivitas Antioksidan Senyawa Bioaktif Kopi (Coffea sp.) Sellygani Budi Vaelani; Taufik Muhammad Fakih; Gita Cahya Eka Darma
Bandung Conference Series: Pharmacy Vol. 2 No. 2 (2022): Bandung Conference Series: Pharmacy
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (397.857 KB) | DOI: 10.29313/bcsp.v2i2.4700

Abstract

Abstract. Antioxidants is substances can help protect the body from free radical attacks and radical compounds that can inhibit or slow down damage due to the oxidation process. One of the natural ingredients that has a lot of antioxidant content that is quite high is coffee. The antioxidant content has been widely used for cosmetic preparations with the purpose of providing local protection to the skin. This study purpose to determine what antioxidant bioactive compounds are contained in coffee using what antioxidant test method is used and what dosage forms can be made from coffee (Cofea sp.). The Systematic Literature Review (SLR) method is used with data used in the form of national journals obtained from the screening results of 15 journals from the google schoolar portal. From the results of research, antioxidant compounds known in coffee are flavonoids, tannins, saponins, and steroids, alkaloids, triterpenoids, steroids, phenols, polyphenols and phenolic compounds, namely chlorogenic acid with the antioxidant test method used is the DPPH method (2,2-diphenyl-1- picrilhydrazyl). Obtained some dosage forms of this review are gel body scrub, cream, hand soap, foot cleansing spray, air freshener, therapeutic aroma, lipbalm and peel off gel mask. Keywords: Antioxidants, Coffee, Compounds, Dosage Abstrak. Antioksidan merupakan salah satu substansi yang dapat membantu melindungi tubuh dari serangan radikal bebas maupun senyawa radikal yang dapat menghambat atau perlambatan kerusakan akibat proses oksidasi. Salah satu bahan alam yang memiliki banyak kandungan antioksidan yang cukup tinggi yaitu kopi. Kandungan antioksidan telah banyak digunakan untuk sediaan kosmetik dengan tujuan memberikan perlindungan lokal pada kulit. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui senyawa bioaktif antioksidan apakah yang terdapat dalam kopi dengan menggunakan metode uji antioksidan apa yang digunakan dan bentuk sediaan apa saja yang dapat dibuat dari kopi (Cofea sp.). Digunakan metode Systematic Literature Review (SLR) dengan data yang digunakan berupa jurnal nasional yang diperoleh dari hasil screening sejumlah 15 jurnal dari portal google schoolar. Dari hasil penelitian senyawa antioksidan yang diketahui pada kopi adalah flavonoid, tannin, saponin, steroida, alkaloid, triterpenoid, fenol, polifenol dan senyawa fenolik yaitu asam klorogenat dengan metode uji antioksidan yang digunakan adalah metode DPPH (2,2-difenil-1- pikrilhidrazil). Diperoleh juga beberapa bentuk sediaan berupa scrub, gel scrub badan, krim, sabun cuci tangan, foot sanitizer spray, pengharum ruangan, aroma terapi, lipbalm dan masker gel peel off.
Studi Literatur Potensi Beberapa Ekstrak Tumbuhan Mengandung Katekin sebagai Antihipertensi Nurul Susanti; Sri Peni Fitrianingsih; Fetri Lestari
Bandung Conference Series: Pharmacy Vol. 2 No. 2 (2022): Bandung Conference Series: Pharmacy
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (746.294 KB) | DOI: 10.29313/bcsp.v2i2.4701

Abstract

Abstract. High blood pressure or hypertension is one of the risks of cardiovascular disease with a high prevalence of death. Hypertension is a condition in which blood pressure exceeds its normal value, namely systolic blood pressure of more than 140 mmHg and diastolic blood of more than 90 mmHg. There are compounds in plant extracts such as palm oil (Elaeis guineensis), red pine (Pinus densiflora Sieb. et Zucc), boysenberry (Rubus ursinus), tea (Camellia sinensis) and almond (Terminallia catappa) namely catechins that have potential to lower blood pressure by mechanisms such as ACEI (Angiotensin Converting Enzyme Inhibitor). The research was conducted using a systematic literature review method in reputable journals using the keyword “Antihypertensive”, “Catechin as Antihypertensive”, “Catechin” and “Catechin as Angiotensin Converting Enzyme Inhibitor”. The results of the literarute show that there are plant part that contain catechin compunds, namely leaves, bark, and seeds that have the potential to reduce blood pressure by inhibiting ACE (Angiotensin Converting Enzyme). Abstrak. Tekanan darah tinggi atau hipertensi merupakan salah satu risiko penyakit kardiovaskular dengan prevalensi kematian yang cukup tinggi. Hipertensi merupakan kondisi dimana tekanan darah melebihi nilai normalnya yaitu tekanan darah sistolik lebih dari 140 mmHg dan tekanan darah diastolik lebih dari 90 mmHg. Terdapat senyawa dalam ekstrak tumbuhan seperti kelapa sawit (Elaeis guineensis), pinus merah (Pinus densiflora Sieb. et Zucc), boysenberry (Rubus ursinus), teh (Camellia sinensis), dan almond (Terminallia catappa) yaitu katekin yang memiliki potensi menurunkan tekanan darah dengan mekanisme seperti ACEI (Angiotensin Converting Enzyme Inhibitor). Penelitian dilakukan dengan metode Systematic Literature Review (SLR) pada jurnal bereputasi dengan menggunakan kata kunci “Antihypertensive”, “Catechin”, “Catechin as Antihypertensive”, dan “Catechin as Angiotensin Converting Enzyme Inhibitor”. Hasil penelusuran literatur menunjukkan bahwa terdapat bagian-bagian tumbuhan yang mengandung senyawa katekin yakni daun, kulit kayu, kulit batang dan biji yang berpotensi menurunkan tekanan darah dengan menghambat ACE (Angiotensin Converting Enzyme).
Uji In-Silico Aktivitas Antikanker Kolorektal Senyawa Organosulfur Bawang Putih (Allium sativum L.) terhadap Protein Target COX-2 Muhammad Fillah; Diar Herawati; Taufik Muhammad Fakih
Bandung Conference Series: Pharmacy Vol. 2 No. 2 (2022): Bandung Conference Series: Pharmacy
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1157.508 KB) | DOI: 10.29313/bcsp.v2i2.4703

Abstract

Abstract. Colorectal cancer is cancer that grows in the colon (large intestine) or in the lower colon that is connected to the rectum. Colorectal anticancer compounds are found in the garlic plant (Allium sativum L.) which contains organosulfur compounds. The COX-2 receptor is a receptor that plays an important role in anticancer activity. The purposa of this study was to prove based on in-silico study whether the organosulfur compounds cloud be used as a colorectal anticancer candidate. The identification of the physicochemical properties of organosulfur compounds was carried out using ChemBioDraw 2D software. The organosulfur compound was optimized using Gauss View software version 5.0.8 and Gaussian version 09. Then proceed to the docking simulation to COX-2 receptor which has been separated from its natural ligand validation of molecular docking system was carried out using MGL Tools version 1.5.6 software which has been equipped with Autodock Tools version 4.2. The result showed that S-Allylmercaptoglutathione compound had a better affinity than the other six organosulfur compounds to COX-2. The S-Allylmercaptoglutathione compound obtained a bond free energi value of -7,53 kcal/mol and the value of the inhibition constant (Ki) was 3,01 µM. According toxicity test results, S-Allylmercaptoglutathione has a high potential for toxicity, with a low risk of exposure and does not cause carcinogenicity or mutagenicity. The S-Allylmercaptoglutathione compound is not better than its natural ligand S58. Where the natural ligand S58 has a free energy value of -10,73 kcal/mol and an inhibition constant (Ki) of 0,0137 µM. It can be concluded that the S-Allylmercaptoglutathione test compound cannot be used as a colorectal anticancer candidate, because it does not have anticancer activity. Abstrak. Kanker Kolorektal merupakan kanker yang pertumbuhannya terjadi di kolon (usus besar) atau di usus besar bagian bawah yang terhubung ke rektum (anus). Senyawa antikanker kolorektal ditemukan dalam tanaman bawang putih (Allium sativum L.) yang mengandung senyawa organosulfur. Reseptor COX-2 adalah reseptor yang berperan penting dalam antikanker kolorektal. Tujuan dilakukannya penelitian ini untuk membuktikan secara in-silico ­senyawa organosulfur dapat dijadikan sebagai kandidat antikanker kolorektal. Pada penelitian ini dilakukan identifikasi sifat fisikokimia pada senyawa organosulfur menggunakan software ChemBioDraw 2D. Senyawa organosulfur dilakukan optimasi menggunakan software Gauss View versi 5.0.8 dan Gaussian versi 09. Kemudian dilanjutkan ke tahap simulasi docking senyawa uji organosulfur terhadap reseptor COX-2 yang telah dipisahkan dengan ligan alaminya dan telah di validasi menggunakan software MGL Tools versi 1.5.6 yang telah dilengkapi dengan Autodock Tools versi 4.2. Berdasarkan hasil penelitian, hasil docking senyawa S-Allylmercaptoglutathione memiliki afinitas lebih baik dibandingkan dengan keenam senyawa organosulfur lainnya. Senyawa S-Allylmercaptoglutathione diperoleh nilai energi bebas ikatan yaitu -7,53 kcal/mol dan nilai konstanta inhibisi (Ki) 3,01 µM. Hasil prediksi toksisitas S-Allylmercaptoglutathione memiliki potensi toksisitas yang tinggi, dengan risiko paparan yang rendah serta tidak menyebabkan karsinogenik atau mutagenisitas. Senyawa S-Allylmercaptoglutathione tidak lebih baik dibandingkan ligan alaminya. Dimana ligan Alami S58 memiliki nilai energi bebas ikatan yaitu -10,73 kcal/mol dan nilai konstanta inhibisi (Ki) 0,0137 µM. Maka dapat disimpulkan bahwa senyawa uji S-Allylmercaptoglutathione tidak dapat dijadikan sebagai kandidat antikanker kolorektal, karena tidak memiliki aktivitas antikanker.
Tinjauan Pustaka Metode Analisis Senyawa Hidrokuinon dalam Sediaan Krim Shifa Fudjayanti; Bertha Rusdi; Farendina Suarantika
Bandung Conference Series: Pharmacy Vol. 2 No. 2 (2022): Bandung Conference Series: Pharmacy
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsp.v2i2.4704

Abstract

Abstract. Whitening creams are in great demand by Indonesian women, but not all whitening creams use safe additives such as hydroquinone. Hydroquinone is an active ingredient that can control uneven pigment production to reduce or inhibit melanin formation. The use of hydroquinone in cosmetics should not exceed 0.02%. This study aims to determine the content and amount of hydroquinone (HQ) in facial whitening cream preparations on the market. Hydroquinone levels were tested using quantitative analytical methods such as High Performance Liquid Chromatography (HPLC), High Performance Thin Layer Chromatography-Densitometry (TLC-D), UV/Vis Spectrophotometry and Voltammetry. . Based on the measurement results, the validation parameters of each method that have been developed can be compared based on the accuracy value of 98.30-100%, precision of 0.81-0.97%, specific, LOD 0.14, LOQ 0.46 and linearity 0.9999, the best method is UVDS. Of all the samples that have been studied all positive contain hydroquinone. Abstrak. Krim pemutih sangat diminati oleh wanita indonesia, tetapi tidak semua krim pemutih menggunakan bahan tambahan yang aman contohnya hidrokuinon. Hidroquinon merupakan bahan aktif yang dapat mengontrol produksi pigmen yang tidak rata untuk mengurangi atau menghambat pembentukan melanin. Penggunaan hidroquinon dalam kosmetik tidak boleh lebih dari 0,02%. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui adanya kandungan dan jumlah kadar hidrokuinon (HQ) pada sediaan krim pemutih wajah yang beredar di pasaran. Pengujian kadar hidrokuinon dilakukan dengan menggunakan metode analisis kuantitatif seperti Kromatografi Cair Kinerja Tinggi (KCKT), Kromatografi Lapis Tipis Kinerja Tinggi-Densitometri (KLTKT-D), Spektrofotometri UV/Vis dan Voltametri. . Berdasarkan hasil pengukuran, parameter validasi dari setiap metode yang sudah dikembangkan dapat dibandingkan berdasarkan nilai akurasi 98.30-100%, presisi 0.81-0.97%, spesifik, LOD 0.14, LOQ 0.46 dan linearitas 0.9999, metode yang paling baik yaitu UVDS. Dari semua sampel yang telah diteliti semuanya positif mengandung hidrokuinon.