cover
Contact Name
Unang arifin
Contact Email
bcsp@unisba.ac.id
Phone
+6289691247094
Journal Mail Official
bcsp@unisba.ac.id
Editorial Address
UPT Publikasi Ilmiah, Universitas Islam Bandung. Jl. Tamansari No. 20, Bandung 40116, Indonesia, Tlp +62 22 420 3368, +62 22 426 3895 ext. 6891
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Bandung Conference Series: Pharmacy
ISSN : -     EISSN : 28282116     DOI : https://doi.org/10.29313/bcsp.v2i2
Core Subject : Health, Science,
Bandung Conference Series: Pharmacy (BCSP) menerbitkan artikel penelitian akademik tentang kajian teoritis dan terapan serta berfokus pada Farmasi dengan ruang lingkup Airlock system Kanker, Alcohol, Antelmintik, Antigastritis drugs, Antioksidan, Artemia franciscana, Ascaris suum, Cacing babi (Ascaris suum Goeze), Contact Bioautography TLC, Daun cincau hijau (Cyclea barbata Miers), Daun kelor (Moringa oleifera Lam), Diabetes mellitus, DPPH Flavonoid, Fenilpropanolamin, Fermentasi, Flavonoid, Flavonol,Iles-iles, Isolasi, Lichen, Malassezia furfur, Metode Brine Shrimp Lethality Test (BSLT), Obat antidiabetes (OAD) Propionibacterium acnes, Obat tradisional, Parkia Speciosa Antibakteri, Pektin, Propionibacterium Acnes, Pseudoefedrin, Saccharomyces Cerevisiae, Spektrofotometri uv sinar tampak, Staphylococcus epidermidis, uji aktivitas antibakteri, Uji sitotoksik, Usnea baileyi. Prosiding ini diterbitkan oleh UPT Publikasi Ilmiah Unisba. Artikel yang dikirimkan ke prosiding ini akan diproses secara online dan menggunakan double blind review minimal oleh dua orang mitra bebestari.
Articles 412 Documents
UJI SITOTOKSIK EKSTRAK DAN FRAKSI BIJI PETAI CINA (LEUCAENA LEUCOCEPHALA (LAM.) DE WIT) DENGAN METODE BRINE SHRIMP LETHALITY TEST (BSLT) Muhammad Jihad Wibawa Putra; Sri Peni Fitrianingsih; Siti Hazar
Bandung Conference Series: Pharmacy Vol. 3 No. 2 (2023): Bandung Conference Series: Pharmacy
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsp.v3i2.9105

Abstract

Kanker merupakan salah satu penyakit yang menyebabkan kematian karena pertumbuhan sel yang abnormal pada sel tubuh manusia. Pada tahun 2018, terjadi peningkatan pengidap kanker di Indonesia sebesar 1,8% per 1000 penduduk dibandingkan tahun 2013 yakni 1,4% per 1000 penduduk. Sudah beragam metode pengobatan antikanker yang digunakan dan salah satunya berasal dari bahan alam. Tanaman petai cina (Leucaena leucocephala (Lam.) de Wit) merupakan salah satu tanaman yang dipercaya memiliki beberapa keuntungan dalam mengobati beberapa penyakit, salah satunya yaitu sebagai antikanker. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui nilai LC50 dari ekstrak dan fraksi biji petai cina (Leucaena leucocephala (Lam.) de Wit) terhadap hewan uji larva udang Artemia franciscana Kellogg. dengan metode Brine Shrimp Lethality Test (BSLT). Digunakan konsentrasi 1000 ppm, 500 ppm, 100 ppm, 50 ppm, dan 10 ppm sebagai kelompok uji untuk setiap ekstrak dan fraksi biji petai cina dan 0 ppm sebagai kontrol negatif berupa DMSO 2%, lalu dilakukan pengamatan mengenai kematian larva udang selama 24 jam. Hasil nilai LC50 yang didapatkan menunjukkan adanya aktivitas sitotoksik karena memiliki nilai LC50 kurang dari 1000 ppm dengan nilai LC50 ekstrak etanol, fraksi air, fraksi etil asetat, dan fraksi n-heksana berturut-turut sebesar 157,543 ppm, 345,939 ppm, 147,979 ppm, dan 204,975 ppm. Cancer is a disease that causes death due to abnormal cell growth in human body cells. In 2018, there was an increase in cancer patients in Indonesia by 1.8% per 1000 population compared to 2013, which was 1.4% per 1000 population. Various anticancer treatment methods have been used and one of them comes from natural materials. Chinese petai plant (Leucaena leucocephala (Lam.) de Wit) is one of the plants that is believed to have several advantages in treating several diseases, one of which is as an anticancer. The purpose of this study was to determine the LC50 value of the extract and fraction of Chinese petai seeds (Leucaena leucocephala (Lam.) de Wit) against Artemia franciscana Kellogg. shrimp larvae using Brine Shrimp Lethality Test (BSLT) method. Concentrations of 1000 ppm, 500 ppm, 100 ppm, 50 ppm, and 10 ppm were used as test groups for each extract and fraction of Chinese petai seeds and 0 ppm as a negative control in the form of 2% DMSO, then observations were made about the death of shrimp larvae for 24 hours. The results of the LC50 value obtained indicate the presence of cytotoxic activity because it has an LC50 value of less than 1000 ppm with the LC50 value of ethanol extract, water fraction, ethyl acetate fraction, and n-hexane fraction respectively 157,543 ppm, 345,939 ppm, 147,979 ppm, and 204,975 ppm.
Penelusuran Pustaka Tanaman yang Berpotensi Membantu Mengatasi Gangguan Fungsi Ginjal Gina Untari Arifin Arifin; Kiki Mulkiya Yuliwati; Indra Topik Maulana
Bandung Conference Series: Pharmacy Vol. 3 No. 2 (2023): Bandung Conference Series: Pharmacy
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsp.v3i2.9108

Abstract

Abstrak. Penyakit ginjal menjadi permasalahan kesehatan masyarakat di dunia yang memiliki prevalensi yang terus meningkat, prognosis yang terus memburuk, serta membutuhkan biaya pengobatan yang tinggi, sehingga lebih dipilih terapi dengan penggunaan obat, tetapi penggunaan obat sintetis dapat menimbulkan berbagai efek samping dan resistensi bagi tubuh. Terapi atau pengobatan alternatif yang menjadi pilihan dalam menangani penyakit gangguan fungsi ginjal adalah dengan menggunakan tanaman obat yang berpotensi membantu mengatasi gangguan fungsi ginjal. Tujuan penelitian ini adalah untuk melakukan penelusuran pustaka mengenai tanaman yang memiliki potensi membantu mengatasi gangguan fungsi ginjal. Metode penelitian dilakukan dengan menggunakan Systematic Literature Review (SLR). Hasil penelurusan pustaka ini didapatkan 8 ekstrak tanaman, tanaman tersebut berupa Cecropia pachystachya, kombinasi Zea mays L. Hair (corn silk/rambut jagung) dan Anredea cordifolia (Ten.) Steenis, Eurycoma longifolia, Aloe barbadensis, kombinasi Petroselinum sativum, Eruca sativa, dan Curcuma longa, yang dapat digunakan untuk mengatasi penyakit gagal ginjal kronis, yang ditandai dengan penurunan kadar urea yang berkisar antara 10,17 – 77,51% dan penurunan kadar kreatinin yang berkisar antara 10,05 – 71,67%. Abstract. Kidney disease is a public health problem in the world that has an increasing prevalence, a worsening prognosis, and requires high treatment costs, so therapy with the use of drugs is preferred, but the use of synthetic drugs can cause various side effects and resistance to the body. Therapy or alternative medicine that is an option in dealing with kidney function disorders is to use medicinal plants that have the potential to help overcome kidney function disorders. The purpose of this study was to conduct a literature search on plants that have the potential to help overcome kidney function disorders. The research method was conducted using Systematic Literature Review (SLR). The results of this library search obtained 8 plant extracts, the plant is in the form of Cecropia pachystachya, a combination of Zea mays L. Hair (corn silk) and Anredea cordifolia (Ten.) Steenis, Eurycoma longifolia, Aloe barbadensis, a combination of Petroselinum sativum, Eruca sativa, and Curcuma longa, which can be used to treat chronic kidney failure, which is characterized by a decrease in urea levels ranging from 10.17 – 77.51% and a decrease in creatinine levels ranging from 10.05 – 71.67%.
UJI AKTIVITAS ANTIJAMUR EKSTRAK ETANOL KULIT BUAH PETAI (PARKIA SPECIOSA HASSK.) TERHADAP PERTUMBUHAN CANDIDA ALBICANS DAN MICROSPORUM GYPSEUM Luzhny Azzahra; Lanny Mulqie; Ratu Choesrina
Bandung Conference Series: Pharmacy Vol. 3 No. 2 (2023): Bandung Conference Series: Pharmacy
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsp.v3i2.9118

Abstract

Abstract. Petai plant (Parkia speciosa Hassk.) is known to contain metabolite compounds that can be developed to treat several diseases, one of which is antifungal. This study aims to determine the antifungal activity of ethanol extract of petai fruit peel (Parkia speciosa Hassk.) against the growth of Candida albicans and Microsporum gypseum, and determine the value of the inhibition zone in ethanol extract of petai fruit peel (Parkia speciosa Hassk.) against the growth of Candida albicans and Microsporum gypseum. The method used was agar diffusion (wells). The concentrations of the extracts tested were 1, 5, 10, 15, and 20%. The positive control used was ketoconazole 2% and the negative control was DMSO. The results of the calculation of the average zone of inhibition of ethanol extract of petai fruit peel against Candida albicans at concentrations of 1, 5, 10, 15, and 20% were 13,9; 15,5; 17,6; 18,9; and 20,3 mm, respectively. The results of the calculation of the inhibition zone of ethanol extract of petai fruit peel against Microsporum gypseum at concentrations of 1, 5, 10, 15, and 20% were 17,5; 19,8; 18,6; 23,7; and 26,6 mm, respectively. The results showed that ethanol extract of petai fruit peel (Parkia speciosa Hassk.) has antifungal activity with the formation of an inhibition zone around the wells. Abstrak. Tanaman petai (Parkia speciosa Hassk.) diketahui memiliki kandungan senyawa metabolit yang dapat dikembangkan untuk mengobati beberapa penyakit, salah satunya antijamur. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas antijamur ekstrak etanol kulit buah petai (Parkia speciosa Hassk.) terhadap pertumbuhan Candida albicans dan Microsporum gypseum, serta mengetahui nilai zona hambat pada ekstrak etanol kulit buah petai (Parkia speciosa Hassk.) terhadap pertumbuhan Candida albicans dan Microsporum gypseum. Metode yang digunakan adalah difusi agar (sumuran). Konsentrasi ekstrak yang diuji yaitu 1, 5, 10, 15, dan 20%. Kontrol positif yang digunakan yaitu ketokonazol 2% dan kontrol negatif yaitu DMSO. Hasil perhitungan rata-rata zona hambat ekstrak etanol kulit buah petai terhadap Candida albicans pada konsentrasi 1, 5, 10, 15, dan 20% berturut-turut sebesar 13,9; 15,5; 17,6; 18,9; dan 20,3 mm. Hasil perhitungan zona hambat ekstrak etanol kulit buah petai terhadap Microsporum gypseum pada konsentrasi 1, 5, 10, 15, dan 20% berturut-turut sebesar 17,5; 19,8; 18,6; 23,7; dan 26,6 mm. Dari hasil penelitian menunjukkan ekstrak etanol kulit buah petai (Parkia speciosa Hassk.) memiliki aktivitas antijamur dengan terbentuknya zona hambat disekitar sumuran.
Formulasi Sediaan Parfum Dengan Kombinasi Minyak Atsiri Jeruk Manis (Citrus sinesis), Kenanga (cananga ordata), Melati (jasminum sp), dan Kayu Manis (Cinnamomun burmanni) Nida Afida; Esti Sahdiyah; Gita Cahya Eka Dharam
Bandung Conference Series: Pharmacy Vol. 3 No. 2 (2023): Bandung Conference Series: Pharmacy
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsp.v3i2.9120

Abstract

Abstrak. Tuntutan akademik pada mahasiswa dan ketidaksiapan untuk menghadapinya dapat membuat mahasiswa mengalami kondisi stress. Stres dalam ranah pendidikan akan berdampak pada motivasi belajar atau penurunan prestasi akademik. Pemberian parfum memiliki tujuan sebagai salah satu alternatif untuk mengurangi stres. Penelitian ini bertujuan untuk menggabungkan minyak atsiri jeruk manis (citrus sinensis), ylang-ylang (cananga odorata), melati (jasminum sp), dan kayu manis (cinnamomun burmanni) sebagai sediaan parfum. Hasil penelitian menunjukkan bahwa parfum dengan campuran minyak atsiri jeruk manis 1 mL, melati 1,325 mL, kenanga 0,15 mL dan kayu manis 0,025 mL memiliki organoleptik bening, homogen dan bebas partikel dengan wangi yang tahan lama. Perbedaan konsentrasi kombinasi minyak atsiri dan penggunaan pelarut memberikan perbedaan pada kejernihan parfum. Kata kunci: minyak atsiri jeruk manis, ylang-ylang, melati dan kayu manis
UJI EFEKTIVITAS EKSTRAK ETANOL DAN FRAKSI AIR BUAH LEUNCA (Solanum nigrum L.) SEBAGAI BIOLARVASIDA TERHADAP LARVA NYAMUK PENYEBAB FILARIASIS (Culex sp) Ariel Dhafa Rais; Esti Rachmawati Sadiyah; Kiki Mulkiya Yuliawati
Bandung Conference Series: Pharmacy Vol. 3 No. 2 (2023): Bandung Conference Series: Pharmacy
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsp.v3i2.9123

Abstract

Abstract. Filariasis infects more than 1.3 billion people in 72 countries. The number of clinical cases of filariasis in Indonesia based on cumulative data until 2013 was found to be 12,714 cases. The disease is transmitted by Culex sp mosquitoes as the main vector. One of the plants that can be utilised as a larvicide is black nightsade (Solanum nigrum L.) which contains glycoalkaloids in young fruit that are toxic. The purpose of this study was to determine the larvicidal effectiveness of extracts and water fractions of leunca fruit against Culex sp, Extraction was carried out using a cold method, namely maceration with solvents used 96% ethanol and liquid-liquid extraction (LLE) using a separating funnel. the concentration of extracts of 0,05%, 0.1%, 0.2%, 0,5%, 1%, and 2% of leunca fruit were used in larvacidal test and larva death was observed at larvae at 1 hour, 4 hours, 8 hours, 12 hours and 24 hours observation, respectivelyThe LC50 (Lethal Concentration) results of ethanol extract obtained were 0.0035% and water fraction 0.0983%. It can be concluded that the ethanol extract of leunca fruit showed active toxicity against test animals and the water fraction was not effective. Keywords: Solanum nigrum, Larvicide, Culex sp, Lethal Concentration (LC50) Abstrak. Penyakit filariasis menginfeksi lebih dari 1,3 miliar penduduk di 72 negara. Jumlah kasus klinis filariasis di Indonesia berdasarkan data kumulatif sampai tahun 2013 ditemukan sejumlah 12.714 kasus. Penyakit ini ditularkan nyamuk Culex sp sebagai vektor utamanya. Salah satu tanaman yang dapat dimanfaatkan sebagai larvasida adalah tanaman leunca (Solanum nigrum L.) yang mengandung glikoalkaloid pada buah muda yang besifat racun. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui efektivitas larvasida ekstrak etanol dan fraksi air buah terhadap Culex sp, dilakukan ekstraksi menggunakan cara dingin yaitu maserasi dengan pelarut yang digunakan etanol 96% dan fraksi ekstraksi cair cair (ECC) menggunakan corong pisah. Konsentrasi ekstrak berturut turut 0,05%, 0,1%, 0,2%, 0,5%, 1%, dan 2% buah leunca yang paling efektif untuk membunuh larva Culex sp pada pengamatan 1 jam, 4 jam, 8 jam, 12 jam dan 24 jam. Hasil LC50 (Lethal Concentration) ekstrak etanol dan fraksi air berturut-turut sebesar 0,0035% dan fraksi air 0,0983%. Dapat disimpulkan bahwa ekstrak etanol buah leunca memiliki toksisitas kriteria aktif terhadap hewan uji sedangkan fraksi air tidak efektif. Kata Kunci: Solanum nigrum, Larvasida, Culex sp, Lethal Concentration (LC50)
Uji Aktivitas Antibakteri Daun Kirinyuh (Chromolaena odorata (L) R.M. King & H.Rob) Terhadap Bakteri Staphylococcus epidermidids dan Escherichia coli serta Penetapan Kadar Fenol Total Novia Nur Islamiati; Yani Lukmayani; Umi Yuniarni
Bandung Conference Series: Pharmacy Vol. 3 No. 2 (2023): Bandung Conference Series: Pharmacy
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsp.v3i2.9124

Abstract

Diabetes melitus merupakan gangguan metabolik yang diatandai dengan meningkatnya kadar gula darah. Komplikasi kronis dari diabetes melitus salah satunya adalah ulkus diabetikum. Ulkus merupakan luka yang terjadi karena adanya kelainan pada saraf, pembuluh darah dan infeksi. Bakteri yang dapat menginfeksi ulkus diabetikum salah satunya adalah bakteri Staphylococcus epidermidis dan Escherichia coli. Salah satu tumbuhan yang berpotensi menghambat pertumbuhan bakteri adalah tumbuhan kirinyuh (Chromolaena odorata (L.) R.M. King & H.Rob). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas antibakteri ekstrak daun kirinyuh terhadap bakteri Staphylococcus epidermidis dan bakteri Escherichia coli serta kandungan senyawa fenol total yang terdapat pada ekstrak daun kirinyuh. Metode yang digunakan dalam pembuatan ekstrak yaitu dengan metode maserasi menggunakan pelarut etanol 70%. Pengujian aktivitas antibakteri dengan metode sumuran dengan variasi konsentrasi ekstrak 5%, 10%, 15% dan 20%. Hasil pengujian aktivitas antibakteri menunjukan aktivitas antibakteri pada bakteri Staohylococcus epidermidis 1.083 mm zona hambat dikategorikan lemah karena kurang dari 5 mm namun tidak terdapat hambatan pada bakteri Escherichia coli. Kadar fenol total yang terkandung dalam ekstrak daun kirinyuh sebesar 1075 mgGAE/g. Diabetes mellitus is a metabolic disorder characterized by in creased blood sugar levels. One of the chronic complications of diabetes melitus is diabetic uclers. Uclers are wound that occur due to abnormalities in the nerves, blood vessels and infection. One of the bacteria that can infect diabetic uclers is Staphylococcus epidermidis and Escherichia coli bacteria. One of the plants that has the potential to inhibit bacterial growth is the kirinyuh plant (Chromolaena odorata (L.) R.M King & H.Rob). This study aims to determine the antibacterial activity of kirinyuh leaf extract against Staphylococcus epidermidis and Escherichia coli bacteria as well as the total phenolic compounds contained in kirinyuh leaf extract. The method used in making the extract is by maceration method using 70% ethanol solvent. Testing the antibacterial activity with the well method with variations in extract concentrations of 5%, 10%, 15% and 20%. The results of the antibacterial activity test showed antibacterial activity on the Staohylococcus epidermidis 1,083 mm zone of inhibition which was categorized as weak because it was less than 5 mm but there were no barriers to Escherichia coli bacteria. The total phenol content contained in kirinyuh leaf extract was 1075 mgGAE/g
Kajian Literatur Potensi Penerapan Teknologi Plasma pada Kain Pembalut Luka Guna Meningkatkan Penyerapan Minyak Atsiri Nilam (Pogostemon cablin Benth.) Kamilah Ratna Khalidah; Gita Cahya Eka Darma; Fetri Lestari
Bandung Conference Series: Pharmacy Vol. 3 No. 2 (2023): Bandung Conference Series: Pharmacy
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsp.v3i2.9130

Abstract

Wound dressings are bandages used to protect wounds and help absorb fluids that come out of the wound. This literature review was conducted to determine the potential of applying plasma technology to wound dressings which would then be followed by the addition of patchouli essential oil (Pogostemon cablin Benth.) to produce wound dressings that have wound closure activity. This study aims to determine the potential for increasing the absorption of patchouli essential oil in wound dressings treated with plasma. This research was conducted using the Study Literature Review (SLR) method from several scientific articles on the application of plasma technology to fabric materials. The results of this study indicate that the application of plasma technology to various types of fabric materials shows the potential to increase the absorption of active ingredients from nature. So that the application of plasma technology has the potential to be applied to wound dressings to increase the absorption of patchouli essential oil (Pogostemon cablin Benth.). Pembalut luka adalah kain pembalut yang digunakan untuk melindungi luka dan membantu menyerap cairan yang keluar dari luka. Kajian literatur ini dilakukan untuk mengetahui potensi penerapan teknologi plasma pada kain pembalut luka yang kemudian akan dilanjutkan dengan penambahan minyak atsiri nilam (Pogostemon cablin Benth.) sehingga dihasilkan pembalut luka yang memiliki aktivitas penutupan luka. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui potensi peningkatan penyerapan minyak atsiri nilam pada kain pembalut luka yang diberi perlakuan plasma. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode Study Literature Review (SLR) dari beberapa artikel ilmiah tentang penerapan teknologi plasma pada material kain. Hasil dari kajian ini menunjukkan bahwa penerapan teknologi plasma pada berbagai jenis material kain menunjukkan adanya potensi peningkatan penyerapan bahan aktif dari alam. Sehingga penerapan teknologi plasma berpotensi untuk diterapkan pada kain pembalut luka guna meningkatkan penyerapan minyak atsiri nilam (Pogostemon cablin Benth.).
Uji Aktivitas Daun Sirsak (Annona Muricata L.) Pada Reseptor Beta Adrenergic Sebagai Antihipertensi Secara In Silico Galand Febrial Akbar; Taufik Muhammad Fakih; Bertha Rusdi
Bandung Conference Series: Pharmacy Vol. 3 No. 2 (2023): Bandung Conference Series: Pharmacy
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsp.v3i2.9132

Abstract

Abstract. Hypertension is a condition where arterial blood pressure is persistently elevated. Hypertension therapy can be treated with several groups of drugs. One of the targets of hypertension treatment is beta-1 adrenergic receptors. Phenol and acetogenin compounds in soursop leaves are reported to have antihypertensive effects in vivo. This study aims to prove in silico that phenol and acetogenin compounds in soursop leaves have potential as antihypertensives. Docking simulation of test compounds against test receptors (beta adrenergic) using MGLTools 1.5.6 software equipped with Autodock Tools version 4.2. Based on the results of the study, the docking results of goniothalamicin compounds have better affinity among the four other test compounds. The goniothalamicin compound from soursop leaves has the best free energy of bonding (ΔG) value among other test compounds which is -8.39 kcal/mol. The toxicity prediction results of goniothalamicin compounds are not classified as toxic compounds so they are safe to use. The conclusion of this study is that the test compound goniothalamicin has the potential as a candidate compound for antihypertensive treatment. Abstrak. Hipertensi merupakan suatu kondisi dimana tekanan darah arteri meningkat secara terus-menerus. Terapi hipertensi dapat diobati dengan beberapa kelompok golongan obat. Salah satu target pengobatan hipertensi adalah reseptor beta-1 adrenergik. Senyawa fenol dan asetogenin dalam daun sirsak dilaporkan memiliki efek antihipertensi secara in vivo. Penelitian ini bertujuan membuktikan secara in silico senyawa fenol dan asetogenin pada daun sirsak berpotensi sebagai antihipertensi. Simulasi docking senyawa uji terhadap reseptor uji (beta adrenergik) menggunakan software MGLTools 1.5.6 yang dilengkapi Autodock Tools versi 4.2. Berdasarkan hasil penelitian, hasil docking senyawa goniothalamicin memiliki afinitas yang lebih baik diantara keempat senyawa uji senyawa lainnya. Senyawa goniothalamicin dari daun sirsak mempunyai nilai energi bebas ikatan (ΔG) yang paling baik diantara senyawa uji lainnya yaitu sebesar -8,39 kcal/mol. Hasil prediksi toksisitas senyawa goniothalamicin tidak tergolong senyawa yang toksik sehingga aman digunakan. Maka kesimpulan dari penelitian ini yaitu senyawa uji goniothalamicin berpotensi sebagai kandidat senyawa pengobatan antihipertensi.
PROFIL PASIEN ANTIHIPERTENSI PADA PASIEN RAWAT INAP DENGAN PREEKLAMPSIA DI SALAH SATU RUMAH SAKIT DAERAH LEMBANG Isti Elvina Azzahra; Umi Yuniarni; Ratu Choesrina
Bandung Conference Series: Pharmacy Vol. 3 No. 2 (2023): Bandung Conference Series: Pharmacy
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsp.v3i2.9136

Abstract

Abstract. Hypertension can be defined as high blood pressure and was checked at least 3 times at different times, with systolic blood pressure values ≥140 mmHg and distolic blood pressure ≥90 mmHg, in women over 20 weeks gestation, and characterized by the presence of proteinuria. This study aims to determine the profile of patients hospitalized with preeclampsia who are given antihypertensive drugs in one of the Lembang regional hospitals. The study was conducted with descriptive observations, namely by collecting data retrospectively, by recording patient medical record data with the main diagnosis of preeclampsia. Samples were taken by consecutive sampling method, the method took samples that met the inclusion criteria. The inclusion criteria of this study were inpatients of pregnant women with a diagnosis of preeclampsia who received oral antihypertensive drugs with complete medical record data. From this study, it was found that the profile of patients hospitalized with preeclampsia in the inpatient installation of one of the hospitals in the Lembang area occurred mostly in the age range of 26-35 years as much as 48%. Abstrak. Hipertensi dapat didefinisikan sebagai tekanan darah tinggi dan diperiksa minimal 3 kali pada waktu yang berbeda, dengan nilai tekanan darah sistol ≥140mmHg dan tekanan darah distol ≥90 mmHg, dialami ibu hamil pada usia kehamilan diatas 20 minggu, dan ditandai dengan adanya proteinuria. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui profil pasien rawat inap dengan preeklampsia yang diberikan obat antihipertensi di salah satu rumah sakit daerah Lembang. Penelitian dilakukan dengan deskriptif observasional yaitu dengan mengumpulkan data secara retrospektif, dengan mencatat data rekam medik pasien dengan diagnosa utama preeklampsia. Sampel diambil dengan metode consecutive sampling, metode tersebut mengambil sampel yang memenuhi kriteria inklusi. Kriteria inklusi penelitian ini adalah pasien rawat inap ibu hamil dengan diagnosa preeklampisa yang mendapatkan obat antihipertensi oral dengan data rekam medis yang lengkap. Dari penelitian ini didapatkan hasil profil pasien rawat inap dengan preeklampsia di instalasi rawat inap salah satu rumah sakit di daerah Lembang paling banyak terjadi pada umur rentang 26-35 tahun sebanyak 48%.
UJI AKTIVITAS ANTIBAKTERI EKSTRAK ETANOL DAUN BELUNTAS (Pluchea indica (L.) Less) TERHADAP BAKTERI PENYEBAB KARIES GIGI (Streptococcus mutans) salma rahmawati; Vinda Maharani Patricia; Siti Hazar
Bandung Conference Series: Pharmacy Vol. 3 No. 2 (2023): Bandung Conference Series: Pharmacy
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsp.v3i2.9139

Abstract

Abstract. Dental caries is one of the disease that occur in the oral cavity and can lead to an excessive increase in bacteria within the untreated oral cavity. The main bacteria responsible for causing dental caries is Streptococcus mutans. This aims of this study is ti determine the antibacterial activity to ethanol extract from beluntas leaves against Streptococcus mutans bacteria. The antibacterial testing method employed was the agar diffusion method with various concentration variations. The results of the testing revealed that the test extract could inhibit Streptococcus mutans bacteria within the concentration range of 40-100 % (w/v), with the highest inhibitory effect observed at 100% concentration, yielding a diameter of 23,25 mm. Abstrak. Karies gigi merupakan salah satu penyakit yang terjadi di rongga mulut yang dapat menyebabkan terjadinya peningkatan jumlah bakteri yang berlebih di dalam rongga mulut yang tidak terawat. Bakteri yang berperan utama dalam menyebabkan karies gigi yaitu Streptococcus mutans. Penelitian ini dilakukan bertujuan mengetahui aktivitas antibakteri dari ekstrak etanol daun beluntas terhadap bakteri Streptococcus mutans. Metode pengujian antibakteri yang dilakukan adalah menggunakan metode difusi agar sumuran dengan berbagai variasi konsentrasi. Hasil pengujian didapatkan pada ekstrak uji dapat menghambat bakteri Streptococcus mutans pada rentang konsentrasi 40-100% (b/v) dengan daya hambat paling besar didapatkan oleh konsentrasi 100% dengan diameter 23,25 mm.