cover
Contact Name
Unang arifin
Contact Email
bcsp@unisba.ac.id
Phone
+6289691247094
Journal Mail Official
bcsp@unisba.ac.id
Editorial Address
UPT Publikasi Ilmiah, Universitas Islam Bandung. Jl. Tamansari No. 20, Bandung 40116, Indonesia, Tlp +62 22 420 3368, +62 22 426 3895 ext. 6891
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Bandung Conference Series: Pharmacy
ISSN : -     EISSN : 28282116     DOI : https://doi.org/10.29313/bcsp.v2i2
Core Subject : Health, Science,
Bandung Conference Series: Pharmacy (BCSP) menerbitkan artikel penelitian akademik tentang kajian teoritis dan terapan serta berfokus pada Farmasi dengan ruang lingkup Airlock system Kanker, Alcohol, Antelmintik, Antigastritis drugs, Antioksidan, Artemia franciscana, Ascaris suum, Cacing babi (Ascaris suum Goeze), Contact Bioautography TLC, Daun cincau hijau (Cyclea barbata Miers), Daun kelor (Moringa oleifera Lam), Diabetes mellitus, DPPH Flavonoid, Fenilpropanolamin, Fermentasi, Flavonoid, Flavonol,Iles-iles, Isolasi, Lichen, Malassezia furfur, Metode Brine Shrimp Lethality Test (BSLT), Obat antidiabetes (OAD) Propionibacterium acnes, Obat tradisional, Parkia Speciosa Antibakteri, Pektin, Propionibacterium Acnes, Pseudoefedrin, Saccharomyces Cerevisiae, Spektrofotometri uv sinar tampak, Staphylococcus epidermidis, uji aktivitas antibakteri, Uji sitotoksik, Usnea baileyi. Prosiding ini diterbitkan oleh UPT Publikasi Ilmiah Unisba. Artikel yang dikirimkan ke prosiding ini akan diproses secara online dan menggunakan double blind review minimal oleh dua orang mitra bebestari.
Articles 416 Documents
Formulasi Basis Masker Mata Hidrogel sebagai Metode Penghantaran Sediaan Antioksidan Gery Umami; Gita Cahya Eka Darma; Mentari Luthfika Dewi
Bandung Conference Series: Pharmacy Vol. 2 No. 2 (2022): Bandung Conference Series: Pharmacy
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (206.305 KB) | DOI: 10.29313/bcsp.v2i2.4139

Abstract

Abstract. Premature aging is the process of skin aging that occurs faster than the time. Premature aging of the skin under the eyes can occur faster from exposure to UV rays, so one way to remedy this problem is to use a hydrogel eye mask as a method of delivering antioxidant preparations. The aim of this study was to find out how the formulation of a hydrogel eye mask base has good physical characteristics and is expected to provide information about the hydrogel eye mask base formulation and its evaluation to overcome the aging process that manifests in the skin under the eye area. In this study, the sodium alginate base used was with variations in concentration with 3 formulas. In formula 1 sodium alginate used is 2% (F1), formula 2 is 2.5% (F2) and formula 3 is 3% (F3), after that the hydrogel base is evaluated. Based on evaluation, a sodium alginate concentration of 2.5% in F2 is the optimum concentration with good physical characteristics. Abstrak. Penuaan dini adalah proses penuaan kulit yang terjadi lebih cepat dari waktunya. Penuaan dini pada kulit area bawah mata dapat terjadi lebih cepat karena adanya paparan radiasi sinar UV, sehingga salah satu cara untuk mengatasi masalah tersebut yaitu dengan menggunakan masker mata hidrogel sebagai metode penghantaran sediaan antioksidan. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui bagaimana formulasi basis masker mata hidrogel yang memiliki karakteristik fisik yang baik serta diharapkan dapat memberikan informasi mengenai formulasi basis masker mata hidrogel dan evaluasinya untuk mengatasi terjadinya proses aging yang bermanifestasi pada kulit area bawah mata. Pada penelitian ini basis natrium alginat yang digunakan yaitu dengan variasi konsentrasi 3 formula. Pada formula 1 natrium alginat yang digunakan sebesar 2% (F1), formula 2 sebesar 2,5% (F2) dan formula 3 sebesar 3% (F3), setelah itu basis hidrogel dilakukan evaluasi. Berdasarkan hasil evaluasi basis, konsentrasi natrium alginat sebesar 2,5% pada F2 merupakan konsentrasi optimum dengan karakteristik fisik yang baik.
Studi Pengetahuan Masyarakat Kecamatan Tanjung Pandan Kabupaten Belitung Terkait Suplemen atau Vitamin yang Dapat Menunjang Imunitas pada Masa Pandemi Covid-19 Sri wahyuningsih; Suwendar; Sri Peni Fitrianingsih
Bandung Conference Series: Pharmacy Vol. 2 No. 2 (2022): Bandung Conference Series: Pharmacy
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (546.907 KB) | DOI: 10.29313/bcsp.v2i2.4144

Abstract

Abstract. Covid-19 is an infectious disease caused by SARS-CoV-2, a type of coronavirus. Covid-19 is categorized as a pandemic. During a pandemic, many people flock to buy vitamins that can increase immunity. Some people do not have enough knowledge about the vitamins they buy. In this study, a study was conducted on the knowledge of the people of Tanjung Pandan sub-district regarding the supplements or vitamins they bought during Covid-19 using descriptive analysis with a prospective study approach. The number of respondents was taken using the Slovin formula according to the exclusion and inclusion criteria. The sampling technique used was the Non Probability Sampling technique, namely quota sampling. Furthermore, the distribution of questionnaires that have been tested for validity and reliability with Google Forms is carried out. Then data processing using Google Spreadsheet program, Microsoft excel 2016, and Statistical Products and Solution Services. From these data, it was found that almost all the people of the Tanjung Pandan sub-district understand about supplements or vitamins that can support immunity during the Covid-19 pandemic and there are no factors that greatly affect the knowledge of the people of the Tanjung Pandan sub-district. Abstrak. Covid-19 adalah suatu penyakit menular yang disebabkan oleh SARS-CoV-2, salah satu jenis koronavirus. Covid-19 dikategorikan sebagai pandemi. Pada saat pandemi banyak masyarakat yang berbondong-bondong membeli vitamin yang dapat meningkatkan imunitas. Beberapa masyarakat belum mempunyai pengetahuan yang cukup mengenai vitamin yang mereka beli. Pada penelitian ini dilakukan studi pengetahuan masyarakat kecamatan Tanjung Pandan mengenai suplemen atau vitamin yang mereka beli pada saat Covid-19 menggunakan analisis deskriptif dengan pendekatan studi prospektif. Jumlah responden diambil dengan rumus slovin sesuai dengan kriteria eksklusi dan inklusi. Teknik pengambilan sampel menggunakan teknik Non Probability Sampling yaitu Sampling kuota. Selanjutnya dilakukan penyebaran kuesioner yang telah dilakukan uji validitas dan realibilitas dengan Google Formulir. Kemudian pengolahan data menggunakan program Google Spreadshet, Microsoft excel 2016, dan Statistical Products and Solution Services. Dari data tersebut didapatkan hasil bahwa hampir seluruh masyarakat kecamatan Tanjung Pandan paham mengenai suplemen atau vitamin yang dapat menunjang imunitas pada masa pandemi Covid-19 dan tidak ada faktor yang sangat berpengaruh pada pengetahuan masyarakat kecamatan Tanjung Pandan.
Kajian Pustaka Efek Farmakologi Daun Srikaya (Annona squamosa L.) Alpha Cindy Elora; Siti Hazar; Sri Peni Fitrianingsih
Bandung Conference Series: Pharmacy Vol. 2 No. 2 (2022): Bandung Conference Series: Pharmacy
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (373.788 KB) | DOI: 10.29313/bcsp.v2i2.4147

Abstract

Abstract. Medicinal plants are plants that one or all parts of the plant contain active substances that are efficacious for health and can be used as a healer of disease. One of the plants that has long been used and used as a traditional medicine is srikaya (Annona squamosa L.). Annona squamosa L. is one of the medicinal plants which is claimed to be beneficial for human health. A review of the literature on this plant needs further research to find various pharmacologycal effects. Chemical exploration for candied leaf extract was reported and contained many complex active phytochemicals. These secondary metabolites are important to further explore pharmacologycal effects. The extracted leaves of Annona squamosa L. have been identified as having antibacterial, antioxidant, anticholesterol, antipyretic, and antianthelmintic properties. This literature review emphasizes the systematic investigation of Annona squamosa L. in its pharmacologycal effects, which can be a source of impotence for a variety of human disorders. The results showed that there were 5 pharmacological effects of the leaf extract, namely antibacterial, antioxidant, anticholesterol, antipyretic, and antianthelmintic. Abstrak. Tanaman obat yaitu tanaman yang salah satu atau seluruh bagian pada tumbuhan tersebut mengandung zat aktif yang berkhasiat bagi kesehatan dan dapat dimanfaatkan sebagai penyembuh penyakit. Salah satu tanaman yang telah lama dimanfaatkan dan digunakan sebagai obat tradisional yaitu srikaya (Annona squamosa L.). Annona squamosa L. merupakan salah satu tanaman obat yang diklaim bermanfaat bagi kesehatan manusia. Kajian pustaka tentang tanaman ini perlu penelitian lebih lanjut untuk menemukan berbagai efek farmakologis. Eksplorasi kandungan kimia ekstrak daun srikaya dilaporkan dan mengandung berbagai fitokimia aktif yang kompleks. Metabolit sekunder ini penting untuk mengeksplorasi efek farmakologi lebih lanjut. Daun Annona squamosa L. yang telah diekstraksi telah diidentifikasi memiliki khasiat sebagai antibakteri, antioksidan, antikolesterol, antipiretik, dan antianthelmintik. Tinjauan pustaka ini menekankan penyelidikan sistematis Annona squamosa L. dalam efek farmakologis, yang bisa menjadi sumber impoten untuk berbagai gangguan manusia. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat 5 efek farmakologi dari ekstrak daun ini yaitu antibakteri, antioksidan, antikolesterol, antipiretik, dan antianthelmintik.
Studi Literatur Aktivitas Antidiabetes Biji Mahoni (Swietenia mahagoni (L.) Jacq.) Siti Winda Munawwaroh; Sri Peni Fitrianingsih; Ratu Choesrina
Bandung Conference Series: Pharmacy Vol. 2 No. 2 (2022): Bandung Conference Series: Pharmacy
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (178.469 KB) | DOI: 10.29313/bcsp.v2i2.4159

Abstract

Abstract. Diabetes mellitus is a chronic disease that occurs when there is an increase in blood glucose levels beyond normal limits. Diabetes mellitus is known as the silent killer because sufferers often go unnoticed. The prevalence of diabetes mellitus from year to year always increases, this shows the need for serious attention in handling the disease. Handling diabetes can be done using traditional medicine by utilizing medicinal plants. Mahogany (Swietenia mahagoni (L.) Jacq.) is reported to have a pharmacological effect as an antidiabetic. Mahogany seeds contain saponins, flavonoids, alkaloids, terpenoids, anthraquinones, cardiac glycosides, and volatile oils. Mahogany seeds contain swietenine. The purpose of this literature study was to determine the antidiabetic activity of mahogany seeds and to find out the compounds in it which have antidiabetic properties. The results obtained from this literature study show that mahogany seeds have antidiabetic activity as seen from the decrease in blood glucose levels in the range of 37 – 128 mg/dL. In mahogany seeds there are several groups of compounds, namely alkaloids, flavonoids, tannins, saponins, steroids and terpenoids and there is an active compound that acts as an antidiabetic, namely swietenine. Abstrak. Diabetes melitus merupakan suatu penyakit kronis yang terjadi ketika terjadi peningkatan kadar glukosa dalam darah melebihi batas normal. Diabetes melitus dikenal sebagai silent killer karena sering kali tidak disadari oleh para penderitanya. Prevalensi penyakit diabetes melitus dari tahun ke tahun selalu mengalami peningkatan, hal ini menunjukkan perlunya perhatian yang serius dalam penanganan penyakit tersebut. Penanganan diabetes dapat dilakukan dengan menggunakan obat tradisional dengan memanfaatkan tanaman obat berkhasiat. Mahoni (Swietenia mahagoni (L.) Jacq.) dilaporkan memiliki efek farmakologi sebagai antidiabetes. Biji mahoni mengandung saponin, flavonoid, alkaloid, terpenoid, antrakuinon, glikosida jantung, dan minyak volatile. Dalam biji mahoni sendiri terdapat kandungan swietenine. Tujuan dari penelitian studi literatur ini adalah untuk mengetahui bagaimana aktivitas antidiabetes dari biji mahoni serta mengetahui senyawa di dalamnya yang berkhasiat sebagai antidiabetes. Hasil yang diperoleh dari penelitian studi literatur ini menujukkan bahwa biji mahoni memiliki aktivitas sebagai antidiabetes dilihat dari terjadinya penurunan kadar glukosa di dalam darah pada rentang 37 – 128 mg/dL. Dalam biji mahoni terdapat beberapa golongan senyawa yaitu alkaloid, flavonoid, tanin, saponin, steroid dan terpenoid serta terdapat senyawa aktif yang berperan sebagai antidiabetes yaitu swietenine.
Penelusuran Pustaka Senyawa Aktif dan Mekanisme Aksi Aktivitas Antimikroba Ekstrak Daun Sirih (Piper betle L.) terhadap Mikroorganisme Penyebab Gangguan Kesehatan Gigi dan Mulut Rosa Afriliani; Indra Topik Maulana; Reza Abdul Kodir
Bandung Conference Series: Pharmacy Vol. 2 No. 2 (2022): Bandung Conference Series: Pharmacy
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (280.815 KB) | DOI: 10.29313/bcsp.v2i2.4160

Abstract

Abstrak. Daun sirih (Piper betle L.) banyak dimanfaatkan sebagai obat tradisional dikalangan masyarakat, salah satunya untuk pengobatan gangguan kesehatan gigi dan mulut. Air rebusannya bisa menghilangkan bau mulut dan untuk kumur-kumur. Penelusuran pustaka ini bertujuan untuk mengetahui senyawa aktif dan mekanisme aksi daun sirih sebagai antimikroba terhadap mikroorganisme penyebab gangguan kesehatan gigi dan mulut. Jenis penelitian yang dilakukan adalah Systematic Literature review (SLR) dengan menggunakan metode diagram prisma. Hasilnya diketahui bahwa senyawa aktif Allypyrocatechol dan Hydroxychavicol berperan sebagai antimikroba, mekanisme aktivitas antimikroba ekstrak daun sirih sangat beragam yaitu terhadap E. coli dengan mengikat dan membelah DNA sehingga bakteri terbunuh, terhadap S. gordonii dengan menghancurkan dinding sel bakteri, terhadap S. intermedius dan S. mutans dengan mengganggu dan merusak membran sel serta menghambat pembentukan biofilm, terhadap S. sanguinis dengan memblokir aktivitas enzim MurA dan terhadap C. albicans dengan merusak DNA jamur. Mekanisme antimikroba yang paling dominan adalah penghambatan dinding sel oleh Allypyrocatechol. Aktivitas antimikroba yang paling kuat yaitu terhadap bakteri Streptococcus sanguinis dengan MIC sebesar 39,1 µg/mL. Abstract. Betle leaf (Piper betle L.) widely used as traditional medicine among the community, one of which is for the treatment of dental and oral health disorders. The boiledwater can eliminate bad breath and for gargles. Library search aims to determine the active compounds and mechanisms of action of betle leaves as antimicrobials against microorganisms that cause dental and oral health disorders. The type of research carried out is Systematic Literature review (SLR) using the prism diagram method. The results are known that the active compounds Allypyrocatechol and Hydroxychavicol act as antimicrobials, the mechanism of antimicrobial activity of betle leaf extract is very diverse, namely against E. coli by binding and splitting DNA so that bacteria are killed, against S. gordonii by destroying the cell walls of bacteria, against S. intermedius and S. mutans by disrupting and damaging cell membranes and inhibiting the formation of biofilms, against S. sanguinis by blocking the activity of the enzyme MurA and against C. albicans by damaging the DNA of fungi. The most dominant antimicrobial mechanism is the inhibition of the cell wall by Allypyrocatechol. The strongest antimicrobial activity is against the bacterium Streptococcus sanguinis with a MIC of 39.1 μg / mL.
Studi Literatur Aktivitas Senyawa Aktif Antibakteri Madu terhadap Methicillin-Resistant Staphylococcus aureus (MRSA) Herlan Azzahra Salsabila; Suwendar; Sri Peni Fitrianingsih
Bandung Conference Series: Pharmacy Vol. 2 No. 2 (2022): Bandung Conference Series: Pharmacy
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (166.043 KB) | DOI: 10.29313/bcsp.v2i2.4163

Abstract

Abstract. The incidence of antibiotic resistance can be caused by various things, including the use of antibiotics without a prescription. To overcome this, new alternative antibacterial compounds from natural sources are needed. One of the natural sources in question is honey. The research was conducted using a literature review method from articles and research journals that have been published nationally and internationally. The purpose of this literature study was to examine the antibacterial activity of honey against Methicillin-Resistant Staphylococcus aureus (MRSA) and to determine the active compounds in honey that have activity against these bacteria. The inclusion criteria for data collection were journals in Indonesian or English, fully accessible, and having the keywords "Methicillin-Resistant Staphylococcus aureus" "Honey" "Anti bacterial Effect" "Active Compound of Honey". The exclusion criteria were review articles, scientific articles that could not be fully accessed. After passing the screening article review stage, 9 articles were obtained the inclusion criteria that could be studied further. From the results of the literature study, it was found that honey has the potential to inhibit the growth of Methicillin-Resistant Staphylococcus aureus (MRSA) by means of the active compounds in honey in the form of hydrogen peroxide, methylglioxal, methyl syringate and leptosperin which have antibacterial properties against Methicillin-Resistant Staphylococcus aureus (MRSA). Abstrak. Kejadian resistensi antibiotik dapat disebabkan oleh berbagai hal, diantaranya adalah penggunaan antibiotik tanpa resep. Untuk mengatasi hal ini diperlukan senyawa antibakteri alternatif baru dari sumber alami. Salah satu sumber alami yang dimaksud ialah madu. Penelitian dilakukan dengan metode systematic literature review dari artikel maupun jurnal penelitian yang telah dipublikasikan secara nasional maupun internasional. Tujuan studi literatur ini adalah mengkaji adanya aktivitas anti bakteri madu terhadap Methicillin-Resistant Staphylococcus aureus (MRSA) dan mengetahui senyawa aktif pada madu yang memiliki aktivitas terhadap bakteri tersebut. Kriteria inklusi pengambilan data adalah jurnal berbahasa indonesia atau bahasa inggris, dapat diakses lengkap, dan memiliki kata kunci “Senyawa Aktif” “Antibakteri”, “Madu”, “Methicillin-Resistant Staphylococcus aureus”. Kriteria ekslusi berupa artikel review dan artikel ilmiah yang tidak bisa diakses full text. Setelah melewati tahapan skrining artikel review, diperoleh sebanyak 9 artikel yang memenuhi kriteria inklusi untuk dikaji secara lebih lanjut. Dari hasil studi literatur didapatkan bahwa madu berpotensi menghambat pertumbuhan Methicillin-Resistant Staphylococcus aureus (MRSA) dengan kandungan senyawa aktif pada madu berupa hidrogen peroksida, methylglioxal, methyl syringate dan leptosperin yang memiliki sifat antibakteri terhadap Methicillin-Resistant Staphylococcus aureus (MRSA).
Pengetahuan Masyarakat Desa Cikole Lembang Kecamatan Kabupaten Bandung Barat pada Swamedikasi dalam Mengatasi Penyakit Gastritis Shifa Fadillah Indreswari Puja; Suwendar; Umi Yuniarni
Bandung Conference Series: Pharmacy Vol. 2 No. 2 (2022): Bandung Conference Series: Pharmacy
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (336.351 KB) | DOI: 10.29313/bcsp.v2i2.4170

Abstract

Abstract. Public knowledge of disease is important for achieving a better quality of life so that they will care and comply with drug identification, so that errors do not occur, in dealing with health problems or medication errors. Understanding of performing an act of self-medication of disease is very necessary because the slightest mistake made by the patient will be fatal and even death. Based on the survey results, in general, people are more likely to do self-medication if they feel a health symptom. Such as, influenza, fever, diarrhea, ulcers (gastritis) and others, with only minimal educational knowledge and information. light. The perceived benefits of self-medication include drugs that are easy to obtain because they are sold freely in stalls, pharmacies and drug stores. Without having to attach a doctor's prescription. Thus, the cost of treatment is cheaper. According to information, disease data from the Cikole Community Health Center in Lembang District shows that the disease occupies the top 6 every month (Cikole Public Health Center, 2021). The purpose of this study was to determine the extent of understanding of the community in Cikole Village, Lembang District in identifying the right drug, using descriptive research methods through questionnaires. which are often used are Antacids (91.1%), tablet dosage forms (66.6%) and in the use of gastritis drugs and their storage are in the good category (86.43%). Abstrak. Pengetahuan masyarakat terhadap penyakit merupakan hal penting untuk tercapainya kualitas kehidupan yang lebih baik sehingga akan peduli dan patuh terhadap identifikasi obat, agar tidak terjadi kesalahan dalam menangani masalah kesehatan atau medication error. Pemahaman melakukan suatu tindakan swamedikasi penyakit sangatlah diperlukan karena kesalahan sedikit saja yang dilakukan penderita akan berakibat fatal bahkan kematian. Berdasarkan hasil survei pada umumnya masyarakat lebih cenderung melakukan swamedikasi apabila merasakan suatu gejala kesehatan. Seperti, influenza, demam, diare, maag (gastritis) dan lainnya, dengan hanya berbekal pengetahuan edukasi dan informasi yang minim. swamedikasi merupakan penggunaan obat oleh seseorang untuk pengobatan diri sendiri berdasarkan diagnosa gejala sendiri, tanpa berkonsultasi dengan dokter biasanya dilakukan dalam mengatasi keluhan penyakit ringan. keuntungan yang dirasakan dari swamedikasi obat mudah didapat karena dijual bebas diwarung, Apotek dan toko obat. tanpa harus dilampirkan resep dokter. Sehingga, biaya berobatpun lebih murah. Menurut informasi data penyakit dari Puskesmas Cikole Kecamatan lembang bahwa penyakit gastritis setiap bulannya menempati 6 besar (Puskesmas Cikole, 2021). Tujuan penelitian ini untuk mengetahui sejauh mana pemahaman masyarakat Desa Cikole Kecamatan lembang dalam mengidentifikasi obat yang tepat, dengan menggunakan metode penelitian deskriptif. dan penyebaran melalui kuesioner, dari hasil penelitian disimpulkan bahwa pengetahuan masyarakat Desa Cikole pada swamedikasi penyakit gastritis termasuk kategori baik (90,79%) obat yang sering digunakan adalah golongan Antasida (91,1%), bentuk sediaan tablet (66,6%) dan dalam penggunaan obat gastritis dan penyimpanannya termasuk kategori baik (86,43%).
Studi Literatur Tanaman yang Memiliki Potensi terhadap Penyembuhan Luka Akut Khaerunnisa; Indra Topik Maulana; Esti Rachmawati Sadiyah
Bandung Conference Series: Pharmacy Vol. 2 No. 2 (2022): Bandung Conference Series: Pharmacy
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (178.027 KB) | DOI: 10.29313/bcsp.v2i2.4173

Abstract

Abstract. Wound is a condition characterized by damage to body tissue, damage to body tissue can involve connective tissue, muscles, skin, nerves and tearing of blood vessels which will interfere with the body's hemostasis. Wound healing process consists of various complex processes to restore tissue integrity. During this process, blood clots, acute and chronic inflammatory responses, neovascularization, cell proliferation and apoptosis occur. This literature study aims to examine the potential of various types of plants that can accelerate wound healing and examine the mechanism of action of secondary metabolites in plants that play a role in the wound healing process from several articles. Leaves of red andong (Cordyline fruticosa) (L) A.Chev; Ixora coccinea root; papaya stem (Carica papaya); Ficus deltoidea leaves; neem leaves (Azadirachta indica A. Juss); javan bark (Lannea coromandelica); and betadine leaf (Jatropha muitifida linn) has a class of compounds that play a role in the wound healing process, namely alkaloids, flavonoids, saponins and tannins which have antiseptic, astringent, anti-inflammatory, antioxidant and antibacterial potential. Abstrak. Luka merupakan suatu keadaan yang ditandai dengan terjadinya kerusakan pada jaringan tubuh, kerusakan jaringan tubuh dapat melibatkan jaringan ikat, otot, kulit syaraf dan robeknya pembuluh darah yang akan mengganggu hemeostatis tubuh. Proses penyembuhan luka terdiri dari berbagai proses yang kompleks untuk mengembalikan integritas jaringan. Selama proses ini terjadi pembekuan darah, respon inflamasi akut dan kronis, neovaskularisasi, proliferasi sel hingga apoptosis. Studi literatur ini bertujuan untuk mengkaji potensi berbagai jenis tanaman yang dapat mempercepat penyembuhan luka serta mengkaji mekanisme kerja senyawa metabolit sekunder dalam tanaman yang berperan dalam proses penyembuhan luka dari beberapa artikel. Daun andong merah (Cordyline fruticosa) (L) A.Chev; akar Ixora coccinea; batang pepaya (Carica papaya); daun Ficus deltoidea; daun mimba (Azadirachta indica A. Juss); kulit kayu jawa (Lannea coromandelica); dan daun betadine (Jatropha muitifida linn) memiliki golongan senyawa yang berperan pada proses penyembuhan luka yaitu alkaloid, flavonoid, saponin dan tannin yang memiliki potensi antiseptik, astringen, antiinflamasi, antioksidan dan antibakteri).
Penelusuran Pustaka Potensi Akitivitas Faramakologi dari Rambut Jagung (Corn Silk) Devinur Rahmawati; Indra Topik Maulana; Yani Lukmayani
Bandung Conference Series: Pharmacy Vol. 2 No. 2 (2022): Bandung Conference Series: Pharmacy
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsp.v2i2.4186

Abstract

Abstract. Corn silk is a waste from corn plants. This part of the plant is widely used empirically for medication. This study aims to determine the pharmacological activity of corn silk extract. The research method used is a systematic literature review with literature searches on pharmacological activities that have been carried out in the laboratory. The results of a literature search show that it has pharmacological activities such as gout, hypertension, diabetic, and photoaging. Polysaccharides in corn silk can inhibit xanthine oxidase. Flavonoids in corn silk can reduce uric acid production by inhibiting xanthine oxidase activity, stimulating insulin activation so that it can reduce blood sugar levels and inhibit Angiotensin Converting Enzym (ACE) activity. Phyto Peptides in corn silk can lower systolic blood pressure by inhibiting Angiotensin Converting Enzym (ACE). Polyphenols in corn silk are able to inhibit the occurrence of oxidation in cells thereby reducing the occurrence of cell damage so that it can slow down the premature aging process which is characterized by a reduction in the formation of wrinkles. Abstrak. Rambut jagung merupakan limbah dari tanaman jagung. Bagian tanaman ini banyak digunakan secara empiris untuk pengobatan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas farmakologi ekstrak rambut jagung. Metode penelitian yang digunakan yaitu Systematic literature review dengan penelusuran pustaka terhadap aktivitas farmakologi yang telah dilakukan di laboratorium. Hasil penelusuran pustaka menunjukan memiliki aktivitas farmakologi sebagai asam urat, hipertensi, diabetes, dan photoaging. Polisakarida dalam rambut jagung mampu menghambat xantin oksidase. Flavonoid dalam rambut jagung mampu menurunkan produksi asam urat dengan menghambat aktivitas xantin oksidase, merangrangsang pengaktifan insulin sehingga dapat menurunkan kadar gula darah dan menghambat aktivitas Angiotensin Converting Enzym (ACE). Phytopeptida pada rambut jagung mampu menurunkan tekanan darah sistolik dengan menghambat Angiotensin Converting Enzym (ACE). Polifenol pada rambut jagung mampumenghambat terjadinya oksidasi pada sel sehingga mengurangi terjadinya kerusakan sel sehingga dapat memperlambat proses penuaan dini yang ditandai dengan adanya pengurangan pembentukan kerutan.
Kajian Bentuk-Bentuk Sediaan Farmasi sebagai Pedikulisida Mutiara Haifania; Fitrianti Darusman; Anan Suparman
Bandung Conference Series: Pharmacy Vol. 2 No. 2 (2022): Bandung Conference Series: Pharmacy
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (164.165 KB) | DOI: 10.29313/bcsp.v2i2.4187

Abstract

Abstract. Pediculosis capitis is an infection of the scalp caused by the investment of Pediculus humanus var. capitis or often called head lice. Head lice are obligate ectoparasites that can only live by attaching to human hair or scalp because head lice survive by sucking blood (hematophagy). One alternative to overcome the problems caused by head lice is to use pediculicide preparations that are widely circulated in the market, both preparations containing herbal ingredients and synthetic chemicals. The purpose of this research is to determine what pharmaceutical preparations forms can be used as pediculicides and to know what active ingredients can be used as pediculicides. The study was conducted by Systematic Literature Review (SLR) method by collecting various literatures from international and national journals on databases relating to various forms of pharmaceutical preparations and active ingredients as pediculicides. The results of this study indicate that pharmaceutical preparations forms that can be used as pediculicides are shampoo, lotion, and hair tonic preparations. Then, the active ingredients that can be used as pediculicides are permethrin, lindane, and malathion (synthetic chemicals); while from the herbal ingredients are garlic, soursop fruit and seeds, a mixture of essential oils (consisting of eucalyptus oil, fennel oil, and lemon oil), neem oil, and white cempaka flower cem-ceman. Abstrak. Pediculosis capitis merupakan infeksi pada kulit kepala yang ditimbulkan karena investasi Pediculus humanus var. capitis atau sering disebut kutu rambut. Kutu rambut merupakan ektoparasit obligat yang hanya dapat hidup dengan menempel pada rambut atau kulit kepala manusia karena kutu rambut bertahan hidup dengan menghisap darah (hematophagy). Salah satu alternatif untuk mengatasi masalah yang disebabkan kutu rambut ini yaitu dengan menggunakan sediaan pedikulisida yang banyak beredar dipasaran baik sediaan yang mengandung bahan herbal maupun kimia sintetis. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui apa saja bentuk-bentuk sediaan farmasi yang dapat digunakan sebagai pedikulisida dan mengetahui bahan aktif apa saja yang dapat digunakan sebagai pedikulisida. Pengkajian dilakukan dengan metode Systematic Literature Review (SLR) dengan mengumpulkan berbagai pustaka dari jurnal internasional dan nasional pada database yang berkaitan dengan berbagai bentuk sediaan farmasi dan bahan aktif sebagai pedikulisida. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa bentuk-bentuk sediaan farmasi yang dapat digunakan sebagai pedikulisida yaitu sediaan sampo, lotion, dan hair tonic. Kemudian, bahan aktif yang dapat digunakan sebagai pedikulisida yaitu permethrin, lindane, dan malathion (bahan kimia sintetik); sedangkan dari bahan herbal yaitu bawang putih, buah dan biji sirsak, campuran minyak atsiri (terdiri dari minyak kayu putih, minyak adas, dan miyak lemon), minyak mimba, dan bunga cempaka putih cem-ceman.

Page 5 of 42 | Total Record : 416