cover
Contact Name
Unang arifin
Contact Email
bcsp@unisba.ac.id
Phone
+6289691247094
Journal Mail Official
bcsp@unisba.ac.id
Editorial Address
UPT Publikasi Ilmiah, Universitas Islam Bandung. Jl. Tamansari No. 20, Bandung 40116, Indonesia, Tlp +62 22 420 3368, +62 22 426 3895 ext. 6891
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Bandung Conference Series: Pharmacy
ISSN : -     EISSN : 28282116     DOI : https://doi.org/10.29313/bcsp.v2i2
Core Subject : Health, Science,
Bandung Conference Series: Pharmacy (BCSP) menerbitkan artikel penelitian akademik tentang kajian teoritis dan terapan serta berfokus pada Farmasi dengan ruang lingkup Airlock system Kanker, Alcohol, Antelmintik, Antigastritis drugs, Antioksidan, Artemia franciscana, Ascaris suum, Cacing babi (Ascaris suum Goeze), Contact Bioautography TLC, Daun cincau hijau (Cyclea barbata Miers), Daun kelor (Moringa oleifera Lam), Diabetes mellitus, DPPH Flavonoid, Fenilpropanolamin, Fermentasi, Flavonoid, Flavonol,Iles-iles, Isolasi, Lichen, Malassezia furfur, Metode Brine Shrimp Lethality Test (BSLT), Obat antidiabetes (OAD) Propionibacterium acnes, Obat tradisional, Parkia Speciosa Antibakteri, Pektin, Propionibacterium Acnes, Pseudoefedrin, Saccharomyces Cerevisiae, Spektrofotometri uv sinar tampak, Staphylococcus epidermidis, uji aktivitas antibakteri, Uji sitotoksik, Usnea baileyi. Prosiding ini diterbitkan oleh UPT Publikasi Ilmiah Unisba. Artikel yang dikirimkan ke prosiding ini akan diproses secara online dan menggunakan double blind review minimal oleh dua orang mitra bebestari.
Articles 416 Documents
Uji Aktivitas Antibakteri Ekstrak Etanol Kulit Melinjo (Gnetum gnemon L.) terhadap Pertumbuhan Bakteri Propionibacterium acnes Rodhiatul Jurdillah; Vinda Maharani Patricia; Kiki Mulkiya Yuliawati
Bandung Conference Series: Pharmacy Vol. 2 No. 2 (2022): Bandung Conference Series: Pharmacy
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (505.064 KB) | DOI: 10.29313/bcsp.v2i2.4239

Abstract

Abstract. Acne can occur due to increased production of excess sebum, causing inflammation due to the activity of the bacteria Propionibacterium acnes. Propionibacterium acnes is one of the bacteria that causes acne which has an important role in the pathogenesis of acne. This study was conducted to determine the antibacterial activity of melinjo (Gnetum gnemon L.) fruit peel ethanol extract against the growth of Propionibacterium acnes, find out at what concentration can provide antibacterial activity of melinjo (Gnetum gnemon L.) fruit peel ethanol extract against the growth of Propionibacterium acnes. Extraction was made by maceration method use 96% ethanol. The results of the group identification test showed that the ethanolic extract of melinjo fruit peel was thought to have a class of compounds as antibacterial, namely polyphenols, flavonoids, saponins as well as monoterpenes and sesquiterpenes. Tests were carried out using the agar diffusion method with wells at several concentrations. The concentrations used were 10%, 15%, 20%, 25%, 50% and 80%. The test results showed that the ethanol extract of melinjo fruit peel formed an inhibition zone at a concentration of 80% with an inhibitory diameter of 13,69 mm. Abstrak. Jerawat dapat terjadi akibat peningkatan produksi sebum yang berlebih sehingga menyebabkan terjadinya inflamasi karena aktivitas dari bakteri Propionibacterium acnes. Bakteri Propionibacterium acnes merupakan salah satu bakteri penyebab jerawat yang memiliki peranan penting dalam patogenis jerawat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas antibakteri dari ekstrak etanol kulit buah melinjo (Gnetum gnemon L.) terhadap pertumbuhan bakteri Propionibacterium acnes, mengetahui pada konsentrasi berapa yang dapat memberikan aktivitas antibakteri dari ekstrak etanol kulit buah melinjo (Gnetum gnemon L.) terhadap pertumbuhan bakteri Propionibacterium acnes. Ekstraksi dibuat dengan metode maserasi menggunakan etanol 96%. Hasil uji identifikasi golongan senyawa menunjukkan bahwa ekstrak etanol kulit buah melinjo diduga memiliki golongan senyawa sebagai antibakteri yaitu polifenol, flavonoid, saponin serta monoterpena dan sesquiterpena. Pengujian dilakukan menggunakan metode difusi agar dengan sumuran pada beberapa konsentrasi. Konsentrasi yang digunakan sebesar 10%, 15%, 20%, 25%, 50% dan 80%. Hasil pengujian menunjukan bahwa pada ekstrak etanol kulit buah melinjo terbentuk zona hambat pada konsentrasi 80% dengan diameter hambat 13,69 mm.
Formulasi dan Karakterisasi Fitosom Mengandung Ekstrak Etanol Kulit Kayu Secang (Caesalpinia sappan L.) Yasmin Ramadania Burhanudin; Sani Ega Priani; Gita Cahya Eka Darma
Bandung Conference Series: Pharmacy Vol. 2 No. 2 (2022): Bandung Conference Series: Pharmacy
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (341.112 KB) | DOI: 10.29313/bcsp.v2i2.4259

Abstract

Abstract. Secang wood is known to contain high polyphenol compounds and has potential as anticancer. In general, polyphenol compounds are polar, so it is necessary to increase the permeation ability with a delivery system called phytosome technology. The phytosome system is able to increase the permeability of the active compounds of the polyphenol group. This study aims to develop a phytosome formulation from ethanol extract of secang wood which has good characteristics. Determination of total polyphenol extract levels was carried out using the Folin-Ciocalteu method. The phytosome formulation was carried out using the solvent evaporation method with various ratio of extract and phosphatidiylcholine concentration, including 1:2 (F1), 2:3 (F2), 1:1 (F3), 3:2 (F4), dan 2:1 (F5). The results showed that ethanol extract of secang wood had a total polyphenol compounds of 527,16 mg GAE/gram ± 0,11. The best phytosome formula was obtained at ration 1:1 with an efficiency encapsulation of 95,44 ± 1,20%, particle size of 362,33 ± 37,32 nm, polydispersity index of 0,497 ± 0,04, and zeta potensial of -31,07 ± 0,91 mV. Abstrak. Kulit kayu secang diketahui mengandung senyawa golongan polifenol yang tinggi dan berpontensi sebagai antikanker. Pada umumnya, senyawa golongan polifenol bersifat polar, sehingga dilakukan upaya dalam meningkatkan kemampuan permeasinya dengan sistem penghantaran berupa teknologi fitosom. Sistem fitosom mampu meningkatkan permeabilitas dari senyawa aktif golongan polifenol. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan formulasi fitosom dari ekstrak etanol kulit kayu secang yang memiliki karakteristik yang baik. Penetapan kadar polifenol ekstrak dilakukan dengan menggunakan metode Folin-Ciocalteu. Formulasi fitosom ini dilakukan menggunakan metode solvent evaporation dengan berbagai perbandingan konsentrasi ekstrak dan fosfatidilkolin, yaitu 1:2 (F1), 2:3 (F2), 1:1 (F3), 3:2 (F4), dan 2:1 (F5). Hasil dari penelian menunjukkan bahwa ekstrak etanol kulit kayu secang memiliki kadar polifenol total sebesar 527,16 mg GAE/gram ± 0,11. Formula fitosom yang terbaik diperoleh pada perbandingan 1:1 dengan nilai efisiensi penjerapan 95,44 ± 1,20%, ukuran partikel sebesar 362,33 ± 37,32 nm, nilai indeks polidispersi sebesar 0,497 ± 0,04, dan potensial zeta sebesar -31,07 ± 0,91 mV.
Studi Literatur Beberapa Tumbuhan Suku Asteraceae yang Memiliki Efek Antidepresan Hilda Novianti Putri; Siti Hazar; Fetri Lestari
Bandung Conference Series: Pharmacy Vol. 2 No. 2 (2022): Bandung Conference Series: Pharmacy
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (297.032 KB) | DOI: 10.29313/bcsp.v2i2.4265

Abstract

Abstract. Depression is a common disease as anyone can experience it from time to time during their lifetime. Synthetic antidepressant drugs have been developed continuously to produce more effective drugs with minimal side effects. The use of medicinal plants is widespread in developing countries. Asteraceae is one of the plant tribes known for its various secondary metabolites that possess various pharmacological activities, including in the central nervous system. This research aims to determine the antidepressant activity of multiple plants of Asteraceae tribes and the contents that deliver the antidepressant effects. This study started with conducting a literature study using “antidepressants” and “Asteraceae” as keywords through many reputable international journal publishers such as Science Direct (Elsevier), PubMed, and Hindawi. The criteria used were research articles published in the last ten years. The research was conducted through several stages: literature search and retrieve, literature review, data extraction and synthesis, and reporting. It can be concluded that Chrysactinia mexicana A. Gray, Tanacetum parthenium L. Schultz-Bip, Anthemis wiedemanniana Fisch. & Mey, Centaurea kurdica Reichardt, Taraxacum officinale, Xanthium orientale subsp. italicum (Moretti) Greuter, Artemisia indica Linn, and Synedrella nodiflora (L.) Gaertn have antidepressant activities that are mediated by its flavonoids, sesquiterpene lactones, and pentacyclic triterpenes. Abstrak. Depresi umum terjadi sebab dapat dialami oleh siapapun dari waktu ke waktu selama masa hidupnya. Obat-obatan antidepresan sintetik terus dikembangkan untuk melahirkan obat yang efektif dengan profil efek samping seminimal mungkin. Pada waktu bersamaan penggunaan tanaman obat umum ditemukan di negara-negara berkembang. Suku Asteraceae (kenikir-kenikiran) merupakan salah satu suku tumbuhan yang kaya akan kandungan berbagai metabolit sekunder yang teruji memiliki berbagai aktivitas farmakologis, salah satunya pada sistem saraf pusat. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui aktivitas antidepresan dari beberapa tumbuhan suku Asteraceae beserta kandungannya yang dapat memberikan efek antidepresan. Metode yang digunakan yaitu dengan melakukan studi literatur. Penelusuran artikel dilakukan menggunakan kata kunci “antidepressants” dan “Asteraceae” bersumber dari jurnal internasional sejumlah penerbit bereputasi seperti Science Direct (Elsevier), PubMed, dan Hindawi. Kriteria literatur yang digunakan adalah artikel berbentuk studi eksperimental yang terbit pada sepuluh tahun terakhir. Penelitian dilakukan melalui beberapa tahap, yaitu pencarian dan pengambilan literatur, review literatur, ekstraksi dan sintesis data, dan pelaporan. Dapat disimpulkan bahwa Chrysactinia mexicana A. Gray, Tanacetum parthenium L. Schultz-Bip, Anthemis wiedemanniana Fisch. & Mey, Centaurea kurdica Reichardt, Taraxacum officinale, Xanthium orientale subsp. italicum (Moretti) Greuter, Artemisia indica Linn, dan Synedrella nodiflora (L.) Gaertn memiliki aktivitas antidepresan yang dimediasi oleh kandungan flavonoid, seskuiterpen lakton, dan triterpen pentasiklik.
Studi Literatur Pemanfaatan Kulit Buah Genus Citrus sebagai Larvasida Aedes aegypti Niken Suci Meliani Hernawan; Sri Peni Fitrianingsih; Fetri Lestari
Bandung Conference Series: Pharmacy Vol. 2 No. 2 (2022): Bandung Conference Series: Pharmacy
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (392.906 KB) | DOI: 10.29313/bcsp.v2i2.4267

Abstract

Abstract. One of the ways to control the main vector of DHF, Aedes aegypti mosquito, is by using larvicides. The use of natural larvicides is an alternative in overcoming the negative impacts of using chemical larvicides. The Citrus genus is one of the plant that can be used as natural larvicides. In addition, the Citrus genus industry produces large amounts of waste or by-products such as peels, seeds and pulp, which represent 50 % of the weight of fresh fruit, so that the use of fruit peels can be one way to treat waste. The aim of the study was to determine the larvicidal potential of fruit peels of the genus Citrus against the Aedes aegypti mosquito and the compounds that play a role in the larvicidal activity. The study was performed by systematic literature review using selected articles from reputable database that meet the inclusion and exclusion criteria. The results showed that 6 plant species from the genus Citrus had larvicidal activity against Aedes aegypti consisting of Citrus sinensis, Citrus limetta, Citrus reticulata, Citrus paradisi, Citrus aurantifolia, dan Citrus limettioides. From various studies, the essential oil microemulsion and the inclusion complex of β-cyclodextrin essential oil C. sinensis, and C. limettioides essential oil are included in the classification of active larvicides (LC50 < 50 ppm). Compounds that are believed to have a role in the larvicidal activity of Citrus fruit peels include limonene and γ-terpinen . Abstrak. Salah satu cara pengendalian vektor utama penyakit DBD yaitu nyamuk Aedes aegypti ialah dengan larvasida. Penggunaan larvasida alami menjadi salah satu alternatif dalam mengatasi dampak negatif dari penggunaan larvasdia kimia. Genus Citrus menjadi salah satu genus tanaman yang dapat dimanfaatkan sebagai larvasida alami. Disamping itu industri genus Citrus menghasilkan limbah atau produk sampingan yang cukup besar seperti kulit biji serta ampasnya yang mewakili 50 % dari berat buah segar, sehingga pemanfaatan kulit buahnya dapat menjadi salah satu cara untuk mengolah limbah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui potensi larvasida dari kulit buah genus Citrus terhadap nyamuk Aedes aegypti dan senyawa yang berperan dalam aktivitas larvasida tersebut. Metode penelitian dilakukan dengan studi literatur terhadap sejumlah artikel dari database bereputasi yang memenuhi kriteria inklusi dan eklusi. Hasil penelitian menunjukkan 6 spesies tanaman dari genus Citrus memiliki aktivitas larvasida terhadap Aedes aegypti yang terdiri dari Citrus sinensis, Citrus limetta, Citrus reticulata, Citrus paradisi, Citrus aurantifolia, dan Citrus limettioides. Dari berbagai penelitian mikroemulsi dan kompleksi -siklodekstrin minyak atsiri C. sinensis serta minyak atsiri C. limettioides termasuk dalam klasifikasi larvasida aktif (LC50 < 50 ppm). Senyawa yang diyakini memiliki peran dalam aktivitas larvasida kulit buah Citrus diantaranya ialah limonen dan -terpinen.
Kepatuhan Pengobatan Pasien Geriatri dalam Pengobatan Hipertensi di Puskesmas Cicantayan Sukabumi Muhamad Erza Ardhana; Fetri Lestari; Ratu Choesrina
Bandung Conference Series: Pharmacy Vol. 2 No. 2 (2022): Bandung Conference Series: Pharmacy
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (160.192 KB) | DOI: 10.29313/bcsp.v2i2.4275

Abstract

Abstract. The prevalence of hypertension continues to increase with age. Hypertension can cause morbidity and mortality caused due to poor blood pressure control which can be caused due to low adherence. In geriatrics, it is common that low adherence of treatment occurs caused due to several factors. The purpose of this study was to determine the level of adherence to the treatment of geriatric patients with hypertension at the Cicantayan Sukabumi Health Center and find out the factors that can influence the low level of treatment compliance in geriatric patients. This study was conducted using the MMAS-8 Questionnaire to measure the level of treatment adherence. From the results of the study conducted, the level of adherence to the treatment of geriatric patients with hypertension at the Cicantayan Sukabumi Health Center showed a low level of adherence and there was a factors affecting low adherence in geriatric patients are cognitive condition, a history of diseases associated with cognitive function, the busyness of the patient, family support, the patient's understanding, the presence of side effects, motivation in the patient, travel conditions, availability of drugs, provision of education through counselling, and polypharmaceuticals. Abstrak. Prevalensi hipertensi terus meningkat seiring dengan bertambahnya usia. Hipertensi dapat menyebabkan morbiditas dan mortalitas yang disebabkan karena kontrol tekanan darah yang buruk yang dapat disebabkan karena rendahnya kepatuhan. Pada geriatri umum terjadi ketidakpatuhan pengobatan yang disebabkan karena beberapa faktor. Tujuan pada penelitian ini adalah untuk mengetahui tingkat kepatuhan pengobatan pasien geriatri dengan hipertensi di Puskesmas Cicantayan Sukabumi dan mengetahui faktor yang dapat mempengaruhi rendahnya kepatuhan pada pasien geriatri. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan Kuesioner MMAS-8 untuk mengukur tingkat kepatuhan pengobatan. Dari hasil penelitian yang dilakukan tingkat kepatuhan pengobatan pasien geriatri dengan hipertensi di Puskesmas Cicantayan Sukabumi menunjukan tingkat kepatuhan yang rendah dan terdapat faktor yang mempengaruhi rendahnya kepatuhan pada pasien geriatri adalah kondisi kognitif, riwayat penyakit yang berhubungan dengan fungsi kognitif, kesibukan pasien, dukungan keluarga, pemahaman pasien, adanya efek samping, motivasi pada pasien, kondisi bepergian, ketersediaan obat, pemberian edukasi melalui konseling, dan polifarmasi.
Studi Literatur Aktivitas Antelmintik Ekstrak Etanol Biji Pinang (Areca catechu L.) dan Palem Putri (Veitchia merillii L.) Atiqoturrohmaniyyah; Ratu Choesrina
Bandung Conference Series: Pharmacy Vol. 2 No. 2 (2022): Bandung Conference Series: Pharmacy
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (267.368 KB) | DOI: 10.29313/bcsp.v2i2.4284

Abstract

Abstract. Worm infection is an infectious disease caused by worm parasites and has infected more than 2 billion people worldwide, especially in developing countries such as Indonesia. Based on the experience of the community for generations, pinang (Areca catechu Linn) and palem putri (Veitchia merrillii) have potential as anthelmintics. The purpose of this literature study was to determine the anthelmintic activity of ethanol extract seeds pinang (Areca catechu L.) and palem putri (Veitchia merrillii L.) against adult worms and to determine the class of secondary metabolites from ethanol extract seeds pinang (Areca catechu L.) and palem putri (Veitchia merrillii L.) which have anthelmintic potential. This research was conducted using a systematic literature review method which was derived from 4 national articles and 1 international article. The results showed that the ethanol extract seeds pinang (Areca catechu L.) and palem putri (Veitchia merrillii) had anthelmintic activity against Ascaris lumbricoides, Ascaris suum and Ascaridia galli worms which experienced paralysis and also death. The ethanol extract of seeds pinang (Areca catechu L.) and palem putri (Veitchia merrillii) contains a class of secondary metabolites are alkaloids, flavonoids, saponins and tannins. The conclusion from this literature study is that the ethanol extracts seeds pinang (Areca catechu L.) and palem putri (Veitchia merrillii) have potential as anthelmintics and the results of phytochemical screening of the ethanol extracts seeds pinang (Areca catechu L.) and palem putri (Veitchia merillii L.) showed the presence of content of secondary metabolites are alkaloids, flavonoids, tannins and saponins which are thought to have anthelmintic activity. Abstrak. Infeksi cacing merupakan penyakit infeksi yang disebabkan oleh parasit cacing dan sudah menjangkit lebih dari 2 milyar manusia di seluruh dunia terutama di negara berkembang seperti Indonesia. Berdasarkan pengalaman masyarakat secara turun temurun tanaman pinang (Areca catechu Linn) dan palem putri (Veitchia merrillii) berpotensi sebagai antelmintik. Tujuan dari dilakukannya studi literatur ini adalah untuk mengetahui aktivitas antelmintik ekstrak etanol biji pinang (Areca catechu Linn) dan palem putri (Veitchia merrillii) terhadap cacing dewasa serta mengetahui golongan metabolit sekunder dari ekstrak etanol biji pinang (Areca catechu Linn) dan palem putri (Veitchia merrillii) yang berpotensi sebagai antelmintik. Penelitian ini dilakukan dengan metode systematic literature review yang berasal dari 4 artikel nasional dan 1 artikel internasional. Hasil yang didapatkan menunjukkan bahwa ekstrak etanol biji pinang (Areca catechu Linn) dan palem putri (Veitchia merrillii) memiliki aktivitas antelmintik terhadap cacing Ascaris lumbricoides, Ascaris suum dan Ascaridia galli yang mengalami paralisis dan juga kematian. Ekstrak etanol biji pinang (Areca catechu Linn) dan palem putri (Veitchia merrillii) mengandung golongan senyawa metabolit sekunder yaitu alkaloid, flavonoid, saponin dan tanin. Kesimpulan dari studi literatur ini yaitu ekstrak etanol biji pinang (Areca catechu Linn) dan palem putri (Veitchia merrillii) berpotensi sebagai antelmintik dan hasil skrining fitokimia ekstrak etanol biji pinang (Areca catechu L.) dan palem putri (Veitchia merillii L.) menunjukkan adanya kandungan senyawa metabolit sekunder yaitu alkaloid, flavonoid, tanin dan saponin yang diduga memiliki aktivitas sebagai antelmintik.
Penerapan Plasma Pijar Korona sebagai Teknik Pengawetan Fisika Nabilah Azka Burhansyah
Bandung Conference Series: Pharmacy Vol. 2 No. 2 (2022): Bandung Conference Series: Pharmacy
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (244.166 KB) | DOI: 10.29313/bcsp.v2i2.4294

Abstract

Abstract. A new method for decontaminating bacteri with non-thermic plasma at atmospheric pressure has been developed. Corona glow plasma consists of a DC (Directing Current) voltage source as a plasma generator where the plasma phase occurs. In plasma sterilization has been done with Eschericia coli bacteria. These bacteria were planned on a medium and incandescent with corona discarchge plasma. The results showed a decrease in the number of bacterial colonies (CFU/ml). Sterilizing agents present in the plasma atmosphere will cause cell damage, one of which is by changes in lipid membranes caused by fatty acids peroxides. Abstrak. Metoda baru untuk dekontaminasi bakteri dengan plasma non termik pada tekanan atmosfir telah dikembangkan. Plasma pijar korona terdiri dari sumber tegangan DC (Directing Current) sebagai pembangkit plasma dan elektroda titik – bidang tempat fase plasma terjadi. Pada sterilisasi dengan plasma dilakukan dengan bakteri Eschericia coli. Bakteri ini dibiakkan pada media agar dan dipijarkan dengan plasma pijar korona. Hasil menunjukkan penurunan jumlah koloni bakteri (CFU/ml). Agen sterilisasi yang ada pada atmosfir plasma akan menyebabkan kerusakan sel salah satunya dengan perubahan membrane lipid yang disebabkan asam lemak peroksida.
Studi Literatur Aktivitas Antibakteri Ekstrak Kulit Pisang (Musa paradisiaca L.) terhadap Bakteri Staphylococcus aureus dan Escherichia coli Sherly Aeldha Anuzar; Yani Lukmayani; Reza Abdul Kodir
Bandung Conference Series: Pharmacy Vol. 2 No. 2 (2022): Bandung Conference Series: Pharmacy
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (273.356 KB) | DOI: 10.29313/bcsp.v2i2.4298

Abstract

Abstract. Infectious diseases are disorders caused by microorganisms or microbes that cannot be seen with the naked eye and can multiply in the body Based on Gram staining bacteria can be divided into Gram-positive bacteria and Gram-negative bacteria. Treatment of infection can be carried out by the administration of antibacterial substances. One of the plants that has antibacterial potential is banana peel. Compounds contained in banana peels that have the potential to be antibacterial are phenolics, flavonoids, saponins and tannins. The purpose of this study is to analyze banana peel extract as an antibacterial against Staphylococcus aureus and Escherichia coli and the content of active compounds in it. The research method carried out is by using a Systematic Literature Review (SLR). The results obtained in this study banana peel have the potential to be antibacterial against Staphylococcus aureus and Escherichia coli bacteria. Abstrak. Penyakit infeksi merupakan gangguan yang disebabkan oleh mikroorganisme atau mikroba yang tidak dapat dilihat dengan kasat mata dan dapat perkembang biak pada tubuh Berdasarkan pewarnaan Gram bakteri dapat dibagi menjadi bakteri Gram positif dan bakteri Gram negatif. Pengobatan infeksi dapat dilakukan dengan pemberian zat antibakteri. Salah satu tanaman yang memiliki potensi sebagai antibakteri yaitu kulit pisang. Senyawa yang terkandung pada kulit pisang yang berpotensi sebagai antibakteri yaitu fenolat, flavonoid, saponin dan tannin. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk menganalisis ekstrak kulit pisang sebagai antibakteri terhadap Staphylococcus aureus dan Escherichia coli serta kandungan senyawa aktif yang ada di dalamnya. Metode penelitian yang dilakukan yaitu dengan menggunakan Systematic Literature Review (SLR). Hasil yang didapat pada penelitian ini kulit pisang berpotensi sebagai antibakteri terhadap bakteri Staphylococcus aureus dan Escherichia coli.
Kajian Potensi Biomarker Molekuler untuk Deteksi Dini Kanker Serviks, Hati dan Nasofaring serta Prospektif Kit Diagnostiknya Siti Roisah; Dina Mulyanti
Bandung Conference Series: Pharmacy Vol. 2 No. 2 (2022): Bandung Conference Series: Pharmacy
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (280.642 KB) | DOI: 10.29313/bcsp.v2i2.4308

Abstract

Abstract. In 2020, there are 19.3 million cancer cases in the world and 396,914 cases are cancer cases in Indonesia. Cervical cancer (9.2%) in early cervical atypia has a long transit time to reach invasive cancer so that it can be an opportunity to identify pre-cancer. Cases of liver cancer (5.4%) the main risk factor is patients with hepatitis B and C which accounted for up to 70%. Nasopharyngeal cancer (5%) is difficult to diagnose clinically at an early stage because of its hidden location in the nasopharynx. High metastatic rate, causing nasopharyngeal cancer is often found at an advanced stage. Therefore, it is important to develop early detection for cervical, liver and nasopharyngeal cancer. This study aims to determine the development of molecular biomarkers and their potential as a diagnostic screening tool in early detection. Search and selection of articles according to inclusion criteria through the Science Direct database, PubMed and Taylor & Francis obtained 23 articles. The results of the article search show that miRNA, plasma protein Hsp90α, and DNA methylation can be detected at an early stage of cancer development so that they have high potential for use in early cancer detection. miRNA was able to provide a specificity value of >90% in the detection of cervical and liver cancer. circRNA and plasma protein Hsp90α have >90% specificity for liver cancer. DNA methylation as in the RERG gene has a specificity of 100% for nasopharyngeal cancer but its sensitivity is only 60%. The results of the research article conclude that these molecular biomarkers can support screening methods in increasing the effectiveness of early detection and can reduce the false positive rate in cancer patients, and the molecular biomarker detection method can be applied using the qRT-PCR method. Abstrak. Pada tahun 2020, terdapat 19,3 juta kasus kanker di dunia dan 396.914 kasusnya merupakan kasus kanker di Indonesia. Kanker serviks (9,2%) pada atypia serviks dini memiliki waktu transit yang lama hingga mencapai kanker invasif sehingga dapat menjadi kesempatan untuk mengidentifikasi pra-kanker. Kasus kanker hati (5,4%) faktor risiko utamanya yaitu pasien dengan hepatitis B dan C yang menyumbang hingga 70%. Kanker nasofaring (5%) sulit didiagnosis secara klinis pada stadium awal karena letaknya yang tersembunyi di nasofaring. Tingkat metastasis yang tinggi, menyebabkan kanker nasofaring sering dijumpai pada stadium lanjut. Maka dari itu penting mengembangkan deteksi dini untuk kanker serviks, hati dan nasofaring. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perkembangan biomarker molekuler dan potensinya sebagai alat skrining diagnostik dalam deteksi dini. Pencarian dan seleksi artikel sesuai kriteria inklusi melalui database Science Direct, PubMed dan Taylor & Francis diperoleh sebanyak 23 artikel. Hasil penelusuran artikel menunjukkan bahwa miRNA, protein plasma Hsp90α, dan metilasi DNA dapat terdeteksi pada tahap awal perkembangan kanker sehingga potensinya tinggi untuk digunakan dalam deteksi dini kanker. miRNA mampu memberikan nilai spesifisitas >90% dalam deteksi kanker serviks dan hati. circRNA dan protein plasma Hsp90α memiliki spesifisitas >90% untuk kanker hati. Metilasi DNA seperti pada gen RERG memiliki spesifisitas 100% untuk kanker nasofaring namun sensitivitasnya hanya 60%. Hasil penelitian artikel menyimpulkan, biomarker molekuler tersebut dapat menjadi penunjang metode skrining dalam meningkatkan efektivitas deteksi dini dan dapat mengurangi tingkat positif palsu pada pasien kanker, dan metode deteksi biomarker molekuler tersebut dapat diterapkan menggunakan metode qRT-PCR.
Potensi MUC1 sebagai Target Imunoterapi Triple-Negative Breast Cancer (TNBC) Aisyah Qanitah; Dina Mulyanti
Bandung Conference Series: Pharmacy Vol. 2 No. 2 (2022): Bandung Conference Series: Pharmacy
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (211.771 KB) | DOI: 10.29313/bcsp.v2i2.4311

Abstract

Abstract. Triple-negative breast cancer (TNBC) is a subtype of breast cancer with aggressive growth and high metastatic rate. However, treatment for TNBC is limited because the three main receptors commonly found in breast cancer are estrogen receptor (ER), progesterone receptor (PR) and human epidermal growth factor receptor 2 (HER2) are not found in TNBC cases. Therefore, it is necessary to develop therapy for TNBC patients. Various studies have shown that mucin 1 (MUC1) is overexpressed in TNBC cases as a potential target for immunotherapy in the treatment of TNBC. Abstrak. Triple-negative breast cancer (TNBC)/kanker payudara triple-negatif merupakan subtipe kanker payudara dengan pertumbuhan yang agresif dan tingkat metastasis yang tinggi. Namun pengobatan terhadap TNBC terbatas sebab tidak ditemukannya tiga reseptor utama yang umumnya ditemukan pada kanker payudara yakni reseptor estrogen (ER), reseptor progesteron (PR) dan reseptor faktor pertumbuhan epidermal manusia 2 (HER2). Dengan demikian, diperlukan pengembangan terapi untuk pasien TNBC. Berbagai penelitian menunjukkan mucin 1 (MUC1) yang diekspresikan secara berlebihan pada kasus TNBC berpotensi sebagai target imunoterapi dalam pengobatan TNBC.

Page 7 of 42 | Total Record : 416