cover
Contact Name
Unang arifin
Contact Email
bcsj@unisba.ac.id
Phone
+6281280817880
Journal Mail Official
bcsj@unisba.ac.id
Editorial Address
UPT Publikasi Ilmiah, Universitas Islam Bandung. Jl. Tamansari No. 20, Bandung 40116, Indonesia, Tlp +62 22 420 3368, +62 22 426 3895 ext. 6891
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Bandung Conference Series: Journalism
ISSN : -     EISSN : 28282175     DOI : https://doi.org/10.29313/bcsj.v2i2
Bandung Conference Series: Journalism (BCSJ) menerbitkan artikel penelitian akademik tentang kajian teoritis dan terapan serta berfokus pada Jurnalistik dan Media Digital dengan ruang lingkup Analisis Framing, Analisis Naratif Resepsi, Analisis Resepsi, Analisis Wacana, Pemberitaan Anarkis, Banalitas Kejahatan, Berita, Dramaturgi, Feature News, Feminisme, Fenomenologi, Film, Independensi Media, Jurnalisme Positif, Jurnalistik Film, kredibilitas berita, Kampanye, Kekerasan Seksual Anak, Komunikasi Feminisme, Komunikasi Interpersonal Bermedia, Komunikasi Islam Konvergensi Media, Makna Diri Jurnalis, Media Independence, Jurnalisme advokasi, Critical Discourse Analysis, Online Mass Media, Online Media, Penyandang disabilitas, Pola Komunikasi, Political Interests Prinsip Kewartawanan, Reportasi Investigatif, Sinematografer, Surat Kabar, Teori Pemaknaan, Teori Uses and Gratification, Terpaan media, Uses and Gratification Theory, Uses and Gratification, Voice of America, Wartawan Jihad. Prosiding ini diterbitkan oleh UPT Publikasi Ilmiah Unisba. Artikel yang dikirimkan ke prosiding ini akan diproses secara online dan menggunakan double blind review minimal oleh dua orang mitra bebestari.
Articles 124 Documents
Ekspresi Diri pada Supporter Punk Football di Dunia Sepak Bola febri nur faturohman; Dedeh Fardiah
Bandung Conference Series: Journalism Vol. 3 No. 1 (2023): Bandung Conference Series: Journalism
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsj.v3i1.7187

Abstract

Abstract. Football has become a sport that is in great demand by the wider community. In addition to being interested in playing soccer, many of the players are connoisseurs or commonly referred to as football Supporters. Over time, football in Indonesia itself experienced many changes and problems in it. And in this day and age, football teams and their Supporters often experience problems with each other. Riverside Forest was born out of all the unrest in Indonesian football. Carrying Punk Football, Riverside Forest is a football klub that is funded and built by its own Supporters. In addition, Supporters in every support team always convey a kampanye as a form of self- expression to the world of football today. Based on that, the author is interested in researching the Self-Expression of Riverside Forest Supporters in Delivering kampanyes in the World of Football. Using qualitative methods and case study approaches. Data collection techniques used are interviews, observation and document analysis. Abstrak. Sepak bola sudah menjadi olahraga yang banyak diminati oleh masyarakat luas. Selain diminati untuk dimainkan sepak bolapun banyak peminatnya sebagai penikmat atau biasa disebut dengan Supporter sepak bola. Seiring berjalannya waktu sepak bola di Indonesia sendiri banyak mengalami perubahan dan problematika di dalamnya. Dan di zaman sekarang ini tim sepak bola dengan Supporternyapun sering mengalami suatu permasalahan satu sama lain. Riverside Forest lahir dari segala keresahan yang ada di sepak bola Indonesia. Mengusung Punk Football, Riverside Forest menjadi klub sepak bola yang didanai dan dibangun oleh Supporternya sendiri. Selain itu, Supporter dalam setiap mendukung tim selalu menyampaikan kampanye sebagai bentuk ekspresidiri terhadap dunia persepakbolaan sekarang ini. Berlandasan dari itulah penulis tertarik meneliti mengenai Ekspresi Diri Supporter Riverside Forest dalam menyampaikan kampanye di Dunia Sepak Bola. Menggunakan metode kualitatif dan pendekatan studi kasus. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu wawancara, observasi dan analisis dokumen.
Pengaruh Live Streaming Sales Tiktok terhadap Minat Beli Konsumen Muhammad Ali Fakri; Santi Indra Astuti
Bandung Conference Series: Journalism Vol. 3 No. 2 (2023): Bandung Conference Series: Journalism
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsj.v3i2.7714

Abstract

Abstract. At this time online buying and selling transactions have been widely carried out, with ease and does not require more effort to make people prefer to transact online, technically consumers only have to choose the desired item with an explanation that has been explained by a company. However, not a few consumers feel disadvantaged because the items purchased are unsatisfactory or do not match the photos and descriptions listed. With the Tiktok live streaming feature, consumers can pay close attention to the detailed description of a product being sold, not only paying attention, but the Tiktok live streaming feature is also an interactive feature so that consumers have the opportunity to ask questions ranging from advantages and disadvantages to the size they are interested in. The purpose of this research is to find out how much influence the live streaming Sales of Tiktok have on consumer buying interest. The theory used in this research is S-O-R and AIDDA theory. This study also uses a quantitative approach with correlational analysis methods. Respondents in this study were followers of the Screamous brand, totaling 400 respondents Abstrak. Pada saat ini transaksi jual beli secara online sudah marak dilakukan, dengan kemudahan dan tidak memerlukan tenaga yang lebih membuat orang-orang lebih senang bertransaksi secara online, secara teknisnya konsumen hanya tinggal memilih barang yang diinginkan dengan penjelasan yang telah dipaparkan oleh suatu perusahaan. Namun tidak sedikit konsumen yang merasa dirugikan karena barang yang dibeli kurang memuaskan atau tidak sesuai dengan foto dan deskripsi yang tertera. Dengan fitur live streaming tiktok konsumen dapat memperhatikan secara detail deskripsi suatu produk yang dijual tidak hanya memperhatikan saja namun fitur live streaming tiktok juga terbilang fitur yang interaktif sehingga para konsumen memiliki kesempatan untuk bertanya mulai dari kelebihan dan kekurangan hingga ukuran yang diminati. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui seberapa besar pengaruh live streaming Sales tiktok terhadap minat beli konsumen. Teori yang digunakan pada penelitian ini adalah teori S-O-R dan AIDDA. Penelitian ini juga menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode analisis korelasional. Responden dalam penelitian ini adalah followers dari brand Screamous yang berjumlah 400 responden. Hasil dari penelitian ini adalah H0 ditolak dan H1 diterima. Dengan demikian terdapat pengaruh live streaming Sales tiktok terhadap minat beli konsumen pada brand Screamous.
Analisis Pesan Moral pada Video Klip Pastikan Riuh Akhiri Malammu oleh Grup Band Perunggu Efiana Salfini; Alex Sobur
Bandung Conference Series: Journalism Vol. 3 No. 2 (2023): Bandung Conference Series: Journalism
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsj.v3i2.7929

Abstract

Abstract. The research entitled Moral Messages in Rock Music Video Clips Semiotic Analysis of Roland Barthes in Video Clips Ensure Noisy End Your Night By Bronze Band Group is motivated by how signs are presented as moral messages through video clips that are currently in demand by a wide audience. Video clips are one of the media for musicians to convey meaningful messages to their listeners. This study aims to find out how the moral message in the video clip "Pastikan Riuh Akhiri Malammu" through Roland Barthes's semiotic theory approach is viewed from three meanings, namely, denotative meaning, connotative meaning, and mythical meaning. The research method used is qualitative. Observation and Documentation as data collection techniques in this study. The results of the study show that the moral message in the video clip "Make Sure the Boisterous End Your Night" is seen from the meaning of the denotation through clothing, and appearance. He described the close relationship between his father and his only daughter. Then on the connotative meaning through body language, music, and if there is a sentence shown. And in terms of myth, it can be concluded that the video clip "Pastikan Riuh Akhiri Malammut" has a moral message not to forget the services of our parents. Abstrak. Penelitian yang berjudul Pesan Moral Dalam Video Klip Musik Rock Analisis Semiotika Roland Barthes Pada Video Klip Pastikan Riuh Akhiri Malammu Oleh Grup Band Perunggu ini dilatar belakangi oleh bagaimana tanda-tanda dihadirkan sebagai pesan moral melalui video klip yang sedang diminati saat ini oleh khalayak luas. Video klip menjadi salah satu media bagi para musisi untuk menyampaikan pesan yang memiliki makna kepada para pendengarnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana pesan moral yang ada pada video klip “Pastikan Riuh Akhiri Malammu” melalui pendekatan teori semiotika Roland Barthes ditinjau dari tiga makna yaitu, makna denotasi, makna konotasi, dan maknamitos. Metode penelitian yang digunakan yaitu kualitatif. Observasi dan Dokumentasi sebagai teknik pengumpulan data pada penelitian ini. Hasil penelitian menunjukkan pesan moral pada video klip “Pastikan Riuh Akhiri Malammu” dilihat dari makna denotasi melalui pakaian, dan tampilan. Lalu pada makna konotasi melalui bahasa tubuh, musik, dan jika ada kalimat yang ditunjukukkan. Digambarkannya atas kedekatan hubungan antara ayah dan putri semata wayangnya. Dan dalam makna mitos dapat disimpulkan bahwa video klip “Pastikan Riuh Akhiri Malammu” memiliki pesan moral yang untuk jangan melupakkan jasa orang tua kita.
Model Terpaan Berita Kriminalitas terhadap Tingkat Kecemasan Hoerul Ahmad Ansyori; Arba’iyah Satriani
Bandung Conference Series: Journalism Vol. 3 No. 2 (2023): Bandung Conference Series: Journalism
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsj.v3i2.8025

Abstract

Abstract. With the continued development of technology towards digital, online media is now increasingly used. In line with its rapid spread, there are also effects that arise both in terms of cognitive, affective, and conative on its users. One of them is the effect on the user’s anxiety level. Therefore, audience consumption in a media can be measured using news exposure. There are three aspects in news exposure. There are three aspects in news exposure, namely, frequency, duration, and attention. The theory used in this research is cultivation theory. This study aims to determine how the model of exposure to crime news on the level of anxiety by using a quantitative descriptive method. The results of this study are the use of online media based on measurements of media exposure will cause anxiety caused by the high use of media in the audience. Abstrak. Dengan terus berkembangnya teknologi ke arah digital, media dalam jaringan (daring) kini semakin digandrungi. Sejalan dengan penyebarannya yang cepat, terdapat juga efek yang ditimbulkan baik itu dalam sisi kognitif, afektif, dan konatif pada penggunanya. Salah satunya adalah pengaruh terhadap tingkat kecemasan penggunanya. Karena itu, konsumsi khalayak pada sebuah media dapat diukur dengan menggunakan terpaan berita. Terdapat tiga aspek dalam terpaan berita yaitu frekuensi, durasi, dan atensi. Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah teori kultivasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana model terpaan berita kriminalitas pada terhadap tingkat kecemasan dengan menggunakan metode deskriptif kuantitatif. Hasil dari penelitian ini adalah penggunaan media daring berdasarkan pengukuran terpaan media akan menimbulkan kecemasan yang diakibatkan oleh tingginya penggunaan media pada khalayak.
Jurnalisme Data dalam Media Online Dimas Rachmatsyah; Askurifai Baksin
Bandung Conference Series: Journalism Vol. 3 No. 2 (2023): Bandung Conference Series: Journalism
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsj.v3i2.8329

Abstract

Abstract. Data journalism is becoming more up-to-date along with the flood of data on the internet which is often called big data, which triggers the development of tools for collecting and analyzing data. One of the media that provides in-depth news information and uses data journalism in it is Bandungbergerak.id. Media Bandungbergerak.id in their work focuses on data and in-depth reporting, with a focus on issues, one of which is education. This research focuses on data journalism activities on the online media Bandungbergerak.id in terms of making news that uses data on data analysis activities in general in relation to data journalism. Based on that, the writer is interested in researching Data Journalism in Online Media. This study uses a type of qualitative research with a case study approach modeled by Robert K. Yin. The results of the study found that Bandungbergerak.id in its data articles there is a comparison of data with scientific journals. Bandungbergerak.id in the process of making its news prioritizes marginalized issues. Abstrak. Jurnalisme data menjadi lebih mutakhir seiring dengan banjirnya data di internet yang kerap disebut big data, yang memicu perkembangan tools untuk mengumpulkan dan menganalisis data. Salah satu media yang menyajikan informasi berita secara mendalam serta menggunakan jurnalisme data didalamnya yakni Bandungbergerak.id. Media Bandungbergerak.id dalam kerjanya berfokus pada data dan reportase mendalam, dengan fokus terhadap isu salah satunya pendidikan. Penelitian ini berfokus pada aktivitas jurnalisme data pada media online Bandungbergerak.id dari segi pembuatan berita yang menggunakan data pada kegiatan analisis data secara umum dalam kaitannya dengan jurnalisme data. Berlandasan dari itulah penulis tertarik meneliti mengenai Jurnalisme Data Dalam Media Online. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus model Robert K. Yin. Hasil penelitian menemukan bahwa Bandungbergerak.id dalam artikel datanya terdapat pembandingan data dengan jurnal ilmiah. Bandungbergerak.id dalam proses pembuatan beritanya mengedepankan isu-isu terpinggirkan.
Strategi Komunikasi TV Harmoni dalam Beradaptasi di Era Konvergensi Media Muhamad Ilham Baihaki Baihaki; Muhamad Ilham Baihaki
Bandung Conference Series: Journalism Vol. 3 No. 2 (2023): Bandung Conference Series: Journalism
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsj.v3i2.8334

Abstract

Abstract: Penelitian ini dilatarbelakangi oleh masuknya era konvergensi media, yang mengharuskan semua media massa konvensional beradaptasi dalam pengolahan program/konten, target/tujuan serta perluasan /pengembangan media secara teknis. Tujuan dari dilaksanakannya penelitian ini adalah untuk mengetahui Perencanaan, Tujuan, Pesan, dan Media TV Harmoni dalam Adaptasi di Era Konvergensi melalui program Harmoni Bagi Negeri. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Data dikumpulkan melalui wawancara, dokumentasi, dan sumber internet. Paradigma yang digunakan dalam penelitian ini yaitu PostPositivisme dengan informan utama penelitian oleh Direktur Utama, Founder, dan Produser Adapun teknik analisis data dengan mengumpulkan data, reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi komunikasi yang dilakukan oleh TV Harmoni dengan menentukan Perencanaan yang melibatkan tim produksi dengan tahapan teknis program, tujuan program, dampak program. Tujuan adalah hasil dari perencanaan dalam mencapai suatu tujuan yang akan menciptakan harapan dari Program Harmoni Bagi Negeri yang dikemas oleh TV Harmoni. Pesan adalah segala informasi mengenai era digital saat ini dan segala kasus yang sedang ramai di lingkungan masyarakat. Media yang digunakan berupa media sosial Youtube dan Facebook. Kesimpulan dari penelitian ini menunjukkan bahwa keempat tahap strategi komunikasi ini memiliki peran dalam menciptakan Program Harmoni Bagi Negeri yang akan mencapai kegiatan komunikasi secara efektif, selain itu memberikan arah dan tujuan dalam jangka panjang dalam beradaptasi di era konvergensi media saat ini. Abstract: This research is motivated by the entry of the media convergence era, which requires all conventional mass media to adapt in program/content processing, targets/goals and technical media expansion/development. The purpose of this research is to find out the Planning, Objectives, Messages, and Media of Harmony TV in Adaptation in the Convergence Era through the Harmony Bagi Negeri program. This research uses a qualitative descriptive method. Data were collected through interviews, documentation, and internet sources. The paradigm used in this research is PostPositivism with the main informants of the research by the President Director, Founder, and Producer. The data analysis technique is by collecting data, data reduction, data presentation and conclusion drawing.The results showed that the communication strategy carried out by TV Harmoni by determining the planning involving the production team with the technical stages of the program, program objectives, program impact. Purpose is the result of planning in achieving a goal that will create expectations from the Harmony Program for the Country packaged by Harmony TV. Messages are all information about the current digital era and all cases that are currently busy in the community. The media used are social media Youtube and Facebook. The conclusion of this research shows that the four stages of this communication strategy have a role in creating the Harmony Program for the State.
Diksiminasi dan Ketidakadilan terhadap Perempuan Pribumi dalam Novel Lebih Putih Dariku Aksal Juliana; Andalusia Permatasari
Bandung Conference Series: Journalism Vol. 3 No. 2 (2023): Bandung Conference Series: Journalism
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsj.v3i2.8391

Abstract

Abstract. Women always experience discrimination and injustice in social life. Women have always been treated unfairly by the structure of society. Women always get discrimination that makes them the other for the dominant subject. In the novel More Putih Than Me, there are forms of discrimination and injustice against indigenous women during the Dutch East Indies period. For this reason, this research was conducted with the aim of seeing that there is discrimination and injustice against women contained in the novel Lagi Putih Dariku. The method used is a qualitative method with Sara Mills' critical discourse analysis approach. Sara Mills' Critical Discourse Analysis is used to see how women are represented in the text through the position of subject-object and writer-reader. The results of the study show that in the novel Putih Putih Dariku there is discrimination and injustice experienced by indigenous women. In the position of the subject, namely Isah as the narrator as well as the object being told, she experienced discrimination and injustice as a native woman during the Dutch East Indies period. In the reader's position, the reader is brought into the text by using the firstperson point of view "I" to share in the feelings of discrimination and injustice experienced by Isah as an indigenous woman in the colonial period. Abstrak. Perempuan selalu mengalami diskriminasi dan ketidakadilan di dalam kehidupan sosial. Perempuan selalu diperlakukan tidak adil oleh struktur masyarakat. Perempuan selalu mendapatkan diskriminasi yang membuat dirinya menjadi the other bagi subjek yang dominan. Dalam novel Lebih Putih Dariku, terdapat bentuk-bentuk terdapat diskriminasi dan ketidakadilan terhadap perempuan pribumi di masa Hindia Belanda. Untuk itu penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk melihat terdapat diskriminasi dan ketidakadilan terhadap perempuan yang terdapat di dalam novel Lebih Putih Dariku. Metode yang digunakan yaitu metode kualitatif dengan pendekatannya analisis wacana kritis Sara Mills. Analisis Wacana Kritis Sara Mills digunakan untuk melihat bagaimana perempuan itu ditampilkan dalam teks melalui posisi subjek-objek dan penulis-pembaca. Hasil penelitian menunjukan bahwa dalam novel Lebih Putih Dariku terdapat diskriminasi dan ketidakadilan yang dialmi oleh perempuan pribumi. Pada posisi subjek yakni Isah sebagai pencerita sekaligus objek yang diceritakan mengalami terdapat diskriminasi dan ketidakadilan terhadap dirinya sebagai perempuan pribumi di masa Hindia Belanda. Pada posisi pembaca, pembaca dibawa masuk ke dalam teks dengan menggunakan sudut pandang orang pertama “aku” untuk ikut merasakan terdapat diskriminasi dan ketidakadilan yang dialami Isah sebagai perempuan pribumi di masa kolonial..
Perkembangan Musik Pop Indonesia Irgi Rechansyah Gani; Kiki Zakiah Darmawan
Bandung Conference Series: Journalism Vol. 3 No. 2 (2023): Bandung Conference Series: Journalism
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsj.v3i2.8486

Abstract

Abstract. The phenomenon of reciting old Indonesian popular music from the 60-90s era is increasingly circulating everywhere, social media timelines, cafes, and many other unique mediums are widely listened to by Gen Z who incidentally were not born or even experienced the era that music first appeared. However, one thing that is missing from the phenomenon of the glittering Indonesian pop music today is the ongoing debate about what pop music really is, what underlies it's success. This study examines audience reception as readers of the book "From Ngak Ngik Ngok to Dheg Dheg Plas" to explore readers' understanding of the history and development of pop music in Indonesia. This research has a focus on examining how audience reception of the history of the development of Indonesian pop music in the book "From Ngak Ngik Ngok to Dheg Dheg Plas". The data were analyzed qualitatively using the reception analysis method through observation and interviews with readers. The results of this study indicate the hypothetical position of a number of informants. All informants occupy a dominant hegemonic position, 1 of a number of informants occupies a negotiating position, and none of the informants occupies an oppositional position. This evidence contains 4 aspects of knowledge discussed in the book From Ngak Ngik Ngok to Dheg Dheg Plas, and the informant claimed to have knowledge, especially in terms of state intervention in Indonesian pop music in the decade of the 60s. The informant admitted that after reading the book, his attitude changed and he liked Indonesian pop music in terms of strengthening the identity of a pop music lover, feeling validated as a pop music lover. Keywords: History, Pop Music, Communication. Abstrak. Fenomena lantunan musik populer lawas Indonesia era 60-90an kian berseliweran dimana-mana, linimasa media sosial, café, dan banyak medium lainnya yang uniknya banyak didengarkan oleh Gen Z yang notabene tidak lahir atau bahkan mengalami era musik-musik itu pertama kali muncul. Namun satu hal yang luput dari fenomena kemilaunya musik pop Indonesia saat ini adalah perdebatan yang tiada hentinya mengenai apa sebenarnya musik pop, apa yang melandasi musik-musik itu berjaya. Penelitian ini mengkaji resepsi khalayak sebagai pembaca buku “Dari Ngak Ngik Ngok ke Dheg Dheg Plas” untuk menggali pemahaman pembaca mengenai sejarah dan perkembangan musik pop di Indonesia. Penelitian ini memiliki fokus untuk meneliti bagaimana resepsi khalayak tentang sejarah perkembangan musik pop Indonesia dalam buku “Dari Ngak Ngik Ngok ke Dheg Dheg Plas”. Data dianalisis secara kualitatif dengan metode analisis resepsi melalui hasil observasi dan wawancara pembaca. Hasil dari penelitian ini menunjukkan posisi hipotekal sejumlah informan. Semua informan menempati posisi hegemoni dominan, 1 dari sejumlah informan menduduki posisi negosiasi, dan tidak ada satupun informan yang menduduki posisi oposisi. Bukti ini memuat 4 aspek pengetahuan yang dibahas dalam buku Dari Ngak Ngik Ngok ke Dheg Dheg Plas, dan informan mengaku mendapat pengetahuan terutama dalam hal intervensi negara terhadap musik pop Indonesia pada dekade 60-an. Informan mengaku mengalami perubahan sikap setelah membaca buku tersebut menambah rasa suka terhadap musik pop Indonesia dalam hal merperteguh identitas penyuka musik pop, merasa tervalidasi, sebagai penyuka musik pop. Kata Kunci: Sejarah, Musik Pop, Komunikasi.
Peran Komunitas Hardcore Punk dalam Tour Band Critical Issues Muhammad Alghifary Hardyali; Septiawan Santana K
Bandung Conference Series: Journalism Vol. 3 No. 2 (2023): Bandung Conference Series: Journalism
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsj.v3i2.8738

Abstract

Hardcore punk merupakan sebuah sub-culture yang lahir dari budaya punk dan berkembang melalui media musik. Hardcore Punk muncul pada tahun 1980an di Amerika Utara dan saat ini digemari oleh banyak anak muda. Jenis musiknya sendiri dapat ditandai dengan beat yang cepat, penggunaan kunci gitar minor yang cepat berganti dan teriakan cempreng bernada amarah. Di Indonesia sendiri, masuknya genre hardcore punk tidak lepas dari perkembangan kultur punk yang masuk ke Indonesia. Awalnya musik punk hadir di kelas menengah atas di Jakarta yang mampu membawa koleksi rilisan fisik dari luar negeri ke tanah air. Kemudian musik hardcore punkmuncul di Indonesia tepatnya di Jakarta adalah dengan lahirnya band seperti Antiseptic, disertai dengan lahirnya komunitas-komunitas underground. Era itu, komunitas menjadi media yang paling penting dalam berkembangnya sub-kultur Hardcore Punk, sebab segala pertukaran informasi mengenai referensi, trend dan perkembangan lainnya menjadi isu utama dalam sebuah komunitas. Hingga di era serba digital seperti saat inipun komunitas tetap menjadi bagian terpenting dalam skena Hardcore Punk, khususnya dalam lima tahun terakhir banyak bermunculan komunitas hardcore punk baru, yang aktif dalam mengorganize gigs-gigs kolektif dari skala kecil hingga skala menengah serta membidani lahirnya band-band produktif dalam lima tahun terakhir, seperti eksistensi kolektif For Futura, No Clue, Stagedive Crew dan masih banyak lagi, dalam kurun waktu lima tahun terakhir ini, tentu menjadi menjadi marka penanda bahwa hardcore punk still breath and shining, ditengah kepungan industri musik yang makin seragam. Penelitian ini membahas tentang peran komunitas yang melatar belakangi agenda tour sebuah band hardcore punk bernama Critical Issues dalam agenda promosi mini album pertama mereka bertajuk “Cobra Hardcore Commando Zone”. Penelitian ini menggunakan metode jenis penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus eksplanatoris seperti yang dijelaskan oleh Robert K. Yin. Serta teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara dan dokumentasi untuk mendapatkan data. Teknik analisis datanya menggunakan Reduksi Data (Data Reduction), Penyajian Data (Data Display), Penarikan Kesimpulan (Conclusion Drawing/Verification).Kata Kunci: Komunitas, Hardcore Punk, Critical Issues.
Implementasi Open Source Intelligence dalam Praktik Jurnalisme di Media Online Haris Wahyudi; Arba'iyah Satriani
Bandung Conference Series: Journalism Vol. 3 No. 2 (2023): Bandung Conference Series: Journalism
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsj.v3i2.8818

Abstract

Abstract. OSINT, as defined by the Army's Headquarters Department, is an intelligence activity that seeks to gather, exploit, and disseminate information obtained from open sources in order to discover specific information. However, the implementation can be carried out at any location. In Indonesia itself, the possibility of OSINT really turned into a subject of discussion in 2004. Even Kominfo organized the Indonesia Open Source Award event in 2012 (IOSA 2012). However, until now, it has only been used sparingly. In the domain of news coverage in Indonesia, this is additionally still seldom finished by the media. As a result, the researcher wants to learn how OSINT is used in Detikcom's online media by using the Cimahi child murder case as an example. This research employs a case study-based qualitative approach. There are two types of data collection methods, primary collection: Observation, Interview, Literature Study, Internet Sources, and additional secondary data collection: Documentation Additionally, representatives from the Press Council and Detikcom's editors and assistant editors served as informants for this study. The goal of this study is to learn how OSINT is used in online media. The online media outlet Detik.com served as the subject of this investigation, and DetikCom's coverage of the murder of children in Cimahi served as the object. The researcher will speak with Press Council representatives as part of the data triangulation process. Abstrak. Menurut Headquarters Department of the Army, OSINT merupakan sebuah kegiatan intelejen yang bertujuan untuk mengetahui informasi tertentu dengan cara mengumpulkan, mengeksploitasi, dan menyebarluaskan sebuah informasi yang didapat dari sumber terbuka. Meski begitu, Implementasinya bisa dilakukan dimana saja. Di Indonesia sendiri, gagasan mengenai OSINT sebenarnya sudah menjadi perbincangan pada 2004. Bahkan pada 2012, Kominfo sempat menggelar perhelatan Indonesia Open Source Award (IOSA 2012). Namun sampai saat ini penggunaannya masih dirasa minim. Dalam ranah jurnalisme di Indonesia, hal ini juga masih terhitung jarang dilakukan oleh media. Oleh karena itu peneliti ingin mempelajari bagaimana OSINT digunakan di media online Detikcom dan pengaruhnya terhadap jumlah pembaca dengan mengambil contoh kasus pembunuhan anak di Cimahi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif berbasis studi kasus. Ada dua jenis metode pengumpulan data, pengumpulan primer: Observasi, Wawancara, Studi Literatur, Sumber Internet, dan pengumpulan data sekunder tambahan: Dokumentasi. Selain itu, perwakilan dari Dewan Pers dan redaktur Detikcom serta asisten redaktur menjadi narasumber dalam penelitian ini. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mempelajari bagaimana OSINT digunakan dalam media online dan pengaruhnya terhadap jumlah pembaca. Media online Detik.com menjadi subjek investigasi ini, dan liputan DetikCom tentang pembunuhan anak di Cimahi menjadi objeknya.

Page 7 of 13 | Total Record : 124