cover
Contact Name
Unang arifin
Contact Email
bcsj@unisba.ac.id
Phone
+6281280817880
Journal Mail Official
bcsj@unisba.ac.id
Editorial Address
UPT Publikasi Ilmiah, Universitas Islam Bandung. Jl. Tamansari No. 20, Bandung 40116, Indonesia, Tlp +62 22 420 3368, +62 22 426 3895 ext. 6891
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Bandung Conference Series: Journalism
ISSN : -     EISSN : 28282175     DOI : https://doi.org/10.29313/bcsj.v2i2
Bandung Conference Series: Journalism (BCSJ) menerbitkan artikel penelitian akademik tentang kajian teoritis dan terapan serta berfokus pada Jurnalistik dan Media Digital dengan ruang lingkup Analisis Framing, Analisis Naratif Resepsi, Analisis Resepsi, Analisis Wacana, Pemberitaan Anarkis, Banalitas Kejahatan, Berita, Dramaturgi, Feature News, Feminisme, Fenomenologi, Film, Independensi Media, Jurnalisme Positif, Jurnalistik Film, kredibilitas berita, Kampanye, Kekerasan Seksual Anak, Komunikasi Feminisme, Komunikasi Interpersonal Bermedia, Komunikasi Islam Konvergensi Media, Makna Diri Jurnalis, Media Independence, Jurnalisme advokasi, Critical Discourse Analysis, Online Mass Media, Online Media, Penyandang disabilitas, Pola Komunikasi, Political Interests Prinsip Kewartawanan, Reportasi Investigatif, Sinematografer, Surat Kabar, Teori Pemaknaan, Teori Uses and Gratification, Terpaan media, Uses and Gratification Theory, Uses and Gratification, Voice of America, Wartawan Jihad. Prosiding ini diterbitkan oleh UPT Publikasi Ilmiah Unisba. Artikel yang dikirimkan ke prosiding ini akan diproses secara online dan menggunakan double blind review minimal oleh dua orang mitra bebestari.
Articles 119 Documents
Gaya Penulisan Media Musik: Arie Afrizal; Septiawan Santana Kurnia
Bandung Conference Series: Journalism Vol. 3 No. 1 (2023): Bandung Conference Series: Journalism
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsj.v3i1.6626

Abstract

Abstrack. The path of development of music journalism is increasingly varied, with some mainstream media still promoting market music and some alternative media still consistently presenting music outside the industrial market. In a music media there are a lot of writings in it, such as news articles, articles, features and reviews. Several review writings began to mushroom in various music media, whether it's a review of a band, single or album. Therefore, music media journalists need an in-depth understanding and observation of the review articles they will write. As in its definition, music journalism is the activity of criticizing and reporting media on music topics. In music writing, of course, it is closely related to criticism, the criticism needed in music writing is sharp and intelligent criticism of a work. The purpose of music criticism is the consideration of good and bad about the ability of a person or group to produce music or musical works in musical performances. Music journalism is clearly writing about music, but the two main types of writing styles that tend to be published are interviews that gravitate towards feature writings from bands, individuals or people connected with music or reviews of major events, such as gigs, physical releases, books, and broadcast online (Mark Leverton: 2010). Music journalism also has a fairly narrow meaning, namely reporting or reporting within the scope of music but still relying on the principles of journalism itself, namely based on facts, or events that occur objectively, not fiction. One of the products of a music journalism product is review writing. Review writing itself is a concluding article, a review of several observed objects, such as writings, books, journals, gadgets, applications, food, electronics, films, music and others. With a review article, the reader will know the advantages, disadvantages and quality of a work or product. Review writing has the main purpose of providing information to the reader in order to know a summary of an object. A review also has a general structure that begins with an introduction and ends with an evaluation. This research focuses on the application of journalistic rules in review writing in the music media Rich Music Online. This study uses a qualitative method with a case study approach. In this case, the researcher is trying to find out the application of journalistic rules to review writing in the music media Rich Music Online. Abstrak. Alur perkembangan jurnalisme musik makin sini makin bervariasi, dengan beberapa media mainstream masih mengedepankan musik-musik pasar dan ada pula beberapa media alternatif yang masih konsisten menyuguhkan musik-musik di luar pasar industri. Dalam sebuah media musik banyak sekali tulisan-tulisan yang ada di dalamnya, seperti tulisan berita, artikel, feature dan review. Beberapa tulisan review pun mulai menjamur di berbagai media musik, mau itu review band, single ataupun album. Oleh karena itulah para jurnalis media musik membutuhkan pemahaman dan observasi mendalam mengenai tulisan review yang akan ditulisnya. Seperti pada pengertiannya jurnalisme musik merupakan kegiatan mengkritik dan pelaporan media mengenai topik musik. Dalam penulisan musik tentunya lekat dengan kritik, kritik yang dibutuhkan dalam penulisan musik yaitu kritik tajam dan cerdas terhadap suatu hasil karya. Maksud dari kritik musik adalah pertimbangan baik dan buruk terhadap kemampuan seseorang atau kelompok dalam memproduksi musik atau karya musik dalam pertunjukan musik. Jurnalisme musik jelas menulis tentang musik, tetapi dua jenis gaya penulisan utama yang cenderung dipublikasikan adalah wawancara yang condong ke tulisan feature dari band, individu atau orang yang terhubung dengan urusan musik atau ulasan dari peristiwa-peristiwa besar, seperti gigs, rilisan fisik, buku, dan siarain online (Mark leverton: 2010). Jurnalisme musik juga memiliki artian yang cukup mengkerucut, yaitu pelaporan atau reportase dalam lingkup musik namun tetap bersandar pada kaidah jurnalisme itu sendiri, yaitu berdasarkan fakta, atau peristiwa yang terjadi secara objektif, bukan fiksi. Salah satu produk dari sebuah produk jurnalisme musik adalah tulisan review. Tulisan review sendiri merupakan sebuah tulisan simpulan, tinjauan dari beberapa objek yang diamati, seperti tulisan, buku, jurnal, gadget, aplikasi, makanan, elektronik, film, musik dan lainnya. Dengan adanya sebuah tulisan review pembaca akan mengetahui kelebihan, kekurangan dan kualitas dari suatu karya atau produk. Tulisan review mempunyai tujuan utama yaitu untuk memberikan informasi kepada pembaca agar mengetahui ringkasan dari sebuah objek. Sebuah review pun memiliki sebuah struktur yang umum yaitu diawali dengan pengenalan dan diakhiri dengan sebuah evaluasi. Penelitian ini berfokus pada penerapan kaidah-kaidah jurnalistik pada tulisan review dalam media musik Rich Music Online. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Dalam hal ini peneliti berusaha mencari tahu penerapan kaidah-kaidah jurnalistik pada tulisan review dalam media musik Rich Music Online.
Analisis Semiotika Pesan Moral dalam Film Pendek Animasi Wake Up Call Arief Ramadhan; Yenni Yuniati
Bandung Conference Series: Journalism Vol. 3 No. 1 (2023): Bandung Conference Series: Journalism
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsj.v3i1.6683

Abstract

Abstract. Film is a form of mass media that is considered capable of providing entertainment to the public. Films tell stories through scenes and events. Film is a channel for various kinds of ideas, ideas, concepts and has an impact from its broadcast. Wake Up Call is a short film brainchild of The Gaia Foundation that explores the true price of today's much-loved electronic gadgets, by joining the dots between the stages of extraction, production, consumption and disposal. This research is included in the type of descriptive-qualitative research which aims to find out the meaning of denotation, connotation, and myth in the animated short Wake Up Call film and the moral message contained therein. The method used in this study is a qualitative method with Roland Barthes's Semiotics approach through observation and documentation techniques. The results of this study indicate that the resulting denotation and connotation mean that human behavior in buying electronic goods is excessively influenced by emotional aspects. While the resulting myth shows that the behavior shown in the film is consumptive behavior or consumerism. Then the moral message conveyed is an illustration of the impact produced by consumptive behavior that should be avoided. Abstrak. Film adalah salah satu bentuk media massa yang dianggap mampu memberikan hiburan kepada masyarakat. Film menyampaikan cerita melalui adegan-adegan dan peristiwa demi peristiwa. Film merupakan saluran berbagai macam gagasan, ide, konsep serta mempunyai dampak dari penayangannya. Wake Up Call adalah film pendek gagasan The Gaia Foundation yang mengeksplorasi harga sebenarnya dari gadget elektronik yang sangat digandrungi saat ini, dengan menggabungkan titik-titik di antara tahap ekstraksi, produksi, konsumsi, dan pembuangan. Penelitian ini termasuk dalam jenis penelitian deskriptif-kualitatif yang bertujuan untuk mengetahui makna denotasi, konotasi, dan mitos dalam film pendek animasi Wake Up Call serta pesan moral yang terkandung didalamnya. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif dengan pendekatan Semiotika Roland Barthes melalui teknik observasi dan dokumentasi. Hasil dari penelitian ini menunjukan bahwa makna denotasi dan konotasi yang dihasilkan adalah perilaku manusia membeli barang elektronik secara berlebihan dipengaruhi oleh aspek-aspek emosional. Sedangkan mitos yang dihasilkan menunjukkan bahwa perilaku yang ditampilkan pada film tersebut merupakan perilaku konsumtif atau konsumerisme. Kemudian pesan moral yang disampaikan merupakan gambaran dari dampak yang dihasilkan oleh perilaku konsumtif yang seharusnya bisa dihindari.
Praktik Jurnalisme Lingkungan dalam Pemberitaan Pembangunan Bendungan Bener, Desa Wadas, Kabupaten Purworejo Jawa Tengah Eriza Reziana; Alex Sobur
Bandung Conference Series: Journalism Vol. 3 No. 1 (2023): Bandung Conference Series: Journalism
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsj.v3i1.6704

Abstract

Abstract. The local government's plans for the Bener dam construction project require mining of andesite rocks in Wadas Village. Conditions heated up when residents responded to the refusal, leading to clashes involving the police and residents. The media is busy reporting on this land acquisition conflict as awareness of environmental problems. This research focuses on framing the practice of environmental journalism in reporting on the construction of the Bener dam by Viva.co.id and Okezone.com media. This study uses a qualitative research type with the Robert N. Entman model framing analysis approach consisting of four elements Define Problems, Diagnose Causes, Make Moral Judgment, and Treatment Recommendation. The primary data source is the news on the construction of the Bener Dam on Viva.co.id and Okezone.com media. The results of the study found the framing of the Bener dam construction news from two different points of view. Viva frames the practice of environmental journalism which leads to eco-populism which favors the interests of the people whereas, Okezone leads to eco-developmentalism which focuses on environmental development. Abstrak. Rencana pemerintah daerah terkait proyek pembangunan bendungan Bener memerlukan proses penambangan batuan andesit di Desa Wadas. Kondisi semakin memanas ketika warga merespon penolakan, hingga terjadilah aksi bentrok melibatkan aparat kepolisian dengan warga. Media ramai memberitakan konflik pembebasan lahan ini sebagai kesadaran akan permasalahan lingkungan hidup. Penelitian ini berfokus pada pembingkaian praktik jurnalisme lingkungan hidup pada pemberitaan pembangunan bendungan Bener media Viva.co.id dan Okezone.com. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kualitatif dengan pendekatan analisis framing model Robert N. Entman terdiri dari empat elemen Define Problems, Diagnose Causes, Make Moral Judgement, dan Treatment Recommendation. Sumber data primer yakni pemberitaan pembangunan bendungan Bener pada media Viva.co.id dan Okezone.com. Hasil penelitian menemukan pembingkaian berita pembangunan bendungan Bener dengan dua sudut pandang yang berbeda. Viva membingkai praktik jurnalisme lingkungan yang mengarah pada eco-populism yang memihak kepada kepentingan rakyat sedangkan, Okezone mengarah pada eco-developmentalism yakni memfokuskan pada pembangunan lingkungan. 
Pembentukan Public Sphere dalam Game Online Fadhly Hafizh; Firmansyah; Dadi Ahmadi
Bandung Conference Series: Journalism Vol. 3 No. 1 (2023): Bandung Conference Series: Journalism
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsj.v3i1.6750

Abstract

Abstract. Public space is a medium for humans to be able to gather, have recreation, and also open a discussion room. Public space can occur in real life (real space) and in cyberspace (virtual space), this is because public space can be created anywhere, even in the world of online games, public space can be created by the players. One of the online games that has the potential to form a public space is the GTA V Online game, this can happen because in the GTA V Online game the players are connected to an internet network from all over the world and are also assisted by an additional feature, namely the voice chat feature. The purpose of this study is to determine the formation of the public sphere in the game GTA V Online, this study uses a qualitative research method with a case study approach, this research is then assisted by the public sphere theory of Jurgen Habermas. Habermas raises what he calls "institutional criteria", a character that conveys what Habermas meant by the theory of public space, the criteria are divided into three namely, disregard of status, domain of common concern, and inclusivity. The results of this study are the formation of public space in the online game GTA V which is carried out by the players. The results of this study include what Habermas calls institutional criteria, namely, disregard of status, domain of common concern, and inclusivity. Abstrak. Ruang publik (public space) menjadi media bagi manusia untuk bisa berkumpul, berekreasi, dan juga membuka ruang diskusi. Ruang publik dapat terjadi di kehidupan nyata (real space) dan di dunia maya (virtual space), hal ini karena ruang publik dapat diciptakan dimana saja, hingga dalam dunia game online pun ruang publik dapat diciptakan oleh para pemainnya. Salah satu game online yang memiliki potensi dalam pembentukan ruang publik yaitu game GTA V Online, hal ini bisa terjadi karena dalam game GTA V Online para pemain terhubung dalam satu jaringan internet dari seluruh dunia dan juga dibantu oleh fitur tambahan yakni fitur voice chat. Tujuan dari penelitian ini yaitu mengetahui pembentukan public sphere dalam game GTA V Online, penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekeatan studi kasus, penelitian ini lalu dibantu dengan teori public sphere Jurgen Habermas. Habermas memunculkan apa yang disebutnya sebagai “institutional criteria”, sebuah karakter yang mengantarkan apa yang dimaksud Habermas dengan teori ruang publik tersebut, kriteria tersebut dibagi menjadi tiga yakni, disregard of status, domain of common concern, dan inclusivity. Hasil penelitian ini yakni adanya pembentukan ruang publik dalam game online GTA V yang dilakukan oleh para pemainnya, hasil penelitian pada penelitian ini meliputi apa yang disebut oleh Habermas sebagai institutional criteria yakni, disregard of status, domain of common concern, dan inclusivity.
Konstruksi Realitas Berita Kriminal di Media Online Detik.com dan Kompas.com Sherine Angelica Putri Hikmah Mochammad Dicki; Tia Muthiah Umar
Bandung Conference Series: Journalism Vol. 3 No. 1 (2023): Bandung Conference Series: Journalism
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsj.v3i1.6756

Abstract

Abstract. The media can limit and interpret comments from news sources by providing different portions of news from various existing sources. This research takes framing analysis in online media, the news is taken about the murder of a mother and child in the city of Subang, how is the framing of the news on the online media Detik.com and Kompas.com? The analytical approach used is useful for seeing how the reality is behind the discourse of the mass media. The purpose of this study is to find out how news framing is carried out by online media Detik.com and Kompas.com in reporting cases of child and mother murder in the city of Subang. The focus of research is how to framing news on Detik.com and Kompas.com media in the case of the murder of a mother and child in the city of Subang. This research produces three conclusions, namely; (1) The three news articles published on Detik.com and Kompas.com put forward facts and data that are accurate and up-to-date. Based on framing analysis, syntactic, script, and thematic structures are well fulfilled, while rhetorical structures are not used too much. Abstrak. Media dapat membatasi dan menafsirkan komentar-komentar sumber berita dengan memberikan porsi pemberitaan yang berbeda dari berbagai sumber yang ada. Penelitian ini mengambil analisis framing pada media online, berita yang di ambil mengenai kasus pembunuhan ibu dan anak di kota Subang, bagaimana framing berita tersebut pada media online Detik.com dan Kompas.com? Pendekatan analisis yang digunakan berguna untuk melihat bagaimana realitas dibalik wacana dari media massa. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui bagaimana pembingkaian atau framing berita yang dilakukan oleh media online Detik.com dan Kompas.com dalam memberitakan kasus pembunuhan anak dan ibu di kota Subang. Fokus penelitian bagaimana framing berita di media Detik.com dan Kompas.com dalam kasus pembunuhan ibu dan anak di kota Subang. Penelitian ini menghasilkan tiga kesimpulan yaitu; (1) Tiga berita yang dimuat di Detik.com dan Kompas.com mengedepankan fakta dan data yang akurat dan aktual. Berdasarkan analisis framing, struktur sintaksis, skrip, dan tematik terpenuhi dengan baik, sedangkan struktur retoris tidak terlalu banyak digunakan.
Relevansi Ulasan Musik di Media Online dengan Apresiasi Musik Pembaca Fadli Firdaus; Kiki Zakiah
Bandung Conference Series: Journalism Vol. 3 No. 1 (2023): Bandung Conference Series: Journalism
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsj.v3i1.6841

Abstract

Abstract. Technology is currently growing. This has an impact on patterns of human life to be more practical in carrying out daily activities. One of them is in terms of consuming information about music. Various forms of information medium can be used as literature by music lovers. Especially in this digital era, we often encounter music writings milling about in online media. Starting from recommendations for the latest music releases, to scathing criticisms of the ideas of "serious music fans" who appreciate music through opinions, to provide information and education to the public about music and its surrounding area. Highvolta Media is a media-based collective movement that often discusses visual and musical issues in general. This media has a website in which various points of view are expressed on topics that develop through opinions and also features which are grouped into several rubrics of the editor's choice. This research was conducted to find out the relevance of music criticism in the Highvolta Media Review rubric by forming readers' appreciation or musical tastes among 2019 Unisba Fikom Students. This research was conducted to find out whether there is relevance to music reviews by forming readers' music appreciation. This study uses the Uses & Gratifications theory. The method used by researchers is a quantitative research method with a correlational study approach. Respondents in this study were students from the Faculty of Communication Science class of 2019, totaling 179 respondents. The results of the study show that there is significant relevance in the review rubric in Highvolta Media with music appreciation for readers. Abstrak. Teknologi saat ini semakin berkembang. Hal tersebut berdampak terhadap pola-pola kehidupan manusia menjadi lebih praktis dalam menjalankan kegiatan kegiatan sehari-hari. Salah satunya adalah dalam hal mengkonsumsi informasi mengenai musik. Berbagai bentuk medium informasi bisa dijadikan literatur oleh para penikmat musik. Terlebih di era digital ini, sering kita jumpai tulisan-tulisan musik yang berseliweran di media online. Mulai dari rekomendasi musik rilisan teranyar, hingga kritik-kritik pedas hasil pemikiran “penggemar musik serius” yang mengapresiasi musik melalui opini, guna memberikan informasi sekaligus edukasi kepada khalayak mengenai musik dan selingkar wilayahnya. Highvolta Media sebuah gerakan kolektif berbasis media yang kerap membahas persoalan visual dan musik secara umum. Media ini mempunyai website yang di dalamnya menuangkan berbagai sudut pandang mengenai topik yang berkembang melalui opini dan juga fitur yang dikelompokan menjadi beberapa rubrik pilihan redaksi. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui relevansi kritik musik pada rubrik Review Highvolta Media dengan membentuk apresiasi atau selera musik pembaca di pada kalangan Mahasiswa Fikom Unisba 2019. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui adakah relevansi ulasan musik dengan membentuk apresiasi musik pembaca. Penelitian ini menggunakan teori Uses & Gratifications. Metode yang digunakan peneliti yaitu metode penelitian kuantitatif dengan pendekatan studi korelasional. Responden dalam penelitian ini yaitu Mahasiswa dari Fakultas Ilmu Komunikasi angkatan 2019 yang berjumlah sebanyak 179 responden. Hasil penelitian menunjukkan bahwa adanya relevansi yang signifikan pada rubrik review di Highvolta Media dengan Apresiasi musik pada pembaca.
Strategi Branding Bujang Rimba dalam Membentuk Self Image di Media Sosial Ghea Grahmaulidya; Dedeh Fardiah
Bandung Conference Series: Journalism Vol. 3 No. 1 (2023): Bandung Conference Series: Journalism
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsj.v3i1.6871

Abstract

Abstract. This study aims to determine the branding strategy used by Bujang Rimba in forming self-image on Instagram social media @bujangrimba_. This goal is divided into three factors, namely communication strategy, branding consistency and relevance and Bujang Rimba's self-image. This study uses a qualitative approach with case study analysis, the theory used to support this research is the Impression Management Theory from Jones & Pittman. Self-presentation by Bujang Rimba provides added value in building branding and self-image. Case study analysis is considered to be the most effective method for exploring how Bujang Rimba's strategy builds their branding. The results of the research show (1) Bujang Rimba has never formed and promoted as a creative agency, but they are running as they are as a group of people who have the same hobbies and activities, as well as references to the same interests. With the concept of their everyday style that is humorous and "eccentric". (2) In maintaining consistency with the brand image that has been created. Bujang Rimba makes wild ideas even wilder with their humorous concept. (3) Bujang Rimba in his social media has relevance to the character of his employees where on Instagram social media Bujang Rimba posts motorbike videos because of his hobby of motorbikes, makes vintage concepts because his employees really like vintage references, and humorous concepts because Bujang Rimba packs a creative agency in an eccentric way. Abstrak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui strategi branding yang dilakukan Bujang Rimba dalam membentuk self-image di media sosial Instagram @bujangrimba_. Tujuan tersebut terbagi menjadi tiga faktor yaitu strategi komunikasi, konsistensi dan relevansi branding dan self-image Bujang Rimba. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan analisis studi kasus, teori yang digunakan sebagai penunjang penelitian ini merupakan Impression Management Theory dari Jones & Pittman. Presentasi diri yang dilakukan oleh Bujang Rimba memberikan nilai lebih dalam membangun branding dan self-image. Analisis studi kasus dianggap menjadi metode paling efektif untuk menulusuri bagaimana strategi Bujang Rimba dalam membangun branding mereka. Hasil peneltian menunjukan (1) Bujang Rimba tidak pernah membentuk dan mempromosikan sebagai creative agency, namun mereka berjalan apa adanya sebagai sekelompok orang yang mempunyai hobi dan kegiatan yang sama, serta referensi ketertarikan yang sama. Dengan konsep gaya mereka sehari-hari yang humor dan “nyeleneh”.(2) Dalam mempertahankan konsistensinya dengan brand image yang sudah dibuat. Bujang Rimba membuat ide liar yang lebih liar dengan konsep humor mereka. (3) Bujang Rimba dalam media sosialnya relevansi dengan karakter karyawannya dimana didalam media sosial Instagram Bujang Rimba memposting video motor karena hobi bermotor, membuat konsep vintage karena karyawannya memang menyukasi referensi vintage, dan konsep humor karena Bujang Rimba mengemas creaetive agency secara nyeleneh.
Tanggapan Followers Mengenai Diskriminasi Kaum Marjinal dalam Laporan Remotivi Farhan Aprilian Ruslan; kiki Zakiah darmawan
Bandung Conference Series: Journalism Vol. 3 No. 1 (2023): Bandung Conference Series: Journalism
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsj.v3i1.6876

Abstract

Abstract. Media owners take advantage of technological advances. Social media is a means to disseminate news and other information to the public. The existence of social media causes the spread of news quickly and has negative or positive effects. This makes audiences more selective in choosing the media they access. Presenting the issue of marginalized discrimination attracts attention for researchers. Marginalization is a phenomenon of imbalance in obtaining opportunities in economic, social, and educational aspects by a group of people. Unisba Journalism students are active users of social media. They chose Remotivi as a trusted medium. Not only do they actively use Twitter and access Remotivi, they are also active in writing comments in the column provided by Remotivi. The purpose of this study was to find out the hypothetical position of the Unisba Fikom Journalistic Students regarding Remotivi's broadcast, namely discrimination against marginalized communities. The method used in this research is qualitative with Stuart Hall's reception analysis approach and the theory used is Stuart Hall's meaning theory. The results of this study show that how the reception and mortgage positions of UNISBA journalism students are after watching Remotivi's shows. Media owners take advantage of technological advances. Social media is a means to disseminate news and other information to the public. The existence of social media causes the spread of news quickly and has negative or positive effects. This makes audiences more selective in choosing the media they access. Presenting the issue of marginalized discrimination attracts attention for researchers. Marginalization is a phenomenon of imbalance in obtaining opportunities in economic, social, and educational aspects by a group of people. Unisba Journalism students are active users of social media. They chose Remotivi as a trusted medium. Not only do they actively use Twitter and access Remotivi, they are also active in writing comments in the column provided by Remotivi. The purpose of this study was to find out the hypothetical position of the Unisba Fikom Journalistic Students regarding Remotivi's broadcast, namely discrimination against marginalized communities. The method used in this research is qualitative with Stuart Hall's reception analysis approach and the theory used is Stuart Hall's meaning theory. The results of this study show that how the reception and mortgage positions of UNISBA journalism students are after watching Remotivi's shows. Abstrak. Keberadaan media sosial tersebut menimbulkan tersebarluasnya berita secara cepat dan menimbulkan efek negative ataupun positif. Hal tersebut membuat khalayak lebih selektif dalam memilih media yang diaksesnya. Menampilkan isu tentang diskriminasi kaum marjinal menarik perhatian bagi peneliti Marjinalisasi adalah fenomena ketidakseimbangan dalam memperoleh peluang dalam aspek ekonomi, social, dan pendidikan oleh sekumpulan masyarakat. Mahasiswa Jurnalistik unisba merupakan pengguna aktif media sosial. Mereka memilih Remotivi sebagai media yang terpercaya. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui posisi hipotekal Mahasiswa Jurnalistik Fikom Unisba mengenai tayangan milik remotivi yaitu diskriminasi masyrakat marjinal. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu kualitatif dengan pendeketan analisis resepsi Stuart Hall dan teori yang digunakan adalah teori pemaknaan Stuart Hall. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa bagaimana resepsi dan posisi hipotekal mahasiswa jurnalistik unisba setelah menonton tayangan milik remotivi.
Strategi Peliputan Jurnalis tempo.co dalam Mencari Berita di Lapangan Mahesa Alghifari; Septiawan Santana Kurnia
Bandung Conference Series: Journalism Vol. 3 No. 1 (2023): Bandung Conference Series: Journalism
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsj.v3i1.6895

Abstract

Abstract. Tempo is a mass media that covers news in depth, one of which is the news about Kayan's Flowing to Jakarta. This study aims to find out the coverage strategy of Tempo.co journalists in the field in finding news about Kayan Menyair Sampai Jakarta, namely by understanding the stages, strategies, and evaluations carried out by Tempo journalists for reporting on the news Kayan Menyair Sampai Jakarta. This qualitative research uses a case study approach. Research data obtained through interviews, observation, and literature study. Interviews were conducted with the research subject, namely the writer and editor of Tempo.co who was tasked with covering the news Kayan Flows to Jakarta. The results obtained from this research are the news coverage strategy carried out by the Tempo editorial team, including through: (1) Meeting the parties involved in the problem; (2) Checking the documents related to the case being investigated; (3) Meet the person in ring-2 or the closest person from the parties involved. When reporting on the ground, journalists from Tempo.co use immersion and observation techniques. Abstrak. Tempo merupakan media massa yang meliput berita secara mendalam, salah satunya berita mengenai Kayan Mengalir Sampai Jakarta. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui strategi peliputan jurnalis Tempo.co di lapangan dalam mencari berita Kayan Mengalir Sampai Jakarta, yaitu dengan memahami mengenai tahapan, strategi, serta pengevaluasian yang dilakukan oleh jurnalis Tempo terhadap peliputan berita Kayan Mengalir Sampai Jakarta. Penelitian kualitatif ini menggunakan metode pendekatan studi kasus. Data penelitian diperoleh dengan melalui wawancara, observasi, dan studi kepustakaan. Wawancara dilakukan dengan subjek penelitian, yaitu penulis dan editor Tempo.co yang bertugas untuk melakukan peliputan berita Kayan Mengalir Sampai Jakarta. Hasil yang didapatkan dari penelitian ini adalah strategi peliputan berita yang dilakukan oleh tim redaksi Tempo, diantaranya yaitu dengan melalui: (1) Menemui pihak-pihak yang berada dalam permasalahan tersebut; (2) Dilakukan pengecekan dokumen-dokumen yang berkaitan dengan kasus yang ditelusuri; (3) Menemui orang yang berada di ring-2 atau orang terdekat dari pihak yang terlibat. Saat melakukan peliputan di lapangan, wartawan Tempo.co menggunakan teknik penyamaran melebur (immerse) serta observasi.
Mitos Tumbuhan Medis sebagai Simbol Bahan Narkotika dalam Film Dokumenter Muhammad Aldy Febiansyah; Firmansyah, S.Ikom, M.Si
Bandung Conference Series: Journalism Vol. 3 No. 1 (2023): Bandung Conference Series: Journalism
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsj.v3i1.7002

Abstract

Abstract. The film How To Change Your Mind is a film whose title explains that we have to change our thinking when watching this film. This film tells about how Michael Pollan and also the narrator in the film tell and explain how psychedelics change our minds. Psychedelic which means "Mind Manifestation" is an effect or condition when we try substances that have psychedelic effects or are now included in class I narcotics. This research takes data from the documentary series How To Change Your Mind which is based on a book entitled How To Change Your Mind by Michael Pollan. This film tells how psychedelic effects occurred in the past and the impact we can still feel today. Uniquely, this psychedelic was banned due to a problematic CIA mind control experiment, while this psychedelic can help someone get out of someone's suicidal ideation. The research aims to examine what meanings are related to informative messages from the meaning of semiotics. This study uses a qualitative approach to Roland Barthes' semiotic analysis in the film How To Change Your Mind. By analyzing the denotative, connotative and mythical signs taken from this film, the researcher found the research results in the form of data taken by observing the film through scenes or scenes, dialogues, background music used in the film to some of the characters involved. Abstrak. Film How To Change Your Mind merupakan film yang judulnya menjelaskan bahwa kita harus merubah pemikiran kita ketika menonton film ini. Film ini menceritakan tentang bagaimana Michael Pollan dan juga narator dalam film tersebut menceritakan serta menejelaskan bagaimana psikedelik merubah pikiran kita. Psikedelik yang mempunyai arti “Manifestasi Pikiran” merupakan efek atau keadaan saat kita mencoba zat-zat yang memiliki efek psikedelik atau sekarang dimasukan kedalam narkotika golongan I. Penelitian ini mengambil data dari film series dokumenter How To Change Your Mind yang diangkat berdasarkan buku yang berjudul How To Change Your Mind oleh Michael Pollan. Film ini menceritkan bagaimana efek psikedelik terjadi di masa lampau dan dampaknya yang sampai sekarang masih bisa kita rasakan. Uniknya psikedelik ini dilarang akibat ekperimen pengendalian pikiran CIA yang bermasalah sedangkan psikedelik ini dapat membantu seseorang keluar dari keingingan bunuh diri yang dialamai seseorang. Penelitian bertujuan untuk meneliti makna apa saja yang berkaitan dengan pesan informatif dari sisi pemaknaan semiotika. Penelitian ini menggunakan metodologi pendekatan kualitatif analisis semiotika Roland Barthes dalam film How To Change Your Mind. Dengan menganalisis tanda denotatif, konotatif serta mitos yang diambil dari film ini, peneliti menemukan hasil penelitian berupa data yang diambil dengan cara observasi film melalui scene atau adegan, dialog, latar musik yang digunakan dalam film tersebut kepada beberapa tokoh yang terlibat.

Page 6 of 12 | Total Record : 119