cover
Contact Name
Hasni Syahida
Contact Email
hsyahida@ulm.ac.id
Phone
+6287815460096
Journal Mail Official
homeostasis@ulm.ac.id
Editorial Address
Jalan Veteran No.128 Banjarmasin
Location
Kota banjarmasin,
Kalimantan selatan
INDONESIA
Homeostasis: Jurnal Mahasiswa Pendidikan Dokter
ISSN : -     EISSN : 27224333     DOI : -
Core Subject : Health, Science,
Homeostasis adalah jurnal yang berisi tulisan yang diangkat dari hasil penelitian yang memiliki fokus dan ruang lingkup di bidang kedokteran dan kesehatan. Tulisan-tulisan yang dimuat bisa dalam bentuk Original Research, Literature Review, ataupun Laporan Kasus. Homeostasis terbit tiga kali setahun pada bulan April, Agustus, dan Desember di setiap tahunnya.
Articles 28 Documents
Search results for , issue "Vol 2, No 1 (2019)" : 28 Documents clear
Perbedaan Jumlah Bakteri Tangan pada Siswa Sekolah Dasar di Sekitar Bantaran Sungai Lulut Banjarmasin berdasarkan Teknik Mencuci Tangan Hardiyanti Ruslan; Lia Yulia Budiarti; Farida Heriyani
Homeostasis Vol 2, No 1 (2019)
Publisher : Homeostasis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (234.835 KB)

Abstract

Abstract: Hand washing used soap that using the right hand washing techniqueis is one of effort to prevent the transfer of bacteria from one person to another people, both directly and indirectly. The purpose of this studied was to determine the differences between how much the number of hand bacterial colonies based on hand washing techniques in students of the Banjarmasin Lulut River Elementary School. The research method used was quasi experimental with a post-test-only group design with a sample of 20 hand swabs of students. The parameter measured is the number of bacterial colonies. Data analysis used the dependent T-test with a confidence level of 95%. The results showed that the average number of colonies in the one-step hand washing technique was 31,5 and the average number of hand colonies in the six-step hand washing technique was 9,3. The results of this study showed that there were significant differences between one-step hand washing techniques and six-step hand washing techniques p = 0.000.  Keywords: Hand washing technique, hand bacterial colonies, Banjarmasin’s Lulut river. Abstrak: Mencuci tangan menggunakan sabun dengan teknik cuci tangan yang benar merupakan salah satu upaya mencegah perpindahan bakteri dari satu orang ke orang lain, baik secara langsung maupun tidak langsung. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui perbedaan jumlah koloni bakteri tangan berdasarkan teknik mencuci tangan pada siswa-siswi Sekolah Dasar Negeri Sungai Lulut Banjarmasin. Metode penelitian yang digunakan adalah eksperimental dengan rancangan post test-only group design dengan sampel 20 swab tangan siswa-siswi. Parameter yang diukur adalah jumlah koloni bakteri. Analisis data menggunakan uji dependent T-test dengan tingkat kepercayaan 95%. Hasil penelitian didapatkan rata-rata jumlah koloni pada teknik mencuci tangan satu langkah adalah 31,50 CFU/cm2 dan rata-rata jumlah koloni tangan pada teknik mencuci tangan enam langkah adalah 9,30 CFU/cm2. Hasil penelitian ini menunjukkan terdapat perbedaan bermakna anatara teknik mencuci tangan satu langkah dengan teknik mencuci tangan enam langkah p=0,000. Kata-kata kunci: Teknik mencuci tangan, koloni bakteri tangan, sungai lulut Banjarmasin
Hubungan Dukungan Tenaga Kesehatan dan Akses Ke Puskesmas terhadap Pemakaian Metode Kontrasepsi Jangka Panjang Nani Mi’rajiah; Meitria Syahadatina Noor; Syamsul Arifin
Homeostasis Vol 2, No 1 (2019)
Publisher : Homeostasis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (293.88 KB)

Abstract

Abstract: Indonesia is a country with the fourth highest population in the world. The Indonesian government states to reduce the percentage of pregnancies effectively by using LACMs, the number of LACMs users in Indonesia is low, namely 7,920,260 people (21.81%). Some of the factors that influence the use of LACMs are health workers support and access to public health center. The purpose of the study was to find out the relationship of health workers support and access to public health center on use of LACMs. This study used an observational analytic design with a case control approach involving 30 non LACMs and 30 LACMs. Data analysis using chi-square test with a confidence level of 95% + odds ratio. The results of the study there are relationship of health workers support (p = 0.003, OR = 5.231) and access to public health center (p = 0.018, OR = 3.596) on the use of LACMs . Keywords: LACMs, Health workers support, Access to public health center Abstrak: Indonesia adalah negara dengan jumlah penduduk tertinggi keempat dunia. Pemerintah Indonesia menyatakan bahwa untuk menurunkan persentase kehamilan secara efektif yaitu dengan pemakaian MKJP, namun angka pengguna MKJP di Indonesia tergolong rendah yaitu 7.920.260 orang (21,81%). Beberapa faktor yang mempengaruhi pemakaian MKJP adalah dukungan tenaga kesehatan dan akses ke puskesmas. Tujuan penelitian adalah  mengetahui adanya hubungan dukungan tenaga kesehatan dan akses ke puskesmas dengan pemakaian MKJP di Puskesmas Pemurus Dalam, Puskesmas Cempaka Putih, dan Puskesmas 9 Nopember Banjarmasin. Penelitian ini menggunakan desain observasional analitik dengan pendekatan kasus kontrol yang melibatkan 30 kelompok kasus (non MKJP) dan 30 kelompok kontrol (MKJP).Hasil penelitian ini menunjukan 61,67% responden mendapatkan dukungan tenaga kesehatan dengan baik dan 58,33% responden mempunyai akses ke puskesmas dengan mudah. Kesimpulan penelitian ini terdapat hubungan antara dukungan tenaga kesehatan(p=0,003, OR=5,231) dan akses ke puskesmas (p=0,018, OR=3,596) dengan pemakaian MKJP pada akseptor KB yang terdaftar di Puskesmas Pemurus Dalam, Puskesmas Cempaka Putih, dan Puskesmas 9 Nopember Kota Banjarmasin. Kata-kata kunci: MKJP, Dukungan tenaga kesehatan, Akses ke puskesmas.
Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Perilaku Kepatuhan Minum Obat Anti Diabetes pada Penderita Diabetes Melitus Tipe 2 di Puskesmas Cempaka Banjarmasin. Atrik Pristica Diani; Syamsul Arifin; Lena Rosida
Homeostasis Vol 2, No 1 (2019)
Publisher : Homeostasis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (239.852 KB)

Abstract

Abstract: The adherence behavior of taking anti-diabetes drugs is influenced by age, gender, family support, and health workers support. The aim of the study was to analyze the factors related to the behavior of adherence to taking anti-diabetes medication in patients with Type 2 Diabetes Mellitus (T2DM) at Puskesmas Banjarmasin. Observational analytic research method with cross sectional approach. A sample of 50 people was obtained by systematic random sampling technique. Chi-square test with α <0.05. The results showed that the respondents were not elderly (64%) and the elderly (75%) had high adherence to taking anti-diabetes medication (ρ = 0.576). Male respondents (63%) and women (74%) had high adherence to taking anti-diabetes medication (ρ = 0.611). Respondents who have good family support (90%) had high adherence behavior to taking anti-diabetes drugs (ρ = 0.001, PR = 6.00). Respondents who good health workers support (88%) had high adherence behavior for taking anti-diabetes drugs (ρ = 0.001, PR = 4.88). The conclusion of this study is that there is a relationship between family support and health workers support with adherence behavior to taking anti-diabetes drugs but there is no relationship between age and sex with adherence behavior to taking anti-diabetic drugs in T2DM patients at Puskesmas Cempaka Banjarmasin.         Keywords: family support, health worker support, the adherence of taking drugs. Abstrak: Perilaku kepatuhan minum obat anti diabetes dipengaruhi oleh usia, jenis kelamin, dukungan keluarga, dan dukungan petugas kesehatan. Tujuan penelitian adalah menganalisis faktor-faktor yang berhubungan dengan perilaku kepatuhan minum obat anti diabetes pada penderita Diabetes Melitus Tipe 2 (DMT2) di Puskesmas Cempaka Banjarmasin. Metode penelitian observasional analitik dengan pendekatan cross sectional. Sampel berjumlah 50 orang diperoleh dengan teknik systematic random sampling. Analisis data menggunakan Uji chi-square dengan α<0,05. Hasil penelitian menunjukkan responden belum lansia (64%) dan lansia (75%) memiliki perilaku kepatuhan minum obat anti diabetes yang tinggi (ρ=0,576). Responden laki-laki (63%) dan perempuan (74%) memiliki perilaku kepatuhan minum obat anti diabetes yang tinggi (ρ=0,611). Responden yang memiliki dukungan keluarga yang baik (90%) memiliki perilaku kepatuhan minum obat anti dabetes yang tinggi (ρ=0,001, PR=6,00). Responden yang memiliki dukungan petugas kesehatan yang baik (88%) memiliki perilaku kepatuhan minum obat anti diabetes yang tinggi (ρ=0,001, PR=4,88). Kesimpulan penelitian ini terdapat hubungan dukungan keluarga dan dukungan petugas kesehatan dengan perilaku kepatuhan minum obat anti diabetes dan tidak terdapat hubungan usia dan jenis kelamin dengan perilaku kepatuhan minum obat anti diabetes pada penderita DMT2 di Puskesmas Cempaka Banjarmasin. Kata-kata kunci: dukungan keluarga, dukungan petugas kesehatan, perilaku kepatuhan minum obat.
ubungan Dukungan Suami dan Pola Komunikasi Suami Istri dengan Pengunaan Metode Kontrasepsi Jangka Panjang Noor Khalisha Puteri; Meitria Syahadatina Noor; Syamsul Arifin
Homeostasis Vol 2, No 1 (2019)
Publisher : Homeostasis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (263.384 KB)

Abstract

Abstract: Long acting contraceptive methods (LACMs) are contraceptive methods that can be used for a long period and effective to prevent pregnancy. Factors that can influence contraceptive use are husband’s support and husband-wife communication pattern. The aim of this research was to determine the relationship of husband’s support and husband-wife communication pattern to the use of LACMs on family planning acceptors who were registered in Pemurus Dalam, Cempaka Putih, and 9 November Public Health Center. The method of this research was case control which consisted of 60 respondents, they were divided into 30 non LACMs group and 30 LACMs group. Data analysis used chi-square test with 95% of confident level+odds ratio. The result showed that husband’s support was mostly categorized as good by 53,3% and husband-wife communication pattern was mostly categorized as good by 58,3%. The conclusions of this research are there was a relationship of husband’s support  (p=0,000, OR=16,429) and husband-wife communication pattern to the use of LACMs (p=0,001, OR=6,909). Keywords: LACMs, Husband’s support, Husband-wife communication pattern Abstrak: Metode Kontrasepsi Jangka Panjang (MKJP) merupakan metode kontrasepsi yang dapat digunakan dalam jangka waktu yang lama dan efektif untuk menjarangkan kehamilan. Faktor-faktor yang dapat mempengaruhi penggunaan kontrasepsi di antaranya dukungan suami dan pola komunikasi suami-istri. Tujuan penelitian ini ialah untuk mengetahui hubungan dukungan suami dan pola komunikasi suami-istri dengan penggunaan MKJP pada akseptor KB yang terdaftar di Puskesmas Pemurus Dalam, Puskesmas Cempaka Putih, dan Puskesmas 9 Nopember Banjarmasin. Metode penelitian ini adalah kasus control, subjek penelitian terdiri dari 60 responden yang dibagi menjadi 30 kelompok non MKJP dan 30 kelompok MKJP. Analisis data menggunakan uji chi-square dengan tingkat kepercayaan 95% + odds ratio. Hasil penelitian didapatkan dukungan suami terbanyak berkategori baik yaitu sebesar 53,3% dan pola komunikasi suami-istri terbanyak berkategori baik yaitu sebesar 58,3%. Simpulan dari penelitian ini adalah terdapat hubungan dukungan suami (p=0,000, OR=16,429) dan pola komunikasi suami-istri dengan penggunaan MKJP (p=0,001, OR=6,909). Kata-kata kunci: MKJP, dukungan suami, pola komunikasi suami-istri
Hubungan Persen Lemak Tubuh dengan Kapasitas Oksigen Maksimal pada Calon Jemaah Haji Rahma Jayanti; Huldani Huldani; Asnawati Asnawati
Homeostasis Vol 2, No 1 (2019)
Publisher : Homeostasis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (194.822 KB)

Abstract

maximal oxygen capacity (VO2 max). There are many factors that affect VO2 max, one of them is body fat percent. The purpose of this study is to find out the relationship between body fat percent with maximal oxygen capacity (VO2 max) in prospective Hajj pilgrims. The study sample consisted of 50 prospective Hajj pilgrims Hulu Sungai Tengah regency in 2018. This study is an analytic descriptive with cross sectional approach. Body fat percent measured by carada scan and VO2 max by rockport test. The result show research subjects which obesity with less VO2 max is 93,9% while research subjects which has body fat percent normal with good VO2 max is 35,3%.  The data analyzed by Fisher exact test with a confidence level of 95% the result revealed p = 0,013, so it can be concluded there are meaningful relationship between body fat percent and maximal oxygen capacity (VO2 max). Keywords: body fat percent, maximal oxygen capacity, hajj pilgrims. Abstrak: Ketahanan kardiorespirasi saat beraktivitas fisik dapat diketahui melalui pengukuran kapasitas oksigen maksimal (VO2 maks). Banyak faktor yang dapat mempengaruhi VO2 maks salah satunya adalah persen lemak tubuh. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan persen lemak tubuh dengan kapasitas oksigen maksimal pada calon jemaah haji. Sampel penelitian terdiri dari 50 orang calon jemaah haji Kabupaten Hulu Sungai Tengah tahun 2018 yang telah memenuhi kriteria inklusi. Rancangan penelitian yang digunakan adalah deskriptif analitik dengan pendekatan cross sectional. Persen lemak tubuh diukur dengan carada scan dan VO2 maks diukur dengan rockport test. Hasil penelitian menunjukkan subyek penelitian obesitas dengan VO2 maks kurang adalah 93,9% sedangkan subyek penelitian normal dengan VO2 maks baik 35,3%.  Analisis statistik data menggunakan uji Fisher exact dengan tingkat kepercayaan 95% didapatkan nilai p=0,013, sehingga dapat disimpulkan terdapat hubungan yang bermakna antara persen lemak tubuh dengan kapasitas oksigen maksimal (VO2 maks). Kata-kata kunci: persen lemak tubuh, kapasitas oksigen maksimal, jemaah haji.
Gambaran Jenis Bakteri Aerob pada Tinja Siswa Sekolah Dasar di Sekitar Bantaran Sungai Lulut Banjarmasin. Dastin Andre; Farida Heriyani; Lia Yulia Budiarti
Homeostasis Vol 2, No 1 (2019)
Publisher : Homeostasis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (201.661 KB)

Abstract

Abstract: Bacteria in faeces contain normal flora and also pathogenic bacteria. The incidence of faecal-oral disease in South Kalimantan is high because of the faecal coliform in Martapura river are high. This study aims to describe type of aerobic bacteria in faeces of elementary students in Lulut riverbank which is Martapura river tributary. This research is a descriptive observational study. The data was taken from 30 faecal samples of students from Public Elementary School 3 and 7 Sungai Lulut Banjarmasin that have met the inclusion criteria. Results of this study concluded that there were 20 isolates of Escherichia coli (66.7%), Salmonella typhii 5 isolates (16.7%), and unculturable bacteria 5 isolates (16.7%) in faecal samples of students residing in riverbank, then Escherichia coli 18 isolates (60%), Salmonella typhii 4 isolates (13.3%), and unculturable ones 8 isolates (26.7%) in faecal samples of students residing outside riverbank. Keywords: Aerob bacteria, faeces, students, Lulut riverbank. Abstrak: Bakteri pada tinja anak dapat berupa flora normal maupun bakteri patogen. Kejadian faecal-oral disease di Kalimantan Selatan masih tinggi dikarenakan tingginya kandungan faecal coliform pada sungai Martapura. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jenis bakteri aerob pada tinja siswa SD di sekitar bantaran Sungai Lulut Banjarmasin yang merupakan anak sungai Martapura. Penelitian bersifat observasional deskriptif. Subjek penelitian terdiri dari 30 sampel tinja siswa SDN 3 dan 7 Sungai Lulut Banjarmasin yang telah memenuhi kriteria inklusi. Hasil penelitian  terdapat Escherichia coli 20 isolat (66,7%), Salmonella typhii 5 isolat (16,7%), dan bakteri yang tidak tumbuh pada media 5 isolat (16,7%) pada sampel tinja siswa yang bertempat tinggal di bantaran Sungai Lulut, kemudian Escherichia coli 18 isolat (60%), Salmonella typhii 4 isolat (13,3%), dan bakteri yang tidak tumbuh pada media 8 isolat (26,7%) pada sampel tinja siswa yang bertempat tinggal di luar bantaran Sungai Lulut. Kata-kata kunci: Bakteri aerob, tinja, siswa, bantaran Sungai Lulut
Perbandingan antara Diabetes Melitus Terkontrol dan Diabetes Melitus Tidak Terkontrol terhadap Outcome Pasien Stroke Iskemik Pradana Ady Saputra; Fakhrurrazy Fakhrurrazy; Azma Rosida
Homeostasis Vol 2, No 1 (2019)
Publisher : Homeostasis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (214.31 KB)

Abstract

Abstract: Diabetes Mellitus is one of major modifable risk factor that can lead pathogenesis of ischemic stroke. The aim of this study was to determine the comparison between controlled diabetes mellitus and uncontrolled diabetes mellitus with outcome in ischemic stroke patients. This research methode is an observational analitic study with cross-sectional method. In this study we found 30 ischemic stroke patients with inclusion criteria. DM were classified into two groups according to the level of HbA1c (controlled DM≤7.0% or uncontrolled DM>7.0%). Outcome status was measured by mRS stroke scale at 7th hospitalization (good outcome score<3 and poor outcome score≥3). The data result is analyze using chi-square method. The result demonstrated there were controlled DM 11 people (36.7%), and 19(63.3%) uncontrolled DM. 8 people (26.7%) with good outcome and 22(73.3%) poor outcome. Analysis chi-square test p=0.104. Based on the result of the analyze, we can conclude that, there were no significant differences outcome in stroke ischemic patients with controlled DM and uncontrolled DM at RSUD Ulin Banjarmasin. Keywords :    HbA1C, Ischemic Stroke, Diabetes Mellitus, outcome Abstrak: Diabetes melitus (DM) adalah salah satu faktor risiko yang berpengaruh pada proses terjadinya stroke iskemik dan merupakan faktor risiko yang dapat dikontrol. Tujuan penelitian untuk mengetahui perbandingan antara DM  terkontrol dan DM tidak terkontrol terhadap outcome pasien stroke iskemik. Metode yang digunakan  yaitu observasional analitik dengan pendekatan cross-sectional. Telah didapatkan 30 pasien stroke iskemik yang memenuhi kriteria inklusi. DM diklasifikasikan menjadi dua kelompok berdasarkan kadar HbA1C (DM terkontrol ≤7% dan DM tidak terkontrol >7%). Penilaian outcome dilakukan setelah 7 hari perawatan di rumah sakit menggunakan skala stroke mRS (prognosis baik skor≤3 dan prognosis buruk skor>3). Analisis data dengan uji chi-square. Hasil penelitian didapatkan pasien DM terkontrol sebanyak 11 orang (36,7%) dan DM tidak terkontrol sebanyak 19 orang (63,3%), pasien dengan prognosis baik sebanyak 8 orang (26,7%) dan prognosis buruk 22 orang (73,3%). Analisis uji chi-square p=0,104. Didapat kesimpulan bahwa tidak terdapat hubungan yang bermakna dari perbandingan DM terkontrol dan DM tidak terkontrol terhadap outcome pasien stroke iskemik di RSUD Ulin Banjarmasin. Kata-kata kunci: HbA1C, Stroke Iskemik, Diabetes Melitus, outcome
Hubungan Hipertensi dengan Penyakit Jantung Koroner pada Pasien Gagal Jantung di RSUD Ulin Banjarmasin Rizky Frida Monica; Dwi Laksono Adiputro; Dona Marisa
Homeostasis Vol 2, No 1 (2019)
Publisher : Homeostasis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (210.538 KB)

Abstract

Abstract: Heart failure is a complication that commonly occurs in CHD, especially acute myocardial infarction. Among the various risk factors associated with CHD, hypertension plays a major role given its high frequency and physiopathogenesis. This study is relationship of hypertension with coronary heart disease in heart failure patients in the Alamanda Ward Inpatient Room, Ulin Hospital, Banjarmasin. The research was an analytic observational study with cross sectional research design through a retrospective approach. Samples were 120 people obtained by consecutive sampling technique. As many as 29 of the 120 cases were hypertension with coronary heart disease, while 30 cases of hypertension were not with coronary heart disease. The results of hypothesis testing using Chi-square obtained a value of p = 0.045. This study conclusion is that there is a significant relationship between hypertension and coronary heart disease in patients with heart failure. Keywords: hypertension, coronary heart disease (CHD), heart failure Abstrak: Gagal jantung adalah komplikasi yang secara umum terjadi pada PJK terutama infark miokard akut. Di antara berbagai faktor risiko terkait dengan PJK, hipertensi memainkan peran utama mengingat frekuensinya yang tinggi dan fisiopatogenesisnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan hipertensi dengan penyakit jantung koroner pada pasien gagal jantung di ruang rawat inap bangsal alamanda RSUD Ulin Banjarmasin. Penelitian dilakukan dengan mengambil data sekunder yaitu rekam medik pasien PJK yang mengalami gagal jantung di RSUD Ulin Banjarmasin periode 2015 - 2017. Penelitian yang dilakukan merupakan penelitian observasional analitik dengan desain penelitian cross sectional melalui pendekatan retrospektif. Sampel berjumlah 120 orang diperoleh dengan teknik consecutive sampling. Sebanyak 29 dari 120 kasus merupakan hipertensi dengan penyakit jantung koroner, sedangkan 30 kasus hipertensi tidak dengan penyakit jantung koroner. Hasil uji hipotesis menggunakan Chi-square didapatkan nilai p=0,045. Kesimpulan dari penelitian ini yaitu terdapat hubungan bermakna antara hipertensi dengan penyakit jantung koroner pada pasien gagal jantung. Kata-kata kunci: hipertensi, penyakit jantung koroner (PJK), gagal jantung.
Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Kepatuhan Kontrol pada Penderita Diabetes Melitus Tipe 2 di Puskesmas Teluk Dalam Banjarmasin Rosela Elmita; Syamsul Arifin; Lena Rosida
Homeostasis Vol 2, No 1 (2019)
Publisher : Homeostasis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (273.316 KB)

Abstract

Abstract: Adherence control is influenced by work, family’s income, educational level, patient perception of the medical staffs’ attitude and family support. The study aimed to analyze factors associated with adherence of control in patients with type 2 Diabetes Mellitus in Puskesmas Teluk Dalam Banjarmasin. Research Methodology used is observational analytic research method with cross sectional approach. The sample consisted of 50 respondents. Data was collected by systematic random sampling technique. The chi square test with α <0.05 used by the researcher for the data analysis. Results showed that unemployment respondents (76%) have a high adherence to control (ρ=0.027, PR=2.77), low income respondents (52%) have a adherence to control (ρ=0.095), respondents with higher educational (56%) have high adherence to control  (ρ=0.002, PR=5.09), respondents with good perceptions of amedical staffs’ attitudes  (78%) have  high adherence to control (ρ=0.010, PR = 3.1) and respondents with a good family support (70%) have high adherence to control (ρ=0.006, PR=3.5). There are some factors that influenced the adherence to control in patients with type 2 diabetes mellitus in Puskesmas Teluk Dalam Banjarmasin which are work, educational level, patient perceptions of the medical staffs’ attitude, and family support. Factor is not related to adherence control is family’s income. Keywords: Adherence control of diabetes mellitus patients, educational level, patient perceptions attitude, family support, family’s income. Abstrak: Kepatuhan kontrol dipengaruhi oleh pekerjaan, pendapatan, pendidikan, persepsi pasien terhadap sikap tenaga kesehatan dan dukungan keluarga. Penelitian bertujuan menganalisis faktor-faktor yang berhubungan dengan kepatuhan kontrol pada penderita DM tipe 2 di Puskesmas Teluk Dalam Banjarmasin. Metode penelitian observasional analitik dengan pendekatan cross sectional. Sampel berjumlah 50 responden diambil dengan teknik systematic random sampling. Analisis data menggunakan uji chi square dengan α<0,05. Hasil penelitian menunjukan responden tidak bekerja (76%) lebih patuh kontrol (ρ=0,027, PR=2,77), responden pendapatan rendah (52%) memiliki perilaku patuh kontrol (ρ=0,095), responden dengan pendidikan tinggi (56%) lebih patuh melakukan kontrol (ρ=0,002, PR=5,09), responden dengan persepsi pasien terhadap sikap tenaga kesehatan baik (78%) lebih patuh kontrol (ρ=0,010, PR=3,1) dan responden dengan dukungan kelurga baik (70%) lebih patuh melakukan kontrol (ρ=0,006, PR=3,5). Kesimpulan penelitian faktor-faktor yang terdapat hubungan dengan kepatuhan kontrol pada penderita diabetes melitus tipe 2 di Puskesmas Teluk Dalam Banjarmasin adalah pekerjaan, pendidikan, persepsi pasien terhadap sikap tenaga kesehatan, dan dukungan keluarga. Faktor yang tidak berhubungan dengan kepatuhan kontrol pada penderita diabetes melitus tipe 2 di Puskesmas Teluk Dalam Banjarmasin adalah pendapatan. Kata-kata kunci: kepatuhan kontrol penderita diabetes melitus, pendidikan, persepsi pasien terhadap sikap tenaga kesehatan, dukungan keluarga, pendapatan.
Hubungan Kepadatan Hunian dan Kelembaban Ruangan dengan Kejadian Pedikulosis Kapitis. Rahmita Rahmita; Syamsul Arifin; Lisda Hayatie
Homeostasis Vol 2, No 1 (2019)
Publisher : Homeostasis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (204.438 KB)

Abstract

Abstract: Pediculosis capitis is an infectious disease of the scalp and hair caused by the infestation of Pediculus humanus var. capitis. The incidence and prevalence of pediculosis capitis is quite high in dense residential environments and humid rooms. The purpose of the study was to determine the relationship between residential density and room humidity with the incidence of pediculosis capitis at Darul Hijrah Islamic Boarding School Martapura. The method used is analytic observational with cross sectional approach. The sample size is 50 people using proportional random sampling technique and variable analysis using Mann Whitney test. The statistical test results for residential density p value = 0.002 and room humidity p value = 0.009. The conclusion of this study there is a relationship between residential density and room humidity with the incidence of pediculosis capitis at girl students in Darul Hijrah Islamic Boarding School Martapura. Keywords: pediculosis capitis, residential density, room humidity. Abstrak: Pedikulosis kapitis adalah penyakit menular pada kulit kepala dan rambut disebabkan infestasi Pediculus humanus var. capitis. Insiden dan prevalensi Pedikulosis kapitis cukup tinggi pada lingkungan padat hunian dan ruangan yang lembab. Tujuan penelitian untuk mengetahui hubungan kepadatan hunian dan kelembaban ruangan dengan kejadian Pedikulosis kapitis di Pesantren Darul Hijrah Puteri Martapura. Metode yang digunakan observasional analitik dengan pendekatan cross sectional. Besar sampel 50 responden dengan teknik pengambilan proportional randon sampling dan analisis variabel dengan uji Mann Whitney. Hasil uji statistik untuk kepadatan hunian nilai p = 0,002 dan kelembaban ruangan nilai p = 0,009. Kesimpulan penelitian ini terdapat hubungan antara kepadatan hunian dan kelembaban ruangan dengan kejadian pedikulosis kapitis pada santriwati di Pesantren Darul Hijrah Martapura. Kata-kata kunci: pedikulosis kapitis, kepadatan hunian, kelembaban ruangan.

Page 2 of 3 | Total Record : 28