cover
Contact Name
Hasni Syahida
Contact Email
hsyahida@ulm.ac.id
Phone
+6287815460096
Journal Mail Official
homeostasis@ulm.ac.id
Editorial Address
Jalan Veteran No.128 Banjarmasin
Location
Kota banjarmasin,
Kalimantan selatan
INDONESIA
Homeostasis: Jurnal Mahasiswa Pendidikan Dokter
ISSN : -     EISSN : 27224333     DOI : -
Core Subject : Health, Science,
Homeostasis adalah jurnal yang berisi tulisan yang diangkat dari hasil penelitian yang memiliki fokus dan ruang lingkup di bidang kedokteran dan kesehatan. Tulisan-tulisan yang dimuat bisa dalam bentuk Original Research, Literature Review, ataupun Laporan Kasus. Homeostasis terbit tiga kali setahun pada bulan April, Agustus, dan Desember di setiap tahunnya.
Articles 23 Documents
Search results for , issue "Vol 3, No 3 (2020)" : 23 Documents clear
Perbedaan Jumlah Trombosit dan Laktat Dehidrogenase pada Preeklampsia Berat Early Onset dengan Late Onset Sita Nuraini; Bambang Abimanyu; Azma Rosida
Homeostasis Vol 3, No 3 (2020)
Publisher : Homeostasis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (153.033 KB)

Abstract

Abstract: Preeclampsia is an emergency problem in the field of obstetrics which affects the well-being of mothers and babies. Based on its onset, preeclampsia is divided into early onset and late onset. The pathophysiology of preeclampsia is caused by endothelial dysfunction which causes hemolysis and platelet aggregation. The purpose of this research is to determine differences in platelet count and lactate dehydrogenase in early onset with late onset severe preeclampsia in Ulin Hospital Banjarmasin on January-December 2018 period. This research used analytic observational. The study sample was selected by non-probability sampling with a purposive sampling method, found 192 patients who fit the inclusion criteria. The data were analyzed using the Mann-Whitney test. The results showed that the median and percentile platelet counts of early onset severe preeclampsia were 248.000 (33.000-49.000) /µL and late onset 286.000 (47.000-556.000) /µL. Median and percentile lactate dehydrogenase in early onset severe preeclampsia 653 (279-3966) U/L and late onset 499 (197-1949) U/L. The conclusion of the research was that there was a significant difference in the platelet count (p = 0.009) and lactate dehydrogenase (p = 0,000) in early onset with late onset severe preeclampsia in Ulin Hospital Banjarmasin on January-December 2018 period. Keywords: severe preeclampsia, platelet, dehydrogenase lactate, early onset, late onset. Abstrak: Preeklampsia merupakan permasalahan kegawatdaruratan di bidang obstetri yang mempengaruhi kesejahteraan ibu dan bayi. Berdasarkan onsetnya, preeklampsia dibagi menjadi early onset dan late onset. Patofisiologi preeklampsia disebabkan adanya disfungsi endotel yang menyebabkan terjadinya hemolisis dan agregasi trombosit. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui perbedaan jumlah trombosit dan laktat dehidrogenase preeklampsia berat early onset dengan late onset di RSUD Ulin Banjarmasin periode Januari-Desember 2018. Rancangan penelitan ini adalah observasional analitik. Sampel penelitian dipilih secara non-probability sampling serta menggunakan metode purposive sampling, didapatkan 192 pasien yang sesuai kriteria inklusi. Analisis data menggunakan uji Mann-Whitney. Hasil penelitian didapatkan median dan persentil jumlah trombosit preeklampsia berat early onset 248.000 (33.000-494.000)/µL dan late onset 286.000 (47.000-556.000)/µL. Median dan persentil laktat dehidrogenase pada preeklampsia berat early onset 653 (279- 3966)U/L dan late onset 499 (197-1949)U/L. Kesimpulan penelitian adalah terdapat perbedaan secara bermakna pada jumlah trombosit (p = 0,009) dan laktat dehidrogenase (p = 0,000) pada preeklampsia berat early onset dengan late onset di RSUD Ulin Banjarmasin periode Januari-Desember 2018. Kata-kata kunci:  preeklampsia berat, trombosit, laktat dehidrogenase, early onset, late onset
Hubungan Tingkat Kesejahteraan Spiritual dengan Tingkat Kecemasan Mahasiswa dalam Menghadapi Objective Structured Clinical Examination (OSCE) Bagus Maulana Akbar; Sherly Limantara; Dona Marisa
Homeostasis Vol 3, No 3 (2020)
Publisher : Homeostasis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (207.462 KB)

Abstract

Abstract: In students, anxiety affects the educational process. Anxiety in medical students can occur to approach the OSCE. Spiritual well-being is one of the factors that contribute to reducing the individual anxiety level. This study aims to determine the relationship between spiritual well-being level and anxiety level among the medical students in facing OSCE at PSPD FK ULM class of 2017. This study uses an observational analytic with a cross-sectional method. Respondents were selected using a purposive sampling technique. A total of 91 respondents were asked to fill the Hamilton Anxiety Rating Scale (HARS) questionnaire and the Spiritual Well-Being Scale (SWBS) questionnaire. Data analysis using the Chi-square test with 95% confidence interval showed the value of p = 0.003. Based on the Spearman rank correlation test, showed the value of r = -0.373. From this study, it can be concluded that obtained a relationship between the level of spiritual well-being with the level of student anxiety in dealing with OSCE on the PSPD FK ULM class of 2017. Keywords: spiritual well-being, anxiety, OSCE Abstrak: Pada mahasiswa, kecemasan berpengaruh terhadap proses pendidikan. Kecemasan pada mahasiswa kedokteran dapat terjadi menjelang OSCE. Kesejahteraan spiritual merupakan salah satu faktor yang berkontribusi menurunkan tingkat kecemasan individu. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan tingkat kesejahteraan spiritual dengan tingkat kecemasan pada mahasiswa kedokteran PSPD FK ULM angkatan 2017 dalam menghadapi OSCE. Penelitian ini bersifat observasional analitik dengan metode cross sectional. Responden dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Sebanyak 91 responden penelitian mengisi kuesioner Hamilton Anxiety Rating Scale (HARS) dan kuesioner Spiritual Well-Being Scale (SWBS). Data dianalisis menggunakan uji Chi-square dengan tingkat kepercayaan 95%. Didapatkan hasil nilai p=0,003. Berdasarkan uji korelasi Spearman rank didapatkan nilai r = -0,373. Kesimpulan penelitian ini adalah terdapat hubungan bermakna antara tingkat kesejahteraan spiritual dengan tingkat kecemasan mahasiswa dalam menghadapi OSCE di PSPD FK ULM angkatan 2017. Kata-kata kunci: kesejahteraan spiritual, kecemasan, OSCE
Pengaruh Terapi Murottal Al-Qur’an terhadap Perbaikan Klinis Anak dengan Autism Spectrum Disorder Larasisca Della Faradilla; Nurul Hidayah; Alfi Yasmina
Homeostasis Vol 3, No 3 (2020)
Publisher : Homeostasis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (252.735 KB)

Abstract

Abstract: Children with Autism Spectrum Disorder (ASD) require care to keep them participate in their environment. Indirectly, murottal therapy can facilitate children to be more cooperative in learning, which affects children's abilities. This study aimed to determine the effect of murottal Al-Qur'an therapy on the clinical improvement of children with ASD. This study used a quasi-experimental design, with one group pretest-posttest on 12 children at the Center for Disability and Inclusion Education in South Kalimantan. This study used a murottal of Surah Ar-Rahman and an Autism Treatment Evaluation Checklist (ATEC) in aspects of communication skills, social interaction abilities, and sensory-cognitive abilities. The interventions performed 3 times a week for 4 weeks. Data were analysed using paired T test. There were significant differences in communication skills (p=0.003), social interactions abilities (p=0.000), and sensory-cognitive abilities (p=0.000), so there is a significant effect of murottal Al-Qur'an therapy on clinical improvement of children with ASD. Keywords: Autism Spectrum Disorder, murottal Al-Qur’an, communication skills, social interaction abilities, sensory-cognitive abilities Abstrak: Anak dengan Autism Spectrum Disorder (ASD) memerlukan perawatan untuk menjaga mereka tetap berpartisipasi dalam lingkungannya. Ini dapat didukung dengan terapi murottal Al-Qur’an yang secara tidak langsung membuat anak lebih kooperatif dalam pembelajaran, sehingga berefek pada kemampuannya dalam berbagai aspek. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui pengaruh terapi mendengarkan murottal Al-Qur’an terhadap perbaikan klinis anak dengan ASD. Penelitian menggunakan desain quasi experimental, dengan one group pretest-posttest pada 12 anak ASD di Pusat Layanan Disabilitas dan Pendidikan Inklusi Kalimantan Selatan. Instrumen yang digunakan adalah rekaman murottal surah Ar-Rahman dan kuesioner Autism Treatment Evaluation Checklist (ATEC) dalam aspek kemampuan komunikasi, interaksi sosial, dan sensoris-kognitif. Intervensi mendengarkan murottal dilakukan sebanyak 3 kali seminggu selama 4 minggu. Analisis data menggunakan paired t test. Terdapat perbedaan bermakna pada kemampuan komunikasi (p=0,003), interaksi sosial (p=0,000), dan sensoris-kognitif (p=0,000). Dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh signifikan terapi mendengarkan murottal Al-Qur’an terhadap perbaikan klinis anak dengan ASD dalam ketiga aspek. Kata-kata kunci:  Autism Spectrum Disorder, murottal Al-Qur’an, komunikasi, interaksi sosial, sensoris-kognitif
Korelasi Rasio Neutrofil-Limfosit terhadap Derajat Keparahan Kaki Diabetes Marcellinus Anthony Raharjo; Dewi Indah Noviana Pratiwi; Nanang Miftah Fajari Fajari
Homeostasis Vol 3, No 3 (2020)
Publisher : Homeostasis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (172.144 KB)

Abstract

Abstract: Diabetic foot is an advanced complication of diabetes which has multifactorial causes such as neuropathy and peripheral arterial disease. The severity of diabetic foot based on Wagner-Meggit is 6 namely wagner degree 0-5 with the lowest wagner degree 0 to wagner degree 5 which is the most severe, in this study the severity of diabetes foot based on Wagner-Meggit used is degrees 1-5. The neutrophil-lymphocyte ratio is an inflammatory marker that can be obtained by comparing neutrophils to lymphocytes in a patient's leukocyte count. The purpose of this study was to determine the correlation between the ratio of neutrophils-lymphocytes to the severity of diabetes foot using the severity of Wagner. The research method used was observational analytic with cross sectional approach in a group of diabetic foot patients with prospective data collection. Data analysis using the Spearman test. The results obtained 28 samples that fit the inclusion and exclusion criteria.. No significant correlation was found between neutrophils to lymphocytes ratio to the severity of the diabetic foot (p = 0.14). Keywords: Diabetic foot, degree of severity Wagner-Meggit, neutrophil-lymphocyte ratio Abstrak: Kaki diabetes merupakan komplikasi lanjut dari penyakit diabetes yang memiliki penyebab multifaktor seperti neuropati dan penyakit arteri perifer. Derajat keparahan kaki diabetes berdasarkan Wagner-Meggit terdapat 6 yaitu derajat wagner 0-5 dengan derajat wagner 0 yang paling ringan sampai derajat wagner 5 yang paling parah, pada penelitian ini derajat keparahan kaki diabetes berdasarkan Wagner-Meggit yang digunakan adalah derajat 1-5. Rasio neutrofil-limfosit adalah marker inflamasi yang bisa didapatkan dengan membandingkan neutrofil dengan limfosit pada hitung leukosit pasien. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui korelasi antara rasio neutrofil-limfosit terhadap tingkat keparahan kaki diabetes menggunakan derajat keparahan Wagner. Metode penelitian yang digunakan adalah observasional analitik dengan pendekatan cross sectional pada kelompok pasien kaki diabetes dengan pengambilan data secara prospektif. Analisis data menggunakan uji Spearman. Hasil penelitian didapatkan 28 sampel yang sesuai dengan kriteria inklusi dan eksklusi.. Tidak didapatkan korelasi yang bermakna antara rasio neutrofil-limfosit dengan derajat keparahan kaki diabetes (p = 0,14). Kata-kata kunci: Kaki diabetes. derajat keparahan Wagner-Meggit, Rasio neutrofil-limfosit
Hubungan Pengetahuan dan Tindakan Pembakaran Sampah Terbuka dengan Frekuensi ISPA di Kelayan Timur Banjarmasin Septian Hadi Setiawan; Farida Heriyani; Agung Biworo
Homeostasis Vol 3, No 3 (2020)
Publisher : Homeostasis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (158.909 KB)

Abstract

Abstract: Open waste burning has a bad impact on health, especially on the respiratory system. Burning waste in densely populated areas makes the community around the area more vulnerable to acute respiratoy infection (ARI). The purpose of this study was to determine whether there is a relationship between knowledge and open waste burning behavior with the frequency of ARI in East Kelayan Banjarmasin. The method used is observational analytic with cross sectional approach. The sample of this study was a portion of young adults in the Kelayan Timur district in Banjarmasin with a total of 50 people taken with systematic random sampling. Data analysis using chi square test. Result of knowledge test obtained good results on 27 people (54%) and bad on 23 people (46%); Good waste burning behavior were found on 23 people (46%) and bad on 27 people (54%); the frequency of ARI occurs frequently on 13 people (26%), rarely on 20 people (40%) and never on 17 people (34%). p value = 0.014 obtained on the relationship between the knowledge of open waste burning with ISPA frequency and the value of p = 0.024 on the relationship between the action of burning open waste with ARI frequency. So it can be concluded that there is a relationship between knowledge and open waste burning behavior with the frequency of ARI in East Kelayan Banjarmasin. Keywords: ARI frequency, Open waste, Open waste knowledge, Open waste burning Abstrak: Pembakaran sampah memiliki dampak buruk pada kesehatan terutama pada sistem pernafasan. Pembakaran sampah di daerah padat penduduk menyebabkan masyarakat sekitar daerah tersebut lebih rentan mengalami infeksi saluran napas akut (ISPA). Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah terdapat hubungan pengetahuan dan tindakan pembakaran sampah terbuka dengan frekuensi ISPA di Kelayan Timur Banjarmasin. Metode yang digunakan adalah observasional analitik dengan pendekatan cross sectional. Sampel penelitian ini adalah sebagian warga dewasa muda di Kecamatan Kelayan Timur Banjarmasin dengan jumlah 50 orang diambil dengan sistematik random sampling. Analisis data menggunakan uji chi square dengan tingkat kepercayaan 95%. Pengetahuan responden didapatkan hasil yang baik 27 orang (54%) dan buruk 23 orang (46%); tindakan pembakaran sampah yang baik didapatkan 23 orang (46%) dan buruk 27 orang (54%); frekuensi kejadian ISPA yang sering 13 orang (26%), frekuensi jarang 20 orang (40%) dan tidak pernah 17 orang (34%). Didapatkan nilai p=0,014 pada hubungan antara pengetahuan pembakaran sampah terbuka dengan frekuensi ISPA dan nilai p=0,024 pada hubungan antara tindakan pembakaran sampah terbuka dengan frekuensi ISPA. Sehingga dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan antara pengetahuan dan tindakan pembakaran sampah terbuka dengan frekuensi ISPA di Kelayan Timur Banjarmasin. Kata-kata kunci: Frekuensi ISPA, pembakaran sampah, pengetahuan, tindakan pembakaran sampah
Perbedaan Tingkat Ansietas antara Pasien Penyakit Jantung Koroner yang Rutin dan Tidak Rutin Melakukan Senam Jantung Sehat Muhammad Farid Adlirrahman; Fauzan Muttaqien; Dona Marisa
Homeostasis Vol 3, No 3 (2020)
Publisher : Homeostasis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (201.524 KB)

Abstract

Abstrack: Anxiety is a subjective feeling of disturbing mental tension as a general reaction to the inability to overcome a problem or lack of security. Anxiety can slow healing and is associated with increased morbidity and mortality in CHD patients. Healthy heart gymnastics is one of the restorative treatments for CHD patients. Gymnastics can provide a feeling of relaxation and pleasure after doing gymnastics. Gymnastics causes an increase in GABA which inhibits anxiety. The purpose of this study was to analyze differences in levels of anxiety between patients with coronary heart disease who routinely and do not routinely perform healthy heart exercises at the Indonesian Heart Foundation in South Kalimantan Branch. , as many as 24 subjects were obtained in total sampling, from 8 patients routinely doing healthy heart exercises found 6 patients with low anxiety levels and 2 patients with moderate anxiety levels, 16 patients did not routinely do healthy heart exercises found 15 patients with low anxiety levels and 1 patient with moderate anxiety. Data analysis using Fisher's test showed that there was no relationship between the level of anxiety with CHD patients who routinely and did not routinely perform healthy heart exercises (p = 0.249). It was concluded that there was no relationship between the level of anxiety with CHD patients who routinely and did not routinely perform healthy heart exercises at the Indonesian Heart Foundation South Kalimantan Branch. Keywords: Anxiety, Healthy Heart Gymnastics, Coronary Heart Disease. Abstrak: Ansietas adalah suatu perasaan subjektif mengenai ketegangan mental yang menggelisahkan sebagai reaksi umum dari ketidakmampuan mengatasi suatu masalah atau tidak adanya rasa aman. Ansietas dapat memperlambat penyembuhan dan berhubungan dengan peningkatan morbiditas dan mortalitas pasien PJK. Senam jantung sehat adalah salah satu perawatan restoratif untuk pasien PJK. Senam dapat memberikan perasaan rileks dan senang setelah melakukan senam. Senam menyebabkan peningkatan GABA yang menghambat terjadinya ansietas. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis perbedaan tingkat ansietas antara pasien penyakit jantung koroner yang rutin dan tidak rutin melakukan senam jantung sehat di Yayasan Jantung Indonesia Cabang Kalimantan Selatan.Penelitian ini bersifat observasional dengan rancangan cross sectional dengan pengukuran tingkat ansietas menggunakan kuesioner Zung self-rating anxiety scale, sebanyak 24 subjek didapat secara total sampling, dari 8 pasien rutin melakukan senam jantung sehat didapatkan 6 pasien dengan tingkat ansietas rendah dan 2 pasien dengan tingkat ansietas sedang, 16 pasien tidak rutin melakukan senam jantung sehat didapatkan 15 pasien dengan tingkat ansietas rendah dan 1 pasien dengan tingkat ansietas sedang. Analisis data menggunakan uji Fisher’s menunjukan tidak terdapat hubungan antara tingkat ansietas dengan pasien PJK yang rutin dan tidak rutin melakukan senam jantung sehat (p=0,249), Disimpulkan bahwa tidak terdapat hubungan antara tingkat ansietas dengan pasien PJK yang rutin dan tidak rutin melakukan senam jantung sehat di Yayasan Jantung Indonesia Cabang Kalimantan Selatan. Kata-kata kunci: ansietas, senam jantung sehat., penyakit jantung coroner
Hubungan Suhu Rumah dengan Kejadin Hipertensi Muhammad Halil Gibran; Farida Heriyani; Djallalluddin Djallalluddin
Homeostasis Vol 3, No 3 (2020)
Publisher : Homeostasis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (137.294 KB)

Abstract

Abstract: High population density and dense housing in the area of Banjarmasin East Kelayan Health Center can trigger a hot temperature in the region. As a result of these hot temperatures can increase levels of stress hormones, such as epineprin, non-epineprin and cortisol, the body can cause hypertension. The purpose of this study is to determine the relationship of home temperature with the incidence of hypertension in dense residential dwellings in the area of Health Center East Kelayan Banjarmasin. This study uses an analytic observational method with a case control approach. The sample of this study was hypertension and non-hypertension patients based on medical record data which was according to the diagnosis by the doctor at the Kelayan East Health Center in Banjarmasin. The method of sampling uses random sampling technique which is divided into 30 groups of hypertensive cases and 30 control groups without hypertension and obtained as many as 60 samples that fit the inclusion criteria. Data analysis using Chi square test. The results of this study in the case group there were 76.7% of patients with hypertension at high temperatures, 23.3 low temperatures while the control group contained 40% of patients without hypertension at high temperature, 60%. The results of the analysis were obtained (p = 0.009 OR = 4,929) there is a significant relationship between house temperature and the incidence of fist hypertension in dense residential dwellings in the Banjarmasin Kelayan Timur Health Center area. Keywords: House Temperature, Solid residence, Hypertension. Abstrak: Kepadatan penduduk yang tinggi dan hunian rumah yang padat di wilayah Puskesmas Kelayan Timur Banjarmasin dapat memicu suatu suhu panas di wilayah tersebut. Akibat dari suhu panas tersebut dapat meningkatkan pelebaran vasodilatasi pembuluh darah tepi dan vasokontraksi pembuluh darah dalam yang disertai terjadi peningkatan denyut nadi dan tekanan darah naik menyebabkan hipertensi.Tujuan penelitian ini adalah mengetahui hubungan suhu rumah dengan kejadian hipertensi pada hunian rumah yang padat di wilayah Puskesmas Kelayan Timur Banjarmasin. Penelitian ini dengan menggunakan metode observasionaal analitik dengan pendekatan case control. Sampel penelitian ini pasien hipertensi dan tidak hipertensi berdasarkan data rekam medis yang sesuai diagnosis dokter Puskesmas Kelayan Timur Banjarmasin. Pengambilan sampel dengan menggunakan teknik random sampling. Analisis data menggunakan uji Chi square. Hasil penelitian ini pada kelompok kasus terdapat 76,7% penderita hipertensi berada tinggal di rumah suhu yang tinggi, 23,3% suhu rendah sedangkan kelompok kontrol terdapat 40% penderita tidak hipertensi berada tinggal di rumah suhu yang tinggi, 60% suhu rendah. Hasil analisis diperoleh (p=0,009 OR=4,929) terdapat hubungan signifikan antara suhu rumah dengan kejadian hipertensi tinjuan pada hunian rumah yang padat di wilayah‘Puskesmas Kelayan Timur Banjarmasin. Kata-kata kunci: Suhu rumah, Hunian padat, Hipertensi
Identifikasi Bakteri pada Luka Operasi Pasien Paska Seksio Sesarea di Bangsal Kandungan dan Kebidanan RSUD Ulin Banjarmasin Risa Dirgagita; Renny Aditya; Noor Muthmainah
Homeostasis Vol 3, No 3 (2020)
Publisher : Homeostasis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (235.245 KB)

Abstract

Abstract: To to find out the description of the type of bacteria in post-cesarean surgical patient wounds obtained through the patient's surgical wound swab in the Ward Obstetrics and Gynecology RSUD Ulin Banjarmasin in the period August-October 2019. This study was ‘a descriptivee study with a cross sectional’ appproach. A total of 36 samples were taken using purposive sampling method, but only 32 bacterial isolates were obtained. Samples in the form of clean operating wound contaminated post-cesarean patients were planted on growth media and identified microscopically to be further classified based on responses to biochemical tests. Descriptive analysis shows that there are three types of bacteria, namely Staphylococcus aureus as much as 59.3%, Staphylococcus epidermidis as much as 25.0%, and Escherichia coli as much as 15.6%. Based on research conducted, obtained 3 types of bacteria in the results of surgical wound swab in post cesarean section patients who were hospitalized in the Ward and Obstetrics Hospital of Ulin Hospital Banjarmasin, namely Staphylococcus aureus as much as 59.4%, Staphylococcus epidermidis as much as 25.0%, Escherichia coli as much as 15.6%. Keywords: SSI, caesarean section, contaminant bacteria, surgery wound swab Abstrak: Untuk mengetahui gambaran jenis bakteri pada luka operasi pasien paska seksio sesarea yang didapat melalui ‘swab pada luka operasi pasien yang ada di Bangsal Kandungan dan Kebidanan RSUD Ulin Banjarmasin dalam periode Agustus-Oktober 2019. Penelitian ini adalah studi dekskriptif dengan pendekatan cross sectional. Sebanyak 36 hasil sampel diambil ‘dengan metode purposive sampling, tetapi hanya didapatkan 32 isolat bakteri. Sampel swab luka operasi bersih terkontaminasi pasien paska seksio sesarea ditanam pada media pertumbuhan dan diidentifikasi secara mikroskopis untuk selanjutnya diklasifikasikan berdasarkan respon terhadap uji biokimia. Analisis secara deksriptif menunjukkan bahwa terdapat tiga jenis bakteri, yaitu Staphylococcus aureus’ sebesar presentasinya 59,3%, Staphylococcus epidermidis’ sebesar 25,0%, dan Escherichia coli sebesar’ 15,6%. Berdasarkan penelitian yang dilakukan, didapatkan 3 jenis bakteri pada hasil swab luka operasi pasien paska seksio sesarea yang dirawat inap di Bangsal Kandungan dan Kebidanan RSUD Ulin Banjarmasin, adalah Staphylococcus aureus sebanyak 59,4%, Staphylococcus epidermidis sebanyak 25,0%, Escherichia coli sebanyak 15,6%. Kata-kata kunci: IDO, seksio sesarea, bakteri kontaminan, swab luka operasi
Hubungan Lama Paparan Bau Karet dan Jenis Kelamin dengan Kejadian Hipertensi di Puskesmas Pelambuan Banjarmasin Lisda Mardhatillah; Djallaluddin Djallaluddin; Syamsul Arifin
Homeostasis Vol 3, No 3 (2020)
Publisher : Homeostasis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (204.162 KB)

Abstract

Abstract: Hypertension is the number one cause of death in the world. As many as 1.13 billion people in the world suffer from hypertension. Common factors affecting hypertension are age, sex, education level, physical activity, genetic factors (heredity), food intake, smoking, and stress. Stress can be caused by exposure to the smell of rubber to the sense of smell that continues. This study aims to analyze the relationship between exposure to rubber odor aand the sex with the incidence of hypertension at the Pelambuan Health Center in the PT. Wilson Lautan Karet Pelabuan Subdistrict, West Banjarmasin Subdistrict, Banjarmasin City. This study is an analytic observational study, with a case control design, which compares cases and control groups. The analytica data used is the Chi-Square. Taking the research subject using purposive sampling technique. The sample size (research subjects) in this study were 60 people consisting of 30 patients with hypertension and 30 patients with normotension. The results showed that there was no relationship between the duration of exposure to the smell of rubber with the incidence of adult hypertension at Banjarmasin City Pelambuan Health Center, there was a relationship between sex with the incidence of hypertension in adults at the Banjarmasin City Pelambuan Health Center. Keywords: Long exposure to rubber odor, gender, hypertension Abstrak: Hipertensi merupakan penyebab kematian nomor satu di dunia. Sebanyak 1,13 miliar orang di dunia menderita hipertensi. Faktor-faktor yang umum mempengaruhi hipertensi adalah usia, jenis kelamin, tingkat pendidikan, aktivitas fisik, faktor genetik (keturunan), asupan makanan, merokok, dan stres. Stres dapat terjadi oleh paparan bau karet terhadap indra penciuman yang terterus menerus. Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan lama paparan bau karet dan jenis kelamin dengan kejadian hipertensi pada pasien Puskesmas Pelambuan di lingkungan Pabrik Pengolahan Karet Remah PT. Wilson Lautan Karet Kelurahan Pelabuan Kecamatan Banjarmasin Barat Kota Banjarmasin. Penelitian ini adalah penelitian observasional dengan desain case control. Analisis data yang digunakan adalah uji Chi-Square. Subjek penelitian diambil secara purposive sampling. Besar subjek penelitian dalam penelitian ini sebanyak 60 orang yang terdiri dari 30 orang pasien hipertensi dan 30 orang pasien tidak hipertensi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak terdapat hubungan antara lama paparan bau karet dengan kejadian hipertensi pada pasien di Puskesmas Pelambuan Kota Banjarmasin, terdapat hubungan antara jenis kelamin dengan kejadian hipertensi pada pasien di Puskesmas Pelambuan Kota Banjarmasin. Kata-kata Kunci:  Lama paparan bau karet, jenis kelamin, hipertensi
Hubungan Persepsi Citra Tubuh dan Pengetahuan Gizi Seimbang dengan Status Gizi Lebih Siswa SMA di Wilayah Kerja Puskesmas Teluk Dalam Gregory Stevanus Gultom; Triawanti Triawanti; Ida Yuliana
Homeostasis Vol 3, No 3 (2020)
Publisher : Homeostasis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (205.16 KB)

Abstract

Abstract: Obesity is an overweight condition as a result of an accumulation of body fat. Data from Riskesdas in 2018 showing the prevalence of overweight and obese population aged 16-18 years in South Kalimantan Province reached 8.9% for overweight and 3.2% for obese. Some factors that cause obesity in adolescents are the body image perception and balanced nutritional knowledge. The study aims to determine the association between body image perception and balanced nutrition knowledge with the over nutritional status of high school students in the Teluk Dalam community health centre work area. This study used an analytic observational method with a case-control approach. The sample of this study was students with over nutritional status (case group) and normal nutritional status (controlled group) based on data from the Teluk Dalam community health centre in Banjarmasin in the 2018 period using a random sampling technique. Data analysis used the chi-square test with 95% confident interval. The results of this study in the case group contained 44.4% having a positive body image, 55.6% negative body image, 58.3% lack of balanced nutritional knowledge, 8.3% with adequate balanced nutritional knowledge, and 33.3% with well-balanced nutritional knowledge. While in the control group we found 94.4% having a positive body image, 5.6% negative body image, 13.9% lacking balanced nutrition knowledge, 25% adequate balanced nutrition knowledge, and 61.1% well balanced nutrition knowledge. The results of the chi-square analysis showed that there were ann associations between the body image perception (p = 0,000 OR = 21.25) and balanced nutritional knowledge (p = 0,000) with the over nutritional status of high school students in the Teluk Dalam community health centre work area. Keywords: perception, body image, knowledge, balanced nutritional, nutritional status, adolescents Abstrak: Obesitas adalah kelebihan berat badan sebagai akibat dari penimbunan lemak tubuh. Data Riskesdas tahun 2018, prevalensi gemuk dan obesitas penduduk dengan umur 16-18 tahun di Provinsi Kalimantan Selatan mencapai 8,9% gemuk dan 3,2% obesitas. Beberapa faktor yang menyebabkan terjadinya obesitas pada remaja yaitu persepsi citra tubuh dan pengetahuan gizi seimbang. Penelitian bertujuan mengetahui hubungan persepsi citra tubuh dan pengetahuan gizi seimbang dengan status gizi lebih siswa SMA di wilayah kerja Puskesmas Teluk Dalam. Metode penelitian observasional analitik dengan pendekatan case control. Sampel penelitian adalah siswa dengan status gizi lebih (kelompok kasus) dan status gizi normal (kelompok kontrol) berdasarkan data Puskesmas Teluk Dalam Banjarmasin periode 2018. Pengambilan sampel dengan simple random sampling. Analisis data mengguanakan uji chi-square dengan derajat kepercayaan 95%. Hasil penelitian ini pada kelompok kasus terdapat 44,4% memiliki citra tubuh positif, 55,6% citra tubuh negatif, 58,3% pengetahuan gizi seimbang kurang, 8,3% pengetahuan gizi seimbang cukup, dan 33,3% pengetahuan gizi seimbang baik. sedangkan kelompok kontrol terdapat 94,4% memiliki citra tubuh positif, 5,6% citra tubuh negatif, 13,9% pengetahuan gizi seimbang kurang, 25% pengetahuan gizi seimbang cukup, dan 61,1% pengetahuan gizi seimbang baik. Hasil analisis uji chi square menunjukkan terdapat hubungan antara persepsi citra tubuh (p=0,000 OR=21,25) dan pengetahuan gizi seimbang (p=0,000) dengan status gizi lebih siswa SMA di wilayah kerja Puskesmas Teluk Dalam. Kata-kata kunci: persepsi, citra tubuh, pengetahuan, gizi seimbang, status gizi, remaja

Page 1 of 3 | Total Record : 23