cover
Contact Name
Hasni Syahida
Contact Email
hsyahida@ulm.ac.id
Phone
+6287815460096
Journal Mail Official
homeostasis@ulm.ac.id
Editorial Address
Jalan Veteran No.128 Banjarmasin
Location
Kota banjarmasin,
Kalimantan selatan
INDONESIA
Homeostasis: Jurnal Mahasiswa Pendidikan Dokter
ISSN : -     EISSN : 27224333     DOI : -
Core Subject : Health, Science,
Homeostasis adalah jurnal yang berisi tulisan yang diangkat dari hasil penelitian yang memiliki fokus dan ruang lingkup di bidang kedokteran dan kesehatan. Tulisan-tulisan yang dimuat bisa dalam bentuk Original Research, Literature Review, ataupun Laporan Kasus. Homeostasis terbit tiga kali setahun pada bulan April, Agustus, dan Desember di setiap tahunnya.
Articles 481 Documents
Aktivitas Ekstrak Etanol Daun Pucuk Merah (Syzygium myrtifolium Walp.) sebagai Ovisida dan Insect Growth Regulator terhadap Aedes aegypti Fernanda Rizky Maulidy; Erida Wydiamala; Agung Biworo
Homeostasis Vol 4, No 2 (2021)
Publisher : Homeostasis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (696.655 KB)

Abstract

Abstract: Pucuk Merah leaves has several secondary metabolic compunds content like flavonoid that affect insect’s development. The purpose are to find out the activity of ovicide and IGR on pucuk merah leaves ethanol extract. This experiment using experimental type with posttest-only control group design method using eight groups for the preliminary test, seven groups for ovicide and IGR with 4 replication. The groups are 1%, 0,5%, 0,25%, 0,125%, 0,0625%, 0,03125%, negative control (water), positive control. Probit analysis obtained LC10, LC25, LC50, LC90, LC99 with each point are 0,190%, 0,264%, 0,382%, 0,769%, 1,359%. Kruskal-wallis test obtained P=0.002. Mann-whitney test towards the negative control are P=0,147, P=0,114, and P=0,136 and data from the laboratory obtained that there is an ovicide activity from pucuk merah leaves and has a similarity with positive control. IGR activity concentrations of 0,2%, 0,3%, 0,4%, 0,8%, 1,4% obtained IGR activity respectively 78%, 89%, 89%, 91%, 100%. Keyword: ovicide, insect growth regulator, pucuk merah leaves, Aedes aegypti Abstrak: Daun Pucuk Merah memiliki kandungan senyawa metabolit sekunder flavonoid yang memiliki pengaruh pada perkembangan serangga. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui aktivitas ovisida dan IGR ekstrak etanol daun pucuk merah, menggunakan jenis eksperimental metode posttest-only with control group design menggunakan delapan kelompok untuk uji pendahuluan, tujuh kelompok untuk ovisida dan IGR dengan 4 replikasi. Delapan kelompok, 1%, 0,5%, 0,25% 0,125%, 0,0625%, 0,03125% kontrol negatif, dan kontrol positif. Uji probit didapatkan nilai LC10, LC25, LC50, LC90, dan LC99 sebesar 0,190%, 0,264%, 0,382%, 0,769%, dan 1,359%. Uji Kruskal-wallis didapatkan nilai P= 0.002. Uji Mann-whitney seluruh konsentrasi terhadap kontrol negatif didapatkan p=0,147, p=0,114, dan p=0,136, dan berdasarkan data laboratorium didapatkan jika ada aktivitas ovisida pada daun pucuk merah, dan memiliki kesetaraan dengan kontrol yang digunakan. Aktivitas IGR konsentrasi 0,2%, 0,3%, 0,4%, 0,8%, 1,4% didapatkan aktivitas IGR berturut-turut 78%, 89%, 89%, 91%, 100%. Kata kunci: ovisida, insect growth regulator, daun pucuk merah, Aedes aegypti.
Perbandingan Aktivitas Daya Hambat Sediaan Tunggal dengan Kombinasi Infus Phyllanthus niruri dan Peperomia pellucida terhadap Escherichia coli Lutfia Papita Derizky Rahmayanti; Edyson Edyson; Lia Yulia Budiarti
Homeostasis Vol 3, No 1 (2020)
Publisher : Homeostasis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (258.218 KB)

Abstract

Abstract: Phyllanthus niruri (meniran) and Peperomia pellucida (sirih cina) are used by the native people of Borneo as herbal medicines. Alkaloids, anthraquinones, tannins, phenols, terpenoid, flavonoids, and steroids in both herb act as antibacterial substances. Herbal medicine usually consumed in a single or combination preparation. The aim of this study was to analyze the differences in the inhibitory activity of a single and combination of meniran and sirih cina infusion against Escherichia coli (E. coli). True-experimental method with a post-test only with the control group design was used in this study. The concentration of meniran and sirih cina infusion were 10%, 20%, 30%, and 40%. Gentamicin and distilled water are used as positive and negative controls. Data analyzed using the One-Way ANOVA test and the Post-hoc Duncan test (α = 0.05) found significant differences (p <0.05) between single and combination preparations. The largest inhibitory zone was produced by a combination of 20% meniran + 20% sirih cina (19.62 ± 0.40 mm). The synergistic effect was seen in combination preparations which had a greater inhibition zone than a single preparation, but this inhibitory activity was significant differences with gentamicin inhibition zone (22.69 ± 0.03 mm). It was concluded that combination preparation has larger inhibitory zone than a single preparation, but could not produce optimum inhibition against E. coli ATCC 25922. Keywords: Single preparation, combination preparation, Phyllanthus niruri, Peperomia pellucida, Inhibitory activity. Abstrak: Phyllanthus niruri (meniran) dan Peperomia pellucida (sirih cina) dimanfaatkan masyarakat Kalimantan sebagai obat herbal. Alkaloid, antrakuinon, tanin, fenol, terpenoid, flavonoid, dan steroid merupakan kandungan senyawa pada kedua tanaman yang bersifat antibakteri. Selain sediaan tunggal, obat herbal juga dapat digunakan dalam bentuk kombinasi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perbedaan aktivitas daya hambat optimum sediaan tunggal dengan kombinasi infus meniran dan sirih cina terhadap Escherichia coli (E. coli). Metode true-experimental dengan rancangan post-test only with control group design digunakan pada penelitian ini. Perlakuan yang digunakan ialah sediaan tunggal dan kombinasi infus meniran dan sirih cina dengan konsentrasi 10%, 20%, 30%, dan 40%. Gentamisin dan akuades digunakan sebagai kontrol positif dan negatif. Data yang dianalisis menggunakan uji One-Way ANOVA dan uji Post-hoc Duncan (α=0,05) ditemukan bahwa hasil antara sediaan tunggal dan kombinasi berbeda bermakna (p<0,05). Zona hambat terbesar dihasilkan oleh sediaan kombinasi meniran 20% + sirih cina 20% (19,62±0,40 mm). Efek sinergis terlihat pada perlakuan sediaan kombinasi yang memiliki zona hambat lebih besar dibanding sediaan tunggal, namun aktivitas daya hambat tersebut masih belum bisa menyamai zona hambat gentamisin (22,69±0,03 mm) berdasarkan uji statistik. Disimpulkan bahwa sediaan kombinasi memiliki zona hambat lebih besar dibanding sediaan tunggal, namun belum dapat menghasilkan daya hambat optimal terhadap E. coli ATCC 25922. Kata-kata kunci: sediaan tunggal, sediaan kombinasi, Phyllanthus niruri, Peperomia pellucida, Escherichia coli, daya hambat.
Literature Review: Hubungan Kadar Trigliserida terhadap Kejadian Kaki Diabetes Marwah Hulfah; Fauzia Noor Liani; Dewi Indah Noviana Pratiwi; Nanang Miftah Fajari; Azma Rosida
Homeostasis Vol 4, No 3 (2021)
Publisher : Homeostasis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (184.042 KB)

Abstract

Abstract: The increasing number of people with diabetes mellitus each year, diabetic foot is complication of diabetes mellitus which is characterized by the presence of foot ulceration. High triglycerides levels are a factor that triggers atherosclerosis which causes mocrova scular disorders in the diabetic foot.  This literature review was written with the aim of summarizing and knowing the relationship of triglycerides levels to the severity of diabetic foot. This writing is done by analyzing library sources, namely related journals obtained through medical journal databases, namely PubMed, Science Direct and Google Scholar. The included journals were published in 2013-2018. The method in this study uses systematic literature review on 5 related studies. Results 1 in literature get significant results on triglycerides level with a value of p =0.011. High triglycerides levels have been linked to the incidence of diabetic foot ulcer. Keywords: triglycerides, diabetic foot, lipid profile. Abstrak: semakin meningkatnya angka penderita diabetes mellitus tiap tahunnya, kaki diabetik merupakan komplikasi dari penyakit diabetes mellitus yang ditandai dengan adanya ulserasi pada kaki. Tinggi nya kadar trigliserida merupakan faktor yang memicu terjadinya aterosklerosis y ang menyebabkan gangguan makrovaskular pada kaki diabetik. Liternture review ini ditulis dengan tujuan untuk merangkum dan mengetahui hubungan kadar trigliserida terhadap keparahan kaki diabetik. Penulisan ini dilakukan dengan menganalisis sumber pustaka yaitu berupa jurnal terkait yang didapatkan melalui database jurnal kedokteran, yaitu PubMed, Science Direct dan Gongle Scholnr. Jurnal yang disertakan dipublikasikan pada tahun 2013-201d. Metode pada penelitian ini menggunakan systematic literature review terhadap 5 penelitian yang berkaitan. Hasil yang didapat 1 literritiire dengan kadar trigliserida nilai p= 0,011 . Kadar trigliserida yang tinggi memiliki hubungan pada kejadian kaki diabetis. Kata-kata kunci:  trigliserida, kaki diabetik, profil lipid.
Gambaran Kadar Kreatinin Darah pada Pasien Kanker Serviks yang Menerima Kemoterapi Aghfierna Herza Berliana; Hariadi Hariadi; FX Hendriyono
Homeostasis Vol 3, No 2 (2020)
Publisher : Homeostasis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (221.426 KB)

Abstract

Abstract: One of the treatment modality for cervical cancer is chemotherapy. Paclitaxel and carboplatin are chemotherapy regiment that being used in Ulin General Hospital Banjarmasin. The aimed of this study is to know the overview of blood creatinine level in cervical cancer patient receiving paclitaxel and carboplatin chemotherapy phase I, II, III and IV. The study was descriptive study with cohort design study. Results obtained 42 patient that fulfill criteria. In IB stage the blood creatinine level are still at normal range either when before chemotherapy or after chemotherapy phase I, II, III and IV. In IIIB stage was obtained 1 patient (2,44%) experienced a decrease of blood creatinine level before chemotherapy. After first chemotherapy 1 patient (2,44%) experienced an increase. After second chemotherapy 1 patient (2,44%) experienced an increase and 1 patient (2,44%) experienced a decrease. After third and fourth chemotherapy 3 patient (4,88%) experienced an increase. Keywords: creatinine blood level , carboplatin, paclitaxel, cervical cancer Abstrak: Salah satu modalitas pengobatan kanker serviks adalah kemoterapi. Paklitaksel dan karboplatin merupakan salah satu regimen kemoterapi yang digunakan di RSUD Ulin Banjarmasin. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran kadar kreatinin darah pada pasien kanker serviks yang menerima kemoterapi paklitaksel dan karboplatin pada fase I, II, III dan IV. Penelitian ini bersifat deskritif dengan menggunakan desain studi kohort. Hasil penelitian diperoleh 42 pasien yang memenuhi kriteria. Pada stadium IB kadar kreatinin masih dalam batas normal baik pada pengukuran sebelum kemoterapi yang pertama maupun sesudah kemoterapi fase I, II, III dan IV. Pada stadium IIIB didapatkan sebanyak 1 pasien (2,44%) mengalami penurunan kadar kreatinin sebelum kemoterapi. Sebanyak 1 pasien (2,44%) mengalami peningkatan sesudah kemoterapi yang pertama. Sebanyak 1 pasien (2,44%) mengalami peningkatan dan 1 pasien (2,44%) mengalami penurunan sesudah kemoterapi yang kedua. Sebanyak 2 pasien (4,88%) mengalami peningkatan yang sesudah kemoterapi yang ketiga dan keempat. Kata-kata kunci:  kadar kreatinin darah, karboplatin, paklitaksel, kanker serviks
ubungan Dukungan Suami dan Pola Komunikasi Suami Istri dengan Pengunaan Metode Kontrasepsi Jangka Panjang Noor Khalisha Puteri; Meitria Syahadatina Noor; Syamsul Arifin
Homeostasis Vol 2, No 1 (2019)
Publisher : Homeostasis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (263.384 KB)

Abstract

Abstract: Long acting contraceptive methods (LACMs) are contraceptive methods that can be used for a long period and effective to prevent pregnancy. Factors that can influence contraceptive use are husband’s support and husband-wife communication pattern. The aim of this research was to determine the relationship of husband’s support and husband-wife communication pattern to the use of LACMs on family planning acceptors who were registered in Pemurus Dalam, Cempaka Putih, and 9 November Public Health Center. The method of this research was case control which consisted of 60 respondents, they were divided into 30 non LACMs group and 30 LACMs group. Data analysis used chi-square test with 95% of confident level+odds ratio. The result showed that husband’s support was mostly categorized as good by 53,3% and husband-wife communication pattern was mostly categorized as good by 58,3%. The conclusions of this research are there was a relationship of husband’s support  (p=0,000, OR=16,429) and husband-wife communication pattern to the use of LACMs (p=0,001, OR=6,909). Keywords: LACMs, Husband’s support, Husband-wife communication pattern Abstrak: Metode Kontrasepsi Jangka Panjang (MKJP) merupakan metode kontrasepsi yang dapat digunakan dalam jangka waktu yang lama dan efektif untuk menjarangkan kehamilan. Faktor-faktor yang dapat mempengaruhi penggunaan kontrasepsi di antaranya dukungan suami dan pola komunikasi suami-istri. Tujuan penelitian ini ialah untuk mengetahui hubungan dukungan suami dan pola komunikasi suami-istri dengan penggunaan MKJP pada akseptor KB yang terdaftar di Puskesmas Pemurus Dalam, Puskesmas Cempaka Putih, dan Puskesmas 9 Nopember Banjarmasin. Metode penelitian ini adalah kasus control, subjek penelitian terdiri dari 60 responden yang dibagi menjadi 30 kelompok non MKJP dan 30 kelompok MKJP. Analisis data menggunakan uji chi-square dengan tingkat kepercayaan 95% + odds ratio. Hasil penelitian didapatkan dukungan suami terbanyak berkategori baik yaitu sebesar 53,3% dan pola komunikasi suami-istri terbanyak berkategori baik yaitu sebesar 58,3%. Simpulan dari penelitian ini adalah terdapat hubungan dukungan suami (p=0,000, OR=16,429) dan pola komunikasi suami-istri dengan penggunaan MKJP (p=0,001, OR=6,909). Kata-kata kunci: MKJP, dukungan suami, pola komunikasi suami-istri
Efektivitas Ekstrak Etanol Akar Bajakah Merah (Spatholobus littoralis hassk) sebagai Antimalaria secara In Vitro terhadap Plasmodium falciparum Sinta Anisa; Erida Wydiamala; Lisda Hayatie
Homeostasis Vol 5, No 1 (2022)
Publisher : Homeostasis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (264.967 KB)

Abstract

Abstract: Malaria is also called vector born disease because it is transmitted through vectors. The potential vector of this disease is the Anopheles sp. This study aimed to test the effectiveness of the ethanol extract of the red bajakah root (Spatholobus littoralis hassk) as an antimalarial in vitro against Plasmodium falciparum. This research is an experimental study with Posttest Only with Control Group Design and consists of 6 treatment groups: 5 extract concentrations, namely concentrations of 0,391 μg/ml, 0,781 μg/ml, 1,562 μg/ml, 3,125 μg/ml, 6,25 μg/ml and a solution DMSO as a negative control. The treatment was carried out with 3 replications. Based on the results of research and data processing, the ethanolic extract of the red bajakah root (Spatholobus littoralis hassk) has effectiveness as an antimalarial against Plasmodium falciparum with an IC50 value of14,877 g/ml which is included in the active category. Keywords : antimalaria, red bajakah root, Plasmodium falciparum Abstrak: Malaria disebut juga vector born disease dikarenakan penularannya melalui vektor. Vektor potensial dari penyakit ini adalah nyamuk Anopheles sp. Penelitian ini bertujuan untuk menguji efektivitas ekstrak etanol akar bajakah merah (Spatholobus littoralis hassk) sebagai antimalaria secara in vitro terhadap Plasmodium falciparum. Penelitian ini merupakan studi eksperimental dengan Posttest Only with Control Group Design dan terdiri dari 6 kelompok perlakuan: 5 konsentrasi ekstrak yaitu konsentrasi 0,391 μg/ml, 0,781 μg/ml, 1,562 μg/ml, 3,125 μg/ml, 6,25 μg/ml dan larutan DMSO sebagai kontrol negatif. Perlakuan dilakukan dengan 3 kali replikasi. Berdasar hasil penelitian dan pengolahan data ekstrak etanol akar bajakah merah (Spatholobus littoralis hassk) memiliki efektivitas sebagai antimalaria terhadap Plasmodium falciparum dengan nilai IC50 sebesar 14.877 μg/ml yang termasuk dalam kategori aktif. Kata-kata kunci : antimalaria, akar bajakah merah, Plasmodium falciparum
Hubungan Hitung Jenis Leukosit dengan Tingkat Keparahan Apendisitis Martinus Anggriawan Salim; Agung Ary Wibowo; Meitria Syahadatina Noor; Budianto Tedjowitono; Iwan Aflanie
Homeostasis Vol 4, No 1 (2021)
Publisher : Homeostasis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (238.001 KB)

Abstract

Abstract: Acute appendicitis is the most common cases of emergency surgery. Appendicitis divided into several phase: focal, suppurative, gangrene, and perforation phase. In acute appendicitis that is not diagnosed and treated early, it will cause perforated appendicitis and has the higher risk to be peritonitis or abscess. Leukocytes are one of the body's defenses against infection. There are 5 types of leukocytes counted: basophil, eosinophil, neutrophil, monocyte, and lymphocyte. This research is an analytic observational study with a cross sectional approach. Total of 93 samples were taken using consecutive sampling technique. Data analysis using unpaired T-test was found that monocyte count was not related to the severity of appendicitis (p = 0.19). Data analysis using Man Whittney test was found that neutrophil and lymphocyte related with the severity of appendicitis (p = 0.02 and p = 0.01), while eosinophil and basophil count was not related to the severity of appendicitis (p = 0.182 and p = 0.109). Keywords: Acute appendicitis, perforated appendicitis, leukocyte count. Abstrak: Apendisitis akut merupakan kasus bedah emergensi paling sering ditemui. Apendisitis terbagi menjadi beberapa fase berdasarkan tingkat keparahannya yaitu fase fokal, supuratif, gangren, dan perforasi. Pada apendisitis akut yang tidak diagnosis dan diobati secara dini maka akan menyebabkan apendisitis perforasi. Leukosit merupakan salah satu pertahanan tubuh terhadap infeksi. Tipe leukosit yang dihitung ada 5 yaitu: basofil, eosinofil, neutrofil, monosit, dan limfosit. Penelitian ini merupakan penelitian observasional analitik dengan pendekatan cross sectional. Sebanyak 93 sampel diambil menggunakan teknik consecutive sampling. Analisis data menggunakan uji T-tidak berpasangan didapatkan hitung jenis monosit tidak berhubungan dengan tingkat keparahan apendisitis dengan nilai p= 0,19. Analisis data menggunkan uji Man Whittney didapatkan hitung jenis neutrofil dan limfosit berhubungan dengan tingkat keparahan apendisitis dengan nilai p= 0,02 dan p= 0,01, sedangkan hitung jenis eosinofil dan basofil tidak didapatkan berhubungan dengan tingkat keparahan apendisitis dengan nilai p=0,182 dan p= 0,109. Kata-kata kunci: Apendisitis akut, apendisitis perforasi, hitung jenis leukosit.
Literature Review: Pengaruh Kinesio Taping terhadap Tonus Otot pada Pasien Spastisitas Pasca Stroke Intan Pertiwi Zulhan; Muhammad Siddik; Didik Dwi Sanyoto
Homeostasis Vol 4, No 1 (2021)
Publisher : Homeostasis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (221.528 KB)

Abstract

Abstract: Stroke is a cerebrocardiovascular disease that causes motor problems after stroke in the form of spasticity. Spasticity can cause functional disorders and problems that can lead to decreased quality of life, increased pain, joint contractures and even joint deformities. One of the rehabilitation measures that can be used to reduce spasticity is kinesio taping (KT). This literature review was written with the aim of knowing the effect and mechanism of KT on post-stroke patient spasticity, as well as the factors that influence the outcome of KT insertion. The results of this paper indicate the effect of KT on the improvement of post-stroke spasticity patients, using the Modified Asswort Scale (MAS) score. Keywords: kinesio taping, spasticity, stroke, post stroke spasticity  Abstrak: Stroke merupakan salah satu penyakit serebrokardiovaskular yang menyebabkan gangguan motorik pasca stroke berupa spastisitas. Spastisitas dapat menyebabkan gangguan serta masalah fungsional yang dapat menyebabkan turunnya kualitas hidup, nyeri yang semakin bertambah, kontraktur sendi bahkan deformitas pada persendian. Salah satu tindakan rehabilitasi yang dapat digunakan untuk mengurangi spastisitas adalah dengan kinesio taping (KT). Literature review ini ditulis dengan tujuan untuk mengetahui pengaruh dan mekanisme KT terhadap spastisitas pada pasien pasca stroke, serta faktor-faktor yang mempengaruhi hasil pemasangan KT. Hasil penulisan ini menunjukkan adanya pengaruh KT  pada perbaikan pasien spastisitas pasca stroke, dengan menggunakan skor Modified Asswort Scale (MAS) Kata-kata kunci: neuromuscular electrical stimulation, stroke, spasticity.
Hubungan Tingkat Pengetahuan dan Sikap Orang Tua dengan Kejadian Pernikahan Dini di Kecamatan Aluh-Aluh Tahun 2019 Annie Khairun Nida; Meitria Syahadatina Noor; Farida Heriyani
Homeostasis Vol 3, No 1 (2020)
Publisher : Homeostasis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (201.032 KB)

Abstract

Abstract: Early marriage is the marriage of adolescents under the age of 20. Aluh aluh subdistrict has the second-highest rate of early marriage in Banjar district with 67 cases. Parental knowledge and also attitude are the risk factors of early marriage occurrence. The purpose of this study was to determine whether there is an association between the level of parental knowledge and attitude with the occurrence of early marriage in Aluh aluh subdistrict, 2019. This study is an analytic observational with case-control approach. A total of 16 case samples (early marriage) were obtained using a total sampling technique and 16 control samples were obtained using a systematic random sampling technique. Data analysis using chi-square test with fisher test as the alternative with score ρ<0,05. After analyzing the data, the value of ρ  = 0,077 is obtained for the father’s knowledge variable, ρ  = 0,719 for the mother’s knowledge, ρ = 1,000 for the father’s attitude variable, and there is no analysis test for the mother’s attitude variable because 100% of the mothers have a positive attitude. Based on the results of statistical tests, there is no association between parental knowledge and attitudes with the occurrence of early marriage in Aluh aluh subdistrict in 2019. Keywords:  knowledge, attitude, parent, early marriage Abstrak: Pernikahan dini ialah pernikahan pada remaja ketika usianya krang dari 20 tahun. Kecamatan Aluh-Aluh memiliki angka pernikahan dini tertinggi kedua di Kabupaten Banjar dengan 67 kasus. Pengetahuan dan sikap orang mengenai pernikahan dini diketahui merupakan salah satu faktor risiko dari pernikahan dini.   Tujuan dari penelitian ini ialah untuk menjelaskan hubungan antara tingkat pengetahuan dan sikap orang tua dengan kejadian pernikahan dini di Kecamatan Aluh-Aluh tahun 2019. Penelitian ini  bersifat observasional analitik dengan menggunakan metode case control. Sampel diambil dengan teknik total sampling untuk kelompok kasus dan systematic random sampling untuk kelompok kontrol dan didapatkan sebanyak 16 sampel untuk kasus (menikah dini) dan 16 sampel untuk kontrol (tidak menikah dini) yang sesuai dengan kriteria inklusi. Analisis data yang digunakan yaitu uji chi-square serta uji fisher dengan nilai ρ<0,05. Setelah dilakukan analisis data, didapatkan nilai ρ = 0,077 untuk variabel pengetahuan ayah, ρ = 0,719 untuk variabel pengetahuan ibu, ρ = 1,000 untuk variabel sikap ayah, serta tidak dilakukan uji analisis untuk variabel sikap ibu karena 100% ibu memiliki sikap positif. Dari hasil uji statistik, tidak terdapat hubungan antara pengetahuan dan sikap orang tua dengan kejadian pernikahan dini di Kecamatan Aluh-Aluh Tahun 2019. Kata-kata kunci:  pengetahuan, sikap, orang tua, pernikahan dini
Perbedaan Aktivitas Antibakteri Sabun Colek Merek Terpilih terhadap Jumlah Koloni Bakteri Staphylococcus aureus dan Escherichia coli Sri Widyarsi; Lia Yulia Budiarti; Farida Heriyani
Homeostasis Vol 4, No 3 (2021)
Publisher : Homeostasis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (310.68 KB)

Abstract

 Abstract: Soap of colek is a cream soap that is often used by Sasirangan workers in Sungai Jingah Village, Banjarmasin to wash their hands after dyeing the Sasirangan cloth. The purpose of this study was to determine the differences in the activity of the 2 selected brands soap of colek on the number of bacterial colonies of Staphylococcus aureus and Escherichia coli. This study used a pure experimental method with a posttest-only design with a randomized group design. The treatments tested were soap dab selected brands A and B (concentrations of 0.5%, 1%, 12.5%, 25%, 50%, 75%, 100%) and sterile distilled water, with 3 times repetition of the treatment. The parameters observed were the number of colonies of Staphylococcus aureus and Escherichia coli on nutrient agar media. Data were analyzed using the Mann Whitney test (α.0.05). The results showed the difference in the average number of tested bacterial colonies after giving soap brand A and brand B soap of colek; all treatments soap of colek had significantly different activity in reducing the number of Staphylococcus aureus and Escherichia coli colonies; The treatment soap of colek A has a better activity in decreasing the number of tested bacterial colonies than soap of colek B. Conclusion, there are differences in the antibacterial activity of the 2 types of soap of colek selected test brands against the number of bacterial colonies of Staphylococcus aureus and Escherichia coli. Keywords: soap of colek, colony count, Staphylococcus aureus, Escherichia coli Abstrak: Sabun colek merupakan sabun krim yang sering digunakan para pekerja sasirangan di Kelurahan Sungai Jingah Banjarmasin untuk mencuci tangan setelah melakukan pencelupan kain sasirangan. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui perbedaan aktivitas dari 2 merek sabun colek terpilih terhadap jumlah koloni bakteri Staphylococcus aureus dan Escherichia coli. Penelitian ini menggunakan metode eksperimental murni dengan rancangan posttest-only with randomized group design. Perlakuan yang diujikan adalah sabun colek terpilih merek A dan B (konsentrasi 0,5%, 1%, 12,5%, 25%, 50%, 75%, 100%) dan aquades steril, dengan pengulangan perlakuan sebanyak 3kali . Parameter yang diamati adalah jumlah koloni bakteri Staphylococcus aureus dan Escherichia coli pada media nutrient agar. Data dianalisis menggunakan uji Mann Whitney (α.0.05). Hasil penelitian didapatkan perbedaan rata rata jumlah koloni bakteri uji setelah pemberian sabun colek merek A dan merek B; semua perlakuan sabun colek memiliki aktivitas berbeda bermakna dalam menurunkan jumlah koloni Staphylococcus aureus dan Escherichia coli; perlakuan sabun colek A memiliki aktivitas lebih baik terhadap penurunan jumlah koloni bakteri uji daripada sabun colek B. Kesimpulan, terdapat perbedaan aktivitas antibakteri dari 2 jenis sabun colek merek uji terpilih terhadap jumlah koloni bakteri Staphylococcus aureus dan Escherichia coli. Kata-kata kunci: sabun colek, jumlah koloni, Staphylococcus aureus, Escherichia coli